Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo, 2. 2020, 12-16 http://ojs. id/ojs/index. php/JBKB ISSN 2685-0753 . ISSN 2685-2039 . GAMBARAN TINGKAT KREATIVITAS GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI JAKARTA Happy Karlina Marjo. Ratno Tri Laksono Universitas Negeri Jakarta Email : hkarlina@unj. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kreativitas guru sekolah menengah kejuruan (SMK) dan menganalisis bagaimana proyeksi kreativitas mereka ditinjau dari indikator product, attitudes dan behaviour. Populasi penelitian ini guru yang mengajar di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Negeri 58 di provinsi DKI Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuantitatif dengan model analisis deskriptif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non-probability sampling dengan jenis teknik purposive sampling. Hasil perhitugan penelitian di SMKN 58 pada tanggal 6 September 2019 ini menggambarkan bahwa tingkat kreativitas guru SMK berada dalam kategori tinggi. Kata Kunci : tingkat kreativitas, guru, sekolah menengah kejuruan PENDAHULUAN Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 pendidikan pada sekolah menengah kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan pengembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan Pendidikan kejuruan mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja Sesuai dengan bentuknya, menyelenggarakan program-program pendidikan yang disesuaikan dengan jenis-jenis lapangan kerja. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 menjabarkan tujuan khusus pendidikan menengah kejuruan yaitu: menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya. menyiapkan peserta didik agar mampu memilih lingkungan kerja dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya. membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni agar mampu mengembangkan diri di kemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi. membekali peserta didik dengan kompetensikompetensi yang sesuai dengan program keahlian yang dipilih. Peserta didik SMK merupakan individu yang sedang mengenyam pendidikan menjadi ujung tombak kepemimpinan bangsa di masa yang akan mendatang dan diharapkan mampu menjadi manusia yang bermanfat kelak. Dengan masa studi sekitar tiga atau empat tahun, lulusan SMK diharapkan mampu untuk bekerja sesuai dengan keahlian yang telah Sayangnya, lulusan SMK yang diharapkan dapat menangani masalah pengangguran di Indonesia belum Data menunjukan bahwa pengangguran tertinggi di Indonesia adalah lulusan SMK yaitu sebesar 11,24% (BPS, 2. Dibandingkan dengan pengangguran lulusan SD yang hanya 2,43% dan pengangguran lulusan SMP sebesar 4,8%. Selain masalah banyaknya lulusan yang menjadi pengangguran, masalah prestasi belajar siswa di Indonesia juga Menurut survey internasional OECD 2016. Indonesia ada di peringkat 66 dari total 74 negara yang di survey dalam performa akademik pada bidang sains dan matematika. Hal ini cukup problematik mengingat banyaknya populasi penduduk Indonesia, sebanyak lebih dari 250 juta penduduk, peringkat 4 negara terpopulasi di dunia (BPS, 2. , tetapi kurang diikuti dengan prestasi akademik yang baik. Semua itu ditambah lagi dengan adanya revolusi industri 4. 0 yang pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Revolusi industri 4. 0 akan memaksa para pekerja memiliki keterampilan tinggi dan berpendidikan baik (Goldin & Katz, 2. sehingga tidak hanya menuntut keterampilan seorang teknisi yang sebatas mengganti bagian-bagian melainkan menguasai sistem komputernya. Secara tidak langsung revolusi industry 4. 0 akan memarginalisasi para tenaga kerja yang memiliki keahlian rendah. Prestasi belajar yang rendah, performa keahlian yang kurang mampu diserap industri sehingga menyebabkan banyaknya pengangguran, hingga kemunculan revolusi industri 4. 0 yang dapat membinasakan pekerjaan dengan keahlian rendah menjadi tantangan pemerintah, pemangku kebijakan dan pihak sekolah dalam menyusun strategi untuk membangun sumber daya peserta didik yang berkualitas. Menurut Monawati . prestasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kreativitas seorang guru seperti dalam memilih metode mengajar, media mengajar, kualitas serta cermat dalam melihat potensi anak di lingkungan Untuk menghasilkan prestasi siswa yang tinggi dan adaptif terhadap tantangan masa depan maka perlu bagi guru untuk mengasah kemampuan kreativitasnya semaksimal mungkin. Berdasarkan uraian diatas, penulis bertujuan untuk meneliti tingkat kreativitas guru sekolah menengah kejuruan, khususnya di SMKN 58 Jakarta. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2019 di SMKN 58 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan desain model analisis statistik deskriptif. Penelitian ini metode pengumpulan data. Variabel diukur dengan instrumen yang akan menghasilkan data numerikal yang dapat dianalisis dengan prosedur Populasi dalam penelitian ini adalah guru sekolah menengah Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-probability Pada penelitian ini, sampel yang digunakan adalah guru di SMKN 58 Jakarta sebanyak 21 orang. Kuisoner yang digunakan adalah Inventori Kepribadian Kreatif yang telah diuji validitas dan reabilitas pada tahun 2015 oleh Eko Susanto yang dibimbing oleh Prof. Dr. Ahman. dari Universitas Pendidikan Indonesia. Definisi dijelaskan pada tabel 1. Tabel 1. Definisi Operasional Kreativitas Variabel Product Attitudes Indikator Novelty. kombinasi menjadi sesuatu yg baru Originality. keaslian, solusi diluar kebiasaan yang ada Useful. bermanfaat, lebih simpel dari sebelumnya Curiosity. rasa ingin tahu, terbuka pada ide baru Imagination. tinggi bukan berhayal Risk mengambil resiko Behavior Flexibility. kecakapan untuk keluar dari kebiasan Unique. berbeda dengan yang lain, ciri menarik Valueable. sesuatu yang memiliki nilai lebih HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dikemukakan, diketahui bahwa skor rata-rata tingkat kreativitas guru di SMKN 58 Jakarta adalah 50,8, sehinngga termasuk dalam kategori tinggi dalam tingkat kreativitas. Tabel 2. Kategorisasi Skor Kategori Rendah Sedang Tinggi Rumus M 1SD < X MAe1SD < X O M 1SD X < M-1SD Skor 88 O X 56 O X < 88 X < 56 Hasil kepribadian kreatif menunjukan 28,5% kreativitas sedang, sedangkan yang lain termasuk tinggi. Hasil perhitungan pada setiap responden adalah seperti Tabel 3. Frekuensi Skor Kategori Rendah Sedang Tinggi Skor Frekuensi 88 O X 56 O X < 88 X < 56 Dalam inipun tentunya peneliti sadar bahwa penelitian ini tidaklah sampai pada banyaknya kelemahan-kelemahan baik dari hasil dan dari peneliti sendiri yang perlu diketahui untuk memaksimalkan penelitian selanjutnya, antara lain: . Mendapatkan responden yang lebih banyak bagi penelitian, sehingga menghasilkan penelitian yang lebih kompleks dan bernilai pengetahuan . Menggunakan metode atau instrumen lainnya selain kuesioner self-report, dikarenakan mungkinnya ada bias dalam pengukuran self-report yang beracuan pada perasaan individu secara Penelitian tentang tingkat kreativitas guru bisa dilakukan dengan metode lainnya seperti, metode eksperimen, sehingga gambaran hasil yang lebih komprehensif dapat didapatkan dan dibandingkan. KESIMPULAN Diketahui bahwa skor rata-rata tingkat kreativitas guru di SMKN 58 Jakarta adalah 50,8, sehingga termasuk daya kreativitas tinggi. REFERENSI