https://jurnal. id/index. php/pustakamitra DOI : https://doi. org/10. 55382/jurnalpustakamitra. Vol. No. E ISSN : 2808-2885 Media Celengan Kreatif Sebagai Upaya Edukasi dan Habituasi Hidup Hemat Semenjak Dini Melalui Kegiatan Gemar Menabung di Desa Bumirejo Kabupaten Magelang Jawa Tengah Jendriadi1. Avel Aditya Ananta2. Maulida Eka Fitriani3. Hayatus Sofi4. Sofi Hidayatul janah5. Nita Tri Wahyuni6. Yuyun Setiasih7. Savira NuAouril Nazikha8. Novia Dita Ramadani9. Defa Oktaviani10. Deky Aziz Kurniawan11 1Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Tidar 2,11Program Studi S1 Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Tidar 3,5,9Program Studi S1 Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Tidar 4,7,8Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. Universitas Tidar 6,10Program S1 Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Tidar 1*jendriadi@untidar. Abstract The use of creative piggy bank media can serve as an effective strategy to instill financial education and frugal habits from an early age. In Bumirejo Village. Magelang Regency, many children and adolescents have not yet developed consistent saving habits. This community service activity was carried out through the AuLove to SaveAy program, utilizing creative piggy bank media, along with socialization, training, and mentoring. The program involved 20 elementary school students and 15 adolescents in the village over a period of four weeks. Participants were provided with education on simple financial planning, practical experience saving using creative piggy banks, and evaluation through quizzes and observation of saving behavior. Evaluation results indicated a significant improvement in understanding and saving habits. Based on quizzes, participantsAo comprehension levels increased by 80%, and 70% of participants began saving regularly each week. Field observations showed positive behavioral changes, including wiser management of pocket money and a reduction in consumptive spending. This program demonstrates that the use of creative piggy bank media can foster a culture of saving and frugal living from an early age, with the potential to enhance the communityAos future economic well-being. Keywords: Creative Piggy Bank Media. Thrifty Living. Financial Education. Fondness for Saving. Children. Adolescents. Abstrak Penggunaan media celengan kreatif dapat menjadi strategi efektif dalam menanamkan edukasi dan kebiasaan hidup hemat sejak dini. Di Desa Bumirejo. Kabupaten Magelang, banyak anak dan remaja yang belum memiliki kesadaran menabung secara konsisten. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui program AuGemar MenabungAy dengan memanfaatkan media celengan kreatif, disertai sosialisasi, pelatihan, dan Program melibatkan 20 siswa sekolah dasar dan 15 remaja di desa selama empat minggu. Peserta diberikan edukasi mengenai perencanaan keuangan sederhana, praktik menabung menggunakan celengan kreatif, serta evaluasi melalui kuis dan observasi perilaku menabung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan kebiasaan menabung secara signifikan. Berdasarkan kuis, tingkat pemahaman peserta meningkat sebesar 80%, dan 70% peserta mulai menabung secara rutin setiap minggu. Observasi lapangan menunjukkan adanya perubahan perilaku positif, termasuk pengelolaan uang saku yang lebih bijak dan pengurangan pengeluaran konsumtif. Program ini membuktikan bahwa penggunaan media celengan kreatif Submitted : 02-08-2025 | Reviewed : 25-08-2025 | Accepted : 30-09-2025 Jendriadi1. Avel Aditya Ananta2. Maulida Eka Fitriani3. Hayatus Sofi4. Sofi Hidayatul janah5. Nita Tri Wahyuni6. Yuyun Setiasih7. Savira NuAouril Nazikha8. Novia Dita Ramadani9. Defa Oktaviani10. Deky Aziz Kurniawan11 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 348 Ae 352 mampu mendorong terbentuknya budaya menabung dan hidup hemat sejak dini, yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di masa depan. Kata kunci: media celengan kreatif, hidup hemat, edukasi keuangan, gemar menabung, anak-anak, remaja. A 2025 Author Creative Commons Attribution 4. 0 International License Pendahuluan Kemampuan dalam mengelola keuangan secara bijak merupakan keterampilan penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Salah satu unsur utama dalam manajemen keuangan adalah kebiasaan Kebiasaan ini tidak hanya berdampak positif terhadap kondisi finansial individu, tetapi juga turut memperkuat stabilitas ekonomi masyarakat secara lebih luas . Menanamkan kebiasaan menabung sejak dini membantu anak memahami pentingnya perencanaan keuangan, pengelolaan risiko, serta membentuk kedisiplinan dalam menggunakan sumber daya yang terbatas . Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pembentukan kesadaran finansial sejak dini, digunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pendekatan ini menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi hasil . Tim pelaksana memulai kegiatan dengan observasi dan wawancara untuk mengetahui tingkat literasi keuangan masyarakat sasaran, khususnya anak-anak dan remaja. Hasil identifikasi tersebut menjadi dasar penyusunan materi edukasi keuangan yang relevan, seperti praktik menabung, permainan interaktif seputar pemasukan dan pengeluaran, serta pelatihan membuat celengan dari bahan daur ulang. Program dilaksanakan di SD Negeri Bumirejo dan kelompok remaja di Desa Bumirejo. Kabupaten Magelang. Jawa Tengah. Mitra kegiatan ini terdiri atas 48 siswa sekolah dasar dan 15 remaja karang Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar siswa belum memiliki kebiasaan menabung secara rutin dan cenderung menggunakan uang saku untuk kebutuhan konsumtif harian seperti jajanan. Selain itu, kurangnya edukasi dari lingkungan keluarga maupun sekolah mengenai pentingnya menabung menyebabkan rendahnya kesadaran anakanak dalam mengelola uang secara bijak. Permasalahan dilaksanakannya kegiatan edukasi keuangan melalui media yang kreatif dan menarik. Pelaksanaan program dilakukan melalui kegiatan edukatif dan partisipatif berupa sosialisasi, pelatihan, serta praktik langsung pembuatan Aucelengan kreatifAy dari bahan bekas. Setiap peserta diberi lembar kegiatan dan kuis sebagai evaluasi formatif untuk mengukur pemahaman. Evaluasi akhir dilakukan dengan refleksi bersama antara peserta, guru, dan orang tua guna melihat sejauh mana perubahan perilaku menabung mulai terbentuk. Strategi ini mengacu pada prinsip community-based learning, yaitu pembelajaran yang disesuaikan dengan konteks sosial masyarakat . Secara nasional, tingkat literasi keuangan di Indonesia masih tergolong rendah, khususnya pada kelompok usia muda. Survei literasi keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2022 menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai 49,68%, yang menandakan masih banyak individu belum memahami pengelolaan keuangan secara benar (OJK, 2. Oleh karena itu, edukasi dan habituasi menabung sejak usia dini menjadi langkah strategis Program AuGemar MenabungAy di Desa Bumirejo ini dirancang untuk membangun budaya menabung di kalangan anak-anak dan remaja melalui media celengan kreatif yang dikombinasikan dengan kegiatan pembiasaan hidup hemat . Program ini mengintegrasikan aspek edukasi, praktik langsung, dan pendampingan agar peserta memahami manfaat menabung dan menjadikannya bagian dari kebiasaan sehari-hari . Rumusan masalah dalam kegiatan ini adalah: . bagaimana profil dan permasalahan mitra terkait kebiasaan menabung di Desa Bumirejo, dan . bagaimana implementasi media celengan kreatif dapat menjadi sarana edukasi dan habituasi hidup hemat bagi anak-anak. Tujuan kegiatan ini adalah untuk: . meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa serta remaja dalam menabung melalui kegiatan edukatif yang menarik, dan . menumbuhkan kebiasaan hidup hemat sebagai dasar pembentukan perilaku finansial yang bertanggung jawab sejak dini. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menumbuhkan Submitted : 02-08-2025 | Reviewed : 25-08-2025 | Accepted : 30-09-2025 Jendriadi1. Avel Aditya Ananta2. Maulida Eka Fitriani3. Hayatus Sofi4. Sofi Hidayatul janah5. Nita Tri Wahyuni6. Yuyun Setiasih7. Savira NuAouril Nazikha8. Novia Dita Ramadani9. Defa Oktaviani10. Deky Aziz Kurniawan11 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 348 Ae 352 literasi keuangan anak-anak di Desa Bumirejo serta menjadi model yang dapat diadaptasi di wilayah Metode Pengabdian Masyarakat Kegiatan sosialisasi program Gemar Menabung yang digagas oleh Tim KKN Universitas Tidar dilaksanakan secara langsung kepada siswa di SD Negeri Bumirejo 2. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini bersifat edukatif-partisipatif, yang tidak hanya menyampaikan informasi secara satu arah, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif para siswa selama kegiatan berlangsung . Tim pelaksana yang terdiri dari mahasiswa lintas jurusan dari Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik, bekerja sama dalam menyusun materi yang sesuai dengan tingkat pemahaman anak-anak usia sekolah dasar agar mudah dicerna dan menarik. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu dimulai dengan penyampaian informasi secara interaktif menggunakan media visual, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang bertujuan untuk menguji pemahaman siswa sekaligus membuka ruang dialog dua arah, serta ditutup dengan pemberian cinderamata edukatif berupa celengan hasil karya mahasiswa. Celengan ini dimaksudkan sebagai alat bantu praktik menabung di rumah. Strategi ini terbukti efektif dalam menanamkan pemahaman konsep menabung serta membentuk kebiasaan finansial positif sejak dini . Kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan karena melibatkan partisipasi aktif siswa. Dalam prosesnya, anak-anak tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat secara langsung melalui permainan edukatif yang berkaitan dengan tema menabung. Misalnya, siswa diajak untuk mensimulasikan kegiatan jual beli sederhana menggunakan uang mainan, kemudian hasilnya disimpan ke dalam celengan yang mereka hias sendiri. Pendekatan ini membuat siswa lebih memahami nilai usaha, tanggung jawab, serta manfaat menabung dengan cara yang kontekstual dan mudah diterima oleh usia mereka. Selain itu, kegiatan ini turut memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan orang tua. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang menghadirkan inovasi pembelajaran, sementara guru memberikan pendampingan agar kegiatan tetap sesuai dengan karakteristik anak. Orang tua pun dilibatkan untuk melanjutkan pembiasaan di rumah dengan memantau penggunaan celengan dan memberikan apresiasi atas konsistensi anak dalam menabung. Sinergi antara ketiga pihak ini menjadi faktor penting dalam keberhasilan program, karena pembentukan kebiasaan positif pada anak tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan berkelanjutan dari lingkungan keluarga Hasil dan Pembahasan Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi Gemar Menabung dilakukan oleh Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar pada 10 Januari 2025 di SD Negeri Bumirejo 2. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, dimulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Gambar 1. Koordinasi dengan Kepsek Pada tahap perencanaan. Tim KKN terlebih dahulu melakukan survei lapangan dan menjalin koordinasi dengan pihak sekolah, termasuk Kepala Sekolah dan guru kelas. Koordinasi ini bertujuan untuk menyepakati waktu, tempat, serta bentuk kegiatan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Tahapan awal ini menjadi dasar penting untuk lancar dan memberikan manfaat optimal bagi siswa. 1 Tahap Pelaksanaan Sosialisasi dilaksanakan pada pukul 09. 30Ae11. WIB dengan peserta sebanyak 20 siswa dari kelas i dan IV. Kegiatan dibagi menjadi tiga sesi, yaitu: Pemaparan materi tentang pentingnya menabung, manfaat, serta langkah-langkah sederhana menabung dari uang saku harian. Sesi interaktif dan evaluasi pemahaman melalui kuis dan tanya jawab. Pembagian cinderamata berupa celengan hasil kreasi dan stiker profesi sebagai simbol pembelajaran menabung dan cita-cita. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif menggunakan media salindia . yang berisi ilustrasi menarik dan contoh konkret sesuai dunia Bahasa yang digunakan sederhana dan mudah dipahami sehingga siswa antusias selama kegiatan 2 Data Hasil Evaluasi Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi AuGemar MenabungAy, dilakukan pretest dan post-test sederhana yang terdiri dari 5 Submitted : 02-08-2025 | Reviewed : 25-08-2025 | Accepted : 30-09-2025 Jendriadi1. Avel Aditya Ananta2. Maulida Eka Fitriani3. Hayatus Sofi4. Sofi Hidayatul janah5. Nita Tri Wahyuni6. Yuyun Setiasih7. Savira NuAouril Nazikha8. Novia Dita Ramadani9. Defa Oktaviani10. Deky Aziz Kurniawan11 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 348 Ae 352 pertanyaan pilihan ganda mengenai konsep menabung, manfaatnya, serta contoh penerapan sehari-hari. Hasil evaluasi disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Pre-Test dan Post-Test Pemahaman Konsep Menabung . = . Katageri Pemaham Kriteria Skor Tinggi . Menguasai Memahami Sebagai Konsep Kurang Sedang . Rendah Total Jumlah Siswa Sebelum Sosialisasi 3 siswa Persenta Persen Jumlah Siswa Setelah Sosialisasi 14 siswa 8 siswa 5 siswa 9 siswa 1 siswa 20 siswa 20 siswa dini . Secara keseluruhan, hasil evaluasi dan pengamatan lapangan menunjukkan bahwa sosialisasi gemar menabung berhasil meningkatkan kesadaran siswa dalam mengelola uang saku serta menumbuhkan motivasi untuk menabung secara konsisten. Dari data di atas terlihat adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa. Sebelum kegiatan sosialisasi, hanya 15% siswa yang memiliki pemahaman tinggi tentang kebiasaan menabung, sedangkan setelah kegiatan meningkat menjadi 70% Sementara itu, jumlah siswa dengan pemahaman rendah menurun drastis dari 45% menjadi 5%. Hasil ini menunjukkan bahwa metode penyampaian interaktif yang dipadukan dengan permainan dan kuis sederhana efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep menabung pada siswa sekolah Pendekatan komunikatif dan partisipatif mampu menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan positif pada anak, terutama dalam konteks pendidikan karakter ekonomi sejak dini . 3 Analisis dan Refleksi Selain peningkatan kognitif, kegiatan juga memberikan dampak afektif positif. Berdasarkan pengamatan lapangan, sekitar 90% siswa menunjukkan antusias tinggi selama kegiatan berlangsung, terlihat dari keaktifan menjawab pertanyaan dan ekspresi gembira saat menerima Sesi pembagian cinderamata berupa celengan dan stiker profesi menjadi penutup yang bermakna. Celengan berfungsi sebagai simbol nyata dari hasil pembelajaran, sedangkan stiker profesi membantu memperluas wawasan anak tentang cita-cita dan pentingnya menabung untuk mewujudkannya. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menanamkan kebiasaan menabung, tetapi juga menguatkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian finansial sejak Gambar 2. Pembagian Cinderamata Ucapan Terimakasih