JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN Oleh: Irma Rosmawati Email : irmarosmawati9@gmail. Program Studi Akuntansi FE Universitas Langlangbuana Bandung ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh teknologi informasi dan budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen pada PT. Perkebunan Nusantara Vi. Data yang diperoleh dengan menyebarkan kuisioner kepada 38 responden. Metode analisis yang digunakan adalah statistif deskriptif, diolah secara statistik dengan SEM-PLS dan mengunakan program SMARTPLS 3. 0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi informasi tidak berpengaruh terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Kata Kunci : Teknologi Informasi. Budaya Organisasi. Kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. ABSTRACT This study aims to determine how the influence of information technology and organizational culture on the quality of management accounting information systems at PT. Perkebunan Nusantara Vi. Data obtained by distributing questionnaires to 38 The analytical method used is static descriptive, statistically processed with SEM-PLS and using SMARTPLS 3. 0 for windows program. The results of this study indicate that information technology does not affect the quality of management accounting information systems. Organizational culture has a significant effect on the quality of management accounting information system. Keywords : Information Technology. Organizational Culture. Quality of information system Management accounting. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi yang sedemikian cepatnya telah membawa dunia memasuki era baru yang lebih cepat dari yang pernah dibayangkan sebelumnya. Setidak Ae tidaknya ada empat era penting sejak diketemukannya komputer sebagai alat pengolah data sampai dengan era internet saat komputer menjadi senjata utama dalam berkompetisi. Setiap era memiliki karakteristik masing Ae masing dan secara langsung maupun tidak langsung memiliki hubungan yang dengan alam kompetisi dunia usaha, baik secara mikro maupun makro (Richardus Eko Indrajit, 2000:. Dalam fenomena mengenai teknologi informasi diungkapkan oleh Muhammad Ismail . teknologi adalah kunci penting untuk mampu terus beradaptasi dan bersaing di era yang serba cepat seperti saat ini. Teknologi memegang peranan penting dalam mendukung era globalisasi saat ini. Teknologi bukan hanya sekedar pelengkap bisnis, tetapi juga kunci utama dari bisnis yang terus berkembang dan mampu terus bersaing. Teknologi bukan lagi sebagai pelengkap bisnis, tetapi sudah menjadi urat nadi sebuah bisnis, termasuk di dalamnya software akuntansi. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Budaya organisasi yang kuat memberikan kepada para karyawan pemahaman yang jelas tentang cara penyelesaian urusan di sekitar sini. Budaya memberikan stabilitas pada organisasi. Robbins . Menurut Kreitner dan Kinichi . budaya organisasi diberikan kepada para pegawai baru melalui proses sosialisasi, budaya organisasi memengaruhi perilaku kita saat bekerja, dan budaya organisasi beroperasi pada level yang berbeda. Dalam fenomena budaya organisasi yang terjadi seperti yang di katakan oleh Ahmad Heryawan . pertimbangan adanya kemungkinan bagi PNS di lingkungan Pemprov Jabar untuk melakukan absen 3 kali sehari. Ide absen 3 kali ini untuk mencegah PNS yang nakal mangkir kerja di siang hari. Karena tingkat kehadiran juga menjadi indikator kualitas kerja PNS untuk pemberian tunjangan. Sistem informasi akuntansi manajemen menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan Ae tujuan manajemen tertentu. Sistem informasi manajemen adalah proses yang dideskripsikan oleh aktivitas Ae aktivitas, seperti pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan, dan pengelolaan informasi. (Hansen dan Mowen, 2009:. Dalam fenomena sistem informasi akuntansi manajemen yang terjadi menurut Ridwan Mansyur . yaitu lemahnya pemecahan masalah Ae masalah yang terus terjadi karena sistem informasi yang dinilai tertutup yang disebabkan akses informasi yang masih terbatasi karena sarana dan prasarana. Hal ini membuat akses informasi menjadi terbatas karena jumlah perkara tidak seimbang dengan ketersediaannya sumber yang ada. Untuk mengatasi Sistem Informasi ini maka akan di optimalkan. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian diatas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Berapa besar pengaruh Teknologi Informasi terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen ? Berapa besar pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen ? MAKSUD PENELITIAN Maksud penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan, dikembangkan suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah. Sugiyono . Maksud dari penelitian ini adalah mendapatkan data yang valid mengenai Teknologi Informasi. Budaya Organisasi dan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian merupakan studi yang dilakukan untuk memenuhi dan menjadi mampu untuk menjelaskan karakteristik variable yang diteliti dalam suatu Sesuai dengan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini adalah sebagai Untuk mengetahui besar pengaruh Teknologi Informasi terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. Untuk mengetahui besar pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kualitas Sitem Informasi Akuntansi Manajemen. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 KEGUNAAN PENELITIAN Menurut Uma Sekaran . kegunaan penelitian adalah dampak dari pencapaian tujuan dan terjawabnya rumusan masalah secara akurat. Dari data informasi yang berhasil dikumpulkan dari hasil penelitian, maka diharapkan akan dapat memberikan manfaat untuk : PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN Menurut Uma Sekaran . pengembangan keilmuan adalah penelitian yang diharapkan dapat berguna untuk menerapkan kembali hasil terdahulu untuk memecahkan masalah spesifik yang terjadi pada penelitian tersebut. Pengembangan ilmu dalam penelitian ini ditunjukan untuk peneliti dimana hasil penelitian diharapkan sebagai sumber informasi dan dapat digunakan sebagai bahan referensi, pembanding, serta tambahan pengetahuan yang berguna bagi peneliti dan memberikan gambaran dan pemahaman bagi para peneliti yang akan melakukan penelitian lain, menyempurnakan dan mendalami kajian spesifik tentang Pengaruh Teknologi Informasi Dan Budaya Organisasi Terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. Selanjutnya penelitian ini berguna bagi pihak akademisi, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dokumen akademik yang berguna untuk dijadikan acuan bagi rekan Ae rekan mahasiswa. PEMECAHAN MASALAH Menurut Suwarkono . pemecahan masalah adalah proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai informasi dan masukan bagi perusahaan sehingga dapat menemukan solusi untuk pemecahan permasalahan mengenai Teknologi Informasi. Budaya Organisasi, dan Kualitas Sistem Informasi Manajemen. KAJIAN PUSTAKA TEKNOLOGI INFORMASI Mulyadi dan Johny Setyawan . menyatakan bahwa : AuTeknologi informasi merupakan pemampu untuk menjadikan suatu transaksi bisnis yang tidak dapat terbayangkan sebelum ini menjadi suatu kenyataan, bahkan mampu menempatkan perusahaan beberapa langkah lebih maju dari pesaingAy. Kemudian menurut Laudon . teknologi informasi adalah salah satu dari banyak perangkat yang digunakan manajer dalam mengantisipasi perubahan. FUNGSI TEKNOLOGI INFORMASI Menurut Sutarman . 9:18-. ada enam fungsi teknologi informasi yaitu sebagai berikut : Menangkap ( Capture ) Memperoleh informasi pada titik asalnya dari suatu aktivitas, meliputi ketepatan data, arti data dan asistensi Mengolah ( processing ) Mengolah / memproses data masukan yang diterima untuk menjadi informasi. Pengolahan / pemrosesan data dapat berupa konversi . engubahan data ke bentuk lai. , analisis . nalisis kondis. , perhitungan . , sintesis. segala bentuk data dan informasi. Menghasilkan ( generating ) Menghasilkan atau mengorganisasikan informasi ke dalam bentuk yang berguna. Misalnya laporan, tabel, grafik, dan sebagainya. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Menyimpan ( storage ) Merekam atau menyimpan data dan informasi dalam suatu media yang dapat digunakan untuk keperluan lainnya. Misalnya disimpan ke harddisk, tape, disket, compact disc (CD), dan sebagainya. Mencari kembali Menelusuri, mendapatkan kembali informasi atau menyalin . data dan informasi yang sudah tersimpan, misalnya mencari supplier yang sudah lunas, dan Transmisi ( transmission ) Mengirim data dan informasi dari suatu lokasi ke lokasi lain melalui jaringan Misalnya mengirimkan data penjualan dari user A ke user lainnya, dan Dari ke enam fungsi teknologi tersebut merupakan dimensi teknologi informasi yang digunakan dalam penelitian ini. BUDAYA ORGANISASI Budaya organisasi adalah filosofi dasar organisasi yang memuat keyakinan, norma Ae norma, dan nilai Ae nilai bersama yang menjadi karakteristik inti tentang bagaimana cara melakukan sesuatu dalam organisasi. Keyakinan, norma Ae norma, dan nilai Ae nilai tersebut menjadi pegangan semua sumber daya manusia dalam organisasi dalam melaksanakan kinerjanya. (Wibowo, 2013:. Sedangkan menurut Ulber Silalahi . menjelaskan Budaya organisasi adalah nilai Ae nilai dasar atau dominan yang didukung dan diterima secara bersama oleh semua anggota. Ini dapat menjadi pengarah dan pembentuk perilaku masing Ae masing anggota untuk menampilkan perilaku kerja yang paling efektif. Dari beberapa pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi adalah pemecahan masalah masalah . yang secara konsisten dapat berjalan dengan baik bagi suatu kelompok atau lembaga tertentu dalam menghadapi persoalan Ae persoalan eksternal dan internalnya. Sehingga secara tidak langsung budaya atau perilaku tersebut menjadi ciri dari organisasi dan mempengaruhi manajemen untuk mengambil setiap keputusan bagi perusahaan. DIMENSI BUDAYA ORGANISASI Menurut Robbin dan Judge . 8:256-. mengemukakan dimensi budaya organisasi meliputi : Inovasi dan keberanian mengambil risiko Sejauh mana karyawan didorong untuk bersikap inovatif dan berani mengambil Perhatian pada hal Ae hal rinci Sejauh mana karyawan diharapkan menjalankan presisi, analisis, dan perhatian pada hal Ae hal kecil. Orientasi hasil Sejauh mana manajemen berfokus lebih pada hasil ketimbang pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut. Orientasi orang Sejauh mana keputusan Ae keputusan manajemen mempertimbangkan efek dari hasil tersebut atas orang yang ada dalam organisasi. 5 Orientasi tim Sejauh mana kegiatan Ae kegiatan kerja diorganisasi pada tim ketimbang pada individuAe individu. 6 Keagresifan Sejauh mana orang bersikap agresif dan kompetitif ketimbang santai. 7 Stabilitas JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Sejauh mana kegiatan-kegiatan organisasi menekankan dipertahankannya status quo dalam perbandingannya dengan pertumbuhan. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN Sistem informasi akuntansi manajemen adalah system informasi yang mentransformasi input dengan menggunakan proses untuk menghasilkan output yang dibutuhkan untuk mendukung pengambilan keputusan. (Baldric Siregar dkk,2013:. Selanjutnya menurut Masiyah Kholmi . 3:6-. sistem informasi akuntansi manajemen merupakan sistem informasi yang menggunakan informasi peristiwa ekonomi sebagai masukan . dan memprosesnya untuk menghasilkan keluaran . berupa laporan khusus, biaya produk, biaya pelanggan, anggaran, harga transfer, laporan kinerja pusat pertanggungjawaban, dan biaya mutu untuk mencapai suatu tujuan khusus manajemen. Dari berbagai penelitian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi akuntansi manajemen adalah sistem informasi yang mentransformasi input dengan menggunakan proses untuk tujuan khusus biaya produksi, biaya pelanggan anggaran, laporan kinerja pusat pertanggungjawaban dan biaya mutu yang menghasilkan output untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi. Berikut adalah diagram mengenai kebutuhan manajer dan pengguna lainnya : Pengumpulan,Pengukuran. Penyimpanan,Analisis. Pelaporan. Pengelolaan Peristiwa ekonomi Masukan Proses Laporan khusus, harga pokok produk, biaya pelanggan, laporan kinerja, komunikasi Keluaran Pengguna Gambar 2. 1 Model Operasi : Sistem Informasi Akuntansi Manajemen KARAKTERISTIK SISTEM AKUNTANSI MANAJEMEN Penelitian Chenhall dan Morris . dalam Arsono Laksmana dan Muslichah . 2 : 106-. membukikan bahwa karakteristik informasi sistem akuntansi manajemen yang bermanfaat menurut persepsi para manajer meliputi : Broad scope Didalam sistem informasi, broad scope mengacu kepada dimensi focus, kuantifikasi, dan horison waktu (Gorry dan Morton, 1971 . Larcker,1981 . Gordon dan Narayaman Sistem akuntansi manajemen tradisional memberikan informasi yang terfokus pada peristiwa Ae peristiwa dalam organisasi yang kuantifikasi dalam ukuran moneter, dan yang berhubungan dengan data historis. Lingkup sistem akuntansi manajemen yang luas memberikan informasi yang berhubungan dengan lingkungan eksternal yang mungkin bersifat ekonomi seperti gross national product, total penjualan pasar, dan pangsa pasar suatu industry atau mungkin juga bersifat non ekonomi seperti factor JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 demografi, cita rasa konsumen, tindakan para pesaing dan perkembangan teknologi. Lingkup sistem akuntansi manajemen yang luas mencakup ukuran nonmoneter terhadap karakteristik lingkungan ekstern ( Gordon dan Miller 1. Disamping itu, lingkup sistem akuntansi manajemen yang luas akan memberikan estimasi tentang kemungkinan terjadinya peristiwa dimasa yang akan dating didalam ukkuran Timeliness Kemampuan para manajer untuk merespon secara cepat atas suatu peristiwa kemungkinan dipengaruhi oleh timeliness sistem akuntansi manajemen. Informasi yang timeliness meningkatkan fasilitas sistem akuntansi manajemen untuk melaporkan peristiwa paling akhir dan untuk memberikan umpan balik secara cepat terhadap keputusan yang telah dibuat. Jadi timeliness mecakup frekwensi pelaporan dan kecepatan pelaporan. Aggregation Sistem akuntansi manajemen memberikan informasi dalam berbagai bentuk agregrasi yang berkisar dari pemberian bahan dasar, data yang tidak diproses hingga berbagai agregasi berdasarkan periode waktu atau area tertentu misalnya pusat pertanggungjawaban atau fungsional. Tipe agregarasi yang lain mengacu kepada berbagai format yang konsisten dengan model keputusan formal seperti analisis cash flow yang didiskontokan untuk anggaran modal, simulasi dan linear programming untuk penerapan anggran, analisis biaya volume laba, dan model pengendalian persediaan. Dalam perkembangan terakhir, agregrasi informasi merupakan penggabungan informasi fungsional dan temporal seperti area penjualan, pusat biaya, departemen produksi dan pemasaran, dan informasi yang dihasilkan secara khusus untuk model keputusan formal. Integration Aspek pengendalian suatu organisasi yang pentig adalah koordinasi berbagai segmen dalam sub Ae sub organisasi. Karakteristik sistem akuntansi manajemen yang membantu koordinasimencakup spesifikasi target yang menunjukkan pengaruh interaksi segmen dan informasi mengenai pengaruh keputusan pada operasi seluruh sub unit organisasi. Dari keempat sistem akuntansi manajemen tersebut merupakan dimensi sistem informasi akuntansi manajemen yang digunakan dalam penelitian ini Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah. Karena sifatnya masih sementara maka perlu dibuktikan melalui data empiris yang terkumpul ( Sugiyono, 2014:. Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H1 : Adanya pengaruh teknologi informasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen H2 : Adanya pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Metode Penelitian Operasional Variabel Menurut Sugiyono . menyatakan bahwa variable penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik Operasional variabel diperlukan untuk menentukan jenis, indikator, skala pengukuran dari variabel Ae variabel yang terkait dalam penelitian ini. Dengan JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 demikian pengujian hipotesis dengan alat bantu statistik dapat dilakukan dengan Sesuai dengan judul penelitian ini yaitu AuPengaruh Teknologi Informasi dan Budaya Organisasi terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi ManajemenAy, maka variabel Ae variabel yang akan dijelaskan dalam penelitian ini adalah sebagai Variabel Independen ( Variabel Bebas ) Variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen . Dalam penelitian ini variabel Teknologi Informasi dan Budaya Organisasi digunakan sebagai variabel bebas yang bersimbol (X). Skala pengumpulan variabel ini adalah skala ordinal. Menurut Abdul Kadir dan Terra CH. Triwahyuni . 3:5-. bahwa telah diketahui teknologi informasi mencakup teknologi komputer dan teknologi komunikasi. Kemudian dimensi dari Teknologi Informasi adalah sebagai berikut, (Sutarman , 2009:18-. Menangkap ( Capture ) Mengolah ( processing ) Menghasilkan ( generating ) Menyimpan ( storage ) Mencari kembali Transmisi ( transmission ) Selanjutnya menurut Wibowo . Budaya organisasi adalah filosofi dasar organisasi yang memuat keyakinan, norma Ae norma, dan nilai Ae nilai bersama yang menjadi karakteristik inti tentang bagaimana cara melakukan sesuatu dalam Keyakinan, norma Ae norma, dan nilai Ae nilai tersebut menjadi pegangan semua sumber daya manusia dalam organisasi dalam melaksanakan kinerjanya Adapun dimensi dari budaya organisasi antara lain : Inovasi dan keberanian mengambil risiko Orientasi hasil Orientasi orang Orientasi tim Keagresif Variabel Dependent ( Variabel Terkai. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah kualitas sistem informasi akuntansi manajemen yang diberi symbol (Y). Skala pengumpulan variabel ini adalah skala ordinal. Menurut Kautsar Riza Salman dan Mochammad Farid . mengatakan sistem informasi akuntansi manajemen adalah sistem informasi yang menghasilkan keluaran . dengan menggunakan masukan . dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu manajemen. Adapun dimensi dari kualitas sistem informasi akuntansi manajemen antara Broad scope Timeliness Aggregation Integration JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Table 3. Operasionalisasi Variabel Variabel Dimensi Teknologi Informasi ( X. Menangkap (Captur. Sutarman Mulyadi dan Johny . 9:18-. Setyawan Arsono laksmana . Laudon dan 2015:21 Deni . Darmawan . Abdul Mengolah Kadir dan Terra CH. Triwahyuni . Sutarman Hamzah B. Uno . 9:18-. Nina Arsono laksmana Lamatenggo Sutarman . 9:1. Menghasilkan . Sutarman . 9:18-. Arsono laksmana Menyimpan . Sutarman . 9:18-. Arsono laksmana Indikator Tingkat ketepan data Sutarman . 9:18-. Arsono laksmana dan muslichah . Skala Kuisioner Ordinal Tingkat penggunaan perangkat keras dan lunak Sutarman . 9:18-. Ordinal Arsono laksmana dan muslichah . Tingkat keandalan data Sutarman . 9:18-. Arsono laksmana dan Ordinal muslichah . Tingkat Sutarman . 9:18-. Ordinal Arsono laksmana dan muslichah . Tingkat keakuratan Sutarman . 9:18-. Arsono laksmana dan Ordinal muslichah . Tingkat Sutarman . 9:18-. Arsono laksmana dan Ordinal muslichah . Tingkat kekacauan data Sutarman . 9:18-. Arsono laksmana dan Ordinal muslichah . Mencari kembali Tingkat peninjawan Ordinal JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Sutarman . 9:18-. kembali data Sutarman . 9:18-. Transmisi Sutarman . 9:18-. Arsono laksmana Tingkat kelancaran Sutarman . 9:18-. Arsono laksmana dan muslichah . Budaya Organisasi ( Inovasi X2 ) mengambil risiko Wibowo, 2013:19. (Robbin Ulber Silalahi Jugde,2008:2562011:122 . Irham 257 Didit Fahmi 2012:95. Darmawan,2013: Didit Darmawan 147-. 2013: 143. Kreitner dan Kinicki 2003:79. Luthans 2006:125 . Robbin dan Judge Perhatian pada . 8:256-. hal Ae hal rinci (Robbin Jugde,2008:256257 Didit Darmawan,2013: Ordinal Tingkat bersikap inovatif dan berani mengambil risiko (Robbin dan Ordinal Jugde,2008:256-257 . Didit Darmawan,2013: Tingkat ketelitian pada hal Ae hal rinci yang dituntut oleh organisasi dari para karyawannya Ordinal (Robbin Jugde,2008:256-257 . Didit Darmawan,2013: Orientasi Hasil Tingkat (Robbin dan menekankan Jugde,2008:256pencapaian Didit . asil, ketimbang pada Darmawan,2013: cara mencapai sasaran 147-. Ordinal (Robbin Jugde,2008:256-257 . Didit Darmawan,2013: Orientasi Orang (Robbin Jugde,2008:256257 Didit Darmawan,2013: Tingkat Ordinal keputusan manajemen (Robbin Jugde,2008:256-257 . Didit Darmawan,2013: JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Orientasi Tim (Robbin Jugde,2008:256257 Didit Darmawan,2013: Tingkat kerja kelompok . , menyelesaikan tugas Ae Ordinal (Robbin Jugde,2008:256-257 . Didit Darmawan,2013: Keagresifan (Robbin Jugde,2008:256257 Didit Darmawan,2013: Tingkat bekerja sama Ordinal (Robbin Jugde,2008:256-257 . Didit Darmawan,2013: Stabilitas (Robbin Jugde,2008:256257 Didit Darmawan,2013: Tingkat pengambilan berbagai (Robbin Jugde,2008:256-257 . Didit Darmawan,2013: Kualitas Sistem Broadscope / Tingkat Informasi Akuntansi cakupan yang dalam Manajemen (Y) informasi yang berasal (Chenhall dan dari dalam dan luar Ordinal Baldric Siregar Morris, 1. dkk,2013:5. (Chenhall dan Morris. Masiyah Kholmi 2013:6-7 . Kautsar Riza Salman dan Tingkat Mochammad Farid Ordinal berkenaan dengan non JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 (Chenhall dan Morris. Tingkat probabilitas informasi yang akan datang Ordinal (Chenhall dan Morris. Timeliness ketepatan waktu (Chenhall Morris, 1. Tingkat Ordinal (Chenhall dan Morris. Tingkat tenggang waktu antara dengan Ordinal tersedianya informasi (Chenhall dan Morris. Agregasi (Chenhall Morris, 1. Informasi dampak dari peristiwa pada waktu tertentu Ordinal (Chenhall dan Morris. Adanya fungsi yang berkenaan dengan hasil keputusan Ordinal (Chenhall dan Morris, dan Tingkat Morris, 1. informasi antar unit / Ordinal (Chenhall dan Morris. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Uji Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat Ae tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrument. (Suharsimi Arikunto,2010:. Uji validitas bertujuan untuk menentukan apakah kuesioner yang digunakan dalam penelitian dapat mengukur atribut yang dimaksud. Sebuah instrument dikatakan valid apabila dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat dan mempunyai validitas tinggi. Untuk menguji validitas dapat dihitung korelasi anatara masing Ae masing pertanyaan skor total dengan teknik korelasi Product Moment dari Pearson dalam (Sugiyono 2008. ycxyc = N (OcXY)Oe(OcycU)(OcycU) Oo {(NOcycU 2 )Oe( OcycU)2 . {(NOcycU 2 )Oe(OcycU)2 } Sumber : Sugiyono,2014:212 Keterangan : rxy = koefisien korelasi N = Jumlah responden uji coba X = Skor tiap item Y = Skor seluruh item responden uji coba Setelah menghitung rhitung, selanjutnya bandingkan rhitung dengan rtabel dengan taraf signifikasi 5%. Jika r hitung > rtabel = instrument penelitian valid, sebaliknya jika r hitung O rtabel = instrumen penelitian tidak valid Suatu pernyataan dikatakan valid dan dapat mengukur variabel penelitian yang dimaksud jika nilai koefisien validitasnya lebih dari atau sama dengan 0,50 (Imam Ghozali 2016:. Adapun hasil validitas instrumen pernyataan pada kuesioner sebagai berikut : Tabel 3. Hasil uji validitas instrumen kuesioner penelitian Item pernyataan Nilai Validitas Teknologi Informasi (X. Menangkap informasi 0,813 Mengolah informasi 0,659 Menghasilkan informasi 0,858 Menyimpan informasi 0,713 Mencari kembali informasi 0,752 Transmisi 0,678 Budaya Organisasi (X. Inovasi dan keberanian mengambil risiko 0,696 Perhatian pada hal Ae hal rinci 0,857 Orientasi Hasil 0,526 Orientasi Orang 0,646 Orientasi Tim 0,586 Keagresifan 0,812 Stabilitas 0,855 Kualitas sistem informasi akuntansi manajemen (Y) Broadscope 0,876 Timeliness 0,835 Agregation 0,595 Integration 0,809 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Berdasarkan hasil uji validitas diatas, maka keseluruhan item pernyataan pada ketiga variabel dapat digunakan dalam analisis selanjutnya. Karena nilai validitasnya sudah diatas 0,50. Uji Reliabilitas Menurut Husein Umar . bahwa reabilitas adalah derajat ketepatan, ketelitiam atau keakuratan yang ditunjukan oleh instrument pengukuran. Kemudian menurut Imam Gozali . mengatakan bahwa reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk menguku kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten dari waktu ke waktu. Untuk menguji reliabilitas dapat menggunakan rumus Alpha sebagai berikut : yc11 = ( yco Ocyuayca 2 ) . Oe . co Oe . yuayc 2 Keterangan : R11 = Reliabilitas instrumen = Banyaknya butir pertanyaan OcEb = Jumlah varians butir Et 2 = Varians total suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai cronbach Alpha > 0,70 (Imam Gozali, 2016. Pengukuran validitas dan reliabilitas harus dilakukan, karena jika instrumen yang digunakan sudah tidak valid dan reliabel maka pastikan hasil penelitiannya pun tidak valid dan reliabel. Sugiyono . menjelaskan perbedan antara penelitian yang valid dan reliabel dengan instrumen yang valid dan reliabel sebagai berikut : Aupenelitian yang valid artinya bila terdapat kesamaan data yang terkumpul dengan data yang sesunggungnya terjadi pada objek yang ditelitiAy. Dengan menggunakan software Smat PLS 3 maka didapat data uji reliabilitas terhadap ketiga variabel yaitu : Tabel 3. Hasil uji reliabilitas instrumen kuesioner penelitian Variabel Nilai reliabel Teknologi informasi (X. 0,843 Budaya organisasi (X. 0,848 Kualitas sistem informasi akuntansi manajemen (Y) 0,787 Hasil pengujian item Ae item pernyataan yang disusun untuk mengukur kekonsistenan ketiga variabel diatas dengan menggunakan rumus Cronbach Alpha mempunyai nilai diatas 0,70. HASIl DAN PEMBAHASAN Analisis Pengaruh Teknologi Informasi. Budaya Organisasi Terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. Analisis yang relevan dengan tujuan penelitian yaitu untuk memperoleh hasil kajian mengenai model yang ditawarkan dalam mengatasi permasalahan pada kualitas sistem informasi akuntansi manajemen maka dilakukan pengujian hipotesis dan mencari besar pengaruh teknologi informasi, budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Dalam struktural equation modeling (PLS) ada dua jenis model yang terbentuk, yaitu model pengukuran dan model struktural. Model pengukuran menjelaskan proporsi variance masing Ae masing variabel manifes . yang dapat dijelaskan di dalam variabel laten. Melalui model pengukuran akan diketahui indikator mana yang lebih JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 dominan dalam pembentukan variabel laten. Setelah model pengukuran masing Ae masing variabel laten diuraikan selanjutnya akan dijabarkan model strtural yang akan mengkaji pengaruh masing Ae masing variabel laten independen . ksogenous latent variabl. terdapat variabel laten dependen . ndogenous latent variabl. Model pengukuran digunakan sebagai goodness of fit untuk outer model. Dimana dalam uji kecocokan model ini dijelaskan baik convergent validity dan discriminant validity,convergent validity berupa loading factor yang menjelaskan proporsi variance masing Ae masing variabel manifest . imensi/indikato. yang dapat dijelaskan didalam variabel laten. Melalui model pengukuran akan diketahui indikator mana yang lebih dominan dalam merefleksikan variabel laten. Dimensi yang memiliki loading factor kurang 0,5 sebaiknya dikeluarkan dari model. Selain itu diperoleh t-value lebih besar 1,96 memiliki arti bahwa variabel manifes diketahui average varience extrected (AVE), dan composite reliability (CR) sebagai uji kecocokan variabel manifes yang mampu merefleksikan variabel latennya. Composite reliability yang baik adalah yang memberikan nilai lebih besar dari 0,7 (CR>0,. sedangkan average variance extracted (AVE) yang baik adalah yang memberikan nilai lebih besar dari 0,5 (AVE > 0,. Untuk menguji hipotesis penelitian yang mengisyaratkan hubungan kausalitas antar variabel Ae variabel laten, penulis memakai metode structural equation modeling (SEM) berbasis struktur variance yang disebut sebagai least square path modeling (PLS-PM). Alasan pemilihan PLS karena ukuran sampel yang digunakan relatif kecil. Untuk menaksir parameter model dalam PLS-PM penulis menggunakan bantuan software smart-PLS. Analisis data dimulai dengan menghitung skor untuk masing Ae masing dimensi dengan menggunakan nilai Ae nilai variabel Ae variabel indikator yang terhubung kepada dimensi Ae dimensi tersebut. Berdasarkan kepada hasil ini, selanjutnya estimasi parameter model dengan menggunakan PLS yang diolah memakai smartPLS diperoleh hasil panaksiran parameter model sebagai berikut: Tabel 4. Hasil perhitungan nilai Ae nilai loading factor Dimensi Variabel Teknologi Budaya Kualitas organisasi informasi akuntansi Menangkap informasi 0,813 Mengolah informasi 0,659 Menghasilkan informasi 0,858 Menyimpan informasi 0,713 Mencari kembali informasi 0,752 Transmisi 0,678 Inovasi 0,696 mengambil risiko Perhatian pada 0,857 hal Ae hal rinci Orientasi Hasil 0,526 Orientasi Orang 0,646 Orientasi Tim 0,586 Keagresifan 0,812 Stabilitas 0,855 Broadscope 0,876 Timeliness 0,835 Agregation 0,595 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Integration 0,809 Berdasarkan hasil penaksiran nilai Ae nilain parameter model yang diperlihatkan dalam tabel diatas nilai lebih besar dari 0,5. Gambar 4. 1 Diagram jalur loading factor Model Pengukuran Teknologi Informasi Variabel teknologi informasi diukur menggunakan enam dimensi yaitu menangkap, mengolah, menghasilkan, menyimpan, mencari kemballi dan transmisi. Hasil estimasi parameter model pengukuran variabel ini diperlihatkan pada gambar 4. Gambar 4. 2 Diagram jalur teknologi informasi Tabel 4. Hasil perhitungan model pengukuran teknologi informasi Loading Indicator t-hitung p-value Item Faktor Menangkap informasi 0,813 0,821 7,861 0,000 Mengolah informasi 0,659 0,648 4,431 0,000 Menghasilkan informasi 0,858 0,846 7,710 0,000 Menyimpan informasi 0,713 0,700 5,055 0,000 Mencari kembali informasi 0,752 0,743 5,853 0,000 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Transmisi 0,678 Average extracted 0,561 (AVE) Composite reliability (CR) 0,884 0,666 4,214 0,000 Tabel 4. Cross loading . onstruk teknologi informas. Ksiam 0,813 Menangkap informasi 0,625 0,729 0,659 Mengolah informasi 0,706 0,416 0,858 Menghasilkan informasi 0,604 0,649 0,713 Menyimpan informasi 0,617 0,562 Mencari kembali 0,752 0,353 0,495 0,678 Transmisi 0,409 0,490 Model pengukuran budaya organisasi Variabel budaya organisasi diukur menggunakan tujuh dimensi yaitu Inovasi dan keberanian mengambil risiko. Perhatian pada hal Ae hal rinci. Orientasi hasil. Orientasi orang. Orientasi tim. Keagresifan. Stabilitas. Hasil estimasi parameter model pengukuran variabel ini diperlihatkan pada gambar 4. 3 Diagram Jalur Budaya Organisasi Tabel 4. Hasil perhitungan model pengukuran budaya organisasi Loading Indicator t-hitung p-value Item Faktor Inovasi dan keberanian mengambil 0,696 0,640 2,964 0,003 Perhatian pada 0,857 0,799 4,423 0,000 hal Ae hal rinci Orientasi Hasil 0,526 0,466 2,316 0,021 Orientasi Orang 0,646 0,655 4,747 0,000 Orientasi Tim 0,586 0,597 4,023 0,000 Keagresifan 0,812 0,800 6,558 0,000 Stabilitas 0,855 0,833 6,757 0,000 Average variance extracted (AVE) 0,521 Composite reliability (CR) 0,881 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Tabel 4. Cross Loading (Konstruk Budaya Organisas. 0,696 Inovasi dan keberanian mengambil risiko 0,268 0,857 Perhatian pada hal Ae hal rinci 0,506 0,526 Orientasi Hasil 0,183 0,646 Orientasi Orang 0,737 0,586 Orientasi Tim 0,653 0,812 Keagresifan 0,607 0,855 Stabilitas 0,547 Ksiam 0,508 0,476 0,141 0,506 0,542 0,731 0,777 Model Pengukuran Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Variabel kualitas sistem informasi akuntansi manajemen diukur menggunakan empat dimensi yaitu terdiri Broad scope . akupan yang lua. Timeliness . etepatan wakt. Aggregation . Integration. Hasil estimasi parameter model pengukuran variabel ini diperlihatkan pada gambar 4. Gambar 4. 4 Diagram jalur kualitas sistem informasi akuntansi manajemen Tabel 4. Hasil perhitungan model pengukuran kualitas sistem informasi akuntansi Loading Indicator t-hitung p-value Item Faktor Broadscope 0,876 0,884 7,325 0,000 Timeliness 0,835 0,784 3,521 0,000 Agregation 0,595 0,609 3,222 0,001 Integration 0,809 0,751 3,436 0,001 Average variance extracted (AVE) 0,618 Composite reliability (CR) 0,864 Tabel 4. Cross Loading (Konstruk Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajeme. Ksiam Broadscope 0,876 0,891 0,721 Timeliness 0,835 0,428 0,748 Agregation 0,595 0,591 0,369 Integration 0,809 0,334 0,616 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Konstruk Teknologi Informasi Budaya Organisasi Tabel 4. Penilaian Collinearity VIF 2,161 2,161 Dalam penelitian ini, pengujian collinearity dilakukan pada model struktural yang mempresentasikan hubungan antara variabel Ae variabel laten teknologi informasi, budaya organisasi dan sebagai prediktor untuk variabel laten kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Hasil perhitungan nilai VIF masing Ae masing variabel teknologi informasi dan budaya organisasi disajikan dalam tabel 4. berdasarkan pada tabel ini, nilai Ae nilai VIF diluar nilai toleransi untuk keberadaan problem collinearity yang signifikan antar kedua variabel prediktor tersebut. Dengan demikian evaluasi model struktural dapa direalisasikan yang meliputi pengujian terhadap dua buah hipotesis Pengujian Hipotesis Hipotesis H0 : 11 = 0 H1:11 O 0 H0 :12 = 0 H1 : 12 O 0 Tabel 4. Hasil pengujian hipotesis Koefisien jalur T p-value 0,336 1,819 0,070 H0 diterima 0,554 3,383 0,001 H0 ditolak Hasil Pengujian Hipotesis Berdasarkan tabel 4. 30 dapat dilihat nilai thitung variabel teknologi informasi . lebih kecil dari tkritis . yang berarti hasil uji hipotesis 1 adalah H 0 diterima, maka kesimpulan statistiknya adalah teknologi informasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Hasil Pengujian Hipotesis 2 Berdasarkan tabel 4. 30 dapat dilihat nilai thitung variabel budaya organisasi . lebih besar dari tkritis . yang berarti hasil uji hipotesis 2 adalah H 0 ditolak, maka kesimpulan statistiknya adalah budaya organisasi memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. KESIMPULAN Berdasarkan fenomena, rumusan masalah, hipotesis dan hasil penelitian, maka kesimpulan penelitian sebagai berikut : Teknologi informasi tidak berpengaruh terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen di PT. Perkebunan Nusantara Vi. Dimensi mencari kembali informasi dan transmisi belum dapat menjelaskan kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Budaya organisasi berpengaruh terhadap kualitas sistem informasi akuntansi Namun sistem informasi akuntansi manajemen belum sepenuhnya berkualitas karena masing Ae masing indikator budaya organisasi yaitu inovasi dan keberanian mengambil resiko, dan keagresifan masih memiliki gap yang tinggi, walaupun dikatakan sudah baik tapi penerapannya belum terlaksana dengan sempurna. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 SARAN Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan diatas, beberapa saran yang diharapkan dapat memberikan manfaat yang berguna baik bagi kemajuan pihak perusahaan maupun bagi peneliti selanjutnya di masa mendatang. Adapun beberapa saran tersebut sebagai berikut : Dalam memahami informasi Ae informasi yang diberikan sudah baik dan tepat sasaran, untuk lebih ditingkatkan kembali dalam mencari kembali informasi dan transmisi yang akan disampaikan sebaiknya mencari kembali informasi yang terbukti keandalan datanya agar informasi yang dihasilkan berkualitas dan akurat. Dengan mempertimbangkan karyawan dalam setiap pengambilan keputusan diharapkan akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi karyawan itu sendiri. Kemudian adanya reward untuk karyawan yang memerlukan hal baru atau berinovasi akan meningkatkan agresivitas karyawan untuk bersaing dengan karyawan lain demi kemajuan perusahaan. DAFTAR PUSTAKA