Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI) E-ISSN: 2745-8555 Vol. No. Agustus 2023 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Narkoba di Universitas Cendekia Abditama Febriana1 Program Studi Keperawatan. Universitas Cendekia Abditama E-mail: febriana@uca. Abstract Based on research results from the National Narcotics Agency (BNN) in collaboration with the Indonesian University Health Research Center (UI), it is known that the prevalence rate of drug abuse in 2018 was 1. 99 percent of the total population of Indonesia, equivalent to 3. million people. In 2021, the same study showed a prevalence rate of 2. 2 percent, equivalent to 8 to 4. 32 million people. This shows that during the last 3 years the number of drug abuse has increased by 500-900 thousand people. This study aims to determine the factors that influence the level of knowledge of adolescents about drugs. This study uses a research design by means of accidental sampling descriptive design, with a sample of 44 respondents. The sampling technique is by accidental sampling. The results of this study found that 64. 4% of adolescents had good knowledge about drugs. Bivariate analysis showed that one variable was related to adolescent knowledge about drugs, namely age. Meanwhile, there are 2 variables that are not related, namely experience and sources of information. Suggestions for future researchers, before conducting research, it is better to try out the instrument first. Keywords : adolescent,knowledge, drugs Abstrak Berdasarkan hasil penelitian badan narkotika nasional (BNN) berkerjasama dengan pusat penelitian kesehatan universitas Indonesia (UI), diketahui bahwa prevalensi angka penyalahgunaan narkoba pada tahun 2018 sebesar 1,99 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau setara dengan 3,3 juta orang. Pada tahun 2021 yang lalu dalam penelitian yang sama menunjukan angka prevalensi sebesar 2,2 persen atau setara dengan 3,8 sampai 4,32 juta Ini menunjukan bahwa selama 3 tahun terakhir angka penyalahgunaan narkoba bertambah sebesar 500-900 ribu orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan remaja tentang narkoba. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dengan cara accidental sampling desain deskriptif, dengan jumlah sampel 44 Teknik pengambilan sampel dengan cara accidental sampling. Hasil penelitian ini didapatkan 64,4 % remaja memiliki pengetahuan yang baik tentang narkobaAnalisis bivariat menunjukkan 1 variabel yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang narkoba yaitu Sedangkan yang tidak berhubungan sebanyak 2 variabel yaitu pengalaman dan sumber Saran untuk peneliti selanjutnya sebelum melakukan penelitian sebaiknya dilakukan uji coba instrumen terlebih dahulu. Kata Kunci: pengetahuan, narkoba, remaja PENDAHULUAN Remaja dan masa depan bangsa merupakan hal yang sangat penting untuk dibahas. Walau bagaimanapun remaja adalah harapan semua bangsa. Ketika membahas masalah remaja maka sama halnya dengan membahas masalah harapan dan cita-cita bangsa. Indonesia akhir-akhir ini Indodnesia sedang mengalami berbagai macam krisis yaitu perta krisis moral, krisis ekonomi, krisis kepemimpinan dan yang terakhir adalah krisis masa depan. Karena banyak remaja yang sudah terancam masa depan nya karena narkoba. Narkoba ternyata sudah tidak bisa lagi di hindari oleh para remaja masa kini. Diberbagai negara manapun narkoba menjadi salah satu hal penting untuk FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG NARKOBA DI UNIVERSITAS CENDEKIA ABDITAMA (FEBRIANA) Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI) E-ISSN: 2745-8555 Vol. No. Agustus 2023 dilakukan pengkajian agar bisa terhindar dari narkoba. Banyak cara yang dilakukan para pengguna dan pengedar narkoba agar bisa mengkonsumsi bahkan melakukan pengedaran narkoba. (Moestopo. Banyak studi menunjukan bahwa karakteristik pengguna narkoba biasanya adalah remajaremaja yang bermasalah. Bermasalah disini artinya memiliki beban mental/kejiwaan yang menurut mereka sangat berat dan sulit untuk ditanggung. Misalnya terlalu sering dimarahi orang tua, tidak disukai lingkungan, merasa bersalah karena orang tuanya bercerai, kurang mendapat kasih sayang, prestasi belajar yang jelek, merasa selau diremehkan teman yang membuat sakit hati, merasa kurang percaya diri dan sebagainya. Narkoba dapat memburamkan masa depan sebuah keluarga, masyarakat dan bangsa termasuk masa depan remaja itu sendiri. Logika yang dapat ditarik sangat sederhana. Remaja yang menyalahgunakan narkoba sudah menjadi generasi yang rusak yang perlu dibenahi. Tubuhnya tidak lagi fit untuk belajar dan bekerja membantu orang tua , sementara mentalnya telah dikotori oleh niat untuk terus mendapatkan barang yang sudah membuatnya kecanduan. (Moestopo. Berdasarkan hasil penelitian badan narkotika nasional (BNN) berkerjasama dengan pusat penelitian kesehatan universitas Indonesia (UI 2. , diketahui bahwa prevalensi angka penyalahgunaan narkoba pada tahun 2018 sebesar 1,99 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau setara dengan 3,3 juta orang. Pada tahun 2021 yang lalu dalam penelitian yang sama menunjukan angka prevalensi sebesar 2,2 persen atau setara dengan 3,8 sampai 4,32 juta orang. Ini menunjukan bahwa selama 3 tahun terakhir angka penyalahgunaan narkoba bertambah sebesar 500-900 ribu orang, dan ada dua kelompok yang memberikan kontribusi terbesar secara absolute dari jumblah penyalahgunaan narkoba yaitu kelompok pekerja . dan pelajar/mahasiswa . Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan remaja tentang narkoba METODE PENELITIAN Desain penelitian merupakan bentuk rancangan yang digunakan dalam melakukan prosedur Pada penelitian ini peneliti menggunakan desain deskriptif analitik dengan metode cross sectional dengan maksud untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan remaja tentang narkoba. Pengumpulan data yang diperlukan dengan menggunakan kuisioner, sebelum menyebarkan kuisioner penulis terlebih dahulu meminta izin kepada pihak terkait di wilayah yang diteliti, memberikan penjelasan maksud dan tujuan penelitian serta manfaat penelitian, memberikan lembar persetujuan kepada calon responden dan responden yang setuju menandatangani lembar Kemudian penulis menjelaskan cara pengisian kuisioner kepada responden, memberi waktu pada responden untuk mengisi kuisioner, mengumpulkan kuisioner yang telah di isi oleh responden, mengucapkan terima kasih kepada responden yang telah ikut berperan serta dalam Kuisioner penelitian berisikan data demografi dan pertanyaan yang diajukan secara tertulis sesuai dengan masalah yang akan diteliti. Setelah angket disebarkan dan diperoleh datanya, kemudian data yang diperoleh diolah dan disusun dalam bentuk table lalu dihitung dengan menggunakan Analisa data dalam penelitian ini dilakukan dengan dua tahap yaitu analisis univariat dan Analisa univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi dari variabel independen yang diteliti yaitu pengalaman, usia dan sumber informasi dan variabel dependen yaitu tingkat pengetahuan remaja tentang narkoba. Analisis bivariat pada penelitian ini menggunakan uji Fisher exact dan uji t-independen. Fisher exact digunakan untuk variabel yang memiliki data kategorik dengan tabel 2x2 dan terdapat nilai expektasi kurang dari 5. Uji t-independen digunakan untuk menguji variabel yang memiliki data numerik dan kategorik . Pada penelitian ini variabel yang memiliki data numerik adalah usia dalam tahun, sedangkan variabel yang memiliki data kategorik . adalah pengetahuan remaja tentang narkoba. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG NARKOBA DI UNIVERSITAS CENDEKIA ABDITAMA (FEBRIANA) Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI) E-ISSN: 2745-8555 Vol. No. Agustus 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Analisis univariat digunakan untuk mendapatkan data distribusi frekuensi pada masing-masing variabel, yang meliputi variabel independen . engalaman, usia, sumber informas. dan variabel dependen . ingkat pengetahuan remaja tentang narkob. Berdasarkan sampel yang didapatkan yaitu 44 orang mahasiswa didapatkan distribusi frekuensi masing-masing variabel sebagai berikut: Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Narkoba 33,3% Diagram 1 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Narkoba di Universitas Cendekia Abditama Juli 2022 . Diagram 1 menunjukkan tingkat pengatahuan remaja tentang narkoba baik yaitu sebanyak 64. cukup sebanyak 33,3%. Karekteristik tingkat pengetahuan remaja diambil berdasarkan pengalaman,usia dan sumber informasi. Distribusi frekuensi masing-masing karakteristik sebagai Tabel 1 Distribusi Usia Remaja di Universitas Cendekia Abditama. Juli 2022 . Variabel Usia Mean 18,61 Median 18,00 0,655 Min-Max 95% CI 18,41-18,81 Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa rata-rata usia remaja adalah 18,61 tahun dengan standar devisiasi 0,655 tahun . % CI : 18,41-18,. Rentang usia remaja berada pada usia 18-20 tahun. Tabel 2 Distribusi Frekuensi Karakteristik Remaja Tentang Narkoba di Universitas Cendekia Abditama. Juli 2022 (=. Variabel Pengalaman Sumber Informasi Kategori Pernah Tidak Pernah Nakes Non Nakes Frekuensi Persentasi 84,4% 3,3% 31,1% 51,1% FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG NARKOBA DI UNIVERSITAS CENDEKIA ABDITAMA (FEBRIANA) Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI) E-ISSN: 2745-8555 Vol. No. Agustus 2023 Responden juga pernah mendapatkan informasi atau penyuluhan narkoba 84,4%. Sumber informasi yang didapat responden dari non Nakes yaitu 51,1% kurangnya informasi dari tenaga kesehatan dapat mempengaruhi pengetahuan mahasiswa tentang narkoba Analisis Bivariat Setelah didapatkan data distribusi pada variabel independen dan variabel dependen, selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis bivariat. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Analisis bivariat ini diuji dengan menggunakan uji fisher exac test , chi square dan t-independent. Adapun hasil pengujian hipotesis dapat dilihat pada uraian di bawah ini: Hubungan Antara Usia dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Narkoba Tabel 3 Distribusi hubungan usia dengan pengetahuan remaja tentang narkoba di Universitas Cendekia Abditama. Juli 2022 . Variabel Pengetahuan Cukup Baik Mean 18,80 18,52 0,775 0,574 0,225 Berdasarkan table 3 menunjukan bahwa rata-rata remaja yang berpengetahuan yang cukup berada pada usia 18,80 tahun dengan standar deviasi: 0,775 tahun dan berpengetahuan baik berada pada usia 18,52 tahun . tandar deviasi : 0, 574 tahu. Hasil uji statistic dengan t-independent test menunjukan bahwa p value . > alpha . Ha gagal diterima. Artinya tidak ada hubungan yang bermakna antara usia dengan tingkat pengetahuan remaja tentang narkoba. Menurut Huclok . semakin cukup usia, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir. Hubungan Antara Pengalaman dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Narkoba Tabel 4 Distribusi Hubungan Pengalaman dengan Pengetahuan Remaja tentang Narkoba di Universitas Cendekia Abditama. Juli 2022 . Pengalaman Pernah Tidak pernah Jumlah Tingkat pengetahuan remaja tentang Baik Cukup Total 29 100% 15 100% Xc2 hitung Xc2 tabel 2,63 3,481 Dilihat dari table 4 dapat diketahui bahwa responden yang tidak pernah mendapatkan informasi atau 3penyuluhan narkoba memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang narkoba sebesar 66,7%. Responden yang pernah mendapatkan informasi tentang narkoba memiliki pengetahuan baik sebanyak 71,1%. Hasil uji statistik didapatkan xc2 hitung yaitu 2,63 lebih kecil dari nilai xc2 tabel yaitu 3,481 maka Ha ditolak, artinya tidak ada hubungan bermakna antara pengalaman dengan tingkat pengetahuan remaja tentang narkoba. Menurut Notoatmodjo . kurangnya remaj mendapatkan pengalaman tentang penyuluhan narkoba kepada remaja awal dapat menyebabkan kurangnya pengetahuan mahasiswa tentang narkoba. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG NARKOBA DI UNIVERSITAS CENDEKIA ABDITAMA (FEBRIANA) Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI) E-ISSN: 2745-8555 Vol. No. Agustus 2023 Hubungan Antara Sumber Informasi dengan Tingkat Pengetahaun mahasiswa tentang Narkoba Tabel 5 Distribusi hubungan sumber informasi dengan pengetahuan remaja tentang narkoba di Universitas Cendekia Abditama . Juli 2022 . Sumber Informasi Nakes Non Nakes Jumlah Pengetahuan Remaja Tentang Narkoba Baik Cukup 73,9% Total Xc2 hitung 5,05 Xc2 tabel 3,481 Tabel 5 menunjukkan bahwa responden yang pernah mendapatkan informasi tentang narkoba dari Non Nakes memiliki pengetahuan yang baik yaitu 73,9%. Sedangkan responden yang pernah mendapatkan informasi tentang narkoba dari Nakes memiliki pengetahuan baik sebesar 64,3%. Hasil nilai xc2 5,05 lebih besar dari nilai xc2 tabel yaitu 3,481 maka Ha diterima. Artinya ada hubungan bermakna antara sumber informasi dengan pengetahuan remaja tentang narkoba di Universitas Cendekia Abditama KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, sesuai dengan tujuan yaitu untuk mengetahui hubungan dan distribusi frekuensi dari masing-masing variabel yang berhubungan dengan faktorfaktor yang memperngaruhi tingkat pengetahuan remaja tentang narkoba di Universitas Cendekia Abditama adalah sebagai berikut:Distribusi frekuensi remaja yang berpengetahuan baik sebesar 64,4% . Tidak ada hubungan bermakna antara usia dengan pengetahuan remaja tentang narkoba di Universitas Cendekia Abditama. Tidak ada hubungan bermakna antara pengalaman dengan tingkat pengetahuan remaja tentang narkoba di Universitas Cendekia Abditama. Ada hubungan bermakna antara sumber informasi dengan pengetahuan remaja tentang narkoba di Universitas Cendekia Abditama. DAFTAR PUSTAKA