JPII Volume 2. Nomor 2. April 2018 IMPLEMENTASI METODE ODOA (ONE DAY ONE AYAT) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QURAN Khoirul Anwar & Mufti Hafiyana Universitas Ibrahimy Sukorejo Situbondo mas_anwar78@yahoo. id / hafiyana_mf@gmail. Education has an important role in human life, without presence of human education will not develop properly. Implementation of education of children should be started early, especially religious education, because it will make strength of religion obtained. The duties of parents, teachers, and community is how guide of religion including in it teaches the al-Quran is still done, meaning that religious education should not be allowed to disappear. In order to maintain purity of Qur'an, in addition to do it by reading and understanding it, we also try to memorize it. At basic thought mentioned it, then formulated a focus on this research is planned memorizing activities of the al-Quran, the implementation of ODOA method . ne day one ayat ) in improving the ability to memorize the al-Quran of students, and evaluation of memorizing activities of the al-QurAoan in Awar Awar NU Elementary School. Kata Kunci: metode one day one ayat, menghafal al-qurAoan a. Pendahuluan Allah SWT menurunkan al-Quran mengandung seluruh ilmu pengetahuan yang sangat besar manfaatnya bagi kehidupan manusia. Al-Quranul Karim adalah mukjizat Islam yang kekal dan mukjizatnya selalu diperkuat oleh kemajuan ilmu pengetahuan. Ia diturunkan Allah kepada Rasulullah untuk mengeluarkan manusia dari suasana yang gelap menuju yang terang, serta membimbing mereka ke jalan yang lurus. l-Qattan, 2016:. Selain sebagai pedoman, turunnya Al-Quran juga menajdi salah satu rahmat Allah yang tidak ada bandingannya di alam semesta. Setiap mukmin yang meyakini Al-Quran wajib dan Al-quran, diantaranya adalah mempelajari dan Saat ini, mempelajari Al-Quran tidak lagi diwajibkan melainkan pendidikan yang semakin hari semakin hilang. Hal ini terjadi salah satunya disebabkan karena sebagian besar anak-anak lebih memilih asyik bermain dengan gadget dibandingkan pergi ke mushollah untuk belajar al-Quran. Lain halnya lagi anak-anak disibukkan dengan kegiatan sekolah dan sebagian besar orang tua membiarkannya dengan alasan kasian kepada anak karena lelah dengan kegiatan Saat ini orang tua, guru dan masyarakat perlu memberikan pembinaan agama termasuk didalamnya mengajarkan al-Quran sedini mungkin, sehingga di dada anak-anak terdapat al-Quran. Setidaknya meniru pengalaman tokoh-tokoh besar Isam. Imam Syafii belajar al-Quran pada usia tujuh tahun dan hafal al-Quran pada usia sepuluh tahun. Husain ath-ThabathabaAoi anak yang berasal dari Iran hafal al-Quran di usia 6 Khoirul Anwar & Mufti Hafiyana Ae Metode ODOA (One Day One Aya. tahun dan meraih doktor termuda usia 7 tahun, dan masih banyak penghafalpenghafal al-Quran yang lain. Kesuksesan para penghafal al-Quran tentunya tidak terlepas dari peran orang tua, paling tidak menciptakan lingkungan Qurani. Karena anak merupakan peniru luar biasa, ia akan melakukan apa yang dilihatnya. Ketika ia melihat orang-orang di sekililingnya rajin membaca al-Quran, maka lambat laun ia akan dekat dengan al-Quran. Al-Quran bukan hanya petunjuk untuk mencapai kebahagiaan hidup bagi umat muslim, tapi juga seluruh umat Salah satu keajaiban al-Quran adalah terpelihara keasliannya dan tidak berubah sedikitpun sejak pertama kali diturunkan pada malam 17 Ramadhan, 14 abad yang lalu hingga kiamt nanti. (Tim Redaksi Majalah. Rabiul Awal 1438: . Otentisitas al-Quran sudah dijamin oleh Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam Quran surat al-Hijr: 9. Sesunguhnya Kami-lah al-Quran Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (Departemen Agama RI, 2005: . Ayat ini jelas menyatakan bahwa Allah memberikan jaminan kesucian dan al-Quran selama-lamanya. Dalam rangka untuk menjaga kemurnian atau orisinalitas al-Quran, selain dilakukan dengan cara membaca dan memahaminya. Sebagaimana yang telah dipaparkan diatas, orang tua dan keluarga memiliki peran penting dalam pendidik anak, termasuk menciptakan lingkungan anak yang dekat dengan al-Quran dan mampu menghafalkan al-Quran. Jika alQuran sudah ada dalam hati anak-anak, maka bukan lagi tidak mungkin perilaku anak-anak juga akan seperti al-Quran. AlKhotib al-Baghdadi mengatakan. AuSudah seharusnya setiap penuntut ilmu memulai dari menghafalkan al-Quran, karena alQuran adalah ilmu yang paling mulia dan yang paling pantas didahulukanAy. ( Farhan al-Atsary, 2017: . Al-Quran dipelajari, tidak susah dan berat dengan syarat ada kemauan dan kesungguhan dalam mempelajarinya. Hal ini dibuktikan oleh siswa SD NU Awar-awar, dalam usianya yang sangat muda mereka mampu menghafal al-Quran. Selain bimbingan yang difasilitasi oleh sekolah, tentunya juga tidak lepas dari peran orang tua yang senatiasa putra-putrinya menghafal al-Quran. Dari 65 siswa di SD NU Awar-awar, 18 siswa merupakan penghafal al-Quran, dan 14 diantara mereka sudah menghafalkan juz 30. Bahkan 10 siswa sudah diwisuda oleh Bupati Dadang wigiarto dalam acara wisuda siswa-siswi yang hafal al-Quran juz amma yang dilaksanakan pada (Sintasari. Wawancara: 2. SD NU Awar-awar merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan kegiatan pengembangan diri yaitu tahidz alQuran. Kegiatan ini dilatar belakangi oleh PERBUP nomor 15 tahun 2015 sebagaimana disebutkan diatas, dan lalu berkembang menjadi kegiatan menghafal al-Quran 30 Sekolah ini bukan hanya sebatas berlabel NU, namun benar-benar menerapkan amalan Nahdlatul Ulama. Salah satunya yaitu program unggulan menghafal al-Quran, sesuai dengan visinya yaitu membimbing siswa menjadi generasi berjiwa Qurani. Di SD NU Awar-awar program hafaan yang dilakukan dengan menerapkan Metode ODOA (One Day One Aya. , dan hasil belajarnya anak-anak memiliki kemampuan al-QurAoan. Penelitian pelaksanaan program menghafal al-Quran di SD NU Awar-awar JPII Volume 2. Nomor 2. April 2018 Rumusan Masalah diucapkan dengan baik tanpa melihat alQuran. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka penelitian permasalahan yang diteliti ialah: Bagaimana menghafal al-Quran di SD NU Awarawar Bagaimana pelaksanaan metode ODOA (One Day One Aya. dalam meningkatkan kemampuan menghafal al-Quran siswa SD NU Awar-awar Bagaimana evaluasi kegiatan menghafal al-Quran di SD NU Awar-awar Pengertian Menghafal Al-Quran Menurut Mahmud Yunus AutahfidzAy berasal dari bahasa Arab A ciI u ciIA A iOaAyang artinya memelihara, menjaga dan Tahfidz merupakan bentuk masdar dari haffadza yang memiliki arti Sebagaimana lazimnya suatu proses menulis suatu tahapan, teknik atau metode tertentu. (Mahmudah, 2016: . Tahfihdz menghafal sesuatu ke dalam ingatan sehingga dapat diucapkan di luar kepala degan metode tertentu. Sedangkan orang Al-QurAoan hafidz/huffadz. Menurut Subhi As-Shalih dalam Mabahits fi Ulum Al-QurAoan dan AzZarqani dalam Manhali Al-Irfan Al-QurAoan bahwa Aual-Quran merupakan firman Allah sebagai mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yang dituliskan dalam mushaf dan dinukilkan kepada kita secara mutawattir dan membacanya bernilai Ay (Wahyudi. Wahidi, 2016: . Menghafal al- Quran berarti membaca Al Quran secara berulang-ulang sehingga hafal dari satu ayat ke ayat berikutnya, satu surat ke surat berikutnya sehingga dapat Hukum Menghafal Al-Quran Pendapat sebagian besar ulama mengenai hukum menghafal al-Quran yakni fardhu kifayah. Pendapat mengandung pengertian bahwa orang yang menghafal alQuran tidak boleh kurang dari jumlah Artinya, apabila dalam suatu masyarakat tidak ada seorangpun yang hafal al-Quran maka berdosa seluruhnya. Namun, jika ada maka gugurlah kewajiban dalam masyarakat tersebut. Syeikh Nashruddin Al-Albani menyatakan bahwa Auhukum menghafal alQuran adalah fardhu kifayah. Begitu pula mengenai hukum mengajarkan al-Quran. Jika di dalam suatu masyarakat tidak ada seorangpun yang mau mengajarkan alQuran maka berdosalah satu masyarakat Ay (Mahmudah, 2016: . Dan al-Quran kepada orang lain merupakan ibadah seorang hamba yang paling utama, sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW. Dari Ustman Bin Affan r. a berkata bahwa Rasulullah bersabda. Ausebaikbaik kamu adalah orang yang al-Quran mengajarkannya (H. Bukhor. Manfaat dan Kemuliaan Menghafal Al-Quran Al-Quran selain menjadi petunjuk bagi umat Islam juga sebagai obat hati yang bisa mengusir beragam kegalauan manusia. AuSementara penyembuhan dan pengobatan berbagai penyakit organ tubuh dengan alQuran tidak dikenal pada masa Nabawy dan sahabat, yang dilakukan para sahabat ialah Khoirul Anwar & Mufti Hafiyana Ae Metode ODOA (One Day One Aya. hanya sekedar mengikuti tuntunan Nabi mereka yang disebut ruqyah dengan alQuran. Ay(Al-Qaradhawi, 2000: . Allah SWT Menciptakan segala sesuatu pasti ada Demikian juga dengan orang yang menghafal al-Quran pasti memiliki Diantara menghafal al-Quran adalah: Jika disertai amal saleh dan keikhlasan, maka hal ini merupakan kemenangan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Di dalam al-quran banyak kata-kata bijak yang mengandung hikmah dan sangat berharga bagi kehidupan. Semakin banyak menghafal al-Quran, semakin banyak pula mengetahui kata-kata bijak pengalaman dalam kehidupan seharihari. Contoh ayat dalam al-Quran yaitu berupa tantangan al-Quran dalam surat al-Baqarah ayat 23 : Dan jika kamu . dalam keraguan al-Quran Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhamma. , buatlah satu surah . yang semisal al-Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar (Staf Redaksi, 1993: . Di dalam al-Quran terdapat ribuan kosa kata atau kalimat. Jika kita menghafal alQuran dan memahami artinya, secara otomatis kita telah menghafal semua kata-kata tersebut. Di dalam al-Quran banyak terdapat ayatayat tentang iman, amal, ilmu dan cabang-cabangnya, pertanian dan perdagangan, manusia dan hubungannya dengan masyarakat, sejarah dan kisah-kisah, dakwah, akhlak, negara dan masyarakat, agama-agama dan lain-lainnya. Seorang penghafal alQuran akan mudah menghadirkan ayat- ayat itu dengan cepat menjawab permasalahan-permasalahan di atas. Demikian manfaat-manfaat menghafal al-Quran. Tentunya masih banyak lagi yang belum penulis ketahui, mengingat betapa besar peran penghafal alQuran dalam menjaga kemurnian al-Quran sebagai hamba-hamba pilihan. Selain empat manfaat yang telah dipaparkan diatas. Allah SWT menjanjikan sederet kenikmatan dan pahala yang berlimpah kepada para penghafal al-Quran diantaranya : Kelak di akhirat para penghafal al-Quran akan dimasukkan oleh Allah SWT ke dalam surga bersama dengan rasulrasul-Nya yang mulia. Orang tua penghafal al-Quran kelak akan mendapatkan kedudukan khusus dari Allah SWT, yang dimaksud dengan kedudukan khusus disini adalah bahwa kelak di hari kiamat orang tua penghafal al-Quran akan mendapatkan mahkota yang bercahaya dari Allah karena berkah dari al-Quran, karena ketika hidup di dunia anaknya bisa menghafal al-Quran. Penghafal al-Quran memiliki hak untuk memberi syafaat . kepada sepuluh anggota keluarganya. Dalam hadits dari Ali Bin Abi Thalib r. a berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa membaca al-Quran dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya dalam surga dan memberikan hak syafaat untuk sepuluh anggota keluarganya dimana mereka semuanya telah ditetapkan untuk masuk neraka (Machmud, 2015: Penghafal al-Quran lebih berhak menjadi imam dalam salat Para penghafal al-Quran adalah keluarga Allah (Ahlulla. JPII Volume 2. Nomor 2. April 2018 Metode-metode Menghafal Al-Quran Metode tidak boleh diabaikan dalam proses pelaksanaan menghafal al-QurAoan, karena metode akan ikut menentukan berhasil atau tidaknya tujuan menghafal alQurAoan. Semakin baik metode yang digunakan, maka semakin efektif dan efisien dalam menggapai keberhasilan dan tujuan Dalam menghafal al-Quran terdapat banyak metode yang dapat digunakan, bahkan disetiap negara memiliki metode menghafal al-Quran masing-masing. Berikut beberapa metode yang lazim dipakai oleh para penghafal al-Quran : Metode Fahmul Mahfudz, yaitu sebelum ayat-ayat dihafal penghafal dianjurkan untuk memahami makna setiap ayat, sehingga ketika menghafal penghafal merasa paham dan sadar terhadap ayatayat yang diucapkannya. Metode Tikrarul Mahfudz, yaitu penghafal mengulang ayat-ayat yang sedang dihafal sehingga dapat dilakukan mengulang satu ayat sekaligus atau sedikit demi sedikit sampai dapat membacanya tanpa melihat mushaf. Cara ini biasanya sangat cocok bagi yang mempunyai daya ingat lemah karena tidak memerlukan pemikiran yang berat. Penghafal terkuras suaranya. Metode Kitabul Mahfudz/Kitabah, yaitu penghafal menulis ayat-ayat yang dihafal di kertas. Biasanya bagia penghafal yang cocok dengan metode ini, ayat-ayat Metode IsatiAoamul Mahfudz/SimaAoi, yaitu penghafal diperdengarkan ayat-ayat yang akan dihafal secara berulang-ulang sampai dapat mengucapkan sendiri tanpa melihat mushaf. Nantinya hanya untuk mengisyaratkan kalau lupa. Metode ini biasanya sangat cocok untuk tunanetra atau anak-anak. Sarana memperdengarkan dapat dengan kaset atau orang lain. Metode Wahdah, yaitu menghafal satu persatu ayat-ayat yang akan dihafalkan untuk mencapai hafalan awal. Setiap ayat bisa dibaca dalam bayangannya. Metode Gabungan, yaitu gabungan antara metode wahdah dan metode Disini fungsional sebagai uji coba terhadap ayat-ayat yang telah dihafalnya. Metode JamaAoi, yaitu cara menghafal yang dilakukan secara kolektif . dan dipimpin oleh instruktur ) Dari beberapa metode, inti dari al-QurAoan senantiasa mengulang-ulang hafalan karena hafalan al-QurAoan mudah hilang dari Hal ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan membosankan sehingga sangat diperlukan ketekunan dan kesabaran (Indriyani, 2016: . Pengertian Metode ODOA Kata metode dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu cara belajar, cara yang telah diatur dan berpikir baik-baik untuk mencapai sesuatu maksud dalam ilmu pengetahuan. (Tim Pustaka Phoenix, 2010: . Sedangkan one day one ayat berarti satu hari satu ayat. Jadi metode one day one ayat adalah metode menghafal al-Quran yang setiap harinya satu ayat. Metode one day one ayat Metode ODOA digagas oleh Ustad Yusuf Mansur. Pengasuh Pondok Pesantren Darul Quran Nusantara. Jakarta. Menurut Ustad Yusuf Mansur. AuOne Day One Ayat adalah program menghafal 1 hari 1 ayat yang dimulai dari surah-surah pendek. Ay (Ismawati, 2016: . namun untuk ayat yang pendek maka bisa satu hari lebih dari satu ayat, dan untuk ayat yang cukup panjang dihafalkan dalam waktu du hari hingga benar-benar hafal. Khoirul Anwar & Mufti Hafiyana Ae Metode ODOA (One Day One Aya. Kelebihan dan Kekurangan Metode ODOA Perencanaan Kegiatan Menghafal Al-Quran Metode ODOA bagus bagi penghafal pemula yang memiliki daya hafalan yang rendah, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama, atau bagi penghafal yang hanya memiliki sedikit waktu untuk menghafal alQuran. Berikut beberapa manfaat metode One Day One Ayat sebagai berikut : Metode ini sangat cocok bagi anak sekolah sebagai penghafal pemula karena metode ini sangat mudah untuk diajarkan oleh anak-anak agar senantiasa menghafal Al-Quran. Metode One Day One Ayat ini menghafal jadi tidak ada paksaan dalam cepat/lambat kemampuan anak berbeda-beda. Metode One Day One Ayat sangat simpel dan praktis dalam penerapannya, sehingga akan memudahkan guru dalam melatih dan mengajarkan hafalan. Serta memudahkan anak dalam menghafal. (Ismawati, 2016: . Menurut pendapat di atas, dapat diuraikan bahwa manfaat metode One Day One Ayat adalah meningkatkan hafalan anak dengan cepat, mudah dan meyenangkan. Dengan menghafal, daya ingat anak akan selalu dilatih sehingga akan menghasilkan kekuatan daya ingat yang sangat bagus. Dengan penerapan metode One Day One Ayat maka peluang kemampuan daya ingat anak sangat besar, selain itu dengan tambahan hafalan anak setiap hari maka diharapkan kemampuan daya ingat anak dalam menghafal Al-Quran berkembang dengan sangat baik. Meskipun demikian, bagi orang dewasa yang memang belum mampu menghafal satu hari satu halaman menggunakan metode ini lebih efektif. Perencanaan merupakan hasil proses berpikir yang mendalam, hasil dari proses pengkajian dan mungkin penyeleksian dari berbagai alternatif yang dianggap lebih memiliki nilai efektivitas dan efisiensi. (Sanjaya, 2008: . Suryadi dan Mulyana mengemukakan unsur-unsur utama yang harus ada dalam perencanaan pembelajaran adalah sebagai berikut : Tujuan yang hendak dicapai berupa bentuk-bentuk tingkah laku apa yang diinginkan untuk dimiliki siswa setelah terjadi proses belajar mengajar. Bahan pelajaran atau isi pelajaran yang dapat mengantar siswa mencapai tujuan. Metode dan teknik yang digunakan, yaitu bagaimana proses belajar mengajar yang akan diciptakan guru agar siswa mencapai tujuan. Penilaian, yakni bagaimana menciptakan mengetahui tujuan tercapai atau tidak. (Susanto, 2013: . Pelaksanaan Menghafal Al-quran dengan Metode ODOA Maksud dari pelaksanaan tahfidzul Quran disini yakni proses menghafalkan alQuran atau kegiatan menghafalkan alQuran. Dalam hal ini akan dijelaskan langkah-langkah al-Quran dengan menggunakan metode ODOA (One Day One Aya. Cara kerja dari metode ini ialah menghafalkan satu ayat selama satu hari sampai benar-benar hafal di luar kepala, kemudian pada hari kedua dilanjutkan menghafal ayat ke-2 sampai hafal diluar kepala, terus berlanjut di hari-hari Namun, sebelum melanjutkan pada ayat selanjutnya penghafal harus mengimbangi dengan mengulang-ulang ayat yang sudah dihafal agar tidak lupa. JPII Volume 2. Nomor 2. April 2018 Secara langkah-langkah penerapan metode ODOA terbagi dalam sembilan langkah, diantaranya yaitu : Ayat yang akan dihafalkan harus ditulis . engan huruf Arab beserta huruf Latinny. terlebih dahulu di papan tulis. Ayat yang sudah ditulis dibaca terlebih dahulu sepenggal demi sepenggal oleh guru atau pembimbing dengan suara lantang, jelas dan fasih . akhraj dan tajwidny. sambil diikuti oleh siswa. Guru atau pembimbing meminta siswa untuk mengulang penggalan ayat dengan melihat tulisan ayat di papan Sebagian ayat yang ditulis, kemudian dihapus hingga yang tersisa hanya huruf-huruf awal . ang menjadi huruf kunc. dari penggalan ayat tersebut. Guru atau pembimbing kembal meminta siswa untuk mengulang penggalan ayat dengan melihat huruf-huruf kunci di papan tulis. Setelah siswa benar-benar hafal, semua huruf-huruf kunci di papan tulis Guru atau pembimbing mencontohkan hafalan ayat tadi dengan menggunakan irama yang sudah ditetapkan. Guru atau pembimbing menunjuk siswa satu per satu untuk menghafal ayat tadi dengan menggunakan irama di depan Dengan teknik ini, secara otomatis siswa telah membaca sebanyak jumlah temantemannya yang ada di kelas, karena masing-masing siswa menyimak saat (Machmud, 2015: . Selain itu Masagus mengemukakan bahwa dalam penerapan metode One Day One Ayat dapat menerapkan langkahlangkah pelaksanaanya sebagai berikut: Guru membacakan secara berulangulang ayat yang dihafal dengan dipotong-potong. Guru dapat memperdengarkan ayat yang dihafal dengan media elektronik seperti memakai MP3. Kemudian anak disuruh mengulang bacaan ayat tadi. Usahakan untuk bersabar dan tidak tergesa-gesa. (Ismawati, 2016: . Dari pendapat di atas, dapat langkah-langkah pelaksanaan metode One Day One Ayat dapat diterapkan dengan tujuan masingmasing pihak . uru maupun ana. melakukan komunikasi dan kreativitas guru dalam menggunakan metode ini. Evaluasi Menghafal Al-Quran Evaluasi dipahami secara beragam oleh para ahli. Secara umum evaluasi merupakan proses menentukan kelayakan atau nilai dari sesuatu melalui kajian dan penilaian secara cermat. Padanan kata evaluasi adalah assesment. Tardif et al mengatakan bahwa Auproses penilaian untuk menggambarkan prestasi yang dicapai siswa ditetapkanAy (Syah, 2013: . Selain kata evaluasi dan assesment ada kata lain dan pendidikan, yakni tes, ujian, dan ulangan. Pada prinsipnya, evaluasi hasil belajar Oleh karena, terdapat banyak ragam bentuk evaluasi, diantaranya ialah : tes bentuk uraian, tes bentuk objektif, tes lisan, dan tes perbuatan. Dalam menghafalkan al-Quran, evaluasi dilakukan dalam bentuk tes lisan. Tes lisan adalah tes yang menuntut jawaban dari siswa dalam Dimana mengucapkan jawaban dengan kata-katanya sendiri sesuai dengan pertanyaan atau perintah yang diberikan. (Airifin, 2013: . Bentuk tes lisan dalam menghafal alQuran ialah seorang guru menilai seorang Seorang guru meminta seorang siswa Khoirul Anwar & Mufti Hafiyana Ae Metode ODOA (One Day One Aya. untuk membacakan ayat yang telah dihafal sebanyak ayat yang telah ditentukan sebelumnya, hal ini biasa disebut dengan setoran hafalan atau talaqqi. Meningkatkan Kemampuan Menghafal Siswa Menghafalkan al-Quran merupakan sebuah proses, mengingat seluruh materi ayat, harus dihafal dan diingat secara sempurna. Seluruh proses pengingatan terhadap ayat dimulai dari proses awal hingga pengingatan kembali . Jika memasukkan materi atau menyimpan matero, maka akan salah dalam mengingat Bahkan materi tersebut akan sulit ditemukan kembali dalam memori manusia. Encoding (Memasukkan Informasi ke Dalam Ingata. Encoding ialah proses memasukkan data-data informasi ke dalam ingatan. Proses ini melalui dua alat indra manusia, yaitu menggunakan pendengaran dan (Alawiyah Wahid, 2014: . Pendengaran dan penglihatan mempunyai peran penting dalam menerima informasi, oleh sebab itu sangat dianjurkan untuk mendengar suara diri sendiri pada saat menghafalkan al-Quran supaya kedua alat indra tersebut dapat berfungsi dengan baik. Kemudian, tanggapan dari hasil penglihatan dan pendengaran oleh kedua alat sendorik harus mengambil bentuk tanggapan yang identik, yakni sama persis seperti foto copy. Oleh karena itu, untuk membantu memudahkan dalam menghafal al-Quran menggunakan satu model al-Quran dan dipakai secara istiqomah, serta tetap supaya tidak berubah-ubah strukturnya didalam peta mental. Dengan ODOA, penghafal al-Quran hanya akan menghafal satu ayat dalam sehari, atau lebih dari satu ayat sesuai dengan kemampuan Namun, yang paling penting dalam menghafal al-Quran bukan seberapa banyak ayat yang dihafalkan dalam setiap harinya, akan tetapi keistiqomahan dalam menghafal al-Quran setiap harinya. Penerapan metode ODODA membantu penghafal al-Quran khususnya usia siswa SD agar mampu menghafal al-Quran dengan mudah dan secara terus-menerus, sehingga ayat yang dihafalkan mudah masuk ke dalam ingatan dan menjadi hafalan yang kuat. Storage (Penyimpanan Informasi atau Materi ke Dalam Memori Setelah proses menghafalkan, maka proses selanjutnya yaitu penyimpanan informasi yang masuk ke dalam memori atau yang diperoleh saat menjalani proses Peristiwa ini sudah tentu melibatkan fungsi long term memory dan short term memory. Perjalanan informasi yang diterima berawal oleh indra hingga sampai ke memori jangka pendek . hort term memor. , bahkan ke memori jangka panjang . ong term memor. ada yang bersifat otomatis dan ada pula yang harus diusahakan kedua memori tersebut dialami dalam kehidupan sehari-hari (Alawiyah Wahid, 2014: . Dalam proses menghafalkan al-Quran yakni harus diupayakan secara sungguhsungguh dan serius supaya hafalan tersimpan dalam gudang memori dengan baik serta tidak mudah lupa. Salah satu usaha agar informasi-informasi yang diterima dan masuk ke dalam short term memory bisa langsung menuju long term memory ialag dengan melakukan takrir. (Alawiyah Wahid, 2014: . Setiap penghafal al-Quran mengulang-ulang hafalannya agar tidak mudah hilang. JPII Volume 2. Nomor 2. April 2018 Selain itu sangat penting untuk diketahui bahwa gudang memori tidak akan penuh karena banyaknya isi atau inormasiinformasi, walaupun informasi tersebut disimpan berulang-ulang. Penghafal alQuran menggunakan otak kiri, karena bagian otak inilah yang bekerja keras ketika menghafalkan ayat al-Quran. Dimana fungsi utama dari otak kiri ialah untuk menangkap berpikirlinier dan teratur. (Alawiyah Wahid, 2014: . Retrieval (Pengungkapan Kembal. Hafalan yang telah disimpan ke dalam gudang memori membutuhkan pengulangan kembali. Proses retrieval pada dasarnya adalah upaya atau peristiwa memproduksi kembali apa-apa yang tersimpan dalam memori. sebagai respon atas stimulus yang sedang dihadapi. (Syah: Adakalanya hal ini dilakukan sekaligus atau langsung ingat, namun terkadang membutuhkan rangsangan supaya hafalan teringat kembali. Dalam menghafal al-Quran, biasanya urutan ayat sebelumnya secara otomatis menjadi pancingan terhadap ayat-ayat Hal tersebut dilakukan dengan mengulang satu atau dua ayat yang telah dihafalkan sebelum menyambungkannya dengan menghafal ayat baru. Namun apabila usaha untuk mengingat hafalan kembali tidak berhasil walaupun sudah menggunakan pancingan, maka hal tersebut disebut lupa. Dalam hal ini, ahli psikologi mengatakan bahwa informasi hilang atau Jadi, lupa terjadi setelah hasil pengolahan informasi dimasukka ke dalam memori jangka panjang, dan hanya karena faktor gagal dalam menemukan informasi kembali yang berada dalam gudang memori yang tiada batasnya. (Alawiyah Wahid, 2014: Biasanya, hal ini terjadi disebabkan karena kurangnya perhatian yang diberikan pada saat memasukkan informasi. Sehingga informasi tersebur hilang sebelum tercapai Tidak sedikit faktor atau penyebab yang mempengaruhi hafalan al-Quran seseorang, beberapa hal tersebut disebabkan oleh perbedaan masing-masing individu. Biasanya, kecerdasan, kepribadian tertentu dan usia, sehingga kemampuan dalam mengingat Faktor yang dapat diusahakan kemampuan memahami ayat, efektifitas waktu dan penggunaan metode yang baim dan tepat. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah . atural settin. (Sugiyono, 2012: . John W. Creswell Aupendekatan penyelidikan untuk memahami masalah sosial atau masalah manusia berdasarkan pada penciptaan gambar holistik yang dibentuk dengan kata-kata, melaporkan pandangan informan secara terperinci, dan disusun dalam sebuah latar ilmiahAy. (Patilima, 2013: . Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada lembaga pendidikan formal atau sekolah yaitu di SD NU Awar-awar. SD NU Awar-awar merupakan lembaga formal dibawah naungan yayasan penyelenggara pendidikan Nahdlatul Ulama Awar-awar statistik/NPSN 20554653 dengan akreditasi Khoirul Anwar & Mufti Hafiyana Ae Metode ODOA (One Day One Aya. Lembaga ini terletak di jalan seruni RT 2 RW 4 Desa Awar-awar Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo. Jawa Timur. Jumlah siswa SD NU Awar-awar ialah 65 siswa, dan jumlah gurunya ialah 10 (Sintasari, 2. Adapun guru pembimbing khusus kegiatan tahfidz yaitu sejumah 3 orang. Dari 3 orang tersebut, dua guru sebagai pembimbing kegiatan tahfidz pada setiap hari yaitu Heni Ruhaini dan Saiful Basri. Pd. I, sedangkan satu orang pembimbing yaitu Islamita Hasanah. Pd,I sebagai evaluator atau guru tahfidz khusus ketika siswa akan mendapatkan hafalan baru atau mengulang. Sumber Data Sumber data dalam penelitian merupakan hal yang paling penting untuk menyingkap permasalahan dan yang diperlukan dalam menjawab masalah Bila dilihat dari setting-nya data dikumpulkan dalam natural setting, pada laboratorium dengan metode eksperimen, di rumah dengan berbagai responden, diskusi, di jalan dan lain-lain. Dan pada penelitian ini data-data yang dibutuhkan diperoleh dari dua sumber yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data primer ini dapat dikatakan sebagai data yang dikumpulkan peneliti langsung dari sumber (Kountur, 2007: . Untuk menggunakan perekam suara atau menulis langsung hasil jawaban dari informan. Kemudian kumpulan hasil wawancara dari berbagai informan disimpulkan oleh Sedangkan sumber sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. (Sugiyono, . Data sekunder dapat diperoleh oleh peneliti dari arsip-arsip yang ada di lokasi penelitian. Dengan data sekunder tersebut diharapkan peneliti dapat memperoleh hasil pendukung dari data Teknik Pengumpulan Data Dalam menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut: Observasi Observasi langsung turun ke lapangan untuk mengamati perilaku dan aktivitas individuindividu di lokasi penelitian. (W. Creswell, 2015: . Objek dalam penelitian ini yaitu . angkaian menghafal al-Quran 30 juz di SD NU Awarawa. Adapun dalam penelitian ini peneliti menggunakan observasi partisipatif pasif, yakni peneliti hadir di tempat kegiatan tetapi tidak terlibat dalam kegiatan tersebut. Jadi, peneliti tidak mengikuti langsung kegiatan menghafal al-Quran 30 juz, akan tetapi hanya sekedar hadir pada saat Wawancara Menurut Esterberg. AuWawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam topikAy. (Sugiyono: . Jenis wawancara atau interview dalam penelitian ini ialah menggunakan wawancara semi . emisstructured dimana dalam pelaksanaannya lebih bebas jika dibandingkan dengan wawancara Tujuan dari wawancara ini ialah JPII Volume 2. Nomor 2. April 2018 untuk menemukan informasi secara lebih Dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan ideidenya. Wawancara ini dilakukan untuk memperoleh data primer sejumlah 5 orang. Narasumber pertama yaitu Dianita Sintasari. Pd. SD selaku Kepala Sekolah SD NU Awar-awar, informasi yang akan didapatkan mengenai kegiatan menghafala al-Quran di SD NU Awar-awar. Narasumber kedua yaitu Saiful Basri. Pd. selaku guru pembimbing tahfidz, informasi yang akan didapatkan mengenai perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam kegiatan menghafal al-Quran dengan metode ODOA. Narasumber ketiga yaitu Ustadah Islamita Hasanah. Pd. informasi yang akan didapatkan mengenai evaluasi dalam kegiatan menghafal alQuran. Narasumber keempat yaitu dua orang siswa dari siswa tahfidz, informasi yang akan didapatkan mengenai hal-hal yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan dan kondisi dari diri siswa sendiri selama mengikuti tahfidz al-Quran. Dokumentasi Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang telah berlalu dan atau masih Dokumentasi dapat berupa karya-karya monumental dari seseorang. Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang telah didokumentasikan, antara lain rencana pelaksanaan tahfidz, lembar hafalan siswa dan lembar murajaah siswa. Teknik Analisis Data Analisis data merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan refleksi terus-menerus terhadap data, mengajukan pertanyaan-pertanyaan analitis dan menulis catatan singkat sepanjang penelitian (W. Creswell, 2013: . Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama dilapangan dan setelah selesai dilapangan. Analisis data sebelum di lapangan dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan atau data sekunder yang akan digunakan untuk menentukan fokus Namun, fokus penelitian ini masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti masuk dan selama di lapangan. Penggunaan model analisis data Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, reduksi data, dan penyajian data (Rosidi, 2008: . Hasil Penelitian dan Pembahasan Dalam Suryadi Mulyana menyebutkan unsur-unsur utama yang harus ada dalam perencanaan pembelajaran. Unsur-unsur utama tersebut meliputi tujuan, bahan pelajaran, metode atau teknik dan penilaian. (Susanto, 2013: . Dari beberapa unsur tersebut, dalam perencanaan kegiatan menghafalkan al-Quran yang perlu dilakukan yaitu meliputi merumuskan tujuan, bahan pelajaran yaitu mushaf yang digunakan dan ayat al-Quran yang akan dihafalkan, metode dalam menghafalkan alQuran dan penilaian atau tes menghafal alQuran. Kegiatan menghafal al-Quran di SD NU Awar-awar merupakan wujud dari visi sekolah itu sendiri, yakni berjiwa syiar Islam yang berakhlakul karimah, berprestasi dan cinta lingkungan. Sehingga melalui program unggulan ini yakni membimbing siswa menjadi generasi berjiwa Qurani, salah satu visi sekolah yaitu mensyiarkan Islam dapat Tujuan dari pelaksanaan kegiatan menghafal al-Quran di SD NU Awar-awar yaitu menanamkan jiwa Qurani pada siswasiswi, para pengajar, wali murid dan umumnya masyarakat di desa Awar-awar. Khoirul Anwar & Mufti Hafiyana Ae Metode ODOA (One Day One Aya. Selain itu dalam rangka menanamkan bagaimana al-Quran itu benar-benar sebagai pedoman utama bagi agama Islam. Beberapa sebelum kegiatan ini diadakan, diantaranya yaitu melihat bakat dan minat siswa, adanya dorongan dari orang tua, dan kemampuan guru membimbing siswa yang ingin mengikuti kegiatan tahfidz tersebut. Jadi, tidak semua siswa mengikuti kegiatan tahfidz al-Quran hanya beberapa anak saja yang mempunyai mempunyai bakat minat menghafalkan al-Quran. Setelah persiapan dilaksanakan, maka perencanaan kegiatan perlu dilakukan. Langkah awal dalam perencanaan yaitu menghafal al-Quran itu sendiri sebagaimana dipaparkan diatas yaitu menanamkan jiwa Qurani pada siswa-siswi, para pengajar, wali murid dan umumnya masyarakat di desa Awar-awar. Selain itu, unsur yang tidak kalah pentingnya yaitu bahan ajar yang Maksud dari bahan ajar disini yaitu ayat yang dihafalkan tiap anak tidak Namun kegiatan menghafal al-Quran di SD NU Awar-awar dimulai dari juz 30, juz 1 dan seterusnya. Musaf yang digunakan yaitu musaf pojok. Al-Quran pojok adalah sebutan untuk musaf al-Quran yang setiap halamannya diakhiri dengan penghabisan ayat. Al-Quran pojok atau juga sering disebut dengan alQuran sudut merupakan al-Quran standar yang dicetak dengan Rosm Ustmani . engikuti model penulisan khalifah Ustman RA. Istilah pojok yang dimaksud menggambarkan penulisan pada tiap pojok halamannya selalu menampilkan ayat secara . ttp://w. com//menjad wal-khataman-alquran-dengan-alquranpojo. Dengan demikian, musaf al-Quran ini sangat cocok digunakan para penghafal alQuran. Memudahkan para penghafal al- Quran dalam mempelajari tahap-tahap Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari kecuali hari minggu pada jam 04. 45 sampai Kegiatan yang dilaksanakan yaitu meliputi murajaah, talqin, tahfidz, tasmiAo sekaligus talaqqi dan takrir. Sedangkan penilaiannya berbentuk tes lisan, yaitu siswa maju satu persatu membacakan ayat yang sudah dihafal kepada guru yang dikenal dengan talaqqi dilaksanakan satu minggu satu kali. Dengan demikian, pada dasarnya perencanaan dalam kegiatan menghafal alQuran tidak berbeda dengan perencanaan pembelajaran di kelas, yaitu memuat unsurunsur penting yang harus dilakukan sebagaiman dipaparkan diatas. Perencanaa kegiatan menghafal al-Quran di SD NU Awar-awar sudah memuat unsur-unsur utama sebagaimana yang dikemukakan oleh Suryadi dan Mulyana, hanya saja untuk teknik sudah menyatu dalam metode menghafalkan al-Quran. Perencanaan yang dilaksanakan juga sudah dilengkapi dengan Persiapan dan perencanaan kegiatan menghafal al-Quran di SD NU Awar-awar dirumuskan sebagai berikut Tabel Tentang Persiapan dan Perencanaan Kegiatan Menghafal Al-Quran di SD NU Awar-awar Bentuk Langkah yang Persiapan/ Dipersiapkan/Direncan Perencanaan Persiapan Melihat bakat dan minat siswa SD NU Awar-awar Adanya al-Quran dari orang tua atau wali siswa SD NU Awar-awar Kemampuan JPII Volume 2. Nomor 2. April 2018 Perencanaa n kegiatan al-Quran dalam membimbing kegiatan menghafal al-Quran Tujuan. Qurani pada siswasiswi pengajar, wali murid masyarakat di desa Awar-awar Metode, yaitu terdiri dari talqin, tahfidz, tasmiAo dan talaqqi. Waktu pelaksanaan, yaitu pada jam 04. WIB sampai 06. Tempat pelaksanaan, yaitu di asrama SD NU Awar-awar. Musaf musaf pojok atau Bahan dimulai dari juz 30, juz 1 dan seterusnya. Bentuk yaitu tes lisan. Pelaksanaan metode ODOA (One Day One Aya. dalam meningkatkan kemampuan menghafal al-Quran siswa SD NU Awar-awar Metode ODOA merupakan metode menghafal al-Quran dengan menghafalkan satu ayat selama satu hari sampai benarbenar hafal di luar kepala. Secara teknis, langkah-langkah penerapan metode ODOA diantaranya yaitu : Pertama, ayat yang akan dihafalkan harus ditulis . engan huruf Arab beserta huruf Latinny. terlebih dahulu di papan tulis. Kedua, ayat yang sudah ditulis dibaca terlebih dahulu sepenggal demi sepenggal oleh guru atau pembimbing dengan suara lantang, jelas dan fasih . akhraj dan tajwidny. sambil diikuti oleh Ketiga. Guru atau pembimbing meminta siswa untuk mengulang penggalan ayat dengan melihat tulisan ayat di papan Keempat, sebagian ayat yang ditulis, kemudian dihapus hingga yang tersisa hanya huruf-huruf awal . ang menjadi huruf kunc. dari penggalan ayat tersebut. Kelima, guru atau pembimbing kembali meminta siswa untuk mengulang penggalan ayat dengan melihat huruf-huruf kunci di papan tulis. Keenam, setelah siswa benarbenar hafal, semua huruf-huruf kunci di papan tulis dihapus. Ketujuh, guru atau pembimbing mencontohkan hafalan ayat tadi dengan menggunakan irama yang sudah ditetapkan. Kedelapan, guru atau pembimbing menunjuk siswa satu per satu untuk menghafal ayat tadi dengan menggunakan irama di depan kelas. Kesembelian, dengan teknik ini secara otomatis siswa telah membaca sebanyak jumlah teman-temannya yang ada di kelas, karena masing-masing siswa menyimak saat temannya menghafal ayat tadi. (Machmud, 2015: . Selain langkah-langkah Masagus mengemukakan bahwa dalam penerapan metode One Day One Ayat dapat langkah-langkah pelaksanaanya diantaranya yaitu: Pertama, guru membacakan secara berulang-ulang ayat yang dihafal dengan dipotong-potong. Kedua, guru dapat memperdengarkan ayat yang dihafal dengan media elektronik seperti memakai MP3. Ketiga, anak disuruh mengulang bacaan ayat tadi. Keempat, usahakan untuk bersabar dan tidak tergesagesa. (Ismawati, 2016: . Adapun kegiatan menghafal al-Quran di SD NU Awar-awar dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas A . ebagian besar masih menghafalkan juz . dan kelas B . iswa yang sudah hafal juz 30 dan sedang menghafal juz 1 hingga juz . Meskipun Khoirul Anwar & Mufti Hafiyana Ae Metode ODOA (One Day One Aya. kelas dibagi dua, kegiatan yang dilakukan tidak berbeda jauh. Perbedaannya hanya pada kegiatan penutup dan jumlah ayat yang dihafalkan bagi penghafal juz amma. (Observasi: 2. Kegiatan ini tepatnya dilaksanakan di asrama SD NU Awar-awar, yaitu Pondok Pesantren Hidayatul Huffadz dimana untuk saat ini hanya siswa laki-laki yang berasrama yaitu berjumlah 10 orang. Kegiatan menghafal al-Quran dengan metode ODOA di SD NU Awar-awar yaitu meliputi beberapa langkah, diantaranya yaitu : Guru membacakan ayat yang akan dihafalkan siswa dengan suara lantang, jelas dan fasih . akhraj dan tajwidny. Dan siswa memperhatikan bacaan guru. Guru meminta siswa untuk membaca ayat yang baru saja dibacakan oleh guru. Siswa mengulang kembali membaca ayat al-Quran, jika bacaannya belum baik dan benar hingga bacaannya baik dan benar. Siswa menghafalkan ayat yang baru saja dibaca dengan cara membaca secara berulang-ulang baik dilakukan dengan sendirian atau bersama temannya. Siswa menyetor ayat yang sudah didepan guru. Guru memperhatikan bacaan siswa, dan akan membacakan ayat yang salah. Siswa hafalannya belum baik, benar dan lancar. Beberapa langkah diatas dilakukan oleh siswa dan guru selama kegiatan menghafal al-Quran belangsung dalam setiap harinya. Namun, sebelum siswa menambah hafalan baru siswa juga harus membacakan ayat yang sudah dihafalkan sebelumnya dengan maju satu pesatu memperdengarkan kepada guru. Setelah murajaah selesai, baru siswa dapat menambah hafalan baru sebagaimana langkah-langkah diatas. Penerapan metode ODOA yang telah dilaksanakan pada kegiatan menghafal alQuran di SD NU Awar-awar sudah sesuai dengan konsep metode ODOA yaitu satu hari satu ayat, yang artinya siswa dituntut untuk menghafalkan setiap hari sebanyak satu ayat atau lebih sesuai dengan panjang Namun, ada perbedaan antara langkah metode ODOA yang dikemukakan oleh Ammar Machmud sebagaimana teori diatas dengan langkah metode ODOA yang diterapkan dalam kegiatan menghafal alQuran SD NU Awar-awar. Berdasarkan teori diatas, langkah awal yang yang dilakukan adalah guru menuliskan ayat yang akan dihafalkan di papan tulis. Namun pada kegiatan menghafal al-Quran SD NU Awar-awar guru tidak melakukannya, melainkan langsung membacakan ayat al-Quran dan kemudian diikuti oleh siswa. Dan menurut Massagus langkah awal yang dilakukan yaitu guru membacakan secara berulang-ulang ayat yang dihafal dengan dipotong-potong. Sedangkan pada kegiatan menghafal al-Quran SD NU Awarawar guru tidak membacakan ayat al-Quran dengan dipotong-potong, akan tetapi membaca ayat al-Quran satu ayat. Perbedaan langkah yang dilaksanakan dalam kegiatan menghafalkan al-Quran di SD NU Awar-awar dengan teori yang menimbulkan perbedaan. Sehingga akan menyebut dua metode yang berbeda, meskipun caranya atau langkah dalam Karena yang demikian tidak merubah dari konsep metode ODOA itu sendiri. Berikut langkah-langkah pelaksanaan kegiatan menghafal al-Quran dengan metode ODOA di SD NU Awar-awar: JPII Volume 2. Nomor 2. April 2018 Tabel Pelaksanaan Kegiatan Menghafal Al-Quran Dengan Metode ODOA No. Bentuk Kegiatan Persiapan Kegiatan Pembuka Kegiatan Inti Kegiatan - Mengkondisikan siswa dengan posisi duduk membentuk - Siswa menyetorkan buku hafalan tertulis - Berdoa - Membaca ayat al-Quran juz 30 secara bersama-sama - Setiap siswa maju satu persatu membaca hafalan sebelumnya . Talqin - Guru membacakan ayat yang akan dihafalkan siswa dengan suara lantang, jelas dan fasih . akhraj dan Dan siswa memperhatikan bacaan guru. - Guru meminta siswa untuk membaca ayat yang baru saja dibacakan oleh guru. - Siswa membaca ayat al-Quran dan dan guru menyimak bacaan dengan teliti. jika bacaannya belum baik dan benar, maka diulang hingga bacaannya baik dan benar. Tahfidz - Siswa menghafalkan ayat yang baru saja dibaca dengan cara membaca secara berulang-ulang baik dilakukan dengan sendirian atau bersama temannya. TasmiAo dan Talaqqi - Siswa menyetor ayat yang sudah dihafalkan dengan membacakan didepan guru. - Guru memperhatikan bacaan siswa, dan akan membacakan ayat yang salah. - Siswa mengulang hafalan, jika hafalannya belum baik, benar dan lancar. Kegiatan Penutup - Membaca ayat al-Quran bersama-sama, khusus kelas A membaca juz 30 secara berurutan setiap hari - Berdoa Evaluasi Kegiatan Menghafal Al-Quran di SD NU Awar-awar Tes lisan adalah tes yang menuntut jawaban dari siswa dalam bentuk lisan. Dimana siswa akan mengucapkan jawaban dengan kata-katanya sendiri sesuai dengan pertanyaan atau perintah yang diberikan. Dalam teori evaluasi menyebutkan bahwa terdapat kelemahan dalam penggunaan tes lisan ini, yaitu memakan waktu yang cukup jika saat ujian lisan hanya ada seorang guru dan seorang siswa. (Airifin, 2013: . Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, bentuk evaluasi dalam kegiatan menghafal al-Quran di SD NU Awar-awar Khoirul Anwar & Mufti Hafiyana Ae Metode ODOA (One Day One Aya. yaitu tes lisan. Tes lisan ini dilakukan dengan cara siswa maju satu persatu kepada guru membacakan ayat yang sudah dihafalkan selama satu minggu dan sekaligus mengulang hafalan sebelumnya sebanyak satu halaman atau tiga surat atau lebih untuk surat-surat pendek. Adapun guru yang bertanggung jawab dalam evaluasi hafalan yaitu Ustadah Islamita Hasanah. Pd. Terlepas dari unsur kelemahan penjelasan dalam teori diatas, bukanlan pelaksanaan evaluasi menghafal al-Quran. Karena disesuaikan dengan kebutuhan masingmasing. Dan dalam kegiatan menghafal alQuran ini hanya tes lisan yang cocok digunakan untuk penilaiannya. Karena menyetorkan hafalan yang dalam hal ini merupakan tahap evaluasi dilakukan dengan siswa maju satu persatu membaca ayat alQuran ke hadapan guru secara langsung. Dan tentunya unsur subjektivitas sangat tidak mungkin terjadi. Tabel Data Hafalan Siswa SD NU Awar-awar bulan Februari dan Maret Nama Agus Dion Saputra Ahmad Fiqih Syauqish Ahmad Zidni Fahmi Irfani Al Fisha Bulan Februari Maret Juz 30 . l- Juz 30 . lAAol. Bala. Juz 30 Juz 1 . lBaqarah: Juz 2 . lBaqarah: Juz 2 . lBaqarah: Juz 30 . l- Juz 30 . l- Farel Abdillah Anindita Oktavia Putri Eldin Robbi Ardani Elfati Qurratu Ainia Hifni Alwan Al Farizi Ifan Audy Ihsan Affandi Kayla Ziyadatu r Risqa Kunti Nazilatil Kamila Lana Auva Dzikroni Moham mad Faiz Herdians Najwa Putri Salsabila Nur Satrio Wibowo Putri Anggrai Taskia Nur Fatimatu z Zahro AAol. Bala. Juz 1 . lBaqarah: Juz 30 . lInsyiqo. Juz 1 . lBaqarah: Juz 30 . lAoAla. Juz 1 . lBaqarah: Juz 30 Juz 1 . lBaqarah: Juz 1 . lBaqarah: Juz 1 . lBaqarah: Juz 1 . lBaqarah: Juz 30 . tTi. Juz 1 . lBaqarah: Juz 1 . lBaqarah: Juz 1 . lBaqarah: Juz 1 . lBaqarah: Juz 1 . lBaqarah: Juz 1 . lBaqarah: Juz 30 . tTakatsu. Juz 30 . lBala. Juz 30 . lAoAla. Juz 30 . tTi. Juz 30 . lQaria. Juz 1 . lBaqarah: Juz 1 . lBaqarah: Juz 2 . lBaqarah: Juz 1 . lBaqarah: Juz 1 . lBaqarah: Juz 2 . lBaqarah: JPII Volume 2. Nomor 2. April 2018 Berdasarkan tabel data hafalan siswa diatas menunjukkan bahwa dari 18 siswa tahfidz SD NU Awar-awar, 6 siswa sedang menghafalkan juz 30, 10 siswa sedang menghafalkan juz 1, dan 2 orang siswa sedang menghafalkan juz 2. Kesimpulan Pembahasan Penerapan Metode ODOA (One Day One Aya. dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal AlQuran Siswa SD NU Awar-awar dapat disimpulkan sebagai berikut: Perencanaan kegiatan menghafal alQuran di SD NU Awar-awar diantaranya pertama, tujuan dilaksanakannya kegiatan menghafal al-Quran di SD NU Awar-awar yaitu untuk mencetak siswa dapat hafal al-Quran dengan baik dan Kedua, metode yang digunakan yaitu ada empat, talqin, tahfidz, tasmiAo dan takrir, dan waktu kegiatan menghafal al-Quran yaitu setelah subuh 45 WIB sampai sebelum jam masuk sekolah jam 06. 30 WIB yang bertempat di SD NU Awar-awar setiap hari, kecuali hari minggu. Keempat. Mushaf yang digunakan yaitu dikenal dengan istilah mushaf pojok atau mushaf sudut yang dicetak dengan rosm ustmani. Pelaksanaan kegiatan mennghafal alQuran di SD NU Awar-awar dengan metode ODOA yaitu terdiri dari beberapa langkah. Guru membacakan ayat yang akan dihafalkan siswa dengan Dan memperhatikan bacaan guru. Langkah pertama, guru membaca ayat yang baru saja dibacakan oleh guru dengan baik dan benar. Kedua, siswa mengulang kembali membaca ayat al-Quran, jika bacaannya belum baik dan benar hingga bacaannya baik dan benar. Ketiga, siswa menghafalkan ayat yang baru saja dibaca dengan cara membaca secara berulang- Keempat, siswa menyetor ayat membacakan didepan guru. Kelima, guru memperhatikan bacaan siswa, dan akan membacakan ayat yang salah. Keenam, siswa mengulang hafalan, jika hafalannya belum baik, benar dan lancar. Evaluasi dalam kegiatan menghafal alQuran di SD NU Awar-awar yaitu berbentuk tes lisan. Tes ini dilakukan dengan cara siswa maju satu persatu membacakan ayat al-Quran yang telah dihafalkannya dengan baik dan benar. Tes hanya dilakukan satu minggu satu kali. Selain siswa menyetorkan hafalan, siswa juga harus sebanyak satu halam atau satu surat atau lebih bagi penghafala juz amma. Ha ini dilakukan agar hafalan siswa semakin Daftar Pustaka