Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index SOSIALISASI PENTINGNYA MINAT BACA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS LITERASI MASYARAKAT DESA Sisca Octarina1*). Laila Hanum2. Fitri Maya Puspita1. Indrawati1. Evi Yuliza1. Putra BJ Bangun1 1Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya 2Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya Jalan Raya Palembang Prabumulih KM 32 Indralaya 30662 Sumatera Selatan Korespondensi: sisca_octarina@unsri. Artikel history : Received Revised Published : 20 Maret 2024 : 28 April 2024 : 30 April 2024 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. ABSTRAK Tingkat kesadaran akan pentingnya membaca di Indonesia khususnya daerah pedesaan dinilai masih cukup rendah. Hal ini disebabkan karena masyarakat desa belum memahami pentingnya dan manfaat membaca. Seiring perkembangan zaman, masyarakat bahkan anak-anak lebih menyukai penggunaan gadget untuk hiburan, mendengar sambil menonton, dan kegiatan hiburan lainnya. Tujuan kegiatan ini adalah menumbuhkan pentingnya minat baca masyarakat desa sehingga dapat berpikir lebih kritis, mampu menganalisis masalah, serta meningkatkan kualitas literasi di desa. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah presentasi, diskusi dan tanya jawab, dan simulasi. Tim kegiatan pengabdian memberikan presentasi tentang manfaatnya membaca, penjelasan sumber-sumber bacaan, dan teknik meningkatkan minat Selanjutnya dibuka sesi diskusi antara tim kegiatan pengabdian dan peserta untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman peserta. Hasil kegiatan ini yaitu menyarankan anak-anak maupun siswa-siswa untuk melakukan kegiatan 15 menit membaca buku non pelajaran sebelum pelajaran dimulai. Program ini diadakan untuk menumbuhkan minat baca siswa dan meningkatkan kemampuan membaca. Kegiatan ini menemukan cara baru dari gerakan literasi untuk meningkatkan minat baca yaitu pengadaan buku-buku bacaan di sekolah yang harus diperbaharui sesuai dengan perkembangan zaman, pendidik yang berinovasi, peningkatan kompetensi pendidik, dan menambah koleksi buku di perpustakaan. Pemanfaatan pojok baca untuk meningkatkan minat baca perlu didukung oleh semua pihak. Dari hasil analisis disimpulkan bahwa dampak gerakan literasi dapat meningkatkan minat baca dan hasil kegiatan ini dapat direkomendasikan untuk gerakan literasi sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa. Kata Kunci: Buku. Literasi. Masyarakat Desa. Membaca. Pengabdian. ABSTRACT The awareness of the importance of reading in Indonesia, especially in rural areas, still needs to improve. Rural communities need to understand the importance and benefits of reading. Along with the times, people and even children prefer to use gadgets for entertainment, listening while watching, and other entertainment activities. This activity aimed to enhance the importance of reading interest in rural communities, foster critical thinking and analytical abilities, and improve literacy within the village. The methods employed in this activity included presentations, discussions, question-and-answer sessions, and simulations. The service activity team delivered a presentation on the benefits of reading, an explanation of Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index reading sources, and techniques to enhance interest in reading. Furthermore, a discussion session was held between the service activity team and participants to ascertain the extent of their understanding. The outcome of this activity was to advise children and students to engage in 15 minutes of non-lesson reading before the commencement of the lesson. This program was implemented to foster students' interest in reading and improve their reading skills. This activity identified new avenues for promoting interest in reading, including the procurement of reading books in schools that must be updated according to the times, educators who innovate, increasing educators' competence, and expanding the library collection. Utilizing the reading corner to increase interest in reading, it needs to be supported by all parties. The results of the analysis indicate that the literacy movement's impact can increase interest in reading. Therefore, the results of this activity can be recommended for the school literacy movement to improve students' interest in reading. Keywords: Books. Literacy. Village Community. Reading. Service. PENDAHULUAN Saat ini, terdapat kesulitan dalam mengembangkan minat baca di tengah zaman digital yang sedang berlangsung. Minat terhadap membaca dianggap semakin berkurang (Rahmawati et al. , 2. Penurunan minat membaca di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak, diduga disebabkan oleh kurangnya motivasi dan kurangnya akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas (Detri et al. , 2. Terlebih walaupun ada cukup bahan bacaan yang tersedia, biasanya bahan bacaan tersebut sudah usang dan belum diperbaharui. Masalah ini berhubungan terbalik dengan kemajuan informasi. Namun, perkembangan informasi terus berkembang dengan kecepatan dan sejauh yang tak terbatas. Kita pasti akan melewatkan banyak informasi jika kita tidak mengakses media sosial hanya dalam waktu singkat. Terlebih lagi jika seseorang tidak mengakses media sosial selama berhari-hari. Sebenarnya, membaca mempunyai banyak manfaat. Banyak hal yang didapat bila rajin membaca, misalnya, kosakata bertambah, mampu menulis dengan baik dan benar, menambah wawasan dan pengetahuan, dan lain sebagainya (Rahmawati, 2. Mengisi waktu dengan membaca buku adalah cara untuk membuka wawasan dalam kehidupan. Buku memiliki peranan krusial dalam kehidupan setiap individu. Buku mengenalkan anak-anak pada dunia imajinasi, memberikan informasi tentang dunia sekitar, meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berkomunikasi (Yuliana, 2. Peran penting buku dalam kehidupan tidak bisa dianggap remeh karena buku tidak hanya berfungsi untuk mengembangkan pengetahuan, tetapi juga berperan sebagai jembatan untuk terhubung dengan lingkungan sekitar. Tidak mengherankan jika saat ini buku dianggap sebagai salah satu kebutuhan penting dalam hidup manusia karena memiliki pengaruh yang besar dan memberikan dampak positif. Buku memberikan pengajaran tentang kehidupan, mengajarkan mengenai rintangan, kasih sayang, ketakutan, dan segala hal kecil yang menjadi bagian dari kehidupan (Rosalina et , 2. Buku telah ada selama bertahun-tahun lamanya dan mengandung informasi mengenai sejarah, kemajuan peradaban, serta kehidupan budaya (Maribbay, 2. Berbicara mengenai pentingnya buku, tak bisa dipisahkan dari peranan yang sangat penting dari kebiasaan membaca. Jika kita tidak memiliki niat untuk membuka dan membaca buku, maka buku itu tidak akan dapat mengajarkan pengetahuan kepada kita. Menanamkan kebiasaan membaca sejak masa kecil memiliki kepentingan yang signifikan. Apabila anak-anak diajarkan kebiasaan membaca sejak usia muda, mereka tidak akan pernah mengalami kebosanan atau kehilangan semangat. Hal yang lebih signifikan, mereka tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk merasakan emosi negatif manapun. Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki pemahaman tentang pentingnya membaca cenderung Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index memiliki perilaku dan pemikiran yang lebih baik dalam kegiatan sekolah mereka (Alroy & SaAodiyah, 2021. Anugrah et al. , 2022. Apriani et al. , 2023. Reynaldi & Halim, 2. Selain itu, kemampuan komunikasi mereka juga terjaga dengan baik karena mereka memiliki kosa kata yang beragam (Elizabeth et al. , 2. Upaya sosialisasi ini bertujuan menggerakkan semua elemen masyarakat agar dapat maju bersama sebagai langkah awal. Program ini dilakukan berdasarkan keadaan sosial dimana masyarakat memiliki beragam pekerjaan atau aktivitas, seperti petani, pedagang. Pegawai Negeri Sipil. Tentara Nasional Indonesia. Kepolisian Republik Indonesia, guru, dan berbagai profesi lainnya. Dengan berbagai jenis pekerjaan yang dilakukan, menunjukkan betapa sibuknya mereka, sehingga hampir tidak ada waktu luang yang tersisa untuk hal lain. Inilah yang mendorong tim kegiatan pengabdian untuk mengungkapkan ide dan pemikiran tentang berkurangnya kegiatan membaca dan menulis dalam masyarakat karena pengaruh tuntutan pekerjaan atau profesi yang harus dipenuhi. Tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa orang tetap menyempatkan waktu untuk membaca dan menulis meskipun sibuk. Namun, mayoritas penduduk menghabiskan waktu mereka menggunakan ponsel pintar untuk mengakses aplikasi, media sosial, dan sejenisnya. Sebenarnya, kita masih memiliki banyak sisa waktu yang Dalam kegiatan ini akan dijelaskan beberapa aspek terkait usaha meningkatkan budaya membaca dan minat literasi di desa. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Surabaya Kecamatan Banding Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Sebelumnya desa ini juga telah mendapat kegiatan pembinaan seperti kegiatan peningkatan kualitas pelayanan dalam bidang informasi yang ditujukan untuk pembentukan struktur perangkat desa (Puspita et al. , 2. Tim telah mempelajari permasalahan lain pada desa ini. Terdapat fenomena kurangnya minat dan budaya membaca di masyarakat, sehingga mendorong beberapa kelompok masyarakat berpartisipasi dalam aktivitas sosial dan swadaya untuk mengatasi masalah rendahnya minat baca di Kampung Literasi berfungsi sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa peduli masyarakat di Desa Surabaya terhadap minat baca dan mengembangkan individu yang berbudaya baca. Usaha pioneer yang dilakukan adalah melalui gerakan kecil membaca selama 15 menit setiap hari. Diharapkan bahwa kegiatan ini akan bermanfaat dengan menghasilkan pemikir-pemikir yang hebat, menjadikan desa sebagai wadah orang yang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, meningkatkan kemampuan masyarakat desa untuk membaca dan memahami konsep secara visual, dan membantu masyarakat desa meningkatkan kualitas penggunaan waktu yang lebih bermanfaat. METODE KEGIATAN Kegiatan pengabdian pada masyarakat desa ini dilaksanakan pada tanggal 28-30 Oktober 2022. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Balai Desa Surabaya Kecamatan Banding Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Objek dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat dan anak-anak usia Sekolah Dasar yang ada di Desa Surabaya. Jumlah peserta yang terlibat adalah 60 orang yang terdiri dari anak-anak Sekolah Dasar, orang tua siswa, dan beberapa masyarakat umum. Beberapa bentuk kegiatan diberikan dalam kegiatan pengabdian ini, seperti presentasi, diskusi, tanya jawab, dan simulasi. Kegiatan ini menggunakan pendekatan persuasif-edukatif untuk pelatihan dan penyuluhan. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan minat baca masyarakat di Desa Surabaya Kecamatan Banding Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman. Kegiatan diawali dengan presentasi berupa manfaat membaca bagi masyarakat dan anak-anak oleh tim pelaksana. Tim pelaksana memberikan materi yang disajikan dalam bentuk slide, maupun penyampaian materi secara langsung kepada peserta. Diskusi memungkinkan peserta untuk mendapatkan bantuan langsung saat penyuluhan dilakukan. Selain diskusi, juga diberikan sesi tanya jawab. Peserta Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index boleh bertanya kepada pemateri jika ada hal-hal yang tidak dimengerti, kurang jelas, ataupun Sesi kegiatan terakhir adalah simulasi. Dengan menggunakan metode simulasi, penyuluhan ini memungkinkan peserta kegiatan untuk mempraktikkan apa yang sudah disampaikan secara langsung. Usaha ini sangat penting untuk mengetahui seberapa banyak pengetahuan dan ilmu yang diserap oleh masyarakat desa. Tim pelaksana juga telah memikirkan beberapa kegiatan tambahan untuk meningkatkan daya tarik peserta dalam mengikuti kegiatan sosialisasi. Beberapa kegiatan tambahan yang diberikan yaitu menggambar, mewarnai, dan kuis ranking 1. Kegiatan-kegiatan ini akan diselipkan di setiap sesi sosialisasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan sosialisasi dilaksanakan oleh tim pelaksana kegiatan pengabdian yang terdiri dari beberapa dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sriwijaya dan beberapa mahasiswa FMIPA. Sedangkan yang menjadi target kegiatan ini adalah masyarakat desa khususnya anak-anak usia sekolah di Desa Surabaya. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh ketua pelaksana, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi pentingnya minat baca untuk meningkatkan kualitas literasi di Balai Desa Surabaya Kecamatan Banding Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Kegiatan pengabdian ini akan menjadi langkah perintis dalam merangsang semua lapisan masyarakat agar dapat maju bersama melalui gerakan kecil sigap dan rajin membaca. Gerakan kecil yang direkomendasikan yaitu menyisihkan waktu 15 menit dari waktu penuh setiap harinya untuk Sasaran kegiatan ini adalah anak-anak usia sekolah dan masyarakat umum di Desa Surabaya. Tahap pertama kegiatan dimulai dengan sosialiasi pentingnya membaca bagi anak-anak dan masyarakat, bagaimana cara menumbuhkan minat baca, dan bagaimana cara mendapatkan sumber bacaan bermutu dengan harga murah bahkan gratis. Selanjutnya tim pelaksana kegiatan juga mengadakan lomba-lomba seperti lomba merangkai rak untuk memisahkan jenis-jenis buku yang berbeda, lomba melukis, mewarnai,dan lomba ranking 1 agar menumbuhkan ketertarikan anak-anak untuk membaca di era digital. Kegiatan ini dilakukan dengan harapan anak-anak dapat atau suka membaca karena sebelum bermain ponsel dan lainnya, buku merupakan sarana pemberi ilmu dan pengetahuan dan diharapkan anak-anak ini kelak menjadi pemikir-pemikir hebat. Buku-buku disediakan di lemari. Sebelum buku disimpan, buku-buku itu dipilih dan dikelompokkan sesuai jenis bukunya. Pojok literasi didirikan yang harapan dapat menjadi wadah orang-orang yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik dan nyatanya anak-anak di Desa Surabaya Kecamatan Banding Agung ini memiliki kemampuan komunikasi dan merespon yang baik. Hal ini terlihat dari pendekatan yang dilakukan oleh dosen FMIPA dan mahasiswa FMIPA. Tidak hanya itu orang tua juga mendukung dan mendampingi anak-anaknya untuk belajar yang lebih banyak lagi sebagai pendamping bekal ke sekolah juga. Tim pelaksana kegiatan FMIPA juga mengajarkan banyak hal mulai dari berperilaku yang baik dan tenang ketika ada yang berbicara dan juga memberi wawasan mengenai manfaat membaca dan mencari sumber bacaan. Di sela kegiatan, juga diadakan kegiatan mewarnai dan pemberian door prize kepada peserta. Kegiatan yang dilakukan tidak hanya penyampaian materi sosialisasi saja, tetapi di akhir acara juga diadakan sesi diskusi antara pemateri dan peserta. Peserta boleh bertanya perihal materi sosialisasi yang kurang dimengerti, sharing pengalaman membaca selama ini, maupun diskusi tentang topik terkini yang dihadapi masyarakat. Gambaran kegiatan yang dilakukan disajikan pada Gambar 1 - Gambar 5. Gambar 1 menunjukkan foto bersama tim pelaksana kegiatan dan Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index peserta kegiatan. Gambar 2 Ae Gambar 5 memperlihatkan foto beberapa kegiatan yang Gambar 1. Foto bersama Tim Pelaksana Kegiatan Pengabdian dan Peserta Kegiatan Pengabdian di Desa Surabaya Kecamatan Banding Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Gambar 2. Tim Pelaksana Melakukan Pendekatan dan Paparan Kegiatan di Hadapan Peserta Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index Gambar 3. Pemaparan Materi Pentingnya Minat Baca kepada Peserta Kegiatan Pengabdian Gambar 4. Pemberian Hadiah bagi Peserta Terbaik dan Pemenang Kuis Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index Gambar 5. Acara Tambahan yaitu Kegiatan Menggambar dan Mewarnai KESIMPULAN DAN SARAN Membaca dianggap sebagai hobi dan keterampilan yang sangat berharga. Efek positif dari membaca dapat bertahan lama hingga ke sekolah, universitas, dan kehidupan kerja. Orangorang sukses, meskipun sangat sibuk, cenderung meluangkan waktu yang cukup untuk membaca literatur yang sangat menginspirasi dan informatif. Manfaat membaca sudah cukup Ada beberapa cara untuk menumbuhkan kebiasaan membaca anak-anak diantaranya bacakan buku untuk anak-anak, hadiahkan buku baru sesering mungkin, kurangi waktu menonton televisi dan internet yang tidak produktif, buatlah ruang prestasi, buatlah waktu membaca menjadi menyenangkan, biarkan anak-anak bergabung dengan klub membaca, adakan kegiatan read-a-thon, pahami preferensi anak, buatlah ruang khusus untuk membaca, dan perkenalkan buku-buku dengan tingkat kerumitan yang lebih tinggi. Anak-anak dapat memulai dengan meluangkan waktu 15 hingga 20 menit sehari untuk membaca buku pilihan. Ketika anak-anak menjadi terbiasa dalam kegiatan ini, mereka akan belajar untuk lebih Hal ini akan meningkatkan kemampuan bahasa dan menjadikan mereka pembicara yang baik. Anak-anak akan bertemu dengan karakter fiksi yang akan sangat mempengaruhi pandangan dunia mereka. Buku akan mengajarkan anak-anak berpikir kritis, penalaran, etika, tanggung jawab, dan pemecahan masalah. Saran yang dapat diberikan adalah lebih sering melakukan kegiatan serupa sehingga minat baca anak-anak dapat terus bertahan dan meningkat. DAFTAR PUSTAKA