Genta: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Humaniora e-ISSN A Vol. 1 No. 1 Bulan: Januari 2025 https://ejournal. id/index. php/genta Analisis Model Pembelajaran Students Question Learning Terhadap Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas XI di MA Banu Hasyim Nor Fadilah Pendidikan Sejarah. Universitas PGRI Delta E-mail: fadhilahnor07@gmail. Abstract This study aims to examine the influence of various learning models on student learning outcomes in history subjects. Along with the development of education, the use of effective learning models is key to improving students' understanding of historical material that is often considered abstract and boring. In this study, two main learning models were used, namely Students Question Learning to identify its influence on student learning outcomes. The research method used was a qualitative method. The results showed that the application of the Students Question Learning (SQL) model had a significant impact on improving students' understanding of historical material, especially in developing critical thinking skills and encouraging students to be more actively involved in learning. On the other hand, the Discovery Learning model also had a positive impact, but with a greater focus on students' independent search and discovery of information. This study suggests that question-based and exploration learning models be applied more often in history learning to facilitate students in understanding the context and meaning of history more deeply Keywords: Learning Modeel. Students Question Learnin. History Education. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh berbagai model pembelajaran terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sejarah. Seiring dengan perkembangan pendidikan, penggunaan model pembelajaran yang efektif menjadi kunci dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sejarah yang sering dianggap abstrak dan membosankan. Dalam penelitian ini, digunakan dua model pembelajaran utama, yaitu Students Question Learning untuk mengidentifikasi pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Students Question Learning (SQL) memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sejarah, terutama dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan mendorong siswa untuk lebih aktif terlibat dalam Sebaliknya, model Discovery Learning juga memberikan dampak positif, tetapi dengan fokus yang lebih pada pencarian dan penemuan informasi oleh siswa secara mandiri. Penelitian ini menyarankan agar model pembelajaran berbasis pertanyaan dan eksplorasi lebih sering diterapkan dalam pembelajaran sejarah untuk memfasilitasi siswa dalam memahami konteks dan makna sejarah secara lebih mendalam Kata kunci: Model Pembelajaran. Students Question Learning. Pendidikan Sejarah PENDAHULUAN Pendidikan sejarah memegang peranan penting dalam pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan siswa. Namun, dalam praktiknya, mata pelajaran sejarah seringkali dianggap monoton dan kurang menarik bagi sebagian besar siswa. Hal ini disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang lebih menekankan pada hafalan fakta dan peristiwa, tanpa memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan pemahaman kritis dan reflektif. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam metode pembelajaran untuk membuat sejarah lebih relevan dan menarik bagi siswa, serta mendukung pemahaman yang mendalam tentang konteks sosial, politik, dan budaya dalam sejarah bangsa. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah adalah Students Question Learning (SQL). Model ini berfokus pada pemberdayaan siswa untuk aktif bertanya dan menggali pengetahuan melalui pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan sendiri. Pendekatan ini mendorong siswa untuk lebih kritis dalam menelaah sejarah, berpikir analitis tentang hubungan sebab-akibat, serta mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti sintesis dan evaluasi. Penelitian mengenai pengaruh model pembelajaran SQL dalam pendidikan sejarah sangat penting untuk mengukur sejauh mana model ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa, terutama dalam konteks pemahaman materi yang lebih mendalam dan aplikatif. Dengan SQL, diharapkan siswa tidak hanya menghafal peristiwa sejarah, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan kondisi masa kini dan masa depan. Oleh karena itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran SQL terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sejarah, khususnya dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman materi yang lebih mendalam. METODE PENELITIAN Metode penelitian analisis kualitatif adalah pendekatan penelitian yang digunakan untuk memahami, menggambarkan, dan menginterpretasi fenomena sosial, budaya, atau perilaku manusia dalam konteks yang mendalam dan komprehensif. Metode penelitian analisis kualitatif banyak digunakan dalam berbagai disiplin ilmu, seperti sosiologi, psikologi, antropologi, pendidikan, dan ilmu komunikasi. Keunggulannya terletak pada kemampuannya untuk menggali pemahaman yang lebih mendalam dan menyeluruh tentang fenomena yang kompleks, serta fleksibilitasnya dalam menangani data yang tidak terstruktur atau HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN Pendidikan sejarah di Indonesia sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan karena cenderung mengandalkan metode pengajaran yang bersifat satu arah, dengan penekanan pada hafalan fakta-fakta dan peristiwa sejarah. Namun, dengan perkembangan teori dan model pembelajaran yang lebih inovatif, cara-cara baru untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap sejarah mulai diperkenalkan. Salah satu model yang terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar di bidang sejarah adalah (SQL) Sebelum membahas model student queston learning, dibahas lebih dulu metode pembelajaran tanya jawab. Istilah metode sering kali disamakan dengan istilah pendekatan, dan teknik atau strategi sehingga dalam penggunaannya juga sering saling bergantian yang pada intinya adalah cara untuk mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan, atau cara yang tepat dan cepat untuk meraih tujuan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik (Wiyani & Barnawi, 2012:. Untuk menciptakan interaksi belajar mengajar yang hidup, berpusat pada siswa, guru perlu melakukan berbagai upaya misalnya tanya jawab agar siswa dapat memahami materi yang dipelajari, didengar, atau dibaca. Metode pembelajaran tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya dialog antara guru dan siswa, guru bertanya dan siswa menjawab, atau siswa bertanya guru menjawab (Ibrahim, 2. Dalam metode ini, siswa akan diberi kesempatan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan, sehingga dapat meningkatkan interaksi antara siswa dan guru, serta antar siswa. Menurut Abudinnata . alam Tambak, 2014:. Metode Tanya Jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang dikemukakan oleh guru yang harus dijawab oleh peserta didik. Metode tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic . omunikasi yang terjadi antara dua orang di mana keduanya sama-sama aktif dalam memberikan tanggapa. , sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan siswa (Sabri, 2014:. Metode tanya jawab diartikan sebagai cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa ke guru (Sudirman, 2016:. Apa itu Model Pembelajaran Students Question Learning? Students Question Learning (SQL) adalah model pembelajaran yang menekankan pada peran aktif siswa dalam proses belajar mengajar. Model ini berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa dengan mendorong mereka untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang Dalam konteks sejarah. SQL memungkinkan siswa untuk tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga aktif terlibat dalam mencari tahu dan mengkritisi peristiwa sejarah, tokoh-tokoh penting, serta konsep-konsep yang ada dalam sejarah. Dalam penerapannya. SQL memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengajukan pertanyaan yang muncul selama pembelajaran. Pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa berkisar pada hal-hal yang kurang dipahami menimbulkan rasa ingin tahu lebih dalam mengenai topik yang sedang dibahas. Guru berfungsi sebagai fasilitator yang membimbing siswa untuk menggali informasi lebih dalam melalui diskusi, penelitian, atau eksplorasi sumber-sumber sejarah yang ada. Pengaruh SQL terhadap Hasil Belajar Sejarah Penerapan model SQL dalam pembelajaran sejarah memiliki dampak positif terhadap hasil belajar siswa. Salah satu pengaruh utamanya adalah peningkatan keterampilan berpikir kritis. Dalam model ini, siswa tidak hanya diajarkan untuk mengingat peristiwa-peristiwa sejarah, tetapi juga untuk mengajukan pertanyaanpertanyaan kritis yang dapat membantu mereka memahami hubungan sebab-akibat antara peristiwa sejarah. Misalnya, mereka bisa bertanya mengapa suatu peristiwa penting terjadi atau bagaimana pengaruhnya terhadap perkembangan sosial dan politik suatu bangsa. SQL juga mendorong siswa untuk lebih aktif dalam diskusi kelompok, yang membuat mereka tidak hanya bergantung pada sumber informasi yang diberikan oleh guru, tetapi juga mendapatkan perspektif berbeda dari teman-teman sekelas. Hal ini dapat memperkaya pemahaman mereka tentang suatu peristiwa sejarah dan menjadikannya lebih bermakna. Dengan demikian, hasil belajar siswa menjadi lebih mendalam dan terhubung dengan konteks kehidupan nyata. Selain itu, dengan memberikan kesempatan bagi siswa untuk menyusun pertanyaan mereka sendiri, model ini membantu meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian dalam belajar. Siswa merasa lebih diberdayakan dalam proses pembelajaran, karena mereka memiliki kontrol lebih besar terhadap arah diskusi dan pencarian informasi. Sebagai contoh, saat mempelajari periode perjuangan kemerdekaan, siswa dapat mengajukan pertanyaan terkait faktor-faktor yang mempercepat atau menghambat pergerakan kemerdekaan, yang mendorong mereka untuk menggali lebih banyak sumber-sumber yang relevan dan memahami peristiwa tersebut secara kritis. Keuntungan SQL dalam Pembelajaran Sejarah Selain meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan mandiri, model SQL juga memberikan keuntungan lainnya dalam pembelajaran sejarah. Salah satunya adalah meningkatkan motivasi siswa untuk belajar. Ketika siswa diberi ruang untuk mengajukan pertanyaan, mereka merasa lebih terlibat dalam proses belajar, yang pada gilirannya meningkatkan rasa penasaran mereka terhadap topik yang dibahas. Ini sangat penting dalam mata pelajaran sejarah, yang sering kali dianggap kering dan hanya berfokus pada hafalan. SQL juga mendorong pemahaman yang lebih holistik tentang Dengan mengajukan pertanyaan tentang peristiwa sejarah, siswa dilatih untuk melihat keterkaitan antar kejadian dan memahami dampak jangka panjang dari suatu Misalnya, dengan bertanya tentang pengaruh Revolusi Industri terhadap perubahan sosial, siswa dapat melihat tidak hanya aspek teknologinya, tetapi juga dampaknya terhadap pola kehidupan, pekerjaan, dan hubungan antar negara. Implementasi SQL dalam Pembelajaran Sejarah Untuk mengimplementasikan model SQL dalam pembelajaran sejarah, guru dapat memulai dengan menyusun topik-topik besar yang relevan dan memberikan siswa kesempatan untuk menanyakan pertanyaan terkait topik tersebut. Guru kemudian bisa memilih beberapa pertanyaan yang dianggap paling menarik atau relevan untuk dibahas lebih lanjut dalam diskusi kelompok atau penelitian lebih dalam. Selain itu, penggunaan berbagai sumber belajar, seperti dokumen sejarah, buku, artikel, dan sumber multimedia, dapat memperkaya proses pencarian jawaban atas pertanyaanpertanyaan yang diajukan oleh siswa. Guru juga perlu menciptakan suasana kelas yang terbuka dan mendukung siswa untuk aktif bertanya tanpa rasa takut dianggap Pembelajaran berbasis pertanyaan ini harus dijalankan dengan pendekatan yang tidak menghakimi, sehingga siswa merasa nyaman untuk mengajukan berbagai pertanyaan yang mungkin dianggap kontroversial atau mendalam. Teori belajar yang mendukung model Student Question Learning Teori yang mendukung pembelajaran SQL, beberapa teori yang dapat digunakan untuk mendukung penggunaan metode pembelajaran tanya jawab model student question learning antara lain: Teori Kontruktivisme. Adalah teori belajar yang menyatakan bahwa belajar bersifat aktif. Siswa membangun sendiri pemahamannya melalui aktivitas yang dilakukan (Sardiman, 2. Pada SQL siswa aktif bertanya dan aktif menjawab Melalui keaktifan tersebut mereka memperoleh pemahaman. Teori yang dikembangkan oleh Jean Piaget ini mengemukakan bahwa siswa lebih efektif belajar ketika mereka aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan membangun pemahaman mereka sendiri melalui eksplorasi, refleksi, dan tanya . Teori konstruktivitsme sosial dari Vygotsky . alam Ibrahim, 2. yang menyatakan bahwa belajar melalui interaksi dengan orang lain yang lebih tahu akan menyebab kan siswa dapat mencapai kemampuan potensialnya, yaitu kemampuan yang sedikit lebih tinggi dari pada kemampuan yang dicapai melalui belajar sendiri . Teori belajar sosial . osial learning theor. oleh Albert Bandura . alam Ibrahim 2. disebut juga dengan observational learning atau belajar melalui Menurut Santrock . alam Ibrahim, 2. belajar melalui pengamatan terjadi ketika seseorang mengamati dan meniru perilaku orang lain yang menarik. Dapat disimpulkan bahwa teori belajar sosial mengemukakan bahwa individu belajar melalui interaksi dengan orang lain dalam lingkungan sosial mereka. Teori kognitif adalah teori belajar yang lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya (Nurhadi, 2. Dapat disimpulkan teori kognitif adalah teori yang berfokus pada peran utama pemrosesan informasi dalam pembelajaran dan pemahaman manusia. Memori manusia melibatkan tiga tahapan pemrosesan informasi yaitu memori sensoris, memori jangka pendek, dan memori jangka panjang (Ibrahim, 2. Teori yang dikembangkan oleh Jean Piaget ini menekankan bahwa individu adalah prosesor informasi yang aktif, dan pembelajaran terjadi melalui perubahan dalam pemahaman, pengolahan informasi, dan pemecahan masalah Hasil belajar seringkali digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui seberapa jauh seseorang menguasai bahan yang diajarkan. Hasil belajar berasal dari kata AuhasilAy dan AubelajarAy. Hasil . merupakan suatu perolehan akibat dilakukannya suatu aktivitas atau proses yang mengakibatkan berubahnya input secara fungsional. Sedangkan belajar adalah tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil interaksi dan pengalaman dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Secara umum menjelaskan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar, menurutnya juga anak-anak yang berhasil dalam belajar ialah berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan intruksional. Menurut Winkel hasil belajar merupakan perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah Sedangkan menurut Subrata mendefiniskan belajar lebih luas lagi yaitu Au membawa kepada perubahan, bahwa perubahan itu pada dasarnya adalah didapatkannya kecakapan baru, bahwa perubahan itu terjadi karena usaha yang sengaja. Dari beberapa definisi di atas terlihat para ahli menggunakan istilah AuperubahanAy yang berarti setelah seseorang belajar akan mengalami perubahan. Dari uraian defines-definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar yaitu suatu hasil yang telah dicapai setelah mengalami proses belajar atau mengalami interaksi dengan lingkungannya guna untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang akan menimbulkan tingkah laku (Kognitif, afektif, dan psikomotori. sesuai dengan tujuan pembelajaran. Ruang lingkup hasil belajar Ruang lingkup hasil belajar adalah perilaku-perilaku kejiawaan yang akan diubah dalam proses pendidikan. perilaku kewajiban itu diklasifikasikan dalam tiga hal yaitu: Ranah Kognitif : Hasil kognitif meliputi kemampuan menyatakan kembali suatu konsep atau prinsip yang telah dipelajari dan kemampuan intelektual. Ranah Afektif : Ranah afektif ialah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah Psikomotorik : Ranah psikomotorik ialah ranah yang berkaitan dengan keterampilan atau keterampilan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman . Faktor-faktor yang mempengaruhi Hasil belajar Faktor Internal . Jasmaniyah Faktor jasmaniah, seperti kesehatan fisik dan kebugaran, dapat memengaruhi hasil Siswa yang memiliki kondisi jasmaniah yang baik cenderung lebih fokus dan memiliki energi yang cukup untuk proses belajar. Sebaliknya, kondisi kesehatan yang buruk dapat menghambat kemampuan siswa untuk belajar dengan optimal. Selain itu, aktivitas fisik juga dapat meningkatkan fungsi kognitif dan memperbaiki suasana hati, yang dapat berkontribusi pada hasil belajar yang lebih baik. Psikologi Faktor psikologis memiliki peran penting dalam hasil belajar siswa. Motivasi, minat, persepsi diri, dan sikap terhadap pembelajaran dapat memengaruhi sejauh mana siswa berhasil dalam memahami dan menyimpan informasi. Rasa percaya diri, ketekunan, dan manajemen stres juga dapat berdampak pada kinerja akademis. Selain itu, faktor psikologis lainnya seperti motivasi intrinsik . orongan dari dala. dan ekstrinsik . orongan dari lua. turut berpengaruh pada tingkat keterlibatan dan pencapaian belajar siswa. Kelelahan Kelelahan dapat memiliki dampak negatif terhadap hasil belajar. Siswa yang mengalami kelelahan mungkin mengalami penurunan konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan pemecahan masalah. Kondisi ini dapat menghambat proses pembelajaran karena otak dan tubuh yang lelah tidak dapat berfungsi secara optimal. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan antara waktu istirahat dan belajar, serta memperhatikan pola tidur dan kebutuhan istirahat untuk mendukung hasil belajar yang lebih baik. Faktor Eksternal . Keluarga Peran keluarga sangat signifikan dalam membentuk hasil belajar siswa. Dukungan keluarga, termasuk keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak, dapat memberikan lingkungan yang mendukung pembelajaran. Faktor-faktor seperti keberlanjutan pendidikan, nilainilai yang diterapkan di rumah, dan tingkat dukungan emosional dapat memengaruhi motivasi dan kinerja akademis siswa. Keluarga juga berperan dalam menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa untuk berkembang secara holistik, seperti menyediakan sarana belajar yang memadai dan memberikan dorongan positif. Sebaliknya, ketidakstabilan keluarga atau kurangnya dukungan dapat menjadi hambatan dalam pencapaian akademis siswa. Sekolah Faktor sekolah memiliki dampak besar terhadap hasil belajar siswa. Beberapa faktor penting termasuk kualitas pengajaran, metode pembelajaran, dan ketersediaan sumber daya pendidikan. Lingkungan sekolah yang mendukung, fasilitas yang memadai, dan dukungan dari guru dan staf sekolah juga berperan penting. Kurikulum yang baik, pendekatan pengajaran yang inovatif, serta adanya kegiatan ekstrakurikuler dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam Selain itu, manajemen sekolah yang efektif dan hubungan yang baik antara siswa, guru, dan staf sekolah juga dapat berkontribusi pada peningkatan hasil belajar. Sebaliknya, masalah seperti kurangnya sumber daya atau kurangnya dukungan administratif dapat menjadi hambatan dalam mencapai hasil belajar yang PENUTUP Model pembelajaran Students Question Learning (SQL) memiliki potensi besar dalam meningkatkan hasil belajar siswa di bidang sejarah. Dengan mendorong siswa untuk aktif bertanya dan berpikir kritis. SQL tidak hanya membantu mereka memahami peristiwaperistiwa sejarah lebih dalam, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam jangka panjang, penerapan model ini akan menghasilkan generasi yang lebih cerdas, kritis, dan mandiri dalam menganalisis sejarah serta memahami relevansinya dengan kondisi saat ini. Oleh karena itu. SQL bisa menjadi salah satu metode yang efektif dalam mengembangkan pembelajaran sejarah yang lebih menarik, bermakna, dan berdampak pada penguasaan materi. DAFTAR PUSTAKA