Perwira Journal of Community Development Vol. 3 (No. 2023, 22-25 ISSN Online 2798-3706 PELATIHAN MANAJEMEN USAHA KECIL PADA PELAKU UMKM DESA KRANGEAN PURBALINGGA Dyah Supriatin1. Siti Maesaroh2. Destin Alfianika Maharani3 Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Perwira Purbalingga Program Studi Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tamansiswa Banjarnegara Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Perwira Purbalingga Penulis Korespondensi : Dyah Supriatin . -mail: dyah. raisha@gmail. ABSTRAK Perencanaan bisnis yang tepat sangat diperlukan mulai dari pemasaran, pembukuan, branding, serta bagaimana cara menciptakan dan mengupgrade produk agar menjadi kreatif dan inovatif. Konsistensi menjadi sentuhan terakhir yang menentukan keberhasilan suatu usaha. Oleh karena itu salah satu upaya untuk turut serta dalam meningkatkan kemampuan manajerial pelaku UMKM adalah dengan mengadakan pelatihan Manajemen Usaha Kecil atau MUK bagi UMKM. Maksud dilakukannya pelatihan ini adalah untuk turut serta memotivasi dan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM di bidang manajemen usaha dan menambah wawasan dan pengetahuan peserta mengenai beberapa strategi yang bisa dilakukan pelaku UMKM dalam pengembangan usahanya. Secara keseluruhan peserta dapat berpartisipasi dengan baik dengan tingkat kehadiran 100% dan juga sungguh-sungguh dalam menyimak materi yang disampaikan. Serta dapat memberikan pendapat dan pertanyaan selama jalannya pelatihan. Dari kegiatan pelatihan ini peserta diharapkan mampu berkompeten dalam mengelola dan mengatur berkembangnya usaha di masa sekarang dan yang akan datang agar dapat naik kelas. Naik dan turunnya suatu usaha tergantung pada keputusan yang dibuat, sehingga dapat beradaptasi dengan kondisi yang ada pada saat ini. Kata Kunci : Pelaku UMKM, pelatihan. Manajemen Usaha Kecil PENDAHULUAN erkembangan perekomian pasca terjadinya wabah covid 19 di Indonesia sedang terus dicanangkan dan dibombardir oleh pemerintah. Salah satu pusat perekonomian yang dicanangkan yaitu melalui perkembangan UMKM. Hal ini pula tercantum pada UUD 1945 pasal 33 ayat 4. UMKM merupakan bagian dari perekonomian nasional yang berwawasan kemandirian dan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. UMKM memiliki peran yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi negara. Dikutip dari . , peran yang dimiliki oleh UMKM bagi perekonomian Indonesia yaitu sebagai penyumbang dan memiliki kontribusi terhadap PDB, menyerap jumlah tenaga kerja dan kredit dengan jumlah yang relative besar. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik kabupaten Purbalingga, sector UMKM di Purbalingga pada tahun 537 pada tahun 2021, meningkat dari tahun 2020 sebesar 96. Peningkatan UMKM tersebut nyatanya tidak dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan para pelaku UMKM Adanya kejadian pandemi yang terjadi sejak tahun 2020 menimbulkan suatu permasalahan terhadap pelaku UMKM misalnya dengan perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap barang dan jasa. Selain itu, dengan adanya penerapan pemberlakuakn Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) para pelaku UMKM kesulitan dalam penggunaan tenaga kerja sehingga menimbulkan produksi dan distribusi barang menjadi terhambat. Sehingga, pada pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan menekankan pentingnya manajemen usaha kecil dimana saat ini masih menjadi suatu hal yang dianggap kurang peting. Kebanyakan pelaku usaha kecil lebih mengutamakan produk dan Perwira Journal of Community Development Vol. 3 (No. 2023, 22-25 ISSN Online 2798-3706 penjualannya ketimbang pengelolaannya. Padahal, prinsip dasar manajemen penting agar bisnis Masalah manajemen umumnya tak hanya terjadi pada usaha skala kecil atau mikro, tak sedikit pemula yang baru memulai bisnis juga Mereka memprioritasnya pada produksinya. Selama ini usaha kecil memang sangat lekat dengan bisnis apa adanya atau asal jalan. Soal modal atau keuangan usaha sering bertumpang tindih dengan uang belanja keluarga. Akibatnya, tak jarang usaha kecil yang mudah Pekerjaan bisnis juga tak jarang bertumpuk dengan aktivitas rumah, apalagi jika usahanya kita jalankan dari rumah. Bahkan tak jarang pelaku usaha kecil yang bekerja 24 jam karena tak ada batasan yang jelas . Dari hasil pengamatan yang dilakukan ditemukan adanya persoalan mengenai manajemen bagi usaha skala kecil merupakan kendala utama untuk berkembang. Dengan alasan tersebut kami mengadakan pelatihan Manajemen Usaha Kecil pada pelaku UMKM desa Krangean Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga. dengan alasan pada desa Krangean banyak bermunculan pelaku UMKM yang belum memahami manajemen yang baik pada usaha yang mereka jalani. Guna menekan risiko kegagalan sebaiknya pelaku usaha mulai benahi soal pengelolaan bisnis sejak awal diantaranya dengan memanajemen usaha yang mereka jalani. Menurut . , terdapat beberapa risiko UMKM yang banyak dialami negara-negara berkembang termasuk Indonesia antara lain adalah . kurangnya bahan baku sehingga harus impor dari negara lain. permodalan: . ketersediaan energi, infrastruktur, dan informasi. Selain itu masalah non fisik seperti tingginya inflasi, skill, dan aturan perburuhan juga sering dialami negara ASEAN termasuk Indonesia. Beberapa kendala hambatan yang sering muncul dalam UMKM adalah: . internal terdiri dari modal. SDM, hukum dan akuntabilitas. eksternal terdiri dari iklim usaha yang belum kondusif, infrastruktur, dan keterbatasan akses bahan baku teknologi - selera konsumen yang cepat berubah . Sehingga, setelah dilakukannya pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan pelaku UMKM dapat menjadi lebih mengetahui mengenai risiko Ae risiko yang mungkin terjadi dan dapat memperoleh solusi atas segala permasalahan yang mungkin terjadi. METODE Rancangan kegiatan dalam pengabdian Metode kegiatan ini berupa pengayaan ilmu Manajemen Usaha Kecil kepada pelaku UMKM. Berikut ini adalah tahapan pelatihan yang dilakukan : Tahap Persiapan Tahap persiapan yang dilakukan meliputi : Survey Pemantapan dan penentuan lokasi dan sasaran. Penyusunan bahan/materi pelatihan . Tahap Pelaksanaan Pelatihan Dalam tahap ini menjelaskan tentang konsep Manajemen Usaha Kecil dan manfaatnya, pada pelatihan ini menitik beratkan pada pengelolaan sumber dana usaha, penentuan harga pokok produksi, keunggulan hasil produksi, pemanfaatan teknologi dan efisiensi waktu atau manjemen waktu pengusaha. Metode Pelatihan Untuk melaksanakan kegiatan tersebut digunakan beberapa metode pelatihan, yaitu: Metode Ceramah Metode ceramah dipilih untuk memberikan penjelasan tentang konsep manajemen usaha dan Metode Tanya Jawab Metode tanya jawab pentin bagi para peserta pelatihan, di saat menerima penjelasan tentang HASIL Berdasarkan hasil kegiatan pelatihan yang dilaksanakan secara tatap muka, dari undangan sejumlah 20 peserta yang hadir sebanyak 20 peserta, ini memenuhi target kami yang sebesar 100% peserta Pelatihan kami laksanakan di Bumdes Mitra Mandiri Sejahtera yang berlokasi di Desa Krangean Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 24 November 2022, kegiatan ini dilaksanakan oleh tiga orang tim pengabdi dengan pokok bahasan Manajemen Usaha Kecil mengenai pentingnya pengelolaan sumber dana usaha, keunggulan produk, harga pokok produksi, efisiensi waktu dan pemanfaatan teknologi. Kegiatan pelatihan berjalan dengan lancar, peserta pelatihan sangat antusias dalam mengikuti setiap materi yang disampaikan oleh tim pengabdi. Hal ini ditujukkan dengan banyaknya pertanyaanpertanyaan yang disampaikan oleh peserta. Secara umum permasalahan peserta berkaitan dengan . Modal usaha . Manajemen waktu pelaku usaha, dimana pelaku usaha masih memproduksi sendiri dan memasarkan sendiri produknya. Sistem pemasaran online yang efektif . Penentuan harga pokok produksi. Berikut ini merupakan dokumentasi pada saat pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat : Perwira Journal of Community Development Vol. 3 (No. 2023, 22-25 ISSN Online 2798-3706 Perusahaan Kecil Pada umumnya dikelola /dipimpin sendiri oleh Struktur organisasinya sederhana dan masih tugas / jabatan pada Persentase usaha relative lebih Kesulitan mengembangkan usaha dikarenakan keterbatasan Perusahaan Besar Pada dikelola / dipimpin profesional / bukan Struktur organisasinya kompleks dan sudah Persentase kegagalan relative lebih rendah Modal jangka panjang relatif lebih mudah KESIMPULAN Pelatihan Manajemen Usaha Kecil bagi pelaku UMKM desa Krangean terlaksana dengan baik dan lancar sesuai rencana, dan sebagian besar peserta mampu menerima materi dengan baik. Peserta antusias dengan kegiatan yang ditunjukkan dengan keaktifan peserta dalam proses kegiatan. Berdasarkan evaluasi dari kegiatan yang sudah dilakukan dapat diberikan saran sebagai berikut: Kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan materi lanjutan sesuai antusias dari peserta dengan konsekuensi penambahan waktu pelaksanaan dan biaya yang mengikuti kegiatan. Perlunya kegiatan lanjutan terkait Manajemen Usaha. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kami ucapkan kepada Universitas Perwira Purbalingga yang sudah memberikan ijin kepada kami untuk melakukan pengabdian di Desa Krangean Purbalingga, juga terima kasih kepada Kepala Desa Krangean Purbalingga yang sudah menyertakan warga pelaku UKM sebagai peserta pelatihan Manajemen Usaha Kecil. Dari hasil pembahasan materi dapat ditarik kesimpulan bahwa perusahaan kecil atau pelaku UKM masih berbeda jauh dengan perusahaan besar. Perbedaan antara perusahaan kecil/pelaku UKM dengan perusahaan besar : DAFTAR PUSTAKA