Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu ISSN: P 2527-6875 | E 2684-9569 Vol. No. December 2024 | Pages. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. Interntional Lincese Al-Bahtsu Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Pembentukan Karakter Religius Melalui Pembiasaan Shalat Berjamaah Yeni Yuliana Universitas Prabumulih yeniyuliana@gmail. Abstract Character is a set of traits that contain a person's goodness, virtue and moral maturity. Character is formed through habits that are carried out repeatedly by a person. If someone often behaves well then that person's character is also good. Getting into the habit of praying in congregation is a form of habituation for a person to get closer to his Creator. The formation of religious character in individuals is one of the influences of the values contained in congregational prayer. The purpose of this writing is to find out how effective the influence of congregational prayer is in forming an individual's religious character. Observation and literature review via the internet are data collection techniques used in this research. The results of the research show that getting used to praying together can improve a person's religious character. Keywords: Habits. Congregational Prayers. Religious Character. How to cite this article: Yuliana. Pembentukan Karakter Religius Melalui Pembiasaan Shalat Berjamaah. AlBahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 9. , 169-174. Received: 8/4/2024 Revised: 11/2/2024 Accepted: 11/22/2024 170 | Yeni Yuliana PENDAHULUAN Sejak lahir seseorang telah memiliki karakter yang baik, seiring berjalannya waktu karakter individu bisa terbentuk menjadi lebih baik atau buruk melalui beberapa seperti faktor Ae faktor biologis, kebudayaan, lingkungan fisik, dan pengalaman-pengalaman. Untuk menjaga karakter tersebut harus dilakukan pembiasaan sejak dini. Ada banyak cara untuk melakukan pembiasaan yang baik salah satunya selalu berbuat kebaikan atau melakukan hal-hal yang positif sehingga membawa dampak baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Era digital terus berkembang, dan dampaknya dapat dirasakan di berbagai bidang Seiring kemajuan teknologi dan era globalisasi, keberadaan akhlak justru semakin terancam. Merosotnya karakter bangsa adalah salah satu pengaruh dari kemajuan teknologi. Sebagian masyarakat seringkali melampiasakan beragam gejolak emosi, baik di rumah, di sekolah, atau di lingkungan kerja. Teknologi globalisasi adalah bentuk kemajuan zaman. Namun, tidak bisa dipungkiri teknologi juga bisa berperan sebagai ancaman, terutama ancaman bagi akhlak dan moral anak bangsa. Untuk itu pendidikan karakter sangat dibutuhkan dalam membangun bangsa yang beradab. Hal ini perlu di imbangi dengan hal-hal positif salah satunya dengan shalat berjamaah agar tercipta karakter religius untuk membentuk akhlak yang baik bagi individu. Karakter adalah moralitas, kebenaran, kebaikan, kekuatan, dan sikap seseorang yang ditunjukkan kepada orang lain melalui tindakan. Karakter dapat dimaknai sebagai nilai dasar yang membangun pribadi seseorang, terbentuk baik karena pengaruh hereditas maupun pengaruh lingkungan, yang membedakannya dengan orang lain, serta diwujudkan dalam sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendidikan akan terbentuk kebiasaan belajar siswa secara sadar maupun tidak sadar dan proses tersebut berlangsung secara terus menerus sehingga menjadi kebiasaan lalu setelahnya lahirlah sebuah karakter dalam diri manusia. Pendidikan karakter menjadi sebuah jawaban yang tepat atas permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam masyarakat. Salah satu kegiatan yang mendukung pembentukan karakter religius yang dilakukan oleh umat Islam yaitu melaksanakan shalat berjamaah. Setiap muslim boleh mendirikan shalat berjamaah di mana saja, asalkan di tempat yang suci, baik di rumah, di padang pasir, maupun di masjid dengan ada imam sebagai pemimpin shalat dan makmum shalat. Kegiatan shalat berjamaah dilakukan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah serta agar terciptanya umat islam yang memiliki karakter religius. Hal diatas mendasari bahwa perlu melakukan kegiatan penelitian tentang pembentukan karakter religius yang berhubungan dengan pembiasaan terhadap masyarakat dalam melaksanakan shalat berjamaah. METODE Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. December 2024 | Pages. 169-174 | 171 Dalam penelitianini, menggunakan pendekatan kualitatif. Dimana penelitian kualitatif sebagai metode ilmiah sering digunakan dan dilaksanakan oleh sekelompok peneliti dalam bidang ilmu social, termasuk juga ilmu pendidikan. Proses penelitian pendekatan kualitatif dimulai dengan pengembangan asumsi-asumsi dasar, dengan metode yang fokus pada pengamatan yang mendalam. Lokasi pengamatan terletak di Masjid Hidayah Al-Agungi Prabumulih. Penelitian dilakukan dalam kurun waktu dua hari berturut Ae turut yaitu pada saat setelah shalat Maghrib dan Isya secara berjamaah. Sedangkan, para umat muslim yang menjalankan shalat secara berjamaah pada waktu Maghrib dan Isya sebagai subyek Penelitian ini. Penelitian ini menggunakan kajian dokumen atau buku-buku yang telah ada sebelumnya sebagai referensi untuk mencari data penelitian kualitatif terutama dari artikel-artikel yang dipublikasikan dalam berbagai macam jurnal ilmiah. Agar tidak terjadi kesalah pahaman pada saat observasi di lapangan, penting untuk memahami seperti apa karakter religious individu serta dampak dari shalat berjamaah melalui hasil literatur dan pengamatan dari hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Tujuannya untuk meminimalisir kesalahan yang bisa saja terjadi pada saat observasi di Metode observasi digunakan untuk mengamati dan meninjau secara cermat dan langsung di lokasi penelitian yaitu Masjid Hidayah Al Agungi Prabumulih. pada saat sebelum digunakan untuk shalat berjamaah dan kegiatan yang dilakukan para jamaah sebagai pembentukan karakter religious seseorang. HASIL DAN PEMBAHASAN Kata AuPembentukanAy dalam kamus Bahasa Indonesia yaitu proses, cara, perbuatan Sedangkan menurut Narwanti . AuPembentukanAy adalah usaha yang telah terwujud sebagai hasil suatu tindakan. Dalam konsep islam karakteristik utama dengan akhlak. Mustofa dalam bukunya AuAkhlak TasawufAy menjelaskan bahwa yang dimaksud akhlak menurut bahasa adalah bentuk jamak dari khuluq . yang artinya budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiAoat . Karakter merupakan suatu sifat yang khas dan melekat pada diri seseorang yang dapat membedakan dirinya dengan yang Menurut Hidatatullah . , karakter adalah kualitas, kekuatan mental, moral atau budi pekerti yang merupakan kepribadian khusus sebagai pendorong serta pembeda antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Dalam kamus besar Indonesia dinyatakan bahwa religious berarti: bersifat religi atau Penciptaan suasana religious berarti menciptakan suasana atau iklim kehidupan keagamaan. Dalam mewujudkan dan menjalankan nilai-nilai keimanan tersebut, maka diperlukan penciptaan suasana religius di tengah-tengah masyarakat. Hal ini disebabkan karena nilai-nilai keimanan yang melekat pada masyarakat kadang Aekadang bisa terkalahkan oleh godaan, maupun budaya negatif yang berkembang disekitarnya. Karena itu, bisa jadi masyarakat pada suatu hari sudah harus berkompetisi dalam menjalankan nilai-nilai keimanan tersebut. Menurut Gazalba AureligiAy atau agama pada umumnya memiliki aturan-aturan dan kewajiban-kewajiban yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh pemeluknya. Semua hal itu mengikat sekelompok orang dalam hubungannya dengan Tuhan, sesame manusia dan alam sekitarnya. Sedangkan menurut Shihab . agama adalah hubungan antara makhluk dengan Khalik (Tuha. yang This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 172 | Yeni Yuliana berwujuddalam ibadah yang dilakukan dalam sikap keseharian (Ghufron dan Risnawita. Karakter religious dapat diartikan sebagai upaya atau cara bagi seseorang untuk mengenal, peduli, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai religious sehingga bertingkahlaku yang sesuai dengan nilai-nilai agamanya. Apabila dalam diri manusia telah tertanam jiwa religius, maka nilai-nilai agama dapat dijadikan sebagai sikap beragama oleh Seseorang yang menerapkan sikap keberagamaan dalam hidupnya maka ia akan senantiasa bertingkah laku sesuai dengan kadar ketaatannya kepada agama dan sang Dalam islam. Sedangkan shalat adalah aktivitas yang bersifat keagamaan yang dapat menjadi salah satu cara pembentukan karakter religius. Shalat berjamaah adalah shalat yang dilakukan dua orang atau lebih secara bersamasama yang dengan salah seorang menjadi imam dan yang lainnya menjadi makmum. Shalat wajib yang dilaksanakan secara berjamaah dapat membangun pondasi utama untuk mebentuk karakter religious dalam diri seseorang. Shalat berjamaah memiliki keistimewaan bagi yang mengerjakannya yaitu Allah Swt melipat gandakan pahala orangorang yang shalat berjamaah di masjid sebanyak 27 derajat dari pada orang yang shalat Sebagaimana hadis Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh HR. Imam Muslim: Aa eAA AaI a a a UA AaE eEa AaE aA a aeEaI a a a aIaE eI aA a ac a a e s aO a ae OA Artinya: AuShalat berjamaah lebih utama 27 derajat disbanding shalat sendirian. Ay Adapun tujuan hadits diatas adalah menganjurkan umat Islam untuk shalat Shalat berjamaah merupakan tuntunan Nabi Muhammad SAW yang terkenal, mengandung hikmah yaitu membantu menjaga persatuan dan kebersamaan umat Muslim serta merasakan kebersamaan, saling mengenal dan memperkuat ikatan social antar sesame umat islam, menghapuskan dosa dan mendekatkan diri kepada Allah. Masjid dibersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk shalat berjamaah. Satu jam sebelum pelaksanaan shalat berjamaah, masjid dibersihkan terlebih dahulu oleh petugas kebersihan masjid dan dibantu oleh jamaah masjid, sebagai bentuk kepedulian jamaah masjid, serta upaya gotong royong dan kedisiplinan diri untuk menjaga kebersihan masjid yang digunakan sebagai tempat ibadah umat Islam. Rasulullah AeE aO a eOa a eA a SAW pernah bersabda: Aa auE IeO aIA AA. Artinya: "Bersuci itu merupakan sebagian dari " (HR Tirmidz. Hal ini juga berpengaruh terhadap rasa nyaman dan khusyuk dalam beribadah. Serta nilai karakter religius pada diri seseorag, sebab kebersihan adalah Sebagian dari iman. Mulai dari membersihkan kamar mandi dan tempat wudhu pria maupun wanita. Tujuannya agar para jamaah masjid tidak terpeleset ketika hendak mengambil air wudhu. Membersihkan karpet masjid, merapikan alat shalat serta memberikan wewangian di karpet masjid. Melaksanakan Shalat berjamaah tepat waktu Shalat merupakan kewajiban seorang muslim kepada Allah SWT membiasakan diri shalat berjamaah yang dilakukan di awal waktu shalat secara teratur akan menumbuhkan kebiasaan dan kesadaran disiplin yang baik. Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. December 2024 | Pages. 169-174 | 173 Jarak antara adzan dan iqomah yaitu 7 menit. Para jamaah menunaikan ibadah shalat maghrib dan isya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan yakni setelah iqomah Rasulullah SAW bersabda, "Andai orang-orang mengetahui pahala adzan dan barisan . pertama, maka mereka tidak akan mengisi shaf lain kecuali dengan ikut mengisi shaf barisan yang pertama. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan sholat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala sholat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak. " (HR Bukhar. Para jamaah keluar menggunakan sandal miliknya sendiri Melalui shalat berjamaah di masjid Hidayah Al-Agungi Para jamaah menanamkan karakter religious jujur, yaitu memastikan masuk dan keluar dari masjid menggunakan sandal miliknya sendiri. Terlihat sepele, namun hal ini melatih diri untuk membentuk karakter religious kejujuran dari setiap individu terutama jamaah masjid Hidayah AlAgungi Jujur merupakan sifat yang baik dan harus dimiliki setiap manusia, dengan begitu hidup terasa lebih aman, tentram, dan damai terutama antar individu, dengan begitu seseorang tidak ragu untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Para jamaah mengantri ketika berwudu Jamaah masjid Hidayah Al-Agungi mengantri setiap akan berwudhu, pembentukan karakter religious disiplin yang ditanamkan selanjutnya adalah mengantri ketika Mereka mengantri dengan tertib memanjang kebelakang tanpa saling dorong atau beradu saling mendahului. Hal ini merupakan bentuk dari karakter religious seseorang yang ditanamkan melalui hal- hal kecil. Jamaah saling bercengkrama setelah shalat berjamaah Para jamaah saling berjabat tangan dan mengobrol ringan setelah selesai keluar dari Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hujurat ayat 10 yang Artinya: "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah . erbaikilah hubunga. antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat " Saling tenggang rasa dan saling peduli terhadap sesame muslim adalah bentuk dari pembentukan karakter religius. Para jamaah melaksanakan Shalat berjamaah sesuai dengan syariat islam Syariat Islam telah mengatur tatanan shafaat sholat berjamaah sesuai anjuran Rasulullah SAW. Salah satu pembentukan karakter religious yakni melakukan shalat berjamaah dengan cara,urutan,bacaan dan gerakan shalat sesuai dengan syariat islam. Seorang imam harus mengetahui urutan gerakan dan bacaan shalat yang benar agar tidak menyesatkan makmum sehingga shalat dianggap sah. KESIMPULAN Pembentukan karakter religious bisa dimulai dari diri sendiri kemudian ditanamkan pada lingkungan keluarga serta masyarakat luas. Dalam islam, untuk membentuk karakter religius salah satunya bisa dibentuk melalui kegiatan shalat berjamaah terutama di masjid. Jamaah Masjid Hidayah Al-Agungi Prabumulih telah membentuk karakter religious yakni This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 174 | Yeni Yuliana dengan menjaga kebersihan tempat ibadah, disiplin, jujur, menjalin berkomunikasi sesama muslim, dan melakukan shalat berjamaah dengan sesuai syariat islam. Sehingga dapat disimpulkan bahwa shalat berjamaah sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter religious seseorang. DAFTAR PUSTAKA