Dinamika Kehidupan Gong Kebyar Ditinjau dari Perspektif Paradigma Budaya Dinamika Kehidupan Gong Kebyar Ditinjau dari Perspektif Paradigma Budaya Pande Made Sukerta, 2Indra Gunara Rochyat, 3Muhammad Fauzi Program Studi Desain Komunikasi Visual. Fakultas Desain dan Industri Kreatif (FDIK). Univesitas Esa Unggul Jakarta Email: pande. made@esaunggul. id1, indragunara@esaunggul. id2, azie. f@esaunggul. ABSTRACT This study aims to explain the survival and development of the Gong Kebyar Gamelan ensemble within Bali. Gong Kebyar is one of the most developed gamelan ensembles in Bali. Formally, there are two types of Gong Kebyar: North Balinese and South Balinese. Musically, there are four styles: Buleleng-style Gong Kebyar. Tabanan-style Gong Kebyar. Badung-style Gong Kebyar, and Gianyar-style Gong Kebyar, each of which has developed within its respective cultural regions. The growth and development of the Gong Kebyar ensemble is determined by the environment and dynamics of its society, an interesting factor to study from the perspective of cultural paradigms related to form, function, and meaning. Data were collected through observation, interviews, and literature review, and analyzed in accordance with the research objectives. The results of this study indicate that the reality of Gong Kebyar today tends toward uniformity, a process that contributes to the survival and development of Gong Kebyar in Bali. Keywords: Gong Kebyar. Cultural Paradigm. Uniformity, and Society ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa barungan gamelan gong kebyar hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Gong kebyar merupakan salah satu jenis barungan gamelan yang paling berkembang di Bali. Dari segi bentuk gamelan gong kebyar ada dua, yaitu bentuk gamelan gong kebyar Bali Utara dan gong kebyar Bali Selatan, sedangkan secara musikal terdapat empat gaya, yaitu gong kebyar gaya Buleleng, gong kebyar gaya Tabanan, gong kebyar gaya Badung, dan gong kebyar gaya Gianyar yang berkembang di wilayah budayanya masing-masing. Pertumbuhan dan perkembangan barungan gamelan gong kebyar, ditentukan oleh lingkungan dan dinamika masyarakatnya salah satu faktor menarik untuk dikaji dari perspektif paradigma budaya yang terkait dengan bentuk, fungsi, dan makna. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi pustaka, dan dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas kehidupan gong kebyar sekarang cendrung mengarah keseragaman yang merupakan proses untuk mewujudkan kehidupan dan perkembangan gong kebyar di Bali. Kata kunci: Gong Kebyar. Paradigma Budaya. Keseragaman, dan Masyarakat Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Pande Made Sukerta. Indra Gundara Rochyat. Muhammad Fauzi PENDAHULUAN masyarakat, artinya identitas masyarakat Paradigma budaya sebagai model atau pandangan hidup serta sistem nilainya dalam Aupisau analitisAy untuk Aumembedah, mengkaji, persepsi untuk melihat dan menanggapi dan menjelaskanAy fenomena budaya. Untuk dunia luarnya, dalam pola serta sikap hidup itu ketajaman pandangan teoritis konseptual yang diwujudkan dalam tingkah laku sehari- merupakan kunci agar rahasia di balik hari, serta gaya hidup yang mewarnai peri gejala yang bersifat empiris dapat dijadikan kehidupannya (Poespowardojo, 1993, hlm. sebagai fakta budaya. Sistem itu dibangun tercermin dalam orientasi yang menunjukkan komponen-komponen Dalam kehidupan dan perkembangannya, utama yang saling berhubungan, yaitu data kebudayaan selalu mengalami perubahan . enomena buday. , empiris, pendekatan sesuai dengan dinamika masyarakatnya yang . , bersifat kekinian. Perubahan budaya adalah . eori perubahan yang terjadi sebagai akibat dari Fenomena berbagai AukejadianAy atau proses pada suatu bangsa, dalam hal ini terkait pula berbagai nilai merupakan mahluk sosial yang diwariskan lain, dalam rangka teori yang berbeda-beda dari satu generasi kegenerasi berikutnya untuk menjelaskan perubahan tesebut (Bagus, yang didalamnya termasuk perilaku yang 1997, hlm. Kebudayaan akan berkembang memiliki makna dalam kehidupan sosial. apabila ada keseimbangan antara challenge Wujudnya antara lain produk daya cipta dan response. Kalau challenge terlalu besar, seni sebagai ekspresi nilai-nilai dan gagasan- sedangkan kemampuan untuk response terlalu gagasan kehidupan, dan sistem nilai budaya. kecil, maka kebudayaan itu akan terdesak. Fenomena merupakan realitas budaya yang Sebaliknya challenge terlalu kecil, kreativitas dapat diamati dengan pancaindra, sehingga masyarakat tidak tumbuh (Poespowardojo, dibutuhkan kepekaan kultural. 1993, hlm. Edi Sedyawati . alam Bagus. Salah 1997, hlm. mengungkapkan bahwa unsur- adalah Aukeseluruhan hasil pemikiran manusia unsur kebudayaan yang dianggap sebagai . aik berwujud pengertian, pola tingkah laku, penentu identitas budaya, atau dianggap juga maupun benda hasil karya manusi. yang sebagai pendorong bagi terbentuk, bertahan, diterima sebagai milik bersama dalam suatu maupun berubahnya kebudayaan. masyarakatAy . alam Bagus, 1997, hlm. Kebudayaan Dikatakan juga bahwa kebudayaan adalah berkembang ditengah-tengah masyarakatnya, sebagai suatu usaha dan hasil usaha manusia masing-masing dan masyarakat untuk mencukupi segala bentuknya berupa nilai-nilai maupun nilai- kebutuhan serta hasratnya dalam memperbaiki nilai dasar yang diyakini oleh masyarakat nasib hidupnya. Kebudayaan pada hakikatnya Dengan adanya nilai-nilai merupakan manifestasi kepribadian suatu budaya yang berbeda-beda dimasing-masing Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Dinamika Kehidupan Gong Kebyar Ditinjau dari Perspektif Paradigma Budaya daerah, maka muncullah identitas budaya yang memberikan kebahagiaan lahir yang merupakan sebagai inti budaya. Inti dan batin, selaras, seimbang, dan serasi, budaya yang berupa nilai dan barungan nilai- nilai dasar adalah suatu gagasan pemikiran adalah seluruh masyarakat Indonesia yang terintegrasi menjadi pengarah bagi dengan tidak memandang mayoritas- perilaku manusia dalam masyarakat yang minoritas, desa-kota. Dengan demikian bersangkutan . alam Bagus, 1997, hlm. Paradigma kekuatan/daya pengali/multiplier. Oleh karena itu, bagaimana dasarnya, dan tujuannya dalam mencermati suatu fenomena budaya yang menjadi daya dukung yang menjamin terjadi dalam masyarakat. Apabila paradigma pembangunan berkelanjutan. budaya yang merupakan cara berpikir ini Berdasarkan diaplikasikan dalam pembangunan yang kosmologinya pada hubungan keserasihan berbudaya yang didalamnya telah terkandung dan keseimbangan yang berpokok pada manusia sebagai subjek dan dalam prosesnya untuk AumenjadiAy tidak tergeser jati dirinya menyangkut masalah dasar pembangunan dan dengan cara apa pembangunan itu mempersepsikan manusia yang utuh sebagai satu kesatuan lahir dan batin (Pusat Penelitian pembangunan itu. Untuk lebih jelas paradigma Universitas Udayana, 1992, hlm. budaya dalam kontek pembangunan yang Dengan paparan paradigma budaya yang diaplikasikan dalam pembangunan berbudaya, maka pemikirannya harus dipilah- pilah secara rinci beberapa pemilahan pikiran tersebut di antaranya sebagai berikut. didalamnya terkandung makna dan fungsi Cara pandang bagaimana seharusnya pembangunan itu memberikan makna Bentuk dan fungsi merupakan wujud luar kepada masyarakat, sehingga dapat dari fenomena budaya, sedangkan makna merupakan suatu wujud yang terdapat dalam Indonesia sebagai suatu bangsa. Pembangunan diri manusianya sendiri. Suatu fenomena budaya yang wujudnya berbagai bentuk, itu tidak lain tujuan pembangunan selalu mempunyai makna yang diberikan oleh yang bersasaran manusia Indonesia masyarakat pendukungnya, sehingga makna yang seutuhnya secara menyeluruh. dari suatu fenomena budaya terletak dalam Seutuhnya adalah suatu wujud yang masyarakatnya sendiri. memperlihatkan hasil pembangunan Pendekatan . e-) (-a. Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Pande Made Sukerta. Indra Gundara Rochyat. Muhammad Fauzi yang mengacu pada Auparadigma budayaAy Kedudukan barungan gamelan dalam upacara yang mempunyai bingkai cara pandang, tidak sebagai pelengkap, tetapi merupakan dasar, dan tujuan. Ketiga bingkai tersebut unsur atau komponen yang harus ada. Hal ini akan melahirkan tiga konsep yang masing- sesuai dengan konsep pancagita yang artinya masing saling berkaitan, yaitu bentuk, fungsi, lima suara, yaitu suara mantra, genta, kidung, dan makna. Dalam pandangannya, aspek gamelan, dan kentongan . Selain bentuk menyoroti dan membatasi AuapaAy itu fungsi barungan gamelan gong kebyar . yang ingin diketahui. Aspek fungsi dipandang sangat luwes, artinya barungan merupakan hasil kerja yang teratur, terurut, gamelan tersebut dapat digunakan dalam dan terpadu yang mengacu pada AubagaimanaAy semua jenis upacara, sehingga barungan . Aspek . digunakan untuk menemukan kebenaran Selain itu barungan gamelan gong secara empirik dan rasional yang terkait guna kebyar dapat digunakan untuk menyajikan dan demi kehidupan manusia, sehingga ilmu gending-gending dari jenis barungan gamelan tidak bebas nilai. Dalam hal ini bentuk, fungsi, lainnya, antara lain jenis gending-gending dan makna tidak dipahami secara harafiah gong gede dan semar pagulingan saih lima karena pada dasarnya bentuk merupakan termasuk gending-gending pelegongan. identifikasi masalah, fungsi adalah interaksi Dengan fungsi dan keluwesan gong yang terjadi dalam masalah yang diidentifikasi kebyar, berdampak pada terujudnya nilai yang dan makna tidak lain dampak yang muncul dapat menunjang kehidupan masyarakat. terhadap masyarakat atau manusia yang Seperti yang terjadi pada gamelan angklung menjadi subjek penelitian dari masalah yang di Jawa Barat yang memiliki banyak nilai diindentifikasi dan interaksi terjadi. ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, moral. Dengan paparan di atas, maka gong dan etika yang terkait dengan kreativitas dan kebyar sebagai salah satu jenis seni karawitan pengembangan karakter bangsa (Hermawan, . arungan gamela. dapat dijadikan sebagai Ada dua jenis gending gong kebyar, yaitu obyek dengan pendekatan paradigma budaya jenis gending petegak dan jenis gending tari, di dengan bingkai bentuk, fungsi, dan makna. mana secara garis besar masih menggunakan Gamelan gong kebyar merupakan salah satu struktur gending yang digunakan pada jenis jenis barungan gamelan yang paling subur gending dari barungan gamelan lain, yaitu kehidupan dan perkembangannya di Bali. bagian gending kawitan, pengawak, dan pekaad Kesuburan kehidupan dan perkembangan dengan persyaratan mungkus . ini, dapat dilihat dari jumlah barungan yang ditambah dengan fungsinya sebagai iringan ada di Bali. Hampir setiap banjar memiliki tari (Ardipal, 2015. Galingging et al. , 2. barungan gamelan gong kebyar. Kepemilikan Dengan keberadaan gong kebyar tersebut barungan gamelan dimasing-masing banjar yang merupakan dinamika kehidupannya sebagai alasan untuk menulis obyek penelitian dalam hal pelaksanaan upacara dan hiburan. Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Dinamika Kehidupan Gong Kebyar Ditinjau dari Perspektif Paradigma Budaya METODE Penelitian ini merupakan jenis penelitian Selain itu data penelitian diperoleh dari hasil kualitatif dengan pendekatan interdisiplin. kegiatan kelompok yang berbentuk kegiatan Pendekatan ini mengkaji dan menganalis sarasehan seperti kegiatan sangkepan seniman- yang terkait dengan perspektif budaya. Untuk menentukan informan digunakan Dalam penelitian kualitatif posisi sumber konsep Spradley . 7, hlm. dan Bernard data manusia . Peneliti dan . 4, hlm. yang prinsipnya menghendaki narasumber memiliki posisi yang sama, dan informan itu harus paham terhadap budaya yang dibutuhkan . alam Endraswara, 2006, tanggapan, tetapi bisa lebih memilih arah Sumber data yang lain diperoleh dan selera dalam penyajian informasi yang dari pustaka yang berasal dari berbagai (Sutopo, 2002, hlm. Analisis tempat, yaitu Perpustakaan Gedung Kertya, dilakukan untuk menggambarkan fakta-fakta Puri Kawanan di Singaraja. Musium Bali. Pusat yang dapat memberikan pandangan yang Dokumentasi (Pusdo. Propinsi Bali. Dinas lebih mendalam dan menyeluruh mengenai Kebudayaan permasalahan yang akan dibahas (Sedyawati. Fakultas 2004, hlm. Perpustakaan ISI Surakarta. Bappeda Propinsi Data Propinsi Sastra Bali. Perpustakaan Universitas Udayana. Bali, dan Pemerintah Daerah Tingkat II observasi, wawancara, studi pustaka, dan Kabupaten Buleleng. Bentuk dari sumber data selanjutnya dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian ini buku atau majalah di antaranya Data yang diperoleh dari kegiatan majalah Bhawanagara dan Surya Kanta. observasi dengan cara peneliti terlibat langsung sebagai partisipan . articipant observatio. artinya menjadi bagian dari kelompok yang HASIL DAN PEMBAHASAN Selain itu, peneliti juga mengamati Gong Kebyar Ditinjau dari Bentuk. Fungsi, kegiatan-kegiatan Makna dari persiapan sampai pergelarannya di Gong kebyar adalah salah satu barungan antaranya pergelaran dalam bentuk festival/ gamelan Bali yang terdiri atas berbagai jenis mibarung baik di tingkat kabupaten maupun dan bentuk tungguhan yang dibuat dari kayu, propinsi, seperti Pesta Kesenian Bali (PKB) bambu, prunggu, kulit, dan kawat yang maupun pergelaran mandiri . idak mebarun. menggunakan laras pelog lima nada . i Bali Pengamatan disebut pelog atut lim. Barungan gamelan menjalin hubungan baik dengan informan gong kebyar menggunakan dua puluh jenis (Endraswara, 2006, hlm. Wawancara barangan/riyong, kendang, penyacah, jublag. Wayan Beratha jegogan, ugal . , pemade, kantil, kajar, dipilih berdasarkan kepakarannya dengan ceng-ceng gecek, ceng-ceng kopyak, kenong. Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Pande Made Sukerta. Indra Gundara Rochyat. Muhammad Fauzi suling, rebab, gong, kempul, bebende, kenong, dan kempli. Masing-masing jenis gangsa . iying, pemade, dan kanti. menggunakan sepuluh bilah yang dipukul oleh seorang dengan menggunakan satu panggul . lat pemukul instrume. Dalam kehidupannya, dalam hal perubahan bentuk, penambahan penggunaan jenis tungguhan yang disebabkan oleh perkembangan bentuk repertoar yang disajikan dalam barungan gamelan gong Gambar 1. Tungguhan Gangsa Gong Kebyar Bali Selatan Dok. Pande Made Sukerta Menurut Wayan Beratha . mpu/ seniman karawitan Bal. , gamelan gong kebyar dilihat dari segi bentuknya di Bali ada dua, yaitu bentuk gamelan gong kebyar Bali Utara dan bentuk gamelan gong kebyar Bali Selatan. Ditinjau dari musikalnya secara garis besar gong kebyar terdapat empat gaya, yaitu gong kebyar gaya Buleleng, gong kebyar gaya Tabanan, gong kebyar gaya Badung, dan gong kebyar gaya Gianyar yang masing-masing gaya Gambar 2. Tungguhan Gangsa Gong Kebyar Bali Utara Dok. Pande Made Sukerta hidup dan berkembang di wilayah budayanya masing-masing. Munculnya gaya dalam Gong Bentuk Bilah Kebyar, dampak dari penggunaan garap dalam Bentuk bilah yang digunakan dalam jenis menyajikan sebuah karya. awancara, tahun tungguhan gangsa . iying/ugal, pemade, dan Hal ini juga disampaikan oleh para kanti. adalah bentuk bilah tundun klipes yang empu/seniman lainnya, yaitu di antaranya dipasang dengan cara dipacek. Suara yang bapak I Wayan Begeg . dan bapak dihasilkan dari bentuk bilah belahan penjalin Putu Sumiasa . awancara, tahun dan dipasang dengan cara dipacek akan dapat menimbulkan suara yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan menggunakan bentuk bilah kalor/usuk yang dipasang dengan cara Bentuk Gong kebyar dilihat dari aspek bentuk digantung seperti jenis tungguhan gangsa dapat diamati dari segi bentuk bilah, bentuk yang digunakan pada gamelan gong kebyar Bali Selatan. jenis-jenis digunakan, dan teba wilayah nada. Dampak suara gangsa yang lebih pendek akan dapat menimbulkan ombak yang lebih Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Dinamika Kehidupan Gong Kebyar Ditinjau dari Perspektif Paradigma Budaya . , pemade, kantil, kajar, ceng-ceng gecek, ceng-ceng kopyak, kenong, suling, rebab, gong, kempul, bebende, kenong, dan Teba Wilayah Nada Teba wilayah nada dari dua jenis tungguhan, yaitu tungguhan trompong dan Gambar 3. Bentuk Bilah Usuk Pada Tungguhan Gangsa Gong Kebyar Bali Selatan Dok. Pande Made Sukerta riyong/barangan barungan gamelan gong kebyar Bali Utara lebih rendah satu angkep atau gembyang riyong/barangan digunakan dalam gamelan gong kebyar Bali Selatan. Dampak tingginya nada kedua jenis Gambar 4. Bentuk Bilah Tundun Klipes Pada Tungguhan Gangsa Gong Kebyar Bali Utara Dok. Pande Made Sukerta tungguhan tersebut, suara gamelan gong kebyar Bali Utara dirasakan lebih rendah. Fungsi Fungsi gong kebyar dilihat dari segi paradigma budaya dapat diamati dalam hal pendek, maka dari itu ombak suara gamelan fungsi sosial. Gong Kkbyar pada umumnya gong kebyar Bali Utara dibuat lebih cepat. dapat berfungsi ganda. Kegandaan fungsi Dampak pendeknya ombak yang ditimbulkan gong kebyar dapat dibagi menjadi dua, yaitu fungsi dalam sajian kesenian dan fungsi gending yang temponya relatif lebih cepat. Bentuk Tungguhan Fungsi gong kebyar dalam sajian kesenian adalah sebagai berikut. Gong kebyar dapat mengganti atau Bentuk tungguhan yang digunakan dalam menyajikan gending-gending dari jenis gong kebyar terdapat perbedaan dengan barungan gamelan lainnya misalnya jenis barungan gamelan lainnya terutama dalam jenis tungguhan gangsa yang terdiri atas tungguhan giying, pemade, dan kantil. geguntangan, semar pegulingan saih Perbedaannya terletak pada penggunaan lima . , dan bebarongan. bilah, yaitu sebanyak sepuluh bilah. Gong Jenis-jenis Tungguhan khusus yang berbeda dengan gong Barungan gending-gending . Meskipun terdapat perbedaan menggunakan dua puluh jenis tungguhan, yaitu tungguhan trompong, barangan/riyong, tetapi ada beberapa jenis tungguhan kendang, penyacah, jublag, jegogan, ugal yang sama. Jenis-jenis tungguhan yang Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Pande Made Sukerta. Indra Gundara Rochyat. Muhammad Fauzi tidak dimiliki oleh barungan gamelan gending palegongan disajikan dalam gong kebyar, yaitu tungguhan gangsa jenis barungan gamelan semar pegulingan jongkok . angsa jongkok penunggal, saih lima. Secara sepintas kedua jenis Dalam barungan gamelan tersebut mempunyai menyajikan gending-gending gong gede kesamaan antara lain masing-masing pada barungan gamelan gong kebyar, menggunakan laras pelog lima . ima jenis tungguhan gangsa jongkok diganti nad. , menggunakan jenis tungguhan dengan tungguhan gangsa yang terdiri ceng-ceng, giying/ugal, kendang, suling, rebab, jublag, jegog, pemade, dan kantil, sedangkan jenis kenong, dan gong. Dalam menyajikan tungguhan yang sama yang dimiliki oleh gending palegongan ada beberapa jenis kedua jenis barungan gamelan tersebut tungguhan yang tidak digunakan dalam tungguhan ceng-ceng kopyak, bebende, gong kebyar, yaitu jenis tungguhan dan kempli, sedangkan tungguhan yang kempul, kempli, riyong, dan trompong. lain adalah sama yang dimiliki oleh Jenis tungguhan riyong/barangan yang kedua jenis barungan gamelan tersebut, digunakan dalam barungan gamelan penyacah, trompong, riyong/barangan, kendang, ceng-ceng gecek, kempul, dan pengganti trompong. Gong kebyar digunakan untuk menyajikan jenis gending bebarongan Barungan gamelan gong kebyar permasalahannya sama dengan gong gending-gending kebyar digunakan untuk menyajikan pengarjaan yang seharusnya disajikan gending-gending palegongan hanya saja pada jenis barungan gamelan pengarjaan gending-gending menggunakan kendang tunggal . atu Barungan jenis kendan. Selain fungsi tersebut ini sebagian besar tungguhan yang di atas, gong kebyar digunakan untuk menggarap ritme menggunakan jenis menyajikan gending tari dari jenis lain, yaitu seperti jenis kesenian drama oleh tungguhan tawa-tawa, gong pulu. Gong, dan primbon . Kedua rebana, kendang, dan ceng-ceng ricik. jenis kesenian tersebut tidak memiliki Satu-satunya pembawa gending dalam barungan gamelan yang khusus. Dari segi fungsi sosialnya gong kebyar tungguhan suling, yaitu jenis suling titir digunakan untuk keperluan hiburan dan suling kekebyaran. dan sebagai sarana Upacara Panca Gong Yadnya, yaitu lima jenis upacara suci gending-gending dalam agama Hindu yang bertujuan palegongan, yang seharusnya gendingJurnal Panggung V35/N4/12/2025 Dinamika Kehidupan Gong Kebyar Ditinjau dari Perspektif Paradigma Budaya keharmonisan dalam kehidupan. Kelima dan perkembangan terakhir digunakan yadnya tersebut adalah Dewa Yadnya. Pitra Yadnya. Rsi Yadnya. Manusa Yadnya, gending-gending dan Bhuta Yadnya. Upacara Dewa Yadnya Fungsi sosial gong kebyar adalah merupakan bentuk persembahan suci untuk keperluan hiburan . kepada Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang baik skunder maupun primer dan segala Hyang Widhi Was. dan manifestasinya, yaitu para dewa. Pitra Yadnya merupakan gong kebyar dalam upacara digunakan persembahan suci kepada leluhur dan untuk memberikan suasana religius orang tua. Rsi Yadnya salah satu bentuk sesuai dengan jenis upacaranya dengan persembahan suci dalam Agama Hindu yang ditujukan kepada para rsi . rang petegak . Selain itu juga suci, guru, pendeta, pinandita, dan digunakan untuk mengiringi tari baik sulinggi. sebagai wujud rasa syukur tari wali, bebali maupun tari balih-balihan. Tari wali adalah jenis tarian sakral yang spiritual yang telah mereka berikan. dipentaskan dalam upacara keagamaan Manusa Yadnya merupakan upacara Hindu di pura. Tarian ini dianggap memiliki kekuatan magis dan berfungsi . Fungsi gending-gending kepada manusia untuk memelihara, membersihkan, dan menyucikan diri menghormati dewa-dewi dan meminta berkah yang hanya dipentaskan di area Upacara terdalam pura (Jeroa. dan tidak boleh bertujuan untuk memohon keselamatan. Tari bebali adalah jenis tarian Bali yang hidup, baik secara lahir maupun batin. berfungsi ganda, yaitu sebagai tarian Bhuta Yadnya merupakan persembahan upacara . dan juga sebagai tarian hiburan . emi-sakra. yang biasanya kekuatan alam yang disebut Bhuta dipentaskan di halaman tengah pura Kala . aba tenga. pada saat upacara-upacara alam, menetralisir energi negatif, dan tertentu atau acara penting lainnya. memohon perlindungan dari gangguan Tari balih-balihan adalah jenis tarian Bali Bhuta Kala, serta memohon agar kekuatan yang berfungsi untuk hiburan yang negatif tersebut dapat bermanfaat bagi dipentaskan di luar lingkungan pura. kehidupan manusia Jenis tarian ini tidak terikat dengan Jenis-jenis upacara keagamaan. lainnya, fungsinya tidak seluwes gong Mencermati fungsi jenis barungan kebyar, misalnya gong gede hanya gamelan gong kebyar dalam masyarakat, digunakan untuk Upacara Dewa Yadnya maka dapat disimak tujuannya adalah Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Pande Made Sukerta. Indra Gundara Rochyat. Muhammad Fauzi manusia, sehingga dapat membentuk formula musikal yang dapat disusun secara manusia seutuhnya secara menyeluruh. terbatas (Sedyawati, 1995/1996, hlm. Nilai Seutuhnya adalah suatu wujud yang seni dilihat pada dua aspeknya, yaitu: hakikat memperlihatkan hasil pembangunan karya seniAy dan hakikat berkarya seni. Hakekat yang memberikan kebahagiaan lahir karya seni bagi orang Bali adalah perwujudan dari taksu, yaitu karisma yang diperoleh dari Dengan demikian maka budaya kekuatan adi-kodrati, sedangkan hakekat kekuatan/daya berkarya seni adalah mekarya, atau juga yang memberikan pengali . disebut juga ngayah atau ngaturang ayah, yaitu Oleh karena itu, budaya harus diboboti berbuat, atau khususnya berkaya seni, sesuai sehingga menjadi daya dukung yang dengan tuntutan tempat, waktu, dan situasi menjamin pembangunan berkelanjutan (Sedyawati, 1995/1996, hlm. (Pusat Penelitian Universitas Udayana, 1992, hlm. Bicara didalamnya terdapat nilai-nilai, sangat terkait Makna dengan lokal genius. Lokal genius mempunyai Dalam kedudukan yang sentral, karena merupakan kebyar terdapat nilai-nilai kehidupan yang kekuatan yang mampu bertahan terhadap unsur-unsur yang datang dari luar dan yang makna-makna. mampu pula berkembang untuk masa-masa Makna selau diberikan dan dipahami serta Hilangnya atau musnahnya lokal terletak pada masyarakatnya. Maka dari genius berarti pula memudarnya kepribadian itu, setiap wujud yang mempunyai suatu suatu masyarakat, sedangkan kuatnya lokal kandungan nilai selalu mengandung makna genius untuk bertahan dan berkembang Nilai yang mengandung makna menunjukkan pula kepribadian masyarakat. barungan gamelan gong kebyar dapat diamati Hubungan dan pergaulan dengan masyarakat dari beberapa aspek, yaitu dari aspek fisik, ungkapan seniman, dan karyanya . epertoar proses akulturasi, di mana masing-masing simbol-simbol Kandungan nilai suatu karya musik menerima pengaruh. Suatu proses akulturasi adalah nilai interinsik dan nilai sampiran. Nilai instrinsik adalah nilai musikal, sedangkan kebudayaan asing berarti memusnahkan lokal nilai sampirannya ada pada unsur-unsur genius sebagai pencermin identitas budaya penyertanya, seperti libretto, gerak ilustratif, masyarakat setempat. Sebaliknya akulturasi atau dramatisasi. Nilai musikal yang inti dari suatu karya musik terletak pada unsur- masyarakat mampu menyerap unsur-unsur unsurnya, seperti. sumber bunyi, kualitas kebudayaan asing justru untuk memperkokoh budaya setempat berarti menambah daya Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Dinamika Kehidupan Gong Kebyar Ditinjau dari Perspektif Paradigma Budaya tahan serta mengembangkan identitas budaya dalam satu jenis tungguhan misalnya sistem masyarakat setempat (Poespowardojo, 1993, ngumbang-ngisep, sedangkan perbedaan yang diwujudkan oleh Kandungan nilai yang terdapat dalam pesu-mulih, lanang-wadon, seluruh jenis tungguhan yang digunakan misalnya mewujudkan garap galak-manis, pesu-mulih, nada, dan warna suara/ bunyi . , keseimbangan, tingkatan, jengah dan ngilis dalam satu barungan gamelan. Nilai Kebersamaan . Ngumbang-ngisep Nilai kebersamaan dapat dilihat dari dua sudut, yaitu pada penataan jenis tungguhan dan jenis tungguhan yang digunakan. Pada Istilah ngumbang-ngisep mempunyai dua pengertian, yaitu sebagai berikut. Pertama, ngumbang-ngisep penataan jenis tungguhan dapat dikatakan digunakan untuk menunjukkan pada suara selalu masing-masing penabuh . dua nada yang sama dengan sedikit perbedaan posisinya berhadap-hadapan yang sangat frekuensi nada . inggi renda. Nada yang lebih rendah disebut dengan ngumbang, sedangkan nada yang lebih tinggi disebut hadapan penabuh satu dengan yang lain Kedua nada yang sama dan mempunyai adalah untuk dapat mengadakan interaksi sedikit perbedaan frekuensi tersebut kalau antara tabuh satu dengan yang lain dapat dipukul bersama akan menimbulkan ombak. mewujudkan kekompakan sajian gending. Ngumbang-ngisep terdapat pada tungguhan yang menggunakan bilah baik yang dibuat perpindahan bagian gending berikutnya, dari perunggu maupun bambu. Dampak volume keras atau lirih dan selesainya suatu ngumbang-ngisep ini akan dapat memperkeras sajian gending. Dalam satu barungan gamelan suara gamelannya. Tujuan aba-aba selalu ada seorang penabuh sebagai pemimpin Kedua, istilah ngumbang-ngisep juga yang memberikan aba-aba kepada penabuh digunakan untuk menunjukkan permainan yang lain. volume sajian karawitan . Volume Nilai Perbedaan (Rwa Bhined. Nilai perbedaan atau kemungkinan besar dapat disejajarkan dengan nilai rwa bhineda. Penggarapan volume ini akan dapat Perbedaan ini terdapat dalam satu jenis tungguhan dan pada seluruh jenis tungguhan. Yang dimasukkan perbedaan dalam konteks Lanang wadon ini adalah sesuatu yang berbeda yang Istilah ini terdiri atas dua kata, yaitu berada dalam bingkai yang sama, dan pada dan wadon. Lanang akhirnya perbedaan tersebut akan menjadi laki, sedangkan wadon artinya perempuan. satu kesatuan yang dapat mewujudkan suatu Penggunaan istilah lanang wadon dalam Nilai perbedaan yang terdapat karawitan untuk menunjukkan tinggi rendah artinya laki- Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Pande Made Sukerta. Indra Gundara Rochyat. Muhammad Fauzi suara dalam satu jenis tungguhan. Jenis atau tempo yang ajeg, nada yang terletak pada kendang lanang suaranya relatif lebih tinggi, ketukan/sabetan ganjil mempunyai kesan pesu, sedangkan suara kendang wadon suaranya sedangkan nada yang letaknya pada sabetan relatif lebih rendah. Istilah lanang dan wadon genap mempunyai kesan mulih, sedangkan ini digunakan pada jenis tungguhan kendang sajian gending yang menggunakan ketukan dan gong. yang tidak ajeg kesan pesu-mulih terletak pada Galak-manis alur melodi . idak pada ketuka. , seperti Galak-manis adalah istilah yang berkaitan pada gending bentuk kebyar, pengrangrang/ dengan masalah keras lirih . dan gineman atau yang sejenis. Dalam menentukan cepat lambat . dalam suatu penyajian bentuk gending, kalimat lagu pesu-mulih yang Galak-manis merupakan kesatuan paling menentukannya, sedangkan tabuhan hasil penggarapan volume dan tempo dalam tungguhan struktural dengan kata lain hanya suatu gending. Misalnya dalam gending gesuri berfungsi menggaris bawahi daripada tekanan atau bajra danta. Dalam gending tersebut kalimat lagu. Salah satu contoh pesu-mulih terdapat bagian gending yang digarap pelan pada gending yang menggunakan tempo ajeg. dengan volume lirih, irama tanggung dengan volume tanggung, dan irama cepat dengan Keterangan volume yang keras. Fungsi galak manis adalah : tekanan ringan dapat memperjelas roso atau suasana gending o : tekanan berat yang disajikan. Pesu-mulih . adang-ulihan di Jaw. Nada Perbedaan nada yang terdapat pada Istilah pesu-mulih terdiri atas dua kata, karawitan Bali, terletak pada penggunaan yaitu pesu dan mulih. Pesu artinya ke luar jenis-jenis tungguhan struktural . ungguhan sedangkan mulih artinya pulang. Dalam kalangan pengrawit Bali, istilah pesu-mulih yang tabuhan atau pukulannya berfungsi di ini digunakan untuk menyebut kalimat lagu antaranya untuk menekankan bentuk gending suatu gending atau kalimat lagu dan letak seperti tungguhan kempul, gong, kempli. Pesu digunakan untuk menyebut kenong, kajar, bebende, klenang, gentorag, kalimat lagu yang mempunyai tekanan ringan gumanak, dan ceng-ceng . eng-ceng ricik, . idak seleh atau padang: di Jaw. dan mulih kekebyaran, dan ceng-ceng kopya. Sekitar digunakan untuk menyebut kalimat lagu tahun 1970-an jenis-jenis tungguhan tersebut yang mempunyai tekanan berat . eleh atau di atas nada atau bunyinya tidak sama ulihan: di Jaw. Istilah pesu-mulih ini juga dengan nada jenis tungguhan lainnya yang dapat digunakan untuk memberikan kesan digunakan dalam satu barung gamelan. Pada suatu nada yang letaknya pada ketukan atau perkembangan karawitan Bali sekarang, ada sabetan genap maupun ganjil khususnya pada kecendrungan nada dari jenis-jenis tungguhan gending yang menggunakan tempo yang ajeg. kempul, kajar, kempli, kenong, dan gong Pada gending yang menggunakan ketukan menggunakan salah satu nada yang digunakan Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 jenis-jenis Dinamika Kehidupan Gong Kebyar Ditinjau dari Perspektif Paradigma Budaya pada satu jenis tungguhan tertentu. Misalnya mengadakan interaksi antara penabuh satu nada gong . anang dan wado. menggunakan dengan lainnya, dan mempertimbangkan segi nada dang dan dung yang mengambil nada keindahan secara visual supaya lebih menarik. dari tungguhan jegogan. Dengan perubahan Nilai keseimbangan dapat dilihat dari segi penggunaan nada tersebut pada jenis-jenis penataan jenis gangsa dalam gong kebyar, tungguhan tersebut, maka terjadi pergeseran sebelah kanan dan kiri tungguhan ugal/giying nilai estetika. masing-masing terdapat dua tungguh pemade Warna Dalam satu barungan gamelan yang AubesarAy kebyar, gong gede menggunakan warna suara ngumbang ngisep dan pola tabuhan pemolos dan Nilai Tingkatan yang berbeda-beda yang ditimbulkan dari Dalam karawitan Bali nilai tingkatan jenis-jenis tungguhan. Jenis tungguhan gangsa terdapat di beberapa hal di antaranya, yaitu mempunyai warna yang berbeda dengan dalam hal patet/saih, tempo, dan volume. tungguhan riyong, ceng-ceng, kempul, gong. Dalam laras pelog dan slendro masing- dan jegogan. Perbedaan warna suara dari masing terdapat tiga tingkatan patet/saih, yaitu jenis-jenis tungguhan kemudian menyajikan pada laras pelog terdapat lima patet, yaitu suatu gending dengan fungsi tungguhan patet tembung, selisir, lebeng, baro, dan sunaren. masing-masing, maka akan menimbulkan Pada laras slendro terdapat tiga patet, yaitu: patet segara wera, sekar kemoning, dan patet asep Nilai Keseimbangan Tingkatan pada tempo, yaitu: tempo Dalam penataan jenis-jenis tungguhan cepat, sedang, dan pelan. Tingkatan pada dalam satu barung gamelan, nilai keseimbangan volume, yaitu: keras, sedang, dan lirih. Nilai Jengah Misalnya dalam penataan jenis-jenis tungguhan gong Perkembangan karawitan Bali, pada kebyar sebagai salah satu alternatif penataan umumnya di antaranya disebabkan adanya tungguhan, letak jenis tungguhan Gangsa nilai jengah. Jengah merupakan salah satu sifat dengan tungguhan riyong ditata berahadap- yang dimiliki oleh manusia yang didalamnya Pada deratan jenis tungguhan gangsa . iying, pemade, dan kanti. terdapat jenis mau kalah yang mempunyai nilai positif. tungguhan ketuk, kendang, rebab, dan suling. Nilai jengah ini dapat berwujud dalam hal sedangkan pada deretan jenis tungguhan musikal atau kualitas tabuhan dan dapat juga dilihat dari penggunaan sarana. Nilai kendang, penyacah, jublag, jegogan, gong, jengah dari penggunaan sarana di antaranya riyong/barangan Penataan sikap-sikap yang mempertimbangkan keseimbangan ini bentuknya mebarung, seperti yang terjadi di dengan harapan supaya suara gamelan dapat daerah Buleleng, sebelum mebarung dimulai, didengarkan secara merata, memudahkan biasanya salah satu anggota sekaha melihat Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Pande Made Sukerta. Indra Gundara Rochyat. Muhammad Fauzi persiapan musuhnya degan cara menyamar Suara gamelan yang manis biasanya untuk melihat persiapannya. Misalnya calon mengandung unsur wilayah nada yang Aumusuhnya menggunakan barungan gamelan yang polos . idak diuki. , bagaimana sekarang gamelan barungan gamelan lainnya. supaya dapat menandinginya dengan cara Misalnya wilayah suara gamelan semar gamelan yang akan digunakan harus diukir. Pegulingan relatif lebih tinggi daripada jumlah tungguhan pemade yang digunakan suara gamelan gong kebyar. oleh lawannya sebanyak empat tungguh, . Penggunaan jenis tungguhan yang lebih dari pihaknya supaya menggunakan lebih tinggi suaranya seperti dalam barungan dari empat tungguh, misalnya enam tungguh pemade supaya suara gamelan lebih keras. tungguhan gender wayang barangan. Dampak dari nilai jengah ini, hampir seluruh tungguhan kantil dalam gamelan gong jenis barungan gamelan di daerah Kabupaten Buleleng menggunakan enam tungguh pemade dalam gong kebyar Bali Utara, tungguhan dalam satu barung gamelan gong kebyar dan suling dalam semar pegulingan. Jenis kebanyakan diukir pelawah-nya. tungguhan ini akan lebih memaniskan Nilai Ngilis Ngilis artinya menonjol dalam hal ini penyacah/sunari yang dampaknya langsung pada sajian jelas didengarkan. Dalam gong kebyar ngilis ini dapat diaplikasikan dalam tabuhan, yaitu Penggunaan wilayah nada yang tinggi tabuhan pemolos dan penyandet. Perpaduan dalam gending atau suatu melodi, pola tabuhan ini akan menimbulkan jalinan . Cecandetan harus kedengaran kesan manis, apalagi diikuti oleh sajian ngilis atau jelas antara pola tabuhan pemolos tungguhan rebab dan suling. dan penyandet. Ngilis atau jelas ini disebabkan Selain karena teknik tutupan atau tetekep yang baik. terdapat nilai-nilai lain yang mempunyai Apabila tetekep-nya tidak baik, tidak akan jelas makna yang dilihat lima aspek, yaitu kedengaran candetan tersebut. ungkapan-ungkapan Nilai Manis penyaji dan sikap penabuh. Mengingat nilai-nilai beragamnya nilai-nilai yang dimiliki mempunyai tiga pengertian, yaitu sebagai gong kebyar di Bali, maka dalam tulisan ini khusus mengungkapkan nilai-nilai Dalam . Istilah Bali atau makna gong kebyar yang dimiliki mengungkapkan suatu kesan terhadap satu barungan suara gamelan. Kesan manis bersifat subyektif tiap orang akan yang berbeda terhadap suara gamelan. Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Buleleng Ungkapan-ukapan para seniman Sukerta beberapa beberapa ungkapan para seniman Dinamika Kehidupan Gong Kebyar Ditinjau dari Perspektif Paradigma Budaya Gong Kebyar yang terkait dengan estetika dan Ungkapan ini dilontarkan oleh sikap di antaranya sebagai berikut. seniman-seniman penyaji gong kebyar Oon sing taen seger, artinya lemas tidak Buleleng yang merupakan ungkapan pernah sehat. Ungkapan ini disampaikan Ungkapan ini terkait dengan oleh para seniman penyaji gong kebyar dari Buleleng saat menyajikan jenis-jenis dinamis, maka saat menyajikan suatu gending palegongan, yaitu gending gending harus ke luar keringatnya. Ungkapan ini muncul karena Ungkapan tidak sesuai dengan latar belakang oleh unsur-unsur tungguhan, kondisi atau budayanya yang mempunyai sifat keras, lincah, dan dinamis. Untuk gending sajian gending-gending gong kebyar selalu tari kuntir mempunyai karakter halus, disajikan dengan tempo yang relatif cepat dan manis, gendingnya disajikan dengan volume yang lebih keras. Sajian gending gaya tempo yang relatif pelan. bulelengan kiranya tidak bisa dibandingkan Bayu sube seger buin di siamin, artinya dengan sajian gending dari daerah lain yang mempunyai bentuk tungguhan, kondisi daerah Ungkapan ini muncul apabila senimang yang berbeda-beda. Dengan adanya perbedaan inilah yang menyebabkan munculnya gaya dari masing-masing daerah. Meskipun sajian cepat seperti gending tari tarunajaya. gending gaya bulelengan relatif lebih cepat dan Ungkapan ini merupakan ungkapan keras, tetap ada di dalamnya berbagai rasa yang digunakan untuk menunjukkan seperti di antaranya rasa gagah, manis, lincah, semangat para penabuh menyajikan dan sedih. Dalam suatu penilaian gong kebyar suatu repertoar yang sesuai dengan tidak bisa diungkapkan rasa yang mempunyai latar belakang budayanya, seperti saat kadar yang seragam atau sama. Apabila penabuh Buleleng menyajikan gending mempunyai standarisasi rasa penilaian akan Tari Tarunajaya. muncul keseragaman. Konden nawang ndeng sube nagih Sikap Penabuh Buleleng gending-gending Dengan sudah minta ndong. Ungkapan ini atau iklim yang relatif panas, akan sangat biasanya diungkapkan oleh para pelatih berpengaruh dalam sikap penabuh dalam menilai yang dilatih bahwa belum bisa menyajikan Gending-gending Gong Kebyar. menyajikan gending tertentu yang lebih Kalau mudah, sudah minta gending yang lain gong kebyar dari daerah lain . i luar yang lebih sukar. daerah Kabupaten Bulelen. , sikap penabuh Yen konden mepeluh konden megamel adane, artinya kalau belum ke luar gending-gending dengan AukalemAy atau polosnya menyajikan dapat mempengaruhi rasa gending yang Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Pande Made Sukerta. Indra Gundara Rochyat. Muhammad Fauzi Lain halnya sikap penabuh dari Kemampuan penabuh pemetit ini menonjol daerah Buleleng pada umumnya bersifat saat menggunakan pola tabuhan norot atau akrobatik terutama pada penabuh jenis-jenis tungguhan tertentu misalnya penabuh giying/ lain pada bagian-bagian gending pengecet. ugal, kendang, trompong, dan ceng-ceng Kemenonjolan tabuhan pemetit dalam sajian Sifat ini muncul apabila pertunjukan gending, maka dalam lingkungan seniman- gong kebyar yang bentuknya mebarung yang seniman karawitan Bali khususnya seniman biasanya muncul apabila diawali oleh pihak diberikan predikat yang disebut dengan ngorot/ngosot Sikap penabuh yang menunjukkan rasa Pemberian predikat ini disebabkan emosionalnya dapat diwujudkan sebagai karena menabuh atau memainkan riyong/ barangan ini membutuhkan ketrampilan yang Memukul atau memainkan tungguhan lebih tinggi dibandingkan dengan penabuh dengan menggerakkan badan, kepala, riyong/barangan tabuhan tungguhan riyong/barangan dalam Kemenonjolan sajian gending-gending gong kebyar gaya Masing-masing penabuh menggunakan Buleleng, dapat mencerminkan sifat egois yang bunga yang dibuat dari kertas emas dimilikinya oleh manusia antara lain ingin atau yang sejenis diletakan pada destar tampil, dan menonjolkan diri. , sehingga pada saat menyajikan Bentuk penataan jenis-jenis tungguhan gending, bunga tersebut akan bergerak. yang digunakan dalam barungan gamelan Salah satu bagian dari pelawah tungguhan gong kebyar Bali Utara adalah berbentuk kajar/ketuk dapat digerakkan. bulat atau segi empat, baik menyajikan jenis gending-gending pategak maupun gending merupakan ungkapan emosional tersebut Khusus untuk penataan jenis tungguhan dimulai apabila diawali dari pihak lawan, gangsa . iying/uga. selalu dekat dengan kemudian pihaknya mulai mengimbangi pihak lawannya dengan cara yang lebih tungguhan yang berbentuk bulat atau segi akrobatik (AubebasA. Sikap akrobatik ini empat mempunyai makna bahwa masyarakat selain menunjukkan kemampuan salah satu Buleleng mempunyai tekad atau misi dan penabuh dari tungguhan tertentu . endang, visi yang sama untuk melaksanakan suatu ugal, dan ceng-ceng gece. juga menunjukkan kegiatan tertentu. Dengan penataan yang kemampuan seluruh penabuhnya. berbentuk bulat atau melingkar, seluruh Seluruh Penataan jenis-jenis penabuh dapat mengadakan intraksi terutama sajian gending-gending gong kebyar gaya pada saat menyajikan suatu gending. Penataan Buleleng, tungguhan riyong/barangan dapat jenis-jenis tungguhan gong kebyar Bali Utara digunakan untuk menunjukkan kemampuan berbentuk melingkar memberikan makna penabuh Barangan terutama penabuh pemetit. adanya sifat kegotong-royongan dan suatu Adanya Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Kendang. Dinamika Kehidupan Gong Kebyar Ditinjau dari Perspektif Paradigma Budaya kebulatan tekad atau tujuan yang sama dalam ini masih diyakini keberadaannya. Dengan menyajikan suatu gending. Maka dari itu, konsep desa kala patra dan keanekaragaman secara teknis dalam penataan tungguhan letak budaya atau pluralisme, maka kehidupan gong tungguhan giying/ugal selalu dekat dengan kebyar sekarang dimasing-masing daerah tungguhan kendang. Penataan ini mempunyai kecenderungan memiliki sifat keseragaman, makna juga agar sesama pemimpin dalam hal artinya kurang menunjukkan ciri khasnya. Hal ini pemimpin tabuh mempunyai komando ini sangat dipengaruhi oleh faktor eksteren atau aba-aba yang sama terhadap seluruh yang wujudnya lomba yang diselenggarakan pada kegiatan Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap menghasilkan sajian gending yang kompak. tahun di Denpasar. Lomba merupakan salah satu bentuk pembinaan untuk memberikan Perkembangan Gong Kebyar motivasi untuk maju atau berkembang. Budaya yang hidup ditengah-tengah masyarakat selalu mengalami perubahan lombanya kurang tepat, maka akan dapat Pengembangan menimbulkan perubahan dan perkembangan mempunyai dua pengertian, yaitu: pertama, yang kurang menguntungkan bagi kehidupan kesenian secara keseluruhan di Bali. Tujuan unsur-unsur akhir dari kegiatan lomba adalah untuk diberi nafas baru sesuai dengan tingkat memperoleh juara dengan cara apapun. Cara perkembangan masa, tanpa mengurangi/ yang digunakan untuk memperoleh juara di menghilangkan nilai-nilai tradisi. Kedua, antaranya AumeninggalkanAy identitas atau ciri pengembangan dalam arti penyebarluasan khas daerah yang telah dimiliki, misalnya untuk dapat dinikmati dan diresapi oleh mencari pelatih dan repertoar, penabuh dari lingkungan masyarakat yang lebih luas daerah lain yang mempunyai latar belakang (Suwandono, 1. penggunaan sarananya. Dampak dari semua gamelan gong kebyar dewasa ini, mengalami ini, maka bentuk sajian maupun makna akan perubahan dan pengembangan dalam arti mengalami pergeseran atau perubahan. Dalam memberikan nafas baru sesuai dengan tingkat Berdasarkan perkembangan masa, dan penyebarluasan. merupakan fenomena budaya yang dialami Secara oleh gong kebyar, maka gong kebyar telah kebyar di Bali, kurang memberikan identitas mengalami pergeseran bentuk dan makna atau ciri dari masing-masing daerah. Bali terkenal dengan keanekaragaman budayanya daerahnya masing-masing dengan kata lain yang masing-masing daerah mempunyai cendrung mengalami keseragaman. Apakah keunggulan ciri khas yang berbeda-beda. perubahan ini merupakan suatu proses untuk Perbedaan ini di antaranya didasari atas kembali mencapai keragaman gaya. Lihat saja konsep desa kala patra yang sampai sekarang perkembangan berikutnya. Jurnal Panggung V35/N4/12/2025 Pande Made Sukerta. Indra Gundara Rochyat. Muhammad Fauzi SIMPULAN Dengan perkembangan gong kebyar sekarang. Gong kebyar sebagai produk budaya telah terjadi pergeseran makna, karena dari Bali, yang dapat menunjukkan identitas segi bentuknya mengalami perubahan yang budaya masing-masing daerah di Bali. Budaya dalam kehidupan dan perkembangannya Makna yang terkait dengan ungkapan selalu mengalami perubahan sesuai dengan para seniman yang menunjukkan bahwa dinamika masyarakatnya. Dengan demikian kesenian berhubungan erat dengan sastra dan gong kebyar pun selalu mengikuti perubahan ungkapan para seniman yang terkait dengan estetika dan sikap. Untuk dapat dikatakan bahwa kehidupan dan Dalam kehidupan dan perkembangannya perkembangan gong kebyar khususnya dan gong kebyar di Bali seharusnya dimasing- kesenian umumnya sangat ditentukan dan/ masing daerah mempunyai warna/karakter atau berhubungan erat dengan dinamika atau gaya yang berbeda-beda karena masing- masyarakat pendukungnya masing mempunyai bentuk dan pemaknaan Kehidupan dan perkembangan gong Bali lepas dengan lokal genius yang hidup dan berbeda-beda. Dengan keanekaragaman hayati akan muncul di masing-masing daerah sebagai inti budaya. berkembang dimasing-masing daerah budaya. Tetapi kenyataannya sekarang kehidupan gong kebyar sekarang ini cendrung mengarah *** kepada keseragaman. Gong kebyar dilihat dari paradigma budaya yang meliputi bentuk, fungsi, dan DAFTAR PUSTAKA