DIMENSI. VOL. NO. 3 : 412-443 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 PENGARUH BUDAYA ORGANISASI. LINGKUNGAN KERJA, TRANSFER ILMU. DAN PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KINERJA MANAJERIAL INFLUENCE OF ORGANIZATIONAL CULTURE. WORK ENVIRONMENT, SCIENCE TRANSFER. AND TECHNOLOGY APPLICATION INFORMATION ON MANAGERIAL PERFORMANCE Eduard Ricardo Hasudungan Sinaga1. Sri Langgeng Ratnasari2. Zulkifli3 Program Studi Magister Manajemen. Program Pascasarjana. Universitas Riau Kepulauan. Indonesia e-mail: 1eduardsinaga98@yahoo. id, 2sarisucahyo@yahoo. com, 3zulkifli@pasca. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organiasi terhadap kinerja manajerial, untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja manajerial, untuk mengetahui pengaruh transfer ilmu terhadap kinerja manajerial, untuk mengetahui pengaruh penerapan teknologi informasi terhadap kinerja manajerial, dan untuk mengetahu pengaruh budaya organisasi, lingkungan kerja, transfer ilmu, penerapan teknologi informasi terhadap kinerja manajerial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Populasi penelitian ini adalah karyawan di Perusahaan Baker Hughes Di Indonesia sebanyak karyawan. Sampel penelitian ini karyawan. Teknik analisis penelitian ini menggunakan Regresi Liniear Berganda dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan . Budaya Organiasi berpengaruh positip dan signifikan terhadap kinerja . Lingkungan Kerja berpengaruh positip dan tidak signifikan terhadap kinerja . Transfer Ilmu berpengaruh positip dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Penerapan teknologi informasi berpengaruh positip dan tidak signifikan terhadap kinerja . Budaya organisasi, lingkungan kerja, transfer ilmu, dan penerapan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Kata Kunci: Budaya Organisasi. Lingkungan Kerja. Trasfer Ilmu. Penerapan Teknologi Informasi. Kinerja Manajerial Abstract The purpose of this research is to determine the effect of organizational culture, work environment, knowledge transfer, the application of information technology, both simultaneously and partially on managerial performance on the Baker Hughes company in this research using quantitative methods, using a questionnaire with a Likert scale. The results show . Organizational culture has a positive and significant effect on managerial performance at Baker Hughes companies in Indonesia. This is a manifestation of the understanding in the corporate environment that organizational culture is the embodiment of the basic principles in the Baker Hughes company in the world and also in Indonesia, . Work Environment does not have a positive and significant effect on managerial performance at the Baker Hughes company in Indonesia, this is because the Baker Hughes company, has implemented HSE (Health. Safety and Environmen. which we know as occupational safety and health and management. Environmental practices as Leadership Foundations or Leadership foundations in the Baker Hughes work environment . Knowledge Transfer has a positive and significant effect on managerial Baker Hughes as a global company, builds various forms of infrastructure and information system technology to develop better workforce capabilities . it is concluded that the application of information technology does not have a positive and significant effect on DIMENSI. VOL. NO. 3 : 412-443 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 managerial performance, the need for motivation so that the use of information technology is not a work tool . Organizational culture, work environment, transfer of knowledge and application of information technology together have an effect of 72. 4% on the dependent variable, namely managerial performance, which means that when organizational culture, work environment, knowledge transfer and application of information technology are improved, the managerial performance also increases. Keywords: Organizational Culture. Work Environment. Knowledge Transfer. Application of Information Technology. Managerial Performance PENDAHULUAN Kota Batam adalah salah satu kota di Provinsi Kepulauan Riau. Indonesia. Kota Batam adalah sebuah pulau yang sangat strategis, berada dalam jalur perdagangan internasional dan mempunyai daya ekonomis tinggi dengan jarak yang dekat dengan Singapura dan Malaysia. Batam merupakan Kota Industri dan berbagai ragam bidang industri. Industri Manufaktur. Industri Galangan Kapal, dan Industri pendukung untuk Minyak dan Gas. Memasuki akhir tahun 2019 jumlah kebutuhan tenaga kerja di Batam mengalami peningkatan, khususnya di bidang industri minyak dan gas (Miga. atau oil and gas industry, mengalami penigkatan yang cukup tinggi di Batam. Berbagai organisasi, berusaha meningkatkan kinerja dari seluruh elemen yang ada dalam organisasi dengan tujuan mencapai kelangsungan hidup Menciptakan organiasi yang baik adalah dengan didukung oleh sumber daya manusia dengan kinerja yang baik. Manajemen sumber daya manusia yang baik ditujukan kepada peningkatan konstribusi yang dapat diberikan oleh para pekerja dalam organisasi kearah tercapainya tujuan Kesedian dan ketrampilan seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Kinerja merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan peranya di perusahaan. Kinerja karyawan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya perusahaan untuk mencapai tujuannya. Hasil kerja yang dapat dicapai oeh seseorang, atau sekelompok orang dalam suatu organisasi. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 412-443 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 sesuai dengan wewenang dan tanggungjawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum, dan sesuai dengan moral maupun etika. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dipahami bahwa kinerja merupakan hasil kerja yang sesuai dengan tanggungjawab dan wewenang baik bagi organisasi, kelompok dan individu. Terdapat lebih dari 90 lebih perusahaan oil and gas beserta industri pendukungnya, yang masing masing mempunyai budaya organisasi yang berbedabeda untuk menghadapi tantangan yang kompleks, dan dalam mencapai kinerja faktor sumber daya manusia yang berkualitas dapat dilihat dari hasil kerja manajerial untuk mencapai tujuan strategis organisasi. Budaya organisasi yang kuat akan memberikan stabilitas pada organiasi, budaya organiasi dapat memiliki pengaruh yang signifikan pada tingkah laku dan perilaku dari para anggota Setiap perusahaan mempunyai budaya perusahaan, namun tidak semua perusahaan memformalkan budaya organisasi yang telah ada. Budaya perusahan ini dipelihara karena diyakini sebagai jawaban mengapa perusahaan meraih sukes dan dijadikan jati diri perusahaan, budaya perusahaan direkayasa dan dijadikan sebagai alat manajemen untuk meningkatkan daya saing dan berkompetensi di arena Global. Kota Batam berpenduduk suku asli Melayu sebagai suku tempatan, tetapi banyak pendatang dari berbagai daerah di Indonesia. Situasi lingkungan kerja dengan berbagai suku adat dan budaya tradisional sangat berperan dalam mempengaruhi kinerja manajerial. Lingkungan kerja sebagai tempat dilakukan aktivitas sehari-hari sesuai dengan rencana dan target yang ditentukan oleh Lingkungan kerja termasuk kondisi hubungan antara manusia, baik hubungan dengan rekan kerja dan hubungan terhadap atasan dan bawahan, dimana ada keterikatan adat istiadat, dan sopan santun dalam lingkungan seharihari. Kemampuan manajerial untuk membuat lingkungan kerja yang nyaman akan meningkatkan kinerja karena peningkatan kepuasan kerja karyawan. Perusahaan-perusahaan oil and gas ataupun industri penunjang adalah perusahaan global yang berasal dari luar negeri, pengaruh dari pada visi misi DIMENSI. VOL. NO. 3 : 412-443 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 organisasi ini menjadikan peningkatan manajer yang ditugaskan pada perusahaan di Kota Batam. Proses transfer ilmu fungsi manajemen akan berdampak pada meningkatnya kompetensi manajerial pada pembentukan kapabilitas kinerja manajerial lokal. Teknologi informasi memadukan antara teknologi informasi dan kegiatan manusia atau orang. Penggunaan teknologi informasi mempermudah dalam melakukan proses data yang berulang-ulang yang menjadikan pekerjaan bisa disederhanakan dan dipercepat, sehingga diperoleh hasil yang maksimal dalam proses manajerial yang bisa meningkatkan kinerja organisasi menjadi semakin efisien dan efektif. Baker Hughes adalah perusahaan yang bergerak dalam industri oil and gas internasional dan salah satu perusahaan kelas dunia yang menyediakan teknologi dalam pengeboran minyak dan gas yang berkantor pusat di Houston Amerika Serikat. Baker Hughes beroperasi global dengan berada di 120 negara. Dan operasional perusahaan dibawah kendali di Texas Amerika Serikat dan di Inggris. Research dan facility berada di Negara Australia. Singapore. Malaysia. India. Dubai. Arab Saudi. Italia. Jerman. Norwegia dan lain lain. Baker Hughes telah telah beroperasi di Indonesia sebagai penyedia peralatan dan layanan untuk eksplorasi dan produksi bawah laut bagi industri migas memberikan kesempatan bekerja bagi karyawan lokal. Pemimpin perusahaan mengangkat seorang manajer, supervisor atau superintendent pasti dengan kriteria yang sesuai dengan tanggung jawabnya yang besar sebagai pengendali departemennya, tetapi bagus tidaknya kinerja manajerial juga ditentukan oleh hubungan dan kerjasama dengan departemen lainnya, support dan feedback dari bawahan dalam perbaikan terus menerus terhadap sistem dan prosedur yang dibuat dan diterapkan agar lebih efektif dan efisien, komunikasi yang baik dengan pihak internal dan eksternal dengan penerapan teknologi yang terkini, dalam mencapai tujuan perusahaan. Selama lima tahun tidak terlihat pertumbuhan angka peningkatan jumlah karyawan lokal yang mengisi posisi manajerial di peusahaan Baker Hughes yang ada di Indonesia secara signifikan. Terdapat beberapa fenomena akan kurang DIMENSI. VOL. NO. 3 : 412-443 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 signifikanya kemampuan kinerja manajerial lokal diantaranya ada gap atau perbedaan kemampuan manjaerial lokal dan manajerial asing dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, pemecahan masalah, evaluasi, investigasi, staffing, negosiasi dan menjadi perwakilan perusahaan terhadap pihak lain, dan masih banyak tenaga ahli untuk spesifikasi keahlian yang didatangkan dari luar Indonesia sebagai tenaga ahli yang bersifat sementara dan rotasi dengan jangka waktu tertentu. Seorang manajer merupakan pimpinan dalam perusahaan yang menjadi ujung tombak pelaksana kegiatan perusahaan dalam rangka pencapaian sasaran yang telah ditetapkan. Paramater keberhasilan perusahaan dapat diukur dari kinerja manajerial seorang manajer. Kinerja manajerial sangat berpengaruh terhadap Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah yang telah diuraikan, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut: . Apakah budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja manajerial? . Apakah lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja manajerial? . Apakah Transfer Ilmu berpengaruh terhadap kinerja manajerial? . Apakah Penerapan teknologi informasi berpengaruh terhadap kinerja manajerial? . Apakah Budaya Organisasi. Lingkungan Kerja. Transfer Ilmu. Dan Penerapan Teknologi Informasi secara simultan Berpengaruh Terhadap Kinerja Manajerial Pada Perusahaan Baker Hughes Di Indonesia? Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah dan rumusan masalah penelitian, maka tujuan penelitian ini sebagai berikut: . Untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja manajerial. Untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja manajerial. Untuk menganalisis pengaruh transfer ilmu terhadap kinerja manajerial. Untuk menganalisis pengaruh teknologi informasi terhadap kinerja manajerial. Untuk menganalisis pengaruh Organisasi. Lingkungan Kerja. Transfer Ilmu. Dan Penerapan Teknologi Informasi secara simultan Berpengaruh Terhadap Kinerja Manajerial. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 412-443 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Kinerja manajerial menurut Fahmi . adalah hasil pencapaian maksimal orang atau individu yang ada di organiasi atau perusahaan dengan mengembangkan dan mengedepankan komunikasi yang efektif antar berbagai pihak baik dilingkungan internal perusahaan dan eksternal perusahaan dan menerapkan konsep manajemen yang memiliki tingkat fleksibilitas yang representative dan aspiratif guna mewujudkan visi dan misi perusahaan. Pengertian manajemen kinerja menurut Kreitner. Kinici . manajemen kinerja adalah sistem perusahaan dimana manajer mengintegrasikan aktivitas penentuan tujuan, pengawasan dan evaluasi, penyediaan umpan balik dan pelatihan, dan penghargaan karyawan secara kontinu. Untuk mengukur kinerja manajerial melakukan fungsi-fungsi manajemen menurut Hidayat . sebagai berikut: . Perencanaan, . Investigasi, . Koordinasi, . Evaluasi, . Supervisi, . Penataan staff (Staffin. , . Negoisasi, . Representasi. Menurut Mangkunegara . , budaya organisasiadalahseperangkat asumsi atau sistim keyakinan, nilai-nilai dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dab integrasi internal. Menurut Robbins . budaya organisasi mengacu pada suatu sistim berbagi arti yang dilakukan oleh para anggota yang membedakan organisasi dari organisasi lainya. Pembentukan budaya organisasi menurut Laksono . dibutuhkan waktu yang lama untuk pembentukan budaya organiasi Sekali terbentuk, budaya itu cenderung berakar, sehingga sukar bagi para manajer untuk mengubahnya. Romli . mengemukakan indikator budaya organisasi, sebagaiberikut:. pelaksanaan norma, . pelaksanaan nilai-nilai, . Kepercayaan dan filsafat, . pelaksanaan kode etik, . pelaksanaan seremoni, . sejarah organisasi. Ajala . mengatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Dalam hal melakukan pekerjaannya manusia tidak dapat dipisahkan dari berbagai keadaan disekitar tempat mereka DIMENSI. VOL. NO. 3 : 412-443 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 bekerja, yaitu lingkungan kerja. Selama melakukan pekerjaan, setiap pegawai akan berinteraksi dengan berbagai kondisi yang terdapat dalam lingkungan kerja Menurut Sedarmayanti . , lingkungan kerja adalah keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi lingkungan sekitarnya dimana seseorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok. Menurut Sedarmayanti . , faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja, antara lain: . Penerangan atau Cahaya, . Suhu Udara, . Suara Bising, . Dekorasi atau Tata Ruang, . Hubungan Karyawan. Nguyen dan Burgess, . mengungkapkan transfer pengetahuan dianggap sebagai proses manajemen pengetahuan yang semakin penting karena kemampunya membantu badang pengelola organisasi untuk mendapatkan manfaat dari pengetahuan Pribadi. Parent er al. , . mengatakan bahwa pengetahuan dapat dipahami sebagai pengalaman, pemahaman kontekstual, informasi nilai tambah atau wawasan yang didasarkan pada kerangka pemahaman yang ada di benak individu atau kelompok dan harus dikelola sendiri dengan hadir dalam bentuk tacit atau pengetahuan Integrasi kegiatan termasuk penciptaan pengetahuan, aplikasi atau alat transfer pengetahuan, indentifikasi dan akusisi dipandang lebih bermanfaat daripada setiap kegiatan yang secara terpisah dilakukan. Indikator dari transfer ilmu adalah sebagai berikut, yaitu: . Gera . Nilai Sosial dan Budaya (Social and Culture Value. , . Martinkenaite . Teknologi (Technolog. Nguyen. Burgess, . Bahasa (Languag. , . Martinkenaite, . Kepercayaan dan Hubungan (Trust and Relationship ). Definisi Penerapan Teknologi Informasi Menurut Sutarman . , pengertian teknologi informasi adalah suatu studi, perancangan, pengembangan, implementasi dan dukungan atau manajemen sistim informasi berbasis komputer, terhususnya pada aplikasi pereangkat keras dan perangkat lunak komputer. Menurut Kadir dan Triwahyuni . teknologi informasi adalah separangkat alat yang membantu bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubugan dengan pemprosesan informasi. Sutabri DIMENSI. VOL. NO. 3 : 412-443 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 menyatakan bahwa definisi teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproes, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan Pribadi, bisnis dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambil Menurut Muslim . Peran teknologi informasi dalam kehidupan seharihari sangat penting, karena perkembangan teknologi sudah semakin pesat sehingga kebutuhan manusia akan teknologi juga semakin banyak. Teknologi informasi merupakan penggunaan sekelompok perangkat keras dan perangkat untuk yang dapat mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat, secara cepat dan akurat, dengan indikator menurut Sutarman . , adalah sebagai berikut: . Menangkap informasi, . Menyampaikan informasi, . Menciptakan informasi, . Menyimpan informasi, . Mengkomunikasikan Hipotesis Berdasarkan tinjauan teoritis dan hasil temuan empiris di atas, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: . Terdapat pengaruh Budaya organisasi terhadap kinerja manajerial pada perusahaan Baker Hughes di Indonesia. Terdapat pengaruh Lingkungan Kerja terhadap kinerja manajerial pada perusahaan Baker Hughes di Indonesia. Terdapat pengaruh Transfer Ilmu terhadap kinerja manajerial pada perusahaan Baker Hughes di Indonesia. Terdapat pengaruh Penerapan Teknologi terhadap kinerja manajerial pada perusahaan Baker Hughes di Indonesia. Terdapat pengaruh Budaya Organisasi. Lingkungan Kerja. Transfer Ilmu dan penerapan teknologi informasi yang signifikan terhadap kinerja manajerial pada perusahaan Baker Hughes di Indonesia. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 412-443 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 METODOLOGI Objek Penelitian Objek penelitian adalah sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang sesuatu hal objective, valid, dan reliable tentang suatu hal . ariable tertent. Sugiyono . Populasi dalam penelitian ini adalah Karyawan level manajerial dari perusahaan Baker Hughes di Indonesia, dari jenjang Supervisor sampai Manajer. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah Karyawan level manajerial dari perusahaan Baker Hughes di Indonesia, dari jenjang Supervisor sampai Manajer dengan jumlah populasi 60 orang Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampel jenuh atau sampel sensus, karena jumlah populasinya tidak lebih dari 100 orang responden. Kriteria untuk pengambilan sampel penelitian ini adalah: Supervisor. Senior supervisor. Engineering. Koordinator. Superintendent, dan Manajer Departemen yang dipimpin adalah departemen yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan yaitu Departemen Procurement. Departemen QA/QC, departemen Engineering, departemen IT/HRD, departemen fabrikasi, departemen safety, finances departemen. Logistik dan warehouse departemen. Jumlah sampel yang diteliti dalam penelitian ini adalah sebanyak enam puluh . Teknik Pengumpulan Data Dilihat dari sumber pengiumpulan data, pengumpulan data dapat dilakukan dengan wawancara, kuesioner, observasi, (Sugiyono, 2. Definisi Operasional Variabel dependen . ariable beba. , yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini antara lain: X1 = Budaya Organisasi X2 = Lingkungan Hidup X3 = Transfer Ilmu X4 = Penerapan Teknologi Informasi DIMENSI. VOL. NO. 3 : 412-443 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Variabel Dependen . ariabel terika. Variabel terikat adalah variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variable bebas. Dalam penelitian ini variabel terikatnya: Y = Kinerja Manajerial Teknik Analisis Data Uji Validitas Untuk tiap-tiap mengkorelasikan skor tiap butir dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir. Koefisien korelasi yang dihasilkan kemudian dibandingkan dengan standar validitas yang berlaku. Menurut Sugiyono . , syarat yang harus dipenuhi pada pengujian ini harus memiliki kriteria, yaitu: Jika r Ou 0,30 maka pertanyaan dari kuisioner adalah valid Jika r O 0,30 maka pertanyaan dari kuisioner adalah valid Uji Reliabilitas Secara eksternal pengujian dapat dilakukan dengan test-retest . , equivalent, dan gabungan keduanya. Secara internal reliabilitas instrumen dapat diuji dengan teknik tertentu. Pengujian reliabilitas dapat mengacu pada nilai Cronbach Aplha (), dimana suatu konstruk atau variabel dinyatakan reliabel apabila memiliki Cronbach Apha () >0. 7 (Sugiyono, 2. Uji Asusmsi Klasik Uji asumsi klasik bertujuan untuk melihat layak atau tidaknya model regresi yang digunakan untuk memprediksi variable terikat berdasarkan masukan variable bebasnya, maka model regresi harus terbebas dari beberapa asumsi antara lain: Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan guna memastikan bahwa data yang akan dianalisis berdistribusi normal atau tidak. Uji Multikolinearitas. Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Apabila variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Yang dimaksud variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. Ghozali . DIMENSI. VOL. NO. 3 : 412-443 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variable Apabila nilai tolerance <0. 10, atau sama dengan nilai VIF>10, maka dapat dikatakan bahwa model regresi terdapat gejala multikolinearitas dan Uji Heteroskedastisitas Menurut Gozali . uji heteroskedastisitas yaitu untuk menguji apakah dalam regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Jika p value > 0. 05 tidak signifikan berarti tidak terjadi heteroskedastisitas artinya model regresi lolos uji heteroskedastisitas. Pengujian Hipotesis Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengukur ada atau tidaknya pengaruh antara variable independen . dengan variable dependen ( terika. Uji T (Parsia. Uji ini dugunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel bebasnya secara sendiri-sendiri berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikatnya. Dengan ketentuan thitung > ttable atau probabilitas kesalahan kurang dari 5% maka membuktikan variable bebas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variable tidak bebas,Ha diterima dan H0 ditolak. Uji F (Simulta. Uji ini digunakan untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama . variabel bebas terhadap variable terikat, dimana Fhitung > Ftabel, maka Ha diterima atau secara bersama Ae sama variable bebas dapat menerangkan variabel terikatnya secara serentak. Uji R2 Uji R2 dimaksudkan untuk mengukur kemampuan seberapa besar persentase variasi variabel bebas . pada model regresi linier berganda dalam menjelaskan variasi variabel terikat . Dengan kata lain pengujian model menggunakan R2. Nilai Koefisien determinasi adalah antara 0 . dan 1 . berarti kemampuan variabel-variabel bebas . ompetensi, komunikasi. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 412-443 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 budaya organisasi, pelatiha. dalam menjelaskan variasi variabel terikat . amat terbatas. PEMBAHASAN Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Hasil penelitian ini dilihat dari karakteristik responden berdasarkan usia dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Sumber: Data diolah SPSS Versi 25 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Hasil penelitian ini apabila dilihat dari karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Sumber: Data diolah SPSS Versi 25 Karakteristik Responden Berdasarkan Jabatan Hasil penelitian ini apabila dilihat dari karakteristik responden berdasarkan Jabatan pada Tabel 3. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 412-443 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Jabatan Sumber: Data diolah SPSS Versi 25, 2020 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Hasil penelitian ini apabila dilihat dari karakteristik responden berdasarkan Jabatan pada Tabel 4. Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Sumber: Data diolah SPSS Versi 25, 2020 Hasil dan Pembahasan Uji Normalitas Gambar 1 menunjukkan output SPSS versi 25 menunjukkan titik-titik P-P Plot menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal, dapat disimpulkan bahwa regresi ini memenuhi asumsi normalitas Gambar 1. Hasil Uji Normalitas (P-P Plo. Sumber: Data diolah SPSS Versi 25, 2020 DIMENSI. VOL. NO. 3 : 412-443 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Hasil Uji Multikolinieritas Tabel 5 menunjukkan bahwa tidak ada data yang memiliki nilai VIF lebih besar dari 10 dan tidak ada nilai tolerance yang kurang dari 0,1 yang artinya data penelitian ini tidak terjadi gejala multikolinearitas. Tabel 5. Hasil Nilai Uji Multikolinearitas Variabel Collinearity Statistics Tolerance VIF Budaya Organisasi 0,601 1,664 Lingkungan Kerja 0,665 1,503 Transfer Ilmu 0,378 2,642 Penerapan Teknologi Informasi 0,478 2,091 Sumber: Data diolah SPSS Versi 25,2020 Uji Heteroskedastisitas Pada Ganbar 2 terlihat menyebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu dan tersebar diatas dan dibawah sumbu 0 pada sumbu Y. Maka dapat disimpulkan tidak terjadi gejala heteroskedastisitas pada model regresi Gambar 2. Histogram Scatterplot Sumber: Data diolah SPSS Versi 25, 2020 DIMENSI. VOL. NO. 3 : 412-443 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Tabel 6 Hasil Regresi Linier Berganda Sumber: Data diolah SPSS Versi 25, 2020 Analisis ini juga untuk memprediksikan nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami' kenaikan atau penurunan, dan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing-masing variabel independen berhubungan pasif atau negatif. Berdasarkan hasil ouput SPSS versi 25 yang ditunjukkan Tabel 6, diperoleh = a b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 e = 22. 907 0,405X1 0,030X2 0,369X3 0,140X4 e Berdasarkan persamaan maka diperoleh acuan penjelasan dari persamaan tersebut sebagai berikut: Konstanta dengan nilai 22,907 artinya jika variabel budaya organisasi, lingkungan kerja, transfer ilmu, dan penerapan teknologi informasi bernilai nol, maka kinerja manajerial adalah 22,907. Koefisien regresi variabel budaya organisasi sebesar 0,405 artinya, jika variabel independent lain dianggap nol dan nilai budaya organisasi mengalami peningkatan 1% maka kinerja manajerial akan mengalami peningkatan sebesar 0,405. Koefisien regresi variabel lingkungan kerja sebesar 0,030 artinya, jika variabel independent lain dianggap nol dan nilai budaya organisasi DIMENSI. VOL. NO. 3 : 412-443 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 mengalami peningkatan 1% maka kinerja manajerial akan mengalami peningkatan sebesar 0,030. Koefisien regresi variabel transfer ilmu sebesar 0,369 artinya, jika variabel independent lain dianggap nol dan nilai budaya organisasi mengalami peningkatan 1% maka kinerja manajerial akan mengalami peningkatan sebesar 0,369. Koefisien regresi variabel penerapan teknologi informasi sebesar 0,140 artinya, jika variabel independent lain dianggap nol dan nilai budaya organisasi mengalami peningkatan 1% maka kinerja manajerial akan mengalami peningkatan sebesar 0,140. Hasil Uji Hipotesis Uji t ( Parsia. Hasil uji t menunjukkan dalam Tabel 7 bahwa: Tabel 7 Hasil nilai uji t Sumber: Data diolah SPSS Versi 25, 2020 Variabel Budaya Organisasi (X. memiliki nilai thitung sebesar 3. 589 > 1,671 ttabel dengan nilai signifikasi 0,001 < 0,05, maka H0 ditolak. H diterima, dapat disimpulkan Budaya Organiasi berpengaruh positip dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Variabel Lingkungan Kerja (X. memiliki nilai thitung sebesar 0. 259 < 1,671 ttabel dengan nilai signifikasi 0,001 < 0,05, maka Ho diterima. H ditolak, dapat disimpulkan Lingkungan Kerja tidak berpengaruh positip dan signifikan terhadap kinerja manajerial. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 412-443 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Variabel Transfer Ilmu (X. memiliki nilai thitung sebesar 1. 733 > 1,671 ttabel dengan nilai signifikasi 0,079 < 0,05, maka H0 ditolak. H diterima, dapat disimpulkan Transfer Ilmu berpengaruh positip dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Variabel Penerapan teknologi informasi (X. memiliki nilai thitung sebesar 010 <1,671 ttabel dengan nilai signifikasi 0,079 < 0,05, maka Ho diterima. H ditolak, dapat disimpulkan penerapan teknologi informasi tidak berpengaruh positip dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Uji F (Simulta. Uji signifikasi simultan untuk mengetahui apakah secara bersama-sama . variabel independen didalam penelitian mempengaruhi variabel Hasil Uji F dapat dilihat pada Tabel 9 sebagai berikut: Tabel 8 Hasil nilai uji F Sumber: Data diolah SPSS Versi 25, 2020 Nilai Fhitung sebesar 15. 153 > F Ftabel 2,371 dengan nilai signifikasi 0. 05, maka Ho ditolak. H diterima. Dapat disimpulkan bahwa Budaya Organiasi (X. Lingkungan kerja (X. Transfer Ilmu (X. Penerapan Teknologi Informasi (X. secara simultan berpengaruh positip dan signifikan terhadap kinerja manajerial perusahaan BakerHughes yang ada di Indonesia. Uji R2 (Determinas. Tabel 9 Hasil Regresi Linier Berganda Sumber: Data diolah SPSS Versi 25,2020 DIMENSI. VOL. NO. 3 : 412-443 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Tabel 9 diperoleh nilai R sebesar 0,724 yang menunjukkan variabel independent yaitu budaya organisasi, lingkungan kerja, transfer ilmu dan penerapan teknologi informasi secara bersama-sama memberikan pengaruh 4% terhadap variabel dependen yaitu kinerja manajerial. Terjadi hubungan yang sangat kuat dalam model regresi ini sedangkan 27,6 % factor dan variabel lainya yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: . Budaya organisasi terhadap kinerja manajerial berpengaruh signifikan. Artinya Budaya organiasi yang kuat secara langsung berkaitan dengan kinerja manajerial yang optimal dengan mengutamakan kualitas dan kuantitas di perusahaan Baker Hughes yang ada di Indonesia. Lingkungan kerja terhadap kinerja manajerial tidak berpengaruh signifikan artinya lingkungan kerja yang ada di perusahaan Baker Hughes yang ada di Indonesia tidak lagi sebagai penunjang kinerja tetapi sudah menjadi pedoman umum bagi keseluruhan aktivitas untuk menjaga keselamatan kerja dan juga menjaga lingkngan alam. Lingkugan kerja sudah menjadi standard yang meliputi aspek dan kesehatan kerja serta tata kelola lingkungan hidup. Transfer ilmu terhadap kinerja manajerial berpengaruh signifikan artinya terjadi hubungan yang harmonis diantara semua karyawan yang menghargai perbedaan sehingga bisa menggabungkan semua perbedaan untuk ditransformasi menjadi daya upaya untuk meningkatkan kemampuan perusahaan. Penerapan teknologi informasi terhadap kinerja manajerial tidak berpengaruh Dengan tersedianya fasilitas teknologi informasi yang baik di perusahaan Baker Hughes yang ada di Indonesia menjadikan teknologi informasi menjadi hal yang biasa, tidak ada ketertarikan karyawan ditingkat manajerial peningkatkan kualitas dan kinerja. Teknologi informasi sudah menjadi hal yang biasa saja yang sifatnya hanya menjadi sebagai alat penunjang kerja. Budaya Organisasi, lingkungan kerja, transfer ilmu dan penerapan teknologi informasi secara simultan . ersama-sam. berpengaruh signifikan sebesar 72,4% terhadap kinerja manajerial. Dapat disimpulkan budaya organiasi, lingkungan kerja. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 412-443 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 transfer ilmu dan penerapan teknologi informasi ditingkatkan dan dikelola lebih baik lagi, maka kinerka manajerial di perusahaan Baker Hughes yang ada di Indonesia akan bisa lebih baik dan terus berkembang baik secara kualitas dan REFERENSI