The Effect Of Financial Technology Use And Financial Literacy On Financial Management Among Management Students At UNPAB Pengaruh Penggunaan Financial Technology Dan Literasi Keuangan Terhadap Pengelolaan Keuangan Pada Mahasiswa Prodi Manajemen UNPAB Novania Trifana . Ramadhan Harahap . Pipit Buana Sari . 1,2,. Study Program of Management. Faculty of Social and Science . Universitas Pembangunan Panca Budi Medan Email: . novania123@gmail. rahman41@yahoo. pipitbuana@dosen. ARTICLE HISTORY Received . Januari 2. Revised . Februari 2. Accepted . Februari 2. KEYWORDS FinancialTechnology. FinancialLiteracy. Financial Management. This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran penggunaan financial technology dan tingkat literasi keuangan dalam membentuk pengelolaan keuangan mahasiswa Program Studi Manajemen Stambuk 2022 Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data dari 80 responden yang dipilih secara Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan financial technology tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa, yang tercermin dari nilai signifikansi sebesar 0,118. Sebaliknya, literasi keuangan terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengelolaan keuangan dengan nilai signifikansi 0,000. Pengujian secara simultan menunjukkan bahwa financial technology dan literasi keuangan secara bersama-sama berkontribusi terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,443, yang berarti 44,3 persen variasi pengelolaan keuangan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan memahami dan mengelola keuangan memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan kemudahan teknologi dalam membentuk perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa. ABSTRACT This study aims to examine the role of financial technology use and financial literacy levels in shaping the financial management of students in the Management Study Program of the 2022 Panca Budi Development University. Medan. The study used a quantitative approach by collecting data from 80 randomly selected respondents. Data were obtained through questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The analysis results showed that financial technology use did not have a significant impact on student financial management, as reflected by a significance value of 0. Conversely, financial literacy was shown to have a significant impact on financial management with a significance value of 0. Simultaneous testing showed that financial technology and financial literacy jointly contributed to student financial management with a coefficient of determination of 0. 443, meaning that 44. 3 percent of the variation in financial management can be explained by these two variables. This finding confirms that the ability to understand and manage finances plays a more dominant role than technological convenience in shaping students' financial management behavior. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dan tercermin dari semakin luasnya pemanfaatan internet dalam aktivitas sehari-hari masyarakat. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet pada tahun 2024 telah mencapai 221 juta jiwa dan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 231 juta jiwa pada tahun 2025 dengan tingkat pertumbuhan sekitar 1Ae2 persen. Kondisi tersebut tidak hanya mencerminkan pesatnya perkembangan teknologi, tetapi juga berkontribusi terhadap pergeseran perilaku sosial dan ekonomi di masyarakat. Aktivitas individu di media sosial dalam lingkungan digital berperan dalam membentuk kecenderungan pola konsumsi dan gaya hidup tertentu, yang pada akhirnya dapat memengaruhi cara seseorang mengelola keuangannya. Paparan berulang terhadap gaya hidup konsumtif berpotensi meningkatkan tingkat pengeluaran, terutama apabila tidak diimbangi dengan kemampuan pengelolaan keuangan yang baik. Dalam kondisi tersebut, mahasiswa tergolong sebagai kelompok yang cukup rentan karena memiliki kecenderungan untuk cepat merespons perkembangan tren baru, sehingga pola pengeluaran yang dilakukan lebih banyak diarahkan pada pemenuhan keinginan daripada kebutuhan yang bersifat prioritas (Rosa & Listiadi, 2020. Siskawati & Ningtyas, 2. Kondisi tersebut semakin dipengaruhi oleh perkembangan Financial Technology yang menyediakan beragam kemudahan dalam mekanisme pembayaran digital, termasuk pemanfaatan uang Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 145 Ae 152 | 145 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 elektronik . -mone. dalam aktivitas transaksi. Transaksi non-tunai yang menawarkan kemudahan dan aksesibilitas tinggi dapat mendorong fleksibilitas konsumsi, namun berpotensi menurunkan tingkat kesadaran individu dalam memantau pengeluaran. Bagi mahasiswa, kemudahan ini sering kali memicu perilaku konsumsi yang tidak terencana dan sulit dikendalikan. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya tingkat literasi keuangan, yang selanjutnya menghambat kemampuan individu dalam menyusun perencanaan serta mengelola keuangan pribadinya secara efektif (Siskawati & Ningtyas. Literasi keuangan tidak semata-mata berkaitan dengan pemahaman terhadap konsep ekonomi dasar, melainkan juga mencakup kemampuan individu dalam mengenali berbagai risiko serta memahami dinamika keuangan secara komprehensif. Tingkat literasi keuangan yang rendah berpotensi menghambat individu dalam mengambil keputusan finansial yang tepat, sehingga dapat menimbulkan dampak kurang menguntungkan terhadap kondisi keuangan di masa depan (Damayanti & Nurhidayah. Selain itu, perbedaan dalam penerapan pengetahuan keuangan turut memengaruhi tingkat kesejahteraan ekonomi individu dalam kehidupan sehari-hari (Ramadhan Harahap, 2. Perencanaan keuangan dapat dipahami sebagai proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pengaturan sumber daya ekonomi individu agar dapat digunakan secara terarah. Dengan adanya perencanaan keuangan, individu memiliki dasar yang lebih kuat dalam menetapkan tujuan finansial serta mengelola dana secara efisien. Penerapan perencanaan yang baik memungkinkan individu tidak hanya memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mempersiapkan kebutuhan di masa mendatang secara Dengan demikian, perencanaan keuangan berperan dalam menjaga stabilitas kondisi finansial serta meminimalkan risiko permasalahan keuangan di masa depan (Pipit Buana Sari, 2. Hasil kajian empiris terdahulu mengungkapkan bahwa literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman konsep keuangan, tetapi juga berperan dalam menentukan perilaku individu dalam mengelola keuangannya. Penelitian Siskawati dan Ningtyas . menemukan bahwa literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa, sementara pemanfaatan layanan keuangan digital justru menunjukkan pengaruh negatif meskipun tetap signifikan. Temuan tersebut diperkuat oleh Napitupulu et al. yang menyatakan bahwa peningkatan pemahaman dan sikap keuangan, baik secara parsial maupun simultan, berkontribusi terhadap perbaikan perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa. Hasil-hasil penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan merupakan faktor kunci dalam menentukan kualitas pengelolaan keuangan individu. Penelitian ini memiliki perbedaan dengan studi-studi sebelumnya, khususnya dalam hal penekanan pada rendahnya literasi keuangan mahasiswa yang dihubungkan dengan pengendalian perilaku Fokus penelitian diarahkan pada upaya membatasi pembelian yang bersifat self-reward dan mengarahkan mahasiswa untuk memprioritaskan kebutuhan utama. Pendekatan tersebut dihara pkan dapat meningkatkan literasi keuangan melalui praktik pengelolaan keuangan yang lebih terencana dan berorientasi pada pemahaman kondisi finansial pribadi. Selain itu, penelitian ini mengkaji hubungan antara Financial Technology, literasi keuangan, dan pengelolaan keuangan dengan mempertimbangkan karakteristik objek penelitian yang secara khusus difokuskan pada mahasiswa Program Studi Manajemen Stambuk 2022 Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. LANDASAN TEORI Financial Technology (X. Financial Technology (FinTec. merupakan bentuk integrasi teknologi digital dalam sistem keuangan yang berperan dalam mengubah pola transaksi dari penggunaan uang tunai ke sistem pembayaran non-tunai. Pemanfaatan teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, kecepatan, serta akurasi dalam proses transaksi keuangan (Wardhana et al. , 2022. Ana Khofifa, 2. Seiring dengan perkembangannya. FinTech tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana pembayaran, tetapi juga mendorong transformasi ekosistem keuangan melalui inovasi produk, layanan, dan model bisnis berbasis Perkembangan tersebut memberikan dampak terhadap kinerja sistem keuangan secara menyeluruh, termasuk dalam menjaga stabilitas moneter serta meningkatkan tingkat keamanan, keandalan, dan kelancaran sistem pembayaran (Della Millenia Sari et al. , 2. Dalam penelitian ini, pemanfaatan Financial Technology diukur berdasarkan beberapa dimensi pengetahuan yang dikemukakan oleh Rasyid . serta Andiani dan Maria . , yang digunakan sebagai indikator untuk menilai sejauh mana individu memahami dan menggunakan layanan FinTech dalam aktivitas keuangan sehari-hari, yaitu: Manfaat penggunaan . Mudah digunakan . asy to us. Tampilan website . ebsite desig. Ketersediaan sistem . ystem availabilit. Privasi . 146 | Novania Trifana. Ramadhan Harahap. Pipit Buana Sari . The Effect Of Financial Technology Use And Financial Literacy On . Literasi Keuangan (X. Literasi keuangan merefleksikan kemampuan individu dalam memahami dan mengelola sumber daya finansial yang dimilikinya, mencakup pengaturan pendapatan hingga proses pengambilan keputusan terkait pemanfaatan serta pengembangan dana secara berkelanjutan (Perdana Oskar et al. Tingkat pemahaman keuangan yang baik mendorong individu untuk bersikap lebih rasional dalam menentukan pilihan finansial, termasuk dalam membangun kebiasaan menabung serta merencanakan kebutuhan jangka panjang. Dengan demikian, literasi keuangan dapat dipahami sebagai kecakapan esensial yang berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan kondisi keuangan individu. Selaras dengan pandangan tersebut. Otoritas Jasa Keuangan menjelaskan bahwa literasi keuangan mencakup integrasi pengetahuan, keterampilan, serta keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku individu dalam mengelola keuangan secara bertanggung jawab (OJK, 2019. Alfiyansyah et al. , 2. Dalam upaya mencapai tujuan finansial. Ulfatun et al. serta Siskawati dan Ningtyas . mengemukakan beberapa aspek pengetahuan utama yang menjadi dasar pembentukan literasi keuangan, yang digunakan sebagai indikator dalam penelitian ini, yaitu: Pengetahuan umum mengenai konsep dasar keuangan Pengetahuan mendalam tentang produk simpanan dan pinjaman Pemahaman mengenai asuransi Pengetahuan terkait instrumen investasi Pengelolaan Keuangan (Y) Pengelolaan keuangan dapat dipahami sebagai proses pengambilan keputusan individu dalam mengatur serta memanfaatkan sumber daya finansial agar digunakan secara terencana dan bertanggung Kemampuan tersebut tercermin dari cara individu menggunakan aset keuangan secara efektif untuk memenuhi kebutuhan serta mencapai tujuan finansial tertentu (Ana Khofifa, 2. Pengelolaan keuangan dalam praktiknya merupakan suatu rangkaian aktivitas manajerial yang tidak hanya berfokus pada pemakaian dana, tetapi juga pada proses perencanaan, pengendalian, serta pengawasan agar penyediaan dan pemanfaatan dana dapat berjalan secara optimal (Purba, 2021:114. Elizabet et al. Pengelolaan keuangan dapat dimaknai sebagai proses terintegrasi yang meliputi perolehan dana, pengaturan pembiayaan, dan pengelolaan aset yang diarahkan untuk mendukung pencapaian tujuan strategis (Kasmir, 2010. Dewi et al. , 2. Tingkat kualitas pengelolaan keuangan seseorang dapat tercermin dari perilaku keuangan yang ditunjukkan dalam aktivitas sehari-hari. Yunita . dan Napitupulu et al. mengemukakan bahwa kemampuan individu dalam mengelola keuangan dapat dievaluasi melalui beberapa indikator perilaku utama yang merepresentasikan kualitas pengelolaan keuangan, antara lain: Mengalokasikan dana sesuai dengan skala prioritas kebutuhan . ukan keingina. Memenuhi seluruh kewajiban finansial . tang/tagiha. secara tepat waktu Melakukan perencanaan keuangan yang terstruktur untuk memenuhi keperluan di masa depan Melaksanakan aktivitas menabung secara rutin Mengalokasikan sebagian dana untuk kebutuhan pribadi dan keluarga METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif, di mana pengujian hubungan antarvariabel dilakukan melalui penerapan metode analisis statistik. Desain penelitian yang digunakan bersifat asosiatif, dengan analisis regresi linier berganda sebagai metode untuk menguji keterkaitan antara variabel independen dan variabel dependen. Dalam penelitian ini. Financial Technology (X. dan Literasi Keuangan (X. berperan sebagai variabel bebas, sedangkan Pengelolaan Keuangan (Y) ditetapkan sebagai variabel terikat. Penelitian dilaksanakan pada mahasiswa Program Studi Manajemen Stambuk 2022 Fakultas Sosial dan Sains Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Populasi penelitian terdiri atas 392 mahasiswa aktif, dan penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik random sampling sehingga diperoleh 80 responden berdasarkan perhitungan rumus Slovin. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer yang diperoleh secara langsung melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Instrumen penelitian disusun dengan skala Likert sebagai alat ukur untuk menilai sikap, persepsi, dan penilaian responden terhadap fenomena pengelolaan keuangan yang diteliti (Sugiyono, 2. Tahap awal penelitian dilakukan melalui wawancara pendahuluan untuk mengidentifikasi permasalahan pengelolaan keuangan mahasiswa, yang kemudian dilengkapi dengan kegiatan observasi guna memperoleh pemahaman mengenai kondisi dan praktik pengelolaan keuangan di lingkungan penelitian. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 145 Ae 152 | 147 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Analisis data dilakukan dengan pengujian kualitas data untuk memastikan item pernyataan layak atau tidak dalam instrumen penelitian yaitu uji validitas suatu pernyataan dikatakan valid apabila nilai rhitung>rtabel, sedangkan reliabilitas instrumen ditunjukkan oleh nilai CronbachAos Alpha yang melebihi 0,60. Tahap selanjutnya dalam analisis data adalah pengujian asumsi klasik yang bertujuan untuk memastikan bahwa data memenuhi persyaratan dalam penggunaan model regresi linier berganda. Untuk memastikan kelayakan penggunaan model regresi, penelitian ini terlebih dahulu melakukan pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas guna mengetahui pola distribusi data, uji multikolinearitas untuk mendeteksi adanya keterkaitan antarvariabel independen, serta uji heteroskedastisitas untuk menilai kesamaan varians residual. Setelah seluruh asumsi tersebut terpenuhi, tahap selanjutnya adalah pengujian hipotesis untuk menganalisis hubungan antarvariabel yang diteliti. Uji t digunakan untuk mengidentifikasi pengaruh masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen, sedangkan uji F diterapkan untuk menilai pengaruh variabel independen secara simultan. Selain itu, koefisien determinasi (RA) digunakan untuk mengukur sejauh mana variabel independen mampu menjelaskan variasi pada variabel dependen. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Validitas Sumber: Data Diolah, 2025 Hasil pengujian validitas menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan pada variabel Financial Technology memenuhi kriteria kelayakan. Nilai koefisien korelasi setiap butir pernyataan tercatat lebih besar dibandingkan nilai rtabel tabel sebesar 0,220, sehingga seluruh instrumen pada variabel tersebut dinyatakan valid dan dapat digunakan dalam penelitian ini. Sumber: Data Diolah, 2025 Tabel 2. Pengujian validitas terhadap variabel Literasi Keuangan menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan memenuhi kriteria yang ditetapkan. Nilai rhitung pada setiap pernyataan tercatat lebih besar dibandingkan nilai rtabel sebesar 0,220, sehingga seluruh instrumen pada variabel Literasi Keuangan dinyatakan valid serta layak digunakan sebagai alat pengumpulan data dalam penelitian ini. 148 | Novania Trifana. Ramadhan Harahap. Pipit Buana Sari . The Effect Of Financial Technology Use And Financial Literacy On . Sumber: Data Diolah, 2025 Tabel 3. Hasil pengujian validitas pada variabel Pengelolaan Keuangan menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan telah memenuhi kriteria yang ditetapkan. Setiap nilai rhitung tercatat lebih besar dibandingkan nilai rtabel sebesar 0,220, sehingga seluruh instrumen pada variabel Pengelolaan Keuangan dinyatakan valid dan dapat diandalkan untuk digunakan dalam penelitian ini. Hasil Uji Reliabilitas Sumber: Data Diolah, 2025 Tabel 4. Hasil pengujian reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh variabel penelitian, yaitu Financial Technology (X. Literasi Keuangan (X. , dan Pengelolaan Keuangan (Y), memiliki nilai CronbachAos Alpha yang berada di atas batas minimum 0,60. Dengan demikian, instrumen penelitian dinyatakan konsisten dan reliabel sehingga layak digunakan sebagai alat pengumpulan data. Gambar 1. Grafik Normal P-P Plot of Regression Standarized Residual Sumber: Data Diolah, 2025 Berdasarkan gambar 2. diatas grafik Normal PAeP Plot, titik-titik data yang merepresentasikan 80 responden terlihat menyebar di sekitar garis diagonal serta mengikuti arah garis tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebaran residual mendekati distribusi normal, sehingga model regresi yang digunakan telah memenuhi asumsi normalitas data. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 145 Ae 152 | 149 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Sumber: Data Diolah, 2025 Berdasarkan tabel 5. Hasil uji KolmogorovAeSmirnov menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. sebesar 0,200 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05. Dengan demikian, secara statistik data penelitian dinyatakan berdistribusi normal dan memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam analisis Sumber: Data Diolah, 2025 Hasil pengujian yang disajikan pada Tabel 6 menunjukkan bahwa kedua variabel independen, yaitu Financial Technology (X. dan Literasi Keuangan (X. , memiliki nilai tolerance sebesar 0,544 yang melampaui ambang batas 0,10, serta nilai VIF sebesar 1,839 yang berada di bawah batas maksimal 10. Temuan ini mengindikasikan bahwa antarvariabel independen tidak saling berkorelasi secara kuat, sehingga model regresi yang digunakan tidak mengalami permasalahan multikolinearitas. Gambar 2 Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot Sumber: Data Diolah, 2025 Gambar 3. diatas hasil pengujian heteroskedastisitas, titik-titik data yang merepresentasikan 80 responden terlihat menyebar secara acak tanpa membentuk pola tertentu serta tersebar baik di atas maupun di bawah garis nol pada sumbu Y. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa model regresi tidak mengalami gejala heteroskedastisitas. Sumber: Data Diolah, 2025 150 | Novania Trifana. Ramadhan Harahap. Pipit Buana Sari . The Effect Of Financial Technology Use And Financial Literacy On . Hasil pengujian parsial menunjukkan bahwa variabel Financial Technology (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,118 yang berada di atas taraf signifikansi 0,05, dengan nilai t hitung sebesar 1,581 yang lebih kecil dibandingkan nilai ttabel sebesar 1,990. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa Financial Technology tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Pengelolaan Keuangan (Y), sehingga hipotesis pertama (H. dinyatakan tidak didukung. Sebaliknya, variabel Literasi Keuangan (X. menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berada di bawah taraf signifikansi 0,05, serta nilai t hitung sebesar 4,760 yang lebih besar dibandingkan nilai ttabel sebesar 1,990. Hasil ini menunjukkan bahwa Literasi Keuangan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pengelolaan Keuangan (Y), sehingga hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh tersebut dapat diterima. Sumber: Data Diolah, 2025 Hasil uji-f secara simultan menunjukkan bahwa kombinasi variabel Financial Technology (X. dan Literasi Keuangan (X. menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berada di bawah taraf signifikansi 0,05. Selain itu, nilai Fhitung sebesar 32,479 lebih besar dibandingkan nilai Ftabel sebesar 3,12. Temuan ini mengindikasikan bahwa Financial Technology dan Literasi Keuangan secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Pengelolaan Keuangan (Y), sehingga hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh simultan dapat diterima. Sumber: Data Diolah, 2025 Nilai Adjusted R Square yang diperoleh sebesar 0,443 menunjukkan bahwa sebesar 44,3% variasi dalam Pengelolaan Keuangan dapat dijelaskan oleh kombinasi variabel Financial Technology dan Literasi Keuangan. Sementara itu, sisanya 100% - 44,3%= 55,7% variasi lainnya dipengaruhi oleh faktorfaktor lain di luar variabel yang dianalisis dalam penelitian ini. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka kesimpulan utama dari hasil penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : Perilaku konsumsi mahasiswa masih menunjukkan kecenderungan yang mengarah pada pemenuhan keinginan dibandingkan kebutuhan utama. Kondisi ini menegaskan pentingnya pengendalian diri dalam mengelola pengeluaran, khususnya dengan mengurangi pembelian yang bersifat impulsif atau self-reward agar pengelolaan keuangan dapat dilakukan secara lebih rasional. Financial Technology (FinTec. secara parsial tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Hal ini mengindikasikan bahwa kemudahan akses dan penggunaan teknologi keuangan belum tentu diikuti oleh kemampuan pengelolaan keuangan yang baik tanpa disertai pemahaman yang memadai. Literasi keuangan secara parsial terbukti memberikan pengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Semakin baik tingkat pemahaman mahasiswa terhadap konsep dan pengelolaan keuangan, semakin efektif pula kemampuan mereka dalam mengatur keuangan secara bertanggung jawab. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 145 Ae 152 | 151 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Secara simultan. Financial Technology dan literasi keuangan memiliki peran dalam memengaruhi pengelolaan keuangan mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi keuangan akan memberikan hasil yang lebih optimal apabila didukung oleh tingkat literasi keuangan yang memadai. Saran Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi akademisi maupun lembaga keuangan dalam menyusun program edukasi keuangan yang lebih terarah bagi mahasiswa. Pengenalan dan pemahaman terhadap produk serta layanan Financial Technology perlu disertai dengan penekanan pada penggunaan yang bijak agar pemanfaatan teknologi keuangan dapat mendukung perilaku pengelolaan keuangan yang sehat dan tidak mendorong kecenderungan konsumtif. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan cakupan variabel yang diteliti guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pengelolaan keuangan. Selain itu, penggunaan jumlah sampel yang lebih besar dan beragam disarankan agar hasil penelitian memiliki tingkat akurasi dan daya generalisasi yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA