4375 EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 Pengaruh Green Accounting. Good Corporate Governance. Firm Size dan Kebijakan Dividen Terhadap Financial Performance pada Perusahaan Pertambangan Sub Sektor Batubara yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2023 Mufita Dea Ananta1. Hwihanus2 Progra. Studi Akuntansi. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Indonesia E-mail: 1222100025@surel. untag-sby. id1, hwihanus@untag-sby. Article History: Received: 10 Desember 2024 Revised: 08 Januari 2025 Accepted: 11 Januari 2025 Keywords: Green Accounting. Good Corporate Governance. Firm Size. Kebijakan Dividen. Financial Performance Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh green accounting, good corporate governance, firm size dan kebijakan dividen terhadap financial performance. Sampel penelitian ini adalah perusahaan pertambangan sub sektor batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 20202023. Populasi penelitian ini sebanayak 44 perusahaan dan sampel yang digunakan adalah 9 Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sumber data merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan periode Analisis data penelitian ini menggunakan outer model, inner model dan path analysis. Dengan bantuan software Partial Least Square (PLS) agar tidak terjadi banyak asumsi dan didapatkan hasil yang pasti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa green accounting, good corporate governance dan firm size tidak berpengaruh signifikan terhadap financial performance. Sedangkan kebijakan dividen berpengaruh positif signifikan terhadap financial PENDAHULUAN Berkembangnya perekonomian yang semakin maju merupakan tantangan bagi para pemilik bisnis untuk mempertahankan bisnisnya di tengah persaingan yang semakin ketat. Perekonomian yang semakin maju dapat dilihat dari jumlah industri yang telah mengalami peningkatan pesat. Dalam manajemen perusahaan, salah satu hal terpenting adalah tingkat efisiensi perusahaan dalam peningkatkan laba yang terpublikasi pada laporan tahunan perusahaan. Dalam laporan tersebut terdapat tingkat tolak ukur dari kemampuan perusahaan untuk mengelola aset yang dimiliki sehingga dapat menghasilkan keuntungan maksimal bagi perusahaan yang disebut dengan kinerja keuangan perusahaan atau Financial Performance. Salah satu bisnis yang memiliki peran besar dalam perekonomian nasional dalam membuka lapangan kerja dan kontribusi pada pendapatan negara melalui pajak adalah sektor energy atau sektor pertambangan. ISSN : 2828-5298 . EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 Tabel 1. Realisasi Investasi Pemodal Dalam Negeri (PMDN) Tahun Realisasi Investasi PMDN Nilai Investasi . iliar rupia. Pertumbuhan (%) 5,71 11,31 12,84 Sumber: Badan Pusat Statistik, 2024 Perusahaan pertambangan juga salah satu sektor yang menjanjikan bagi Pemodal Dalam Negeri (PMDN), pada tahun 2022 sektor ini pengalami keberhasilan yang cukup berarti dengan peningkatan investasi sebesar 145,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya (Badan Pusat Statistik, 2. Peningkatan ini tidak terlepas dari kenaikan signifikan harga komoditas seperti batu bara, nikel, tembaga dan emas di pasar global serta kenaikan ini juga didorong olen peningkatan permintaan global terutama negara-negara yang sedang memulihkan ekonomi mereka setelah pandemi COVID-19. Perusahaan sektor pertambangan di Bursa Efek Indonesia memiliki 3 . sub sektor utama yaitu minyak, gas & batu bara. Dari tiga sub sektor utama tersebut, sub sektor batu bara yang menjadi fokus dalam penelitian ini. Kontribusi terbesar pendapatan negara menurut (Badan Pusat Statistik, 2. berasal dari Penerimaan Perpajakan dan kemudian disusul dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kontribusi pendapatan PNBP tersbesar diperoleh dari sumber daya alam seperti batu bara dan migas. Pada APBN 2024 pendapatan sumber daya alam diperkirakan sebesar 207,7 triliun rupiah atau 42 persen dari porsi PNBP (Kementrian Keuangan, 2. Disamping produksi, performa laba perusahaan sub sektor batu bara tidak selalu baik disepanjang tahun 2023, contohnya PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mencatat laba bersih sebesar US$1,64 miliar pada tahun 2023 dari US$ 4,9 miliar pada tahun 2022, sehingga penurunan laba bersih PT ADRO sebesar 34,16% sepanjang tahun 2023 Kemudian PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) juga mengalami penurunan sebsat 58,3%, dari sebesar US$1,1 miliar pada tahun 2022 menjadi US$500 juta pada tahun 2023 (Saumi, 2. Semakin maju industri pertambangan di Indonesia, hal ini tidak lepas dari issue krisis ekologi yang merujuk pada dampak negatif yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan dan pembakaran batu bara terhadap lingkungan sekitar. Beberapa issue utama di industri batu bara antara lain emisi karbon dioksida (CO. , menurut laporan yang dikeluarkan oleh Badan Energi Internasional (IEA) dalam (Tysara, 2. , pembakaran batu bara menyumbang sekitar 44% dari emisi karbon dioksida (CO. di seluruh Perubahan iklim yang lebih cepat menyebabkan peningkatan suhu dunia, pencairan es, dan peningkatan jumlah cuaca ekstrem. Bukan hanya perubahan iklim yang menjadi dampak serius dari limbah batu bara, adanya aktivitas operasional perusahaan yang dapat memberikan dampak bagi kerusakan lingkungan dan ketidaknyamanan masyarakat, maka sudah menjadi tanggung jawab perusahaan untuk menangani issue yang terjadi. Salah satu penyebab adanya krisis ekologi adalah kegagalan pelaporan akuntansi yang tidak melaporkan informasi terkait sosial dan lingkungan. Pelaporan mengenai sosial dan lingkungan ini disebut Green Accounting. Green Accounting ini adalah hasil dari penggabungan proses akuntansi yang terdiri dari pencatatan, pengakuan, pengukuran, peringkasan dan pelaporan informasi keuangan, sosial dan lingkungan yang berguna untuk pengambilan keputusan terkait ekonomi maupun non ekonomi bagi pemangku kepentingan (Afni et al. , 2. Biaya lingkungan dapat dikatakan memberikan keuntungan dimasa depan karena biaya ini merupakan pengorbanan dari perusahaan yang dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya dampak kerusakan lingkungan dan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 tuntutan masyarakat mendatang serta dapat meningkatkan citra perusahaan. Dalam menerapkan Green Accounting dan mengeluarkan biaya untuk tanggung jawab lingkungan, terdapat faktor lain yang memengaruhi kinerja perusahaan yaitu tata kelola perusahaan yang baik atau bisa disebut Good Corporate Governance (GCG). Good Corporate Governance menurut Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023, tata kelola perusahaan yang baik adalah suatu tata cara pengelolaan perusahaan yang menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan . , akuntabilitas . , pertanggungjawaban . , independensi . , dan kewajaran . (Menteri BUMN, 2. Terciptanya Good Corporate Governance yang sehat dapat ditunjang dengan menciptakan tata kelola yang bersih, adanya keadilan sosial dalam perusahaan dan tetap memperhatikan kepentingan stakeholder. Hal ini dilakukan agar memberikan dampak positif bagi perusahaan seperti terciptanya budaya perusahaan yang baik serta terjaganya reputasi, citra dan kelangsungan perusahaan. Selain Good Corporate Governance. Firm Size atau ukuran perusahaan juga turut memengaruhi kinerja keuangan perusahaan, karena seringkali investor akan melihat seberapa besar perusahaan sebagai gambaran untuk dapat menguntungkan investasinya serta kreditur juga akan melihat ukuran perusahaan atau Firm Size sebagai tolak ukur apakah perusahaan tersebut mampu membayar hutangnya. Menurut (Anandamaya & Hermanto, 2. semakin kecil perusahaan maka semakin sulit pula perusahaan untuk menjalankan bisnisnya, maka dari itu banyak perusahaan kecil yang melakukan merger atau penggabungan dengan perusahaan lain agar dapat mempertahankan Pada saat perusahaan mengalami laba, perusahaan akan membagikan dividen kepada para pemegang saham sebagai bentuk pengembalian dari investasi pemegang saham. Kebijakan dividen merupakan bagaimana, kapan, jumlah dan frekuensi dividen yang akan dibayarkan. Pembayaran dividen ini dapat dilakukan secara kuartal maupun tahunan. Kebijakan dviden juga cerminan dari keputusan manajemen untuk mengelola dan mengalokasikan laba perusahaan antara dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen atau diinvestasikan kembali dalam perusahaan sebagai laba ditahan (Erawati et al. , 2. Kebijakan dividen dapat mencerminkan dan memengaruhi kinerja keuangan perusahaan karena keduanya memiliki signalisasi kinerja, dividen yang stabil dapat menjadi sinyal positif bagi investor tentang kesehatan finansial perusahaan dan sebaliknya, pemotongan dividen menunjukkan terdapat masalah pada kesehatan finansial perusahaan (Yuliana & Sulistyowati, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisa pengaruh Green Accounting. Good Corporate Governance. Firm Size dan Kebijakan Dividen terhadap Financial Performance yang mengambil objek pada perusahaan sektor pertambangan yang berfokus pada sub sektor batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2020-2023. LANDASAN TEORI Akuntansi Manajemen Menurut Chartered Institute of Management Accountants (CIMA) dalam (Darya, 2. akuntansi manajemen adalah proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisis, penyusunan, interpretasi, dan komunikasi informasi yang digunakan oleh manajemen untuk merencanakan, mengevaluasi, dan memastikan bahwa sumber daya digunakan dengan benar dan akuntabel. Proses akuntansi manajemen ini bertujuan untuk menyajikan segala bentuk laporan sebagai satuan usaha dalam kepentingan pihak internal perusahaan dalam melaksanaan proses manajemen yang terdiri dari planning, organizing, actuating dan controlling (Nursanty et al. , 2. ISSN : 2828-5298 . EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 Teori Keagenan Teori keagenan atau agency theory terbentuk oleh adanya kontrak antara pemilik . dengan pengelola . , yang memiliki kemampuan profesional untuk melakukan tugas atas nama pemilik dan perusahaan (Jensen & Meckling, 1. Teori keagenan ini berfungsi sebagai titik temu antara pemilik . dengan pengelola . agar terjadi pemisahan tugas diantara keduanya. Teori Stakeholder Menurut teori stakeholder, perusahaan melakukan bisnis tidak hanya untuk kepentingan perusahaan itu sendiri, tetapi juga untuk membantu pihak yang berkepentingan, seperti pemegang saham, kreditor, konsumen, supplier, pemerinah, masyarakat, pihak lain dan lingkungan (Prijayanti & Haq, 2. Menurut teori ini, perusahaan harus berusaha untuk menciptakan nilai bagi semua pihak yang berkepentingan selain menghasilkan keuntungan paling besar bagi pemegang Teori Legitimasi Teori legitimasi menetapkan bahwa perusahaan secara konsisten berkesinambungan telah berjalan sesuai norma masyarakat dan memastikan bahwa tindakan perusahaan dapat diterima oleh pihak luar (Sulistiawati & Dirgantari, 2. Norma dan nilai sosial harus diprioritaskan untuk meningkatkan analisis perilaku perusahaan terhadap lingkungan karena pentingnya legitimasi suatu perusahaan. Green Accounting Green Accounting adalah salah satu komponen akuntansi berkelanjutan yang merupakan upaya memasukkan elemen keberlanjutan dan lingkungan dalam pengukuran, pelaporan, dan analisis keuangan suatu organisasi (Pandin et al. , 2. Proses ini membantu manajemen maupun pihak yang yang berkepentingan dalam melakukan penilaian dan pengambilan keputusan ekonomi dan non ekonomi (Lako, 2. Good Corporate Governance (Komite Nasional Kebijakan Governance, 2. mendefinisikan Good Corporate Governance adalah proses dan struktur yang digunakan oleh organ perusahaan untuk memberikan nilai tambah jangka panjang kepada pemegang saham dengan tetap mempertimbangkan kepentingan stakeholder lainnya sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku. Good Corporate Governance ini adalah suatu upaya untuk memperkecil kemungkinan konflik agensi agar mempermudah pemisahan tugas, tanggung jawab serta kewenangan dengan baik sehingga operasional perusahaan dapat berjalan dengan lancar dan dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan (Anandamaya & Hermanto, 2. Firm Size Menurut (Rudangga & Sudiarta, 2. Firm Size atau ukuran perusahaan adalah representasi dari semua aset yang dimiliki suatu perusahaan. Beberapa indikator ekonomi dan operasional biasanya digunakan untuk mengukur seberapa besar atau kecil suatu perusahaan. Perusahaan yang besar cenderung dilirik oleh investor karena perusahaan besar biasanya memiliki pendapatan dan laba yang lebih stabil, sehingga dianggap lebih aman untuk diinvestasikan. Perusahaan besar juga sering memiliki merek yang dikenal luas dan reputasi yang baik di pasar. Reputasi yang kuat a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 membantu menarik konsumen dan investor, serta memberikan kepercayaan lebih dalam menghadapi risiko. Kebijakan Dividen Kebijakan dividen merupakan penentuan besar kecilnya saldo laba yang akan dibagikan oleh manajemen perusahaan kepada pemegang saham. Menurut (Husnan dan Pudjiastuti, 2. dalam (Yuliana & Sulistyowati, 2. Kebijakan dividen mengatur cara penggunaan laba yang akan menjadi hak para pemegang saham, apakah laba akan dibagikan dalam bentuk dividen atau disimpan untuk diinvestasikan kembali ke dalam perusahaan. Salah satu keputusan yang harus dibuat oleh perusahaan adalah bagaimana menerapkan Kebijakan dividennya. Ini dapat berupa dividen yang dibagikan kepada semua pemegang saham atau dapat ditahan . dalam perusahaan untuk pembiayaan investasi di masa depan. Financial Performance Menurut (Rudianto, 2. Financial Performance atau kinerja keuangan adalah hasil yang telah diperoleh manajemen perusahaan setelah mengelola asetnya dengan baik selama periode waktu tertentu. Kinerja keuangan inilah yang menjadi salah satu faktor untuk menentukan seberapa efektif dan efisien suatu organisasi dalam mencapai tujuannya Financial Performance atau kinerja keuangan tidak selalu mengalami peningkatan, adakalanya perusahaan juga mengalami penurunan Hipotesis H1: Green Accounting berpengaruh signifikan terhadap Financial Performance H2: Good Corporate Governance berpengaruh signifikan terhadap Financial Performance H3: Firm Size berpengaruh signifikan terhadap Financial Performance H4: Kebijakan dividen berpengaruh signifikan terhadap Financial Performance METODE PENELITIAN Berisi mengenai jenis, metode, teknik analisa dll yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif serta menggunakan data sekunder. Sumber data penelitian ini berasal dari laporan tahunan yang telah dipublikasikan oleh website Bursa Efek Indonesia yaitu w. Selain idx, sumber-sumber data diperoleh dari annual report di website masing-masing Perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan sub sektor batu bara yang terdaftar di BEI periode 2020-2023 sebanyak 44 Pemilihan sampel penelitian berdasarkan dengan metode purposive sampling dengan perusahaan pertambangan sub sektor batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 3 tahun berturut- turut dari periode 2020- 2023, perusahaan mempublikasikan laporan tahunan . nnual repor. lengkap sesuai variabel yang diteliti, perusahaan pertambangan sub sektor batu bara yang mengalami keuntungan , perusahaan yang masuk dalam pemeringkatan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER), perusahaan yang membagikan dividen selama tahun 2020-2023. Dari sampling tersebut, terdapat 9 perusahaan yang memenuhi kriteria. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan SEM (Structural Equation Modellin. yang dilakukan dengan bantuan software Partial Least Square (PLS) versi 4 dengan uji yang digunakan adalah uji outer model dan inner model. ISSN : 2828-5298 . EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Outer Model Sumber: Badan Pusat Statistik, 2024 Gambar 1. Outer Loading Berdasarkan hasil data dalam tabel 2 diatas, dapat diketahui bahwa semua indikator X dan Y memiliki nilai outer loading > 0,70. Sehingga dari hasil tersebut semua indikator dapat dinyatakan valid atau layak untuk digunakan dalam penelitian serta dapat dilanjutkan untuk dianalisis karena telah memenuhi convergent validity dengan nilai outer loading yang disarankan yaitu > 0,70. Tabel 2. Discriminant validity Cross-Loading Financial Performance (Y) Firm Size (X. Good Corporate Governance (X. Green Accounting (X. Kebijakan dividen (X. BIAYA LINGKUNGAN DEVIDEND YIELD DEWAN DIREKSI DEWAN KOMISARIS ISSN : 2828-5298 . EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 DPR (PENJUALAN) LN (TOTAL ASET) PROPER ROA ROE Sumber: Badan Pusat Statistik, 2024 Berdasarkan hasil olahan data dalam tabel 3 diatas, dapat diketahui bahwa masing-masing indikator memiliki cross loading tertinggi kepada variabel yang dituju dibandingkan nilai cross loading kepada variabel lain. Ini artinya, hasil yang diperoleh tersebut dapat dinyatakan bahwa indikator-indikator yang digunakan dalam penelitian ini telah memiliki nilai validitas diskriminan yang baik dalam menyusun variabelnya masing-masing. Tabel 3. Average Variance Extraced (AVE) Financial Performance (Y) Average variance extracted (AVE) Firm Size (X. Good Corporate Governance (X. Green Accounting (X. Kebijakan dividen (X. Sumber: Badan Pusat Statistik, 2024 Berdasarkan hasil data pada tabel 4 diatas, diketahui bahwa nilai AVE pada masing-masing variabel berada > 0,50, hal ini berarti bahwa 50% atau lebih variance dari indikator dapat dijelaskan dan memiliki nilai discriminant validity yang baik. Tabel 4. Composite reliability Composite reliability . Financial Performance (Y) Firm Size (X. Good Corporate Governance (X. Green Accounting (X. Kebijakan dividen (X. Sumber: Badan Pusat Statistik, 2024 Berdasarkan hasil data tabel 5 diatas, dapat diketahui bahwa nilai composite reliability seluruh variabel yang digunakan dalam penelitian adalah > 0,70 yang artinya bahwa masingmasing variabel telah memenuhi composite reliability dan memiliki tingkat reliability yang tinggi serta dapat dilanjutkan untuk dianalisis karena telah memenuhi kriteria yang disarankan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 Tabel 5. CronbachAos alpha Cronbach's alpha Financial Performance (Y) Firm Size (X. Good Corporate Governance (X. Green Accounting (X. Kebijakan dividen (X. Sumber: Badan Pusat Statistik, 2024 Berdasarkan hasil dari tabel 5 diatas dapat diketahui bahwa nilai cronbachAos alpha dari seluruh variabel yang digunakan adalah sebesar > 0,70. Ini menunjukkan bahwa seluruh variabel penelitian memenuhi syarat dari nilai cronbachAos alpha dan dapat disimpulkan bahwa seluruh memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Uji Inner Model Tabel 6. R-Square R-Square Financial Performance (Y) Berdasarkan hasil data pada tabel 6 diatas, dapat diketahui bahwa nilai R-Square (RA) sebesar 0,305 untuk variabel Financial Performance (Y). Ini berarti bahwa variabel Green Accounting (X. Good Corporate Governance (X. Firm Size (X. , dan Kebijakan dividen (X. mampu menjelaskan variabel Financial Performance (Y) sebesar 30,5% dan sisanya 69,5% tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Hubungan antar variabel dalam sistem yang dibangun dihitung dengan menggunakan nilai predictive relevance (QA). Nilai QA > 0 menujukkan bahwa model mempunyai predictive Perhitungan nilai QA sebagai berikut: QA = 1- . - RA) QA = 1- . Ae 0,. QA = 1- . QA = 0, 305 Berdasarkan hasil perhitungan dari predictive relevance (QA) diperoleh nilai sebesar 0,305. Hal ini menunjukkan bahwa model mempunyai hubungan antar variabel dalam sistem yang dibangun. Tabel 8. Path coefficients Firm Size (X. -> Financial Performance (Y) Good Corporate Governance (X. -> Financial Performance (Y) Original sample (O) Sample mean (M) Standard (STDEV) T statistics (|O/STDEV|) a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 Green Accounting (X. -> Financial Performance (Y) Kebijakan dividen (X. -> Financial Performance (Y) Sumber: Badan Pusat Statistik, 2024 Path coefficients pada tabel 8 diatas menunjukkan signifikansi hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen dalam penelitian. Dengan demikian hasil path coefficients diatas memberikan hasil sebagai berikut: Pengujian pada pengaruh Green Accounting terhadap Financial Performance menunjukkan besarnya koefisien parameter -0,232 dengan nilai t-statistic 1,499 < 1,96 dan p-value sebesar 0,134. Karena nilai t-statistic < 1,96 dan p-value > 0,05 maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Green Accounting terhadap Financial Performance. Pengujian pada pengaruh Good Corporate Governance terhadap Financial Performance menunjukkan besarnya koefisien parameter -0,272 dengan nilai t-statistic 1,392 < 1,96 dan p-value sebesar 0,164. Karena nilai t-statistic < 1,96 dan p-value > 0,05 maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Good Corporate Governance terhadap Financial Performance. Pengujian pada pengaruh Firm Size terhadap Financial Performance menunjukkan besarnya koefisien parameter -0,025 dengan nilai t-statistic 0,162 < 1,96 dan p-value sebesar 0,871. Karena nilai t-statistic < 1,96 dan p-value > 0,05 maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Firm Size terhadap Financial Performance. Pengujian pada pengaruh Kebijakan dividen terhadap Financial Performance menunjukkan besarnya koefisien parameter 0,367 dengan nilai t-statistic 2,342 < 1,96 dan p-value sebesar 0,019. Karena nilai t-statistic > 1,96 dan p-value < 0,05 maka terdapat pengaruh positif yang signifikan antara Kebijakan dividen terhadap Financial Performance Pembahasan Pengaruh Green Accounting terhadap Financial Performance Hasil dari pengujian hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Green Accounting tidak berpengaruh signifikan terhadap Financial Performance sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa Green Accounting memiliki manfaat jangka panjang seperti reputasi yang lebih baik dan menghasilkan loyalitas pelanggan, sehingga hal ini tidak langsung berdampak pada Financial Performance perusahaan. Green Accounting dianggap sebagai investasi jangka panjang karena jika perusahaan mengungkapkan hal-hal tentang pengelolaan lingkungannya, masyarakat akan mendukungnya dan hal ini akan menciptakan citra positif dimata stakeholder. Green Accounting juga dapat bertujuan untuk memenuhi regulasi dan bukan sebagai bagian dari strategi bisnis. Akibatnya dampak positif terhadap Financial Performance menjadi terbatas. Penelitian ini tidak sepenuhnya selaras dengan teori keagenan yang mana principal . tidak menganggap pengungkapan lingkungan sebagai prioritas utama dalam menilai kinerja perusahaan. Fokus utama investor cenderung kepada pengembalian finansial langsung daripada aspek keberlanjutan Perusahaan. Penelitian ini selaras dengan teori legitimasi, artinya ketidakhadiran dampak finansial langsung mencerminkan bahwa Green Accounting lebih berfungsi untuk memperkuat legitimasi sosial daripada sebagai alat peningkatan Financial Performance. Hasil penelitian ini juga tidak sepenuhnya mendukung teori stakeholder, karena ketidakhadiran pengaruh signifikan pada Financial Performance menunjukkan bahwa kebutuhan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 stakeholder tertentu seperti investor keuangan lebih mendominasi dibandingkan kebutuhan stakeholder lain seperti masyarakat atau regulator lingkungan. Hasil penelitian ini mendukung penelitian (Angelina & Nursasi, 2. , (Prijayanti & Haq, 2. dan (Refiyani & Fitriyana, 2. yang menegaskan bahwa Green Accounting tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Financial Performance Hasil dari pengujian hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Good Corporate Governance tidak berpengaruh signifikan terhadap Financial Performance sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 ditolak Hal ini menunjukkan bahwa kuantitas atau jumlah dewan komisaris dan dewan direksi tidak menentukan secara langsung baik atau tidaknya Financial Performance. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya melihat kuantitas saja namun juga harus memperhatikan kualitas dewan komisaris dan direksi seperti kemampuan atau skill dan profesionalitas kerja. Tugas dewan komisaris adalah untuk mengawasi dan mengontrol manajer agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan perusahaan sedangka dewan direksi bertugas untuk mengambil keputusan operasional perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan dan pengambilan keputusan tidak mempengaruhi perilaku manajer dalam meningkatkan Financial Performance perusahaan. Ini juga dapat disebabkan oleh persepsi investor terhadap praktik GCG, di beberapa pasar, investor belum sepenuhnya menghargai perusahaan dengan praktik GCG yang baik, sehingga tidak ada peningkatan yang signifikan dalam nilai pasar suatu perusahaan. Hasil penelitian tidak sepenuhnya selaras dengan teori keagenan, hal ini mengindikasikan bahwa jumlah dewan komisaris dan dewan direksi tidak berjalan secara efektif sehingga tidak mampu meningkatkan efisiensi dan Financial Performance. Ketidakhadiran pengaruh GCG terhadap Financial Performance berarti bahwa legitimasi yang diperoleh melalui GCG lebih berdampak pada aspek reputasi dan kepercayaan masyarakat daripada langsung meningkatkan Financial Performance. Sehingga, dapat dikatakan penelitian sejalan dengan teori legitimasi, terutama jika manfaat GCG lebih terkait dengan persepsi sosial dan kepercayaan stakeholder dibandingkan dampak finansial langsung. Hasil penelitian tidak sepenuhnya mendukung teori stakeholder, hal ini dapat diindikasikan stakeholder tidak memprioritaskan penerapan GCG dalam evaluasi Financial Performance perusahaan. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh (Situmorang & Simanjuntak, 2. dan (Honi et al. , 2. yang juga menyatakan bahwa Good Corporate Governance tidak berpengaruh signifikan terhadap Financial Performance. Pengaruh Firm Size terhadap Financial Performance Hasil dari pengujian hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Firm Size tidak berpengaruh signifikan terhadap Financial Performance sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 Hal ini menunjukkan bahwa besarnya ukuran aset dan penjualan tidak selalu mencerminkan kualitas yang dimiliki oleh manajemen untuk meningkatkan Financial Performance suatu perusahaan. Perusahaan besar juga dapat mengalami kesulitan jika dikelola dengan buruk karena perusahaan besar cenderung memiliki biaya tetap yang tinggi sehingga dapat mengurangi margin keuntungan terutama dalam kondisi pasar yang sulit, sehingga perusahaan harus lebih memperhatikan cara pengelolaan aset yang lebih efektif dan efisien. Semakin besar aset yang dimiliki oleh perusahaan, maka semakin kompleks pula masalah perusahaan yang harus Selain itu persepsi investor juga tidak hanya melihat seberapa besar Firm Size, tetapi juga melihat faktor lain seperti kondisi pasar, persaingan dan regulasi yang seringkali berpengaruh a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 terhadap Financial Performance dibandingkan Firm Size. Hasil ini tidak sepenuhnya selaras dengan teori keagenan, hal ini mengindikasikan bahwa pengawasan terhadap manajemen telah cukup baik, sehingga ukuran perusahaan tidak menyebabkan peningkatan atau penurunan Financial Performance. Skala besar perusahaan tidak otomatis memberikan keuntungan kompetitif yang signifikan, atau bahwa faktor lain seperti manajemen aset atau strategi bisnis lebih dominan dalam menentukan Financial Performance. Firm Size tidak berpengaruh signifikan terhadap Financial Performance, sehingga dapat dikatakan bahwa hasil penelitian sejalan dengan teori legitimasi, terutama jika Firm Size hanya memengaruhi legitimasi sosial tanpa dampak langsung pada Financial Performance. Hasil ini tidak sepenuhnya mendukung teori stakeholder, terutama jika perusahaan besar gagal memenuhi kebutuhan stakeholder yang relevan dengan financial performance. Hal ini juga mengindikasikan bahwa ukuran perusahaan saja tidak cukup. faktor lain, seperti inovasi, efisiensi operasional, atau manajemen strategis, mungkin lebih penting dalam memengaruhi Financial Performance. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Fahmi & Rahayu, 2. yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Pengaruh Kebijakan dividen terhadap Financial Performance Hasil dari pengujian hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Kebijakan dividen berpengaruh positif signifikan terhadap Financial Performance sehingga dapat disimpulkan bahwa H4 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa dividen merupakan representasi bahwa perusahaan memiliki Financial Performance yang baik dam mampu memberikan return atau imbal balik kepada pemegang saham. Kebijakan dividen suatu perusahaan memberikan sinyal kepercayaan bahwa perusahaan tersebut sehat secara finansial. Selain itu, dividen yang dibagikan secara konsisten dapat menciptakan persepsi stabilitas finansial perusahaan yang membantu menjaga harga saham di pasar. Kebijakan dividen yang tepat mendorong disiplin keuangan manajemen dan meningkatkan nilai pasar perusahaan serta memberikan sinyal positif kepada investor. Hubungan ini dapat meningkatkan kepercayaan, mengurangi ketidakpastian, dan secara signifikan meningkatkan Financial Performance. Hasil penelitian sesuai dengan teori keagenan, karena pembayaran dividen dapat mengurangi risiko penyalahgunaan laba oleh manajemen. Ketika laba dibagikan sebagai dividen, manajemen memiliki lebih sedikit dana bebas . ree cash flo. yang dapat disalahgunakan. Dengan membayar dividen, perusahaan menunjukkan komitmen terhadap kepentingan pemegang saham, sehingga meningkatkan kepercayaan mereka dan pada akhirnya berkontribusi pada Financial Performance melalui peningkatan nilai perusahaan. Hasil penelitian selaras dengan teori legitimasi, karena pembayaran dividen membantu perusahaan menjaga dan meningkatkan legitimasi sosialnya atau penerimaan dalam masyarakat bahwa tindakan perusahaan sesuai dengan norma sosial dan harapan publik, yang secara tidak langsung mendukung Financial Performance. Hasil penelitian sesuai dengan teori stakeholder, karena Kebijakan dividen membantu perusahaan memenuhi kebutuhan pemegang saham sebagai stakeholder utama. Dengan memberikan dividen, perusahaan menunjukkan tanggung jawab terhadap investor. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan stakeholder lain, seperti karyawan dan pelanggan, yang dapat memperkuat dukungan mereka terhadap perusahaan, sehingga berkontribusi pada Financial Performance perusahaan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Prabowo & Suzan, 2. yang juga menyatakan Kebijakan dividen secara parsial berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. KESIMPULAN ISSN : 2828-5298 . EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 Berdasarkan hasil penelitian yang bertujuan untuk menganalisa pengaruh Green Accounting. Good Corporate Governance. Firm Size dan Kebijakan dividen terhadap Financial Performance pada perusahaan pertambangan sub sektor batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2023, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Green Accounting tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Financial Performance. Hal ini menunjukkan bahwa Green Accounting memiliki manfaat jangka panjang seperti reputasi yang lebih baik dan menghasilkan loyalitas pelanggan, sehingga hal ini tidak langsung berdampak pada Financial Performance perusahaan. Good Corporate Governance tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Financial Performance. Hal ini menunjukkan bahwa kuantitas atau jumlah dewan komisaris dan dewan direksi tidak menentukan secara langsung baik atau tidaknya Financial Performance. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya melihat kuantitas saja namun juga harus memperhatikan kualitas dewan komisaris dan direksi seperti kemampuan atau skill dan profesionalitas kerja. Firm Size tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Financial Performance. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya ukuran aset dan penjualan tidak selalu mencerminkan kualitas yang dimiliki oleh manajemen untuk meningkatkan Financial Performance suatu Perusahaan besar juga dapat mengalami kesulitan jika dikelola dengan buruk karena Semakin besar aset yang dimiliki oleh perusahaan, maka semakin kompleks pula masalah perusahaan yang harus dihadapi. Kebijakan dividen berpengaruh positif signifikan terhadap Financial Performance. Hal ini menunjukkan bahwa Kebijakan dividen suatu perusahaan memberikan sinyal kepercayaan bahwa perusahaan tersebut sehat secara finansial. Selain itu, dividen yang dibagikan secara konsisten dapat menciptakan persepsi stabilitas finansial perusahaan yang membantu menjaga harga saham di pasar. Berdasarkan kesimpulan penelitian diatas, saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah periode penelitian yang lebih panjang agar penelitian lebih mendalam karena efeknya mungkin tidak langsung terlihat dalam rentang waktu yang pendek dan sampel penelitian yang lebih banyak serta menambah variabel lain seperti corporate social responsibility (CSR), inovasi dan efisiensi operasional. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan dengan pendekatan kualitatif seperti wawancara dengan manajer keuangan atau ahli lingkungan sehingga dapat memberi wawasan tambahan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi Financial Performance. REFERENSI