Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna PELATIHAN PENGUATAN KARAKTER MELALUI SASTRA ANAK DI TK KARTINI 1 BANDAR LAMPUNG Sudarmaji1. Frieska Maryova R2. Mareyke Jessy Tanod3. Resienda Fajri 4. Oktalia5 STKIP PGRI Bandar Lampung sudarmajiastri21@gmail. com, 2yova0411@gmail. com, 3farrakuan@gmail. resiendafajri@gmail. com, 5oktalia@gmail. Abstrak: Mendidik merupakan tugas guru yang berat. Karena mendidik mengharuskan peserta didik untuk dapat melakukan hal dengan benar dan tidak menyimpang. Untuk itu peserta didik harus mempunyai karakter yang dapat dibentuk sejak dini. Pendidikan karakter diartikan bahwa pendidikan yang mengedepankan moral dan etika. Pendidikan di jenjang terendah yaitu PAUD maupun TK adalah jembatan yang baik untuk memulai membentuk serta menguatkan pendidikan berkarakter. Berbagai macam cara untuk membentuk peserta didik khususnya TK salah satunya ialah memperkenalkan sastra dengan menyisipkan moral dan etika yang tinggi. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 15 Agustus 2022 yang diikuti oleh guru-guru TK Kartini 1 Bandar Lampung yang berjumlah 6 orang dengan teknik memberikan pengetahuan, tanya jawab serta latihan dalam menerapkan pendidikan karakter melalui sastra. Dengan adanya kegiatan ini para guru dapat memperkenalkan serta menguatkan pendidikan karakter tersebut sehingga peserta didik dapat menerapkannya di kehidupan bermasyarakat hingga dewasa dan tentunya akan terbentuk generasi yang berakhlak mulia. Kata kunci: Penguatan karakter, sastra Abstract: Educating is a tough teacher task. Because educating requires students to be able to do things right and not deviate. For this reason, students must have character that can be formed from an early age. Character education means that education prioritizes morals and ethics. Education at the lowest level, namely PAUD and Kindergarten, is a good bridge to start forming and strengthening character education. There are various ways to form students, especially kindergarten, one of which is introducing literature by inserting high morals and ethics. This training was held on Monday 15 August 2022 which was attended by 6 Bandar Lampung Kindergarten teachers at Kartini 1 with the technique of providing knowledge, question and answer and exercises in implementing character education through literature. With this activity, teachers can introduce and strengthen character education so that students can apply it in social life to adulthood and of course a generation of noble character will be formed. Keywords: character strengthenings, literature PENDAHULUAN Mendidik merupakan tugas guru yang paling berat. Karena mendidik mengharuskan peserta didik untuk dapat melakukan sesuatu hal dengan benar dan tidak menyimpang. Untuk itu peserta ddik harus mempunyai karakter yang dapat dibentuk sejak dini. Sehingga nantinya saat mereka tumbuh dewasa, mereka menerapkan hal yang baik. Pelatihan Penguatan Karakter Melalui Sastra Anak di TK Kartini 1 Bandar Lampung Pendidikan karakter seyogyanya sudah Pendidikan karakter dapat diartikan bahwa pendidikan yang mengedepankan moral dan etika. Pendidikan di jenjang terendah yaitu PAUD maupun TK adalah jembatan yang baik untuk memulai pendidikan berkarakter. Di taman kanakkanak ini menjadi hal yang prioritas dalam pembentukan karakter tiap peserta Sehingga nantinya saat mereka sudah dewasa dan membaur di masyarakat mereka bisa dapat melakukan hal-hal baik sesuai dengan etika dan moral yang sudah tertanam sedini Berbagai macam cara untuk membentuk peserta didik khususnya TK salah satunya ialah memperkenalkan sastra dengan menyisipkan moral dan etika yang Sastra digunakan bisa berupa cerita-cerita yang menarik maupun bisa memainkan peran yang terlihat estetik sehingga peserta ddik tertarik dan mudah menyimpulkan karakteristik berkaitan dengan moral dan etika. Tingkat pendidikan awal yang ditempuh peserta didik adalah PAUD (Pendidikan Anak Usia Din. TK (Taman Kanak-kana. Masa ini bisa disebut dengan masa keemasan anak untuk dapat menyerap dan mengikuti Dengan begitu guru di TK dan PAUD ini sangat berperan penting dalam penekanan ataupun penguatan karakteristik peserta didiknya. Terlebih lagi tentang moral dan etika yang didapat di rumah bisa saja tidak sepenuhnya diberikan oleh orang tua. Sehingga orang tua tidak dapat memantau perkembangan dari anaknya di rumah. Saat di sekolah peserta didik mendapatkan pengetahuan kembali dari Diberikan pengetahuan tentang moral dan etika yang baik, diberikan contoh nyata sehingga anak dengan mudah mengikuti apa yang diajarkan oleh guru. Sehingga anak mempunyai karakteristik yang diinginkan sebagai generasi yang baik. Karakter dapat disebut juga diperlihatkan dalam kehidupan seharihari tentang karakteristik yang baik maupun yang tidak baik. Tetapi untuk mencetak generasi yang baik tentunya kita juga harus menanamkan karakter yang baik pula terhadap peserta didik. Dalam KBBI Pengertian karakter dapat diistilahkan sebagai sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, akhlak yang dimiliki membedakan seseorang tersebut dengan orang lainnya. Zainal dan Sujak . menyatakan karakter mengacu pada serangkaian sikap . , perilaku . , motivasi . , dan ketrampilan . Dengan karakter seseorang untuk itu pemerintah membentuk progrm di pendidikan yaitu tentang pendidikan yang berkarakter. Mulyasa . Pendidikan karakter tingkatan yang lebih tinggi dengan budi perkerti. Hal ini ditunjukan dengan ruang lingkup pelaksanaan yang tidak terbatas pada proses pembelajaran. Dengan perngertian di atas Fatchul muAoin . 1: 161-. memberi ciri-ciri karakter, antara lain sebagai berikut: Karakter adalah Ausiapakah dan apakah kamu pada saat orang lain sedang kamuAy . haracter is what you are when nobody is lookin. Karakter nilai-nilai keyakinankeyakinan . haracter is the result of values and belief. Karakter kebiasaan yang menjadi sifat Sudarmaji. Frieska Maryova R. Mareyke Jessy Tanod Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. alamiah kedua . haracter is a habit that becomes second natur. Karakter bukanlah reputasi atau apa yang dipikirkan oleh orang lain terhadapmu . haracter is not reputation or what others think about yo. Karakter lain. haracter is not how much better you are than other. Karakter . haracter Menurut Sri Narwanti . , ada beberapa nilai pembentuk keimanan, memiliki dasar keilmuan, melakukan sintesa dan melakukan sesuai etika. Selain nilai-nilai yang bersumber Pancasila, pendidikan nasional, yaitu . Religius, . Jujur, . Toleransi, . Disiplin, . Kerja Keras, . Kreatif, . Mandiri, . Demokratis, . Rasa Ingin Tahu, . Semangat Kebangsaan,. Cinta Tanah Air, . Menghargai Prestasi, . Bersahabat/Komunikatif, . Cinta Damai, . Gemar Membaca, . Peduli Lingkungan, . Peduli Sosial, & . Tanggung Jawab. Semua nilai pembentuk karakter tersebut saling berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya membentuk suatu keterpaduan yang baik. Untuk membentuk anak usia dini memiliki etika dan moral yang tinggi memadupadankan pembelajaran dengan hal-hal yang dapat peserta didik saah satunya adalah pembelajaran sastra. Saryono . 9:52. mengemukakan bahwa genre sastra yang dapat dijadikan sarana untuk membentuk karakter bangsa, antara lain, genre sastra yang mengandung nilai atau aspek . literer-estetis, . humanistis, . etis dan moral dan . religiussufistis-profetis. Keempat nilai sastra mengoptimalkan peran sastra dalam pembentukan karakter bangsa. Genre sastra yang mengandung nilai literer-estetis adalah genre sastra yang mengandung nilai keindahan, keelokan, kebagusan, kenikmatan, dan keterpanaan yang dimungkinkan oleh segala unsure yang terdapat di dalam karya sastra. Karya sastra klasik atau karya sastra yang menjadi sastra kanon . elle lettre. mengandung nilai litererestetis. Genre sastra yang mengandung nilai humanistis adalah genre sastra yang menjunjung harkat dan martabat manusia, serta menggambarkan situasi berbagai masalah. Kehadiran karya sastra semacam itu diharapkan dapat membentuk kearifan budaya bangsa Indonesia yang memiliki rasa perikemanusiaan yang adil, beradab, dan bermartabat. Genre sastra yang mengandung nilai etis dan moral dalam karya sastra mengacu pada pengalaman manusia dalam bersikap dan bertindak, melaksanakan yang benar dan yang salah, serta bagaimana seharusnya kewajiban dan tanggung jawab manusia Sudah sejak dahulu karya sastra diperlakukan sebagai wahana penyimpan dan perawat nilai etis dan Sastra religius-sufistis- profetis adalah genre sastra yang menyajikan pengalaman spiritual dan transendental. Pembelajaran sastra yang telah sama-sama Ada prosa yang terdiri dari Pelatihan Penguatan Karakter Melalui Sastra Anak di TK Kartini 1 Bandar Lampung novel,cerpen, dongeng, ada juga puisi baik puisi lama seperti pantun maupun puisi baru, juga drama. Pembelajaran sastra yang bisa diterapkan pada anak usia dini bisa berupa dongeng sehingga anak bisa masuk ke dalam karakter tokoh yang diperankan yang membuat mereka mengerti tentang etika dan moral yang Menurut Agus Triyanto . definisi dongeng adalah cerita fantasi sederhana yang tidak benar-benar terjadi berfungsi untuk menyampaikan ajaran moral . dan juga menghibur. Jadi, dongeng merupakan salah satu bentuk karya sastra yang ceritanya tidak benar-benar terjadi/fiktif. Sedangkan menurut Hana . 1: . dongeng adalah cerita rekaan, tidak nyata atau fiksi, seperti fabel . inatang dan benda mat. , saga . erita petualanga. , hikayat . erita rakya. , legenda . sal usu. , mite . ewa-dewi, peri, roh halu. , epos . erita Mahabharata Ramayan. Fungsi utama dari dongeng adalah sebagai sarana hiburan bagi pendengar dan pembacanya. Namun, untuk mewariskan nilai-nilai dan pesan moral yang diyakini oleh masyarakat pada masa itu. Cerita dongeng kerap kebenaran yang berisi pelajaran moral. Biasanya, ada dua tokoh dongeng yang menjadi fokus utama, yaitu tokoh baik dan jujur yang akan mendapat imbalan menyenangkan, dan tokoh jahat yang akan mendapat hukuman. Unsur-unsur Dongeng meliputi. Tema yaitu gagasan atau ide utama dari cerita Latar merupakan keterangan suasana waktu dan ruang terjadinya suatu Alur yaitu peristiwa yang terjadi pada dongeng. Tokoh adalah pelaku yang ada pada dongeng. Penokohan merupkan penampilan dan watak dari tiap tokoh yang ada di dalam Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan pada pembaca atau Ada beberapa ciri-ciri dongeng, yaitu: Ceritanya singkat Kalimat diawali dengan: "pada zaman dahulu, pada masa silam, alkisah, pada suatu hari, dan sebagainya" Memiliki alur yang sederhana Karakter atau tokoh di dalam cerita biasanya tidak disampaikan dengan rinci Ada dua tokoh dengan watak yang berlawanan, yaitu baik dan jahat Ditulis dengan gaya penceritaan Bersifat fiktif atau khayalan Ada versi yang berbeda-beda karena cara penyebarannya dari mulut ke mulut Mengandung pesan moral yang bisa dipelajari oleh pembaca atau Tidak diketahui dengan pasti siapa Jenis-jenis Dongeng Fabel Fabel adalah cerita dongeng yang tokoh utamanya binatang tetapi memiliki watak dan perilaku seperti Fabel sering ditemukan pada kisah dongeng antara hewan, misalnya di hutan atau tempattempat lainnya. Contoh fabel: Si Kancil. Burung Gagak yang Cerdik. Kancil dan Buaya. Semut dan Belalang. Persahabatan Kelinci dan Monyet. Kura-Kura dan Kancil, dan Legenda Legenda merupakan cerita rakyat yang ada di tentang suatu peristiwa. Peristiwa dalam cerita rakyat tersebut bisa melahirkan suatu asal usul suatu tempat, suatu nama daerah, atau halhal yang berkaitan dengan alam dan lingkungan sekitar. Contoh legenda: Tangkuban Perahu. Legenda Danau Sudarmaji. Frieska Maryova R. Mareyke Jessy Tanod Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. Toba. Batu Menangis. Candi Prambanan (Roro Jonggran. Sangkuriang, dan sebagainya. Mite atau Mitos Mite atau yang lebih dikenal dengan mitos adalah jenis dongeng yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat terhadap hal yang tidak masuk akal. Biasanya, ceritanya akan berhubungan dengan makhlus halus, dewa-dewi, atau hal gaib Contoh mite: Nyi Roro Kidul. Laweyan. Joko Tarub, dan Sage Sage adalah dongeng yang ceritanya mengisahkan tentang sejarah dari tokoh tertentu yang memiliki kebaikan, keberanian, kesaktian. Sage mengandung unsur sejarah yang telah bercampur dengan cerita fantasi rakyat. Contoh sage: Panji Laras. Calon Arang. Si Pitung. Lutung Kasarung. Airlangga, dan Parabel Parabel mengandung nilai-nilai pendidikan, baik itu pendidikan agama, moral, atau pendidikan secara umum yang disampaikan secara tersirat. Contoh parabel: Sepasang Selop Putih. Damarwulan. Hikayat Bayan Budiman. Malin Kundang, dan sebagainya. Jenaka Dongeng jenaka atau lelucon adalah cerita lucu yang diperankan oleh tokoh-tokohnya. Contoh jenaka: Si Kabayan. Pan Balang Tamak. Singa Rewa, dan Dongeng biasa Selain jenis-jenis di atas, ada juga dongeng biasanya yang umum Dongeng ini memuat cerita suka duka dan impian Contoh dongeng biasa: Bawang Putih Bawang Merah. Cinderella. Ande-ande Lumut, dan Berdasarkan tersebut dan atas persetujuanpara Kepala TK Kartini 1 Bandar Lampung kami berinisiatif untuk mengusulkan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat kepada STKIP PGRI Bandar Lampung dengan tema Pelatihan Penguatan Karakter Melalui Sastra Anak di TK Kartini 1 Banar Lampung. METODE Pelatihan Penguatan Karakter Melalui Sastra Anak bagi Guru TK Kartini 1 Bandar Lampung akan dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2022 bertempat di aula TK Kartini 1 Bandar Lampung yang beralamat di Jl. Jend. Yani No. 12 Gotong Royong Bandar Lampung. Kegiatan berlangsung selama satu hari dimulai 00 sampai dengan 16. 00 dengan waktu istirahat 11. 30 sampai dengan Peserta kegiatan ini adalah guruguru TK Kartini 1 Bandar Lampung yang berjumlah 6 orang. Persiapan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Adapun kegiatan-kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yaitu: Melakukan studi pustaka tentang kriteria Bahan Ajar yang sesuai dengan tema kegiatan yaitu penguatan karakter melalui sastra Pelatihan Penguatan Karakter Melalui Sastra Anak di TK Kartini 1 Bandar Lampung Memilih bagian-bagian sumber belajar berupa Foto. Gambar. Diagram, dan Teks yang dianggap kehidupan sehari-hari siswa. Menyiapkan foto, gambar, dan teks yang kontekstual ada di kehidupan sekitar siswa sebagai bahan penyusunan bahan ajar berbasis kearifan lokal. Melakukan uji coba desain materi yang akan disampaikan. Menentukan waktu pelaksanaan dan lamanya kegiatan pengabdian bersama- sama tim pelaksana. Mengirim surat kepada TK Kartini 1 Bandar Lampung terkait dengan kesediaannya untuk mengikuti pelatihan. Kesepakatan kegiatan yaitu tanggal 15 Agustus Tanggal Agustus melakukan pengecekan terkait kesiapan tempat dan peralatan yang akan digunakan dalam Menyiapkan perlengkapan yang Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Pada hari Senin tanggal 15 Agustus 2022 kegiatan pelatihan akan dimulai dari pukul 08. 00 hingga 16. dengan susunan acara: Registrasi Peserta Pembukaan Kepala Sekolah Prinsma Laili. Pd. selaku tuan rumah dan Ketua TIM Pengabdian Kepada Masyarakat Bapak Drs. Sudarmaji. Pd. Penyampaian Materi. Materi Pertama Oleh Mareyke Jesi Tanod. Pd. Pd, dengan Materi karakteristik dari peserta didik dan juga pendidikan karakter. Materi Kedua Oleh Frieska Maryova Pd. ,M. Pd. Materi pembelajaran sastra anak. Materi Ketiga disampaikan oleh Drs. Sudarmaji . Pd. materi penguatan karakter melalui pembelajaran sastra. Pemodelan pembelajaran sastra peserta didik oleh perwakilan Penutupan kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan dilakukan di TK Kartini 1 Bandar Lampung tentang penguatan karakter melalui sastra anak didapat hasil sebagai Guru pembelajaran yang menyenangkan Ketuhanan, kemanusiaan dan sosial kepada Guru lebih kreatif dalam membuat media pembelajan yang dapat membuat siswa mampu langsung pembiasaan-pembiasaan Siswa mempunyai kebiasaan yang baik setelah guru mendapatkan pelatihan ini. Kebiasaan-kebiasaan tersebut terlihat pada peserta didik dalam menerapkan salam kepada guru di sekolah. Dan ketika guru tidak melakukan pembiasaan tersebut karena lupa anak berani mengutarakan kepada melakukannya sebagai contoh atau role model terhadap siswa. Siswa pembiasaan yang baik pada azaz Ketuhanan Yang Maha Esa dengan selalu membaca doa sebelum dan sesudah belajar, doa sebelum dan sesudah makan dan lain-lain. Siswa mampu menggunakan bahasa Sudarmaji. Frieska Maryova R. Mareyke Jessy Tanod Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. Indonesia penggunaan bahasa asing di tingkat sekolah lanjut. SIMPULAN Belajar merupakan suatu proses yang hasil akhirnya adalah seseorang tersebut mengetahui,melakukan bahkan menerapkan sesuatu yang dia dapat atau Untuk itu pelatihan ini tidak hanya siswa tetapi guru juga belajar dalam memperkuat karakter yang baik pembiasaanpembiasaan yang berlaku di sekolah maupun masyarakat. Dengan adanya pelatihan ini antara guru dan siswa mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan kita semua. Guru dapat berperan aktif dalam pembelajaran sesuai dengan materi yang Untuk peserta didik tingkat PAUD maupun TK sesuai pembelajran dengan menyandingkan materi sastra seperti dongeng untuk memperkuat pendidikan karakter peserta didik. Dengan menceritakan dongeng-dongeng yang menarik ke peserta didik dengan mudahnya mereka memahami karakterkarakter yang ada pada cerita dongen Peserta didik belajar mengenal karakter-karakter tokoh yang ada dalam cerita yang berkaitan dengan penanaman akhlak yang baik sehingga mereka dapat meniru hal-hal baik juga dalam kehidupan sebenarnya di masyarakat. Dengan menanam perbuatan baik ke peserta didik secara tidak sadar kita juga membuat generasi yang lebih baik di kehidupan selanjutnya. Mulyasa. Manajemen Berbasis Sekolah. Konsep, strategi dan. Implementasi. Bandung Remaja Rosdakarya. Mu'in. Fatchul. Pendidikan Karakter: Konstruksi Teoritik & Praktik. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Narwanti. Sri. Pendidikan karakter. Yogyakarta : Familia. Saryono. Pengantar Apresiasi Sastra. Malang: Universitas Negeri. Malang. https://w. com/blog/dongen DAFTAR PUSTAKA