J- Reb : Journal Ae Research of Economic and Bussiness Volume 1. Issue 1. Januari 2024 E-ISSN : 2828-3716 . P-ISSN : 2828-3708 J-Reb : Journal- Research of Economic dan Bussiness journal homepage: https://journal. id/index. php/j-reb PENGARUH UKURAN DEWAN KOMISARIS TERHADAP RETURN ON ASET PERUSAHAAN PERBANKAN SYARIAH DI BEI Ricky Wijaya Rickywijaya0809@gmail. Universitas Darma Agung *Correspondence: htan3876@gmail. com* https:journal. id/j-reb | Submission Received : 27-01-2024. Revised : 29-01-2024. Accepted : 30-01-2024. Published : 31-01-2024 Abstrak Yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh ukuran dewan komisaris terhadap Return on Aset pada perusahaan perbankan syariah di BEI. Menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan syariah yang go public di BEI, dengan hasil menunjukkan variabel ukuran dewan komisaris yang tidak berpengaruh secara parsial terhadap Return on Aset, dengan nilai constant = 172,155. X= 2,325 dengan nilai signifikan pada variabel Ukuran Dewan Komisaris 0,000 < 0,05. Maka untuk hipotesis penelitian dapat di terima, yaitu Terdapat pengaruh yang signifikan antara Ukuran Dewan Komisaris terhadap Return On Aset, secara parsial. Keyword : ukuran dewan komisaris. Return On Aset Abstract The aim of this research is to analyze the influence of the size of the board of commissioners on Return on Assets in Islamic banking companies on the IDX. Using quantitative research methods, the sample in this research is a sharia banking company that has gone public on the BEI, with the results showing that the board of commissioners size variable has no partial effect on Return on Assets, with a constant value = 172. X= 2. with a significant value for the variable Size of the Board of Commissioners 0. 000 < 0. the research hypothesis can be accepted, namely that there is a significant influence between the size of the Board of Commissioners on Return On Assets, partially. Keywords: size of the board of commissioners. Return On Assets A 2022 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). PENDAHULUAN Perbankan syariah merupakan lembaga intermediasi antara surplus spending unit dengan defisit spending unit yang operasioalnya berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Hal tersebut sudah di atur dalam undang-undang No. 21 tahun 2008 tentang perbankan syariah. Adanya landasan hukum yang kuat, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan perbankan syariah secara lebih cepat, sehingga peran industri perbankan syariah dalam mendukung perekonomian nasional akan semakin signifikan. Undang-undang tersebut juga memberikan arahan bagi bank-bank konvensional untuk membuka cabang syariah atau bahkan mengkonversi diri secara total menjadi bank syariah. Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut dual bangking system, yaitu bank konvensional dan bank syariah dilegitimasi oleh pemerintah untuk menjalankan usahanya. Hal tersebut menyebabkan bank syariah menghadapi persaingan secara langsung dengan bank konvesional yang sudah beroperasional lebih lama dan menguasai pasar sebelumnya. Bank merupakan Departement of Store, yang bermakna suatu lembaga jasa dengan berbagai pelayanan jasa keuangan. Bank memiliki tiga kegiatan utama, di antaranya: Pertama, simpanan dana dari masyarakat berupa giro, tabungan dan deposito. Kedua, memberikan pembiayaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Ketiga, melayani berbagai jenis layanan pembayaran atau setoran. Dari sisi daya tahan pun, permodalan perbankan syariah juga cenderung stabil, dengan rasio kecukupan modal . apital adequacy ratio/CAR) tercatat pada level 23,5 persen dan rasio pembiayaan bermasalah . onperforming financing ratio/NPF) sebesar 3,31 persen. Sri Mulyani menyampaikan kinerja perbankan syariah yang masih melaju positif meski di tengah krisis ini dapat dijadikan sebagai jembatan atau modal awal untuk terus mengembangkan ekosistem keuangan syariah yang berkualitas baik. Return On Assets (ROA) adalah salah satu alat ukur profitabilitas yaitu untuk menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba setelah pajak dengan menggunakan aktiva-aktiva yang dimiliki perusahaan tersebut. ROA akan menjadi tolak ukur yang digunakan investor unuk berinvestasi karena semakin tinggi laba yang didapatkan suatu perusahaan yang berarti pengelolaan atas asset tersebut baik sehingga akan berdampak pada kinerja keuangan yang baik. Menurut Munawir keunggulan Return On Assetss yaitu : Dapat diperbandingkan dengan rasio industri sehingga dapat diketahui posisi perusahaan terhadap industri. Hal ini merupakan salah satu langkah dalam perencanaan strategi. Selain berguna untuk kepentingan kontrol, analisis Return On Assetss (ROA) Jika perusahaan telah menjalankan praktik akuntansi dengan baik maka dengan analisis Return On Assets (ROA) dapat diukur efisiensi penggunaan modal yang menyeluruh, yang sensitif terhadap setiap hal yang mempengaruhi keadaan keuangan perusahaan. Ukuran dewan komisaris yang besar menyebabkan monitoring manajemen semakin Hal ini karena jumlah dewan yang besar menguntungkan perusahaan dalam hal Sedangkan jumlah dewan direksi yang banyak akan meningkatkan kinerja Hal ini dikarenakan ukuran dan diversitas dari dewan direksi akan memberikan manfaat bagi perusahaan karena terciptanya network dengan pihak luar perusahaan dan menjamin ketersediaan sumber daya. Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan mengetahui pengaruh secara parsial ukuran dewan komisaris terhadap return on aset pada perusahaan perbankan syariah di BEI. A 2022 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). TINJAUAN LITERATUR Pengertian Return On Assets Return On Assets merupakan rasio penunjang dalam menghitung rentabilitas bagi bank syariah. Rasio ini digunakan untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam menghasilkan laba. ROA dihitung dengan membagikan laba sebelum pajak dengan total aset. Ukuran Dewan Komisaris Menurut UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas Dewan Komisaris adalah Organ Perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus sesuai dengan anggaran dasar serta memberi nasihat kepada Direksi. Kerangka Konseptual Adapun kerangka konseptual dalam penelitian ini sebagai berikut: Return On Assets (Y) Ukuran Dewan Komisaris (X) Gambar 1. Kerangka Konseptual Hipotesis Ukuran dewan komisaris berpengaruh terhadap return on aset pada perusahaan perbankan syariah di BEI METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menekankan kausal. Untuk memperoleh data dan informasi yang di butuhkan, penelitian ini menggunakan data Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan perusahaan Perbankan Syariah secara bulanan di situs resmi website Bursa Efek Indonesia periode tahun 2018-2023 . dengan teknik analisi data menggunakan Analisis regresi sederhana yang merupakan salah satu analisis yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel Adapun digunakannya alat analisis regresi linear ditujukan untuk memperediksikan nilai variabel terikat dan menjelaskan pengaruhnya. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Hasil Pengujian Hipotesis Dalam penelitian ini, metode analisi yang digunakan adalah analisis. regresi linier Analisis regresi linier berganda digunakan untuk memperoleh persamaan regresi A 2022 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). dengan cara memasukan perubahan satu demi satu, sehingga dapat diketahui pengaruh yang palingkuat hingga yang paling lemah. Untuk menentukan persamaan regresi dan melihat pengaruh setiap variabel, dapat dilihat berdasarkan dari hasil uji f, uji t dan uji determinant dibawah ini. Analisis Uji Parsial (Uji . Uji Parsial digunakan untuk menguji apakah variabel bebas secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap nilai variabel terikat. Tabel 1 Hasil Uji t Statistik antara Variabel Coefficients Standardized Unstandardized Coefficients Model (Constan. Ukuran Dewan Komisaris Coefficients Std. Error Beta 172,155 ,164 2,325 ,144 1,034 Sig. 9,030 ,000 7,919 ,000 Dependent Variable: Return On Aset Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui bahwa nilai constant = 172,155. X= 2,325 dengan nilai signifikan pada variabel Ukuran Dewan Komisaris 0,000 < 0,05. Maka untuk hipotesis penelitian dapat di terima, yaitu Terdapat pengaruh yang signifikan antara Ukuran Dewan Komisaris terhadap Return On Aset, secara parsial. Analisis Uji Determinant (R. Uji determinant digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen Hasil analisis dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 3Hasil Uji Determinasi (R. Model Summary Model R Square ,811 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate ,732 ,691 Durbin-Watson ,1046251 1,241 Predictors: (Constan. Debt to Equity Ratio Dependent Variable: Return On Equity Berdasarkan Tabel 3, dapat diketahui bahwa nilai R2 adalah 0,811. Hal ini berarti 81,1% Ukuran Dewan Komisaris yang dilihat melalui Return On Aset (Y) dapat dijelaskan oleh Debt to Equity Ratio. Sedangkan sisanya 19,9% di jelaskan oleh sebab-sebab lain di luar A 2022 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). PEMBAHASAN Pengaruh Debt to Equity RatioterhadapReturn On Equity Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui bahwa nilai constant = 172,155. X= 2,325 dengan nilai signifikan pada variabel Ukuran Dewan Komisaris 0,000 < 0,05. Maka untuk hipotesis penelitian dapat di terima, yaitu Terdapat pengaruh yang signifikan antara Ukuran Dewan Komisaris terhadap Return On Aset, secara parsial. Berdasarkan Pedoman Umum Good Cororate Governance Indonesia yang dikeluarkan Oleh Komite Nasional kebijakan Governance menyatakan bahwa Dewan komisaris sebagai organ perusahaan bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada direksi serta memastikan bahwa perusahaan melaksanakan GCG. Namun demikian, dewan komisaris tidak boleh turut serta dalam mengambil keputusan operasional. Kedudukan masing-masing anggota dewan komisaris termasuk komisaris utama adalah setara. Jumlah dewan yang besar menguntungkan perusahaan dari susdut pandang resource dependence. Maksud dari pandangan resources dependence adalah bahwa perusahaan akan tergantung dengan dewannya untuk dapat mengelola sumber dayanya seacra lebih baik. Mayangsari dalam 1 menyatakan bhawa tugas KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui bahwa nilai constant = 172,155. X= 2,325 dengan nilai signifikan pada variabel Ukuran Dewan Komisaris 0,000 < 0,05. Maka untuk hipotesis penelitian dapat di terima, yaitu Terdapat pengaruh yang signifikan antara Ukuran Dewan Komisaris terhadap Return On Aset, secara parsial. Keterbatasan Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah variabel penelitian yang terlalu sedikit sehingga membuat hasil penelitian tidak dapat melihat secara menyelusuh skema pengaruh terhadap Profitabilitas perusahaan Saran Diharapkan bagi penelitian yang melakukan penelitian dengan judul yang sama untuk bisa menambahkan variabel-variabel baru yang dinilai memiliki potensi dalam mempengaruhi profitabilitas perusahaan dan memperluas jumlah sampel perusahaan DAFTAR PUSTAKA