Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. No. September 2025 P-ISSN 2406-8756 E-ISSN 2809-445X Pengaruh Struktur Modal. Likuiditas. Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Kosmetik Dan Keperluan Rumah Tangga Yang Terdaftar Dibursa Efek Indonesia Periode 2020-2024 Asra Idriyansyah Purba1. Syahrijal Hidayat2 Program Studi Akuntansi1,2. Universitas Muhammadiyah Asahan Asra. idriyansyah17@gmail. com1, syahrijalhidayat528@gmail. ABSTRAK Penelitian ini. Penulis melakukan penelitian pada perusahaan manufaktur subsektor kosmetik dan keperluan rumah tangga yang terdaftar di BEI. Sampel yang digunakan oleh peneliti adalah laporan struktur modal, likuiditas, dan ukuran perusahaan pada periode 2019-2024. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda, untuk menghitung besarnya pengaruh secara kuantitatif dari suatu perusahan kejadian variabel X terhadap kejadian variabel Y. Selain itu, digunakan juga pengujian hipotesis yang terdiri atas analisis koefisien determinasi, uji t Semua pengolahan data akan di lakukan dengan menggunakan program SPSS 20 for Dari hasil yang didapat. Adanya Pengaruh Struktur Modal. Likuiditas dan Ukuran Perusahaan yg signifikan terhadap Kinerja Keuangan di Perusahaan Manufaktur Subsektor Kosmetik Dan Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, hal ini dibuktikan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti dimana nilai signifikansi . 015 lebih kecil dari Probabilitas 0. 05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa adanya pengaruh struktur modal, likuiditas dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan di perusahaan manufaktur subsektor kosmetik dan keperluan rumah tangga yang terdaftar di bursa efek indonesia. Kata Kunci: Struktur Modal. Likuiditas. Ukuran Perusahaan dan Kinerja Keuangan PENDAHULUAN Perkembangan dunia usaha dan perkembangan perekonomian yang semakin pesat mendorong para pesaing bisnis untuk dapat meningkatkan kinerja perusahaannya. Kegiatan operasional suatu perusahaan membutuhkan modal baik untuk kegiatan jangka panjang maupun jangka pendek. Modal kerja yang digunakan suatu perusahaan dapat menjadi penunjang dalam kegiatan operasional perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas (Nusa Muktiadji. Industri manufaktur merupakan industri yang banyak diminati oleh investor untuk berinvestasi. Industri kosmetik dan keperluan rumah tangga saat ini merupakan salah satu industri yang sedang mengalami pertumbuhan (Didy Pratama, 2. Tingginya tingkat permintaan juga diikuti dengan banyaknya produk impor baik legal maupun ilegal yangmasuk ke Indonesia, hal ini membuat persaingan di dalam industri kosmetik dan keperluan rumah tangga menjadi semakin ketat (Didy Pratama, 2. Kondisi ini membuat para pelaku usaha berusaha untuk meningkatkan produknya guna menarik konsumen agar tetap dapat bersaing dan memperoleh laba. Banyaknya produk-produk impor yang masuk keIndonesia membuat para pesaing bisnis dapat meningkatkan kinerja perusahaannya agar Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. No. September 2025 P-ISSN 2406-8756 E-ISSN 2809-445X tetep dapat bertahan dan bersaing di industri. Meningkatnya minat masyarakat akan kosmetik dan keperluan rumah tangga menjadi penilaian para investor yang akan menanamkan investasinya di industri manufaktur khususnya subsektor kosmetik dan keperluan rumah tangga melalui pasar atau bursa saham di Indonesia (Tohonan Rohani Silaban, et al. Berdasarkan catatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terdapat 6 . perusahaan kosmetik dan keperluan rumah tangga yang terdaftar, yang ditunjukkan dalam tabel dibawah ini. Perusahaan keuntungan yang diharapkan membutuhkan dana yang dijadikan sebagai modal. Modal yang dibutuhkan perusahaan dapat berasal dari luar maupun dari dalam perusahaan. Perusahaan yang menggunakan lebih banyak hutang berarti memperbesar risiko yang memperbesar tingkat pengembalian investasi (Rizki Dwi Nastiti, 2. Semakin banyak hutang perusahaan, maka akan semakin menurunkan likuiditas Perusahaan yang memiliki likuiditas kecil membuat nilai perusahaan di mata investor kurang baik, sebaliknya perusahaan yang memiliki tingkat likuiditas tinggi maka akan semakin baik, karena perusahaan mampu untuk membayar hutangnya tepat waktu. Rasio likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kumpulan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek (Kasmir, 2. , artinya perusahaan mampu membayar hutang jangka pendeknya pada saat jatuh tempo dengan menggunakan aktiva yang ada terutama aktiva lancar. Perusahaan dengan likuiditas yang meningkat maka menunjukkan banyak dana yang menganggur, sehingga mengakibatkan tingkat aktivitas perusahaan akan menurun. Total aktiva yang dimiliki perusahaan dapat menggambarkan besar kecilnya perusahaan Ukuran perusahaan dianggap mampu mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan, karena perusahaan yang besar menunjukkan kemampuan perusahaan dalam melakukan penjualan dan mengelola aset yang dapat memperoleh laba. Ukuran perusahaan dilihat dari total asset yang dimiliki oleh perusahaan yang dapat dipergunakan untuk kegiatan operasional perusahaan atau dapat dilihat dari total penjualan perusahaan, jika perusahaan memiliki total asset yang besar, pihak manajemen lebih leluasa dalam mempergunakan asset yang ada diperusahaan tersebut, dan jika perusahaan memiliki total penjualan yang besar artinya perusahaan dapat mengelola persediaannya dengan baik yang dapat menghasilkan laba. Tabel Rata-Rata DER. CR Dan Size Perusahaan Manufaktur Subsektor Kosmetik Dan Keperluan Rumah Tangga Periode 20202024 Perusahaan PT. Akasha Wira International Tbk (ADES) PT. Mustika Ratu Tbk (MRAT) PT. Mandom Indonesia Tbk (TCID) PT. Unilever Indonesia Tbk (UNVR) PT. Kino Indonesia Tbk (KINO) PT. Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) PT. Martina Berto Tbk (MBTO) DER (%) 72,57 Variabel CR (%) 0,66 SIZE 8,776 42,74 25,11 169,43 72,57 18,91 96,75 3,16 1,84 6,11 1,45 1,35 1,72 12,86 5,066 36,169 5,245 4,179 9,497 Sumber: idx. iolah oleh penuli. Tabel 1. 2 menunjukkan tingkat rata-rata besarnya proporsi hutang dalam suatu perusahaan, besarnya kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban lancarnya pada saat jatuh tempo, dan ukuran perusahaan yang dilihat dari total penjualan. PT. Akasha Wira International Tbk (ADES) memiliki ukuran perusahaan terkecil dalam subsektor kosmetik dengan log natural dari total penjualan sebesar Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. No. September 2025 P-ISSN 2406-8756 E-ISSN 2809-445X 8,776. Perusahaan yang memiliki proporsi hutang yang tinggi adalah UNVR, yaitu dengan DER sebesar 169,43% yang artinya perusahaan lebih banyak menggunakan hutang sebagai sumber modalnya yang dapat menurunkan likuiditas perusahaan. Tingginya debt to equity ratio menyebabkan current ratio dari UNVR memiliki persentasi yang kecil yaitu sebesar 6,11%, namun UNVR juga merupakan perusahaan dengan size terbesar yaitu 36,169. Debt to equity ratio PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) sebesar 25,11% yang artinya TCID memiliki persentasi rata-rata DER terkecil disubsektor kosmetik dan keperluan rumah tangga. Kecilnya proporsi rata-rata hutang dalam struktur modal TCID membuat likuiditas perusahaan menjadi tinggi yaitu dengan CR sebesar 1,84%. Penambahan atau pengurangan jumlah hutang dan ekuitas yang dilakukan perusahaan akan berpengaruh terhadap laba dan likuiditas Penggunaan dari masing-masing jenis modal mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap kegiatan operasional Menurunnya laba perusahaan dapat mempengaruhi kinerja keuangan Kinerja perusahaan berpengaruh profitabilitas perusahaan, serta dapat menjadi ukuran suatu perusahaan untuk dapat bertahan atau memperoleh keunggulan bersaing dalam Kinerja perusahaan memperlihatkan sejauh mana perusahaan mampu memberikan keuntungan dari aset, investasi, maupun ekuitas serta menggambarkan sehat atau tidak sehatnya suatu perusahaan. Kinerja keuangan merupakan penentuan ukuran-ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu menghasilkan laba (Briando Loho, et. al, 2. Mengukur kinerja keuangan dapat menggunakan perhitungan beberapa rasio. Salah satu rasio yang dapat dijadikan sebagai ukuran perusahaan adalah Return on Equity (ROE). Pada penelitian terdahulu terdapat beberap perbedaan hasil mengenai struktur modal, likuiditas, ukuran perusahaan dan kinerja keuangan. Pada penelitian Hana Anggraeni Putri dan Bambang Hadi Santoso . struktur modal berpengaruh positif dan hampir signifikan terhadap kinerja keuangan dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap Penelitian Romadhoni . jugamenunjukkan hasil positif antara variabel CR. DER terhadap ROE. Penelitian Hana Anggraeni Putri dan Bambang Hadi Santoso . menunjukkan hasil variabel current ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROE, debt to equity ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROE,dan size perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROE, sedangkan debt to equity ratio ditemukan berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan dengan ukuran ROE dalam penelitian Holiwono . Beberapa perbedaan pendapat di atas membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai struktur modal, likuiditas, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja Variabel pengukuran struktur modal yang digunakan oleh penulis adalah Debt to Equity Ratio (DER), variabel likuiditas dihitung dengan Current Ratio (CR), dan ukuran perusahaan atau size dilihat dari total penjualan. DER merupakan perhitungan rasio yang menunjukkan persentase hutang yang terdapat pada modal. CR adalah rasio yang mengukur persentase kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendeknya dengan aset lancar. Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. No. September 2025 P-ISSN 2406-8756 E-ISSN 2809-445X perhitungan yang menggambarkan besar kecilnya ukuran suatu perusahaan. Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulis tertarik untuk mengajukan penelitian yang berjudul AuPengaruh Struktur Modal. Likuiditas, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur Subsektor Kosmetik dan Keperluan Rumah Tangga Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2020-2024 II. TINJAUAN KEPUSTAKAAN Kinerja merupakan prestasi yang dicapai perusahaan dalam periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan perusahaan tersebut (Mochamad Rizki Triansyah Bukhori, et. Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan dengan baik dan benar (Selma Chaerunisa, et. Return on equity (ROE) adalah rasio yang membandingkan laba bersih setelah pajak dengan ekuitas yang telah diinvestasikan pemegang saham perusahaan (Horne dan Wachowicz, 2. Menurut Arifin . struktur modal . apital structur. merupakan kombinasi hutang dan ekuitas dalam struktur keuangan jangka panjang perusahaan. Tidak seperti debt ratio menggambarkan rasio hutang dan ekuitas pada suatu saat tertentu, struktur modal lebih menggambarkan target komposisi hutang dan ekuitas dalam jangka panjang pada suatu Likuiditas adalah kemampuan aset untuk diubah ke dalam bentuk tunai tanpa adanya konsensi harga yang signifikan (Horne dan Wachowicz, 2. Menurut Brealy. Myers, dan Marcus . likuiditas adalah kemampuan untuk menjual aset guna mendapatkan kas pada waktu singkat. Menurut pecking order theory, perusahaan yang mempunyai likuiditas yang tinggi akan cenderung tidak menggunakan pembiayaan dari hutang, hal ini disebabkan perusahaan dengan likuiditas yang tinggi mempunyai dana internal yang besar, sehingga perusahaan tersebut akan lebih menggunakan dana internalnya. Ukuran perusahaan adalah peningkatan dari kenyataan bahwa perusahaan besar akan memiliki kapitalisasi pasar yang besar, nilai buku yang besar dan laba yang tinggi, sedangkan pada perusahaan kecil akan memiliki kapitalisasi pasar yang kecil, nilai buku yang kecil dan laba yang rendah (Ni Nyoman Ayu Suryandari, dkk. METODE PENELITIAN Pendekatan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif, karena pendekatan kuantatif dapat menghasilkan data yang akurat setelah penghitungan yang tepat. Pendekatan kuantitatif merupakan salah satu pendekatan penelitian yang lebih ditekankan pada data yang dapat dihitung untuk menafsirkan kuantitatif yang kokoh dengan menggunakan statistik. Statistik adalah salah satu alat untuk mengumpulkan data, mengolah data,menarik kesimpulan dan membuat keputusan berdasarkan analisis data yang dikumpulkan (Syamsir Salam. Populasi yang terdapat dalam penelitian ini sebanyak 7 . Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling, yaitu penentuan sampel dari populasi yang ada berdasarkan kriteria yang dikehendaki oleh peneliti. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Kolmogrov-Smirnov Pada penelitian ini hasil didapat dengan menggunakan uji regresi linier pada aplikasi SPSS, tetapi sebelum dilakukan pengujian Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. No. September 2025 P-ISSN 2406-8756 E-ISSN 2809-445X hipotesis dalam penelitian ini, model tersebut harus diuji terlebih dahulu apakah memenuhi asumsi klasik atau tidak. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah hasil estimasi regresi yang dilakukan terbatas dari Proses menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, dengan membandingkan Z hitung dengan tabel dengan kriteria sebagai berikut : Tabel 4. Variabel Enter Variables Entered/Removeda Tabel 4. Variabel Enter Variables Entered/Removeda Model Variables Entered Variables Removed Ukuran Perusahaan. Struktur Modal. Likuiditas Dependent Variable: Kinerja Keuangan All requested variables entered. Sumber : Data Olahan SPSS, 2025 Method Enter One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Monte Carlo Sig. e Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Sig. 99% Confidence Interval Unstandardized Residual Lower Bound Upper Bound Berdasarkan One-Smpel KolmogorovAe Smirnov Test diatas menunjukkan nilai signifikansi (Asymp. Sig 2 taile. sebesar 0,200 lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Dengan demikian, asumsi atau persyaratan normalitas dalam model regresi sudah Uji Hipotesis Pada penelitian ini hasil didapat dengan menggunakan uji regresi linier pada aplikasi SPSS 20, hasil dari uji regresi linier ini akan menampilkan hasil berupa 4 buah tabel, yaitu: Berdasarkan tabel diatas menjelaskan bahwa variabel yang dimasukkan serta metode yang digunakan dalam analisis regresi linear. Yaitu Struktur Modal. Likuiditas dan Ukuran Perusahaan sebagai variabel enter atau variabel Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Ukuran Perusahaan. Struktur Modal. Likuiditas Dependent Variable: Kinerja Keuangan Berdasarkan tabel diatas menjelaskan bahwa nilai R yang merupakan simbol dari nilai koefisien korelasi. Nilai korelasi diatas adalah sebesar 77,3%. Nilai R square yang diperoleh 597 atau 59. 7% yang dapat disimpulkan bahwa variabel bebas X1 (Struktur Moda. X2 (Likuidita. , dan X3 (Ukuran Perusahaa. memiliki pengaruh konstribusi 7% terhadap variabel Y (Kinerja Keuanga. atau variabel Struktur Modal. Likuiditas Dan Ukuran Perusahaan memiliki pengaruh terhadap Kinerja Keuangan di Perusahaan Manufaktur Subsektor Kosmetik Dan Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sedangkan sisanya sebesar 3% didapat dari faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. No. September 2025 P-ISSN 2406-8756 E-ISSN 2809-445X Uji F Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau terikat, yaitu sebagai berikut: Ha diterima atau H0 ditolak apabila Fhitung> Ftabel pada = 5% dan nilai probabilitas < level of significant sebesar 0,05. Ha ditolak atau H0 diterima apabila Fhitung> Ftabel pada = 5% dan nilai probabilitas > level of significant sebesar 0,05. ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square 1 Regression Residual Total Dependent Variable: Kinerja Keuangan Predictors: (Constan. Ukuran Perusahaan. Struktur Modal. Likuiditas Sig. Berdasarkan tabel diatas menjelaskan bahwa uji F_hitung memiliki nilai sebesar 839 dengan nilai F_tabel sebesar 3,354, maka F_hitung >F_tabel sedangkan nilai sig 000 < 0. 05, dengan demikian model persamaan regresi berdasarkan data penelitian adalah signifikan, artinya model regresi linier memenuhi kriteris linieritas atau variabel Struktur Modal. Likuiditas Dan Ukuran Perusahaan memiliki pengaruh terhadap Kinerja Keuangan di Perusahaan Manufaktur Subsektor Kosmetik Dan Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Uji t Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Kriteria yang digunakan dalam menerima atau menolak hipotesis . ua ara. adalah sebagai Ha diterima atau H0 ditolak apabila t_hitung> t_tabel pada = 2,5% dan nilai probabilitas < level of significant sebesar 0,05. Ha ditolak atau H0 diterima apabila t_hitung > t_tabel pada = 2,5% dan nilai probabilitas > level of significant sebesar 0,05 Tabel 4. Hasil Uji Parsial . Coefficientsa Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Std. Error Beta Sig. Tolerance VIF Model (Constan. Struktur Modal Likuiditas Ukuran Perusahaan Dependent Variable: Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil diatas diketahui bahwa: Uji t pada Struktur Modal (X. dilakukan dengan membanding t_hitung dan t_tabel. Nilai t_hitung= 4. 902 sedangkan t_tabel dengan taraf signifikan = 0,05 diperoleh 70562 . abel t statisti. Dengan membandingkan t_hitung dengan t_tabel diperoleh t_hitung< t_tabel yaitu t_hitung= 902 < t_tabel = 1. 70562 dengan nilai signifikansi 0,000 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Struktur Modal berpengaruh positif terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur Subsektor Kosmetik Dan Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Uji t pada Likuiditas (X. dilakukan dengan membanding t_hitung dan t_tabel. Nilai t_hitung= -4. 122 sedangkan t_tabel dengan taraf signifikan = 0,05 diperoleh 70562 . abel t statisti. Dengan membandingkan t_hitung dengan t_tabel diperoleh An-tA_hitung> -t_tabel yaitu An -tA_hitung= -4. 122 > -t_tabel = -1. dengan nilai signifikansi 0,000 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. No. September 2025 P-ISSN 2406-8756 E-ISSN 2809-445X variabel Likuiditas berpengaruh negatif Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur Subsektor Kosmetik Dan Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Uji t pada Ukuran Perusahaan (X. t_hitung dan t_tabel. Nilai t_hitung= 292 sedangkan t_tabel dengan taraf signifikan = 0,05 diperoleh nilai 70562 . abel t statisti. Dengan t_hitung dengan t_tabel diperoleh t_hitung< t_tabel yaitu t_hitung= 3. 292 < t_tabel = 70562 dengan nilai signifikansi 0,003 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan di Perusahaan Manufaktur Subsektor Kosmetik Dan Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan: Nilai korelasi sebesar 77,3% sedangkan nilai R square sebesar 0. 597 atau 59. maka disimpulkan bahwa variabel bebas X1 (Struktur Moda. X2 (Likuidita. , dan X3 (Ukuran Perusahaa. mampu menjelaskan sebesar 59. 7% terhadap variabel Y (Kinerja Keuanga. , sedangkan sisanya sebesar 40. 3% didapat dari variabel lain atau faktor lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini. Hasil uji F_hitung memiliki nilai sebesar 839 dengan nilai F_tabel sebesar 3,354, maka F_hitung > F_tabel sedangkan nilai 000 < 0. 05, sehingga disimpulkan bahwa Struktur Modal. Likuiditas Dan Ukuran Perusahaan memiliki pengaruh dan signifikan secara simultan terhadap Kinerja Keuangan di Perusahaan Manufaktur Subsektor Kosmetik Dan Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Uji t pada Struktur Modal (X. membandingkan t_hitung dengan t_tabel diperoleh t_hitung< t_tabel yaitu t_hitung= 902 < t_tabel = 1. 70562 dengan nilai signifikansi 0,000 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Struktur Modal berpengaruh positif terhadap Kinerja Keuangan di Perusahaan Manufaktur Subsektor Kosmetik Dan Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Uji t pada Likuiditas (X. membandingkan t_hitung dengan t_tabel diperoleh An -t A _hitung> -t_tabel yaitu An -t A _hitung= 4. 122 > -t_tabel = -1. 70562 dengan nilai signifikansi 0,000 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Likuiditas berpengaruh negatif terhadap Kinerja Keuangan di Perusahaan Manufaktur Subsektor Kosmetik Dan Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Uji t pada Ukuran Perusahaan (X. membandingkan t_hitung dengan t_tabel diperoleh t_hitung< t_tabel yaitu t_hitung= 292 < t_tabel = 1. 70562 dengan nilai signifikansi 0,003 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap Kinerja Keuangan di Perusahaan Manufaktur Subsektor Kosmetik Dan Keperluan Rumah Tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. No. September 2025 P-ISSN 2406-8756 E-ISSN 2809-445X Saran: