ANALISIS EFISIENSI DAN POLA PEMASARAN KOMODITI JAMBU AIR (Syzygium aqueu. DI KECAMATAN INDRALAYA SELATAN KABUPATEN OGAN ILIR Analysis of Efficiency and Marketing Patterns of Rose Apple (Syzygium Aqueu. Commodities in The District South Indralaya Ogan Ilir Regency Sri Suryati1 . Agoes Thony Ak2 . Emmy Kurniati2 . Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ogan Ilir . Program Studi Magister Agribisnis Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti Email : arkaanharith. ab@gmail. com1 , agoes_thony@unisti. id2 , emmykurniati@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Jumlah pola saluran pemasaran jambu air di Kecamatan Indralaya Selatan , . Nilai farmersAo share yang diterima petani, nilai margin, biaya pemasaran, dan keuntungan petani dalam pemasaran jambu air di Kecamatan Indralaya Selatan, dan . Pola pemasaran efektif yang mana dalam penjualan jambu air di Kecamatan Indralaya Selatan. Metode penelitian ini dilakukan secara survey terhadap petani jambu air yang ada di Kecamatan Indralaya Selatan. Adapun jumlah petani yang dijadikan sampel adalah 30 petani dari 120 anggota populasi petani jambu air dengan cara simple random sampling. Kemudian untuk pedagang diambil 15 orang pedagang dengan metode sensus. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: . Terdapat 2 pola saluran pemasaran jambu air di Kecamatan Indralaya Selatan, . FarmerAos share pada saluran pemasaran I adalah 81,81%, sedangkan pada saluran pemasaran II adalah 70,00%. Margin pemasaran pada saluran pemasaran I adalah Rp. 000,-/kg dan pada saluran pemasaran II sebesar Rp. 000,- /kg. Biaya pemasaran jambu air di Kecamatan Indralaya Selatan pada saluran pemasaran I adalah sebesar Rp. 252,36,-/kg, sedangkan pada saluran pemasaran II sebesar Rp. 338,46,-/kg. Sedangkan keuntungan pada saluran pemasaran I adalah sebesar Rp. 388,11,-/kg dan saluran pemasaran II sebesar Rp. 767,48,-/kg. Pola saluran pemasaran jambu air di Kecamatan Indralaya Selatan yang efisien adalah pada saluran pemasaran I. Karena nilai efisiensi pemasarannya 7,36% lebih besar dari saluran pemasaran II sebesar 5,69%. Kata Kunci : FarmersAo Share. Jambu Air . Margin Pemasaran. Pola Saluran Pemasaran Abstract This research aims to determine . the number of marketing channels for rose apple in South Indralaya District, . the value of farmers' share received by farmers, the margin value, marketing costs, and farmers' profits in marketing rose apple in South Indralaya District, and . the pattern effective marketing in selling rose apple in South Indralaya District. This research method was carried out by surveying rose apple farmers in South Indralaya District. Analisis Efisiensi Dan Pola Pemasaran Komoditi Jambu Air (Syzygium Aqueu. Di Kecamatan Indralayaselatan Kabupaten Ogan Ilir Sri Suryati. Agoes Thony Ak. Emmy Kurniati The number of farmers sampled was 30 farmers from 120 members of the rose apple farmer population using Simple Random Sampling. Then for traders, 15 traders were taken using the census method. Based on the results of the research and discussion, the following conclusions can be drawn: . There are 2 patterns of rose apple marketing channels in South Indralaya District, . Farmer's share in marketing channel I is 81. 81%, while in marketing channel II is 00 %. The marketing margin in marketing channel I is Rp. 8,000/kg and in marketing channel II it is Rp. 13,000,- /kg. Marketing costs for water guava in South Indralaya District in marketing channel I are Rp. 1,252. 36,-/kg, while in marketing channel II it is Rp. 1,338. 46,-/kg. Meanwhile, the profit on marketing channel I is Rp. 5,388. 11,-/kg and marketing channel II of Rp. 4,767. 48,-/kg. The efficient marketing channel pattern for rose apple in South Indralaya District is marketing channel I, because the marketing efficiency value is 7. 36% greater than marketing channel II which is 5. Keywords: Farmers' Share. Rose Apple. Marketing Margin. Marketing Channel Patterns PENDAHULUAN Pembangunan pertanian di Indonesia telah banyak mengalami transformasi guna untuk meningkatkan produksi yang maksimal dan berkelanjutan. Dampak terhadap para petani juga akan kian terasa dengan kesejahteraan yang meningkatkan serta negara yang mampu berswasembada. Bahkan sektor pertanian menjadi senjata ampuh bagi negara-negara berkembang di dunia dalam rangka meningkatkan penerimaan devisa negara, penyediaan lapangan kerja, perolehan nilai tambah dan daya saing, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri, bahan baku industri dalam negeri serta optimalisasi pengeolaan sumber daya alam secara berkelanjutan (Prayoga, 2. Tak terkecuali bagi Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara yang masih bergantung kepada sektor pertanian dalam hal pemasukan pendapatan nasionalnya. Salah satu subsektor dalam sektor pertanian adalah tanaman pangan mencakup padi, palawija dan holtikultura. Sedangkan yang termasuk ke dalam komoditi holtikultura adalah buah-buahan, sayuran dan tanaman hias. Diantara komoditi tersebut buah-buahan termasuk memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan karena selain kapasitas produksi yang dihasilkan cukup besar, pangsa pasar untuk produk buah-buahan segar juga masih luas. Disamping itu perluasan pangsa pasar diharapkan terjadi seiring dengan pertambahan jumlah penduduk Indonesia yang diikuti dengan peningkatan kesadaran akan perlunya perbaikan gizi masyarakat. Budidaya tanaman holtikultura tropis dan subtropis sangat memungkinkan untuk dikembangkan di Indonesia karena tersedianya keragaman agroklimat dan karakteristik lahan serta sebaran wilayah yang luas (Zulkarnain, 2. BuahAebuahan merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Di zaman modern ini banyak masyarakat yang mulaimenjalankan pola hidup sehat, salah satu caranya dengan rutin mengkonsumsi JenisAejenis buah yang banyak ditemui di Indonesia adalah buahAebuah tropis diantaranya jeruk, pepaya, mangga, rambutan dan jambu. Jambu memiliki beberapa jenis yaitu jambu biji dan jambu air. Tanaman jambu air merupakan salah satu keanekaragaman tanaman yang dimiliki Indonesia yang memberikan manfaat dalam dunia kesehatan. Tanaman jambu air dapat digunakan untuk obat alami yang berperan dalam menyembuhkan atau memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat. Senyawa kimia yang paling banyak ditemukan pada daun Syzygium aqueum yaitu flavonoid, fenolik, dan tannin sebagai Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Analisis Efisiensi Dan Pola Pemasaran Komoditi Jambu Air (Syzygium Aqueu. Di Kecamatan Indralayaselatan Kabupaten Ogan Ilir Sri Suryati. Agoes Thony Ak. Emmy Kurniati antimikroba dan senyawa hexahydroxyflavone. Myricetin, vitamin C, senyawa 2',4'- 1 2 dihidroksi-6-metoksi-3, 5Aedimetilkalkon, senyawa 4-hidroksibenzaldehid, myricetin3-O-ramnosid, europetin-3-O-ramnosid, floretin, myrigalon-G, dan myrigalon-B yang mempunyai aktivitas farmakologi sebagai antioksidan, anti kanker, anti diabetes, dan antihiperglikemik (Angrawati dan Zelika, 2. Salah satu sentra komoditas jambu air di wilayah Sumatera Selatan khususnya di Ogan Ilir terletak di Kecamatan Indralaya Selatan yang tersebar dibeberapa desa. Usahatani ini cukup menggiurkan sebagai salah satu sumber pendapatan petani disamping bertani tanaman padi. Dapat diketahui dari data Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kabupaten Ogan Ilir, total luas panen perkebunan jambu air di Kecamatan Indralaya Selatan sebesar 166 Ha,dengan total produksi 846,6Ton/Musim. Harga Penjualan dari petani berkisar Rp. 5000,- sampai dengan Rp. 7000,-. Sedangkan Harga Penjualan di tingkat konsumen berkisar Rp. 000,- sampai dengan Rp. Tabel 1. Luas Panen. Produksi Jambu Air Indralaya Selatan Tahun Luas Panen (H. Produksi (To. 1664,64 2159,14 2093,04 Biaya pemasaran harus dipertimbangkan dan dicermati sebagai suatu pengeluaran untuk dapat mendistribusikan suatu produk (Cateora dan Graham, 2. Adanya biaya pemasaran yang harus dibayarkan pada setiap lembaga-lembaga pemasaran tersebut yang membuat harga produk semakin mahal, sehingga menimbulkan margin pemasaran yang cukup besar. Hal tersebut berdampak pada efisiensi pemasaran, sementara pelaksanaan proses pemasaran harus berlangsung Beberapa indikator dalam menilai efisiensi pemasaran adalah margin pemasaran dan farmer share. Panjang pendeknya sebuah saluran pemasaran dapat mempengaruhi marginnya, semakin panjang saluran pemasaran maka semakin besar pula margin pemasarannya, sebab lembaga pemasaran yang terlibat semakin Besarnya angka margin pemasaran dapat menyebabkan bagian harga yang diterima oleh petani produsen semakin kecil dibandingkan dengan harga yang dibayarkan konsumen langsung petani, sehingga saluran pemasaran yang terjadi atausemakin panjang dapat dikatakan tidak efisien (Istiyanti, 2. Pendapatan yang tinggi selalu diharapkan petani dalam menghasilkan produksi pembibitan yang dalam usahataninya. Dalam mendapatkan pendapatan maksimum yang menguntungkan petani harus dapat meningkatkan produksi dan dapat menekan biaya produksinya (Tangku, 2. Oleh karena itu petani harus mampu menyediakan input usahatani secara efisien. Saluran pemasaran dikatakan efisien apabila sistem pemasaran tersebut mampu menyampaikan hasil . dari produsen ke konsumen dengan biaya yang semurahmurahnya dan mampu mengadakan pembagian yang adil kepada semua pihak yang ikut terlibat dalam kegiatan produksi dan saluran pemasaranproduk tersebut. Semakin Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Analisis Efisiensi Dan Pola Pemasaran Komoditi Jambu Air (Syzygium Aqueu. Di Kecamatan Indralayaselatan Kabupaten Ogan Ilir Sri Suryati. Agoes Thony Ak. Emmy Kurniati banyak pihak yang terlibat dalam pemasaran akan semakin banyak perlakuan yang diberikan dan semakin banyak keuntungan oleh setiap lembaga pemasaran (Soekartawi, 2. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang yang diuraikan sebelumnya. Adapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut : Ada berapa pola saluran pemasaran jambu air di Kecamatan Indralaya Selatan ? Berapa nilai farmersAo share yang diterima petani, nilai margin, biaya pemasaran, dan keuntungan petani dalam pemasaran jambu air di Kecamatan Indralaya Selatan ? Bagaimana pola pemasaran yang efektif dalam penjualan jambu air di Kecamatan Indralaya Selatan ? METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja . dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Indralaya Selatan merupakan sentra usahatani Jambu air. Metode penelitian ini dilakukan secara survey terhadap petani jambu air yang ada di Kecamatan Indralaya Selatan. Adapun jumlah petani yang dijadikan sampel adalah 30 petani dari 120 anggota populasi petani jambu air dengan cara Simple Random Sampling . cak sederhan. Kemudian untuk pedagang diambil 15 orang pedagang dengan metode sensus. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data Data primer berupa quisioner . aftar pertanyaan kepada petani dan Data sekunder didapatkan dari kantor kelurahan, kecamatan setempat dan instansi terkait dengan penelitian. Data yang sudah diperoleh dari lapangan kemudian dikumpulkan setelah itu dianalisis menggunakan rumus sebagai berikut : FarmerAos Share Efisiensi pemasaran dapat diketahui dari farmersAo share dan margin pemasaran. FarmersAo share adalah hasil atau bagian yang diterima oleh petani (Susanti et al. ,2. Margin pemasaran adalah selisih harga yang dibayarkan oleh konsumen dengan harga yang diterima oleh produsen. Perhitungan farmer share dirumuskan sebagai berikut . Fs = Farmer share =Harga pembelian di tingkat petani = Harga eceran ditingkat konsumen (Rp/k. Keputusan pemasaran yang dilakukan efisien atau belum menurut Susanti et al. Farmer share Ou 40% = efisien Farmer share <40%=tidak efisien MarginPemasaran Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Analisis Efisiensi Dan Pola Pemasaran Komoditi Jambu Air (Syzygium Aqueu. Di Kecamatan Indralayaselatan Kabupaten Ogan Ilir Sri Suryati. Agoes Thony Ak. Emmy Kurniati Perhitungan margin pemasaran dirumuskan sebagai berikut: MP=Pr -Pf Keterangan: =Margin Pemasaran =Harga di tingkat konsumen yang diambil dengan harga rata-rata =Harga di tingkat produsen yang diambil dari harga jual rata-rata Efisiensi Pemasaran Lembaga Pemasaran Efisiensi pemasaran yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemasaran dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut : Dimana : =Efisiensi pemasaran lembaga pemasaran(%) =Total biaya pemasaran (R. TNB =Total Nilai Produk(K. Kaidah keputusan pada efisiensi pemasaran ini adalah (Putri et al. , 2. 0 Ae 33 % = Efisien 34 Ae 67% = Kurang efisien 68 Ae 100% = Tidak efisien HASIL DAN PEMBAHASAN Pola Pemasaran Jambu Air di Kecamatan Indralaya Selatan Proses pemasaran jambu air di Kecamatan Indralaya Selatan terdiri dari dua saluran pemasaran, saluran pemasaran I petani memasarkan melalui pedagang pengumpul desa, hal ini dikarenakan petani tidak mempunyai biaya untuk pemasaran sehingga transaksi dilakukan langsung di kebun petani, dari pedagang pengumpul desa dibawa langsung ke pasar yang ada di jakabaring Palembang, terakhir ke konsumen. Pada saluran yang ke II petani memasarkan ke tengkulak, kemudian ke pedagang pengumpul desa, kemudian Pedagang besar yangada di Jakarta,terakhir ke konsumen, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini. Petani Pedagang Pengumpul Desa Petani Tengkulak Pedagang Pengumpul Desa Pedagang Pengecer Pengumpul Besar Konsumen Konsumen Gambar 1. Saluran Pemasaran Jambu Air di Kecamatan Indralaya Selatan Keterangan : PPD : Pedagang Pengumpul Desa : Pedagang Pengecer : Pedagang Besar Berdasarkan Gambar 1 dapat dijelaskan bahwa adanya perbedaan antara saluran pemasaran I dan II. Pada saluran pemasaran I petani menjual hasil produksinya langsung kepada pengumpul desa dengan harga rata-rata Rp. 000,-/kg. Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Analisis Efisiensi Dan Pola Pemasaran Komoditi Jambu Air (Syzygium Aqueu. Di Kecamatan Indralayaselatan Kabupaten Ogan Ilir Sri Suryati. Agoes Thony Ak. Emmy Kurniati selanjutnya dari pedagang pengumpul desa dijual ke pedagang pengecer dengan harga rata-rata Rp. 000,-/kg. hingga sampai ke konsumen dengan harga rata-rata Rp. 000,-/kg. Sedangkan pada saluran pemasaran II petani menjual hasil produksinya kepada Tengkulak dengan harga rata-rata Rp. 000,-/kg. kemudian Tengkulak menjual ke pedagang pengumpul dengan harga rata-rata Rp. 000,-/kg. Selanjutnya pedagang pengumpul desa menjual ke Pedagang besar (Jakart. dengan harga rata-rata Rp. 000,-/kg, hingga sampai ke konsumen harga rata-rata jambu air Rp. 000,-/kg. FarmersAo Share Jambu Air FarmersAo share adalah bagian harga yang diterima dibagi harga jual konsumen yang dinyatakan dalam persentase. FarmersAo share dalam suatu kegiatan pemasaran daapat dijadikan dasar atau tolak ukur efisiensi pemasaran. Semakin tinggi tingkat pemasaran farmersAo share yang diterima, maka dikatakan semakin efisien kegiatan pemasaran yang diakukan dan sebaliknya semakin rendah farmerAos share yang diterima, maka akan semakin rendah pula tingkat efisiensi dari suatu pemasaran. FarmerAos share pada masing-masing saluran pemasaran jambu air di Kecamatan Indralaya Selatan dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. FarmerAos share yang diterima petani contoh dalam pemasaran Jambu Air di Kecamatan Indralaya Selatan, 2022. Komponen Saluran I Saluran II Harga Jual Petani (Rp/K. Harga Beli Konsumen (Rp/K. Share (%) 52,94 35,00 Berdasarkan Tabel 2 di atas, diketahui saluran pemasaran I lebih efisien, karena nilai farmersAo sharenya lebih besar dari 50% yaitu 52, 92%. Sedangkan saluran pemasaran II kurang efiisien karena nilai famersAo sharenya di bawah 50 % yaitu 35%. Sehingga yang lebih efisien adalah saluran pemasaran I. Margin Pemasaran Jambu Air Margin pemasaran merupakan selisih harga yang dibayar konsumen akhir dan harga yang diterima petani produsen (Sudiyono 2. Menurut Kim dan Sounghun . margin distribusi . dapat didefinisikan sebagai harga yang dibayarkan oleh konsumen ke sektor distribusi atau harga untuk layanan yang diberikan selama proses distribusi, yang merupakan jumlah dari biaya yang dikeluarkan selama proses distribusi dan keuntungan yang diperoleh oleh peserta Margin pemasaran terdiri dari biaya pemasaran dan keuntungan masingmasing lembaga pemasaran yang turut memasarkan jambu air dari Kecamatan Indralaya Selatan. Untuk lebih jelasnya margin pemasaran masing-masing saluran pemasaran dapat dilihat pada Tabel 3 dan 4 berikut : Tabel. 3 Analisis Biaya dan Margin Pemasaran serta Share pada Pemasaran Jambu Air di Kecamatan Indralaya Selatan sampai ke konsumen akhir pada saluran Pemasaran I. Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Analisis Efisiensi Dan Pola Pemasaran Komoditi Jambu Air (Syzygium Aqueu. Di Kecamatan Indralayaselatan Kabupaten Ogan Ilir Sri Suryati. Agoes Thony Ak. Emmy Kurniati i IV. Uraian Petani Harga Jual Pedagang Pengumpul Desa Harga beli Biaya Pemasaran Margin Pemasaran Keuntungan Harga Jual Pedagang Pengecer Harga Beli Biaya Pemasaran Margin Pemasaran Keuntungan Harga Jual Konsumen Harga (Rp/k. Share (%) 81,81 640,47 359,33 81,81 5,82 18,18 12,35 64,70 611,89 388,11 64,70 3,59 35,29 31,69 100,00 100,00 Pada Tabel 3 dapat dijelaskan bahwa petani menjual jambu air kepada pedagang pengumpul desa dengan harga Rp. 000,-/kg dengan famersAo share 81,81%. Pedagang pengumpul desa membeli jambu air dari petani dengan harga Rp. 000,-/kg dengan famersAoshare 81,81% dan biaya pemasaran yang dikeluarkan sebesar Rp. 640,47,-/kg yang terdiri dari biaya angkut, biaya tenaga kerja, penyusutan timbangan dan biaya bahan seperti pembelian peti dengan famersAoshare 5,82%. Margin pemasaran pada pedagang pengumpul desa adalah sebesar Rp. 000,-/kg dengan famersAo share 18,18 % dan keuntungan yang diterima pedagang pengumpul desa adalah sebesar Rp. 359,33 /kg atau 12,35 % dengan harga jual Rp. 000/kg dengan famersAo share 64,70 %. Selanjutnya pada pedagang pengecer membeli jambu air dari pedagang pengumpul desa dengan harga Rp. 000/kg dengan famersAo share 64,70% dan biaya pemasaran Rp. 611,89,-/kg . ,59%), margin yang diterima pedagang pengecer adalah sebesar Rp. 000,-. /kg dengan famersAo share . ,29%) dan keuntungan yang diperoleh adalah sebesar Rp. 388,11,-/kg dengan famersAoshare . ,69%) dan harga jual Rp. 000,-/kg. Selanjutnya analisa biaya pemasaran dan margin pemasaran, serta keuntungan pemasaran jambu air di Kecamatan Indralaya Selatan untuk saluran pemasaran II dapat dilihat pada Tabel 4 berikut : Tabel 4. Analisis Biaya. Margin Pemasaran. Keuntungan serta Share pada Pemasaran Jambu Air di Kecamatan Indralaya Selatan pada Saluran Pemasaran II. Uraian Petani Harga Jual Pedagang Pengumpul Desa Harga beli Biaya Pemasaran Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Harga (Rp/k. Share (%) 70,00 650,47 70,00 6,50 Analisis Efisiensi Dan Pola Pemasaran Komoditi Jambu Air (Syzygium Aqueu. Di Kecamatan Indralayaselatan Kabupaten Ogan Ilir Sri Suryati. Agoes Thony Ak. Emmy Kurniati i Margin Pemasaran Keuntungan Harga Jual Pedagang Besar Harga Beli Biaya Pemasaran Margin Pemasaran Keuntungan Harga Jual Supermarket Harga Beli Biaya Pemasaran Margin Pemasaran Keuntungan Harga Jual Komsumen Harga Beli 349,53 30,00 23,49 66,67 255,47 744,53 66,67 33,33 31,63 75,00 232,52 757,48 1,16 25,00 23,78 100,00 Pada Tabel 4 dapat dijelaskan bahwa dalam saluran pemasaran II, petani di Kecamatan Indralaya Selatan menjual jambu air kepada pedagang pengumpul desa dengan harga Rp. 000,-/kg dengan famersAoshare 70,00%. Pedagang pengumpul desa membeli jambu air dari petani dengan harga Rp. 000,-/kg dengan famersAo share 70,00%, adapun biaya pemasaran yang dikeluarkan sebanyak Rp. 650,47/kg dengan famersAo share 6,50 %, yang terdiri dari biaya angkut, upah tenaga kerja, biaya penyusutan alat, pembelian peti. Margin pemasaran yang diterima pedagang pengumpul desa adalah sebesar Rp. 3000,-/kg dengan famersAo share 30,00% dan keuntungan yang diterima adalah Rp. 349,53,-/kg dengan famersAo share 23,49 % dan harga jual Rp. 000,-/kg. Selanjutnya pedagang besar yang ada di Kecamatan Indralaya Selatan membeli jambu air dari pedagang pengumpul desa dengan harga Rp. 000,-/kg dengan share 66,67%, dan biaya pemasaran sebesar Rp. 255,47/kg dengan famersAo share 1,70 %, biaya ini lebih kecil dikarenakan tidak ada biaya angkut. Adapun margin yang diterima adalah sebesar Rp. 000,-/kg dengan famersAoshare 33,33% dan keuntungan sebesar Rp. 744,53,-/kg dengan famersAo share 31,63 %, dan harga jual Rp. 000,-/kg Sedangkan supermarket membeli jambu air dari pedagang besar dengan harga Rp. 000/kg dengan famersAoshare 75,00% dan biaya pemasaran sebesar Rp. 232,52,/kg dengan famersAo share 1,16%, margin pemasaran yang diperoleh pedagang supermarket adalah sebesar Rp. 000,-/kg, ini lebih besar dari pedagang pengumpul desa dan pedagang besar, karena harga jual ke konsumennya lebih mahal yaitu dengan harga Rp. 000,-/kg. Sehingga pedagang supermarket mendapat keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan pedagang lainnya yaitu sebesar Rp. 757,48/kg dengan famersAo share 23,78 %. Efisiensi Pemasaran Jambu Air Indikator yang digunakan untuk mengukur efisiensi pemasaran jambu air di Kecamatan Indralaya Selatan, ada tiga indikator yaitu : Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Analisis Efisiensi Dan Pola Pemasaran Komoditi Jambu Air (Syzygium Aqueu. Di Kecamatan Indralayaselatan Kabupaten Ogan Ilir Sri Suryati. Agoes Thony Ak. Emmy Kurniati FarmersAo share, berdasarkan perhitungan diketahui bahwa famersAo share pada saluran pemasaran I adalah 81,81% dan pada saluran pemasaran II adalah 70%. Jika dilihat dari nilai famersAo share maka pada saluran pemasaran I lebih efisien, karena nilainya lebih besar dari saluran pemasaran II. Margin Pemasaran, berdasarkan perhitungan diketahui bahwa margin yang terbesar diperoleh pada saluran I yaitu sebesar Rp. 000,-/kg terdapat pada pedagang pengumpul desa dengan famersAo share 18,18%, dan ditingkat pedagang pengecer sebesar Rp. 000,-/kg dengan nilai 35,29%, sedangkan pada saluran II terdapat margin pada pedagang pengumpul desa sebesar Rp. 3000,-/kg dengan famersAo share 30,00%, selanjutnya pada pedagang besar margin diperoleh sebesar Rp. 000,-/kg dengan famersAo share 33,33%. Pada pedagang pengecer margin diperoleh sebesar Rp. 000,-/kg dengan nilai famersAoshare 25%. Jadi jika dilihat dari nilai famersAoshare margin pemasaran saluran pemasaran I lebih efisien bila dibandingkan dengan saluran II karena nilainya lebih besar. Berdasarkan rumus efisiensi pemasaran, maka kedua saluran pemasaran samasama efisien karena nilainya 7,36% untuk saluran pemasaran I, dan 5,69% untuk saluran pemasaran II karena nilainya terletak diantara . Ae . SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Terdapat 2 pola saluran pemasaran jambu air di Kecamatan Indralaya Selatan FarmerAos share pada saluran pemasaran I adalah 81,81%, sedangkan pada saluran pemasaran II adalah 70,00%. Margin pemasaran pada saluran pemasaran I adalah Rp. 000,-/kg dan pada saluran pemasaran II sebesar Rp. 000,- /kg. Biaya pemasaran jambu air di Kecamatan Indralaya Selatan pada saluran pemasaran I adalah sebesar Rp. 252,36,-/kg, sedangkan pada saluran pemasaran II sebesar Rp. 338,46,-/kg. Sedangkan keuntungan pada saluran pemasaran I adalah sebesar Rp. 388,11,-/kg dan saluran pemasaran II sebesar Rp. 767,48,-/kg Pola saluran pemasaran Jambu air di Kecamatan Indralaya Selatan yang efisien adalah pada saluran pemasaran I. Karena nilai efisiensi pemasarannya 7,36% lebih besar dari saluran pemasaran II sebesar 5,69%. Saran Adapun saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian ini adalah sebaiknya petani jambu air di Kecamatan Indralaya Selatan memasarkan jambu air nya tidak terlalu panjang rantai pemasarannya, agar keuntungan yang diperoleh lebih tinggi dan lebih efisien. DAFTAR PUSTAKA