Ekono Insentif | ISSN . : 1907-0640 | ISSN . : 2654-7163 DOI: https://doi. org/10. 36787/jei. | Vol. 16 | No. 2 | Halaman 130-137 Oktober 2022 PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA DENGAN DIMEDIASI PERILAKU CYBERLOAFING Novi Fitria Hermiati1 Universitas Pelita Bangsa novi_fitria@pelitabangsa. Army Cahya Putra Rustamaji2 Universitas Pelita Bangsa armycahya09@pelitabangsa. Maria Rabiatul Hariroh3 Universitas Pelita Bangsa fiqihmaria@pelitabangsa. Abstrak Pendidikan menuju era 5. 0 tidak disertai dengan perubahan kepribadian yang mengganggu proses pembelajaran dan perkembangan. Sangat penting bagi pendidik untuk menyelesaikan semua tugas yang mereka selesaikan menggunakan dan menggunakan digitalisasi. Proses pembelajaran yang baik tidak hanya didasarkan pada faktor teknis semata. Namun juga harus berjalan seiring dengan status guru sebagai pendidik yang baik. Jangan sampai siswa belajar, guru tergilagila main HP. Anda dapat berbicara banyak tentang revolusi industri, tetapi jika Anda tidak meningkatkan karakter Anda, sulit untuk mencapai proses pembelajaran yang Guru di era digital dituntut untuk inovatif dan kreatif, dan dalam perkembangan dunia yang mengglobal, sejumlah sekolah negeri dan swasta telah memfasilitasi guru dengan menyediakan akses internet. Namun, kebebasan akses internet juga menjadi isu baru ketika guru menggunakan fasilitas internet di luar kebutuhannya sendiri dalam proses belajar mengajar, yang akan menyia-nyiakan waktu kerja produktif guru dan akan berdampak pada kinerja dan produktivitas dalam bekerja. Ini disebut cyberloafing. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan apakah disiplin kerja mempengaruhi kinerja melalui perilaku cyber-talking. Subjek penelitian adalah 150 guru sekolah dasar. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah probabilistic random sampling. Metode pengumpulan data dengan kuesioner dan survei literatur. Analisis data dengan teknik deskriptif dan analitis Inferensi menggunakan alat analisis Partial Least Squares (PLS). Nilai R^2 sebesar 0,632 atau 6,32% untuk variabel Kinerja Tuturan termasuk dalam kategori sedang, sedangkan nilai R^2 sebesar 0,635 atau 6,35% untuk variabel Kinerja Pendidik tergolong AusedangAy. Ay, nilai AVE >0,50. Dengan demikian, diperoleh hasil bahwa evaluasi pengukuran dengan model pengukuran rata-rata memiliki nilai yang baik, dengan nilai cronbach alpha di atas 0,60 dan reliabilitas keseluruhan di atas 0,70. Kata Kunci: Tenaga pendidik, kinerja, disiplin, cyberloafing Abstrak Education towards the 5. 0 era is not accompanied by changes in character, it will disrupt the learning and development process. It is absolute that educators must Ekono Insentif - 130 Novi Fitria Hermiati. Army Cahya Putra Rustamaji. Maria Rabiatul Hariroh carry out all the tasks they carry out by use digitization and leverage it. A good learning process is not based solely on technical factors. But it also has to come with the teacher's status as a good educator. Do not let students study, teachers are absorbed in playing HP. When we talk a lot about the industrial revolution, but do not improve our personality, it will be difficult to achieve a good learning process. Teachers in the digital age must be able to innovate and create, and in the development of a globalized world, a number of public and private schools have facilitated teachers by provide internet access. However, the freedom to access the internet also becomes a new issue when teachers use internet facilities beyond their own needs in the process of instructing and learning, which will waste their effective working time. teachers and will have the effect of reducing efficiency and productivity. This is called cyberloafing. This study aimed to demonstrate whether work discipline affects performance through cyber-talking behaviour. The subjects of the study were 150 primary school teachers. The sampling technique used in this study is probabilistic random sampling. data method collection by questionnaire and literature review. Descriptive and inferential analytical techniques using partial least squares (PLS) analysis were employed for data analysis. The result of the R^2 value for the AuTalking BehaviorAy variable is 0. 632 or 6. 32%, which is included in the AumoderateAy category while the R^2 value for the Educator Performance variable is 635 or 6. 35%, also classified as "moderate". AVE value > 0. Thus, the obtained results show that the measurement evaluation has good value through the measurement model extracted from the mean variable. Cronbach's alpha greater 60 and combined confidence greater than 0. Keywords: Educators, performance, discipline, cyberloafing PENDAHULUAN Digitalisasi pada dunia pendidikan adalah sesuatu yang tidak bisa ditolak, karena bisa meningkatkan mutu anak Hal ini, tengah dimatangkan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi guna memaksimalkan belajar anak di tiap Sejumlah dukungan terus mengalir, untuk penerapan digitalisasi. Bahkan. Dinas Pendidikan Bekasi terus memantapkan penerapan digitalisasi ke tiap guru di tiap sekolah. Dengan digitalisasi teknologi akan ada banyak Pertama, anak didik akan disuguhi dengan visual. Guru di era digital dituntut untuk perkembangan dunia yang mengglobal, sejumlah sekolah negeri dan swasta menyediakan akses internet. Namun, kebebasan mengakses internet juga menggunakan fasilitas internet di luar kebutuhannya sendiri dalam proses belajar mengajar, yang akan menyianyiakan waktu kerja guru yang efektif dan akan berdampak pada penurunan efisiensi dan produktivitas. Ini disebut Cyberloafing atau biasa dikenal dengan cyberlacing adalah Salah satu praktik kerja yang menyimpang adalah seseorang untuk mengakses internet dan mengirim email selama jam kerja untuk tujuan yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. Namun, keberadaan fasilitas internet bagi karyawan seringkali internet di luar pekerjaan. Adanya fasilitas yang disediakan perusahaan untuk mendukung kerja internet dapat menyebabkan penyalahgunaan oleh Ekono Insentif - 131 PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA DENGAN DIMEDIASI PERILAKU CYBERLOAFING sehingga mengganggu kinerja karyawan, ujar Blanchard & Henle. bertujuan untuk mendeskripsikan peran disiplin kerja terhadap kinerja pendidik melalui perilaku menular Online. KAJIAN LITERATUR Kinerja Menurut Koopmans, dkk . kinerja karyawan merupakan kebiasaan atau perilaku yang berhubungan dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh Kinerja adalah hasil yang dicapai seseorang dalam menjalankan pekerjaannya, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, sesuai dengan tujuan dipercayakan oleh organisasi tersebut. Cyberloafing Menurut Henle dan Blanchard . , tindakan berbagi informasi jaringan itu sendiri meliputi berbagi informasi jaringan yang serius dan berbagi informasi jaringan kecil. Microphishing adalah tindakan mengelabui jaringan untuk menggunakan Internet, seperti Mengirim & mendapat email pribadi, game online, pesan instan, dan sebagainya, sedangkan jaringan bodoh yang serius menggunakan Internet untuk hal-hal serius. sebagai perjudian online atau pembukaan yang dilarang. situs porno. Disiplin Kerja Menurut Sulistyo dan Wijayanto . , ketika mengemukakan Bahwa menghargai, menghargai, tunduk & patuh terhadap peraturan yg berlaku, dihindarkan sanksi atas pelanggaran tugas dan wewenang yang diberikan. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan penelitian kuantitatif deskriptif korelasi. Populasi dan sampel Populasi penelitian ini yaitu Tenaga Pendidik di Kota bekasi Pengambilan sampel berdasarkan rumus Pengambilan sampel tersebut dilakukan dengan sampel yamng diambil pada saat kuesioner dibagikan. Teknik analisis data Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan alat analisis partial least square (PLS). METODOLOGI Sumber : data primer diolah tahun 2021 (H. : Disiplin kerja berpengaruh positif terhadap Prilaku Cyberloafing (H. : Prilaku Cyberloafing dampak positif pada kinerja Tenaga. (H. : Disiplin kerja berdampak positif terhadap kinerja Tenaga. (H. : Disiplin kerja memediasi kecurangan pada kinerja tenaga HASIL DAN DISKUSI pemeriksaan validitas Convergent validity Validitas konvergensi, korelasi antara skor indeks reflektansi dan skor variabel berikutnya. Efek konvergensi Ukuran reflektifitas Tinggi bila Ekono Insentif - 132 Novi Fitria Hermiati. Army Cahya Putra Rustamaji. Maria Rabiatul Hariroh 0,70 menggunakan struktur yg ingin Anda Namun, dalam tahap awal penelitian, nilai beban eksternal 0,60 dianggap cukup. (Haryono, 2. Gambar 1 hasil uji outer model 1 dinyatakan valid sehingga memenuhi nilai konvergen. Untuk lebih jelas melihat hasil validasi konvergensi dengan parameter nilai beban eksternal pada struktur Perilaku Cyberloafing pada Tabel 2 Tabel 2 Nilai muatan eksternal dari konsep p Prilaku Cyberloafing Indikator Outer Loading Keterang Sumber :Data primer diproses pada Dari hasil analisis pada Gambar 1 terlihat bahwa dengan 15 indikator yang termasuk dalam semua variabel, maka 13 indikator memiliki nilai lebih besar dari 0,70 dan ada 2 indikator yang lebih kecil dari 0,70. Untuk dapat melihat lebih jelas nilai beban eksternal. Data merek pada Tabel Tabel 1 Nilai beban eksternal konsep disiplin kerja Indikator Outer Loading Keterangan Valid Valid Y . 0,799 Valid 0,843 Valid Valid Sumber :Data primer diproses pada tahun Dari data yang diolah smartpls di atas terlihat bahwa sebagian besar indikator variabel Prilaku Cyberloafing pada penelitian ini memiliki nilai external load lebih besar dari 0,60. Semua dinyatakan valid sehingga memenuhi nilai konvergen. Untuk melihat lebih jelas hasil uji validitas menyatu dengan nilai beban eksternal dari parameter-parameter pada struktur Kinerja Pendidik. Valid Valid 0,797 Valid tabel 3 Nilai Outer Loading Konstruk Kinerja Tenaga Pendidik. Indikator Outer Keterangan 0,732 Valid Loading Valid Dari hasil pengolahan data oleh SmartPLs di atas terlihat bahwa sebagian besar indikator variabel disiplin kerja pada penelitian ini memiliki nilai beban eksternal lebih besar dari 0,60. Semua indikator komitmen organisasi Valid Valid 0,738 Valid 0,439 Tidak valid Tidak Valid Sumber: data perimer diolah 2022 Ekono Insentif - 133 PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA DENGAN DIMEDIASI PERILAKU CYBERLOAFING Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan SmartPLs di atas terlihat bahwa sebagian besar indikator variabel Kinerja Pendidik Pada penelitian ini, nilai beban eksternal lebih besar dari 0,60. Ada 2 variabel kurang dari 0,60. Seluruh sedemikian rupa sehingga memenuhi nilai konvergen. Uji nilai diskriminan Nilai diskriminan adalah nilai cross-load yang digunakan untuk mengetahui bahwa konsep setiap konstruk berbeda dengan yang lain, yaitu dengan menggunakan metode crossvalidation, struktur prediktif mengungguli nilai konstruk lainnya. Struktur nilai cross-load per build wajib lebih akbar berdasarkan 0,5. Evaluasi contoh eksternal atau contoh pengukuran dilakukan buat mengevaluasi validitas & tabel 4 nilai cross loading Sumber: data perimer diolah 2022 Dari Tabel 4 di atas, nilai penetrasi tiap bangunan lebih besar dari 0,5. Dan kita dapat melihat bahwa struktur letant memprediksi ukuran blok lebih baik daripada ukuran blok lainnya. Meja penelitian ini yang menjelaskan variabel let dan menunjukkan bahwa entri valid dan 2 variabel dinyatakan tidak valid. Average Varian Extracted (AVE) Analisis model pengukuran AVE dapat struktur dengan korelasi antara struktur lain dalam model. Theo (Ghozali, 2. Nilai variasi rata-rata yang diekstraksi harus lebih besar dari 0,50. Tabel 5 Nilai variasi rata-rata yang diekstrak (AVE) Rata-rata Varians Diekstrak (AVE) Disiplin kerja Prilaku Cyberloafing Kinerja Tenaga Pendidik Sumber :Data primer diproses pada tahun Dari data di atas. Tabel 5 menunjukkan bahwa semua konstruk memiliki AVE > 0,50. Dengan demikian, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penilaian ukuran memiliki nilai yang baik melalui model pengukuran. Mean Variant Extraction dan berarti bahwa 2 konstruk memenuhi kriteria validitas diskriminan dan 1 variabel tidak memenuhi kriteria nilai pembeda. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur kuesioner sebagai indeks suatu variabel atau konstruk. Pengukuran reliabilitas struktur pada SEM-PLS dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu dengan nilai ekspektasi Cronbach's Alpha > 0,60 untuk semua konstruk sedangkan untuk reliabilitas composite confidence memiliki nilai > 0,70. Hasil nilai reliabilitas alpha Ekono Insentif - 134 Novi Fitria Hermiati. Army Cahya Putra Rustamaji. Maria Rabiatul Hariroh dan agregat Cronbach dapat dilihat pada Tabel 6 Keandalan Komposit CronbachAo Reliabilita s alpha struktural dapat dilihat dari proporsi varian hal ini dijelaskan dengan melihat nilai R-squared untuk variabel laten endogen. tabel 7 Nilai R-Square Disiplin Prilaku Cyberloafin Kinerja Tenaga Pendidik Sumber :Data primer diproses pada Berdasarkan hasil pengolahan data SmartPLS 3. 3 pada Tabel 4. menunjukkan bahwa semua variabel memiliki nilai Cronbach's alpha lebih besar dari 0,60 dan nilai reliabilitas keseluruhan lebih besar dari 0,70. Dapat disimpulkan bahwa semua struktur yang diuji memiliki keandalan yang baik sesuai dengan batas minimum diperlukan dan dapat dikatakan bahwa menurut hasil pengujian setiap kriteria dari setiap variabel dinyatakan reliabel, akurat, konsisten dan layak untuk mengukur Analisa Model struktural . odel Model menggunakan R squared untuk struktur dependen, effect size . untuk melihat pengaruh variabel variabel endogen. Q-Test StoneGeisser square untuk memprediksi kecocokan, uji tingkat kepentingan koefisien struktur dari parameter jalur. Evaluasi R-squared (R^. model Sumber :Data primer diproses pada Berdasarkan data yang disajikan pada Tabel 4. 9, nilai R^2 untuk variabel tersebut Electronic Talking Behavior sebesar 0,632 atau 6,32% AusedangAy R^2 memberikan variabel Kinerja Pendidik sebesar 0,635 atau 6,35%. diklasifikasikan sebagai "moderat". Nilai Adjusted R-squared . arena AuPerilaku BerbicaraAy sebesar 0,619 atau 61,9 pada variabel Kinerja Pendidik sebesar 0,627 atau 62,7%. METODE ANALISIS DATA Analisis regresi linear berganda Regresi linier berganda merupakan model regresi yang melibatkan lebih dari satu variabel bebas. Analisis regresi nomor linier diambil untuk menentukan arah dan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali. Berikut model setelah dilakukan uji signifikan dengan boostraping yang ditunjukkan pada Gambar 2 gambar 2 hasil bootstrapping Ekono Insentif - 135 PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA DENGAN DIMEDIASI PERILAKU CYBERLOAFING Uji Hipotesi dilakukan uji hipotesis untuk dapat menguji hubungan antara variabel bebas dari variabel laten dependen. Pengujian hipotesis dapat dilihat melalui bootstrap. Proses bootstrap menggunakan seluruh sampel asli untuk resampling. nilai signifikansi yang digunakan . ua sis. t-value adalah 1,65 sumber: Data Primer diolah 2022 Hipotesis pertama adalah pengaruh disiplin kerja (X) terhadap pencurian cyber (Z). Nilai p lebih kecil dari 0,00 yaitu disiplin kerja (X) berpengaruh positif dan bermakna terhadap perilaku cyberbullying (Z) dengan nilai p 0,000 dengan t-statistik kurang dari 1,96 yaitu 2,40, jadi Artinya ada pengaruh yang signifikan antara disiplin kerja dengan perilaku cyberloafing. Hipotesis kedua adalah pengaruh disiplin kerja (X) terhadap kinerja tenaga pendidik (Y). Nilai p lebih kecil dari 0,02 yaitu disiplin kerja (X) berpengaruh berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tenaga kependidikan (Y) dengan p-value 0,000 dengan t-statistic lebih kecil dari 1,96 yaitu 1,07 yang artinya ada pengaruh yang signifikan antara hukum kerja dengan kinerja tenaga pendidik. Hipotesis ketiga adalah pengaruh perilaku berbagi informasi jaringan (Z) terhadap efisiensi energi (Y). P value kurang dari 0,00 Perilaku berbicara jaringan (Z) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tenaga kependidikan (Y) dengan p-value 0,000 dengan t-statistik lebih kecil dari 1,96 yaitu 1,07 yang artinya ada pengaruh Ketenagakerjaan dengan kinerja perilaku cyberloafing dengan perilaku guru Hipotesis keempat adalah disiplin kerja (X) untuk pencemaran nama baik online (Z) dan kinerja tenaga kerja (Y). nilai p kurang dari 0,00 Disiplin kerja (X) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Auperilaku berbicaraAy (Z) dan efisiensi energi (Y) dengan nilai p 0,000 dan t-statistik kurang dari 1,96 yaitu 8,28, jadi ini artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara perilaku berbagi informasi jaringan (Z) dengan efisiensi energi (Y). PENUTUP KESIMPULAN Disiplin kerja berpengaruh jelas terhadap viral behavior online. Disiplin Pengaruh kerja kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Penyadapan online efek signifikan pada kinerja pendidik. Disiplin penggunaan jaringan & kinerja energi kerja. Daftar Pustaka