Volume. 5 No. 1 tahun 2024 Mei 2024 ISSN . : 2722-2055 https://jurnal. id/index. php/ASSYIFA/ AS-SYIFA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI HYGIENE DAN SANITASI JAJANAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH EDUCATION ON HYGIENE AND SANITATION OF SNACKS AT UNIVERSITY OF MUHAMMADIYAH JAKARTA Ernyasih Ernyasih1. Muhammad Aslam Effendy2. Lingga Nur Afifah Taurusia3. Shifa Safira4 1,2,3,4 Program Studi Kesehatan Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Jakarta E-mail: ernyasih@umj. ABSTRAK Permasalahan akibat mengonsumsi jajanan sembarangan masih menjadi masalah Kesehatan di Indonesia, yaitu perilaku mengenai hygine dan sanitasi yang masih belum diperhatikan. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah mendukung prinsip hygiene dan sanitasi terhadap jajanan agar mencegah terjadinya kontaminasi pada makanan. Pengetahuan hygiene dan sanitasi terhadap jajanan merupakan hal yang berhubungan dengan sikap penjamah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan hygiene dan sanitasi. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan dan pemahaman tentang hygiene dan sanitasi terhadap jajanan yang sehat dengan indikator penilaian pre-test dan posttest untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa dengan sampel 10 responden disekitar Universitas Muhammadiyah Jakarta. Hasil kegiatan ini menunjukkan sebelum dilakukannya penyeluhan, pengetahuan responden tentang hygiene dan sanitasi terhadap jajanan memiliki rata-rata skor pre-test sebesar 67%. Setelah penyuluhan dilakukan. Hasil post-test menunjukkan rata-rata skor post-test sebesar 80%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penyuluhan mengenai hygiene dan sanitasi jajanan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang jajanan sehat dan perlu menyediakan fasilitas dan sarana yang memadai untuk mendukung penerapan hygiene dan sanitasi terhadap jajanan. Kata Kunci: hygiene, sanitasi, jajanan, lingkungan, pengetahuan ABSTRACT Problems caused by eating snacks carelessly are still a health problem in Indonesia, namely behavior regarding hygine and sanitation that is still not considered. One solution to these problems is to support the principles of hygiene and sanitation of snacks in order to prevent contamination of food. Knowledge of hygiene and sanitation of snacks is related to the attitude of the handlers This activity aims to explain that hygiene and sanitation are very important. This activity uses the method of counseling and understanding of hygiene and sanitation of healthy snacks with pre-test and post-test assessment indicators to determine the level of knowledge of students with a sample of 10 respondents around Muhammadiyah University Jakarta. The results of this activity show that before counseling, respondents' knowledge of hygiene and sanitation of snacks has an average pre-test score of 67%. After the counseling was conducted, the post-test results showed an average post-test score of 80%. The conclusion of this activity is that counseling on hygiene and sanitation of snacks in the environment of Universitas Muhammadiyah Jakarta is considered effective in increasing knowledge about healthy snacks and needs to provide adequate facilities and facilities to support the application of hygiene and sanitation to snacks. Keywords: hygiene, sanitation, snacks, environment, knowledge Volume. 5 No. 1 tahun 2024 Mei 2024 ISSN . : 2722-2055 https://jurnal. id/index. php/ASSYIFA/ AS-SYIFA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat PENDAHULUAN Di lingkungan sekitar kampus banyak sekali dijumpai jajanan baik yang disediakan oleh kantin kampus maupun pedagang kaki lima dan umumnya rutin dikonsumsi oleh anak-anak maupun remaja. Secara umum, makanan jajanan dikenal dengan istilah Austreet foodAy atau dalam bahasa Indonesia bermakna jenis makanan yang dijual di kaki lima, pinggiran jalan, di stasiun, dipasar, di sekolah, tempat pemukiman serta tempat yang sejenisnya (Rahmi, 2. Jajanan yang kurang terjaga kebersihannya sangat beresiko terhadap kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang (Nurbiyati & Wibowo. Hal ini perlu menjadi perhatian individu kita masing-masing untuk mencegah timbulnya suatu penyakit, ataupun keracunan yang timbul akibat hyigiene dan sanitasi yang kurang baik. Sebagaimana dalam hadist Al-Bukhari AuBersihkanlah segala semampu kamu, sesungguhnya Allah TaAyala membangun islam itu atas daar kebersihan dan tidak akan masuk surga kecuali setiap yang bersihAy. Penting bagi kita menjaga kebersihan sebagai penjamah terhadap makanan yang kita makan. Kontaminan pada makanan berupa virus, bakteri, jamur, parasit, dan bahan kimia berbahaya (Andayani, 2. Makanan tak aman menimbulkan berbagai jenis penyakit, mulai dari diare hingga Sebagai gambaran, berdasarkan Foodborne Disease Burden Epidemiology Reference Group (FERG) dari WHO, diperkirakan 582 juta kasus muncul dari 22 penyakit yang menyebar melalui makanan (Foodborne Diseas. Dan sebanyak 351. 000 diantaranya berujung kematian (Trigunarso Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki beban kesehatan sangat tinggi karena penyakit yang ditularkan melalui pangan. Sebanyak 10 juta hingga 22 juta orang di Indonesia mengalami diare karena pangan dan air yang terkontaminasi. KLB keracunan pangan di Indonesia pada 2021 sebesar 50 kasus yang diproyeksikan menjadi 5. 000 kasus dengan jumlah yang terpapar 256. Sebanyak 178. 300 orang mengalami sakit dan 1. 000 orang meninggal (Rokom, 2. Banyaknya aktivitas yang dilakukan anak-anak dan remaja membuatnya sering melupakan waktu makan dan cenderung memilih mengonsumsi makanan jajanan di kantin atau warung di sekitarnya (Ratnawati et al. Sehingga hal ini berkesinambungan dengan Konsep pengetahuan personal hygiene dalam kehidupan sehari-hari supaya anak-anak ataupun remaja tidak salah dalam memilih jajanan. Kebersihan makanan diperlukan untuk memastikan keamanan makanan mulai produksi hingga Makanan dapat terkontaminasi di titik mana pun selama persiapan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, distribusi, transportasi, dan penyajian. Upaya hygiene sanitasi adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat dan perlengkapannya yang dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan (Rahmayani & Simatupang 2. Hygiene adalah usaha kesehatan yang mempelajari pengaruh kondisi lingkungan terhadap kesehatan manusia, ataupun mencegah timbulnya penyakit karena pengaruh kondisi lingkungan Volume. 5 No. 1 tahun 2024 Mei 2024 ISSN . : 2722-2055 https://jurnal. id/index. php/ASSYIFA/ AS-SYIFA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat (Najiyah & Nurlaela 2. Sedangkan sanitasi adalah serangkaian praktik dan upaya yang berfokus pada menjaga kebersihan lingkungan sekitar, misalnya menyediakan tempat sampah suapaya tidak ada yang buang sampah sembarangan, menyediakan fasilitas tempat cuci tangan dengan air yang bersih. Hygiene dan sanitasi makanan tidak jauh dari sikap manusia atau penjamah itu sendiri, salah satu faktor terpenting yaitu pengetahuan penjamah terkait hygiene dan sanitasi terhadap makanan yang di makan (Fauziah, 2. Pengetahuan keamanan pangan berhubungan dengan sikap penjamah makanan, sedangkan sikap akan menentukan praktik keamanan pangan penjamah makanan. Sebagian besar penjamah makanan bersikap tidak mendukung mengenai higiene dan sanitasi (Miranti & Adi. Oleh karena itu kedua hal tersebut yaitu pengetahuan dan sikap saling berhubungan. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap higiene dan sanitasi penjamah makanan serta ada hubungan pula antara pengetahuan dengan praktek higiene penjamah makanan (Miranti & Adi, 2. Hal tersebut dikarenakan faktor yang paling penting menentukan prevalensi penyakit bawaan makanan adalah kurangnya pengetahuan pada pihak penjamah atau konsumen makanan dan ketidak pedulian terhadap pengelolaan makananan yang aman (Rahmayani, 2. METODE Metode yang digunakan dalam pemberdayaan masyarakat ini adalah metode penyuluhan dengan indikator penilaian pre-test dan post-test. Metode ini dilakukan dengan cara memberikan pretest terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa tentang hygiene dan sanitasi terhadap jajanan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta, kemudian memberikan penyuluhan dan pemahaman tentang hygiene dan sanitasi terhadap jajanan yang sehat, dan terakhir memberikan post-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa setelah mendapatkan penyuluhan. Media penyuluhan perorangan yang dilakukan adalah dengan poster yang sudah dibuat sesuai dengan petunjuk Kementrian Kesehatan RI mengenai jajanan sehat dan cara menjaga hygiene sanitasi Tujuan penyuluhan perorangan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta adalah untuk mengetahui peningkatan masyarakat dengan memberikan edukasi mengenai pentingnya jajanan yang sehat serta cara menjaga hygiene sanitasi makanan yang baik. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi hygiene dan sanitasi terhadap jajanan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan metode pre-test dan post-test dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya hygiene dan sanitasi terhadap jajanan. Kegiatan ini melibatkan 10 orang responden yang berada di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Volume. 5 No. 1 tahun 2024 Mei 2024 ISSN . : 2722-2055 https://jurnal. id/index. php/ASSYIFA/ AS-SYIFA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Sebelum diberikan penjelasan materi, responden diminta untuk mengisi pre-test terlebih dahulu dengan scan barcode melalui google form untuk mengetahui hasil tingkat pengetahuan terkait hygiene dan sanitasi terhadap jajanan. Selanjutnya menjelaskan materi secara singkat mengenai jajanan sehat dan cara menjaga hygiene sanitasi makanan dengan baik yang sesuai dengan poster yang telah dibuat dengan referensi dari Kemenkes RI. HASIL pre-test post-test Gambar 1. Hasil pretest dan posttest Hasil pre-test menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang hygiene dan sanitasi terhadap jajanan masih kurang. Hal ini terlihat dari rata-rata skor pretest sebesar 67% dari total skor Responden masih belum memahami dengan baik tentang pengertian hygiene dan sanitasi, pentingnya hygiene dan sanitasi terhadap jajanan, serta cara-cara menerapkan hygiene dan sanitasi terhadap jajanan. Setelah responden melakukan pre-test, selanjutnya menjelaskan secara detail mengenai ciri-ciri jajanan yang sehat dan tidak sehat serta bagaimana cara menjaga hygiene sanitasi terhadap makanan. Jajanan yang sehat adalah jajanan yang bersih, baik dari segi tempat, lingkungan sekitar, maupun kemasan jajanan tersebut. Jajanan yang tidak sehat adalah jajanan yang kotor ataupun tidak tertutup serta menggunakan bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh. Adapun cara menjaga hygiene dan sanitasi makanan adalah dengan membiasakan cuci tangan sebelum makan, tidak memakan makanan yang terjatuh, serta mewaspadai terhadap cemaran pada makanan yang meliputi. biologis, dan bahaya zat kimia. Setelah penyampaian materi mengenai jajanan yang sehat serta hyigiene sanitasi terhadap makanan responden diminta untuk melaksanakan post-test dengan cara scan barcode melalui google Hasil post-test menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang hygiene dan sanitasi terhadap jajanan mengalami peningkatan yang lebih baik dari nilai pre-test. Hal ini terlihat dari rata-rata skor post-test sebesar 80% dari total skor 100%. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan responden tentang hygiene dan sanitasi terhadap jajanan meningkat Volume. 5 No. 1 tahun 2024 Mei 2024 ISSN . : 2722-2055 https://jurnal. id/index. php/ASSYIFA/ AS-SYIFA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat sebesar 13%. Meskipun belum terjadi peningkatan 100% tetapi dengan adanya peningkatan pemahaman responden yang sudah lebih baik, artinya penyuluhan kesehatan mengenai pengetahuan hygiene dan sanitasi terhadap jajanan ini sesuai dengan harapan, yaitu terjadinya peningkatan pemahaman. Sanitasi makanan adalah suatu usaha pencegahan yang menitikberatkan pada kegiatan dan tindakan yang diperlukan untuk membebaskan makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat mengganggu kesehatan, mulai dari sebelum makanan diproduksi, selama proses pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, hingga pada saat makanan dan minuman siap dikonsumsi oleh masyarakat atau konsumen. Dimana sanitasi ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kemurnian makanan, menghindarkan konsumen dari penyakit, mencegah penjualan makanan yang akan merugikan pembeli, mengurangi kerusakan atau pemborosan makanan. (Jatmika & Fadila 2. Makanan yang bersih dan aman akan berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian (Silvia et al. bahwa kurangnya pengetahuan terkait penerapan higiene dan sanitasi makanan dari seorang penjamah makanan dapat dipengaruhi oleh faktor usia, tingkat pendidikan, dan lain-lain. Kemampuan berpikir seseorang akan lebih matang sehingga dapat menerima informasi dipengaruhi oleh usia yang lebih tua. Namun, faktor usia tidak serta merta menjadi patokan karena orang yang lebih tua belum tentu memiliki pengetahuan yang baik terkait higiene dan sanitasi makanan. Pengetahuan seseorang juga dipengaruhi oleh faktor Orang yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi cenderung memiliki pengetahuan yang lebih tinggi dan sebaliknya. Berdasarkan dari hasil penelitian (Titahena et al. Faktor lain yang juga dapat mempengaruhi sikap seseorang dalam menyikapi pelaksanaan praktik higiene mereka adalah faktor orang lain, dimana seseorang cenderung memiliki sikap yang disesuaikan atau sejalan dengan sikap yang dimiliki oleh orang-orang yang dianggap berpengaruh bagi individu tersebut, seperti teman dekat atau keluarga. Beberapa responden yang mengatakan bahwa mereka melakukan praktik higiene dengan baik karena mengikuti kebiasaan praktik higiene dalam keluarga saat memegang makanan, seperti mencuci tangan sebelum menyentuh makanan, menggunakan penjepit makanan dan melakukan personal hygiene atau kebersihan diri lainnya. Berdasarkan hukum dan peraturan yang berlaku higiene dan sanitasi makanan. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 942/MENKES/SK/VII/2003 tentang pedoman persyaratan higiene dan sanitasi persyaratan hygiene dan sanitasi, penjamah makanan adalah orang yang secara langsung berhubungan dengan langsung dengan makanan dan peralatan mulai dari tahap persiapan, pembersihan, pengolahan, pengangkutan hingga penyajian. (Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Higiene dan sanitasi tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena keduanya sangat berhubungan erat. Sebagai contoh, hygiene sudah baik karena mau mencuci tangan, tetapi sanitasinya tidak mendukung karena tidak cukup tersedia air bersih, maka mencuci tangan tidak sempurna. (Nildawati et al. Volume. 5 No. 1 tahun 2024 Mei 2024 ISSN . : 2722-2055 https://jurnal. id/index. php/ASSYIFA/ AS-SYIFA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Penjamah makanan merupakan salah satu sumber kontaminasi terjadinya penyakit, oleh karena itu kebersihan penjamah sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi dan menghasilkan jajanan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi. Personal Hygiene adalah hal utama dalam masalah pencegahan penyakit bawaan makanan. Mencuci tangan secara baik akan membunuh lebih dari 80% kuman di tangan. Tangan perlu dicuci karena ribuan mikroorganisme, baik yang normal maupun yang terkontaminasi, menempel di tangan dan mudah berpindah ke makanan yang disentuhnya. (Ramadani. Nirmala G. & Mersatika H. Hal ini didukung dari hasil penelitian (Ismainar et al. Tangan yang tidak bersih dan terpapar dengan orang lain dapat menyebabkan perpindahan bakteri dan virus patogen dari tubuh, feses atau sumber lain ke makanan yang disajikan. Membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun, menggosok tangan, membilas dengan air mengalir dapat membersihkan kotoran yang mengandung kuman dan bakteri. Berdasarkan dari hasil penelitian (Gultom. Onibala & Bidjuni 2. Konsumsi makanan jajanan dapat mempengaruhi kejadian diare. Hal ini disebabkan oleh maraknya penggunaan bahan tambahan makanan yang tidak diizinkan. Menurut (Nuraini 2. bahan tambahan makanan adalah bahan yang ditambahkan ke dalam makanan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk produk makanan, seperti pemanis, pewarna, pengawet, dan penyedap yang dapat membahayakan kesehatan. Penggunaan zat berbahaya dapat menimbulkan penyakit seperti diare dan keracunan makanan. KESIMPULAN DAN SARAN Pemberdayaan masyarakat melalui edukasi higiene dan sanitasi terhadap jajanan merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat, khususnya mahasiswa di Universitas Muhammdiyah Jakarta, tentang pentingnya penerapan higiene dan sanitasi terhadap makanan jajanan yang ada di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya keracunan makanan dan penyakit bawaan makanan yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Diharapkan bahwa mahasiswa atau masyarakat umum Universitas perlu menyediakan fasilitas dan sarana yang memadai untuk mendukung penerapan hygiene dan sanitasi terhadap jajanan. Fasilitas dan sarana tersebut dapat berupa tempat cuci tangan, tempat sampah, dan peralatan masak dan makan yang Pedagang jajanan juga perlu dibina dan diawasi secara berkala oleh pemerintah dan universitas. Pembinaan dan pengawasan dapat dilakukan untuk memastikan bahwa pedagang jajanan menerapkan hygiene dan sanitasi yang baik. Volume. 5 No. 1 tahun 2024 Mei 2024 ISSN . : 2722-2055 https://jurnal. id/index. php/ASSYIFA/ AS-SYIFA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat DAFTAR PUSTAKA