An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 4 No 1 April 2025 Page 1-19 E-ISSN 2829-4122 Diterima: 14 Maret 2025 Direvisi: 13 April 2025 Disetujui: 15 April 2025 Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih Materi Thaharah Dengan Metode Al-Tathbiq Di MTsN 6 Tabalong Muhammad Yusran*1. Hardiansyah2. Hasan Hasan3 Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan. Indonesia1. MTsN 6 Tabalong Muara Uya Tabalong. Indonesia2. Sekolah Tinggi Ilmu Quran Amuntai. Indonesia3 Email: *yusranlukman1981@gmail. com, fisahardi281@gmail. hasanbanjary@gmail. Abstract Problems with the learning outcomes of class VII motivate this research. The research focuses on a student who is performing at a standard level, highlighting their lack of mastery of the material. This research aims to determine whether there is an improvement in the learning outcomes of class VII. In the 2024/2025 academic year, a student at MTsN 6 Tabalong studied the Thaharah material using the al-tathbiq method. This research is a Classroom Action Research (CAR) conducted in 2 learning cycles. The research subjects were class VII. The study involved 30 students from class VII at MTsN 6 Tabalong. We collected data for this research through observation, tests, and documentation. The results of the observations and tests will be analyzed to determine the effectiveness of the al-tathbiq method in enhancing students' understanding of thaharah. By comparing pre- and post-test scores, the study aims to provide insights into the method's impact on student engagement and knowledge retention. The research results showed an increase from the pre-cycle to cycle I and cycle II. The pre-cycle results showed that 12 students completed the fiqh learning on the thaharah material, with a percentage of 38%. In cycle I, 16 students completed it, representing a 51% completion rate. Meanwhile, in cycle II, all 30 students completed it, with a percentage of 100%. Keywords: Learning Outcomes. Thaharah. The Al-Tathbiq Method Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi adanya masalah pada hasil belajar siswa kelas VII. A yang berada pada posisi standar, dan kurangnya penguasaan siswa pada materi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar siswa kelas VII A MTsN 6 Tabalong Tahun Pelajaran 2024/2025 materi thaharah dengan menggunakan metode al-tathbiq. Penelitian ini berbentuk Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus pembelajaran. Subjek penelitian dilakanakan pada siswa kelas VII. A MTsN 6 Tabalong dengan jumlah siswa 30 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dari prasiklus, ke siklus I dan siklus II. Hasil prasiklus menunjukkan siswa yang tuntas pada pembelajaran fiqih materi thaharoh Muhammad Yusran, dkk: Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih Materi Thaharah Dengan Metode AlTathbiq Di MTsN 6 Tabalong sebanyak 12 orang dengan prosentase 38%. Pada siklus I siswa yang tuntas sebanyak 16 orang dengan prosentase 51%. Sedangkan pada siklus II semuanya tuntas dengan jumlah siswa 30 orang dengan prosentase 100%. Kata Kunci: Hasil Belajar. Thaharah. Metode Al-Tathbiq PENDAHULUAN Fikih adalah salah satu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Mata pelajaran fikih memiliki karakteristik yang khas, yaitu menekankan pada kemampuan cara melaksanakan ibadah dan muamalah yang baik dan benar. Untuk dapat mencapai hasil pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik yang dimiliki mata pelajaran fikih, maka harus disampaikan materinya dengan gamblang dan tepat agar peserta didik mampu menangkap materi dengan baik dan mendapatkan hasil atau nilai yang maksimal. Lebih lanjut, fikih sebagai mata pelajaran yang sifatnya implimentatif pada perbaikan ibadah dan muamalah, hendaknya dapat dipahami dengan baik oleh para siswa agar mereka dapat menerapkannya dalam kehidupan. Sebaliknya, jika para siswa tidak memahami materi pelajaran fikih dengan baik, maka perilaku ibadah dan muamalah mereka juga tidak akan baik dan benar, serta mungkin dapat mengganggu keharmonisan kehidupan social mereka. Secara umum Fikih adalah salah satu disiplin ilmu dalam islam yang secara luas membahas mengenai hubungan manusia dengan tuhannya, hubungan antara manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya1. Melalui bidang studi ini, peserta didik diharapkan untuk tetap berpegang pada nilai-nilai agama dan mematuhi peraturan syariat islam. Meskipun mata pelajaran ini penting, namun masih banyak ditemui beberapa permasalahan, yang kerap kali terjadi dalam proses pembelajaran dan dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Hasil belajar umumnya dipengaruhi oleh proses belajar mengajar semisal pemilihan metode pembelajaran yang tepat. Jika proses belajar mengajar atau metode pembelajaran tepat dan menyenangkan tentu akan menimbulkan minat dan semangat pada peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, sehingga hasil belajar peserta didik menjadi maksimal. 2 Metode pembelajaran dapat digunakan para pendidik dalam mengadakan interaksi dengan peserta didik pada saat 1 Idham Khalid. KaroAang malaAbi: Al-QurAan Terjemahan Bahasa Mandar dan Indonesia (Balitbang: Agama Makassar, 2. , h. 2 Departemen Agama RI. Metodologi Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Indonesia, 2. , h. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Yusran, dkk: Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih Materi Thaharah Dengan Metode AlTathbiq Di MTsN 6 Tabalong proses belajar mengajar. Dengan demikian, alat untuk mencapai proses pembelajaran sehingga hasil belajar maksimal yaitu dengan metode pembelajaran. Salah satu indicator yang dapat digunakan untuk mengukur pemahaman atau keberhasilan siswa pada materi pembelajaran adalah dengan melihat hasil belajarnya. Dalam kamus bahasa Indonesia hasil adalah sesuatu yang diadakan, dibuat, dijadikan, dan sebagainya oleh usaha dan pikiran. 3 Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Menurut Horward Kingsley yang dikutip oleh Nana Sudjana hasil belajar dibagi dalam tiga macam, yaitu: . keterampilan dan kebiasaan, . pengetahuan dan pengertian, . sikap dan cita-cita. Hasil belajar merupakan hasil yang dicapai siswa dalam belajar, yang menunjukkan taraf kemampuan siswa dalam mengikuti program belajar dalam waktu tertentu sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan. Hasil belajar sering juga dicerminkan sebagai nilai . asil belaja. yang menentukan berhasil tidaknya siswa belajar. Hasil belajar merupakan terminal dari proses pendidikan dan pengajaran. Hasil belajar, meliputi tiga aspek, yaitu: Pertama, aspek kognitif, meliputi perubahan dalam segi penguasan pengetahuan dan perkembangan keterampilan atau kemampuan yang diperlukan. kedua, aspek afektif, meliputi perubahan dalam sikap mental, perasaan dan kesadaran. Ketiga, aspek psikomotor, meliputi perubahan dalam tindakan 5 Semua hasil belajar pada dasarnya bisa dievaluasi. Pada umumnya kesulitan mengevaluasi hasil belajar disebabkan karena: Pertama, perumusan tujuan yang kurang baik. Kedua, ketidakmampuan mengembangkan alat evaluasi yang tepat. Kemudian, hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu: pertama, dalam diri siswa, meliputi motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis. kedua, faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan, terutama kualitas pengajaran. Adapun indicator keberhasilan hasil belajar dapat diketahui melalui: . Daya serap terhadap bahan pengajaran . yang diajarkan mencapai hasil belajar atau prestasi belajar tinggi, baik secara individual maupun secara klasikal atau kelompok. Perilaku yang menggariskan dalam tujuan pengajaran atau instruksional khusus telah dicapai oleh 3 Trianto. Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, (Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher, 2. , h. 4 Nana Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2. 5 Zakiah Darajat. Dkk. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2. 6 Zakiah Darajat. Ibid, h. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Yusran, dkk: Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih Materi Thaharah Dengan Metode AlTathbiq Di MTsN 6 Tabalong para siswa baik secara individual maupun kelompok. Terjadinya perubahan terhadap perilaku siswa, sehingga terdapat motivasi untuk memahami, menguasai, dan mencerna materi yang diajarkan pada tingkat ketuntasan belajar. Menurut informasi mitra peneliti, hasil belajar pada pembelajaran fikih di MTsN 6 Tabalong, khususnya kelas VII A pada Tahun Pelajaran 2024/2025 belum berhasil dengan baik, itu dibuktikan dengan hasil belajar yang belum mencapai target tuntas. Dalam proses pembelajaran fikih, materi thaharah khususnya, mitra peneliti menemukan beberapa permasalahan, yaitu kurangnya penguasaan siswa pada materi thaharah yang diajarkan, masih adanya siswa yang belum tuntas ketika diadakan test atau evaluasi, serta kurang bersemangatnya siswa mengikuti pembelajaran fikih. Asumsi peneliti setelah berdiskusi, masalah di atas karena mungkin selama mengajar mitra kolaborasi hanya menggunakan metode konvensional saja seperti ceramah dan tanya jawab, hingga para siswa mengalami kebosanan dalam belajar. Karena itulah peneliti mencoba menambah metode lain dalam pembelajaran fikih untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar siswa dari sebelumnya. Berdasarkan pemaparan dan masalah yang diutarakan di atas, pada proses selanjutnya, penelitian kolaborasi ini bertujuan menemukan fakta dan data apakah dengan menerapkan metode al-tathbiq dapat meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran fikih, khsusnya materi thaharah di kelas VII A MTsN 6 Tabalong. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan secara kolaborasi antara dosen dan guru pengajar di sekolah Guru pengajar berperan sebagai observator dilapangan, sedang dosen berperan sebagai penulis data yang ditemukan observator dengan sebelumnya didiskusikan terlebih Indicator keberhasilan Kriteria ketuntasan minimal pembelajaran Fiqh kelas VII adalah Ou 75 Ditemukan peningkatan hasil belajar secara berkelanjutan dari siklus I ke siklus II. Rancangan penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kelas VII A MTsN 6 Tabalong. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan sesuai 7 Isjoni Ishak. Cooperatif Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok, (Bandung: Alfabeta, 2. , h. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Yusran, dkk: Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih Materi Thaharah Dengan Metode AlTathbiq Di MTsN 6 Tabalong dengan perubahan yang ingin dicapai dalam penelitian. Untuk dapat mengetahui hasil belajar siswa terhadap materi yang diajarkan, dilakukan tes . Sedangkan observasi dilakukan untuk dapat melihat tindakan yang tepat untuk diberikan dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan yang telah diajarkan. Dari tes dan observasi yang dilakukan, selanjutnya tes dan observasi tersebut dilakukan dalam refleksi yang ditetapkan, dimana tindakan yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fikih materi thaharah. Dengan berpedoman pada refleksi tersebut, maka akan dilakukan tindakan kelas dengan empat langkah penelitian yang saling berkaitan dan berkesinambungan, yaitu . Perencanaan, . Pelaksanaan tindakan, . Pengamatan/Observasi dan, . Refleksi. Subjek dan objek penelitian Subjek yang akan dikenai tindakan adalah siswa kelas VII A MTsN 6 Tabalong dengan jumlah 30 siswa Tahun Pelajaran 2024/2025. Adapun objek penelitiannya adalah penggunaan model pembelajaran al-tathbiq dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII A MTsN 6 Tabalong pada mata Pelajaran fikih materi thaharah. Langkah-langkah penelitian Perencanaan (Plannin. Menyusun rencana pembelajaran (RPP) dengan standar kompetensi . Menyiapkan materi pembelajaran dan alat bantu yang digunakan dalam mengajar seperti gambar, tape recorder, dan media bantu lain yang . Membuat soal dan pertanyaan, dengan tujuan untuk meningkatkan penguasaan siswa dari materi pembelajaran yang diajarkan, yaitu pembelajaran thaharah . Membuat dan melakukan evaluasi dari jawaban pertanyaan yang diberikan, guna menilai hasil belajar siswa dan dapat dijadikan tolak ukur untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi thaharah. Pelaksanaan Tindakan (Actio. Mengadakan proses pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran al-tathbiq untuk mengkongkritkan teori yang diajarkan. Guru menyampaikan materi pembelajaran thaharah dalam bentuk visual yang menarik. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Yusran, dkk: Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih Materi Thaharah Dengan Metode AlTathbiq Di MTsN 6 Tabalong . Guru mengemukakan suatu problem masalah yang ada disekitar yang telah disusun dan berhubungan dengan materi thaharah. Guru memberikan siswa pertanyaan yang berhubungan dengan thaharah. Agar siswa memiliki motivasi mendengarkan materi yang diajarkan dan tertarik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Memberikan poin-poin penting dari pokok bahasan yang akan berfungsi sebagai alat bantu dalam mengingat pokok bahasan yang telah diajarkan. Mengemukakan kepada siswa ilustrasi nyata mengenai pokok pembahasan. Menggunakan alat visual yang dibutuhkan dan mendukung pokok bahasan yang diajarkan. Dalam menyampaikan materi dilakukan secara periodik, selanjutnya memberikan peluang kepada siswa untuk membuat contoh-contoh yang berhubungan dengan pokok bahasan. Setelah materi pembelajaran yang diajarkan selesai, dilakukan latihanlatihan dan aktifitas singkat yang memperjelas poin-poin yang telah dibuat. Ajukan permasalahan kepada siswa yang berhubungan dengan pokok bahasan thaharah. Melakukan reviewe dari pokok bahasan. Pengamatan (Observasin. Selama proses pembelajaran berlangsung, guru melakukan pengamatan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran fikih materi thaharah dan selanjutnya mengisi lembar observasi yang telah dibuat. Di akhir pembelajaran guru mengadakan evaluasi dengan memberikan tes kepada siswa untuk mengetahui penguasaan siswa secara kuantitatif. Refleksi Refleksi merupakan kegiatan mengulas secara kritis tentang perubahan yang terjadi pada siswa, suasana belajar, dan guru. Dalam mengkaji seluruh tindakan yang telah dilakukan didasarkan pada data yang terkumpul. Dari data tersebut dilakukan evaluasi untuk menyempurnakan tindakan selanjutnya. Jika terdapat masalah dari proses refleksi maka akan dilakukan pengkajian ulang melalui siklus berikutnya yang alurnya sama dengan siklus pertama. Siklus kedua dimaksudkan untuk mengulang kesuksesan, meyakinkan, dan menguatkan hasil. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Yusran, dkk: Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih Materi Thaharah Dengan Metode AlTathbiq Di MTsN 6 Tabalong Tehnik pengumpulan data Observasi. Digunakan untuk mendapatkan data tentang aktifitas siswa selama proses pembelajaran. Dengan teknik ini, peneliti dapat mencatat interaksi siswa, tingkat keterlibatan, serta respons mereka terhadap metode pengajaran yang diterapkan. Observasi memungkinkan peneliti untuk melihat secara langsung dinamika kelas, termasuk keaktifan siswa dalam berdiskusi, bertanya, dan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Data yang diperoleh dari observasi ini memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana metode demonstrasi memengaruhi suasana belajar di kelas. Tes tertulis. Tes tertulis digunakan untuk mendapatkan data kuantitatif berupa nilai yang menggabungkan target kompetensi. Tes tertulis digunakan dalam evaluasi formatif. Tes ini dirancang untuk mengukur pencapaian kompetensi yang telah ditargetkan dalam pembelajaran fiqih. Dengan melaksanakan evaluasi formatif melalui tes tertulis, peneliti dapat menilai pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Hasil dari tes ini memberikan indikasi yang jelas tentang sejauh mana siswa mampu menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari, serta memberikan dasar untuk analisis lebih lanjut mengenai efektivitas metode pengajaran yang diterapkan. Kombinasi antara observasi dan tes tertulis ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan data yang holistik, baik dari aspek kualitatif maupun kuantitatif, sehingga dapat diambil kesimpulan yang lebih akurat mengenai peningkatan hasil belajar siswa. Instrument pengumpulan data Silabus. Silabus yaitu seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran pengelolaan kelas, serta penilaian hasil belajar. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan perangkat pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman dalam mengajar dan disusun untuk tiap siklus. Lembar Observasi. Lembar Observasi, untuk mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Tes. Peneliti memberikan soal-soal yang disusun sesuai kandungan materi dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Yusran, dkk: Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih Materi Thaharah Dengan Metode AlTathbiq Di MTsN 6 Tabalong Analisis data Analisis data dilakukan dengan mengukur skor nilai tiap siklus dengan KKM yang telah ditentukan oleh madrasah, yaitu sebesar Ou 75 yang ditandai dengan adanya peningkatan kriteria ketuntasan pada tiap siklusnya. Oleh karena itu setiap siswa dikatakan tuntas belajar atau mencapai KKM apabila nilai yang diperoleh siswa Ou 75, dan sebaliknya setiap siswa dikatakan tidak tuntas belajar atau tidak mencapai KKM apabila nilai yang diperoleh siswa O 75. Teknik analisi data yang digunakan adalah analisis statistik sederhana yaitu teknik analisi kualitatif dan kuantitatif. Analisis data secara kualitatif digunakan untuk menganalisis data hasil observasi yang diperoleh dari siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan untuk mengetahui perubahan perilaku siswa. Data dapat diolah dengan mencari presentase tiap-tiap kegiatan, dengan menggunakan rumus presentase P F x100% P= presentasi F= Jumlah siswa yang tuntas belajar N= Jumlah semua siswa HASIL DAN PEMBAHASAN Metode al-tathbiq Metode al-tathbiq adalah suatu strategi pengembangan dengan cara memberikan pengalaman belajar melalui perbuatan melihat dan mendengar diikuti dengan meniru pekerjaan yang didemonstrasikan. Dalam metode ini siswa lebih berperan aktif dalam Metode ini bisa juga disebut dengan metode demontrasi atau metode Al-tathbiq merupakan metode interaksi edukatif yang sangat efektif dalam menolong pelajar untuk mencari jawaban melalui pengamatan induktif. Dengan metode Al-tathbiq yang dijadikan sebagai metode mengajar dimaksudkan bahwa seorang pengajar memperlihatkan suatu proses pada seluruh kelompok anak didik. Metode al-tathbiq dimaksudkan sebagai suatu kegiatan memperlibatkan suatu gerak atau proses kerja sesuatu. Pelaksanaannya bisa jadi guru atau orang lain yang sengaja diminta memperlihatkan proses kerja sesuatu itu. 8 Dalil yang berkaitan dengan metode altahtbiq adalah sebuah hadis Nabi Muhammad SAW sebagaimana artinya AuMenceritakan kepada kami Adam, ia berkata, memberitakan kepada kami SyuAobat, memberitakan kepadaku Hakam, dari Jar, dari SaAoid ibn Abdurrahman ibn AbzaAo, dari Ayahnya, berkata. AuTelah datang Ammar bin Yasir berkata kepada Umar bin Khatthab. AuTidaklah anda ingat seseorang kepada Umar bin Khatthab, lalu ia berkata. AuSesungguhnya aku sedang junub, dan aku tidak menemukan air?Ay Maka berkata Umar ibn Yasir kepada Umar bin Khatthab. AuKetika saya dan anda dalam sebuah 8 Sriyono, dkk. Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. (Jakarta: Rineka Cipta, 1. , h. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Yusran, dkk: Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih Materi Thaharah Dengan Metode AlTathbiq Di MTsN 6 Tabalong Adapun anda belum salat, sedangkan saya berguling-guling ditanah kemudian saya salat. Saya pun menceritakannya kepada Rasulullah SAW, kemudian Beliau bersabda,AuSebenarnya anda cukup begini. Rasulullah memukulkan kedua telapak tangannya ke tanah dan meniupnya, kemudian mengusap keduanya pada wajah dan tangan beliau. (H. Bukhar. Metode Al- Tathbiq mempunyai kelebihan diantaranya: . perhatian pelajar dapat diarahkan pada hal-hal yang dianggap penting sehingga hal-hal yang penting itu dapat diamati seperlunya. dapat mengurangi kesalahan-kesalahan bila dibandingkan dengan kegiatan hanya mendengar ceramah atau membaca didalam buku, karena siswa mendapat gambaran yang jelas dari hasil pengamatannya. bila pelajar turut aktif bereksperimen, maka ia akan memperoleh pengalaman-pengalaman praktek untuk mengembangkan kecakapannya dan memperoleh pengakuan dan pengharapan dari lingkungan sosialnya. beberapa masalah yang menimbulkan pertanyaan pada pelajar dapat dijawab lebih teliti waktu proses demonstrasi. Sementara kekurangannya, yaitu . bila tidak dapat mengamati kelas secara seksama, maka metode ini menjadi tidak wajar. demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak diikuti dengan aktivitas dimana para pelajar sendiri dapat ikut bereksperimen dan menjadikan aktivitas itu pengalaman pribadi. bila alat pengajaran kurang memadai, maka hasilnya pun kurang memuaskan. Agar penggunaan metode al-tathbiq berjalan efektif, perlu perencanaan yang baik, misalnya dengan cara: . rumuskan dengan jelas kecakapan atau keterampilan apa yang diharapkan dicapai oleh siswa sesudah demonstrasi itu dilakukan. pertimbangkan dengan sungguh-sungguh apakah metode itu wajar dipergunakan, dan apakah ia merupakan metode yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang dirumuskan. apakah alat-alat yang diperlukan dapat diperoleh dengan mudah dan apakah sudah dicoba terlebih dahulu supaya waktu diadakan demonstrasi tidak gagal. menetapkan garisgaris besar langkah-langkah yang akan dilaksanakan, sebaiknya sebelum demonstrasi . memperhitungkan waktu yang dibutuhkan, dan . menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa10 Deskripsi Pelaksanaan Pra Siklus Sebelum melakukan penelitian tindakan kelas, kondisi awal peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar masih menunjukkan lemahnya pemahaman peserta didik dalam menerima materi thaharah. Data pra siklus di ambil dari nilai ulangan harian materi thaharah . udhu dan Adapun nilai data pra siklus peserta didik dapat dilihat pada tabel dibawah ini: 9 Sriyono, dkk. Teknik BelajarA. ,h. 10 Hasibuan dan Mudjiono. Proses Belajar Mengajar. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1. , h. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Yusran, dkk: Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih Materi Thaharah Dengan Metode AlTathbiq Di MTsN 6 Tabalong Tabel 1 Hasil Belajar Siswa Sebelum Tindakan Nama Siswa Nilai Ketuntasan Asa Belum Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Lah Belum Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Nna Belum Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Tuntas Tuntas Nal Belum Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Jumlah 65,10 Rata- Rata Data pada tabel di atas dapat di uraikan melalui tabel keterangan di bawah ini: An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Yusran, dkk: Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih Materi Thaharah Dengan Metode AlTathbiq Di MTsN 6 Tabalong Tabel 2 Rekapitulasi Nilai Pra Siklus Keterangan Nilai terendah Nilai tertinggi Nilai rata-rata kelas Kriteria ketuntasan minimal (KKM) Jumlah siswa yang mencapai KKM Jumlah siswa yang belum mencapai KKM Prosentasi peserta didik yang mencapai KKM Hasil 65,10 Melalui tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa yang tuntas pada materi thaharah sebelum adanya tindakan sebanyak 12 siswa dari jumlah siswa keseluruhan 30 siswa, sedangkan 18 siswa belum tuntas. Siswa yang dinyatakan tuntas adalah siswa yang telah mencapai KKM 75. Sedangkan siswa dinyatakan belum tuntas, jika siswa tersebut belum mencapai KKM. Pada pra siklus ini hanya 38% siswa yang tuntas. 62% siswa belum tuntas. Hal ini mengkin dikarenakan pembelajaran yang dilakukan hanya menggunakan metode ceramah dan tanyajawab saja. Karena itulah untuk upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fikih materi thaharoh, peneliti menggunakan metode pembelajaran lain yaitu al-Tathbiq. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara bertahap, diawali appersepsi dan di akhiri dengan tes formatif. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan tes, peneliti menganalisis data untuk menentukan apakah perbaikan pembelajaran ini berhasil atau tidak. Adapun tahapan yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut Perencanaan Pada bagian ini peneliti merencanakan: Menentukan sub pokok bahasan yang akan di ajarkan yaitu materi thaharah . udhu dan tayamu. Menyusun RPP terlebih dahulu sesuai dengan tindakan yang akan dilakukan. Rencana pembelajaran ini digunakan sebagai program kerja dalam melaksanakan proses belajar mengajar agar tercapai tujuan pembelajaran. Mempersiapkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode altathbiq. Mempersiapkan soal evaluasi sebagai sarana mengetahui kemampuan siswa. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Yusran, dkk: Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih Materi Thaharah Dengan Metode AlTathbiq Di MTsN 6 Tabalong . Mempersiapkan lembar pengamatan siswa Pelaksanaan Pada bagian ini peneliti: Melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai yang ada di RPP. Pada kegiatan awal peneliti melakukan appersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran pada siswa. Setelah itu peneliti menjelaskan materi tentang thaharah . udhu dan . peneliti dan siswa melakukan tanya jawab tentang materi yang belum difahami. Peneliti memprktekan tata cara wudhu dan tayamum . Peneliti meminta siswa untuk melafadzkan niat wudhu dan tayamum Untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah siklus, diakhir pertemuan peneliti memberikan soal pertanyaan untuk dijawab siswa sebagaimana sudah peneliti siapkan dalam perencanaan awal. Adapun hasil penilaiannya dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3 Data Nilai Siklus I Nama Siswa Nilai Asa Lah Nna Ketuntasan Tuntas Tuntas Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Tuntas Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Tuntas Tuntas An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Yusran, dkk: Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih Materi Thaharah Dengan Metode AlTathbiq Di MTsN 6 Tabalong Nal Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Belum Tuntas Tuntas Jumlah Rata- Rata 68,31 Beradasarkan data yang terlihat pada tabel 3 dapat di uraikan melalui tabel keterangan berikut ini: Tabel 4 Rekapitulasi Nilai Siklus I Keterangan Nilai Terendah Nilai Tertinggi Nilai Rata-Rata Kelas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Jumlah Siswa yang Mencapai KKM Jumlah Siswa yang Belum Mencapai KKM Prosentasi Peserta Didik yang Mencapai KKM Hasil 68,31 Melalui tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa yang tuntas materi thaharoh pada siklus I sebanyak 16 siswa dari jumlah siswa keseluruhan 30, sedangkan 14 siswa belum Siswa yang dinyatakan tuntas adalah siswa yang telah mencapai KKM 75. Sedangkan siswa dinyatakan belum tuntas dikarenakan siswa tersebut belum mencapai KKM atau nilainya belum mencapai 75. Observasi Pada tahap ini dilakukan observasi atau pengamatan terhadap siswa. Data yang dikumpulkan berupa hasil pengamatan aktivitas siswa serta hasil evaluasi belajar siswa dalam pembelajaran. Setelah data terkumpul maka akan dilaksanakan perbaikan pada siklus berikutnya. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Yusran, dkk: Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih Materi Thaharah Dengan Metode AlTathbiq Di MTsN 6 Tabalong Refleksi Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, dapat diketahui hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Sebelum tindakan, siswa yang mengalami ketuntasan belajar hanya 12 orang siswa, setelah tindakan siklus I meningkat menjadi 16 orang siswa. Hasil yang telah diperoleh pada tahap ini dicatat dan disimpulkan, menganalisis serta mengevaluasi. Selanjutnya peneliti merefleksikan tentang berhasil tidaknya tindakan yang dilakukan. Kemudian melakukan perbaikan-perbaikan pada siklus Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan, peneliti menemukan kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya diantaranya: minat dan keaktifan siswa meningkat, siswa dapat praktek secara langsung bagaimana tata cara wudhu dan tayamum dengan benar. Adapun kekurangannya, yaitu: pengaturan waktu kurang maksimal, masih banyak siswa yang bermain sendiri, dan masih ada siswa yang belum memperhatikan penjelasan dengan baik. Pada sikus I ini masih ada 51% siswa yang belum tuntas dan 49% siswa yang tuntas. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti masih banyak siswa yang kurang memperhatikan penjelasan dari guru dan masih banyak siswa yang malu untuk Tindakan yang harus diakukan oleh guru adalah mengondisikan siswa agar lebih baik dalam pembelajaran selanjutnya dan membuat siswa lebih aktif. Itu akan dilaksanakan pada siklus II. Deskripsi Pelaksanaan Siklus II Perencanaan Dari refleksi pada siklus pertama yang telah dilakukan, peneliti merencanakan beberapa hal di siklus II, yaitu: menentukan sub pokok bahasan yang akan di ajarkan yaitu materi thaharoh . udhu dan tayamu. menyusun RPP terlebih dahulu sesuai dengan tindakan yang akan dilakukan. Rencana pembelajaran ini digunakan sebagai program kerja dalam melaksanakan proses belajar mengajar agar tercapai tujuan pembelajaran. mempersiapkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode altathbiq. mempersiapkan soal evaluasi sebagai sarana mengetahui kemampuan siswa Pelaksanaan Sama halnya dengan kegiatan pada siklus I, pada siklus II ini peneliti melaksanakan: Melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan RPP. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Yusran, dkk: Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih Materi Thaharah Dengan Metode AlTathbiq Di MTsN 6 Tabalong . Pada kegiatan awal peneliti memberikan appersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan melakukan tanya jawab tentang materi thaharah. Menjelaskan materi thaharah kemudian mempraktekan tata cara wudhu dan . Kemudian meminta siswa untuk mempraktekkan kembali tata cara wudhu dan tayamum secara bergantian . Untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar siswa setelah siklus II Diakhir pertemuan peneliti memberikan soal pertanyaan untuk dijawab siswa sebagaimana sudah peneliti siapkan dalam perencanaan Adapun hasil penilaiannya dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 5 Hasil Belajar Siswa Pada Siklus II Nama Siswa Nilai Asa Lah Nna Nal Ketuntasan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Yusran, dkk: Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih Materi Thaharah Dengan Metode AlTathbiq Di MTsN 6 Tabalong Tuntas Tuntas Jumlah Rata- Rata 79,27 Beradasarkan data yang terlihat pada tabel 3. 5 dapat di uraikan melalui tabel keterangan berikut ini: Tabel 6 Rekapitulasi Nilai Siklus II No. Keterangan Nilai Terendah Nilai Tertinggi Nilai Rata-Rata Kelas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Jumlah Siswa Yang Mencapai KKM Jumlah Siswa yang Belum Mencapai KKM Prosentasi Peserta Didik yang Mencapai KKM Hasil 79,29 Melalui tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa yang tuntas pada materi Thaharoh pada Siklus II sebanyak 30 siswa dari jumlah siswa keseluruhan 30. Dengan demikian pada siklus II semua siswa telah mencapai KKM yang telah ditentukan yaitu 75, bahkan banyak diantaranya lebih tinggi dari nilai KKM yang ditetapkan madrasah. Observasi Dalam siklus II ini dilakukan seperti siklus I dilaksanakan pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar pengamatan. Hasil dari pengamatan siklus II ini peneliti tidak menemukan kejanggalan yang signifikan pada peserta didik, dalam tahap ini peserta didik mengalami peningkatan yang baik terutama dalam praktek tata cara wudhu dan tayamum. Refleksi Berdasarkan perbaikan yang dilakukan pada siklus II ini, keadaan kelas menjadi lebih kondusif dikarenakan peneliti mampu mengondisikan kelas sehingga peserta didik yang memperhatikan semakin banyak. Selain itu siswa juga lebih banyak yang aktif bertanya di banding pada siklus I. Siklus II ini peneliti telah berhasil An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Yusran, dkk: Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih Materi Thaharah Dengan Metode AlTathbiq Di MTsN 6 Tabalong meningkatkan hasil belajar Fiqih materi Thaharoh dengan menggunakan metode AlTathbiq. Pembahasan Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa baik hasil belajar maupun aktivitas peserta didik mengalami peningkatan yang signfikan tiap siklusnya. Hasil belajar peserta didik di ukur melalui tes evaluasi yang di lakukan pada tiap siklus. Indikator keberhasilan tindakan kelas tersebut adalah peningkatan nilai rata-rata dari tes formatif pra siklus, tes formatif siklus I dan tes formatif siklus II, semakin baik nilai rata-rata tersebut berarti semakin meningkat pemahaman siswa, peningkatan yang signifikan nilai pelajaran fiqih sebelum dilakukan Tindakan Kelas dengan nilai fiqih sesudah dilakukan Tindakan Kelas . iklus I dan siklus II), peningkatan siswa yang mencapai nilai KKM, dan sudah mencapai tingkat nilai KKM, dan sudah mencapai tingkat ketuntasan belajar mencapai 85% ke atas menunjukkan semakin meningkatkan minat belajar siswa. Pada siklus I pembelajaran di fokuskan pada penjelasan materi thaharah dan tata cara wudhu dan tayamum dengan menggunakan metode al-tathbiq yang di praktekkan. Sebelum penelitian ini dimulai, peneliti sudah melakukan diskusi mengenai penerapan metode al-tathbi. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan peningkatan di bandingkan pada tahap Pra Pada tahap pra siklus nilai rata-rata hasil belajar peserta didik 65,10 dengan ketuntasan klasikal 38%. Sedangkan pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar peserta didik 68,31 dengan ketuntasan klasikal 51%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar Meskipun ada peningkatan, namun hasil dari siklus I belum memenuhi standar ketuntasan yang telah ditetapkan. Karena itu penelitian dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II, peneliti memfokuskan penelitian pada praktek wudhu dan tayamum yang dilaksanakan oleh siswa. Peserta didik diminta bergantian satu persatu untuk praktek wudhu dan tayamum beserta bacaannya. Dengan ini peneliti akan benar-benar mengetahui sukses atau tidaknya pembelajaran yang telah dilakukan dan selain itu juga dapat melihat siswa yang menguasai dan siswa yang belum menguasai. Pada siklus II ini hasil belajar peserta didik baik secara individual ataupun klasikal mengalami peningkatan yang baik. Pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar 68,31 dengan ketuntasan klasikal 51%, sedangkan pada siklus II rata-rata hasil belajar 79,29 dengan ketuntasan klasikal 100%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 49%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik sudah memenuhi target yang ditetapkan oleh peneliti. Setelah melakukan berbagai kegiatan pada siklus I dan II diperoleh data nilai mata pelajaran Fiqih materi thaharoh . udhu dan tayamu. dengan menggunakan metode altathbiq. Berikut hasil penelitian siklus I dan siklus II: An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Yusran, dkk: Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih Materi Thaharah Dengan Metode AlTathbiq Di MTsN 6 Tabalong Tabel 7 Rekapitulasi Nilai Rata- rata Kelas Keterangan Nilai Tertinggi Nilai Terendah Nilai Rata-rata Kelas Jumlah Siswa Mencapai KKM Posentase Ketuntasan Pra Siklus 65,10 Siklus I 68,31 Siklus II 79,29 Berdasarkan tabel di atas peningkatan prosentase peserta didik yang mencapai KKM mengalami peningkatan dari yang semula 38% naik menjadi 51% dari pra siklus ke siklus Kemudian dari siklus I ke siklus II juga mengalami peningkatan dari 51% menjadi Berdasarkan data rekapitulasi tersebut, menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari pra siklus, bahwa siswa yang tuntas hanya 38% dari keseluruhan jumlah Pada siklus I setelah menerapkan metode pembelajaran al-Tathbiq ketuntasan hasil belajar siswa meningkat menjadi 51% dan pada siklus II 100%. Dengan demikian penggunaan metode al-tathbiq dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fikih materi thaharah. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan berbagai pembahasan yang telah diperoleh, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode al-Tathbiq dapat meningkatkan hasil belajar fiqih materi thaharoh pada siswa kelas VII A MTsN 6 Tabalong semester ganjil Tahun Pelajaran 2024/2025. Peningkatan hasil belajar peserta didik tersebut dapat dibuktikan dari nilai hasil belajar peserta didik mulai sebelum tindakan (Pra Siklu. , siklus I, dan siklus II. Pada saat Pra Siklus siswa yang tuntas sebanyak 12 orang dengan presentase 38%, sedangkan pada siklus I siswa yang tuntas sebanyak 16 anak dengan presentase 51%, dan pada siklus II siswa yang tuntas sebanyak 30 siswa dengan presentase ketuntasan sebanyak 100%. Dengan begitu penelitian ini telah mencapai tingkat ketuntasan yang diharapkan yaitu 85% ke atas, dengan KKM yang ditentuakan yaitu 75. Nilai rata-rata hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan dari sebelum adanya tindakan (Pra siklu. yaitu 65,10 kemudian pada siklus I mengalai peningkatan 68,31 dan dari siklus I ke siklus II juga mengalami peningkatan lagi 79,29. DAFTAR PUSTAKA