An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 Implementasi Nilai Moderasi Beragama pada Mata Pelajaran Pendidikan Islam Sebagai Basis Pengembangan Karakter Anak didik di Tumbuh High School Bagus Mahardika IIQ An Nur Yogyakarta E-mail : bagus. mahardika72@gmail. Abstract This research is motivated by the need to teach the values of religious moderation at the senior secondary education level as a response to the phenomenon of spiritual understanding in some groups of Indonesian society who tend to be extreme. Considering that at the upper secondary education level, we are entering an age that is vulnerable to influences both from within and outside Therefore, it is important to internalize the objectives of this research, especially in the Growing High School environment. If not, a qualitative approach with a field study research design will gradually lead to national instability. Data was obtained through observation, interviews and documentation of actual conditions and facts occurring in the field, supported by books, current journals and other sources of related information. Data analysis was carried out by condensation, presentation and verification. The implementation of religious moderation is carried out using 4 strategies, namely. First, inserting moderation content in every lesson. Second, optimizing the learning approach. Third, organizing programs, education, training and special provisions. Fourth, the teacher makes observations simultaneously. The implementation of religious moderation in the Grow High School environment is already underway, realized in textbooks for subjects that are integral and interconnected, starting from regulations to levels of learning. Key words: Implementation of values, religious moderation. Islamic religious education Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya pengajaran nilai-nilai moderasi beragama pada jenjang pendidikan menengah atas sebagai respon terhadap fenomena pemahaman spiritual sebagian kelompok masyarakat Indonesia yang cenderung ekstrim. Mengingat pada jenjang pendidikan menengah atas, memasuki usia yang rentan terhadap pengaruh baik dari dalam maupun luar pendidikan. Oleh karena itu, penting untuk menginternalisasikan tujuan penelitian ini khususnya di lingkungan Tumbuh High School. Jika tidak, pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi lapangan lambat laun akan menimbulkan instabilitas nasional. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap kondisi aktual dan fakta yang terjadi di lapangan, didukung dengan buku, jurnal terkini dan sumber lain berupa informasi terkait. Analisis data dilakukan dengan cara kondensasi, penyajian dan verifikasi. Penerapan moderasi beragama ditempuh dengan 4 strategi yaitu. Pertama, menyisipkan konten moderasi dalam setiap Kedua, optimalisasi pendekatan pembelajaran. Ketiga, menyelenggarakan program, pendidikan, pelatihan dan pembekalan khusus. Keempat, guru melakukan observasi secara Implementasi moderasi beragama di lingkungan Tumbuh High School sudah berjalan, diwujudkan dalam buku ajar mata pelajaran yang integral dan saling berhubungan, mulai dari regulasi hingga jenjang pembelajaran. Kata kunci: Implementasi nilai, moderasi beragama, pendidikan agama Islam An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 PENDAHULUAN Pendidikan Islam merupakan bagian integral dari sistem pendidikan di banyak negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Mata pelajaran ini memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman tentang ajaran agama Islam kepada anak didik, serta membentuk karakter yang islami dalam diri mereka. Namun, dalam beberapa kasus, pendekatan pengajaran Pendidikan Islam belum mencakup nilai moderasi beragama dengan cukup baik. Pemahaman yang ekstrem atau tidak seimbang terhadap ajaran agama dapat berdampak negatif terhadap toleransi, pluralisme, dan harmoni dalam masyarakat yang multikultural. Implementasi nilai moderasi beragama dalam pengajaran Pendidikan Islam memiliki relevansi yang besar dalam konteks pendidikan modern. Moderasi beragama mengacu pada pemahaman yang seimbang dan moderat terhadap ajaran agama, di mana individu dapat menjaga keseimbangan antara keimanan dan ketaqwaan dengan nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan toleransi terhadap perbedaan. Pendekatan ini mendorong peserta didik untuk mengembangkan sikap yang inklusif, menghormati perbedaan, dan berkontribusi secara positif dalam masyarakat. Beberapa penelitian telah dilakukan yang menyoroti pentingnya implementasi nilai moderasi beragama dalam pendidikan Islam. Misalnya, penelitian oleh Yunita menyoroti pentingnya pendekatan moderasi dalam pembelajaran agama untuk mengembangkan pemahaman yang moderat dan toleran terhadap perbedaan agama di kalangan pelajar. 1 Studi oleh Muaz menekankan pentingnya mengajarkan nilai-nilai moderasi beragama dalam mata pelajaran Pendidikan Islam untuk menghadapi tantangan multikulturalisme dan pluralisme di era modern. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut yang fokus pada implementasi nilai moderasi beragama dalam mata pelajaran Pendidikan Islam dan dampaknya terhadap pengembangan karakter anak didik di sekolah menengah seperti Tumbuh High School. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi nilai moderasi beragama dalam mata pelajaran Pendidikan Islam di Tumbuh High School, serta dampaknya terhadap pengembangan karakter anak didik. Tumbuh High School merupakan sekolah menengah yang memiliki populasi siswa yang beragam budaya dan agama. Dengan memperhatikan konteks ini, penelitian ini akan Yunita. Upaya Membentuk Sikap Moderasi Beragama Pada Pelajar dan Mahasiswa Desa Datar Lebar Kecamatan Lungkang Kule Kabupaten Kaur. Jurnal Pendidikan Profesi Guru Agama Islam. Vol 2 . : 127134. Muaz. , & Ruswandi. Moderasi Beragama dalam Pendidikan Islam. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5. , 3194-3203. https://doi. org/10. 54371/jiip. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang efektivitas pengajaran Pendidikan Islam yang berorientasi pada moderasi beragama dalam membentuk karakter anak didik yang toleran, menghormati perbedaan, dan mampu beradaptasi dalam masyarakat yang multikultural. Penelitian ini akan melibatkan pengumpulan data melalui observasi kelas, wawancara dengan guru Pendidikan Islam, dan angket kepada siswa untuk mengukur tingkat penerimaan dan pemahaman mereka terhadap nilai moderasi beragama yang diajarkan dalam mata pelajaran Selain itu, penelitian juga akan melibatkan analisis dokumen untuk mengevaluasi kurikulum dan materi ajar yang digunakan dalam mata pelajaran Pendidikan Islam. Diharapkan bahwa hasil dari penelitian ini akan memberikan rekomendasi bagi sekolah dan guru Pendidikan Islam untuk meningkatkan pengajaran mereka sehingga dapat lebih efektif dalam membentuk karakter yang moderat dan toleran pada anak didik. Dengan demikian, anak didik akan memiliki pemahaman yang seimbang tentang ajaran agama dan mampu mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang implementasi nilai moderasi beragama pada mata pelajaran Pendidikan Islam sebagai basis pengembangan karakter anak didik di Tumbuh High School. Pendekatan studi kasus memungkinkan peneliti untuk melakukan pengamatan terperinci terhadap konteks, proses, dan interaksi yang terjadi di lingkungan penelitian. Dalam penelitian kulitatif dengan pendekatan studi kasus ini peneliti mengukumpulkan data melalui kegiatan wawancara mendalam kepada informan sebagai pusat informasi terhadap fenomena yang dibahas, observasi dan dokumentasi di lakukan untuk mengamati fenomena serta dokumentasi digunakan untuk memotret secara real fenomen yang diangkat sehingga menjadi bukti nyata tentang sumber-sumber lapangan secara konkrit. Kemudian kumpulan data akan di analisis secara mendalam melalui di display data, triangulasi menyajikan temuan data, serta di verifikasi penarikan kesimpulan bahwa data-data yang penting sesuai pembahasan yang akan digunakan dalam penelitian ini. Agar penelitian ini dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan serta dapat menghasilkan sebuah karya ilmiah yang berkwalitas tentu dibutuhkan suatu metode yang akan diterapkan dalam melakukan penelitian. Metode dapat diartikan sebagai setiap prosedur yang An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 digunakan untuk mencapai tujuan akhir. Penggunaan metode juga bermanfaat untuk menentukan validitas data yang diperoleh. Begitu pula dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian studi kasus untuk membedah Implementasi nilai moderasi beragama dalam mata pelajaran pendidikan Islam sebagai basis pengembangkan karakter siswa di Tumbuh High School. Penelitian studi kasus ialah suatu serangkaian kegiatan ilmiah yang dilakukan secara instensif, terinci, dan mendalam tentang suatu program, peristiwa, aktivitas baik pada tingkat perorangan, sekelompok orang, lembaga, atau organisasi untuk memperoleh pengetahuan mendalam tentang peristiwa tersebut. Biasanya, peristiwa yang dipilih yang disebut kasus adalah hal yang aktual . eal-life event. , yang sedang berlangsung, dan bukan suatu kasus yang sudah Seperti halnya jenis penelitian kulitatif lainnya, penelitian studi kasus mempunyai ciri khas yakni dilakukan dalam latar alamiah, holistik, dan mendalam. Alamiah artinya kegiatan pemerolehan datanya dilakukan dalam konteks kehidupan nyata . eal-life eve. Holistik artinya peneliti harus bisa memperoleh informasi yang akan menjadi data secara komperhensif sehingga tidak meninggalkan informasi yang tersisa. Dari data akan diperoleh fakta atau realitas. Agar memperoleh informasi yang komprehensif, peneliti tidak saja menggali informasi dari partrisipan dan informan utama melalui wawancara mendalam, tetapi juga orang-orang disekitar subjek penelitian, catatan-catatan harian mengenai kegiatan subjek atau rekam jejak subjek. Sedangkan mendalam artinya peneliti tidak saja menangkap makna dari sesuatu yang tersurat tetapi juga yang Dengan kata lain, peneliti studi kasus diharapkan dapat menangkap hal-hal mendalam yang tidak dapat diungkap oleh orang biasa. Di sini peneliti dituntut untuk memiliki kepekaan teoritik mengenai topik atau tema yang diteliti. Selain wawancara mendalam, ada lima teknik pengumpulan data dalam penelitian studi kasus, yakni dokumentasi, observasi langsung, observasi terlibat . articipant observatio. , dan artifak fisik. Masing-masing saling melengkapi inilah kekutan penelitian studi kasus dibandingkan metode lain dalam penelitian kualitatif. Tugas peneliti studi kasus ialah menggali sesuatu yang tidak tampak tersebut menjadi pengetahuan yang tampak, karena itu dapat pula penelitian studi kasus diartikan sebagai proses mengkaji atau memahami suatu kasus dan sekaligus mencari Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang implementasi nilai moderasi beragama An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 pada mata pelajaran Pendidikan Islam sebagai basis pengembangan karakter anak didik di Tumbuh High School. Pendekatan studi kasus memungkinkan peneliti untuk melakukan pengamatan terperinci terhadap konteks, proses, dan interaksi yang terjadi di lingkungan penelitian. Langkahlangkah yang akan diikuti dalam metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus adalah sebagai berikut: Pemilihan Kasus: Memilih Tumbuh High School sebagai kasus penelitian yang mewakili konteks pengajaran Pendidikan Islam di sekolah menengah. Pengumpulan Data: Observasi Partisipan: Melakukan pengamatan langsung terhadap proses pengajaran Pendidikan Islam di kelas-kelas yang relevan di Tumbuh High School. Observasi dilakukan dengan memperhatikan bagaimana guru mengimplementasikan nilai moderasi beragama dalam pengajaran dan interaksi antara guru dan siswa. Wawancara: Melakukan wawancara dengan guru Pendidikan Islam di Tumbuh High School untuk mendapatkan perspektif mereka tentang implementasi nilai moderasi beragama, tantangan yang dihadapi, dan dampaknya terhadap pengembangan karakter Dokumentasi: Mengumpulkan dokumen-dokumen terkait, seperti silabus, rencana pelajaran, dan materi ajar yang digunakan dalam pengajaran Pendidikan Islam. Analisis Data: Transkripsi dan Pemerian Data: Transkripsi data observasi dan wawancara, serta pembuatan pemerian terhadap data yang telah dikumpulkan. Kategorisasi dan Tema: Mengidentifikasi kategori dan tema yang muncul dari data, terkait implementasi nilai moderasi beragama, pemahaman siswa, dan pengembangan Interpretasi: Menganalisis data secara holistik dan menghubungkan temuan dengan teori-teori yang relevan. Menginterpretasikan makna dari temuan yang ditemukan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Implementasi Nilai Moderasi dalam Pendidikan Islam Kata moderasi diambil dari bahasa Inggris moderation yang berarti sikap moderat, tidak An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 melebih-lebihkan, dan tidak memihak. 3 Padahal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata 'moderasi' mengandung dua arti: pertama, pengurangan kekerasan dan kedua, penghindaran yang 4 Dengan demikian, sikap moderat berarti merujuk pada makna perilaku atau tindakan yang wajar dan tidak menyimpang, cenderung pada dimensi atau jalan tengah, berpandangan baik, dan bersedia mempertimbangkan pendapat pihak lain. Dilihat dari pengertian umum, moderasi beragama berarti mengedepankan keseimbangan keyakinan, moral, dan budi pekerti sebagai ekspresi sikap keagamaan individu atau kelompok 5 Perilaku keagamaan berdasarkan nilai-nilai seimbang secara konsisten mengakui dan memahami individu dan kelompok lain yang berbeda. 6 Dengan demikian, moderasi beragama mempunyai pemahaman yang seimbang terhadap ajaran agama, dimana sikap seimbang tersebut dilakukan secara terus-menerus dalam menjunjung tinggi prinsip-prinsip ajaran spiritual dengan mengakui keberadaan pihak lain. 7 Perilaku moderasi beragama menunjukkan toleransi, menghargai perbedaan pendapat, menghargai pluralisme, dan tidak memaksakan kehendak atas nama pemahaman spiritual melalui kekerasan. Moderasi beragama dalam bahasa Arab dikenal dengan Islam wasathiyyah. Secara linguistik telah dijelaskan bahwa pengertian wasathiyyah yang berasal dari wasatho mengarah pada makna adil, utama, pilihan atau terbaik, dan seimbang antara dua kedudukan yang 9 Kata wusuth berarti al-mutawassith dan almu'tadil. Kata al-wasath juga berarti almutawassith baina al-mutakhashimain . enengah antara dua orang yang berselisi. 10 Menurut Masykur Wahid, dalam kajian Islam akademis. Islam Wasathiyyah disebut juga Islam yang adilseimbang. Islam jalan tengah atau jalan tengah, dan Islam sebagai kekuatan mediasi dan Hornby. Oxford Advanced LearnerAos Distyonary. Oxford University Press. Depdiknas RI. Kamus Besar Bahasa Indonesia. PT Gramedia Pustaka Utama. Putri. Peran Penting Moderasi Beragama Dalam Menjaga Kebinekaan Bangsa Indonesia. Prosiding Seminar Nasional IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, 7(Radikalisme dan Moderasi Beragam. , 12Ae18. https://doi. org/https://doi. org/10. 33363/sn. Llorent-Bedmar. Palma. -D. , & Maria Navarro-Granados. Islamic Religion Teacher Training in Spain: Implications for Preventing Islamic-Inspired Violent Radicalism. Teaching and Teacher Education, 95(Octobe. , 103138. https://doi. org/https://doi. org/10. 1016/j. Jumala. Moderasi Berpikir untuk Menempati Tingkatan Spiritual Tertinggi dalam Beragama. Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 21. , 170Ae184. https://doi. org/10. 22373/substantia. Ikhwan. Pendidikan Agama Islam Berbasis Islam Kontemporer Perspektif Indonesia (Dian Iskandar Jaelani . )). Tahta Media Group Zakariya. bin F. MuAojam al Maqayis fi al Lughah. Dar al Fikr. Sumarto. Rumah Moderasi Beragama IAIN Curup dalam Program Wawasan Kebangsaan. Toleransi dan Anti Kekerasan. Jurnal Literasiologi, 5. , 84Ae84. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 penyeimbang yang berperan sebagai perantara dan penyeimbang. Tafsir tersebut menunjukkan bahwa Islam Wasathiyah mengedepankan pentingnya keadilan dan keseimbangan serta jalan tengah agar tidak terjebak pada sikap keagamaan yang ekstrim. Pengertian wasatiyyah yang berangkat dari makna etimologis di atas adalah sifat terpuji yang melindungi seseorang dari kecenderungan ekstrim. Moderasi juga dapat diartikan sebagai suatu cara berpikir, berinteraksi dan berperilaku berdasarkan sikap tawAzun . dalam menyikapi dua keadaan perilaku yang memungkinkan untuk dianalisis dan dibandingkan sehingga dapat ditemukan cara pandang yang sesuai dengan kondisi dan tidak sesuai dengan kondisi. bertentangan dengan prinsip ajaran agama dan tradisi masyarakat11 . Dengan pemahaman tersebut maka sikap wasathiyyah dapat melindungi seseorang dari kecenderungan terjerumus secara berlebihan. Dalam buku berjudul AuQadAyA al-Fiqh wa alFikr al-MuAoAshirAy. Wahbah alZuhaili berpendapat bahwa moderasi berpikir dan bertindak paling mungkin mendatangkan stabilitas dan ketenangan, yang secara signifikan akan membantu kesejahteraan individu dan Hal ini dikarenakan wasathiyyah merupakan wujud dari hakikat kehormatan akhlak dan kemuliaan Islam. Pada prinsipnya Al-Quran tampak dalam menafsirkan perbedaan dan keberagaman. AlQuran surat al-Hujarat ayat 13 menjelaskan bahwa Allah menciptakan makhluk di dunia ini sangat beragam, mulai dari hewan, tumbuhan, dan manusia. Secara fisik manusia tercipta dari berbagai suku, ras, bangsa, dan bahasa, bahkan manusia tidak sama satu sama lain. Perbedaan tersebut menimbulkan perbedaan pemikiran setiap ras, suku, dan bangsa. Padahal, secara teori, nilai-nilai moderasi Islam tampak jelas dalam surat Al-Baqoroh Ayat 143 yang berbunyi. AuDan demikianlah Kami jadikan kamu ummatan wasathan agar kamu menjadi saksi/teladan . manusia dan agar Rasulullah (Muhamma. akan menjadi saksi/contoh atas . Dan Kami tidak menentukan kiblat yang menjadi kiblatmu . aat in. melainkan agar Kami mengetahui . i dunia nyat. siapa yang mengikuti Rasulullah dan siapa yang membelot. Dan sesungguhnya . ergantian kibla. terasa sangat berat, kecuali bagi mereka yang diberi hidayah oleh Allah, dan Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kalian. Sesungguhnya Hanafi. Konsep Al-Wasathiyyah dalam Islam. Harmoni: Jurnal Multikultural Dan Multireligius, 8. , 36Ae52 Sumarto. Implementasi Program Moderasi Beragama Kementerian Agama RI. Jurnal Pendidikan Guru, 3. , 1Ae11. https://doi. org/https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Az-Zuuaili. QadAyA al-Fiqh wa al-Fikr al-MuAoAshir. Dar al-Fikr. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada umat manusia. Ay (QA. al-Baqarah:. Kata Wasatan pada ayat ini mempunyai arti adil atau menengah, yang kemudian dipopulerkan sebagai Moderasi merupakan sikap jalan tengah atau sikap keberagaman yang hingga saat ini menjadi alternatif terminologi dalam wacana keagamaan, baik di tingkat global maupun lokal. Moderasi masih dianggap sebagai sikap keberagaman yang ideal ketika di tengah gejolak konflik agama mulai memanas. Beberapa prinsip moderasi beragama terkait konsep Islam wasathiyah, sebagaimana dijelaskan dalam buku AuImplementasi Moderasi Beragama dalam Pendidikan IslamAy secara singkat adalah sebagai berikut:15 Tawassuth . engambil jalan tenga. , adalah pemahaman dan pengamalan agama yang tidak ifrAth yaitu berlebihan dalam beragama dan tafrth yaitu mengurangi ajaran agama. Tawassuth adalah sikap yang berada di tengah-tengah atau antara dua pandangan, yaitu tidak terlalu ke kanan . dan terlalu ke kiri . TawAzun . , adalah pemahaman dan pengamalan agama yang seimbang yang mencakup seluruh aspek kehidupan, baik duniawi maupun ukhrowi, tegas dalam menyatakan prinsip-prinsip yang dapat membedakan antara inhirAf . dan ikhtilAf . TawAzun juga berarti memberikan sesuatu haknya tanpa menambah atau TawAzun, karena sikap seorang individu dapat menyeimbangkan kehidupannya, maka ia kritis dalam kehidupan seorang individu sebagai seorang muslim, sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat. Melalui sikap tawAzun, seorang muslim dapat mencapai kebahagiaan batin yang hakiki dalam ketenangan jiwa dan ketentraman jiwa dalam keadaan stabil dan tenteram dalam beraktivitas kehidupan. IAotidal, secara bahasa mempunyai makna yang lurus dan tegas yaitu meletakkan sesuatu pada tempatnya, melaksanakan hak, dan menunaikan kewajiban secara proporsional. I'tidAl merupakan bagian dari penerapan keadilan dan etika bagi setiap umat Islam. Keadilan yang diperintahkan Islam dijelaskan oleh Allah untuk dilaksanakan secara adil, yaitu bersikap biasabiasa saja dan seimbang dalam segala aspek kehidupan dengan menunjukkan perilaku ihsan. Chadidjah. Kusnayat. Ruswandi. Uu. , & Arifin. Implementasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Pembelajaran PAI: Tinjauan Analisis Pada Pendidikan Dasar Menengah dan Tinggi. EduTeach : Jurnal Edukasi Dan Teknologi Pembelajaran, 1. , 153Ae165. https://doi. org/10. 51729/6120 Aziz. Masykhur. Anam. Muhtarom. Masudi. , & Duryat. Implementasi Moderasi Beragama Dalam Pendidikan Islam. Kelompok Kerja Implementasi Moderasi Beragama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Bekerjasama dengan Lembaga Daulat Bangsa An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 Adil berarti mewujudkan kesetaraan dan keseimbangan antara hak dan kewajiban. Hak asasi manusia tidak bisa dikurangi karena komitmen. TasAmuh . , dalam Kamus Al-Arab, kata tasAmuh diambil dari bentuk asli samah, samahah, yang dekat dengan arti kemurahan hati, pengampunan, kemudahan, dan kedamaian. Secara etimologis, tasAmuh berarti menoleransi atau menerima sesuatu dengan enteng. Sedangkan secara terminologi tasAmuh berarti menoleransi atau menerima perbedaan dengan hati yang ringan. Musawah . , dari segi musAwah adalah kesetaraan dan penghormatan terhadap sesama manusia sebagai makhluk Tuhan. Semua manusia mempunyai harkat dan martabat yang sama tanpa memandang jenis kelamin, ras atau suku. Konsep musAwah dijelaskan dalam firman Allah SWT: yang artinya: AuWahai manusia. Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling terhormat di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengetahui. Ay (QS. al-Hujurat . : . Ayat ini menekankan kesatuan asal usul manusia dengan menunjukkan persamaan derajat manusia baik laki-laki maupun Intinya laki-laki dan perempuan itu sama. Tidak ada perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya. MusAwah dalam Islam mempunyai prinsip yang harus diketahui oleh setiap umat Islam: kesetaraan adalah buah keadilan dalam Islam. Setiap orang adalah setara, tidak ada keistimewaan antara yang satu dengan yang lain, terpeliharanya hak-hak non-Muslim, persamaan laki-laki dan perempuan dalam beragama dan kewajiban lainnya, perbedaan antar manusia dalam masyarakat, persamaan di hadapan hukum, dan persamaan dalam memegang jabatan publik. , dan kesetaraan didasarkan pada kesatuan yang hakiki bagi manusia. SyurA yang berarti menjelaskan, menyatakan atau mengusulkan dan mengambil sesuatu. Syura atau musyawarah adalah saling menjelaskan dan berunding atau saling bertanya dan bertukar pendapat mengenai suatu hal. Dalam Al-Quran ada dua ayat yang menyebutkan berpikir sebagaimana bunyinya, yang artinya Maka karena rahmat Allah maka kamu bersikap lemah lembut terhadapnya. AuSeandainya kamu tegas dan keras hati, niscaya mereka akan berpaling dari orang-orang di sekitarmu. Oleh karena itu, ampunilah mereka, mohon ampun, dan bermusyawarahlah dengan mereka. Kemudian ketika kamu telah mengambil keputusan, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 kepada-Nya. Ay (QS. Ali Imron . : . Artinya: AuDan bagi orang-orang yang menaati seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, maka urusannya diputuskan berdasarkan musyawarah di antara mereka, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada Ay (QS. Al-Syura : . Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa musyawarah mempunyai kedudukan yang tinggi dalam Islam. Selain sebagai bentuk perintah Tuhan, musyawarah pada hakikatnya juga dimaksudkan untuk menciptakan tatanan sosial yang Di sisi lain, penyelenggaraan musyawarah juga merupakan bentuk apresiasi kepada tokoh dan tokoh masyarakat atas partisipasinya dalam urusan dan kepentingan sehari-hari. Implementasi berarti menyediakan sarana untuk melaksanakan. untuk memberikan akibat praktis . enyebabkan dampak/akibat pada sesuat. Implementasi kebijakan adalah suatu proses melaksanakan keputusan kebijakan. Implementasi merupakan proses tindakan administratif umum yang dapat diteliti pada tingkat program tertentu. Proses pelaksanaan baru akan dimulai apabila tujuan dan sasaran telah ditetapkan, program kegiatan telah disusun, dan dana telah siap serta disalurkan untuk mencapai sasaran. Dengan demikian, prinsip implementasi adalah bagaimana cara-cara yang diterapkan agar suatu kebijakan dapat mencapai tujuannya. Jadi pelaksanaan pembelajaran berbasis moderasi beragama akan lebih berkaitan dengan bagaimana seorang pendidik akan mengambil dan memanfaatkannya dalam melaksanakan dan menyampaikan materi pembelajaran tentang moderasi. Cara-cara tersebut akan memudahkan siswa dalam menerima dan memahami materi pembelajaran tentang moderasi. Pada akhirnya tujuan pembelajaran terkait moderasi beragama dapat dikuasai siswa pada akhir kegiatan pembelajaran dan dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum penerapan moderasi beragama dilakukan dengan 4 . Pertama, memasukkan konten moderasi ke dalam setiap materi yang relevan, kedua, mengoptimalkan pendekatan pembelajaran yang dapat memunculkan berpikir kritis, menghargai perbedaan, menghargai pendapat orang lain, dan bersikap toleran. , demokratis, berani menyampaikan gagasan, sportif dan tanggung jawab. Pendekatan penerapan moderasi beragama ini dilakukan pada saat mentransformasikan pengetahuan bagi siswa di dalam dan di luar kelas. Ketiga, menyelenggarakan program, pendidikan, pelatihan dan pembekalan khusus dengan tema moderasi beragama tertentu. Anda juga bisa memberikan materi atau materi yang bersifat eksplisit tentang moderasi beragama. Isi dari moderasi beragama ada yang merupakan agenda tersembunyi atau ditanamkan pada diri siswa secara halus tanpa menggunakan istilah Aumoderasi beragamaAy. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 Keempat, mencapai aspek evaluasi. Pendidik melakukan observasi secara simultan untuk mengevaluasi capaian proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan menggunakan metode yang dapat menumbuhkan sikap moderat. Nilai-nilai moderasi beragama atau prinsip wasathiyah dalam menjalankan ajaran Islam harus diterapkan melalui dunia pendidikan dalam berbagai suasana formal dan nonformal. Pendidikan Islam hendaknya tidak hanya berorientasi pada permasalahan teoritis keagamaan yang bersifat kognitif murni atau lebih berorientasi pada kajian akademis agama, namun kurang memperhatikan persoalan bagaimana mentransformasikan ilmu kognitif keagamaan menjadi makna yang perlu diinternalisasikan dalam diri peserta didik. kemudian dipraktikkan dalam kehidupan nyata. 17 Oleh karena itu, diperlukan dua orientasi sekaligus dalam mempelajari Islam, yaitu: . mempelajari Islam untuk mengetahui bagaimana menganut agama yang benar. mengkaji Islam sebagai ilmu untuk membentuk perilaku beragama yang berkomitmen, setia dan penuh pengabdian, sekaligus mampu memposisikan diri sebagai pembelajar, peneliti dan pemerhati yang kritis dalam menerapkan dan mengembangkan konsep moderasi beragama. kehidupan sehari-hari. Di satu sisi, sistem pendidikan harus merespon dan mengantisipasi perubahan kehidupan yang cepat dan tuntutan dunia global. Hal ini sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta komunikasi membawa perubahan yang signifikan terhadap pola dan gaya hidup umat manusia. Diperkirakan perubahan tersebut akan terus bergerak maju dan menuntut perubahan cara pandang, cara bersikap dan bertindak di masyarakat, termasuk generasi penerus bangsa ini. Di sisi lain, pendidikan Islam bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia serta dapat menjaga perdamaian dan kerukunan dalam hubungan antar umat beragama. Pendidikan Islam juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai agama yang menyelaraskan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan Aziz. Masykhur. Anam. Muhtarom. Masudi. , & Duryat. Implementasi Moderasi Beragama Dalam Pendidikan Islam. Kelompok Kerja Implementasi Moderasi Beragama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Bekerjasama dengan Lembaga Daulat Bangsa Vedder. Horenczyk. Liebkind. , & G. Nickmans. Ethno-Culturally Diverse Education Settings. Problems. Challenges and Solutions. Educational Research Review, 1. , 157Ae168. https://doi. org/https://doi. org/10. 1016/j. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 Pesan-pesan tersebut terkandung dalam ajaran Islam tentang moderasi. Dalam menerapkan moderasi beragama dalam dunia pendidikan harus diperhatikan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai ke depan serta strategi untuk mewujudkan maksud dan tujuan tersebut. Suatu organisasi atau lembaga pendidikan harus senantiasa berinteraksi dengan lingkungan tempat sistem akan diterapkan agar tidak bertentangan tetapi searah dan bersinergi dengan lingkungan, serta melihat kemampuan internal dan eksternal yang meliputi kelebihan dan kekurangan organisasi. Implementasi nilai moderasi beragama dalam mengembangkan karakter siswa di Tumbuh High School, sekolah yang berada di bawah naungan sekolah swasta berbasis inklusi. Lebih dari itu hakikat Sekolah Tumbuh adalah nilai-nilai yang menjiwai proses pendidikan, yang berorientasi pada pengamalan ajaran yang moderat dan holistik, berdimensi kultural, berorientasi pada pengembangan karakter anak sebagaimana mestinya yang telah diwujudkan melalui visi dan Penerapan moderasi beragama di Sekolah Tumbuh menjelaskan bahwa muatan moderasi beragama dalam kurikulum sekolah diadopsi dari Keputusan Menteri Agama (PMA) Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam. PMA ini diwujudkan dalam buku ajar baru dan menjadi bahan pembelajaran pada setiap jenjang pendidikan. Moderasi beragama bukanlah sebuah subjek tersendiri. Meski begitu, muatannya sudah terintegrasi dengan seluruh materi yang diajarkannya, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran PAI di Sekolah Tumbuh, menjelaskan bahwa konten moderasi secara substantif dimasukkan dalam sub-bab di seluruh mata pelajaran tersebut. Pembahasan seluruh persoalan di KMA sudah mengandung pesan-pesan Bahkan secara khusus konten moderasi akan ditekankan pada subtema atau topik khusus pada mata pelajaran PAI. Misalnya pada mata pelajaran PAI kelas XII terdapat bab yang membahas tentang Dakwah silaturahmi Islami. Judul tersebut mengalami moderasi sebelum Kewajiban Dakwah. Ikhwan. Islam and Civilization: Islam as Source of Value for Human Life. Epistimology of Islamic Education to Strengthen Nationalism - 1st ICIE: International Conference on Islamic Education, 1(Postgraduate Unmuh Ponorog. , 63Ae76. Marel. van der. Munneke. , & Bruijin. Supervising Graduation Projects in Higher Professional Education Ae A Literature Review. Educational Research Review, 37(Novembe. , 100462. https://doi. org/https://doi. org/10. 1016/j. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 Sebagai implementasinya, penjelasan dan uraian tersebut juga menggambarkan Islam yang ramah dan damai serta harus disebarkan dengan ramah dan damai pula, yang tergambar pada kompetensi dasar berikut: Melaksanakan kewajiban dakwah sesuai dengan ajaran Islam Melaksanakan toleransi dalam Masyarakat Menganalisis tentang kewajiban berdakwah Menyajikan hasil analisis ayat dan hadis tentang dakwah dan melatih cara berdakwah secara lisan maupun tulisan Pemahaman Penerimaan Siswa Terhdap Nilai Moderasi Beragama Yang Diajarkan Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Islam Di Tumbuh High School Pemahaman Islam yang moderat dan penerapan nilai-nilai agama mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, tidak hanya yang berkaitan dengan Al-Quran dan Hadits, tetapi pemahaman terhadap fiqh . isalnya munakaha. Dalam kompetensi dasarnya membahas hal-hal sebagai berikut. Pertama, menganalisis ketentuan-ketentuan pernikahan dalam Islam dan syaratsyarat pernikahan menurut peraturan perundang-undangan serta hikmahnya. Kedua, meneliti pendapat para fuqaha tentang pernikahan dalam Islam (Khitbah. Nikah. Wali. Mahram dan Walimatul Urs. Ketiga, mengkaji ketentuan syariat tentang nusyuz dan perceraian serta akibat hukum yang menyertainya. Keempat, menganalisis syarat-syarat syariat mengenai hukum waris dan wasiat. Kelima, mengevaluasi praktik pembagian warisan menurut ilmu faraid. Begitu pula pada kompetensi dasar mata pelajaran PAI muatan moderasinya sangat jelas. Pertama, menghayati nilai-nilai Islam dalam membentuk sikap cinta tanah air dan bela negara. Kedua, menghayati nilai semangat dakwah yang dilakukan Walisanga. Ketiga, memahami bahwa syariat Islam merupakan landasan terbentuknya kerajaan Islam yang mampu memperkokoh persatuan dan kesatuan Indonesia. Keempat, menghayati karunia Allah SWT dalam perjuangan Kelima, mengapresiasi pentingnya peran umat Islam dalam pembangunan sebagai cerminan keimanan kepada Allah SWT. Indikator moderasi beragama pada kompetensi esensial mata pelajaran PAI juga telah dilaksanakan dengan mengamalkan sikap bertanggung jawab dan konsisten sebagai penerapan konsep pendekatan diri kepada Allah SWT. Mengamalkan ketelitian dan tanggung jawab sebagai cerminan dari materi maksiat . encuri, korupsi, pembunuhan, mabuk-mabukan, memakai narkoba, perjudian, perzinahan, pergaulan bebas, dan LGBT) serta cara menghindarinya. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 Mengamalkan sikap peduli dan bertanggung jawab sebagai materi implementasi perilaku maksiat batin . yirik, hasud, riya, ujub, takabu. dan cara menghindarinya. Terakhir, mengamalkan sikap jujur dan bertanggung jawab sebagai implementasi ilmu perilaku tasawuf. Selanjutnya sekolah Tumbuh menyelenggarakan berbagai program yang dilaksanakan dan diikuti oleh para guru dan staf terkait. Guru pendidikan agama Islam harus bergabung karena mereka merupakan pionir penting dalam moderasi beragama dan mempunyai akses terbuka langsung kepada peserta didik. Program pendidikan atau pelatihan dimaksudkan untuk memperkuat moderasi beragama di lingkungan sekolah. Pelatihan dan pembekalan dengan tema tertentu moderasi beragama dilaksanakan minimal setahun sekali. Kegiatan berjalan lancar dengan partisipasi seluruh pihak yang terlibat. Penerapan nilai-nilai moderasi beragama hanya akan sempurna jika dilakukan monitoring atau evaluasi. Pengamatan secara bertahap dan simultan perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana hasil penerapan nilai-nilai moderasi yang telah diterapkan. Mengevaluasi pencapaian proses pembelajaran yang telah dilakukan dengan metode yang dapat menumbuhkan sikap moderat. Pada akhir semester dan perencanaan kurikulum selanjutnya biasanya dilakukan evaluasi untuk mendapatkan gambaran keberhasilan penerapan moderasi beragama dan mencari celah-celah yang memungkinkan menjadi kendala dalam kinerja nilai-nilai moderasi beragama, terutama melalui pembelajaran pendidikan agama Islam di Tumbuh High School. Pemahaman penerimaan siswa terkait penerapan prinsip nilai moderasi beragama di dalam pembelajaran pendidikan Islam di Tumbuh High School yakni dapat diamati melalui aspek afektif atau penelian sikap yakni siwa dapat memiliki. sikap mulia yakni adab yang muncul dengan tidak merendahkan sesama, artinya tidak acuh dengan keberadaan sekitar serta paham akan keberadaan tuhan yang selalu membersamainya. Diantaranya rasa patuh serta menghormati guru, menghargai kawan maupun warga sekolah yang lain. hal tersebut dapat ditunjukkan dengan berbicara santun, menundukkan kepala memperlihatkan rasa hormat kepada yang lebih tua, khususnya guru. Menghindari tindakan maupun perkataan yang menjurus pada bulliying dan kalimat serta tindakan yang merugikan teman. Sikap tegas penuh pendirian mampu mengambil jalan tengah, moderat dalam berfikir serta punya wawasan yang panjang ke depan. tidak condong pada satu sisi. Konten kurikulum yang moderat ditunjukkan pada kurikulum yang memuat proses pembelajaran yang berkelanjutan. Kondisi dilapangan memperlihatkan guru yang sudah terbiasa dengan pembelajaran yang mendorong peserta didik agar kritis dalam memahami setiap wawasan. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 Sehingga menjadi benteng bagi peserta didik dalam gempuran ombak yang bisa menjurus pada perbuatan ekstrim dan radikalisme. Menjunjung perasaan aman nyaman dan tentram dengan menumbuhkan nilai tasamuh yang berarti toleransi. jika sudah toleran maka bisa menempatkan hak dan perlakuan atas dirinya secara tepat sesuai porsi yang ada, tidak menambah dan tidak mengurangi ataupun menggeser yang sudah ada. Tatanan seorang dikatakan moderat adalah harus memegang nilai adil. Adil ini dikategorikan sebagai kunci utama dalam mencapai kata moderat. karena beberapa nilai yang disebutkan berasal lahir dari kata Adil. Adil yang dimaksudkan dibagi menjadi 3 saat berada diantaranya ialah wujud keadilan sang kholiq dan sang makhluk, selalu memelihara ibadah sebagai wujud penghambaan kepada sang pencipta sesuai dengan tuntunan tuntunan yang berlaku. Mengedapankan sikap toleransi sehingga tidak membeda bedakan golongan, bersikap baik dengan unsur lingkungan yang ada, memperlakukan alam dengan baik dengan mengikuti sunatullah yang segala aktivitas tersebut berjalan dengan baik melalui pembelajaran PAI serta pembelajaran lain diluar . yang dilaksanakan di Tumbuh Highschool. Dapat disimpulkan bahwa implikasi dari nilai moderasi sebagai upaya dalam mengembangkan karakter anak dapat di amati dari perilaku dan nilai sikapnya, anak menjadi pribadi yang satun, mandiri dan gemar bersosialisasi. Tegur sapa dan menghormati guru serta peduli sesama teman marupakan perwujudan dari indikator bahwa anak didik mampu memahami makna dan dapat mengimplementasikan nilai moderasi pada kehidupan dan aktivitas mereka sehari-hari. Peran guru, khususnya guru PAI dalam menanamkan nilai moral dan budi pekerti pada siswa harus secara bertahap dan sesuai dengan kebutuhan siswa hal ini dilakukan sebagai upaya dalam membelajarkan anak mengenai makna toleransi, menghargai keberagaman serta terhidar dari perilaku menyimpang. Dampak Implementasi Nilai Moderasi Beragama Dalam Mata Pelajaranan Pendidikan Agama Islam Terhadap Pengembangan Karakter Anak Di Tumbuh High School Dampak Implementasi nilai moderasi beragama dalam mata pelajaran Pendidikan agama islam memperlihatkan pengaruh adanya pemahaman dan nilai yang diperlihatkan oleh peserta didik, untuk mengamati pola perilaku nilai yang ditunjukkan, peneliti melakukan interview kepada salah satu peserta didik terkait pemahaman moderasi beragama dari sudut pandang peserta didik. Salah seorang peserta didik mengungkapkan bahwa : An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 AuBagi saya seperti yang pernah dijelaskan guru saya, moderasi beragama adalah bagian dari sikap dan perilaku seorang manusia yang telah dianjurkan oleh AlQurAoan dan Hadits. Jadi di dalam Al-QurAoan dan Hadits itu menganjurkan bagaimana manusia harus bersikap dan berperilaku dalam menjalankan serta menganut agamanya secara benar, seperti menghargai perbedaan sesama manusia dan tidak berlebihanAy (Ali, komunikasi pribadi 15 november 2. Dalam hal ini dampak yang muncul dalam implementasi nilai moderasi beragama dalam mengembangkan nilai karakter siswa, terlihat dalam pola perilaku yang dimunculkan ketika pengamatan secara langsung serta melalui interview antara peserta didik maupun guru mata Kemunculan dari dampak yang terwujud dari peng-implementasian nilai moderasi beragama yang termuat di mata pelajaran Pendidikan agama islam Tumbuh High School ini memperlihatkan hasil yang baik yang dimunculkan oleh peserta didik didalam bersikap dan Diantaranya yakni menghargai satu sama lain, kemudian juga hormat satu sama yang lain, serta memperlihatkan kondisi yang menjujung tinggi nilai kerukunan antar lingkungan pertemanan, baik yang sama sama beragama Islam, maupun antar teman yang mempunyai keyakinan yang lain. Nilai kerukunan yang dimaksud dapat pula terlihat dari bagaimana mereka berinteraksi atau hidup bersosial saat Pembelajaran dilakukan maupun diluar kelas atau Pembelajaran tersebut. Segala hal tersebut sesuai juga dari pernyataan salah seorang guru Pendidikan agama islam yang mengatakan sebagai berikut : AuYang jelas mereka saya lihat rasa toleransinya sudah baik, saya cerita pengalaman kemarin waktu dibulan ramadhan itu saya dikasih hadiah dari salah satu peserta didik yang non-muslim dan mereka pun sangat menghargai temantemannya yang sedang berpuasa, ya artinya kan Nampak mereka tidak merasa Karena dari agamanya dulu, dari segi hak pun juga tidak ada yang beda, kemudian segi sosial dan perilaku juga tidak ada yang berbeda. Ya saya kira masalah kehidupan moderasi beragama ini tidak ada masalah. Hanya saja anak didik yang bersekolah di Tumbuh High School ini beragam serta ada siswa yang memiliki keterbatasan jadi dalam penyampaian materi juga perlu menyesuaikan denfan kondisi siswa yang beragam agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai dengan baikAy (Labuh, komunikasi pribadi, 17 november 2. Tidak hanya itu pernyataan pendukungpun juga muncul dari sudut pandang bapak Kharis. Pd. , yang menyebutkan : AuYa saya pribadi juga ikut senang karena saya merasakan ada perubahan tingkah laku pada anak- anak didik di sini, baik terhadap teman-temannya maupun kepada bapak/ibu guru. Seperti kurangnya angka perkelahian. Dan anak-anak itu bebas aja berteman tidak pilih-pilih teman dan dapat menerapkan sikap kegotong An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 royonganAy (Kharis, komunikasi pribadi 17 november 2. Terkait nilai-nilai moderasi beragama yang di implementasikan, sebagian para guru PAI sangat menjunjung tinggi dan berperan aktif memberikan pemahaman serta mencontohkan nilai tersebut dalam keseharian diantaranya mencakup nilai adil, saling menghargai, menjaga kerukunan dan lain sebagainya. Hal itu dibuktikan dari pernyataan yang mucul dari salah seorang peserta didik, berikut ini: AuGuru PAI saya itu orangnya baik dan ramah kepada kami, dan mengajarkannya juga sudah baik dan sesuai dalam menjelaskan tentang moderasi beragama ini, serta pastinya berdampak baik kepada saya dan teman-teman. Karena dikelas pun diajarkan bagaimana bersikap saling menghargai kepada siapapun baik itu kepada teman yang beragama Islam maupun non-muslim dan kami pun menerapkannya dalam kehidupan sehari-hariAy. (Orik, komunikasi pribadi, 17 november 2. Selain pernyataan tersebut, muncul tanggapan juga dari unsur peserta didik lain yang berkeyakinan non islam. Peserta didik tersebut menjelaskan : AuSaya pribadi itu ya bergaul aja sama teman-teman yang lain dan sama sekali tidak merasa membedakan, jadi ya sama-sama merangkul. Cuma terkadang teman-teman itu hanya sebatas bercanda saja biasanya, tapi menurut saya tidak masalah dan pada saat pembelajaran terkadang saya tetap berada dikelasAy. abriel, komunikasi pribadi 16 November 2. Satu pemahaman dengan sebelumnya, peserta didik selanjutnya mengatakan : Aumoderasi beragama diajarkan di sekolah kayak bagaimana cara menghormati guru dan cara memperlakukan teman yang berbeda agama kak. Saya ya memperlakukan sama kayak teman yang sesama Islam kak, cuma saat beribadah kan berbeda jadi ya saya menghormatinya dan tidak mengganggu. Kebetulan di kelas saya ada teman yang agamanya HinduAy. (Galuh, komunikasi pribadi 16 november 2. Dari sekian penggalian data dari unsur peserta didik melalui interview sebelumnya, jika ditarik satu benang lurus, menjelaskan bahwa keyakinan, prinsip, serta nilai yang diajarkan yang mencakup unsur moderat dalam beragama ketika diimplemenatasikan dalam mata pelajara PAI atau juga dari dicontohkan oleh guru mata pelajaran PAI, dapat Diterima dan diserap secara baik oleh seluruh peserta didik di Tumbuh High School dan memberikan dampak positif yang membuat peserta didik sadar, ingat, dan faham arti pentingnya moderasi beragama khususnya dilingkungan Tumbuh High School. Selain dari data diatas, penerapan nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 Pendidikan Agama Islam di kelas juga melibatkan sejumlah metode. Metode-metode tersebut dipilih dengan tujuan untuk memberikan pendekatan yang beragam dan efektif dalam menyampaikan konsep-konsep agama secara inklusif kepada para siswa. Dengan demikian, penggunaan metode seperti diskusi kelompok, studi kasus, dan pembelajaran berbasis proyek menjadi kunci dalam mengaktifkan partisipasi siswa dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai moderasi beragama. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa siswa tidak hanya menerima pengetahuan secara pasif, tetapi juga dapat menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka. 20 Implementasi metode dianggap berhasil sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Dalam pelaksanaannya di Tumbuh High School, guru Pendidikan Agama Islam menggunakan dua metode utama, yaitu ceramah dan diskusi, untuk menerapkan nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran. Siswa di Tumbuh High School didorong untuk aktif berpartisipasi dalam diskusi dan menyuarakan pendapat mereka dengan sikap toleransi dan semangat kebersamaan dalam menghadapi perbedaan. Pendekatan ini telah dipersiapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam sejak tahap perencanaan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran di sekolah ini dijalankan tanpa membedakan agama atau keyakinan peserta didik, sehingga suasana belajar yang inklusif dan harmonis dapat terwujud Guru PAI Tumbuh High School memberikan pengajaran kepada peserta didik tentang bagaimana cara mewujudkan sikap toleransi dengan agama lain seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW, yang artinya baginda (Muhammad SAW) telah memberikan teladan kepada kita semua akan adanya hak dan kewajiban serta keyakinan yang sama, tiada celah diantara hal tersebut hanya keimanan dan ketaqwaan kitalah yang menjadi pembeda yakni keyakinan atas Allah bagi pemeluk islam dan keyakinan yang lain. Dimana setiap keyakinan tersebut sifatnya mutlak tidak boleh dicampuri maupun diganggu. Diantaranya yang terlihat nyata perwujudan nilai moderasi beragama yang ditunjukkan dalam pembelajaran PAI di tumbuh high school, adalah saat suatu kelas yang mayoritas muslim kemudian ada beberapa peserta didik yang non muslim. Peserta didik yang non muslim tersebut atau yang mempunyai keyakinan berbeda bukan islam akan menjunjung tinggi perbedan dengan menghargai dan tanpa ada unsur untuk menyinggung dan mengganggu satu sama lain. Jika ada misalnya peserta didik muslim yang sedang membaca Al QurAoan, maka kawan yang non muslim Thadi. Kampanye Moderasi Beragama di Ruang Digital Indonesia. Manhaj: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 11. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 pun paham dan menjaga diri serta tidak memunculkan Gerakan atau suara yang bisa mengganggu kekusyukan tadarus tersebut. Sebaliknya begitu ada peserta didik yang berkeyakinan lain atau non islam membaca Al Kitabnya, maka peserta didik yang berbeda keyakinan, khususnya muslim pun menghargai dengan tidak menganggu atau mengolok olok masalah yang dia baca. Diantara contoh lain ketika proses kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Pendidikan agama islam, maka semua peserta didik yang non islam akan diberi pilihan atau kebebasan apakah memilih tinggal dan ikut pelajaran di kelas atau belajar sendiri dan mencari sumber sumber di Jadi wujud perlakuan yang dihadapkan pada peserta didik dengan latar belakang dan keyakinan tentang agama berbeda khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan agama Islam di tumbuh high school, seorang guru penddikan agama islam akan memberi kebebasan kepada peserta didik untuk diri mereka masing-masing. Adapun bentuk nilai yang diterapkan peserta didik di Tumbuh High School dalam pengimplementasian moderasi beragama adalah sebagai berikut : Di Tumbuh High School, penerapan nilai moderasi beragama diwujudkan melalui Nilai Keterbukaan, yang merupakan aspek penting dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Guru PAI bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang terbuka dan santun, di mana peserta didik didorong untuk menerima serta menghargai pandangan yang berbeda. Salah satu indikator moderasi beragama yang ditekankan oleh Kementerian Agama adalah sikap keterbukaan, yang mencakup kemampuan menerima kritik dan masukan dari orang lain serta mendengarkan pandangan yang berbeda. Jika seseorang menolak kritik dan merasa dirinya selalu benar, hal itu menunjukkan kurangnya moderasi dalam beragama. Selain Nilai Keterbukaan, nilai moderasi beragama lainnya adalah Nilai Toleransi . Pentingnya nilai toleransi beragama dalam pembelajaran PAI di Tumbuh High School ditekankan dengan memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang signifikansi toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Metode pengajaran nilai toleransi dalam pembelajaran PAI di sekolah ini melibatkan beragam kegiatan, seperti diskusi, diskusi kelompok, kerja sama kelompok, dan penyampaian materi pembelajaran. Dalam proses diskusi, guru memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk menyuarakan pendapat mereka secara bebas, sambil tetap menekankan pentingnya saling menghormati dan menghargai pendapat sesama. Sikap toleransi ini diharapkan menjadi bagian integral dari karakter peserta didik. Selain itu, dalam diskusi kelompok, peserta didik diajarkan untuk berkomunikasi secara musyawarah dan menghargai pendapat anggota kelompoknya, sesuai dengan prinsip yang ditekankan oleh guru. Selain Nilai Toleransi. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 nilai moderasi beragama lainnya yang ditekankan adalah Nilai Keadilan. Keadilan ini mencakup pemberian hak sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu, yang diharapkan dapat mengurangi praktik nepotisme dan korupsi, baik dalam ranah ekonomi, politik, maupun Dari penggalian informasi melalui wawancara, sikap adil juga menjadi nilai yang diterapkan di Tumbuh High School, di mana guru PAI menekankan pentingnya persahabatan tanpa pandang bulu di antara peserta didik. Peserta didik diajarkan untuk saling komunikasi dan tolongmenolong tanpa memandang asal usul atau latar belakang agama. Guru PAI juga memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk menjalin pertemanan dengan siapapun, tanpa mempermasalahkan perbedaan agama. Selain itu, nilai kejujuran juga ditekankan, terutama dalam pelaksanaan tugas atau ujian, di mana peserta didik diajarkan untuk menjalankan tugas dengan jujur dan tidak melakukan kecurangan. Selain nilai keadilan dan kejujuran, nilai kesederhanaan juga ditekankan, di mana peserta didik diajarkan untuk tidak berlebihan dalam mengekspresikan keyakinan agamanya dan menghadapi perbedaan dengan sikap yang sederhana. Guru Pendidikan Agama Islam di Tumbuh High School mengajarkan peserta didik untuk menghormati agama lain dan memahami keyakinan pribadi mereka. Tujuannya adalah agar peserta didik tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif, khususnya saat melanjutkan studi di perguruan Selain itu, mereka juga diajarkan untuk bersikap sederhana dengan tidak mengenakan perhiasan berlebihan di sekolah, sehingga tercipta kesatuan dan rasa persaudaraan di antara mereka tanpa memperhatikan status sosial ekonomi. Nilai tersebut mencerminkan pentingnya terjalinnya hubungan kekeluargaan di antara individu dan pentingnya pemahaman yang menekankan kesatuan dan persatuan antar saudara. Kesatuan dan persaudaraan tersebut dibangun dengan dasar nilai-nilai yang membawa dampak positif, menciptakan suasana damai dan memperkokoh rasa setia kawan serta pertemanan yang tulus di antara beragam suku, etnis, dan agama. Adanya sikap saling peduli antar individu juga menjadi salah satu konsekuensi positif dari nilai-nilai yang dibangun tersebut, menggambarkan komitmen untuk saling mendukung dan menghargai satu sama lain dalam membangun masyarakat yang harmonis dan damai khususnya dilingkungan Tumbuh High School. Guru Pendidikan Agama Islam di Tumbuh High School berharap untuk meminimalisir konflik yang terjadi atas dasar perbedaan dan menjunjung tinggi kerukunan di antara peserta didik. Para pendidik maupun tenaga kependidikan menekankan pentingnya saling menghormati dan An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 menghargai satu sama lain, tanpa memandang perbedaan agama. Di lingkungan sekolah ini, sikap sopan dan baik kepada semua individu dijunjung tinggi, karena mereka menyadari bahwa perbedaan bukanlah sumber konflik, tetapi justru dapat menjadi peluang untuk memperkuat kasih sayang dan kebaikan di antara seluruh anggota dan warga Tumbuh High School. Dari hasil pemaparan tersebut, dapat disederhanakan bahwa nilai-nilai moderasi dalam beragama di Tumbuh High School dapat diserap dengan baik oleh semua siswa. Metode pembelajaran yang beragam, seperti diskusi kelompok, membantu siswa memahami nilai-nilai Guru PAI mengajarkan tentang toleransi dan keadilan dalam beragama, serta mengedepankan hubungan harmonis di antara peserta didik, guru, serta warga sekolah tanpa memandang perbedaan. Nilai-nilai ini terwujud dalam lingkungan sekolah yang inklusif dan Dengan Bahasa yang lebih jelas bahwa nilai di dalam moderasi beragama diimplementasikan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, maupun diluar kegiatan pembelajaran, di keseharian peserta didik Tumbuh High School. Kendala Dan Tantangan Dalam Implementasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Pembelajaran PAI Di Tumbuh High School Implementasi nilai moderasi beragama dalam Pembelajaran PAI di Tumbuh High School, tidak selalu mulus lancar, atau tanpa hambatan. Ada beberapa unsur yang juga menjadi kendala atau factor yang bisa menghambat aktivitas yang direncanakan. Walaupun hanya sedikit saja kendala seperti yang disampaikan oleh oleh bapak Labuh. Pd. ketika berada di kelas, yakni : AuSelama ini tidak banyak kendala, menurut pandangan saya, sebagai guru PAI saya hanya menghargai mereka jika materi tersendiri, jangan sampai mereka ada sesuatu yang katakanlah anak-anak tidak merasa dibedakan, istilahnya itu kalau ada pertanyaanpertanyaan walaupun tidak secara materi langsung itu akan saya buka, karena agama ini tidak hanya pengetahuan sajaAy. (Labuh, komunikasi pribadi 17 november 2. Dapat dimaknai menurut bapak labuh, sebagai seorang guru PAI tidak berkewajiban hanya sebatas memberikan pengetahuan, melainkan bagaimana wawasan yang telah diberikan tersebut dapat memberi pengalaman dan pengamalan secara langsung yang notabene latar belakang setiap orang berbeda. Hal ini ditambahkan oleh salah seorang guru PAI yang mengatakan : AuMungkin sedikit saja kendalanya, yaitu siswa di sekolah ini beragam serta memiliki kendala dalam tingkat pemahamannya untuk itu dalam menunjang pembelajaran, di butuhkan sarana pendukung belajar serta disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa yang beragam. Serta masih perlu saya tingkatkan lagi untuk memberikan nilai An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 moderasi beragama dan religius yang lain secara khusus dan melalui metode pembiasanAy (Kharis, komunikasi pribadi 29 november 2. Adapun kendala yang dihadapi guru dalam pengimplementasi nilai moderasi beragama sebagai upaya mengembangkan nilai karakter peserta didik di luar kegiatan belajar mengajar, seperti yang dijelaskan berikut . AuKalau kegiatan ekstra keagamaan tentunya ya kegiatan agama yang anak-anak yang Islam itu, diusahakan biar tidak sampai terganggu bagi yang non-muslim. Kalau kegiatan pembiasaan bagi peserta didik yang beragama Islam ya seperti sholat dhuha berjamaAoah, sholat dhuhur berjamaAoah dan kultum, ada kajian, pondok romadhon kemarin itu. Tetapi selama pandemi covid-19 kegiatan ekstrakurikuler ini terkendala jugaAy. (Labuh, komunikasi pribadi 29 november 2. Semua pernyataan dari wawancara tersebut menunjukkan kendala yang dirasakan oleh guru PAI dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama. Menyambung di penjelasan awal, factor atau kendala yang muncul walau hanya sedikit, ketika digali lagi akan tetap memunculkan kendala kendala kecil lain yang akan terhimpun secara signifikan dan perlu ditangani secara runut dan terkendali. Maka factor yang sudah dipetakan, selebihnya akan diberi solusi untuk menjadikannya bukan hambatan lagi melainkan menjadi loncatan agar implementasi nilai bisa terwujud secara efektif, efisien dan maksimal. Adapun pemetaan dan solusi penyelesaian dari hambatan tersebut diantaranya : Kondisi siswa yang mengalami hambatan konsentrasi dan pemusatan perhatian di Tumbuh High School dapat diidentifikasi melalui adanya perbedaan karakteristik peserta didik yang beragam. Sekolah ini memiliki populasi siswa yang inklusif, yang terdiri dari siswa-siswa dengan kebutuhan khusus serta siswa yang berkemampuan normal. Keberagaman ini menciptakan tantangan tersendiri dalam pengelolaan kelas dan pembelajaran, karena setiap siswa memiliki kebutuhan dan gaya belajar yang berbeda-beda. Hambatan konsentrasi dan pemusatan perhatian yang dialami oleh sebagian siswa dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk interaksi sosial yang kompleks dan kebutuhan individual yang spesifik. Maka dari itu solusi yang dijalankan adalah dengan menyediakan guru pendamping yang mempunyai pengetahuan, wawasan serta keterampilan dalam menangani anak yang kesulitan belajar. Dimana guru pendamping ini juga akan meniterpretasikan penyampain hal yang berkaitan dengan pembelajaran nilai nilai khususnya pada nilai moderasi beragama. kemudian juga lembaga tumbuh high school membuat serta merancang program pendidikan individual dalam upaya menanamkan nilai moderasi beragama An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 pada seluruh siswa. Kondisi kesehatan dan gangguan mental siswa-siswi di Tumbuh High School yang notabene inklusi ini memerlukan perhatian khusus. Peserta didik dengan kebutuhan khusus, baik yang berkaitan dengan fisik maupun mental, sering menghadapi tantangan yang lebih besar dalam proses pembelajaran. Gangguan mental seperti ADHD, autisme, dan kecemasan, mempengaruhi kemampuan mereka untuk berkonsentrasi, berinteraksi sosial, dan menyerap informasi dengan Oleh karena itu, mereka memerlukan strategi khusus dalam pelayanan pendidikan. Pendekatan yang personal sangat penting untuk membantu mereka mencapai potensi penuh. Hal ini mencakup penggunaan metode pengajaran yang berbeda. Konsep implementasi nilai dengan metode yang berbeda pula. Para pendidik di sekolah Tumbuh High School harus memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai untuk membimbing dan mendampingi peserta didik dengan kebutuhan khusus. Setiap peserta didik memiliki kebutuhan yang unik, selain background orang tua yang beragam suku dan keyakinan, penerimaan mereka juga beragam. pendekatan yang diterapkan harus disesuaikan dengan kondisi setiap individu. Pendidik harus mampu mengidentifikasi kebutuhan khusus masing-masing peserta didik dengan menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai. Selain itu, kolaborasi dengan profesional lain seperti psikolog, terapis, dan ahli pendidikan khusus, sangat penting untuk memastikan bahwa siswa menerima dukungan yang komprehensif. Penggunaan teknologi pendidikan yang adaptif untuk menunjang penanaman nilai ini juga dapat dijadikan sebagai alat yang efektif dalam membantu peserta didik di dalam mengatasi hambatan belajar mereka. Dengan pendekatan yang tepat, peserta didik di Tumbuh High School dapat menerapkan nilai dalam beragama yang moderat serta mengembangkan kemampuan mereka secara maksimal dan meraih kesuksesan akademik serta Lingkungan keluarga yang sibuk dan kurangnya waktu orang tua dalam menemani aktifitas anak belajar menjadi tantangan tersendiri dalam proses perjalanan implementasi nilai moderasi beragama. Banyak orang tua yang harus bekerja sepanjang hari, sehingga waktu yang mereka miliki untuk berinteraksi dengan anak-anak mereka sangat terbatas. Hal ini mengakibatkan kurangnya perhatian dan bimbingan dalam proses belajar anak, yang dapat mempengaruhi perkembangan akademik dan emosional mereka. Anak-anak membutuhkan dukungan dan pengawasan yang konsisten dari orang tua untuk bisa belajar dengan efektif. Ketidakhadiran orang tua dalam proses belajar anak tidak hanya mengurangi kualitas pembelajaran, tetapi juga dapat An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 mengurangi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai penting, termasuk cara mereka memahami bagaimana berhubungan dengan rekan atau kelompok sosial yang berbeda keyakinan. Oleh karena itu, mengadakan program kemanusiaan seperti bakti sosial dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi masalah ini. Program bakti sosial tidak hanya melibatkan anak-anak tetapi juga seluruh anggota keluarga, sehingga menciptakan kesempatan bagi orang tua dan anak untuk bersama-sama melakukan kegiatan yang bermanfaat. Melalui partisipasi dalam kegiatan kemanusiaan, anak-anak dapat belajar nilai-nilai kebersamaan, empati, dan tanggung jawab sosial. Selain itu, kegiatan seperti ini juga dapat menjadi media untuk mengajarkan dan menerapkan nilai-nilai moderasi beragama. Dalam suasana yang inklusif dan kolaboratif, anakanak dapat melihat dan mengalami langsung bagaimana nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan saling menghargai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, program bakti sosial tidak hanya mempererat hubungan keluarga tetapi juga berkontribusi pada pembentukan karakter anak yang lebih baik. Kurangnya motivasi dan dukungan dari keluarga merupakan salah satu tantangan utama dalam upaya implementasi nilai dari beragama yang moderat. Keluarga yang tidak cukup memberikan motivasi dan dukungan dapat menyebabkan anak-anak atau peserta didik di Tumbuh High School kurang memahami pentingnya nilai-nilai tersebut. Hal ini bisa berdampak pada perkembangan sikap dan perilaku mereka yang cenderung kurang peduli terhadap lingkungan sosial dan keberagaman. Untuk mengatasi masalah ini, salah satu solusi yang efektif adalah mengadakan program gerakan peduli lingkungan. Program ini dirancang untuk melibatkan peserta didik dalam berbagai aktivitas yang mengajarkan tanggung jawab serta membangun rasa Melalui kegiatan seperti kerja bakti, penanaman pohon, dan kampanye kebersihan, peserta didik tidak hanya belajar pentingnya menjaga lingkungan tetapi juga memahami nilai-nilai kebersamaan dan kerjasama. Dengan adanya dukungan dan partisipasi aktif dari keluarga dalam program ini, peserta didik lebih termotivasi dan didukung dalam mengembangkan sikap moderasi dan kepedulian terhadap sesama. Hambatan selanjutnya adalah penguatan dan pengulangan dalam memberikan materi moderasi beragama ini sangat diperlukan agar siswa dapat dengan mudah memahami dan menjalankan nilai-nilai moderasi beragama. Nilai-nilai ini, seperti toleransi, saling menghormati, dan kerjasama, sangat penting dalam kehidupan beragama yang harmonis. Melalui metode pengajaran yang repetitif dan konsisten, siswa dapat lebih terlibat dan memahami materi secara An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 Pengulangan tidak hanya membantu dalam mengingat konsep-konsep penting, tetapi juga memperkuat keyakinan dan sikap positif terhadap keberagaman. Selain itu, upaya dan usaha yang maksimal dalam mengajarkan nilai-nilai ini memerlukan komitmen dari seluruh elemen sekolah, termasuk guru, siswa, dan orang tua, untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inklusif. Sekolah selalu berupaya mengomunikasikan capaian hasil belajar anak serta memberikan masukan yang konstruktif untuk mendukung tumbuh kembang mereka. Komunikasi yang efektif antara sekolah dan orang tua adalah kunci untuk memahami perkembangan akademis dan perilaku Dengan menyampaikan capaian hasil belajar secara berkala, orang tua dapat mengetahui kemajuan anak mereka dan memberikan dukungan yang diperlukan di rumah. Selain itu, masukan dari sekolah mengenai aspek-aspek yang perlu diperbaiki akan sangat berguna bagi orang tua dalam membimbing anak mereka. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan prestasi akademik anak, tetapi juga membantu dalam membentuk karakter mereka sesuai dengan nilai-nilai moderasi beragama yang diajarkan di Tumbuh High School itu sendiri. Melalui kerjasama yang erat antara sekolah dan keluarga, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang toleran, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi positif dalam masyarakat yang beragam. KESIMPULAN Penerapan moderasi beragama di Tumbuh High School ditempuh dengan 4 strategi. Pertama, menyisipkan konten moderasi pada setiap materi yang relevan. Kedua, mengoptimalkan pendekatan pembelajaran yang mampu melahirkan pemikiran kritis, menghargai perbedaan, menghargai pendapat orang lain, bersikap toleran, demokratis, berani menyampaikan gagasan, sportivitas dan tanggung jawab. Ketiga, menyelenggarakan program, pendidikan, pelatihan dan pembekalan khusus dengan tema unik moderasi beragama. Keempat, guru melakukan observasi secara simultan untuk mengevaluasi pencapaian proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan metode yang dapat menumbuhkan sikap moderat. Penerapan konten moderasi beragama dalam kurikulum Sekolah Tumbuh diwujudkan dalam buku ajar mata pelajaran PAI yang integral dan saling berhubungan. Berdasarkan dari hasil dan pembahasan pada penelitian ini, sebagai hasil akhir dari seluruh uraian yang telah dikemukakan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI : https://doi. org/10. 33507/an-nidzam. Vol. No. 1 Th 2024 Penerapan nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran PAI di Tumbuh High School dilakukan penyesuaian kurikulum sekolah terkait kebijakan dan perencanaan perangkat Pelaksanaan dilakukan sesuai dengan RPP yang dibuat oleh guru PAI dan metode pembelajarannya. Nilai-nilai moderasi beragama, seperti keterbukaan, toleransi, keadilan, kesederhanaan, serta kesatuan dan persatuan, telah diimplementasikan dengan baik ke dalam materi pembelajaran. Pemahaman siswa terkait nilai Moderasi beragama tercermin dalam nilai sikap yakni siswa memahami sikap mulia dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari seperti toleransi,menghormati guru dan menyayangi teman, berkata jujur, tidak suka berkelahi, adil dan memiliki etika pergaulan, serta selalu mengupayakan hidup rukum aman tentram dan cinta akan perdamaian. Implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran di Tumbuh High School memberikan dampak positif yang signifikan bagi peserta didik. Salah satu dampaknya adalah meningkatnya sikap saling mengerti dan memahami di antara siswa tanpa memandang perbedaan latar belakang dan agama. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan dalam sikap kesadaran dan kejujuran, yang tercermin dalam interaksi sehari-hari mereka. Mereka juga belajar untuk menerima dan menghargai perbedaan, yang bermuara pada terciptanya suasana hidup yang rukun dan damai. Dengan demikian, lingkungan sekolah menjadi tempat yang harmonis, di mana nilai-nilai moderasi beragama tidak hanya diajarkan, tetapi juga dipraktikkan secara nyata oleh peserta didik dan juga seluruh komunitas sekolah. Guru PAI di Tumbuh High School menghadapi tantangan berupa kurangnya fasilitas atau alat media pembelajaran dalam menerapkan nilai-nilai moderasi beragama. Meskipun demikian, hambatan ini tidak dianggap sebagai masalah utama dan hampir tidak dirasakan oleh para guru. Sebagai hasilnya, guru PAI dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengatasi keterbatasan ini. Mereka menggunakan pendekatan-pendekatan baru dan metode-metode alternatif untuk memastikan bahwa nilai-nilai moderasi beragama tetap bisa diajarkan secara efektif dan diterima dengan baik oleh siswa. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar siswa, menjadikan mereka lebih memahami dan menghargai pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. DAFTAR PUSTAKA