Journal of Pharmaceutical and Sciences Electronic ISSN: 2656-3088 DOI: https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Homepage: https://journal-jps. ORIGINAL ARTICLE JPS. 2024, 7. , 184-189 The influence of medication counseling on knowledge and compliance level of hypertension patients in 2023 Pengaruh konseling obat terhadap pengetahuan dan tingkat kepatuhan pasien hipertensi Tahun 2023 Intan Nainggolan a . Nurasni a. Nerly Juli Pranita Simanjuntak. Erida Novriani a. Finna Piska a. Rena Meutia a. Elfia Neswita a* a Program Studi Sarjana Farmasi Klinis. Fakultas Kedokteran. Kedokteran Gigi dan Ilmu Kesehatan. Universitas Prima Indonesia, 20118. Medan *Corresponding Authors : elfianeswita@gmail. Abstract Hypertension is when blood pressure exceeds normal limits, and it is generally a lifelong condition that requires maintaining stable blood pressure. Every year, the relationship between hypertension and death from heart and blood vessel disease stabilizes. Every year, the link between hypertension and death from heart and blood vessel disease is proven. This research took place from July to September 2023 at H. Adam Malik Hospital. Medan, with 53 patients who met the inclusion criteria. The study aims to assess the level of adherence of hypertensive patients to the use of their medication using the Morisky Medication Adherence Scale questionnaire and to see whether counseling can increase the level of patient compliance. The results of the analysis show that providing counseling has a significant impact on increasing compliance in hypertensive patients at H. Adam Malik General Hospital. Medan, as demonstrated by the Wilcoxon test with p-value < 0. Kata Kunci: Knowledge. Counseling. Adherence Abstrak Hipertensi adalah saat tekanan darah melebihi batas normal, dan ini umumnya merupakan kondisi seumur hidup yang membutuhkan pemeliharaan tekanan darah yang stabil. Setiap tahun, hubungan antara hipertensi dan kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah yang stabil. Setiap tahun, hubungan antara hipertensi dan kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah telah terbukti. Penelitian ini berlangsung dari Juli hingga september 2023 di RSUP H. Adam Malik Medan dengan 53 pasien yang memenuhi kriteria iklusi. Penelitian tersebut bertjuan untuk menilai tingkat kepatuhan pasien hipertensi terhadap penggunaan obat mereka menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale, serta untuk melihat apakah konseling dapat meningkatkan tingkat kepatuhan pasien Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian konseling memiliki dampak dengan signifikan terhadap peningkatan kepatuhan pasien hipertensi di RSUP H. Adam Malik Medan, seperti yang ditunjukkan oleh uji Wilcoxon dengan p-value <0. Kata Kunci : Pengetahuan. Konseling. Kepatuhan. Jurnal Farmasi dan Sains 2024. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Copyright A 2020 The author. You are free to : Share . opy and redistribute the material in any medium or forma. and Adapt . emix, transform, and build upon the materia. under the following terms: Attribution Ai You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use. NonCommercial Ai You may not use the material for commercial purposes. ShareAlike Ai If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original. Content from this work may be used under the terms of the a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International (CC BY-NC-SA 4. License Article History: Received: 29/04/2024 Revised: 20/06/2024 Accepted: 21/06/2024 Available Online: 30/06/2024 QR access this Article https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Pendahuluan Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis yang bersifat kronis dan tidak menular, menjadi perhatian serius dalam kesehatan masyarakat global karena tinginya prevalensi dan risiko yang terkait dengan penyakit kardiovaskular dan gangguan ginjal. Peningkatan tekanan darah adalah ketika tekanan dalam pembuluh darah meningkat dengan cepat karena jantung memompa darah dengan cepat ke seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan hipertensi, yang merupakan kondisi seumur hidup yang memerlukan pemantauan dan pengaturan tekanan darah yang stabil. Saat ini, lebih dari seperempat populasi dunia menderita hipertensi, dan diperkirakan bahwa angka ini akan naik menjadi 29% pada tahun 2025. Kenaikan prevalensi ini menyebabkan risiko stroke . %) dan serangan jantung . %) meningkat. Amerika Serikat, angka kejadian hipertensi mencapai 27,8%, sedangkan di Indonesia. , angka kematian akibat hipertensi dan penyakit jantung cukup tinggi, yakni sekitar 28%. Tiap tahun, hipertensi dikaitkan dengan 9,4 juta kasus. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana informasi tentang obat-obatan dapat memengaruhi pengetahuan dan ketaatan pasien yang dirawat di RS Umum Pemerintahan H Adam Malik terhadap pengobatan hipertensi, dengan tujuan meningkatkan tingkat keberhasilan pengobatan. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan pola penelitian eksperimental menggunakan prosedur The One Group Pretest-Posttest. Pada tahap pertama, dilakukan pretest pada satu kelompok subjek. Selanjutnya, pasien diberikan konseling mengenai penyakit hipertensi yang mereka derita. Tahap terakhir adalah posttest yang digunakan sebagai indikator untuk mengevaluasi pemahaman pasien terhadap penjelasan yang telah diberikan sebelumnya. Observasi ini dilakukan tanpa kelompok kontrol untuk memungkinkan perbandingan subjek sebelum dan setelah menerima konseling. Paired Sample Test digunakan untuk mengevaluasi perbedaan antara O1 . dan O2 . sebelum dan setelah konseling obat diberikan. Asumsi utama adalah bahwa data harus memiliki distribusi normal, dan uji penormalitasan dilakukan untuk memastikan normalitas distribusi data. Jika data tidak terdistribusi normal, uji Wilcoxon digunakan untuk menganalisis data penelitian. Pengaruh konseling dianggap signifikan jika nilai p-value < 0. Sebaliknya, uji regresi linear digunakan untuk menentukan apakah ada pengaruh dari pemberian konseling obat kepada pasien atau tidak. Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Jurnal Farmasi dan Sains 2024. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Hasil dan Diskusi Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Umum Responden Karakteristik Umum Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Total Umur 41-50 Tahun 51-60 Tahun Ou60 Tahun Total Pendidikan SMP SMA D3/S1 Total Pekerjaan ASN IRT Wirausaha Wiraswasta Pensiunan Pegawai Swasta Total Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan hasil penelitian seperti yang diperlihatkan pada tabel 1, terdapat 32 pengidap hipertensi yang merupakan perempuan dan 21 yang merupakan laki-laki . ,6%). Temuan ini sejalan dengan penelitian oleh Khurin dan rekan . yang menyatakan bahwa wanita pasca menopause, yang merupakan wanita berusia di atas 45 tahun, memiliki risiko yang lebih tinggi terkena hipertensi. Hormon estrogen memainkan peran penting dalam meningkatkan kadar HDL dan melindungi wanita yang belum mengalami Rendahnya HDL dan tingginya LDL dapat berkontribusi pada aterosklerosis yang kemudian meningkatkan tekanan darah. Observasi lain juga menunjukkan peningkatan hipertensi pada wanita paruh baya saat mereka mengalami menopause, yang disebabkan oleh penurunan kadar estrogen pada tahap lanjut kehidupan wanita tersebut. Responden yang mengalami hipertensi secara dominan berada dalam rentang usia 51 hingga 60 tahun, dengan jumlah mencapai 25 orang . ,2%). Kelompok usia di atas 60 tahun menyusul dengan 18 orang . %), sementara pasien hipertensi berusia 41 hingga 50 tahun hanya sedikit, yaitu 10 orang . ,8%). Temuan ini sejalan dengan penelitian oleh Lusiane . yang menyatakan bahwa risiko terkena hipertensi meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini disebabkan oleh efek degeneratif yang terkait dengan proses Akumulasi kolagen dalam lapisan otot arteri dapat membuat dinding arteri menjadi lebih tebal dan kaku. Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Jurnal Farmasi dan Sains 2024. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Tabel 2. Distribusi Karakteristik Klinis Responden Karakteristik Klinis Lama Terdiagnosis Hipertensi <5 Tahun >5 Tahun Total Jumlah Obat Tunggal Kombinasi 2 obat Kombinasi 3 obat Total Derajat Hipertensi Tingkat 1 . mmHg/ . mmHg Tingkat 2 (>. mmHg/ (>. mmHg Total Frekuensi . Persentase (%) Tabel 2 menunjukkan bahwa ada 28 responden . ,8%) yang telah didiagnosis menderita hipertensi selama lebih dari 5 tahun, sementara 25 responden . ,2%) didiagnosis dalam kurun waktu kurang dari 5 Pasien yang telah lama menderita hipertensi cenderung mengalami komplikasi dari penyakit lain dan sering kali harus mengonsumsi berbagai jenis obat, yang menyebabkan peningkatan jumlah obat yang harus mereka konsumsi. Hal ini seringkali membuat kebingungan dan kadang-kadang lupa dalam mengonsumsi obat. Mayoritas pasien mengonsumsi dua obat secara bersamaan, yaitu sebanyak 30 orang . ,6%), diikuti oleh 21 orang . ,6%) yang hanya mengonsumsi satu jenis obat, dan 2 orang . ,8%) yang mengonsumsi tiga obat sekaligus. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami hipertensi tingkat dua, yang berjumlah 37 orang . ,8%). Tabel 3. Perbandingan Tingkat Kepatuhan Derajat Kepatuhan Pretest Posttest Kepatuhan Rendah Kepatuhan Sedang Kepatuhan Tinggi Total Frekuensi/Persentase 42 . ,2%) 11 . ,8%) 53 . %) Fekuensi/Persentase 2 . ,8%) 33 . ,2%) 18 . %) 53 . %) Selama pretest, terdapat 42 pasien . ,2%) yang termasuk dalam kategori kepatuhan rendah, sementara 11 pasien . ,8%) termasuk dalam kategori kepatuhan sedang, dan tidak ada pasien yang termasuk dalam kategori kepatuhan tinggi. Setelah posttest dilakukan, mayoritas pasien masuk dalam kategori kepatuhan sedang sebanyak 33 orang . ,3%), dengan ditemukan 18 pasien . %) masuk ke dalam kategori kepatuhan tinggi, dan hanya 2 orang . ,8%) yang tetap berada dalam kategori kepatuhan rendah. Dalam penelitian ini, uji Wilcoxon digunakan karena data tidak memiliki distribusi yang normal. Uji Wilcoxon merupakan alternatif dari Uji paired sample test untuk mengevaluasi efektivitas konseling yang diberikan kepada pasien di poliklinik RSUP H. Adam Malik Medan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh dari konseling yang diberikan, yang sejalan dengan temuan dalam penelitian oleh Tamba . Berdasarkan hasil pengujian, terdapat hasil yang signifikan setelah pemberian konseling. Berdasarkan penelitian ini, ditemukan bahwa pemberian konseling memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan kepatuhan pasien yang menderita hipertensi. Hasil ini sejalan dengan temuan dalam penelitian oleh Andriansyah dan rekan . , yang menyoroti pentingnya peran Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Jurnal Farmasi dan Sains 2024. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. farmasis sebagai profesional kesehatan dalam memberikan konseling dan informasi terkait obat kepada Konseling yang dilakukan oleh apoteker memiliki dampak yang signifikan. Perubahan dalam kepatuhan pasien hipertensi sebelum dan setelah konseling mungkin dipengaruhi oleh cara mereka menyerap informasi yang diberikan, seperti melihat, membaca, dan mendengarkan proses konseling. Peningkatan kepatuhan ini juga dapat terpengaruh oleh tingkat pendidikan responden. Tingkat pendidikan seseorang memengaruhi cara mereka memandang diri dan lingkungan sekitarnya. Sehingga, sikap dan interaksi selama konseling dapat berbeda antara responden yang berpendidikan tinggi dan yang berpendidikan rendah. Biasanya, tingkat pendidikan formal yang tinggi memudahkan pasien dalam menerima konseling yang diberikan oleh konselor. Salah satu keuntungan dari konseling adalah dapat meningkatkan tingkat kepatuhan pasien terhadap penggunaan obat, yang pada gilirannya dapat mengurangi angka kematian dan kerugian, baik dari segi biaya maupun produktivitas yang hilang. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan pasien terhadap pengobatan penyakit kronis umumnya kurang memuaskan. Kepatuhan yang rendah ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk keengganan secara tidak sengaja . ontohnya karena kesibukan atau lupa, serta secara sengaja tidak mengonsumsi obat saat merasa kondisi membaik atau memburu. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien tidak konsisten dalam mengikuti pengobatan hipertensi mereka karena sering lupa minum obat dan memiliki pemahaman yang kurang tepat tentang penyakit yang mereka derita, sehingga kadang-kadang memilih untuk tidak mengonsumsi obat. Pasien yang tidak patuh dalam penggunaan obat beranggapan bahwa setelah mengonsumsi obat antihipertensi dan tekanan darah mereka menurun, mereka merasa sembuh dan menganggap tidak perlu lagi minum obat. Mereka cenderung baru mengonsumsi obat kembali saat mengalami gejala kenaikan tekanan darah, seperti sakit di leher atau pusing. Ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat juga bisa disebabkan oleh kurangnya pemahaman pasien tentang risiko yang dapat terjadi jika tekanan darah mereka tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Kesimpulan Hasil dan analisis penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pasien sebelum menerima konseling . di RSUP H. Adam Malik Medan tidak mencapai tingkat yang memuaskan, dengan kepatuhan rendah mencapai 79,2%, dan kepatuhan sedang sebesar 20,8%. Oleh karena itu, pemberian konseling memiliki dampak yang signifikan terhadap peningkatan tingkat kepatuhan pasien yang menderita hipertensi di RSUP H. Adam Malik Medan. Conflict of Interest Semua penulis mengonfirmasi bahwa penelitian ini bebas dari konflik kepentingan. Penelitian dan penulisan artikel dilakukan secara independen, tanpa pengaruh eksternal, serta tidak ada kepentingan pribadi, keuangan, atau profesional yang memengaruhi objektivitas dan integritas penelitian. Acknowledgment Peneliti ingin mengungkapkan rasa terima kasih kepada manajemen RSUP H. Adam Malik Medan atas kesempatan yang diberikan untuk melakukan pengambilan data melalui kuisioner di poliklinik rawat inap neurologi RSUP H. Adam Malik Medan. Supplementary Materials Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Jurnal Farmasi dan Sains 2024. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Referensi