AHMAR METAKARYA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Available online at: http://journal. id/index. php/AMJPM Vol. No. Februari 2023. Halaman 68-74. p-ISSN 2807-3797 e-ISSN 2807-3576 Mencegah Perilaku Orang Tua Tentang Kebiasaan Mengkonsumsi Sirih Pinang Pada Anak Usia Dini Di Desa Bokong Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang Christina Ngadilah*1. Leny Marlina A. Pinat1. Merniwati Sherly Eluama1. Antonius Radja Ratu1. Yansestina E. Eky1 1Program Studi Diploma i Kesehatan Gigi. Jurusan Kesehatan Gigi. Poltekkes Kemenkes Kupang. Kupang. Nusa Tenggara Timur. Indonesia * E-mail: christinangadilah62@gmail. Received: 28 Oktober 2022 Accepted: 13 Januari 2023 Published: 28 Februari 2023 Abstract In addition to dental and oral health education, it is also important to build a data management system for complaints regarding the consequences felt by betel nut consumers as a monitoring and evaluation system for the prevention of oral cancer and other systemic diseases that the public complains about. The implementation of this community service will be realized by providing the right solution in fostering and providing socialization. by providing appropriate counseling whose results can open the horizons of betel nut consumers, especially mothers in rural areas who have children under five and at the same time break the chain of sustainability in consuming betel nut. Problems: The problem. There are still many people, including children, who consume betel nut even though the substance is harmful The solution to the problem includes working with Posyandu cadres in Bokong Village. Taebenu Sub-District, as well as targeting mothers with toddlers to carry out continuous socialization on this topic, providing a demonstration of how to brush their teeth properly and Accompany and monitor those who have children under five in undergoing cessation to stop consuming betel nut. Providing socialization to mothers who have toddlers and also cadres about the dangers of consuming betel nut and making Pocket Books which are distributed to mothers who have toddlers and health cadres at the Posyandu in Naiotel village. The purpose of this community service is community education, training cadres and assistance so that mothers who have toddlers can be an example for their children and it is hoped that in the future these children under five will not consume betel nut, and can maintain healthy teeth and mouth. Results: 1. 10 PKK cadres and posyandu cadres and PAUD teachers have been trained in know about the dangers of betel nut for pregnant women and early childhood children. There has been an increase in the knowledge of cadres from values ranging from 50 to 82. There has been an increase in attitudes from 48 to 83. Thus, it is hoped that future actions and behavior will be better and cadres and parents can teach their children about the dangers of consuming betel nut. Mothers do not give betel nut that has been chewed to their children because this is what causes children to consume betel nut and its addictive nature. A total of 59 pregnant women and fathers who have. Keywords: Behavior. Betel Nut. Toddler. Abstrak Selain pendidikan kesehatan gigi dan mulut, juga penting untuk membangun sistem manajemen data keluhan keluhan menyangkut akibat yang dirasakan para pengkonsumsi sirih pinang sebagai sistem monitoring dan evaluasi untuk pencegahan kanker mulut dan penyakit sistemik lainnya yang dikeluhkan masyarakat. Penerapan dari pengabmas ini akan diwujudkan dengan memberikan solusi yang tepat dalam membina dan memberi sosialisasi dengan memberikan penyuluhan yang tepat yang hasilnya dapat membuka wawasan para pengkonsumsi sirih pinang khususnya ibu-ibu di pedesaan yang mempunyai anak balita dan sekaligus memutus mata rantai keberlanjutan mengkonsumsi sirih pinang. Permasalahan. Masih banyaknya masyarakat termasuk anak-anak yang mengkonsumsi sirih pinang padahal zat tersebut berbahaya bagi kesehatan. Solusi Ngadilah. Pinat. Eluama. Ratu. , & Eky. Mencegah perilaku Orang Tua tentang Kebiasaan Mengkonsumsi Sirih pinang pada anak Usia Dini Di Desa Bokong Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2 . , 68-74. permasalahannya antara lain adalah dengan bekerja sama dengan para kader Posyandu di desa Bokong Kecamatan Taebenu juga sasaran yaitu ibu ibu yang mempunyai anak balita untuk dilakukan sosialisasi yang terus menerus tentang topik tersebut, memberikan peragaan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Mendampingi dan memonitor yang mempunyai anak anak balita dalam menjalani cessation untuk berhenti mengkonsumsi sirih pinang. Memberi sosialisasi kepada ibu ibu yang punya anak balita dan juga para kader tentang bahayanya mengkonsumsi sirih pinang serta membuat Buku Saku yang dibagikan kepada ibu ibu yang mempunyai anak anak balita dan para kader kesehatan di posyandu desa Naiotel. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah edukasi masyarakat, pelatihan kader dan pendampingan agar ibu ibu yang mempunyai balita bisa sebagai contoh bagi anaknya dan diharapkan kedepan anak anak balita tersebut tidak mengkonsumsi sirih pinang, dan dapat menjaga kesehatan gigi dan mulutnya. Hasil menunjukkan telah dilatihnya 20 kader PKK dan kader posyandu serta guru PAUD dalam mengenal tentang berbahayanya sirih pinang bagi ibu hamil dan juga anak anak PAUD. Telah terjadi peningkatan pengetahuan kader dari nilai berkisar 50 menjadi 82. Terjadinya peningkatan sikap dari 48 menjadi 83. Diharapkan tindakan dan perilaku ke depan menjadi lebih baik dan para kader maupun orang tua dapat mengajarkan anak-anaknya tentang bahayanya mengkonsumsi sirih pinang. Ibu-ibu tidak memberikan sirih pinang yang sudah dikunyah diberikan pada anak-anaknya karena hal inilah yang menyebabkan anak anak mengkonsumsi sirih pinang dan sifatnya yang adiktif. Sebanyak 59 ibu ibu hamil dan bapak-bapak yang mempunyai balita telah dilakukan sosialisasi mengenai berbahayanya sirih pinang dan sifat ketergantungan dari pinang tersebut. Disarankan agar digerakkan suatu kampanye yang menggandeng Pemerintah, tokoh masyarakat. LSM, guru guru. Civitas Akademika dari berbagai universitas untuk menghimbau masyarakat tentang berbahayanya mengkonsumsi sirih pinang. Kata Kunci: Perilaku. Sirih Pinang. Anak Pendidikan Usia Dini. PENDAHULUAN Sirih pinang adalah zat psikoaktif keempat yang paling umum dikonsumsi di dunia, setelah alkohol, nikotin pada tembakau, dan kafein (Boucher & Mannan, 2. Sirih pinang ini dikunyah oleh sekitar 600 juta orangsecara global, yang sebagian besar tinggal di negara berpenghasilan rendah hingga sedang di kawasan Asia-Pasifik (Gupta & Warnakulasuriya, 2. Bahan utama dari sirih pinang adalah pinang, yang,adalah buah dari pohon Areca catechu palmaceous. Istilah " sirih pinang mengacu pada kombinasi bahan yang paling umum termasuk pinang, daun sirih kalsium hidroksida/kapur, dan tembakau, meskipun bahan-bahannya sirih sangat bervariasi menurut wilayah, negara, etnis, dan kesenangan pribadi masing masing. Di India bahan bahan yang dipakai untuk mengkonsumsi sirih pinang sangat bervariasi macamnya dan berbeda dengan yang dikonsumsi di Timor Nusa Tenggara Timur Indonesia, dimana lebih simpel yaitu bahan dasar saja sirih pinang dan kapur. Badan Internasional untuk Penelitian tentang Kanker telah mengklasifikasikan pinang sebagai karsinogen Grup 1 dan telah dikaitkan dengan kanker mulut dan orofaringeal, lesi oral, leukoplakia oral,fibrosis submukosa, penyakit gusi, dan kanker faring serta esofagus (Jeng et al. , 2. Penelitian terbaru telah mengungkapkanbahwa pengunyah sirih memiliki tingkat ketergantungan yang sama dengan perokok (Papke, 2. Selanjutnya, penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengunyah sirih dan perokok memiliki sikap yang sama mengenai niat mereka untuk berhenti (Little et al. , 2. Meskipun temuan ini, tidak ada penelitian sistematis tentang program penghentian mengkonsumsi sirih pinang. Tampaknyapengembangan program penghentian sirih sudah lama tertunda. Sirih pinang juga mengakibatkan kerusakan atau penyakit sistemik selain kerusakan jaringan peiodontal pada jaringan penyangga gigi. Penyakit periodontal merupakan penyakit inflamasi yang mempengaruh instruktur gigi termasuk gingiva, ligamen periodontal dan tulang alveolar. Penyakit peridontal ditandai dengan peradangan pada struktur pendukung gigi . ementum,gingiva, ligamen periodontal, dan tulang alveolar. Jika tidak diobati, penyakit eriodontal mungkinmenyebabkan penghancuran struktur pendukung ini dan akhirnya kehilangan gigi. Di tahun 2010, prevalensi standar usia global dari periodontitis parah diperkirakan sebanyak 10,5%-12,0% (Kassebaum et al. Faktor risiko paling umum yang terkait dengan Penyakit periodontal adalah kehilangan gigi termasuk pemeliharaan kebersihan mulut yang buruk, penuaan, gangguan sistemik seperti pradiabetes dan diabetes mellitus yang tidak terkontrol , gaya hidup seperti: merokok dan mengkonsumsi sirih pinang. Banyak penelitian telah melaporkan bahwa prevalensi mengkonsumsi sirih pinang ada di berbagai belahan dunia. Namun,sangat sedikit laporan yang telah mempelajari prevalensi ini pada anak-anak. Dari berbagai penelitian kebiasaan ini ditemukan lebih umum pada anak laki-laki dari pada perempuan . Di Timor prevalensi pengkonsumsi sirih pinang hampir sama antara anak laki laki dan perempuan (Ngadilah & Pinat, 2. Banyak laporan menunjukkan bahwa kebiasaan mengunyah pinang dimulai sejak kecil ada yang sejak SD,umur 10 tahun, dan ada yang baru mencoba sirih pinang setelah menikah. Pada penelitian yang dilakukan di Kabupaten Kupang umur rata rata memulai mengkonsumsi sirih pinang ada yang umur 3 tahun sudah mencobanya. Pada berbagai evaluasi sumber pengenalan kebiasaan mengkonsumsi sirih pinang maka untuk anak laki-laki adalah teman teman sebayanya sementara untuk anak perempuan sumber pengenalan mengkonsumsi sirih pinang adalah dari keluarganya (Prajapati et al. , 2. Sedangkan penelitian yang dilakukan di Kabupaten Kupang sumber pengenalan mengkonsumsi sirih pinang baik laki-laki maupun perempuan adalah orang tuanya belajar mengkonsumsi sirih pinang dari orang tuanya (Ngadilah & Pinat, 2. Para orang dewasa kebanyakan tidak mengerti dan tidak menyadari efek dari mengkonsumsi sirih pinang. Pada penampakan secara intra oral terdapat Noda hitam pada gigi geligi, terjadi kerusakan gigi- gigi parah, keausan yang melibatkan permukaan gigi insisal dan oklusal, terutamalapisan email yang menyebabkan sensitivitas gigi-gigi. Kehilangan perlekatan periodontal dan pembentukan kalkulus juga ditemukan lebih besar pada pengkonsumsi sirih pinang pinang. Hal ini bisa jadidikaitkan dengan fakta bahwa arecoline . andungan karsinogen dalam pinan. bersifat: Beracun bagi fibroblast pada konsentrasi 300Ae500 g/mL,menyebabkan kematian sel. Menekan sintesis protein pada kultur fibroblas periodontal manusia dan menghambat pertumbuhan. Sedangkan menurut (Arora & Squier, 2. penduduk dunia yang paling banyak mengkonsumsi sirih pinang adalah negara India dan kebanyakan menimbulkan Oral Submucous Fibrosis yang disinyalir sebagai pre cancer mulut. Berdasarkan hal hal tersebut diatas penulis mengusulkan untuk memberikan strategi dan kebijakan pencegahan primer, promosi kesehatan dan pendidikan terkait pengendalian kanker mulut dan bahaya sistemik lainnya, khususnya di daerah pedesaan. Melalui edukasi pada orang tua khususnya ibu ibu yang mempunyai balita maka selain ibu ibu bisa perlaan lahan berhenti mengkonsumsi sirih pinang, sedangkan anak anak bisa dicegah sejak dini agar tidak berkelanjutan dalam hal mencoba mengkonsumsi sirih pinang mengingat sirih pinang khususnya pinang bersifat Pada anak anak sejak usia dini jika tidak dilakukan upaya upaya pencegahan maka mereka akan berlanjut sampai dewasa bahkan sampai tua dan sulit untuk melepaskan mengkonsumsi sirih pinang, padahal ada berbagai masalah kesehatan yang akan ditimbulkan baik menyangkut kesehatan gigi maupun kesehatan tubuh pada umumnya. Desa Bokong dan Baumata Barat merupakan desa di Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang NTT. yang merupakan desa dengan lokasi yang tidak begitu jauh dengan kota, namun kemajuan yang dirasakan masih belum begitu bermakna menyangkut bidang pendidikan dan Budaya merupakan suatu hal yang begitu melekat kuat pada masyarakat adat di kedua desa tersebut. Salah satu budaya tersebut adalah budaya mengkonsumsi sirih pinang. Dalam penelitian yang lalu (Ngadilah & Pinat, 2. di Kabupaten Kupang yang mengkonsumsi sirih pinang hampir 80% tidak terkecuali anak anak. Alasan anak anak mengkonsumsi sirih pinang karena tidak adanya snack makanan ringan, sehingga sebagai pengganti snack. Namun selain itu mereka mengikuti jejak orang tua yang mengkonsumsi sirih Mengingat dampaknya yang merugikan bagi kesehatan, dan juga kerusakan gingiva yang lebih parah maka sangat perlu untuk membimbing dan mendampingi ibu ibu yang mengkonsumsi sirih pinang agar berhenti untuk mengkonsumsi sirih pinang setelah di beri penyuluhan. Tujuan besar lainnya bahwa anak anak bisa dcegah sedini mungkin untuk tidak mengkonsumsi sirih pinang. Peneliti pernah berkunjung ke desa tersebut sebelumnya dalam memberi sosialisasi tentang bahayanya mengkonsumsi sirih pinang bagi kesehatan. Ngadilah. Pinat. Eluama. Ratu. , & Eky. Mencegah perilaku Orang Tua tentang Kebiasaan Mengkonsumsi Sirih pinang pada anak Usia Dini Di Desa Bokong Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2 . , 68-74. METODE DAN PELAKSANAAN Sosialisasi/Edukasi bagi masyarakat pengkonsumsi sirih pinang. Pelatihan tentang berbahayanya mengkonsumsi sirih pinang dan cara menyikat gigi yang benar . uku saku untuk responde. Pendampingan: Mendampingi kader Urutan pelaksanaan: Melakukan pendekatan pendekatan dengan kepala desa, puskesmas dan kader kesehatan di desa Naiotel Kecamatan Taebenu (TIM pengabmas Melakukan pendataan anak anak yang mengkonsumsi sirih pinang di desa tersebut Pemilihan responden yang akan dipakai sebagai mitra . itra masyarakat ibu ibu dan kader kesehatan (TIM pengabma. Sosialisasi tentang berbahayanya mengkonsumsi sirih pinang untuk ibu ibu hamil dan kader kesehatan . embagian sikat gigi dan pasta gigi untuk mensupport kesehatan gigi ibu-ibu dan anak-anak balita serta pembagian booklet sebagai pedoman orang tua dalam membimbing anak khususnya tentang kesehatan gigi. Pelatihan tentang bahaya sirih pinang bagi kesehatan umum dan kesehatan gigi Khususnya Pendampingan kepada kader kesehatan dan ibu-ibu untuk terus menerus mensosialisasikan tentang bahayanya mengkonsumsi sirih pinang. Monitoring dan evaluasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan memberikan seperangkat alat tes/kuesioner tentang objek pengetahuan yang mau diukur selanjutnya dilakukan penilaian dimana setiap jawaban benar dari masing- masing pertanyaan diberi nilai satu dan jika salah diberi nilai nol. Penilaian dilakukan dengan cara membandingkan jumlah skor jawaban dengan skor yang diharapkan. kemudian dikalikan 100% dan hasilnya dalam bentuk persentase. Sikap merupakan reaksi atau respons yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau Manifestasi sikap tidak dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktivitas, akan tetapi merupakan predisposisi tindakan suatu perilaku. Sikap itu masih merupakan gambaran tindakan ke depan yang akan mencerminkan Tabel 1. Hasil rata rata pre-test dan post-test serta peningkatan nilai pengetahuan dan sikap Kader kesehatan dan guru paud desa bokong Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang NTT Variabel Jumlah peserta Nilai rata rata pre test Nilai rata rata post test Pengetahuan Sikap Dengan meningkatnya nilai sikap dan pengetahuan menunjukkan preseden yang baik, namun demikian tindakan dari responden tetap perlu untuk dilakukan pendampingan untuk mengukur perilaku dari responden tentang berbahayanya mengkonsumsi sirih pinang. Pengabmas selanjutnya perlu diukur dan diketahui tindakannya untuk menyimpulkan perilakunya. Pada penelitian yang lalu menunjukkan bahwa sirih pinang dikonsumsi baik oleh populasi berpenghasilan tinggi maupun rendah (Ngadilah & Pinat, 2. Alasan yang paling menonjol dalam mengkonsumsi sirih pinang adalah karena adat dan budaya dan sudah terbiasa dari kecil mengkonsumsi sirih pinang. Kebanyakan pengkonsumsi sirih pinang berpendidikan SD yang kebanyakan salah mengartikan mengaitkan sirih pinang dengan timbulnya penyakit penyakit serta meningkatkan kemampuan kerja. Pada banyak pengkonsumsi sirih pinang, jika dihadapkan dengan penyakit yang berhubungan dengan mengkonsumsi sirih pinang mereka rata rata sanggup untuk berhenti atau setuju untuk berhenti walaupun akan dilakukan secara bertahap karena bagi yang kecanduan sirih pinang akan sangat sulit untuk berhenti mengkonsumsi sirih pinang. Setelah mendapatkan pencerahan sosialisasi sebagian besar responden para kader dan guru guru setuju bahwa kanker menyebabkan kanker mulut dan batu ginjal. Pada banyak pengkonsumsi yang sebelum diberi penyuluhan mengatakan pinang tidak berbahaya bagi ibu hamil maupun bayi yang dikandungnya, namun setelah diberi penyuluhan sebagian besar ibu ibu menyatakan bahwa pinang berbahaya bagi kehamilan dan bayi yang dikandungnya. Kader dan guru yang mengikuti pelatihan bahkan ada yang takut dan tidak mengkonsumsi sirih pinang lagi karena selama ini penyakit maagnya tidak kunjung sembuh. Para guru memang melarang anak anak membawa sirih pinang di sekolah, namun demikian peranan orang tua di rumah yang paling besar dalam hal anak anak mempunyai perilaku mengkonsumsi sirih pinang, karena kebiasaan orang tua memberi sirih pinang kepada balita dengan cara mengunyah sirih pinang lalu AuquidAy atau gumpalan sirih pinang yang sudah dikunyah langsung diberikan pada anak anak yang masih kecil / balita. Generasi berikutnya jika saran untuk tidak mengkonsumsi sirih pinang terus menerus di dengungkan maka diharapkan tersisa sedikit orang orang yang akan mengkonsumsi zat yang berbahaya bagi kesehatan tersebut. Dengan demikian double burden public health bisa Intervensi perilaku mengkonsumsi sirih pinang di berbagai penelitian terbuksi ampuh untuk mengurangi prevalensi pengkonsumsi sirih pinang. Kerjasama antar aparat kesehatan, pendidikan, para orang tua dan tokoh tokoh masyarakat merupakan solusi yang ampuh untuk menyadarkan masyarakat akan berbahayanya sirih pinang dan akibatnya bagi generasi penerus Sekitar hampir 80% masyarakat Kabupaten Kupang mengkonsumsi sirih pinang (Ngadilah & Pinat, 2. , walaupun masih terbatas wilayah 2 desa yaitu desa Bokong dan Baumata Barat Kecamatan Taebenu, rencana AucessationAy atau berhenti dari mengkonsumsi sirih pinang sudah Sedangkan penelitian di India menghasilkan suatu prevalensi orang dewasa yang mengkonsumsi sirih pinang sekitar 23,9% dengan prevalensi laki laki lebih banyak dari perempuan dan pengkonsumsi sirih pinang menggunakan tembakau juga lebih banyak (Singh et al. , 2. Sementara itu di Karachi yang paling dikhawatirkan adalah banyak pengkonsumsi sirih pinang yang masih sekolah di Primary School yang mengkonsumsi secara reguler, dan golongan status socio ekonomi rendah (Qureshi et al. , 2. Penelitian di India Selatan anak-anak mengkonsumsi sirih pinang dimulai antara umur 13 sampai 14 tahun, dan sebanyak 49% mengkonsumsi sirih pinang secara regular (Nitin et al, 2. 2 kasus yang diteliti yang dilakukan pada anak-anak pre school memperlihatkan bahwa pada kedua kasus, anggota keluarga, adalah sumber utama inisiasi Orang tua memulai ini karena salah konsepsi umum tentang efek positif mengkonsumsi pinang (Prajapati et al. , 2. Review sistemik efek kerusakan mengkonsumsi sirih pinang antara lain adalah, asthma, diabetes, hypotiroid, infertility, prostate hyperplasia dan bagi wanita hamil berbahaya karena bias menimbulkan kematian bayi didalam kandungan (Garg et al. , 2. Di Kabupaten kupang prevalensi mengkonsumsi sirih pinang sedikit lebih banyak pada wanita dibanding laki laki dan mereka sebagian besar mengkonsumsi sirih pinang tanpa tembakau. Diharapkan apa yang sudah dilakukan dalam pengabmas ini membantu masyarakat dalam mengurangi beban penyakit terutama penyakit yang disebabkan oleh karena mengkonsumsi sirih Anak anak seumur balita atau anak anak usia dini, yang sementara bersekolah di PAUD sudah selayaknya tidak diajarkan hal hal yang menuju kepada perilaku yang merugikan kesehatan, karena jika hal ini terjadi maka akan sulit menghilangkannya saat dewasa karena sudah terjadi Pemerintah dalam hal ini Kabupaten Kupang semestinya melakukan suatu upaya upaya dalam rangka menyehatkan masyarakat antara lain adalah mengkampanyekan tentang berbahayanya mengkonsumsi sirih pinang. Pemerintah bisa menggandeng LSM yang peduli terhadap kesehatan masyarakat, menggandeng Universitas Universitas untuk bersama sama menggerakkan kampanye tentang berbahayanya sirih pinang. Ngadilah. Pinat. Eluama. Ratu. , & Eky. Mencegah perilaku Orang Tua tentang Kebiasaan Mengkonsumsi Sirih pinang pada anak Usia Dini Di Desa Bokong Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2 . , 68-74. Gambar 1. Kegiatan pre dan post-test serta penyuluhan Gambar 2. Materi Pelatihan/Buku Saku KESIMPULAN Pencegahan sejak dini bagi ibu ibu yang mempunyai anak balita tentang mengkonsumsi sirih pinang sangat urgent harus dilakukan untuk memutus mata rantai dari orang tua ke generasi Disarankan agar digerakkan suatu kampanye yang menggandeng Pemerintah, tokoh masyarakat. LSM, guru guru. Civitas Akademika dari berbagai universitas untuk menghimbau masyarakat tentang berbahayanya mengkonsumsi sirih pinang. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Kupang. Ditjen Nakes Kemekes RI yang telah memberi kesempatan untuk melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat. DAFTAR PUSTAKA