Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 1. Mei 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: https://doi. org/ 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. DETERGEN CAIR RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS METIL ESTER SULFONAT (MES): STEM PROJECT-BASED LEARNING DI SMA MUHAMMADIYAH 9 KOTA BEKASI Nining Nining*. Yeni Yeni. Anisa Amalia Program Studi Farmasi. Fakultas Farmasi dan Sains. Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, Kota Jakarta Timur. Indonesia *Korespondensi : nining@uhamka. Abstrak Salah satu permasalahan terkait isu kerusakan ekosistem perairan akibat pencemaran lingkungan di Indonesia adalah penggunaan detergen berbahan dasar surfaktan yang sulit terdegradasi secara alami oleh Pembuatan produk detergen cair ramah lingkungan berbahan dasar surfaktan MES dapat menjadi pembelajaran siswa dengan konsep STEM project-based learning model low carbon. Model ini merupakan pendekatan yang lebih praktis untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan merupakan bagian dari learning community untuk pembelajaran berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan sebagai kegiatan kolaborasi universitas dengan sekolah dalam penerapan STEM untuk pembelajaran kimia. Kegiatan ini adalah bentuk alternatif dalam pembelajaran kimia untuk menstimulasi daya tarik dan minat siswa terhadap materi pembelajaran yang sering dianggap sulit. Metode kegiatan mengadopsi metode simulasi dan eksperimental secara berkelompok dalam pengoptimalan penyampaian Berdasarkan data evaluasi yang diuji-t berpasangan, terdapat peningkatan pemahaman siswa terkait materi secara bermakna . <0,. dengan peningkatan nilai rerata tes dari 40,44 menjadi 89,56. Selain itu, partisipasi aktif dan antusiasme juga ditunjukkan oleh sebagian besar peserta kegiatan. Kata kunci: detergen cuci cair, eco-friendly, surfaktan nabati. Abstract One of the problems related to the issue of damage to aquatic ecosystems due to environmental pollution in Indonesia is the use of surfactant-based detergents, which make it difficult for people to degrade Making environmentally friendly liquid detergent products made from MES surfactants can be a learning experience for students using the low-carbon STEM project-based learning model concept. This model is a more practical approach to developing creative thinking skills and is part of a learning community for continuous learning. This service activity is collaborative between universities and schools in applying STEM to chemistry learning. This activity is an alternative form of learning chemistry to stimulate students' fascination and interest in learning material, which is often considered The activity method uses group simulation and experimental methods to optimize material Based on evaluation data that was paired t-tested, there was a significant increase in students' understanding of the material . <0. with an increase in the average test score from 40. 44 to 89. Apart from that, most of the activity participants also showed active participation and enthusiasm. Keywords: liquid washing detergent, eco-friendly, vegetable-derived surfactant. Submit: Mei 2024 Diterima: Mei 2024 Publis: Mei 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol 8 No 1. Mei 2024 tetapi juga proses analisis dan kreatif dalam pencarian solusi terhadap suatu Kemendikbud pada tahun 2016 menyampaikan bahwa materi belajar kimia adalah rangkaian dari sains yang didapatkan dan ditumbuhkan berlandaskan eksperimen untuk menjawab soal mengapa, apa, fenomena-fenomena alam (Damayanti et al. , 2. PENDAHULUAN SMA Muhammadiyah 9 Kota Bekasi merupakan bagian dari lembaga pendidikan Muhammadiyah yang telah dikelola sejak tahun 1985. Lokasinya berada di Jl. Kimangun Sarkoro No. Kota Bekasi. Provinsi Jawa Barat seperti yang diperlihatkan pada Gambar Keberadaannya tidak lepas dari Muhammadiyah sebenar-benarnya masyarakat islam melalui pendidikan (Muhammadiyah, 2. Program unggulan yang dicanangkan sekolah level SMA tersebut yaitu STEM yang merupakan kependekan dari Science. Technology. Engineering Mathematic integratif berbagai aspek seperti matematik, teknik, teknologi, dan sains selama proses pembelajaran dengan penekanan pada pencarian solusi atas masalah nyata kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini mengajarkan siswa mengenai prinsip dasar, konsep, teknologi, teknik sains, dan matematik pengembangan sistem, produk, dan proses yang berguna bagi kehidupan manusia (Nugroho et al. , 2019. Suwardi, 2. Salah satu permasalahan terkait isu kerusakan ekosistem perairan akibat pencemaran lingkungan di Indonesia adalah penggunaan detergen berbahan dasar surfaktan yang sulit terdegradasi secara alami oleh masyarakat (Chasani et al. , 2014. Lestari, 2. Produk detergen cair yang lebih ramah lingkungan seperti surfaktan minyak nabati dapat menjadi alternatif dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap surfaktan dalam kandungan produk sehari-harinya. Salah satu surfaktan berbahan dasar oleo adalah MES . etil ester sulfona. berupa surfaktan anionik yang sebagian besar bersumber dari metil ester berbahan dasar minyak sawit. Surfaktan jenis ini yang juga disebut green surfactant memiliki keunggulan dibandingkan LABS seperti detergensi yang lebih baik dengan dosis yang sedikit lebih rendah, biodegradabilitas yang lebih besar, toleransi yang lebih tinggi terhadap air sadah, toksisitas yang lebih rendah terhadap lingkungan, dan kompatibilitas kulit yang lebih baik (Low et al. , 2. Gambar 1. Lokasi SMA Muhammadiyah 9 Kota Bekasi Pembelajaran STEM digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pembelajaran STEM ramah . ow dilaksanakan berbasis proyek. STEM low carbon merupakan pendekatan mengembangkan keterampilan berpikir Rendahnya keterlibatan siswa dalam proses belajar akan berakibat pada mandeknya kecakapan siswa dalam bernalar secara kritis dan bekerja secara tim. Sedangkan kenyataannya pembelajaran kimia tidak semata-mata kemampuan menginterpretasi konsep Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Siswa belajar tentang masalah dunia nyata dan diminta untuk merancang dan mengerjakan proyek untuk menyelesaikannya (Indriyanti et , 2021. Khasanah et al. , 2. Contoh STEM berbasis proyek ini adalah pembuatan detergen cair berbahan dasar surfaktan yang ramah lingkungan seperti MES. Penerapan merupakan bagian dari learning berkelanjutan (Indriyanti et al. , 2. Mitra SMA Muhammadiyah di Kota Bekasi yang memiliki kebutuhan kolaborasi dengan menerapkan pembelajaran dengan STEM. Berdasarkan analisis situasi yang dijelaskan sebelumnya, permasalahan prioritas yang akan ditangani dalam kegiatan pengabdian ini yaitu: Vol 8 No 1. Mei 2024 (Nining & Yeni, 2. Adapun pelaksanaan pengabdiaan ini dibagi dalam beberapa tahapan: Koordinasi dengan pihak mitra dan persiapan kegiatan Proses penyelarasan antara tujuan kegiatan pengabdian dan kebutuhan siswa dilakukan bersama dengan pemangku kebijakan di sekolah SMA Muhammadiyah 9 Kota Bekasi. Pada tahap ini juga dilakukan pengurusan administrasi, penyusunan rangkaian acara, dan pembuatan materi serta konsep pembelajaran yang akan Pelaksanaan kegiatan Kegiatan diawali dengan diskusi dan pemberian materi secara teoritis Materi permasalahan pencemaran lingkungan perairan yang kemudian diarahkan kepada pembuatan alternatif produk ramah lingkungan sebagai salah satu penanggulangan permasalahan tersebut. Konsep dan mekanisme produk ramah lingkungan juga dijelaskan hingga diperoleh konsep formula produk yang akan dipraktekkan. Praktek pembuatan detergen ramah lingkungan dibuat dengan basis MES dan sodium laureth sulphate (SLES) sebagai pembanding. Proses dalam lingkup skala kecil dengan penyesuaian kondisi laboratorium Kegiatan praktek meliputi cara penggunaan bahan-bahan penyusun detergen, prosedur perlakuan dan pencampuran bahan, serta sampai proses pengemasan produk. Prosedur pembuatan deterjen cair mengikuti metode yang dilakukan oleh Nining dengan sedikit modifikasi (Nining et al. , 2. Formulanya adalah Belum pernah dilakukan projectbased learning pembelajaran IPA berbasis produk terapan kimia dengan prinsip STEM yang didampingi instruktur yang berasal dari luar sekolah Terbatasnya alat dan bahan serta konsep penerapan pembelajaran kimia berbasis produk sehari-hari pada materi senyawa organik Dengan pengabdian ini dilakukan sebagai kolaborasi universitas dengan mitra dalam menerapkan STEM dalam pembelajaran kimia berupa proyek pembuatan deterjen cair. METODE PELAKSANAAN Kegiatan dilaksanakan dengan metode simulasi dan eksperimental mengoptimalkan penyampaian materi Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Tabel 1. Formula detergen cair berbasis MES dan SLES N Formula 1 o Baha Juml Formula 2 Baha SLES 15% MES Coca DEA Coca DEA Surfakt an non NaO H 1% Aqua Pewar Pewa NaCI NaO H 1% Aqua Pewa Pewa Pengen Pening kat pH Pelarut dilaksanakan pada hari jumat tanggal 12 Januari 2024 di laboratorium SMA Muhammadiyah 9 Kota Bekasi dengan peserta berasal dari kelas XII sebanyak 52 siswa. Fungsi Vol 8 No 1. Mei 2024 Surfakt Evaluasi Kegiatan Gambar 2. Diskusi dan penyampaian materi awal oleh narasumber yaitu apt. Yeni. Si. dan apt. Nining. Si. Diawal dan diakhir kegiatan pengabdian dilakukan evaluasi berupa tes tertulis sebagai alat ukur untuk mengukur tingkat kesuksesan kegiatan dan menetapkan kedalaman wawasan siswa mengenai bahan materi serta praktek yang dilakukan selama kegiatan pengabdian. Pertama, dilakukan diskusi dan penyampaian materi terlebih dahulu terkait permasalahan lingkungan berupa penggunaan detergen yang sulit terurai secara alami (Gambar . Limbah menyebabkan kematian ekosistem yang hidup di lingkungan perairan akibat racun dan busa yang menutupi permukaan air dan mengganggu perputaran oksigen yang menjadi (Lestari, 2. Penggunaan produk alternatif yang eco-friendly seperti sabun berbasis herbal dan detergen berbahan dasar surfaktan minyak nabati menjadi opsi yang dapat dilakukan HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap dengan melakukan survey lokasi dan komunikasi dengan mitra sekolah yang dilakukan pada dua bulan sebelum aktualisasi kegiatan. Pada tahap ini, mengenai pembelajaran kimia yang telah diterima oleh siswa. Informasi Kegiatan pengabdian Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol 8 No 1. Mei 2024 lingkungan tersebut (Fatmawati et al. Nining et al. , 2. Peserta juga diberikan informasi mengenai standar pedoman dalam beserta prosedur uji produk pembersih pakaian dengan kandungan utama berupa bahan surfaktan. Standar tersebut dikeluarkan oleh BSN yaitu SNI 4075-1:2017 yang merupakan revisi dari standar sebelumnya yaitu SNI 06-4075-1996 yang berkaitan dengan produk deterjen cuci cair. Adapun persyaratan mutu detergen cuci cair untuk pakaian berdasarkan standar terbaru adalah sebagai berikut: (BSN. Gambar 3. Praktek produksi deterjen cuci cair meliputi penimbangan bahan . dan pencampuran bahan . Tabel 2. Persyaratan mutu detergen cuci cair untuk pakaian Parameter Level pH . % laruta. Berat jenis . AC) Senyawa tidak larut air (%, fraksi mass. Jumlah surfaktan (%, fraksi mass. Nilai surfaktan (%) Batasan 5 Ae 10 1,0 Ae 1,5 Maksimal Minimal 14 Deterjen campuran bahan-bahan berbentuk cairan homogen yang mengandung sabun atau surfaktan yang ditujukan menimbukkan iritasi pada kulit (BSN. MES dikenalkan sebagai bahan utama pembuatan detergen yang lebih ramah lingkungan dibandingkan LABS. MES adalah surfaktan anionik yang berasal dari bahan baku oleokimia (Maurad et al. , 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MES memiliki biodegradabilitas yang lebih baik dibandingkan LABS karena waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat degradasi 60% jauh lebih singkat dibandingkan LABS. Selain itu. MES memiliki eco-toxicity yang lebih rendah karena LC50 MES lebih tinggi dibandingkan LAS yang berarti memerlukan konsentrasi MES yang lebih tinggi untuk membunuh 50% ikan (Low et al. , 2. Prosedur pembuatan detergen cair berbasis MES berbeda dengan basis SLES. MES harus Minimal 60 Selanjutnya para siswa dibuat menjadi 5 kelompok besar dan 4 kelompok diminta untuk praktek membuat detergen cair berbasis MES dan SLES serta 1 kelompok mempersiapkan alat kemas produk. Secara objektif, sebagian besar siswa berpartisipasi aktif dan menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan praktek produksi detergen seperti yang ditunjukkan Gambar 3. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol 8 No 1. Mei 2024 Tabel 3. Nilai tes peserta sebelum kegiatan (N. dipanaskan agar dapat larut dalam air sedangkan SLES dapat langsung larut dalam air dingin. Adapun formulasi sediaan kedalam bentuk detergen cair Detergen cair mudah larut seluruhnya dalam air, bahkan dalam air sejuk atau dingin sekalipun. Selain itu, masalah penggumpalan tidak muncul pada detergen cair (Maurad et al. , 2. Detergen cair yang telah dibuat kemudian dikemas dalam kemasan botol 200 mL. Perolehan produk ditunjukkan Gambar 4. Interv Total Frekuen Perse Persen Kumulat Tabel 4. Nilai tes peserta setelah kegiatan (N. Interv Total Frekuen Perse Persen Kumulat Tabel 5. Hasil analisis statistik deskriptif Mi Ma Rera Skewne Kurtosi Std. Std. Sta Sta Stat Sta Sta Stat. Stat. Err Err 40,4 13,8 ,29 45 10 80 ,354 ,695 4 10 6 89,5 8,51 45 70 100 ,14 ,354 1,0 ,695 Tabel 6. Rasio skewness dan kurtosis kedua nilai tes Gambar 4. Produk deterjen cair hasil praktek berbasis SLES . lebih keruh karena terdapat banyak busa dan MES . terlihat lebih jernih karena bersifat rendah busa Rasio Skewness Kurtosis Evaluasi kegiatan dilakukan dengan membandingkan nilai tes peserta pada sebelum (N. dan setelah (N. Peserta diwajibkan menjawab beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi ajar dan telah disiapkan panitia sebelumnya. Tabel 3 dan 4 merupakan data penilaian kedua tes peserta. Jenis tes Nilai 0,836 -0,407 1,486 -1,567 Kedua nilai tes diuji normalitas . urtosis dan skewnes. terlebih dahulu yang kemudian diuji-t berpasangan apabila data terdistribusi normal. Tabel 5 dan 6 menunjukkan hasil analisis statistik deskriptif dan rasio kurtosis dan skewness pada kedua nilai tes. Rasio berada di kisaran -2 dan 2 yang menunjukkan seluruh data terdisitribusi Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol 8 No 1. Mei 2024 normal sehingga dapat diteruskan ke uji t-berpasangan. Nilai 89,56 40,44 PretA Gambar 5. Grafik nilai tes siswa sebagai dasar evaluasi kegiatan Analisis peningkatan nilai tes setelah pemberian materi dan praktek pembuatan detergen cair dibandingkan sebelum kegiatan. Tabel 5 dan Gambar 5 menunjukkan rerata nilai tes setelah kegiatan lebih besar . dibandingkan sebelum kegiatan . berdasarkan data nilai tes lengkap yang berasal dari 45 siswa. Tabel 7 memperlihatkan nilai koefisien korelasi -0,076 dengan Sig. 0,622 (>0,. sehingga kesimpulannya tidak ditemukan kaitan antara variabel nilai tes sebelum dan sesudah kegiatan. Selain itu, hasil uji memperlihatkan nilai Sig. -taile. 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 sehingga kesimpulannya ditemukan disimilaritas yang bermakna antara hasil pembelajaran pada nilai tes sesudah dan sebelum kegiatan. Gambar 6. Dokumentasi panitia dengan peserta perempuan . dan laki-laki . Rencana kelanjutan rangkaian berkesinambungan dengan sekolah sebagai mitra yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran lainnya. Siswa yang menjadi peserta (Gambar . juga diharapkan menjadi agent yang KESIMPULAN Kegiatan AuPendampingan STEM Project-Based Learning Produk Terapan Kimia pada Pembelajaran IPA SMA Muhammadiyah 9 Kota BekasiAy telah berhasil dilaksanakan dengan baik dan Kegiatan ini adalah bentuk alternatif dalam pembelajaran kimia untuk menstimulasi daya tarik dan pembelajaran yang sering dianggap Rencana kelanjutan rangkaian berkesinambungan dengan sekolah Tabel 7. Hasil pengolahan uji tberpasangan Paired Differences Sig. Std. Erro Confidence t df SD r Interval of the Mea Difference n Lower Upper H1 - 16. 075 - 4 . Ae 49. H2 111 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) sebagai mitra yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran lainnya. Vol 8 No 1. Mei 2024 Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA Ramah Lingkungan. Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains Dan Teknologi, 5. , 1Ae7. https://doi. org/10. 14421/jbs. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada LPPM UHAMKA dan CV. Naturlife Indonesia mendukung kegiatan ini dengan no kontrak 085/H. 02/2023. Khasanah. Indriyanti. Probosari. Rini. , & Hermita. The Analysis of Low Carbon STEM Project Implementation Science Learning. Proceedings of the 6th International Conference Learning Innovation and Quality Education (ICLIQE Advances in Social Science. Education Humanities Research, 682Ae690. https://doi. org/10. 2991/978-238476-114-2_64 REFERENSI