E-ISSN 2798-3846 Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 PELATIHAN PENYUSUNAN PROPOSAL MADRASAH YOUNG RESEARCHERS SUPERCAMP (MYRES) BAGI GURU MADRASAH TSANAWIYAH Syarifatul Maf'ulah1*. Lia Budi Tristanti1. Farit Dwi Ratnasari1. Sovi Dwi Agustin1 Universitas PGRI Jombang *syarifatul. m@gmail. com, btlia@rocketmail. com, fdwiratnasari@gmail. sovidwi38@gmail. ABSTRAK Mitra pengabdian ini adalah MTsN 1 Jombang. Masalah yang dihadapi mitra terkait MYRES adalah kesulitan guru dalam mendampingi siswa dalam penyusunan proposal MYRES dan mitra belum pernah mengadakan pelatihan penyusunan proposal MYRES bagi guru. Padahal hal ini penting bagi guru dalam membimbing sekaligus mendampingi siswanya dalam menyusun proposal MYRES. Tujuan pengabdian ini adalah melaksanakan pelatihan penyusunan proposal MYRES bagi guru sebagai solusi dalam mengatasi permasalahan mitra. Metode pelaksanaan pengabdian ini meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil pengabdian ini adalah pelatihan yang diikuti sebanyak 15 peserta. Pelatihan terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap pertama adalah paparan materi disajikan oleh narasumber pertama. Tahap kedua adalah paparan materi yang disajikan oleh narasumber kedua. Tahap ketiga adalah sesi tanya jawab, yang terlihat Tahap keempat adalah tim pengabdi memberikan angket evaluasi kepada seluruh peserta pelatihan penyusunan proposal MYRES. Hasil angket menunjukkan seluruh butir pernyataan angket dicentang setuju oleh lebih dari 75% peserta. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, maka pelatihan penyusunan proposal MYRES dikatakan berhasil. Kata Kunci: Pelatihan. Penyusunan Proposal. MYRES ABSTRACT The community service partner for this program is MTsN 1 Jombang. The main issue faced by the partner regarding MYRES is the difficulty teachers experience in assisting students with proposal writing, compounded by the fact that the school has never conducted any MYRES proposal writing training for its teachers. Yet, this kind of training is essential for enabling teachers to effectively mentor and support their students in preparing MYRES proposals. The objective of this community service program is to conduct a MYRES proposal writing training for teachers as a solution to the partnerAos challenges. The implementation method included three stages: preparation, implementation, and evaluation. The outcome of this service activity was a training session attended by 15 participants. The training consisted of four stages. The first stage was a presentation delivered by the first speaker. The second stage was a presentation delivered by the second speaker. The third stage was an enthusiastic Q&A session. The fourth stage involved the distribution of evaluation questionnaires by the service team to all The results of the questionnaire showed that more than 75% of participants agreed with all the statements. Based on the predetermined criteria, the MYRES proposal writing training can be considered successful. Keywords: Training. Proposal Preparation. MYRES Tanggal Masuk: 29 April 2025 Tanggal Diterima: 27 Mei 2025 Halaman: 1-14 Maf'ulah. Tristanti. Ratnasari, dan Agustin Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 PENDAHULUAN Madrasah Young Researchers Supercamp atau yang disingkat dengan MYRES merupakan ajang kompetisi karya tulis ilmiah madrasah berbasis riset bagi siswa Madrasah, baik Madrasah Tsawaniyah (MT. maupun Madrasah Aliyah (MA). MYRES diselenggarakan oleh Direktorat KSKK Madrasah. Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI untuk menumbuhkan budaya meneliti di kalangan siswa madrasah. Secara umum. MYRES bertujuan untuk mendorong dan memfasilitasi siswa madrasah di Indonesia keterampilan siswa sebagai peneliti muda. Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI tahun 2024 menjelaskan bahwa tujuan dari pelaksanaan MYRES adalah sebagai berikut (Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, 2. Menanamkan cara berpikir, bersikap, bertindak secara ilmiah berdasarkan olah data kepada siswa madrasah. Meningkatkan kemampuan dasar penelitian, berpikir logis dan analitis, serta keterampilan berkomunikasi dan menulis karya ilmiah. Memberikan peluang kepada siswa madrasah untuk menggali dan mengembangkan gagasan, kemampuan dan kreativitasnya dalam hal penelitian. Meningkatkan integritas, kepercayaan diri, kepedulian, serta kemampuan bekerja sama dan beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang melingkupi kehidupan sehari-hari. Mengembangkan budaya riset di kalangan siswa madrasah. MYRES dapat meningkatkan kemampuan berpikir inovatif siswa untuk menyusun ide penelitian yang inovatif dan kreatif, memudahkan dalam mencari referensi, menyusun metode ilmiah dan menciptakan karya nyata dari ide siswa (Ariyanti, 2. Setiap tahun MTs dan MA diberikan kesempatan untuk mengikuti ajang MYRES (Madrasah Young Researchers Supercam. kemampuan dalam bidang riset. Oleh karena itu. MYRES perlu untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh satuan pendidikan madrasah. Salah satunya adalah mitra pengabdian ini, yaitu Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Jombang atau yang dikenal dengan MTsN 1 Jombang. Kompetisi MYRES merupakan kompetisi penulisan karya ilmiah antar siswa yang berada di madrasah yang diadakan secara nasional, dimana proposal karya ilmiah yang ditulis siswa akan diseleksi ditingkat nasional sehingga Maf'ulah. Tristanti. Ratnasari, dan Agustin Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 diperlukan pendampingan oleh guru pendamping secara intens agar bisa masuk dalam nominasi proposal yang akan diberikan pendanaan oleh kementerian Agama (Kurniyanti, 2. Masalah yang dihadapi oleh mitra terkait dengan MYRES adalah kesulitan guru dalam mendampingi siswa untuk penyusunan proposal MYRES. Hal ini mungkin disebabkan karena budaya meneliti di kalangan guru masih kurang. Permasalahan yang muncul dari sisi siswa, bahwa minat dan kemampuan siswa dalam melakukan penelitian masih kurang, hal ini disebabkan pembelajaran anak usia 13-15 tahun belum dianggap bisa melakukan penelitian (Afrahamiryano, 2. Berdasarkan hasil wawancara tim pengabdi dengan guru di MTsN 1, dari 55 guru, hanya 1 guru yang aktif membimbing sampai dengan 5 proposal. Belum pernah ada proposal yang lolos sebagai juara di ajang MYRES. Oleh sebab itu tim pengabdi melakukan pelatihan dalam penyusunan proposal MYRES bagi guru-guru MTsN sebagai solusi dari permasalahan mitra. Pelatihan ini merupakan upaya untuk mempersiapkan dan mendukung siswa-siswi MTsN dalam mengikuti kompetisi MYRES. Melalui pelatihan ini, diharapkan. dapat membantu guru-guru MTsN dalam menyusun proposal penelitian yang sesuai dengan kriteria MYRES. Meningkatkan kemampuan guru-guru MTsN dalam membimbing dan mendampingi siswa-siswi dalam menyusun proposal penelitian untuk MYRES. Mendorong partisipasi dan prestasi siswa-siswi MTsN dalam kompetisi MYRES melalui bimbingan dan pelatihan yang diberikan kepada guru-guru. Harapannya pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas proposal penelitian yang diajukan oleh siswasiswi MTsN, sehingga dapat bersaing dan meraih prestasi dalam kompetisi MYRES. METODE Metode pelaksanaan pengabdian ini melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi sebagai berikut. Persiapan Hal-hal yang dilakukan oleh tim pengabdi ditahap persiapan adalah sebagai berikut. Observasi awal terkait permasalahan mitra. Koordinasi dengan pihak mitra, yaitu guru-guru di MTsN 1 Jombang terkait jadwal pelaksanaan, lokasi kegiatan, dan teknik . Menyiapkan fasilitas pelatihan, misalnya ruangan. LCD, dan alat Maf'ulah. Tristanti. Ratnasari, dan Agustin Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 lainnya yang mendukung pelatihan serta konsumsi. Menyiapkan materi pelatihan. Menyiapkan instrumen evaluasi pelatihan, yaitu angket respon peserta pelatihan. Pelaksanaan Tahap ini tim pengabdi melaksanakan pelatihan berdasarkan jadwal dan lokasi yang telah ditetapkan. Tahap ini tim pengabdi menjelaskan materi penyusunan proposal kepada peserta pelatihan, yaitu guru-guru di MTsN 1 Jombang. Hal ini bertujuan agar peserta memiliki pengetahuan dan pemahaman terkait proposal MYRES, hal-hal yang perlu disampakan di proposal. Evaluasi Tahap evaluasi dilakukan setelah pelatihan selesai dilaksanakan. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan tim pengabdi dalam memberikan pelatihan penyusunan proposal MYRES. Evaluasi dalam pengabdian ini dilakukan dengan memberikan angket evaluasi kepada seluruh peserta pelatihan. Berikut ini adalah butir pernyataan pada angket, disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Butir Angket Evaluasi Pelatihan Pernyataan Materi pelatihan mudah dipahami Narasumber menjelaskan materi dengan jelas Pelatihan ini membantu saya memahami sistematika proposal MYRES Pelatihan ini membuat saya memahami karakter judul proposal MYRES yang menarik dan inovatif Pelatihan ini membuat saya memahami aspekaspek penilaian MYRES Pelatihan ini membuat saya lebih termotivasi mengikuti MYRES . ebagai pembimbin. Pelatihan ini membuat saya menjadi tertarik untuk mengikuti kompetisi MYRES . ebagai Pelatihan ini membuat saya memiliki ide tentang topik MYRES Pelatihan ini membuat saya mengetahui tips/kiatkiat agar memiliki peluang lebih besar menjadi juara di ajang MYRES Saya senang mengikuti pelatihan ini Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Maf'ulah. Tristanti. Ratnasari, dan Agustin Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 Keberhasilan program pelatihan dievaluasi berdasarkan kepuasan peserta yang diukur melalui kuesioner mengacu pada kriteria yang disajikan pada Tabel 2 berikut. Tabel 2. Kriteria Keberhasilan Kegiatan Interval hasil angket Kriteria Ou 85% Sangat berhasil 75Ae84% Berhasil 60Ae74% Cukup berhasil < 60% Kurang berhasil Sumber: Kirkpatrick & Kirkpatrick . Berdasarkan kriteria tersebut maka pelatihan ini dikatakan berhasil apabila lebih dari 75% peserta memilih setuju atau sangat setuju pada setiap butir pernyataan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil kegiatan pengabdian dipaparkan berdasarkan tahapan kegiatan yang telah diuraikan pada metode pelaksanaan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap Berikut ini adalah uraiannya. Persiapan Adapun kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdi pada tahap persiapan observasi awal, perizinan lokasi kegiatan, koordinasi awal dengan mitra, menyusun materi pelatihan. Secara rinci dipaparkan sebagai berikut. Pertama adalah observasi awal. Observasi awal dilakukan oleh tim pengabdi dengan cara mengamati keadaan sekolah mitra . alam hal ini adalah MTsN 1 Jomban. dan melakukan wawancara kepada kepala sekolah dan beberapa guru. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang keadaan mitra, baik lokasi atau daerah mitra, data terkait sekolah . umlah guru, siswa, dan segala sesuatu tentang sekola. , pelatihanpelatihan yang pernah dilaksanakan di sekolah, dan data tentang pengetahuan guru terkait penyusunan proposal MYRES. Berikut ini adalah hasil observasi. Sedikit sekali guru yang berkenan membimbing siswa dalam menyusun proposal MYRES. Kurang dari 10% guru yang membimbing siswa dalam memgikuti ajang kompetisi MYRES. Guru merasa belum mampu membimbing siswa dalam penyusunan proposal MYRES. Guru merasa tidak memiliki ide yang kekinian yang bisa disampaikan terkait topik yang diajukan ke ajang kompetisi MYRES. Selama ini siswa MTsN 1 Jombang yang ikut ajang kompetisi MYRES belum pernah ada yang Maf'ulah. Tristanti. Ratnasari, dan Agustin Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 lolos menjadi juara. MTsN 1 Jombang belum pernah mengadakan pelatihan penyusunan proposal MYRES bagi guru. Kedua menyampaikan permohonan izin. Tim pengabdi melakukan perizinan kepada kepala MTsN 1 Jombang untuk melaksanakan kegiatan pengabdian, yaitu Pelatihan penyusunan proposal MYRES bagi guru-guru di MTsN 1 Jombang. Perizinan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 15 April 2025. Ketiga melaksanakan koordinasi dengan mitra. Hal-hal yang perlu disepakati antara tim pengabdi dengan mitra dalam kegiatan koordinasi adalah. penentuan lokasi pelatihan, waktu pelaksanaan, teknik pelaksanaan, dan banyak peserta pelatihan. Selain itu, disepakati pula bahwa pihak mitra menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pelatihan termasuk, sumber listrik, tempat, meja dan kursi demi lancarnya kegiatan pelatihan. Sedangkan laptop dan materi pelatihan disediakan oleh tim Keempat adalah menyusun materi pelatihan. Tim pengabdi menyusun materi pelatihan, yaitu materi terkait MYRES yang dibagikan kepada peserta pelatihan. Materi dikemas berupa Power Point (PPT). Materi antar narasumber berbeda karena focus materi yang disampaikan berbeda. Pelaksanaan Pelatihan penyusunan proposal MYRES bagi guru MTsN 1 Jombang dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 24 April 2025. Lokasi pelatihan di MTsN 1 Jombang sebanyak 15 Pelatihan ini diawali dengan pembukaan oleh MC . oderator ceremonia. , kemudian sambutan-sambutan. Sambutan pertama oleh kepala MTsN 1 Sambutan kedua oleh ketua tim pengabdian. Acara berikutnya adalah doAoa sekaligus penutup. Setelah itu berlanjut kegiatan inti, yaitu pelatihan penyusunan proposal MYRES bagi guru-guru di MTsN 1 Jombang. Pelaksanaan pelatihan ini berisi 4 tahap yang dipandu oleh dua narasumber, dalam hal ini adalah tim pengabdian kepada masyarakat. Tahap Pertama Tahap pertama adalah paparan materi disajikan oleh narasumber pertama . alam hal ini adalah ketua tim pengabdia. Materi yang disampaikan oleh narasumber pertama mengenai hal-hal sebagai berikut. Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mau mengikuti kompetisi MYRES. Menjelaskan tentang indikator penilaian MYRES. Menjelaskan Maf'ulah. Tristanti. Ratnasari, dan Agustin Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 tentang Sistematika Penyusunan MYRES. Menjelaskan tentang karakteristik judul yang berpeluang besar diterima di ajang kompetisi MYRES. Berikut adalah bukti penyajian materi oleh narasumber pertama ketika pelaksanaan pelatihan ini berlangsung. Gambar 1. Penyajian Materi oleh Narasumber Pertama Gambar 2. Cuplikan PPT Materi yang Disampaikan Oleh Narasumber Pertama Tahap Kedua Tahap kedua adalah paparan materi yang disajikan oleh narasumber kedua . alam hal ini adalah tim pengabdia. Adapun materi yang disampaikan oleh narasumber kedua mengenai hal-hal sebagai berikut. Karakteristik judul yang berpeluang besar diterima di ajang kompetisi MYRES sebagai penguatan dari paparan narasumber pertama. Mengupas salah satu judul MYRES yang menjadi juara di tahun sebelumnya. Maf'ulah. Tristanti. Ratnasari, dan Agustin Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 Mengupas ide-ide kreatif dan inovatif yang mampu memberikan peluang besar menjadi juara di ajang kompetisi MYRES. Memberikan contoh ide judul untuk MYRES yang kreatif dan inovatif. Berikut adalah bukti penyajian materi oleh narasumber kedua ketika pelaksanaan pelatihan ini berlangsung. Gambar 3. Penyajian Materi oleh Narasumber Kedua Gambar 4. Cuplikan PPT Materi yang Disampaikan Oleh Narasumber Kedua Tahap Ketiga Setelah paparan materi selesai, dilanjutkan sesi tanya jawab. Seluruh peserta terlihat antusias mengikuti acara pelatihan. Hal ini diketahui tim pengabdi ketika pelaksanaan Selama narasumber pertama dan kedua menyajikan materi pelatihan, semua guru Maf'ulah. Tristanti. Ratnasari, dan Agustin Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 memperhatikan dengan baik. Selain itu, ketika sesi tanya jawab berlangsung, sekitar 90% guru bertanya kepada tim pengabdi. Berikut adalah bukti antusiasnya peserta pelatihan pada sesi tanya jawab. Gambar 5. Antusias Peserta Pelatihan Pada Sesi Tanya Jawab Gambar 6. Daftar Hadir Peserta Pelatihan Maf'ulah. Tristanti. Ratnasari, dan Agustin Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 Tahap Keempat Tahap keempat adalah tim pengabdi memberikan angket evaluasi kepada seluruh peserta pelatihan penyusunan proposal MYRES. Berikut ini adalah persentase hasil angket respon peserta, yang disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil Angket Respon Peserta Pelatihan Banyak peserta yang memilih Pernyataan Setuju Materi pelatihan mudah dipahami Narasumber menjelaskan materi dengan Pelatihan ini membantu saya memahami sistematika proposal MYRES Pelatihan ini membuat saya memahami karakter judul proposal MYRES yang menarik dan inovatif Pelatihan ini membuat saya memahami aspek-aspek penilaian MYRES Pelatihan ini membuat saya lebih termotivasi mengikuti MYRES . ebagai Pelatihan ini membuat saya menjadi tertarik untuk mengikuti kompetisi MYRES . ebagai pembimbin. Pelatihan ini membuat saya memiliki ide tentang topik MYRES Pelatihan ini membuat saya mengetahui tips atau kiat-kiat agar memiliki peluang lebih besar menjadi juara di ajang MYRES Saya senang mengikuti pelatihan ini Kurang Tidak Setuju Setuju 100% 0 0% 0 0% 100% 0 0% 0 0% Berdasarkan Tabel 3 diperoleh informasi bahwa sebanyak 15 atau 100% peserta memilih setuju ketika butir angket adalah materi pelatihan mudah dipahami. Sebanyak 15 atau 100% peserta memilih setuju ketika butir angket adalah AuNarasumber menjelaskan materi dengan jelasAy. Sebanyak 15 atau 100% peserta memilih setuju ketika butir angket adalah AuPelatihan ini membantu saya memahami sistematika proposal MYRESAy. Sebanyak 15 atau 100% peserta memilih setuju ketika butir angket adalah AuPelatihan ini membuat saya memahami karakter judul proposal MYRES yang menarik dan inovatifAy. Maf'ulah. Tristanti. Ratnasari, dan Agustin Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 Sebanyak 15 atau 100% peserta memilih setuju ketika butir angket adalah AuPelatihan ini membuat saya memahami aspek-aspek penilaian MYRESAy. Sebanyak 15 atau 100% peserta memilih setuju ketika butir angket adalah AuPelatihan ini membuat saya lebih termotivasi mengikuti MYRES . ebagai pembimbin. Ay. Sebanyak 15 atau 100% peserta memilih setuju ketika butir angket adalah AuPelatihan ini membuat saya menjadi tertarik untuk mengikuti kompetisi MYRES . ebagai pembimbin. Ay. Sebanyak 15 atau 100% peserta memilih setuju ketika butir angket adalah AuPelatihan ini membuat saya memiliki ide tentang topik MYRESAy. Sebanyak 14 atau 93% peserta memilih setuju ketika butir angket adalah AuPelatihan ini membuat saya mengetahui tips atau kiat-kiat agar memiliki peluang lebih besar menjadi juara di ajang MYRESAy, dan sebanyak 1 peserta memilih kurang setuju. Sebanyak 15 atau 100% peserta memilih setuju ketika butir angket adalah AuSaya senang mengikuti pelatihan iniAy. Berdasarkan indikator keberhasilan pelatihan, yaitu pelatihan dikatakan berhasil apabila lebih dari 75% memilih kategori AusetujuAy untuk setiap butir angket (Kirkpatrick & Kirkpatrick, 2. Dapat dikatakan bahwa pelatihan ini berhasil karena lebih dari 75% peserta, yaitu sebanyak 100% peserta memilih setuju untuk butir angket yang Lebih dari 75% peserta, yaitu sebanyak 100% peserta memilih setuju untuk butir angket yang kedua. Lebih dari 75% peserta, yaitu sebanyak 100% peserta memilih setuju untuk butir angket yang ketiga. Lebih dari 75% peserta, yaitu sebanyak 100% peserta memilih setuju untuk butir angket yang keempat. Lebih dari 75% peserta, yaitu sebanyak 100% peserta memilih setuju untuk butir angket yang kelima. Lebih dari 75% peserta, yaitu sebanyak 100% peserta memilih setuju untuk butir angket yang keenam. Lebih dari 75% peserta, yaitu sebanyak 100% peserta memilih setuju untuk butir angket yang ketujuh. Lebih dari 75% peserta, yaitu sebanyak 100% peserta memilih setuju untuk butir angket yang kedelapan. Lebih dari 75% peserta, yaitu sebanyak 93% peserta memilih setuju untuk butir angket yang kesembilan. Lebih dari 75% peserta, yaitu sebanyak 100% peserta memilih setuju untuk butir angket yang kesepuluh. Selanjutnya semua peserta mendapatkan sertifikat. Berikut adalah cuplikan sertifikat peserta pelatihan. Seluruh sertifikat peserta dikirim melalui link berikut. https://drive. com/drive/folders/1N3X0d6GKh_Lv1Fh5PrywBZjSeqMrav1O?usp=s Maf'ulah. Tristanti. Ratnasari, dan Agustin Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 MYRES merupakan ajang kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia dalam menulis karya ilmiah berupa proposal penelitian yang jika lolos berlanjut ke realisasi proposal, yaitu melaksanakan penelitian berdasarkan proposal yang diajukan. Peserta MYRES adalah siswa-siswi Madrasah, baik tingkat Madrasah Tsnawiyah maupun Madrasah Aliyah yang dibimbing oleh guru. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya meneliti atau menulis karya ilmiah di kalangan siswa madrasah. Karya tulis ilmiah merupakan salah satu sarana untuk mengasah kemampuan berpikir kritis siswa dan mengembangkan kemampuan litersi. Oleh karena itu dikembangkanlah berbagai upaya untuk menumbuhkan minat dari siswa untuk melakukan penelitian dan menuangkan ide-ide dalam bentuk tulisan ilmiah. Berdasarkan hasil angket respon peserta, menunjukkan jika pelatihan berhasil dilaksanakan, dimana peserta merasa senang, antusias, dan merasa termotivasi dalam membimbing proposal MYRES. Hal ini sejalan dengan pengabdian yang dilakukan oleh Afrahamiryano . yaitu pendampingan penyusunan proposal penelitian Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES) bagi siswa MAN 1 Sijunjung telah mendapat respon yang baik bagi pesertanya. Peserta menjadi termotivasi mengikuti ajang kompetisi MYRES setelah mengikuti pelatihan, meskipun pesertanya berbeda dengan pelatihan ini. Menurut Saimroh dan Basid bahwa MYRES sangat efektif dalam membangun minat dan kemampuan siswa untuk melakukan penelitian (Saimroh & Basid, 2. Lebih lanjut dijelaskan, namun kurangnya sosialisasi tentang program MYRES, menjadi penyebab perlunya peningkatan koordinasi panitia di semua level dan dukungan finansial yang lebih baik untuk mendukung pelaksanaan riset siswa. Oleh karena itu, pelatihan penyusunan proposal MYRES yang telah dilaksanakan oleh tim pengabdi ini memberikan kontribusi berupa peningkatan kompetensi guru dalam membimbing proposal MYRES. Hal ini sejalan dengan kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh Muqtada et al. yang melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada siswa MTsN 1 dan MTsN 2 Kota Magelang dalam mempersiapkan proposal penelitian untuk kompetisi MYRES khusus di bidang matematika. Program ini mencakup bimbingan teknis, penyusunan ide riset, dan teknik penulisan proposal Hasilnya, peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan Maf'ulah. Tristanti. Ratnasari, dan Agustin Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 menulis proposal dan percaya diri untuk mengikuti kompetisi. Pentingnya dukungan sistematis dari guru dan pembimbing untuk membantu siswa dalam berkompetisi di ajang nasional seperti MYRES. SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan penyusunan proposal MYRES bagi guruguru MTsN 1 Jombang. Peserta pelatihan adalah guru-guru MTsN 1 Jombang sebanyak 15 orang. Pelatihan diawali dengan pembukaan, sambutan-sambutan, doa sekaligus Selanjutnya kegiatan inti, yaitu pelatihan penyusunan proposal MYRES. Pelatihan ini terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap pertama adalah paparan materi disajikan oleh narasumber pertama. Materi yang disampaikan oleh narasumber pertama mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan ketika ingin mengikuti kompetisi MYRES, indikator penilaian MYRES, sistematika penyusunan MYRES, dan karakteristik judul yang berpeluang besar diterima diajang kompetisi MYRES. Tahap kedua adalah paparan materi yang disajikan oleh narasumber kedua. Adapun materi yang disampaikan oleh narasumber kedua adalah ada 4 poin. Pertama, karakteristik judul yang berpeluang besar diterima di ajang kompetisi MYRES sebagai penguatan dari paparan narasumber pertama. Kedua, mengupas salah satu judul MYRES yang menjadi juara di tahun sebelumnya. Ketiga, mengupas ide-ide kreatif dan inovatif yang mampu memberikan peluang besar menjadi juara di ajang kompetisi MYRES. Keempat, memberikan contoh ide judul untuk Myres yang kreatif dan inovatif. Tahap ketiga adalah sesi tanya jawab. Tahap keempat adalah tim pengabdi memberikan angket evaluasi kepada seluruh peserta pelatihan penyusunan proposal MYRES. Hasil angket menunjukkan jika seluruh butir pernyataan pada angket dicentang setuju oleh lebih dari 80% peserta. Artinya pelatihan penyusunan proposal MYRES dikatakan Pelatihan berikutnya dengan sasaran adalah siswa, karena target peserta MYRES adalah siswa. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih kepada lembaga Universitas PGRI Jombang yang telah memberikan Maf'ulah. Tristanti. Ratnasari, dan Agustin Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 DAFTAR PUSTAKA