Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA MENGENAI PERAWATAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAMBONGPARI KOTA TASIKMALAYA Teti Agustin. Kp. Kep Program Studi D-i Keperawatan STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya Februari 2015 ABSTRAK Perawatan pada penderita hipertensi merupakan salah satu cara penanganan yang harus dilakukan, dimana dalam melakukan perawatan dalam penderita hipertensi dibutuhkan suatu kerjasama antara keluarga dan tenaga kesehatan dimana kerja sama ini dapat mendukung suatu kesehatan yang dimiliki oleh penderita hipertensi. Perilaku perawatan pada penderita perlu dilakukan dengan tujuan terciptanya status kesehatan penderita hipertensi yang muncul dan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan dukungan keluarga mengenai perawatan hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya dan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan terhadap dukungan keluarga mengenai perawatan hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif non eksperimen dengan mengunakan analisis statistik parametik untuk menguji hipotesis yang diajukan. Populasi sebanyak 25 keluarga, sedangkan sampel yang diambil adalah 20 keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dalam perawatan Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya berada pada kategori AurendahAy dan dukungan keluarga dalam perawatan hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya berada pada kategori AusedangAy. Melalui hasil analisis koefisien korelasi ada hubungan antara pengetahuan dengan dukungan keluarga sebesar 0,2209 %. Sedangkan melalui analisis koefisien determinasi tidak ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan dengan dukungan keluarga mengenai perawatan hipertensi pada lansia di wilayah Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya. Saran dari penelitian ini diharapkan petugas kesehatan mampu membina keluarga secara langsung melalui kegiatan Puskesmas dengan kunjungan rumah secara berkala untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat lansia dengan hipertensi. PENDAHULUAN Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastoliknya di atas 90 mmHg. Sementara normalnya tekanan darah sistoliknya 110140 mmHg dan diastolnya 70-90 mmHg. Prevalensi penderita hipertensi di Indonesia cukup tinggi yaitu 7% sampai Berdasarkan hasil survey penderita yang berujung pada penyakitjantung 75%, stroke 15%, dan gagal ginjal 10%. Dari Indonesia menunjukkan 1,8%-28,6% penduduk yang berusia di atas 20 tahun adalah penderita hipertensi. Menurut penelitian Boedi Darmoyo . didapatkan bahwa antara 1,8%-28,6% penduduk dewasa adalah menderita hipertensi dengan rata-rata usia antara 35- 65 tahun. Hal ini disebabkan oleh beberapa factor yaitu kurangnya aktivitas fisik, berat badan lebih, gangguan dari perubahan hormonal serta faktor genetika, serta kurangnya pengetahuan penderita perawatandengan baik dan benar (Yudini. Tingginya tingkat prevalensi hipertensi tidak hnya terjadi dalam tingkat nasional dan internasional. Hipertensi juga menjadi ancaman yang serius bagi wilayah regional provinsi jawa barat dengan tingkat prevalensi rata-rata mencapai 9,5%, sementara rata-rata nasional hanya 7%. Tingginya tingkat prevalensi hipertensi juga terjadi di daerah Sambongpari. Hal ini dibuktikan dari datadata yang diperolaeh dari puskesmas sambongpari sebagai berikut : Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 Tabel 1. Angka Kejadian Penyakit di Wilayah Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya Tahun 2013 dan 2014 Tahun 2013 Tahun 2014 Hipertensi Jenis Penyakit Diabetes Melitus Rematik Tuberculosis Stroke Gastritis Influenza Diare Benigna Prostat Hiperplasia (BPH) Hernia Berdasarkan hipertensi menempati urutan pertama dari 10 besar jenis penyakit yang ada di puskesmas Sambongpari. Perawatan pada penderita hipertensi merupakan salah satu cara penanganan yang harus dilakukan, dimana dalam melakukan perawatan dalam penderita hipertensi dibutuhkan suatu kerjasama antara keluarga dan tenaga kesehatan dimana kerja sama ini dapat mendukung suatu kesehatan yang dimiliki oleh penderita hipertensi. Perilaku perawatan pada penderita perlu dilakukan dengan tujuan terciptanya status kesehatan penderita hipertensi yang muncul dan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan Berdasarkan data tersebut maka penelitian tentang AuPengetahuan dan Dukungan Keluarga mengenai Perawatan Hipertensi pada Lansia di Wilayah Puskesmas Sambongpari Kota TasikmalayaAy. METODE PENELITIAN Desain penelitian Diagram: 3. Paradigma Penelitian Keterangan : X = Pengetahuan Y = Dukungan keluarga Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Library research Field research Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga yang anggota keluarganya terapat lansia dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sambongpari yaitu sebanyak 25 keluarga. Sampel Dalam menentukan sampel pada penelitian ini, peneliti menggunakan rumus perhitungan besaran sampel sebagai d2 1 n = jumlah sampel yang dicari N = jumlah populasi d = determinan 0,12 1 1,25 n = 20 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan November 2014 di wilayah kerja Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya. Teknik Analisis Data Mengelola pengetahuan keluarga Member skor pada setiap kategori Mengelola dukungan keluarga Member skor pada setiap kategori Menjumlahkan skor setiap jawaban Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 Menentukan skor kriteria, dengan rumus yang dikemukakan oleh Sugiyono . sebagai berikut: Skor kategori x Jumlah Item Pertanyaan x Jumlah Responden Dalam menentukan range dan panjang interval kelasnya, peneliti menggunakan pendapat Panuju . sebagai berikut: Menentukan range yaitu selisih antara skor kriteria maksimal . ilai indeks maksima. dengan skor kriteria minimal . ilai indeks minima. Menentukan panjang interval kelas dengan rumus : Range Jumlah Jenjang Kriteria yang Diinginkan Berdasarkan ketentuan tersebut, maka: Nilai indeks minimum atau kriteria minimum dan nilai indeks maksimum rendah Nilai indeks minimum atau kriteria minimum dan nilai indeks maksimum 166,67 233,34 Selanjutnya langkah-langkah pengolahan data dituangkan melalui tabel distribusi frekuensi dan tabel skor adalah: Tabel 3. Tabel Distribusi Frekuensi dan Skor Alternatif Jawaban Skor FxSkor Sedikit tahu Tidak tahu Jumlah Alternatif Jawaban Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Skor FxSkor Penulis menganalisa data angket melalui analisis koefisien korelasi dan koefisien determinasi. Analisis Koefisien Korelasi Dipergunakan perhitungan koefisien korelasi dengan rumus ditulis sebagai berikut: ycIyc. ycuCU Ooycycycu 2 (Sugiyono, 2007: . Keterangan: ycIycycu = korelasi antara ycu dengan variabel y ycycycu = korelasi antara ycu dengan y Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 Untuk menginterprestasikan kriteria nilai koefisien korelasi maka digunakan pedoman interpretasi koefisien korelasi sebagai berikut: Tabel 3. Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 Ae 0,199 Sangat Rendah 0,20 Ae 0,399 Rendah 0,40 Ae 0,599 Sedang 0, 60 Ae 0,799 Kuat 0,80 Ae 1,000 Sangat Kuat Sumber: Sugiyono . 7: . Analisis Koefisien Determinasi Penentuan hipotesis operasional Penentuan tingkat signifikan Uji signifikansi Kaidah keputusan: Penarikan Kesimpulan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian diatas maka akan dilakukan analisis secara kuantitatif. Dari hasil analisis tersebut akan ditarik kesimpulan, apakah hipotesis yang telah diterapkan diterima atau ditolak. Karakteristik Responden Karakteristik responden dapat dilihat pada Tabel 4. 1 sebagai berikut: Tabel 4. Karakteristik Responden N=20 Karakteristik Frekuensi Persentase Umur <50 >65 Jenis Kelamin Laki-laki Pempuan Pekerjaan IRT Wiraswasta PNS/Pensiunan Pegawai Swasta Lain-lain Pendidikan Pendidikan Dasar Pendidikan Menengah Pendidikan Tinggi Berdasarkan pada Tabel 4. 1 di atas diketahui bahwa kriteria umur responden yang berumur <50 sebanyak 15 responden . %), yang berumur 50-65 sebanyak 3 responden . %) dan yang berumur >65 sebanyak 2 responden . %). Kriteria jenis kelamin responden diketahui yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 14 responden . %) dan yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 6 responden . %). Kriteria pekerjaan responden diketahui yang bekerja sebagai IRT sebanyak 7 responden . %), yang bekerja sebagai Wiraswasta sebanyak 5 responden . %), yang bekerja sebagai PNS/ Pensiunan sebanyak 5 responden . %) dan yang bekerja sebagai Pegawai Swasta sebanyak 3 responden . %). Kriteria pendidikan responden diketahui yang berpendidikan dasar sebanyak 5 responden . %) yang berpendidikan menengah sebanyak 11 responden . %) dan yang berpendidikan tinggi sebanyak 4 responden . %). Pengetahuan dalam perawatan hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Sambongpari Kota Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 Tasikmalaya ini dapat dianalisis dengan Pengertian Hipertensi Untuk lebih jelasnya hasil penelitian dapat dilihat pada data yang tertera pada tabel berikut: Tabel 4. Tanggapan Responden tentang Pengertian Hipertensi . Alternatif Jawaban Sedikit tahu Tidak tahu Jumlah Berdasarkan pada tabel 4. 2 di atas, diketahui sebanyak 3 orang responden . %) yang memberikan tanggapan bahwa Sebanyak 3 orang responden . %) yang memberikan tanggapan bahwa sedikit tahu mengenai pengertian hipertensi. Dan sebanyak 14 orang responden . %) yang 33,33 Sedang 46,66 Berdasarkan pada hasil tabel distribusi frekuensi dan tabel skala kontinum tersebut di atas, diketahui bahwa hasil dari perkalian frekuensi (F) terhadap Skor adalah 29, dan terletak pada kategori AurendahAy. FxSkor Rendah 33,33 39 46,66 Berdasarkan pada hasil tabel distribusi frekuensi dan tabel skala kontinum tersebut di atas, diketahui bahwa hasil dari perkalian frekuensi (F) terhadap memberikan tanggapan bahwa tidak tahu mengenai pengertian hipertensi. Untuk hipertensi, dapat dianalisis melalui tabel skala kontinum sebagai berikut: Gejala Hipertensi Untuk lebih jelasnya hasil penelitian dapat dilihat pada data yang tertera pada tabel berikut: Tabel 4. Tanggapan Responden tentang Gejala Hipertensi . Alternatif Jawaban Skor FxSkor Sedikit tahu Tidak tahu Jumlah Berdasarkan pada tabel 4. 3 di atas, diketahui sebanyak 5 orang responden . %) yang memberikan tanggapan bahwa mengetahui gejala Sebanyak 9 orang responden . %) yang memberikan tanggapan bahwa sedikit tahu mengenai gejala hipertensi. Dan sebanyak 6 orang responden . %) Skor yang memberikan tanggapan bahwa tidak tahu mengenai gejala hipertensi. Untuk pengetahuan mengenai gejala hipertensi, dapat dianalisis melalui tabel skala Tinggi Skor adalah 39, dan terletak pada kategori AusedangAy. Resiko Hipertensi Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 Untuk lebih jelasnya hasil penelitian dapat dilihat pada data yang tertera pada tabel berikut: Tabel 4. Tanggapan Responden tentang Resiko Hipertensi . Alternatif Jawaban Sedikit tahu Tidak tahu Jumlah Berdasarkan pada tabel 4. 4 di atas, diketahui sebanyak 0 orang responden . %) yang memberikan tanggapan bahwa mengetahui resiko Sebanyak 5 orang responden . %) yang memberikan tanggapan bahwa sedikit tahu mengenai resiko hipertensi. Dan sebanyak 15 orang responden . %) 33,33 Skor FxSkor yang memberikan tanggapan bahwa tidak tahu mengenai resiko hipertensi. Untuk pengetahuan mengenai resiko hipertensi, dapat dianalisis melalui tabel skala 46,66 Berdasarkan pada hasil tabel distribusi frekuensi dan tabel skala kontinum tersebut di atas, diketahui bahwa hasil dari perkalian frekuensi (F) terhadap Skor adalah 25, dan terletak pada kategori AurendahAy. Selanjutnya untuk mengetahui hipertensi pada lansia di wilayah Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya sesuai dengan instrumen penelitian dapat dilihat melalui tabel rekapitulasi tanggapan responden berikut: Tabel 4. Rekapitulasi Hasil Penelitian Pengetahuan dalam Perawatan Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya No. Tabel Alternatif Jawaban Nama Tabel Tabel 4. Tanggapan Responden tentang Pengertian Hipertensi Tabel 4. Tanggapan Responden tentang Gejala Hipertensi Tabel 4. Tanggapan Responden tentang Resiko Hipertensi Jumlah Untuk mengetahui seberapa tinggi, sedang, dan rendahnya Pengetahuan dalam Perawatan Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas F (Sko. Ket. Sambongpari Kota Tasikmalaya, dapat dianalisis melalui tabel skala kontinum Tinggi Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 Jika merujuk kepada hasil tabel sebagaimana terlihat di atas, diketahui bahwa jumlah hasil dari seluruh perkalian frekuensi (F) terhadap skor adalah 93 atau mencapai 51,67% dari skor maksimum 180, dan terletak pada kategori AurendahAy. Hal ini menunjukkan bahwa Pengetahuan dalam Perawatan Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya berada pada kategori AurendahAy. Dukungan perawatan hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya ini dapat dianalisis dengan indikator: Pencegahan Hipertensi Untuk lebih jelasnya hasil penelitian dapat dilihat pada data yang tertera pada tabel berikut: Tabel 4. Tanggapan Responden tentang Pencegahan Hipertensi . Alternatif Jawaban Skor FxSkor Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Berdasarkan pada tabel 4. 6 di atas, diketahui sebanyak 0 orang responden . %) yang memberikan tanggapan ya dukungan keluarga berupa pencegahan Sebanyak 11 orang responden . %) yang memberikan tanggapan kadang-kadang dukungan keluarga berupa pencegahan hipertensi. Dan sebanyak 9 orang responden . %) yang memberikan 33,33 Sedang 46,66 Berdasarkan pada hasil tabel distribusi frekuensi dan tabel skala kontinum tersebut di atas, diketahui bahwa hasil dari perkalian frekuensi (F) terhadap Skor adalah 31, dan terletak pada kategori AurendahAy. tanggapan yang memberikan tanggapan tidak pernah dukungan keluarga berupa pencegahan hipertensi. Untuk tinggi, sedang, atau rendahnya dukungan keluarga mengenai pencegahan hipertensi, dapat dianalisis melalui tabel skala kontinum sebagai berikut: Memeriksa Tekanan Darah secara Berkala Untuk lebih jelasnya hasil penelitian dapat dilihat pada data yang tertera pada tabel berikut: Tabel 4. Tanggapan Responden tentang Memeriksa Tekanan Darah secara Berkala . Alternatif Jawaban Skor FxSkor Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Berdasarkan pada tabel 4. 7 di atas, diketahui sebanyak 7 orang responden . %) yang memberikan tanggapan ya dukungan keluarga berupa memeriksa tekanan darah secara berkala. Sebanyak 12 orang responden . %) yang memberikan tanggapan kadang-kadang dukungan keluarga berupa memeriksa tekanan darah secara berkala. Dan sebanyak 1 orang responden . %) yang memberikan tanggapan tidak pernah dukungan Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 keluarga berupa memeriksa tekanan darah secara berkala. Untuk tinggi, sedang, atau rendahnya dukungan 33,33 46 46,66 Berdasarkan pada hasil tabel distribusi frekuensi dan tabel skala kontinum tersebut di atas, diketahui bahwa hasil dari perkalian frekuensi (F) terhadap Skor adalah 46, dan terletak pada kategori AusedangAy. Tinggi Memeriksa Tekanan Darah jika Merasa Pusing. Mual. Sakit pada Tengkuk Untuk lebih jelasnya hasil penelitian dapat dilihat pada data yang tertera pada tabel berikut: Tabel 4. Tanggapan Responden tentang Memeriksa Tekanan Darah jika Merasa Pusing. Mual. Sakit pada Tengkuk . Alternatif Jawaban Skor FxSkor Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Berdasarkan pada tabel 4. 8 di atas, diketahui sebanyak 6 orang responden . %) yang memberikan tanggapan ya dukungan keluarga berupa memeriksa tekanan darah jika merasa pusing, mual, sakit pada tengkuk. Sebanyak 8 orang responden . %) yang memberikan tanggapan kadang-kadang dukungan keluarga berupa memeriksa tekanan darah jika merasa pusing, mual, sakit pada tengkuk. Dan sebanyak 6 orang responden . %) yang memberikan 33,33 Berdasarkan pada hasil tabel distribusi frekuensi dan tabel skala kontinum tersebut di atas, diketahui bahwa hasil dari perkalian frekuensi (F) terhadap Skor adalah 40, dan terletak pada kategori AusedangAy. keluarga dukungan keluarga berupa memeriksa tekanan darah secara berkala, dapat dianalisis melalui tabel skala kontinum sebagai berikut: tanggapan tidak pernah dukungan keluarga berupa memeriksa tekanan darah jika merasa pusing, mual, sakit pada Untuk tinggi, sedang, atau rendahnya dukungan keluarga dukungan keluarga berupa memeriksa tekanan darah jika merasa pusing, mual, sakit pada tengkuk, dapat dianalisis melalui tabel skala kontinum sebagai berikut: 46,66 Kebiasaan Olah Raga secara Rutin Untuk lebih jelasnya hasil penelitian dapat dilihat pada data yang tertera pada tabel berikut: Tabel 4. Tanggapan Responden tentang Kebiasaan Olah Raga secara Rutin . Alternatif Jawaban Skor FxSkor Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 Berdasarkan pada tabel 4. 9 di atas, diketahui sebanyak 4 orang responden . %) yang memberikan tanggapan ya dukungan keluarga berupa kebiasaan olah raga secara rutin. Sebanyak 13 orang responden . %) yang memberikan tanggapan kadang-kadang dukungan keluarga berupa kebiasaan olah raga secara rutin. Dan sebanyak 3 orang 33,33 Berdasarkan pada hasil tabel distribusi frekuensi dan tabel skala kontinum tersebut di atas, diketahui bahwa hasil dari perkalian frekuensi (F) terhadap Skor adalah 41, dan terletak pada kategori AusedangAy. %) yang memberikan tanggapan tidak pernah dukungan keluarga berupa kebiasaan olah raga secara rutin. Untuk tinggi, sedang, atau rendahnya dukungan keluarga kebiasaan olah raga secara rutin, dapat dianalisis melalui tabel skala kontinum sebagai berikut: 46,66 Mengkonsumsi Obat Penurun Tekanan Darah Tinggi Untuk lebih jelasnya hasil penelitian dapat dilihat pada data yang tertera pada tabel berikut: Tabel 4. Tanggapan Responden tentang Mengkonsumsi Obat Penurun Tekanan Darah Tinggi . Alternatif Jawaban Skor FxSkor Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah Berdasarkan pada tabel 4. 10 di atas, diketahui sebanyak 9 orang responden . %) yang memberikan tanggapan ya dukungan keluarga berupa mengkonsumsi obat penurun tekanan darah tinggi. Sebanyak 11 orang responden . %) yang memberikan tanggapan kadang-kadang dukungan keluarga berupa mengkonsumsi obat penurun tekanan darah tinggi. Dan sebanyak 0 orang responden . %) yang 33,33 Berdasarkan pada hasil tabel distribusi frekuensi dan tabel skala kontinum tersebut di atas, diketahui bahwa hasil dari perkalian frekuensi (F) terhadap Skor adalah 49, dan terletak pada kategori AutinggiAy. Selanjutnya untuk mengetahui secara keseluruhan bagaimana dukungan memberikan tanggapan tidak pernah dukungan keluarga berupa mengkonsumsi obat penurun tekanan darah tinggi. Untuk tinggi, sedang, atau rendahnya dukungan keluarga mengkonsumsi obat penurun tekanan darah tinggi, dapat dianalisis melalui tabel skala kontinum sebagai 46,66 keluarga mengenai perawatan hipertensi pada lansia di wilayah Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya sesuai dengan instrumen penelitian dapat dilihat melalui tabel rekapitulasi tanggapan responden berikut : Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 Tabel 4. Rekapitulasi Hasil Penelitian Dukungan Keluarga dalam Perawatan Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya Alternatif No. Jawaban Nama Tabel F (Sko. Ket. Tabel KK TP Tabel 4. Tanggapan Responden tentang 0 Pencegahan Hipertensi Tabel 4. Tanggapan Responden tentang Memeriksa Tekanan Darah secara Berkala Tabel 4. Tanggapan Responden tentang Memeriksa Tekanan Darah jika 6 Merasa Pusing. Mual. Sakit pada Tengkuk Tabel 4. Tanggapan Responden tentang 4 Kebiasaan Olah Raga secara Rutin Tabel 4. Tanggapan Responden tentang Mengkonsumsi Obat Penurun Tekanan Darah Tinggi Jumlah Untuk tinggi, sedang, dan rendahnya Dukungan Keluarga dalam Perawatan Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja 166,67 Jika merujuk kepada hasil tabel sebagaimana terlihat di atas, diketahui bahwa jumlah hasil dari seluruh perkalian frekuensi (F) terhadap skor adalah 207 atau mencapai 69% dari skor maksimum 180, dan terletak pada kategori AusedangAy. Hal ini menunjukkan bahwa Dukungan keluarga dalam Perawatan Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya berada pada kategori AusedangAy. Untuk pengetahuan terhadap dukungan keluarga, maka dilakukan uji atas hipotesis. Dimana hipotesis tersebut sebagai berikut: Aupengetahuan secara parsial berpengaruh terhadap dukungan keluargaAy, yang berarti bahwa pengetahuan semakin tinggi akan menyebabkan dukungan keluarga semakin tinggi dan begitupun sebaliknya. Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya, dapat dianalisis melalui tabel skala kontinum sebagai berikut: 233,34 Tinggi Untuk menguji hipotesis di atas maka akan dilakukan pengolahan atas data dengan IBM SPSS, dimana hasil yang diperoleh adalah sebgai berikut : Analisis Koefisien Korelasi Hal ini berarti jika pengetahuan naik maka dukungan keluarga akan mengalami kenaikan demikian juga Koefesien Deeterminasi Nilai koefisien determinasi di atas menunjukkan bahwa pengetahuan secara parsial berpengaruh terhadap dukungan keluarga sebesar 0,2209 %. Sedangkan sisanya 99,7791 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian Pengujian Hipotesis Untuk pengetahuan terhadap dukungan kelurarga dilakukan uji t. tidak ada pengaruh yang signifikan antara masing-masing variabel Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 independen dan variabel dependen. bahwa pengetahuan secara parsial tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap dukungan keluarga. Maka dari itu, pengetahuan mengenai hipertensi untuk keluarga yang anggota keluarganya terdapat lansia dengan hipertensi harus lebih ditingkatkan. Simpulan Dari pembahasan di atas maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Pengetahuan Perawatan Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya berada pada kategori AurendahAy dan Dukungan keluarga dalam Perawatan Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya berada pada kategori AusedangAy. Melalui hasil analisis koefisien 0,2209 Sedangkan melalui analisis koefisien determinasi tidak ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan dengan perawatan hipertensi pada lansia di wilayah Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya. Saran