Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan ISSN . : 2987-0240 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index PENERAPAN ETNOBOTANI PADA PEMBELAJARAN IPA DENGAN METODE JELAJAH ALAM SEKITAR DI MI MAAoARIF ROWOBONI NavaAo Annisa1. Rini Verary Shanthi2 MI MaAoarif Rowoboni. Indonesia Universitas Gadjah Mada. Indonesia Email: navaannisa99@gmail. com, riniveraryshanthi@mail. Abstrak Penerapan etnobotani pada pembelajaran di sekolah terdukung dengan tersedianya lingkungan yang memiliki beragam jenis tumbuhan. Etnobotani mengkaitkan interaksi antara manusia dengan tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam materi bagian dan fungsi tumbuhan dengan penerapan etnobotani menggunakan metode Jelajah Alam Sekitar (JAS) di MI MaAoarif Rowoboni. Penelitian ini berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dengan dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV MI MaAoarif Rowoboni tahun ajaran 2022-2023. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etnobotani menggunakan metode Jelajah Alam Sekitar (JAS) dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi bagian dan fungsi tumbuhan. Hal ini dapat dilihat dari hasil pra siklus sebelum menerapkan entobotani menggunakan metode Jelajah Alam Sekitar (JAS) hanya 33% siswa yang tuntas. Selanjutnya pada siklus I terdapat 58% siswa yang tuntas. Kemudian, pada siklus II terdapat 83% siswa yang tuntas. Hal tersebut menunjukkan bahwa ketuntasan siswa pada siklus II telah mencapai kriteria ketuntasan klasikal yang telah ditetapkan yaitu sebesar 80% dengan nilai 70 (KKM). Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan berupa hasil belajar siswa mengalami peningkatan sesuai tujuan. Kata Kunci: Hasil Belajar IPA. Etnobotani. Jelajah Alam Sekitar (JAS) PENDAHULUAN Pendidikan adalah aspek universal yang harus selalu ada dalam setiap proses kehidupan. Pendidikan merupakan proses pengetahuan belajar yang berlangsung sepanjang hayat dalam setiap waktu dan tempat yang memberikan pengaruh positif pada proses pertumbuhan setiap makhluk hidup atau individu. Pendidikan berlansung sepanjang hayat (Pristiwanti, dkk. Pendidikan berfungsi membantu peserta didik dalam mengembangkan segala potensi yang ada dalam dirinya, kecakapan dan karakteristik pribadinya ke arah yang lebih baik bagi dirinya dan lingkungannya. Pendidikan bukan sekedar melatih keterampilan atau mengasah ilmu pengetahuan. Pendidikan berfungsi mengembangkan apa yang secara potensial dan aktual dimiliki oleh peserta didik. Menurut (Raharjo, 2. fungsi pendidikan khususnya di Indonesia adalah berupaya pada nilai pengetahuan dan wawasan kebangsaan yang luas sehingga menciptakan bangsa yang cakap, beriman, bertaqwa kepada Tuhan serta memiliki pengetahuan yang baik dan wawasan kebangsaan yang luas seperti yang tertuang pada sila Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat mendasar dan bertujuan menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat serta tidak ada perbedaan antara lakilaki dan perempuan. Setiap muslim baik itu laki-laki maupun perempuan memiliki kewajiban Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan ISSN . : 2987-0240 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index yang sama dalam menuntut ilmu dan memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh Pendidikan mencangkup segala lini keilmuan. Semua jenis keilmuan diterapkan untuk mempelajari kehidupan dan gejala alam. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang alam sekitar beserta isinya, mempelajari gejala-gejala alam dan peristiwa yang terjadi pada alam. Siswa juga memiliki pengetahuan dalam proses atau metode ilmiah dan memiliki keterampilan sikap ilmiah dalam mengenal alam sekitar serta memecahkan proses yang dihadapinya (Raharjo, 2. Kelana . menyatakan bahwa Ilmu Pengetahuan Alam sebagai bekal siswa dalam mengembangkan keterampilan dan menerapkan konsep-konsep IPA, serta mendidik dan mempersiapkan siswa dari pengetahuan dasar untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu pembelajaran IPA sangat penting diajarkan di sekolah dasar (SD). Keterampilan dalam proses belajar IPA pada anak usia sekolah dasar (SD) harus sederhana dan dimodifikasi sesuai tahap perkembangan kognitifnya. Struktur kognitif anak berbeda dengan struktur kognitif orang Proses dan perkembangan anak usia sekolah dasar cenderung belajar dari hal-hal yang kongkrit, anak akan memandang suatu yang ia pelajari sebagai suatu kesatuan yang utuh dan terpadu melaui proses manipulatif. Aspek penting lain yang harus diperhatikan oleh guru dalam proses pembelajaran IPA adalah melibatkan siswa berperan aktif dalam pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan berfikirnya. Pembelajaran IPA dimulai dari memperhatikan pengetahuan awal siswa yang relevan dengan apa yang akan dipelajari. Aktivitas pembelajaran dirancang dengan kegiatan nyata di alam, kegiatan nyata ini dapat dilaksanakan di kelas atau laboratorium dengan menggunakan alat bantu maupun dilakukan langsung di alam terbuka sepertindi lingkungan sekitar sekolah atau tempat terbuka lainnya. Proses belajar mengajar . merupakan kegiatan melaksanakan inti dari pendidikan dan kurikulum pada suatu lembaga pendidikan. Proses belajar mengajar merupakan suatu gabungan, yaitu belajar yang dilakukan oleh siswa dan mengajar yang dilakukan oleh guru sebagai instruktur. Kegiatan belajar mengajar berisi berbagai konsep yang menyangkut misi pendidikan, landasan pendidikan dan tujuan dari pendidikan itu sendiri. Selain itu, belajar tertuju pada apa yang harus dilakukan oleh seseorang sebagai subjek yang menerima pelajaran. Sedangkan mengajar tertuju pada apa yang harus dilakukan oleh guru sebagai pemberi pelajaran. Dua konsep tersebut menjadi satu kegiatan pada saat terjadinya interaksi antara guru dan siswa saat pembelajaran berlangsung (Sari, 2. Proses belajar mengajar baik guru maupun siswa sama-sama menjadi pelaku pendidikan untuk terlaksananya tujuan proses belajar mengajar. Tujuan proses belajar mengajar akan mencapai hasil yang maksimal apabila proses tersebut berjalan secara efektif. Observasi yang dilakukan melalui hasil wawancara kepada guru kelas IV MI MaAoarif Rowoboni, hasil belajar mengajar materi bagian dan fungsi tumbuhan belum seluruhnya mencapai target ketuntasan (KKM). Nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang di terapkan di MI MaAoarif Rowoboni adalah 70 dan target ketuntasannya adalah 80%. Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan ISSN . : 2987-0240 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index Berdasarkann dari nilai hasil belajar siswa pada materi tersebut, hanya 60% siswa yang mencapai ketuntasan, dan 40% siswa lainya belum mencapai ketuntasan. Hal ini disebabkan kurangnya penguasaan konsep pada siswa dalam proses pembelajaran sehingga berpengaruh pada hasil belajar siswa. Lingkungan disekitar MI MaAoarif Rowoboni sangat mendukung untuk dilakukan pembelajaran IPA tema bagian dan fungsi tumbuhan. Letak sekolah bersampingan dengan sawah, sungai dan perkebunan, sehingga terdapat berbagai jenis tumbuhan yang dapat diamati secara langsung. Potensi beranekaragam tumbuhan disekitar lingkungan MI MaAoarif Rowoboni belum dimanfaatkan secara maksimal dalam pembelajaran IPA. Berdasarkann identifikasi penulis, jenis tumbuhan di sekitar MI MaAoarif Rowoboni dapat digunakan untuk pembelajaran. Penerapan etnobotani pada pembelajaran ini dipilih oleh penulis sebagai solusi dengan menyesuaikan keadaan lingkungan sekolah. Penerapan etnobotani merupakan konsep yang menghubungkan antara manusia dan pemanfaatan tumbuhan, maupun penjagaan terhadap kelestarian tumbuhan tersebut. Etnobotani merupakan ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan dan keterkaitan antara manusia dengan Etnobotani menjelaskan dan menggambarkan bahwa ada kaitannya antara kegunaan tumbuhan dengan budaya, bagaimana tumbuhan digunakan, dirawat dan dinilai memberikan manfaat untuk manusia, contohnya sebagai makanan, obat, kosmetik, pewarna, pakaian, dalam upacara, dan dalam kehidupan masyarakat (Syafitri dkk, 2. Penerapan etnobotani pada penelitian ini dipadukan dengan metode jelajah alam sekitar (JAS). Metode ini mengajak siswa untuk mempelajari masalah yang dekat dengan siswa, sehingga siswa akan mendapatkan pengalaman yang nyata. Pendekatan jelajah alam sekitar memanfaatkan lingkungan sekitar siswa baik itu secara fisik, sosial maupun budaya sebagai objek belajar biologi dengan mempelajari fenomenanya melalui kinerja ilmiah. Metode jelajah alam sekitar cenderung menggali potensi anak melalui praktik pengalaman secara langsung sehingga anak lebih mudah dalam memahami suatu pelajaran sehingga hasil pelajaran yang ingin dicapai dapat terwujud (Sari, 2. Penerapan etnobotani menggunakan metode jelajah alam sekitar memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar langsung pada objek biologi pada pembelajaran IPA materi bagian dan fungsi tumbuhan, sehingga mempermudah dalam pemahaman materi. Selain itu, pengetahuan tentang jenis tumbuhan termasuk tumbuhan lokal terjaga kelestariannya. METODE Prosedur penelitian tindakan kelas pada penelitian ini diawali dengan perencanaan dan penyiapan perangkat yang meliputi: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada setiap siklus, lembar bahan ajar, lembar kerja siswa, lembar observasi, dan angket refleksi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan data hasil belajar dari pelaksanaan pembelajaran sesuai metode yang dirancang dalam penelitian. Analisis data hasil belajar dilakukan dengan membandingkan skor nilai tiap siklus dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditentukan oleh sekolah. Indikator ketuntasan mengacu pada nilai KKM. Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan ISSN . : 2987-0240 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index Pengukuran keberhasilan belajar secara individu dihitung menngunakan rumus Hasil belajar = Skor yang diperoleh siswa Skor maksimal X 100 Menghitung presentase kelulusan siswa menggunakan rumus ya P = ycu y 100% Keterangan: P = Presentase kelulusan siswa secara klasikal L = Jumlah siswa yang lulus KKM n = Jumlah seluruh siswa Hasil observasi aktifitas guru dan siswa dianalisis secara deskriptif kualitatif. HASIL DAN PEMBAHASAN Observasi dan wawancara pendahuluan dilakukan untuk melihat data awal sebelum dilakukan penerapan pembelajaran yang telah dirancang untuk penelitian. Kawasan lingkungan sekitar MI MaAoarif Rowoboni yang bertempat di Dusun Rowoganjar Desa Rowoboni Kecamatan Banyubiru memiliki potensi keanekaragaman hayati berupa tumbuhan, dengan lokasi sekolah yang dekat dengan sungai dan sawah. Potensi tumbuhan dan lingkungan di kawasan tersebut dapat dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar. Penerapan etnobotani dalam pembelajaran IPA pada materi bagian dan fungsi tumbuhan perlu dilakukan guna meningkatkan minat belajar siswa sehingga hasil atau tujuan pembelajaran awal dapat tercapai. Data tumbuhan di lingkungan sekolah yang digunakan pada penelitian ini untuk menunjang pembelajaran sesuai metode penelitian yang dirancang meliputi: Tabel 1. Tumbuhan di lingkungan sekolah untuk pembelajaran No Nama Lokal Nama latin Organ tumbuhan yang Syzygium Seluruh organ Alpinia galanga Rimpang Citrus hystrix DC. Buah, batang, daun Capsicum frutescens Seluruh organ Pemanfaatan sehari-hari untuk dioles ke rambut dan untuk dikonsumsi Pemanfaatan sebagai tanaman hias serta untuk campuran obat Pemanfaatan untuk bumbu masakan dan air seduhan untuk menjaga kesehatan Digunakan untuk bumbu dapur Digunakan untuk bumbu dapur Pemanfatan untuk campuran masakan Tagetes erecta L. Digunakan untuk bunga hias Lidah buaya Aloe vera Cocor bebek Kalanchoe pinnata Seluruh organ Salam Lengkuas Jeruk purut Cabai Bunga Keterangan Daun Bunga dan daun Serai Cymbopogon citratus Temu putih Temu hitam Jahe Kencur Curcuma zedoaria Rimpang Curcuma aeruginosa Rimpang Zingiber officinale Rimpang Rimpang Kaempferia galanga Bunga iris kuning Iris pseudacorus Seluruh organ Andong Cordyline fruticosa Seluruh organ Daun, batang, akar Campuran bumbu dapur dan untuk seduhan Sebagai tanaman obat Sebagai tanaman obat Sebagai tanaman obat dan bumbu masakan Bumbu masakan dan campuran seduhan minuman Sebagai tanaman hias Sebagai tanaman hias Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan ISSN . : 2987-0240 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index No Nama Lokal Sirsak Binahong Parijoto Pepaya Kersen Asoka Padi Pisang Nama latin Organ tumbuhan yang Annona muricata Seluruh organ Anredera cordifolia Seluruh organ Medinilla magnifica Seluruh organ Carica papaya Seluruh organ Muntingia calabura Seluruh organ Saraca asoca Seluruh organ Oryza sativa L Seluruh organ Musa paradisiaca Seluruh organ Keterangan Sebagai tanaman pangan dan seduhan daunnya untuk Sebagai tanaman obat Sebagai tanaman pangan dan tanaman hias Sebagai tanaman pangan Sebagai tanaman pangan Sebagai tanaman hias Sebagai tanaman pangan Sebagai tanaman pangan Tumbuhan yang tersedia di lingkungan sekolah digunakan sebagai bahan Siswa mengenal tentang bagian tubuh . tumbuhan, jenis dan fungsi masing-masing organ. Pada pembelajaran ini siswa dikenalkan tentang pengelompokan jenis tumbuhan berdasarkan ciri serta kekerabatan. Morfologi organ tumbuhan menjadi dasar Siswa mendapatkan materi secara langsung dengan tumbuhan yang tersedia. Hal ini membuat daya ingat siswa semakin kuat. Siswa tidak hanya sebatas menghafal tetapi memahami sampai tingkat pemanfaatan sehari-hari. Penerapan etnobotani tentang pemahaman terkait penggunaan tumbuhan sebagai tanaman pangan, tanaman obat, maupun tanaman hias dipahami oleh siswa dengan baik. Sehingga mereka mendapatkan materi tentang penggunaan serta menjaga agar klesetarian tumbuhan tersebut tetap baik. Data tentang lingkungan dan data nilai hasil belajar siswa juga digunakan sebagai bahan Hasil observasi nilai kelulusan siswa kelas IV MI MaAoarif Rowoboni dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2. Nilai Hasil Observasi Siswa kelas IV No Nama Siswa 1 AMU 2 AJ 3 ADK 4 AAH 5 ANM 6 DLA 7 DR 8 MCA 9 MPDS 10 MS 11 NNM 12 SAW KKM Nilai Keterangan Belum Tuntas Tuntas Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Jumlah siswa pada observasi awal berjumlah 12 orang. Teirdapat empat siswa yang teilah tuntas KKM dan delapan siswa beilum tuntas KKM. Nilai KKM yang diteintukan dari seikolah adalah Pada hasil obseirvasi awal guru menggunakan buku sebagai sumber atau bahan ajar. Pembelajaran dilaksanakan di dalam kelas. Setelah melaksanakan observasi awal, peineiliti dan guru sepakat meilakukan keirjasama deingan meilaksanakan Peineilitian Tindakan Keilas (PTK) guna meiningkatkan hasil beilajar peiseirta didik keilas IV MI MaAoarif Rowoboni meinggunakan meitodei Jeilajah Alam Seikitar (JAS) deingan peineirapan eitnobotani. Hasil prosentase pra siklus belum memenuhi indikator karena belum mencapai Ou80% keberhasilan ketuntasan pada KKM. Selanjutnya dilakukan pelaksanaan siklus I. Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan ISSN . : 2987-0240 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index Keberhasilan Siklus I Hasil dari pelaksanaan penelitian dilihat dari hasil belajar dan hasil observasi kegiatan. Hasil evaluasi berupa tes tertulis yang dilakukan pada akhir pembelajaran siklus I. Siklus ini sudah menggunakan metode jelajah alam sekitar dengan penerapan etnobotani. Materi yang digunakan adalah bagian dan fungsi tumbuhan. Hasil nilai kelulusan siklus I tersaji pada table Tabel 3. Hasil Nilai Siklus I No Nama Siswa 1 AMU 2 AJ 3 ADK 4 AAH 5 ANM 6 DLA 7 DR 8 MCA 9 MPDS 10 MS 11 NNM 12 SAW KKM Nilai Keterangan Belum Tuntas Tuntas Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Berdasarkan tabel di atas diketahui prosentase ketuntasan nilai klasikal siswa mencapai 58%. Pada siklus I pelaksanaan penelitian, hasil belum mencapai ketuntasan klasikal sebesar 80%. Rata-rata nilai siswa sebesar 68,5 artinya nilai masih dibawah 70. Sehingga perlu melakukan perbaikan agar nilai dapat meincapai KKM. Leimbar obsevasi siswa digunakan untuk mengetahui aktivitas siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Lembar observasi siswa berjumlah 21 butir aktivitas yang harus diamati oleh peneliti, dengan memberikan skor nilai dari 1 sampai 4. Data ini diambil untuk mengetahui seberapa besar aktivitas siswa dalam pembelajaran siklus I. Berikut tabel hasil observasi siswa pada pelaksanaan siklus I. Tabel 4. Hasil Observasi Siklus I No. Aspek yang Diamati Skala Partisipasi PENDAHULUAN Menjawab salam dengan semangat. Berdoa bersama. Antusiasme siswa saat apersepsi. Siap mengikuti pembelajaran. Mendengarkan tujuan yang disampaikan oleh guru. Memahami tahapan kegiatan yang disampaikan oleh guru KEGIATAN INTI Perhatian siswa terhadap guru pada saat penyampaian materi. Siswa menyimak materi yang disampaikan oleh guru melalui buku siswa Oo Oo Oo Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan ISSN . : 2987-0240 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index Aspek yang Diamati Skala Partisipasi Keaktifan siswa dalam bertanya. Oo Siswa membentuk kelompok setiap anggota berjumlah 4 orang. Ketertiban saat mengikuti proses pembelajaran. Siswa memperhatikan guru saat pengenalan tanaman sekitar beserta Keaktifan siswa dalam bertanya mengenai materi yang disampaikan oleh Siswa mengerjakan soal sesuai dengan petunjuk di lembar kerja peserta Siswa menyelesaikan soal yang diberikan guru. No. Oo Siswa mempresentasikan hasil diskusi bersama kelompok. Keaktifan siswa dalam bertanya, menyanggah atau memberikan tambahan keipada kelompok lain. Siswa mampu merefleksikan hasil pembelajaran. PENUTUP Setelah presentasi selesai siswa mengumpulkan lembar kerja peserta didik kepada guru. Siswa terlibat dalam menyimpulkan materi bersama guru i Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan berdoa dan salam penutup. Oo Jumlah Skors Total Nilai (%) Kategori 16 27 16 0 Baik yaycycoycoycaEa ycIycoycuyc Nilai (%) = ycIycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco y 100 Keterangan Skor A= 4 (Sangat Bai. B= 3 (Bai. C= 2 (Cuku. D= 1 (Kuran. Keterangan Nilai (%) Nilai 76-100 (Sangat Bai. Nilai 51-75 (Bai. Nilai 26-50 (Cuku. Nilai 0-25 (Kuran. Hasil observasi aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar pada siklus I memperoleh skor 59 dari skor maksimal 84 dan memperoleh nilai 70%. Berdasarkan dari hasil tersebut maka aktivitas siswa pada siklus I tergolong predikat baik. Lembar observasi guru digunakan untuk mengetahui kesesuaian guru dengan langkahlangkah yang disusun dalam pembelajaran, dalam hal ini adalah pembelajaran dengan materi bagian dan fungsi tumbuhan dengan penerapan etnobotani menggunakan metode Jeilajah Alam Sekitar (JAS). Lembar observasi guru berjumlah 28 butir aktivitas yang harus diamati oleh Dengan meimberikan rentan skor 1 sampai 4 seihingga skor maksimal adalah 112 dan skor minimalnya adalah 28. Data ini diambil guna mengeitahui seberapa besar aktivitas guru Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan ISSN . : 2987-0240 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index dalam pembelajaran IPA materi bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya dengan eitnobotani menggunakan metode Jelajah Alam Sekitar (JAS) dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5. Hasil Observasi Guru Siklus I No. Aspek yang Diamati PENDAHULUAN Melakukan pembukaan dengan mengucapkan salam. Guru bersama siswa berdoa bersama. Skala Partisipasi Oo Oo Guru mempresensi kehadiran siswa. Oo Memberikan apersepsi untuk membangkitkan semangat siswa. Oo Menginformasikan tentang pembelajaranmenggunakan metode Jelajah Alam Sekitar (JAS) dengan penerapan etnobotani. Oo Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Guru membagi siswa menjadi 3 kelompok Oo KEGIATAN INTI Penguasaan Materi Pembelajaran Guru menyampaikan materi kepada siswa menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Oo Mengaitkan materi dengan pengetahuan secara faktual dan relevan. Menyampaikan materi secara tepat. Mengaitkan materi dengan realita kehidupan. Oo Oo Oo Penerapan Etnobotani Menggunakan Metode Jelajah Alam Sekitar Guru mengajak siswa melakukan pembelajaran diluar kelas Guru membimbing jalannya proses pembelajaran. Guru memperkenalkan tanaman yang ada disekitar sekolah beserta Oo Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Oo Guru memberikan perintah untuk mengerjakan soal pada lembar kerja peserta didik yang telah dibagikan oleh guru Oo Pemanfaatan Sumber Belajar Memanfaatkan tanaman di lingkungan seikitar sebagai sumber Oo Oo Oo Melibatkan siswa dalam pemanfaatan sumber belajar. Oo Pembelajaran yang Memicu dan Melibatkan Siswa Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Oo Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa. Oo Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan ISSN . : 2987-0240 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index No. Aspek yang Diamati Skala Partisipasi Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam Penilaian Proses dan Hasil Belajar Oo Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi. Oo Melakukan penilaian pengeitahuan siswa. Oo Oo Mengumpulkan hasil kerja siswa. Penggunaan Bahasa Menggunakan bahasa lisan dan tulisan secara jelas, baik, dan i Oo Menyampaikan pesan deingan gaya yang sesuai. PENUTUP Me\lakukan refleksi/kesimpulan materi pembelajaran dengan melibatkan siswa. Oo Mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan doa dan salam Jumlah Skor Total Skor Nilai (%) Kategori Oo Baik yaycycoycoycaEa ycIycoycuyc Nilai (%) = ycIycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco y 100 Keterangan Skor A= 4 (Sangat Bai. B= 3 (Bai. C= 2 (Cuku. D= 1 (Kuran. Keterangan Nilai (%) Nilai 76-100 (Sangat Bai. Nilai 51-75 (Bai. Nilai 26-50 (Cuku. Nilai 0-25 (Kuran. Hasil observasi guru siklus I menunjukkan jumlah skor aktivitas guru yang diperoleh adalah 72 yaitu masuk dalam kategori baik. Aktivitas yang memperoleh skor 4 ada 4 butir, yang memperoleih skor 3 ada 19 butir dan yang memperoleih skor 2 ada 6 butir. Keberhasilan Siklus II Berdasarkan hasil evaluasi berupa tes tertulis yang dilakukan pada akhir pembelajaran siklus II yang menggunakan metode jeilajah alam sekitar dengan penerapan eitnobotani pada materi bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya diperoleh nilai hasil belajar siswa pada table Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan ISSN . : 2987-0240 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index Tabel 6. Hasil Nilai Siklus II Keterangan Nama Siswa KKM Nilai Tuntas AMU ADK AAH ANM DLA MCA Belum Tuntas Oo MPDS NNM SAW Oo Jumlah Rata-rata Keterangan Klasikal Oo Keberhasilan ketuntasan belajar pada siklus II mencapai 83%. Siswa yang tuntas memperoleh nilai diatas 70 atau telah mencapai KKM. Sejumlah 17% siswa memperoleh nilai dibawah 70 atau belum mencapai KKM. Ketuntasan klasikal yang dicapai dalam siklus II ini seibeisar 83%. Data ini melebihi indikator pencapaian dengan batas Ou80% keberhasilan, sehingga penelitian ini dianggap berhasil. Lembar observasi siswa digunakan untuk mengetahui seiberapa besar aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA materi bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya dengan penerapan etnobotani menggunakan metode Jelaajah Alam Sekitar (JAS) yang dapat dilihat pada table Tabel 7. Hasil Observasi Siswa Siklus II No. Aspek yang Diamati Skala Partisipasi PENDAHULUAN Menjawab salam dengan semangat. Oo Oo Berdoa bersama. Antusiasme siswa saat apersepsi. Siap mengikuti pembelajaran. Mendengarkan tujuan yang disampaikan oleh guru. Memahami tahapan kegiatan yang disampaikan oleh guru KEGIATAN INTI Oo Oo Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan ISSN . : 2987-0240 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index No. Aspek yang Diamati Skala Partisipasi Perhatian siswa terhadap guru pada saat penyampaian materi. Siswa menyimak materi yang disampaikan oleh guru melalui buku Keaktifan siswa dalam bertanya. Siswa membentuk kelompok setiap anggota berjumlah 4 orang. Oo Ketertiban saat mengikuti proses pembelajaran. Oo Siswa memperhatikan guru saat apersepsi dan penyampaian materi hak dan kewajiban terhadap tumbuhan di lingkungan rumah. Keaktifan siswa dalam mengikuti apersepsi dan bertanya terkait Siswa mengerjakan soal sesuai dengan petunjuk di lembar kerja peserta didik. Siswa menyelesaikan soal yang diberikan guru. PENUTUP Setelah presentasi selesai siswa mengumpulkan lembar kerja peserta didik kepada guru. Siswa terlibat dalam menyimpulkan materi bersama guru Oo Oo Total Skor Nilai (%) Kategori Oo Keaktifan siswa dalam bertanya, menyanggah atau memberikan tambahan kepada kelompok lain. Siswa mampu merefleksikan hasil pembelajaran. Mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan berdoa dan salam Jumlah Skor Oo Siswa mempresentasikan hasil diskusi bersama kelompok. i Oo Sangat Baik yaycycoycoycaEa ycIycoycuyc Nilai (%) = ycIycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco y 100 Keterangan Skor A= 4 (Sangat Bai. B= 3 (Bai. C= 2 (Cuku. D= 1 (Kuran. Keterangan Nilai (%) Nilai 76-100 (Sangat Bai. Nilai 51-75 (Bai. Nilai 26-50 (Cuku. Nilai 0-25 (Kuran. Hasil observasi aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar pada siklus II memperoleh skor 64 dari skor maksimal 84 dan memperoleh nilai 76%. Berdasarkan dari hasil tersebut maka aktivitas siswa pada siklus II tergolong predikat sangat baik. Lembar observasi guru digunakan untuk mengetahui kesesuaian guru dengan langkahlangkah yang disusun dalam pembelajaran. Berikut tabel hasil observasi guru pada siklus II. Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan ISSN . : 2987-0240 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index Tabel 8. Hasil Observasi Guru Siklus II No. Aspek yang Diamati Skala Partisipasi PENDAHULUAN Melakukan peimbukaan dengan meingucapkan salam. Guru bersama siswa berdoa bersama. Guru meimpreiseinsi keihadiran siswa. Memberikan apersepsi untuk meimbangkitkan semangat siswa. KEGIATAN INTI Penguasaan Materi Pembelajaran Guru menyampaikan materi kepada siswa menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Oo Mengaitkan materi dengan pengetahuan secara faktual dan relevan. Oo Menyampaikan materi secara tepat. Oo Mengaitkan materi dengan realita kehidupan. Oo Penerapan Etnobotani Menggunakan Metode Jelajah Alam Sekitar Guru mengajak siswa melakukan pembelajaran diluar kelas Guru membimbing jalannya proses pembelajaran. Guru memperkenalkan tanaman yang ada disekitar sekolah beserta guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Guru memberikan peirintah untuk mengerjakan soal pada lembar kerja peserta didik yang telah dibagikan oleh guru Pemanfaatan Sumber Belajar Memanfaatkan tanaman di lingkungan sekitar sebagai sumber belajar Oo Oo Oo Oo Oo Melibatkan siswa dalam peimanfaatan sumber belajar. Oo Oo Pembelajaran yang Memicu dan Melibatkan Siswa Menumbuhakan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Menunjukkan sikap terbuka terhadap reispon siswa. Menumbuhakan keceriaan dan antusiasme siswa dalam Penilaian Proses dan Hasil Belajar Melakukan penilaian akhir sesuai dengan Melakukan penilaian pengetahuan siswa. i Oo Oo Oo Oo Mengumpulkan hasil kerja siswa. Oo Oo Penggunaan Bahasa Menggunakan bahasa lisan dan tulisan secara jelas, baik, dan benar. Oo Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai. PENUTUP Oo Oo Oo Menginformasikan tentang pembelajaranmenggunakan metode Jelajah Alam Sekitar (JAS) dengan penerapan etnobotani. Menyampaikan tujuan pembelajaranyang akan Guru meimbagi siswa menjadi 3 kelompok Oo Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan ISSN . : 2987-0240 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index No. Aspek yang Diamati Skala Partisipasi Melakukan refleksi/kesimpulan materi pembelajaran dengan melibatkan siswa. Mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan doa dan salam penutup. Jumlah Skor Total Skor Nilai (%) Kategori Nilai (%) = Oo Oo Sangat Baik yaycycoycoycaEa ycIycoycuyc ycIycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco y 100 Keterangan Skor Keterangan Nilai (%) A= 4 (Sangat Bai. Nilai 76-100 (Sangat Bai. B= 3 (Bai. Nilai 51-75 (Bai. C= 2 (Cuku. Nilai 26-50 (Cuku. D= 1 (Kuran. Nilai 0-25 (Kuran. Hasil observasi guru siklus II menunjukkan jumlah skor aktivitas guru yang diperoleh adalah 78 yaitu masuk dalam kategori sangat baik. Aktivitas yang memperoleh skor 4 ada 6 butir, yang memperoleh skor 3 ada 19 butir dan yang memperoleh skor 2 ada 3 butir. Kegiatan siswa dalam pembelajaran ini teirmasuk dalam kategori sangat baik, yaitu dengan skor 64 dari skor maksimal berjumlah 82. Berdasarkan refleksi pada siklus II pelaksanaan siklus II mampu memperbaiki siklus I, hal ini ditunjukkan siswa dalam memperoleh hasil belajar siswa meningkat. Tercapainya indikator keberhasilan yang telah ditetapkan disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu telah diperbaiki proses belajar mengajar yang dilaksanakan berdasarkan refleksi pada hasil siklus I dan penyempurnaan dalam perencanaan dan proses pembelajaran. Penyempurnaan dan perbaikan yang dilakukan pada proses belajar mengajar di siklus II membantu siswa leibik aktif dan lebih memahami materi dengan melihat, menyentuh dan mengidentifikasi objeik pembelajaran secara langsung. Penyampaian guru dengan memadukan kegiatan langsung menyatu dengan alam dan melihat obyek tumbuhan membuat siswa mudah mengingat dan memahami sesuai tujuan Hasil pada siklus II secara keseluruhan dapat dinyatakan bahwa penelitian tindakan kelas telah berhasil mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Dengan demikian siklus selanjutnya dapat dihentikan atau tidak perlu dilaksamakan. Indikator ini dapat dibuktikan dengan data hasil tes tertulis yang dilakukan di akhir pembelajaran IPA pada materi tersebut pada setiap siklusnya. Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan ISSN . : 2987-0240 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index Tabel 9. Hasil Rekapitulasi Nilai Siswa No. Keterangan Hasil Observasi Siklus I Siklus II Nilai terendah Nilai tertinggi Nilai rata-rata kelas Kriteria ketuntasan minimal belajar Jumla Siswa yang mencapai KKM Jumlah siswa yang belum mencapai KKM Presentase siswa yang mencapai KKM Presentase siswa yang belum mencapai KKM Berdasarkan tabel rekapitulasi hasil belajar diatas dapat diketahui ketuntasan klasikal dari hasil observasi kei siklus I mengalami peningkatan dari 33% menjadi 58%. Begitu juga dengan siklus II yang mengalami peningkatan dari ketuntasan 58% menjadi 83%, dari kedua data tersebut maka dapat diketahui bahwa pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan penerapan etnobotani menggunakan metode Jelajah Alam Sekitar (JAS) berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian penerapan etnobotani menggunakan metode Jelajah Alam Sekitar (JAS) dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi bagian dan fungsi tumbuhan pada siswa kelas IV MI MaAoarif Rowoboni. Keic. Banyubiru tahun pelajaran 2022/2023. Hal ini dapat dibuktikan dengan membandingkan hasil observasi awal dan hasil setelah dilaksanakan Terjadi peningkatan hasil ketuntasan pada proses pembelajaran. Sebelum dilakukan penelitian beberapa siswa memiliki tingkat ketuntasan belajar masih di bawah KKM. Selanjutnya terjadi kenaikan ketuntasan hasil belajar dari siklus I sejumlah 58% dan pada siklus II sejumlah 83% siswa tuntas hasil belajar. DAFTAR PUSTAKA