KAFFAH: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan Vol. 2 No. Page 165-174 ISSN: 2985-9662 http://jurnal. id/index. php/kaffah/article/view/752 PROFESIONALISME GURU AL-QURAoAN SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU AL-IZZAH Syaefulloh Magister Pendidikan Agama Islam Unma Banten syaefulloh@unmabanten. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan membuktikan tentang profesionalisme guru Al-QurAoan yang mengajar di SDIT Al-Izzah Serang Banten. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknis analisis data dilakukan dengan menyusun data, mengorganisasikan dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun pola, memilih yang penting dan membuat Hasil Penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru SDIT Al-Izzah Serang sudah baik dalam aspek penguasaan landasan ilmu pengetahuan kependidikan, penyusunan program pengajaran, pelaksanaan program pengajaran, penilaian hasil dan proses belajar mengajar, penyelenggaraan administrasi sekolah, layanan bimbingan dan konseling, persepsi terhadap diri sendiri, penilaian guru terhadap diri, keyakinan terhadap diri dan orang lain, kepribadian, kedisiplinan dan kesejahteran guru. Sementara itu, aspek kelemahan terletak pada guru yang tidak khusus, penguasaan bahan pengajaran dan kemampuan membaca dan menyampaikan baik aspek makharijul huruf, sifatul huruf dan keseragaman cara pengajaran Kata Kunci: Profesionalisme. Guru Al-QurAoan. SDIT Al-Izzah Abstract This research aims to explore and prove the professionalism of Al-Qur'an teachers who teach at SDIT Al-Izzah Serang Banten. The research uses a qualitative approach with qualitative descriptive methods. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. Technical data analysis is carried out by compiling data, organizing it into categories, breaking it down into units, synthesizing, drawing up patterns, selecting what is important and drawing conclusions. The research results show that the professionalism of SDIT Al-Izzah Serang teachers is good in the aspects of mastering the basic educational sciences, preparing teaching programs, implementing teaching programs, assessing results and teaching and learning processes, implementing school administration, guidance and counseling services, self-perception, teacher's assessment of self, confidence in self and others, personality, discipline and teacher welfare. Meanwhile, the weak aspect lies in teachers who are not specialized, mastery of teaching materials and the ability to read and convey both aspects of makharijul letters, the nature of letters and uniformity of teaching methods. Keywords: Professionalism. QuAoan Teacher. SDIT Al-Izzah. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 165 PENDAHULUAN Kesadaran masyarakat muslim terhadap pentingnya belajar Al-QurAoan dewasa ini semakin meningkat. Hal ini terlihat dari banyak bermunculan lembaga pendidikan baik formal maupun non formal yang menjadikan program tahsin dan tahfizh sebagai program unggulan. Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Izzah salah satu sekolah Islam yang diminati masyarakat karena memiliki program unggulan tahsin dan tahfizh Al-QurAoan, terbukti banyak orangtua siswa yang mendafarkan putra putrinya di SDIT Al-Izzah meskipun secara biaya tergolong cukup mahal. Meski demikian, harapan tersebut masih belum sepenuhnya terwujud dikarenakan tidak semua siswa mencapai target hasil yang ditetapkan, baik dari aspek hafalan . , maupun aspek bacaan . Studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa penyebab tidak tercapainya target antara lain. lemahnya kemampuan bacaan dan hafalan guru Al-QurAoan . ahsin dan tahfiz. , . belum strata satu (S. , . rasio guru dan siswa belum proporsional, . guru merangkap mata pelajaran lain, . pengkondisian siswa dan kelas, . penguasaan metodologi pembelajaran, . kedisiplinan dan loyalitas dalam mengajar, dan . belum atau tidak menyiapkan perangkat pembelajaran. Setelah dilakukan kajian yang mendalam, masalah tersebut dapat dikategorikan sebagai bagian dari indikator lemahnya profesionalisme guru. Dengan kata lain, permasalahan utama . esearch proble. adalah profesionalisme guru yang lemah. Oleh karena itu, perlu adanya kajian yang mendalam untuk mengungkap bagaimana profesioanlisme guru Al-QurAoan di lembaga tersebut. Atas dasar itulah penulis melakukan penelitian dengan judul profesionalisme guru Al-QurAoan Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Izzah Serang. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, menggambarkan kondisi dengan kata-kata berdasarkan teori dan data yang Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 166 ditemukan di lapangan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan Observasi profesionalisme guru Al-QurAoan. Wawancara dilakukan dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, koordinator Al-QurAoan dan guru untuk menggali informasi tentang profesionalisme guru Al-QurAoan. Adapun dokumentasi dilakukan dengan melihat dokumen-dokumen penting yang mendukung penelitian. Teknis analisis data dilakukan dengan cara menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan akan dipelajari dan membuat simpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang HASIL DAN PEMBAHASAN Terdapat tiga kata utama yang berkaitan dengan profesionalisme yaitu: profesi, profesional dan profesionalisme. Profesi adalah pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian yang meliputi keterampilan, kejuruan dan sebagainya (KBBI, 1. Profesi merupakan jabatan yang mensyaratkan adanya pengetahuan dan keterampilan melalui jalur pendidikan akademis (Rusman, 2. Profesi mendapatkan pengakuan akan keahlian dan kemampuan melaksanakan pekerjaan (Danim, 2. Profesi juga berarti pandai, cakap dan piawai (Suriadi, 2. Profesi merupakan bidang pekerjaan dilandasi oleh adanya pengetahuan, keahlian dan keterampilan yang diperoleh melalui pendidikan intensif, mendapatkan pengakuan dari orang lain dan merupakan sumber mata pencaharian. Jika dikaitkan dengan guru, maka orang yang berprofesi guru adalah orang yang pekerjaannya adalah mengajar yang memiliki pengetahuan, keahlian dan keterampilan yang diperolehnya melalui jalur pendidikan yang intensif mendapatkan pengakuan dari orang lain dan pekerjaannya tersebut merupakan sumber mata pencahariannya. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 167 Profesional menunjuk pada dua hal yaitu: . orang yang melakukan pekerjaan dan menyandang suatu profesi, dan . penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaannya yang sesuai dengan profesinya atau kinerja orang tersebut. Dalam pengertian kedua ini pengertian profesional dikontraskan dengan dengan non profesioanal atau amatiran. Dalam kegiatan sehari-hari seorang profesional melakukan pekerjaan sesuai dengan bidang ilmu yang dimilikinya, jadi tidak asal-asalan. (Syah, 2. Profesional berarti bersangkutan dengan profesi, memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya dan mengharuskan adanya pembayaran . pah atau gaj. untuk melakukannya . ebagai lawan dari kata amti. Istilah profesional adalah kata sifat dari profession . yang berarti sangat mampu melakukan suatu pekerjaan. Sebagai kata benda, profesional kurang lebih berarti orang yang melaksanakan sebuah profesi dengan menggunakan profisensi sebagai mata pencaharian (Mc Leod, 1. Jika disandingkan dengan guru maka pengertian guru profesional adalah guru yang melaksanakan tugas keguruan dengan kemampuan tinggi . sebagai sumber kehidupan. Kebalikannya adalah guru amatir yang di Barat disebut dengan sub-professional seperti teacher aid atau asisten guru (Syah, 2. Profesionalisme diartikan sebagai sifat-sifat kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu yang dilakukan oleh profesional. Profesionalisme berasal dari profesi yang bermakna berhubungan dengan profesi dan memerkukan kepandaian khusus untuk menjalankannya (KBBI, 1. Longman . menyebutkan bahwa profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualitas dari orang yang Berdasarkan atas pengertian tentang profesi, profesional dan profesioanlisme secara bahasa, disimpulkan bahwa profesionalisme adalah kualitas kemampuan sesorang dalam melakukan sebuah pekerjaan dengan kemampuan tinggi . sebagai sumber kehidupan yang dibekali dengan pengetahuan, keahlian, kemahiran yang diperoleh melalui pendidikan yang intensif, bukan amatiran, mendapatkan pengakuan dari orang lain, dan menjadi sumber mata pencaharian. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 168 Guru adalah orang yang pekerjaan, mata pencaharian dan profesinya mengajar (KBBI, 1. Guru adalah pendidik profesional yang tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, dan juga melatih, menilai serta mengevaluasi peserta yang dididik pada tingkat pendidikian formal di jenjang anak usia dini, pendidikan dasar, menengah dan atas (Sembiring, 2. Guru adalah orang yang memfasilitasi proses peralihan ilmu pengetahuan dari sumber belajar ke peserta didik (Chotimah, 2. Menurut Al-Ghazali guru ialah seseorang yang menyampaikan sesuatu kepada orang lain atau seseorang yang menyertai sesuatu institusi untuk menyampaikan ilmu pengatahuan kepada pelajarnya, guru adalah orang yang menyampaikan suatu yang baik, positif, kreatif atau membina seseorang melalui pelbagai cara dan strategi tanpa mengharapkan ganjaran atau gaji (Hidayat, 2. Guru adalah orang yang bertanggungjawab terhadap berlangsungnya proses pertumbuhan dan perkembangan potensi anak didik, baik potensi kognitif maupun potensi psikomotornya (Tafsir, 1. Profesionalisme melaksanakan tugasnya dengan kemampuan yang tinggi . sebagai sumber mata pencaharian hidup yang memiliki keilmuan dan keahlian yang diperoleh melalui jalur pendidikan yang intensif dan mendapatkan pengakuan dari orang lain. Oleh karena itu, guru yang profesional adalah guru yang melaksanakan tugas keguruan dengan kemampuan tinggi . sebagai sumber kehidupan dan mata . , . yang diperolehnya dari pendidikan yang intensif serta mendapatkan pengakuan dari pihak lain. Guru yang professional adalah guru yang memiliki dan menguasai empat kompetensi yaitu: kompetensi pedagogik, personal, sosial dan kompetensi professional (Rusman, 2. Dalam menjalankan kewenangan profesionalnya, guru dituntut memiliki keanekaragaman kecakapan . psikologis yang juga merupakan indikator guru profesional yang meliputi. kompetensi kognitif guru . ecakapan Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 169 ranah cipt. yang meliputi ilmu pengetahuan kependidikan atau keguruan dan ilmu pengetahuan materi bidang studi, . kompetensi afektif guru . ecakapan ranah ras. yang meliputi: konsep diri dan harga diri guru, efikasi diri dan efikasi konseptual guru, sikap penerimaan terhadap diri sendiri dan orang lain, dan . kompetensi psikomotor (Syah, 2. Profesionalisme guru diukur dengan lima indakator: . kemampuan profesional melaui ijazah, jenjang pendidikan, jabatan dan golongan, serta pelatihan, . upaya profesional melalui kegiatan mengajar, pengabdian dan pelatihan, . waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional melalui masa jabatan, pengalaman mengajar, . kesesuaian antara keahlian dan pekerjaannya . inkand mac. , yang diukur dari kesesuaian mata pelajaran yang diampu dengan pendidikan dan spesialisasi, . tingkat kesejahteraan, sebagaimana terukur dari upah, . honor atau penghasilan rutinnya (Makawimbang , 2. Guru dituntut memiliki lima hal, yakni: . mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya, . menguasai bahan/mata pelajaran secara mendalam serta cara mengajarkannya, . Bertanggung jawab memantau hasil belajar melalui teknik evaluasi, pengamatan perilaku dan tes hasil belajar, . berpikir sistematis dan belajar dari pengalaman, dan . merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya (Sastrawan, 2. Kemampuan profesionalisme guru dapat dilihat penguasaan sepuluh kompetensi guru yang meliputi: . menguasai bahan pengajaran, . mengelola program mengajar belajar, . mengelola kelas, . penggunaan media atau sumber . menguasai landasan-landasan pendidikan, . mengelola interaksi-interaksi mengajar belajar, . menilai prestasi siswa untuk kepentingan pelajaran, . mengenal fungsi layanan bimbingan dan konseling di sekolah, . mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah, dan . memahami prinsip-prinsip dan menfsirkan hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran Guru Al-QurAoan yang professional menguasai dan memahami teori tentang makharijul huruf dan sifatul huruf dan prakteknya. Al-Jazari mengatakan bahwa Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 170 Aywajib secara mutlak bagi para pembaca Al-QurAoan sebelum mempelajari dan mengajarkan Al-QurAoan hendaklah mempelajari terlebih dahulu makharij . empattempat kelua. huruf beserta sifatnya, agar dapat mengucapkan . uruf demi huru. dengan bahasa yang paling fasih dengan menguasai dan menerapkan kaidah tajwid juga kaidah waqaf . ara berhenti dan memulai bacaan Al-QurAoa. dengan baik dan benar dan memahami apa yang tertulis dalam mushaf usmani (Mubarok, 2. Guru Al-QurAoan harus tartil membaca Al-QurAoan, yaitu mampu membaca AlQurAoan dengan benar dan baik, mengucapkan huruf dengan tepat sesuai makharijul huruf dan mengetahui waqaf ibtida yang baik dan sesuai dengan makna. Dengan kata lain guru Al-QurAoan harus dipastikan bacaannya baik dan tartil sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Selain itu, guru Al-QurAoan harus menguasai metodologi pengajaran yang baik (Masruri, 2. Berdasarkan Observasi profesionalisme guru Al-QurAoan dalam beberapa aspek dikatakan cukup baik, namun dalam beberapa aspek yang lain dapat dikatakan belum baik atau masih kurang. Profesionalisme guru yang sudah dikatakan cukup baik adalah pada aspek: Landasan ilmu pengetahuan kependidikan. Hal itu karena sebagian besar guru sudah sarjana sehingga menguasai landasan ilmu pengetahuan Penyusunan program pengajaran. Guru Al-QurAoan sudah menyiapkan kelengkapan administrasi pembelajaran yang mencakup RPP dan lainnya. Pelaksanaan program pengajaran . guru sudah mampu menciptakan iklim belajar yang kondusif, mengatur suasana pembelajaran yang kondusif, meski masih ada guru yang belum maksimal. Penilaian proses dan belajar mengajar dan penyelenggaraan adminstrasi sekolah dengan melakukan penilaian terhadap prestasi, capaian dan perkembangan siswa pada lembar penilaian siswa dan buku perkembangan, meski masih ada guru yang belum atau tidak mengisi jurnal pembelajaran karena terkesan sulit. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 171 Pelayanan, bimbingan dan konseling. Hal itu karena guru melakukan bimbingan kepada siswa yang memiliki kekurangan maupun kepada siswa yang memiliki kelebihan, meskipun dalam pelaksanaannya belum optimal. Self-concept, self-esteem dan keyakinan diri, guru Al-QurAoan sudah memiliki rasa percaya terhadap kemampuannya, percaya kepada dirinya sendiri, menerima kondisi dirinya sendiri dan menerima orang lain dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Kepribadian dan loyalitas dan kedisiplinan. Guru cukup memiliki loyalitas tehadap lembaga yang terlihat dar guru yang mencurahkan waktu secara optimal serta disiplin dalam kehadiran mengajar. Kesejahteraan guru, guru Al-QurAoan mendapatkan hak yang sama dengan guru mata pelajaran lainnya, tidak ada perbedaan dalam hal penggajian, bahkan memiliki kesempatan yang besar untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih tinggi. Sementara itu, profesionalisme guru yang masih kurang dan lemah serta perlu adanya upaya untuk meningkatkannya terdapat dalam aspek: Penguasaan bahan pengajaran. Secara spesifik aspek yang lemah terletak pada penguasaan guru terhadap teori makharijul huruf dan sifatul huruf. Hal ini dikarenakan sebagian besar guru belum menguasai teori makharijul huruf dan sifatul huruf serta prakteknya. Selain itu, juga materi ghoroibul qurAoan dan tajwid dasar. Sebagian besar guru belum menguasai materi ghoroibul QurAoan dan tajwid dasar, padahal guru mengajarkannya. Kecakapan membaca dan berbicara. Dalam hal yang dimaksud dengan kecakapan membaca dan berbicara adalah kemampuan guru dalam membaca Al-QurAoan dengan tartil sesuai dengan kaidah makharijul huruf dan sifatul huruf. Dalam aspek ini. Sebagian besar guru Al-QurAoan belum termasuk kategori lulus tashih yang menjadi tolok ukur seorang guru yang disebut tartil bacaannya. Sementara kecakapan dalam berbicara adalah kecakapan guru dalam menyampaikan materi dan mengelola pembelajaran Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 172 yang dalam hal ini belum adanya keseragaman cara dalam menyampaikan kepada peserta didik. Spesialisasi guru. Dalam hal ini, guru yang mengajar Al-QurAoan di SDIT Al-Izzah merupakan guru yang tidak khusus mengajar materi Al-QurAoan . ahsin dan tahfiz. saja, akan tetapi juga mengajar mata pelajaran lain . Bahkan, semua guru yang mengajar mata pelajaran Al-QuAoan merangkap mengajar dengan mata pelajaran lain. SIMPULAN Profesionalisme guru SDIT Al-Izzah Serang sudah baik dalam aspek penguasaan landasan ilmu pengetahuan kependidikan, penyusunan program pengajaran, pelaksanaan program pengajaran, penilaian hasil dan proses belajar mengajar, penyelenggaraan administrasi sekolah, layanan bimbingan dan konseling, persepsi terhadap diri sendiri, penilaian guru terhadap diri, keyakinan terhadap diri dan orang lain, kepribadian, kedisiplinan dan kesejahteran guru. Sementara itu, aspek kelemahan terletak pada guru yang tidak khusus, penguasaan bahan pengajaran dan kemampuan membaca dan menyampaikan baik aspek makharijul huruf, sifatul huruf dan keseragaman cara pengajaran DAFTAR PUSTAKA