JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 122-129 ISSN : 2985-4768 ANALISIS EFISIENSI KEBIJAKAN PEMBERIAN KREDIT NON PERFORMING LOAN (NPL). BEBAN OPERASIONAL PENDAPATAN OPERASIONAL (BOPO) TERHADAP PROFITABILITAS PADA PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk PERIODE TAHUN 2014-2024 Pratiwi Damayanti1 Email : prtwiidmyntii@gmail. Program Studi Manajemen Program Sarjana Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang Tangerang Selatan1 Achmad Ludvy2 Email : dosen02586@unpam. Program Studi Manajemen Program Sarjana Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang Tangerang Selatan2 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efisiensi kebijakan pemberian kredit melalui indikator Non Performing Loan (NPL) dan Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap profitabilitas perusahaan yang diukur dengan Operating Profit Margin (OPM) pada PT Bank Mandiri (Perser. Tbk selama periode 2014Ae2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan teknik analisis regresi untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antar variabel. Data yang digunakan yaitu data sekunder. Metode analisis yang digunakan yaitu Uji statistik deskriptif. Uji Korelasi Pearson. Uji Z. Uji Wald Chi-Square dan Stochatic Frontier Analysis (SFA) serta efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPL dan BOPO secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap OPM. Semakin tinggi rasio NPL dan BOPO menunjukkan menurunnya efisiensi bank dalam mengelola kredit dan operasional, yang berdampak negatif terhadap tingkat profitabilitas. Sebaliknya, efisiensi yang baik dalam pengelolaan kredit dan biaya operasional akan berdampak positif terhadap peningkatan laba operasional. Kata Kunci: Non Performing Loan (NPL). Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO). Operating Profit Margin (OPM). Efisiensi. ABSTRACT This study aims to analyze the effect of credit policy efficiency, represented by Non-Performing Loans (NPL) and Operating Expenses to Operating Income (BOPO), on the profitability of PT Bank Mandiri (Perser. Tbk during the period of 2014Ae2024. A quantitative approach with descriptive methods and regression analysis is employed to examine the relationship and influence among the variables. The data used is secondary data. The analytical methods employed include descriptive statistical analysis. Pearson correlation test. Z-test. Wald Chi-Square test, and Stochastic Frontier Analysis (SFA) as well as efficiency analysis. The results indicate that both NPL and BOPO have a significant effect on Operating Profit Margin (OPM), either partially or simultaneously. Higher NPL and BOPO ratios reflect lower efficiency in credit and operational management, which negatively impacts profitability. Conversely, improved efficiency in managing credit and operational costs contributes positively to operating profit Keywords: Non Performing Loan (NPL). Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO). Operating Profit Margin (OPM). Efficiency. PENDAHULUAN Perbankan menjadi salah satu bentuk lembaga keuangan paling penting di Indonesia, memainkan https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ekonominya dan diharapkan dapat mendorong JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 122-129 ekonomi dan sosial. Perbankan juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk ikut memberikan uang melalui simpanan atau kredit, menciptakan peredaran uang di masyarakat, dan memberikan simpanan. Perbankan berkembang seiring dengan modernisasi perdagangan global. Bank didefinisikan sebagai organisasi yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit serta cara lain untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang perbankan No. 10 Tahun 1998. Efisiensi memanfaatkan sumber daya . yang dimiliki secara optimal untuk menghasilkan output maksimum dengan biaya seminimal mungkin. Fokus pada efisiensi telah meningkatkan sebagaian akibat dari berbagai perubahan dan kejadian yang terjadi di industri perbankan. Dengan di identifikasinya alokasi input dan output, maka akan dapat melihat penyebab inefisiensi suatu bank. Seperti yang dinyatakan oleh Sujarweni . , "rasio profitabilitas ialah rasio yang digunakan untuk memperoleh laba, dan hubungannya dengan penjualan, aktiva maupun laba serta modal itu " Pada penelitian ini Rasio Profitabilitas yang digunakan ialah Operating Profit Margin (OPM). OPM yaitu rasio keuangan yang menilai sejauh mana efektif suatu bisnis pada saat menghasilkan laba dari kegiatan operasionalnya. Ini menunjukkan jumlah presentase laba operasional . euntungan sebelum bunga dan paja. dari pendapatan Tabel 1. Laporan OPM PT Bank Mandiri Pada Tahun ISSN : 2985-4768 2014 - 2024 Laba Operasional (Juta Rupia. 24,162,468 Pendapatan (Juta Rupia. 13,666,371 OPM (%) 24,643,476 17,759,477 16,301,391 17,473,442 25,095,830 20,069,421 31,276,876 24,587,680 32,373,176 21,815,080 18,774,471 21,123,451 31,635,868 21,948,955 46,655,339 26,178,305 62,689,115 32,297,304 62,683,533 31,561,425 Tahun Suuber : Laporan Keuangan Bank Mandiri Kredit macet dan masalahnya yaitu risiko dari usaha untuk mendapatkan kredit NPL. NPL menimbulkan masalah bagi sektor neraca sisi aktiva dan berdampak negatif pada laporan laba rugi sebagai akibat dari pengadaan untuk kerugian Oleh mempertimbangkan "5 C" . he five of credi. , yaitu character, capacity, capital, collateral, dan Ay sebelum memberikan kredit. Dengan demikian, pengelola bank harus dapat mejumlah pembayaran kredit yang lancar serta kebijakan pembayaran bunga atau kredit. Tabel 1. Laporan NPL PT Bank Mandiri Pada Tahun 2014 Ae 2024 Total Kredit Macet (Juta Rupia. 5,252,183 3,125,227 32,513,584 6,648,291 52,731,275 8,445,077 57,635,796 10,133,476 54,813,030 8,974,120 60,205,493 18,663,119 172,660,452 16,420,232 166,113,986 11,378,489 125,535,240 5,203,489 96,984,626 8,133,333 89,199,023 Tahun Total Kredit (Juta Rupia. NPL (%) 396,769,382 Suuber : Laporan Keuangan Bank Mandiri Menurut (Supriyono, 2. risiko opersional https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 122-129 yaitu risiko kerugian yang dapat ditimbulkan akibat adanya ketidakcukupan atau kegagalan internal, manusia, sistem atau peristiwa-peristiwa yang berada di luar . ihak eksterna. Dengan Semakin kecil BOPO, semakin efisien bank mengontrol biaya BOPO (Beban Operasional Pendapatan Operasiona. yaitu rasio yang membandingkan biaya operasional dengan pendapatan operasional. Rasio ini berfungsi untuk mejumlah seberapa efisien dan mampu sebuah bank dalam mengelola serta menjalankan kegiatan usahanya. Tabel 1. Laporan BOPO PT Bank Mandiri Pada Tahun 2014 Ae 2024 Total Beban Operasional (Juta Rupia. 20,125,507 Total Pendapatan Operasional (Jutaan Rupia. 13,666,371 22,846,274 17,759,477 25,062,375 17,473,442 27,563,315 20,069,421 28,935,406 24,587,680 30,691,654 21,815,080 30,693,920 21,123,351 33,493,207 21,948,955 34,780,428 26,178,305 35,493,567 32,297,304 37,437,547 31,561,425 Tahun BOPO (%) Suuber : Laporan Keuangan Bank Mandiri PENELITIAN TERKAIT A Ludvy & R Hanny. Analisis Determinasi Efisiensi Kinerja Perusahaan Serta Implikasinya Dalam Penentuan Perusahaan Prioritas. Metode Stochatic Frontier Analysis. Hasil ini menjukkan adanya pengaruh secara simultan jumlah rasio keuangan terhadap harga saham dalam memprediksi tingkat efisiensi kinerja perusahaan. Selanjutnya jumlah efisiensi digunakan sebagai kriteria dalam mennentukan prioritas. Santi Nursyahidah & Dede. Pengaruh Efisiensi Bank Dan Kredit Bermasalah Terhadap Profitabilitas Pada PT Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Periode 2012 Ae 2022. Metode Kuantitatif. Hasil penelitian ini berdasarkan uji asumsi klasik tidak ditemukan variabel yang menyimpang dari asumsi klasik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa data yang tersedia telah memenuhi syarat untuk menggunakan model persamaan regresi berganda. Hasil uji t menunjukkan https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 bahwa secara parsial Efisiensi Bank tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas, hal ini dibuktikan dari hasil thitung lebih besar dari ttabel 2,158 < ttabel 2,26216 dan tingkat signifikansinya sebesar 0,063 > 0,05. METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian Menurut Sugiyono . 7, . dalam bukunya yang berjudul Metode Penelitian Bisnis Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif dan R&D menyatakan pengertian populasi yaitu wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Pada jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian metode kuantitatif, yang dimana penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independen atau bebas yaitu Kebijakan Pemberian Kredit. Non Performing Loan (NPL), dan Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap variabel dependen atau terikat yaitu Profitabilitas (OPM). Karena penelitian ini akan melihat bagaimana input dan output berhubungan satu sama lain, maka yang digunakan yaitu analisis regresi yang menggunakan metode Stochastic Frontier Analysis (SFA). Dalam kebanyakan kasus, kumpulan data ini ditabulasikan dan digambarkan dalam bentuk grafik yang menunjukkan perilaku subjek. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Data Pada penelitian kali ini dilakukan pengujian terhadap data empiris mengenai analisis efisiensi kebijakan pemberian kredit NonPerforming Loan (NPL). Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), terhadap profitabilitas (OPM) sebagai variabel dependen. Uji Deskriptif Tabel 4. Hasil NPL. BOPO dan OPM PT Bank Mandiri Pada Tahun 2014 - 2024 JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 122-129 Tahun NPL (%) BOPO (%) OPM (%) Sumber: Laporan Keuangan Bank Mandiri ISSN : 2985-4768 Hasil Korelasi antar Variabel correlate x1npl x2bopo yopm . Sumber : Output Stata 2025 Tabel 4. Interprestasi Koefisien Korelasi Tabel 4. Hail Statistik Deskriptif (Sugiyono, 2. Sumber : Output Stata 2024 Berdasarkan data tabel diatas, diketahui gambaran dari setiap variabel pada penelitian ini. Pada variabel Operating Profit Margin (OPM) jumlah minimumyaitu sebesar 0. 8888 di tahun 2020, jumlah maksimum sebesar 1. 9861 di tahun 2024, jumlah mean sebesar 1. 466773, dan jumlah standard deviasi 3736017, dengan ini bahwa jumlah OPM di tahun 2020 yaitu 0. 8888 berada dibawah jumlah ratarata, yang artinya bank mengalami menurunan rasio OPM di tahun itu jika dibandingkan dengan tahuntahun lainnya. Pada variabel Non Performing Loan (NPL) jumlah minimum sebesar 0. 132 di tahun 2014, jumlah maksimum sebesar 0. 1849 di tahun 2018, jumlah mean sebesar 0. 1053, dan jumlah standard deviasi 0469886, yang artinya di tahun 2018 jumlah NPL diatas rata-rata sehingga mengalami kenaikan. Pada variabel Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) jumlah minimum yaitu sebesar 099 di tahun 2023, jumlah maksimum sebesar 1. di tahun 2021, jumlah mean sebesar 1. 3403, serta jumlah standard deviasi sejumlah 0. Uji Koefisien Korelasi Pearson Tabel 4. Berdasarkan tabel interprestasi ditunjukkan bahwa jumlah setiap variabel berada diposisi sedang yaitu dengan jumlah 0. Dimana dari hasil diatas menunjukan bahwa jumlah NPL yaitu sebesar 5677 yang artinya menunjukkan bahwa jumlah tersebut bersifat negatif dan sedang. Sedangkan jumlah BOPO sebesar -0. yang artinya bahwa jumlah tersebut menunjukkan bersifat negative dan sedang. Secara keseluruhan jumlah variabel diatas memiliki hubungan yang cukup sedang, baik dalam arah negatif maupun positif tabel Pearson Stoc. normal/half-normal model yang Number of obs = Uji Z Wald chi2. = 3. Log likelihood = 3. Coef. Std. Err. P>. % Conf. Interva. _cons 7e 04 0. 3e 04 0. 8e 04 0. /lnsig2v /lnsig2u Sumber : Output Stata 2025 Untuk variabel NPL hasil Uji Z sebesar -1. 74e-09 3. yang berarti Non Performing Loan0 (NPL) 3469372 negatif pada Operating Profit Margin (OPM) 48e 07 . LR test of sigma_u=0: chibar2. = 5. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Prob > chi2 Tabel 4. Hasil Uji Z predict efisiensi1 Prob >= chibar2 = 0. JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 122-129 Untuk variabel BOPO hasil Uji Z -2. 3e 04 yang Beban Operasional Pendapatan Operasional berpengaruh negatif pada Operating Profit Margin (OPM) sesuai dari hasil hipotesis. Uji Wald Chi-Square Tabel 4. Hasil Wald Chi-Square Stoc. frontier normal/half-normal model Number of obs Wald chi2. Prob > chi2 Log likelihood = 3. = 3. = 0. Sumber : Output Stata 2025 Coef. Std. Err. P>. % Conf. Interva. Hasil Uji Wald Chi-Square pada penelitian ini Prob sebesar 163079 dengan 163453 dengan Prob < 0. 05 yang berarti signifikan. 3e 04 0. Maka itu variabel NPL, 0. dan BOPO _cons dari kontribusi signifikan. Hal ini memenuhi asumsi untuk /lnsig2v -37. 4305OPM variabel tersebut dan secara simultan hasil tersebut /lnsig2u -2. Berarti semua variabel independen saling menguatkan dalam memberikan sigma_v terhadap 74e-09 3. OPM. sigma_u . Uji Stochatic Frontier Analysis (SFA) Tabel 4. 48e 07 . Hasil Stochatic Frontier Analysis (SFA) LR test of sigma_u=0: chibar2. = 5. Prob >= chibar2 = 0. Stoc. frontier normal/half-normal model Log likelihood = Number of obs Wald chi2. Prob > chi2 Coef. predict efisiensi1 Std. Err. P>. % Conf. Interva. _cons /lnsig2v /lnsig2u LR test of sigma_u=0: chibar2. = 5. Prob >= chibar2 = 0. predict efisiensi1 Bentuk model prediksi tingkat efisiensi kebijakan pemberian kredit Non Performing Loan (NPL). Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), dan Operating Profit Margin (OPM) berdasarkan panel data sebagai berikut: Y = 3. Ae 3. 163079X1 Ae 1. 445209X2. Dari hasil Efisiensi kebijakan pemberian kredit NPL. BOPO terhadap OPM yang menjadi sampel https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 penelitian untuk model panel data frontier sebagai Tabel 4. Hasil Tingkat Efisiensi Pada NPL. BOPO & OPM dengan Software Frontier Pada Tahun 2014 2024 Tahun NPL (%) BOPO (%) OPM (%) Tingkat Efisiensi (%) Sumber : Output Stata 2025 Dari hasil tabel diatas, menjunjukkan bahwa jumlah efisiensi di tahun 2014 yaitu 1. 818912 yang dimana jumlah efisiensi cukup tinggi meskipun NPL sangat kecil yaitu 0. 0132, namun BOPO dan OPM cukup tinggijumlah tersebut menunjukkan bahwa bank mampu menjaga risiko kredit kecil dengan efisiensi operasional yang baik. Di tahun 2015 jumlah efisiensi yaitu 1. yang artinya bahwa di tahun tersebut mengalami kenaikan NPL menjadi 0. 0961 namun efisiensi justru naik sedikit. Ini mengindikasikan bahwa bank berhasil menjaga efisiensi operasional meskipun kualitas kredit menurun. Pada 2016 jumlah efisiensi yaitu 1. 517152, yang artinya dimana jumlah NPL naik lagi yaitu 0. dan OPM turun menjadi 1. Ini menunjukkan bahwa jumlah efisiensi menurun cukup signifikan, kemungkinan akibat naiknya risiko kredit dan menurunnya margin keuntungan. Di tahun 2017 jumlah efisiensi yaitu 1. yang dimana meskipun BOPO meningkat dan OPM JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 122-129 mengalami penuruna yaitu 0. 9329, adapun jumlah efisiensi menurun karena adanya peningkatan NPL pada taahun tersebut. Di tahun 2018 jumlah efisiensi yaitu 1. dimana jumlah efisiensi sedikit membaik meski jumlah NPL juga ikut naik yaitu 0. Perbaikan efisiensi diduga karena pengendalian Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO). Di tahun 2019 jumlah efisiensi, yaitu 1. jumlah efisiensi mengalami penurunan drastis dibanding tahun sebelumnya hal tersebut dikarenakan jumlah OPM yaitu 1. Meskipun demikian jumlah BOPO mengalami kenaikan ini menunjukkan bahwa peningkatan BOPO dapat memengaruhi efisiensi. Di tahun 2020 jumlah efisiensi yaitu 1. meskipun mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, tetapi jumlah OPM mengalami penurunan, yaitu 0. Ini menunjukkan bahwa jumlah efisiensi membaik dikarenakan perbaikan BOPO yang meningkat dan NPL menurun. Di tahun 2021 jumlah efisiensi yaitu 1. yang dimana nilani OPM dan BOPO juga membaik, tapi efisiensi justru mengalami penurunan sedikit. Hal ini uterjadi karena jumlah NPL yang belum terlalu kecil dan efisiensi penggunaan dana belum optimal. Di tahun 2022 jumlah efisiensi yaitu 1. yang dimana jumlah tersebut mengalami kenaikan yang signifikan hal ini terjadi karena jumlah OPM di tahun tersebut juga mengalami kenaikan yaitu Di tahun 2023 jumlah efisiensi yaitu 2. yamg dimana jumlah itu terjadi perubahan yang cukup signifikan, hal ini terjadi dikarenakan jumlah OPM juga meningkat menjadi 1. 941 dan jumlah NPL dan BOPO mengalami menurunan. Di tahun 2024 jumlah efisiensi yaitu 1. yang dimana jumlah tersebut masih cukup signifikan disbanding tahun sebelumnya, hal ini terjadi dikaarenakan jumlah NPL dan BOPO juga meningkat di tahun tersebut. Dari hasil penjelasan diatas dapat disimpulkan dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen sebagai berikut: Pengaruh Non Performing Loan terhadap Profitabilitas (OPM) Penelian risiko kredit atau Non Performing https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 Loan/NPL mencerminkan risiko kredit, semakin kecil NPL semakin kecil pula risiko kredit yang ditanggung oleh bank. Bank Indonesia menetapkan kriteria rasio NPL grossmaksimal Maka dapat disimpulakn hasil analisis regresi menunjukkan bahwa Non Performing Loan secara statistik berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (OPM). Ini menunjukkan bahwa semakin kecil risiko (NPL), semakin Kecilnya NPL menandakan penyaluran kredit berjalan lancar, dan semakin menurun tingkat NPL, maka profitabilitas (OPM) semakin bertambah. Pengaruh Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Profitabilitas (OPM). Ini menunjukkan semakin besar jumlah BOPO suatu bank, semakin kecil tingkat efisiensi biaya operasional yang dikeluarkan. Berdasarkan hasil analisis regresi di atas. BOPO terbukti profitabilitas (OPM). Dengan kata lain, efisiensi operasional bank pendapatan yang diperoleh. Tingkat efisiensi bank yang semakin baik dalam melaksanakan operasinya, akan besar pula keuntungan yang dapat diperoleh. Pengaruh Non Performing Loan (NPL). Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) Secara Simultan terhadap Profitabilitas (OPM). Maka pada hasil penelitian ini menuntukan bahwa jumlah Non Performing Loan (NPL). Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) secara simultan berpengaruh signifikan. Dari hasil analisis regresi diatas menunjukkan Non Performing Loan (NPL) mengambarkan kualitas kredit semakin besar NPL, semakin buruk kualitas aset bank, dan biasanya akan menurunkan profitabilitas dan Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) sebagai indikator efisiensi operasional Semakin tinggi BOPO, berarti biaya lebih besar dibandingkan pendapatan, yang umumnya menurunkan profitabilitas. Hal Ini menunjukkan JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 122-129 bahwa saat kualitas kredit baik dan efisiensioperasional tinggi, profitabilitas bank meningkat dan secara silmultan berpengaruh Efisiensi Non Performing Loan (NPL). Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Profitabilitas (OPM) Maka dari hasil analisis regresi diatas Efisiensi dari jumlah NPL dan BOPO terhadap OPM paling tinggi terjadi saat NPL kecil (<0. dan BOPO kecil (<1. dan tahun paling efisien yaitu 2023 dan 2024. BOPO memiliki pengaruh yang lebih besar dan konsisten terhadap efisiensi OPM dibanding NPL. Untuk menjaga efisiensi, bank perlu mengontrol BOPO secara ketat, sambil menjaga kualitas kredit agar NPL tidak KESIMPULAN Berdasarkan pada penjelasan yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya mengenai Analisis Efisiensi Kebijakan Pemberian Kredit Non Performing Loan (NPL). Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) Probitabilitas pada perusahaan Bank Mandiri (Perser. Tbk, maka peneliti mengambil kesimpulan sebagai berikut: Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Operating Profit Margin (OPM). Artinya, semakin kecil tingkat kredit bermasalah, sehingga laba yang diperoleh bank akan semakin tinggi. Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh signifikan terhadap Operating Profit Margin (OPM). Semakin profitabilitas yang dihasilkan akan semakin Secara umum, efisiensi dalam pengelolaan kredit dan biaya operasional memiliki peran signifikan dalam peningkatan performa keuangan perusahaan perbankan seperti Bank Mandiri. Secara simultan. NPL dan BOPO berpengaruh signifikan terhadap OPM, dengan ini pengelolaan risiko kredit dan biaya operasional yaitu faktor utama yang menentukan kinerja profitabilitas bank dalam jangka panjang. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 DAFTAR PUSTAKA