JPMB (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO) -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 4 NOMOR 2 DESEMBER 2020 (Halaman 123-. Diterima: Mei 2019 Dipublikasikan: Desember 2020 EDUKASI MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING BAGI GURU SMA SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI PEMBELAJARAN EFEKTIF DI ERA NEW NORMAL Education Of Blended Learning Models For High School Teachers As An Effective Learning Solution In The New Normal Era Aidil Adhani1*. Nursia2 Jurusan Pendidikan Biologi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Penddidikan. Universitas Borneo Tarakan. Jl. Amal Lama No. 1 Ae Kotak Pos No. 77123 Ae Tarakan 20221 * Penulis Korespodensi : adhani89@gmail. ABSTRAK New Normal merupakan bentuk kebiasaan baru yang hampir ditemukan di setiap bidang selama pandemi covid-19, tidak terkecuali bidang Pendidikan. Guru sebagai fasilitator utama dalam pelakansanan pembelajaran di sekolah memiliki peran penting untuk membiasakan kebiasaan baru . ew norma. bagi peserta didiknya. Guru perlu melakukan beberapa penyesuaian dalam kegiatan belajar mengajar, mulai dari tahap perencaan hingga evaluasi pembelajaran. Kebijakan pemerintah terkait pelaksanaan pembelajaran secara daring mengharuskan guru untuk menyesuaikan kegiatan belajar mengajar yang Salah satu solusi sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru yaitu menerapkan pembelajaran blended learning. Oleh karena itu, guru-guru dianggap perlu memperoleh edukasi yang tepat mengenai pembelajaran blended learning. Informasi diberikan melalui kegiatan webinar. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh informasi bahwa 87% guru peserta webinar memperoleh pengetahuan baru mengenai blended learning. Kata Kunci: new normal, covid-19, webinar, blended learning ABSTRACT The new normal is a form of new habit found in almost every field during the Covid-19 pandemic, including the field of Education. The teacher as the main facilitator has an important role in implementing learning in schools to get used to new habits . ew norma. for their students. Teachers who do some learning in teaching and learning activities, starting from the planning stage and learning evaluation. Government policies regarding the implementation of learning bravely require teachers to adjust teaching and learning activities carried out. One solution is a form of adaptation to new habits that applies mixed learning. Therefore, teachers need to get proper education about blended Information is provided through webinars. Based on the results of the data analysis, it was found that 87% of the webinar participant teachers gained new knowledge about blended learning. Keywords: new normal, covid-19, webinar, blended learning Aidil. Nursia. EDUKASI MODEL PEMBELAJARANA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JPMB (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO) . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 4 NOMOR 2 DESEMBER 2020 (Halaman 123-. pembelajaran yang menggabungkan antara PENDAHULUAN Corona Virus Diseases 2019 (Covid-. memberikan efek yang sangat besar bagi pembelajaran secara online. Semler . dunia global. New Normal merupakan mengemukakan bahwa blended learning bentuk kebiasaan baru yang hampir menggabungkan aspek terbaik dari ditemukan di setiap bidang selama pandemi pembelajaran online, kegiatan tatap muka, covid-19, dan praktik yang sifatnya kontekstual. Pendidikan. Sesuai dengan sebutannya Berdasarkan latar belakang tersebut, maka Aukebiasaan baruAy, maka para pelaku guru-guru SMA, khususnya di Kalimantan Pendidikan tentu saja perlu melakukan Utara perlu dibekali edukasi terkait kegiatan adaptasi dalam menjalankan kegiatannya. pembelajaran dengan menerapkan blended Guru sebagai fasilitator utama dalam learning di era new normal. Pembelajaran pelakansaan pembelajaran di sekolah dengan blended learning akan menjadi salah memiliki peran penting untuk membiasakan satu solusi model pembelajaran bagi guru kebiasaan baru . ew norma. bagi peserta agar kegiatan belajar mengajar bisa tetap Guru perlu melakukan beberapa penyesuaian dalam kegiatan belajar mengajar, mulai dari tahap perencaan METODE hingga evaluasi pembelajaran. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pembelajaran secara daring merupakan pengabdian ini berupa kombinasi metode salah satu bentuk kebiasaan baru yang difusi ipteks dan advokasi. Ada dua kegiatan ditempuh untuk tetap bisa melaksanakan utama yang dilakukan, yaitu pemberian kegiatan belajar mengajar di setiap satuan pengetahuan dan informasi mengenai model Pendidikan. Bagi sekolah-sekolah yang blended learning yang dapat diterapkan sudah terbiasa dengan pembelajaran daring, dalam pembelajaran di era new normal tentu hal tersebut bukanlah sebuah masalah. melalui sosialisasi via webinar dengan Berbeda halnya dengan sekolah yang aplikasi zoom meeting dan pengaplikasian terbiasa dengan pembelajaran tatap muka, pengetahuan melalui pembuatan RPP pada maka perlu banyak persiapan dan mata pelajaran biologi. Pemberian edukasi pembiasaan untuk melaksanakan kegiatan dengan zoom meeting berlangsung selama 4 belajar mengajar. Guru harus mampu jam dan juga disiarkan melalui radio Menyusun rencana pembelajaran yang ROMANSA dari sekolah mitra pengabdian sesuai dengan kondisi sekolah maupun (SMA Negeri 1 Taraka. Hal tersebut dapat terlihat pada Setelah kegiatan utama dilakukan, maka perencanaan pembelajaran (RPP) yang peserta kegiatan webinar diberikan evaluasi disusun oleh guru. dalam bentuk angket yang memuat persepsi RPP memuat beberapa komponen utama, mereka terkait pembelajaran blended salah satunya yaitu model dan metode Keberlanjutan dari kegiatan pembelajaran yang akan digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran. Salah pendampingan ataupun bimbingan teknis satu model yang sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran daring yaitu blended Blended pembelajaran daring. Aidil. Nursia. EDUKASI MODEL PEMBELAJARANA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JPMB (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO) . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 4 NOMOR 2 DESEMBER 2020 (Halaman 123-. diketahui bahwa 87% peserta webinar memperoleh pengetahuan baru terkait blended learning. Blended learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan sejumlah alat pembelajaran seperti sistem pendukung kinerja elektronik, perkuliahan berbasis web . eb cours. dan kolaborasi antara penggunaan software dengan kelas tatap muka (Singh, 2. Pembelajaran yang umumnya diterapkan meilbatkan bantuan internet ataupun software, namun hanya sebagai pendukung kegiatan belajar utama . eb enhance Menurut Prawiradilaga . Web Enhance Course pemanfaatan internet hanya sebagai pendukung dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang ada di kelas tatap muka . eb lite Cours. Beberapa responden/ peserta menyatakan bahwa pembelajaran yang dilakukan sudah menyerupai blended learning, namun belum terstruktur sebagaimana mestinya. Blended learning itu sendiri memiliki banyak jenis/ Menurut Huang, dkk . , secara umum blended learning memiliki tiga Pertama adalah fleksibilitas dalam menyediakan sumber belajar. Blended learning diposisikan sebagai strategi pembelajaran, yang dikembangkan dalam lingkungan belajar virtual . irtual learning environmen. , dengan kata lain memanfaatkan jaringan internet dalam Karakteristik kedua yaitu pembelajaran yang bervariasi. Karena Gambar 1. Penyampaian Materi Blended Learning Oleh peserta didik memiliki perbedaan gaya Narasumber (Sumber: Dokumentasi Tim PKM) kemampuan belajar, maka blended learning Setelah pemberian informasi kepada harus mampu memfasilitasi dengan memungkinkan terjadinya pembelajaran memberikan postes berupa angket terbuka individual atau pembelajaran mandiri. Guru dan tertutup sebagai bentuk evaluasi dapat menggunakan pendekatan gabungan Berdasarkan hasil analisis data, untuk memenuhi kebutuhan peserta didik Aidil. Nursia. EDUKASI MODEL PEMBELAJARANA HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini merupakan sosialisasi yang bertujuan untuk memberi edukasi terkait pembelajaran blended learning kepada guru-guru SMA di Kalimantan utara. Pemberian informasi terkait pembelajaran blended learning dianggap penting mengingat pembelajaran di era new normal saat ini sangat bergantung pada pembelajaran online . Berdasarkan data hasil analisis angket, diketahui bahwa masih ada 47% guru SMA di Kalimantan utara . eserta webina. yang pembelajaran blended learning. Sehingga, kegiatan berupa pemberian informasi terkait blended learning oleh narasumber menjadi poin penting dalam pengabdian ini. Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JPMB (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO) . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 4 NOMOR 2 DESEMBER 2020 (Halaman 123-. yang beragam dan untuk memberi menyatakan bahwa penggunaan whatsapp pengalaman belajar yang sama bagi setiap group sebagai media komunikasi dan peserta didik. Ketiga yaitu blended learning pembelajaran menjadi pilihan utama. dapat memungkinkan guru meningkatkan Pemberian tugas dan sebagian besar praktik pembelajaran yang ada. Misalnya, pelaksaanaan pembelajaran menggunakan jika sebelumnya guru biasa meminta peserta aplikasi tersebut. Selain whatsapp, google didik untuk menyerahkan tugas melalui classroom dan facebook massanger juga makalah, tetapi sekarang peserta didik cukup mengirimkan tugas mereka melalui dimanfaatkan oleh guru. Hal ini sejalan email dan kemudian mengevaluasi kinerja dengan penelitian yang dilakukan oleh mereka dengan e-Portofolio. Contoh lain. Qamar, dkk . bahwa Whatsapp dapat jika dulu mengajar siswa dengan pendekatan menjadi alat yang menjanjikan untuk yang biasanya berpusat pada guru, tetapi mendukung komunikasi dan kolaborasi di sekarang pembelajaran individual . erpusat dalam dan di luar kelas. Lam . juga pada sisw. menjadi hal yang sering melaporkan hal serupa bahwa peserta didik terlibat dalam pembelajaran melalui Pembelajaran yang dilakukan secara penggunaan WhatsApp dan Facebook untuk daring dilengkapi dengan kegiatan mandiri mentransfer, berbagi, dan mengkonstruksi di luar sekolah. Salah satu jenis pengetahuannya baik dalam pembelajaran pembelajaran blended learning yang paling diminati oleh peserta webinar berdasarkan Penggunaan zoom meeting terbatas bagi data angket yaitu flipped classroom. guru-guru di daerah yang memiliki akses Sebanyak 75% peserta menyatakan tertarik internet yang stabil. untuk menerapkan blended learning tipe Data yang diperoleh yaitu sebanyak 52% flipped classroom pada pembelajarannya. peserta webinar menyatakan masih Flipped classroom dapat dimaknai dengan terkendala dengan faktor jaringan dan sarana yang dapat digunakan dalam kegiatan masalah di dalam kelas . elas darin. dan belajar daring, seperti handphone dan menggantikan pembelajaran langsung laptop/PC. Hal tersebut tentu saja menjadi dengan video untuk menyediakan materi pertimbangan guru dalam pemilihan media pembelajaran yang dapat diakses kapanpun komunikasi dan pembelajaran selama dan dimanapun oleh peserta didik pembelajaran daring. Masih adanya siswa (Bergmann & Sams, 2. yang belum memiliki gadget pribadi Pemanfaatan blended learning dapat menjadi kendala yang sampai saat ini masih memamfaatkan moodle, namun dalam menjadi perhatian guru. Selain itu, faktor kondisi pembelajaran di Kalimantan utara keluarga juga sangat mempengaruhi sebagai daerah perbatasan, akses internet kelancaran kegiatan belajar mengajar yang yang stabil juga masih terbatas di daerahdilaksanakan secara daring. daerah tertentu. Bagi guru-guru SMA yang ada di pelosok atau daerah yang masih PENUTUP terbatas akses jaringan internet, maka Berdasarkan hasil analisis data dan pembelajaran membutuhkan aplikasi yang pembahasan, maka dapat disimpulkan tidak terlalu bergantung dengan internet bahwa peserta webinar dengan tema edukasi yang stabil. Sebanyak 92% peserta webinar blended learning sebagai upaya untuk Aidil. Nursia. EDUKASI MODEL PEMBELAJARANA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JPMB (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO) . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. pembelajaran efektif di era new normal memperoleh informasi baru terkait tekhnis pelaksanaan blended learning. Hal ini terlihat dari data analisis angket yang menunjukkan bahwa sebanyak 87% peserta webinar memperoleh informasi baru mengenai blended learning. UCAPAN TERIMAKASIH