JPN Jurnal Pembangunan Nagari ISSN: 2527-6387 Vol. No. Desember, 2025. Hal. DOI: 10. 30559/jpn. Copyright A Balitbang Provinsi Sumatera Barat Balitbang Provinsi Sumatera Barat Pengaruh Tingkat Pendidikan. Modal Usaha, dan Teknologi Terhadap Pendapatan UMKM Pesisir di Nagari Katapiang Fitri Yulianis1. Perengki Susanto2. Abror Abror3. Willy Nofranita4. Salman AlFarisi5. Nurul Asma Akmal6. Erniwati Erniwati7 Universitas Negeri Padang. Padang. Indonesia. Email: v3. adnan@gmail. Universitas Negeri Padang. Padang. Indonesia. Email: perengki@fe. Universitas Negeri Padang. Padang. Indonesia. Email: abror@fe. Universitas Muhaammadiyah Sumatera Barat. Padang. Indonesia. Email: willynofranita@umsb. Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Email: salfarisi220101@gmail. Universiti Malaya. Kuala Lumpur. Malaysia. Email: Asmakmal173@gmail. Universitas Sumatera Barat. Padang Pariaman. Indonesia. Email: Erniwati527@gmail. Artikel Diterima: . Januari 2. Artikel Direvisi: . Mei 2. Artikel Disetujui: . November 2. ABSTRACT Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. play a strategic role in local economic development due to their contribution to employment creation and income distribution, particularly in coastal areas. However, the development of MSMEs remains constrained by limited business capital, variations in entrepreneursAo education levels, and suboptimal utilization of technology. This study aims to analyze the effect of education level, business capital, and technology utilization on the income of MSMEs in Katapiang Nagari. Batang Anai District. Padang Pariaman Regency. This research employed a quantitative approach using multiple linear regression analysis. The sample was selected through purposive sampling involving 50 micro-scale culinary MSME owners operating in the coastal area of Katapiang Beach. Data were collected through questionnaires and analyzed using SPSS The results show that business capital has a positive and significant effect on MSME income, while education level and technology utilization do not have a significant effect. The coefficient of determination (RA) of 45 indicates that 45% of income variation can be explained by the three independent variables. These findings suggest that MSME income improvement in Katapiang Nagari is more strongly influenced by capital adequacy. Therefore, it is recommended that local governments prioritize strengthening access to MSME financing schemes and integrated financial management assistance, accompanied by gradual and practical digital capacity development aligned with the characteristics of coastal culinary enterprises. Keywords: Business Capital. Technology Utilization. Income. Education Level. MSMEs ABSTRAK Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis dalam pembangunan ekonomi lokal karena kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja dan pemerataan pendapatan, khususnya di wilayah pesisir. Namun, pengembangan UMKM masih menghadapi keterbatasan modal, variasi tingkat pendidikan pelaku usaha, serta pemanfaatan teknologi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, modal usaha, dan pemanfaatan teknologi terhadap pendapatan UMKM di Nagari Katapiang. Kecamatan Batang Anai. Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda. Sampel diperoleh melalui teknik purposive sampling terhadap 50 pelaku usaha mikro sektor kuliner yang beroperasi di kawasan pesisir Pantai Katapiang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM, sedangkan tingkat pendidikan dan pemanfaatan teknologi tidak berpengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,45 menunjukkan bahwa 45% variasi pendapatan Penulis Koresponden: Nama : Salman AlFarisi Email : salfarisi220101@gmail. Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2025 | 79 dapat dijelaskan oleh ketiga variabel penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pendapatan UMKM di Nagari Katapiang lebih ditentukan oleh kecukupan modal. Oleh karena itu, direkomendasikan agar pemerintah daerah memprioritaskan penguatan akses permodalan UMKM melalui skema pembiayaan yang terjangkau dan pendampingan pengelolaan keuangan usaha mikro, serta mendorong pengembangan kapasitas digital secara bertahap dan aplikatif yang sesuai dengan karakteristik usaha kuliner pesisir. Kata Kunci: Modal Usaha. Pemanfaatan Teknologi. Pendapatan. Tingkat Pendidikan. UMKM Pendahuluan UMKM merupakan unit usaha berskala kecil yang memanfaatkan sumber daya lokal serta memiliki fleksibilitas tinggi dalam menghadapi dinamika ekonomi, serta berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui aktivitas ekonomi yang mandiri (Pentanurbowo, 2025. Al Farisi & Fasa, 2. UMKM tidak hanya dipahami berdasarkan skala usahanya, tetapi juga dari kemampuannya dalam menciptakan nilai tambah dan kontribusi nyata terhadap perekonomian. Oleh karena itu. UMKM semakin menjadi subjek penting dalam pembangunan ekonomi karena perannya yang kuat sebagai motor penggerak ekonomi berbasis Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008. UMKM diklasifikasikan ke dalam tiga kategori yaitu Usaha Mikro. Usaha Kecil, dan Usaha Menengah, dengan kriteria berdasarkan kepemilikan aset dan omzet tahunan. Usaha Mikro memiliki aset maksimal Rp50 juta dan omzet maksimal Rp300 juta per tahun. Usaha Kecil memiliki aset antara Rp50 juta hingga Rp500 juta dan omzet antara Rp300 juta hingga Rp2,5 miliar per tahun. Sementara itu. Usaha Menengah memiliki aset hingga Rp10 miliar dan omzet tahunan hingga Rp50 miliar. Klasifikasi ini menunjukkan adanya keragaman karakteristik UMKM, mulai dari usaha berskala rumah tangga hingga unit bisnis yang telah memiliki struktur organisasi lebih Sejumlah penelitian menemukan bahwa perbedaan klaster usaha berpengaruh terhadap kemampuan UMKM dalam meningkatkan pendapatan, terutama terkait dengan perbedaan akses modal dan teknologi (Ramdan et al. , 2024. Widyatmoko et al. , 2. Hal ini mempertegas pentingnya memahami UMKM berdasarkan tipologinya agar intervensi pembangunan lebih tepat sasaran. UMKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama dalam penyerapan tenaga kerja, pemerataan pendapatan, dan pengembangan ekonomi lokal (Hidayat et al. , 2022. Murdani & Hadromi, 2. UMKM juga menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat (Endri, 2. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa UMKM menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja, menjadikannya sektor strategis dalam penguatan ekonomi domestik. Selain itu. UMKM berperan sebagai stabilisator ekonomi ketika terjadi krisis, karena sektor ini memiliki kemampuan adaptasi lebih tinggi dibandingkan perusahaan besar (Novitasari, 2. Dengan demikian, peningkatan pendapatan UMKM bukan hanya berdampak pada pemilik usaha, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian nasional. Konteks ini menjadikan penelitian mengenai faktor-faktor penentu pendapatan UMKM sangat relevan untuk memperkuat daya saing sektor tersebut. Meskipun kontribusinya besar. UMKM masih menghadapi kendala dalam meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usahanya. Tingkat pendidikan pelaku UMKM menjadi salah satu determinan penting dalam keberhasilan usaha (Hasanah et al. , 2020. Widodo & Ovita, 80 | Fitri Yulianis et al. , karena berkaitan dengan kemampuan mengelola bisnis, mengakses informasi, dan Pelaku UMKM dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap manajemen usaha, pencatatan keuangan, dan strategi pemasaran (Arianti & Azzahra, 2020. Martha & Haryati, 2. Pendidikan formal sering kali memberikan pelaku usaha kemampuan berpikir analitis, keterampilan komunikasi, dan kemampuan adaptasi yang lebih baik terhadap perubahan pasar (Meyanti et al. , 2. Misalnya, pelaku usaha yang memiliki pendidikan lebih tinggi dapat lebih mudah mengadopsi teknologi digital untuk memasarkan produk mereka secara online, sehingga menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan pendapatan. Rendahnya tingkat pendidikan pelaku usaha menjadi hambatan dalam kemampuan manajerial, pencatatan keuangan, serta pemahaman Penelitian Nurhidayah et al. menunjukkan bahwa pendidikan pelaku usaha berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan UMKM karena mempengaruhi kualitas pengambilan keputusan dan pemahaman strategi bisnis. Selain pendidikan, keterbatasan modal usaha merupakan tantangan klasik yang dihadapi UMKM. Ketersediaan modal usaha merupakan aspek krusial yang menentukan kemampuan UMKM untuk bertahan dan berkembang (Chen et al. , 2023. ChCoE-DomiEczak et al. , 2020. Rahmadani & Subroto, 2. Modal usaha dapat diartikan sebagai sumber daya keuangan atau aset yang digunakan oleh seorang individu atau perusahaan untuk memulai dan menjalankan kegiatan bisnis (Pena, 2002. Romano et al. , 2. Studi yang dilaksanakan oleh Putri & Jember . menyimpulkan bahwa modal usaha memiliki pengaruh positif terhadap pendapatan UMKM karena menentukan kapasitas produksi dan kualitas layanan. Modal usaha yang cukup memungkinkan bisnis untuk melakukan investasi pada aset, teknologi, tenaga kerja, dan strategi pemasaran yang lebih baik (Rosyadah et al. , 2022. Satpathy et al. , 2. Misalnya, sebuah usaha kecil dengan modal yang memadai dapat membeli peralatan modern, meningkatkan efisiensi produksi, atau memperluas jangkauan pasarnya. Akibatnya, pendapatan usaha tersebut cenderung meningkat karena mereka mampu menghasilkan produk atau layanan dengan kualitas lebih tinggi dan kuantitas yang lebih besar (Zeithaml, 2. Sebaliknya, kekurangan modal sering kali membatasi peluang bisnis, yang dapat berujung pada stagnasi atau bahkan kerugian (Carlos Bresser-Pereira, 2. Namun, modal saja tidak cukup untuk menjamin peningkatan pendapatan. Keberhasilan bisnis juga tergantung pada faktor lain salah satunya pemanfaatan teknologi (Ritter & Gemynden, 2. Pemanfaatan teknologi yang tepat dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing UMKM di era digital (Hendrawan et al. , 2024. Satpathy et al. Keunggulan media sosial terletak pada kemampuannya menyampaikan pesan yang tepat dan spesifik kepada publik melalui fitur seperti iklan berbayar, hashtag, dan algoritma yang Pemanfaatan teknologi memiliki dampak signifikan terhadap pendapatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) (Hasanah et al. , 2020. Pana et al. , 2024. Sidik & Ilmiah, 2021. , terutama dalam era digital yang semakin terintegrasi. Teknologi memberikan UMKM peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperluas pasar, dan menciptakan inovasi produk atau layanan (Octiva et al. , 2024. Putra et al. , 2023. Sifwah et al. , 2. Misalnya, dengan memanfaatkan platform e-commerce. UMKM dapat menjangkau konsumen di luar wilayah geografis mereka tanpa memerlukan investasi besar dalam infrastruktur fisik. Selain itu, penggunaan perangkat lunak manajemen bisnis, seperti aplikasi akuntansi atau sistem pointof-sale (POS) memungkinkan UMKM mengelola keuangan, inventaris, dan data pelanggan Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2025 | 81 dengan lebih baik, yang pada akhirnya berkontribusi pada pengambilan keputusan strategis yang lebih efektif. Melalui media sosial. UMKM dapat memasarkan produk secara kreatif dengan foto berkualitas, video singkat, atau ulasan pelanggan untuk membangun kepercayaan. Banyak UMKM kuliner memanfaatkan Instagram untuk menampilkan foto menarik dan promosi, sementara TikTok memberi peluang lewat video singkat yang mudah viral. Media sosial juga memungkinkan interaksi langsung dengan pelanggan melalui fitur komentar, pesan, maupun siaran langsung untuk peluncuran produk, sehingga hubungan yang lebih personal dapat Riset menunjukkan bahwa UMKM yang aktif menggunakan media sosial secara konsisten mengalami peningkatan pendapatan hingga 30% dibandingkan dengan UMKM yang kurang memanfaatkan teknologi (Maulana et al. , 2024. Pramesti et al. , 2. Penelitian Morisson & Fikri . menemukan bahwa pemanfaatan teknologi digital secara signifikan meningkatkan omzet UMKM melalui pemasaran online dan efisiensi operasional. Bukti empiris ini menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut telah diteliti dan terbukti memiliki kaitan dengan keberhasilan UMKM, meskipun pengaruhnya dapat berbeda berdasarkan karakteristik wilayah dan jenis usaha. Kajian mengenai pengaruh tingkat pendidikan, modal usaha, dan pemanfaatan teknologi terhadap pendapatan UMKM menjadi semakin relevan mengingat peran strategis UMKM dan dinamika ekonomi yang terus berkembang, terutama akibat digitalisasi. Meskipun sejumlah penelitian sebelumnya telah mengkaji variabel-variabel tersebut, penelitian ini berbeda karena difokuskan pada UMKM pesisir yang aktivitas usahanya sangat dipengaruhi oleh faktor musiman dan keberadaan wisatawan lokal. Perbedaan karakteristik UMKM antardaerah menuntut bukti empiris baru untuk menguji konsistensi hubungan antar variabel. Dengan mengintegrasikan teori UMKM dan temuan terdahulu, penelitian ini diharapkan memberi pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor penentu pendapatan UMKM serta menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pemberdayaan yang lebih efektif dan tepat sasaran, khususnya dalam perencanaan ekonomi daerah, peningkatan daya saing wilayah, serta penyusunan strategi peningkatan akses permodalan, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan kapasitas tenaga kerja. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, modal usaha, dan pemanfaatan teknologi terhadap pendapatan UMKM di Nagari Katapiang. Kecamatan Batang Anai. Kabupaten Padang Pariaman. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar empiris dalam perumusan kebijakan pengembangan UMKM pesisir yang lebih kontekstual dan berbasis karakteristik wilayah. Metodologi Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengukur variabelvariabel serta menganalisis hubungan antara variabel, (Creswell & Creswell, 2. , yaitu Tingkat Pendidikan. Modal Usaha, dan Pemanfaatan Teknologi terhadap pendapatan Usaha Mikro di wilayah pesisir Nagari Katapiang. Kecamatan Batang Anai. Kabupaten Padang Pariaman. Provinsi Sumatera Barat. Berdasarkan tujuan penelitian dan dan landaran teori yang digunakan, hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa tingkat pendidikan, modal usaha, dan pemanfaatan teknologi masing-masing diduga berpengaruh terhadap pendapatan usaha 82 | Fitri Yulianis et al. mikro, serta secara simultan ketiga variabel tersebut diduga berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usaha mikro. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Instrumen kuesioner disusun menggunakan skala Likert, yang bertujuan untuk mengukur persepsi, sikap, dan tanggapan responden terhadap fenomena yang diteliti (Sayidah, 2018. Sekaran & Bougie, 2. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan atau kriteria tertentu, (Firmansyah & Dede, 2. Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah pelaku atau pemilik Usaha Mikro di bidang kuliner yang telah beroperasi minimal selama satu tahun, dengan jumlah responden sebanyak 50 orang yang berlokasi di kawasan pesisir pantai Nagari Katapiang. Pemilihan kriteria tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa pelaku usaha yang telah menjalankan usahanya dalam jangka waktu tersebut memiliki pengalaman yang relatif stabil, arus pendapatan yang dapat diamati, serta telah mengambil berbagai keputusan usaha terkait pengelolaan modal, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia, sehingga mampu memberikan data yang valid dan reliabel sesuai dengan variabel yang diteliti. Teknik analisis data dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS versi 22 yang meliputi uji validitas, uji reliabihipotelitas, uji asumsi klasik, serta pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linier berganda. Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh parsial maupun simultan dari variabel Tingkat Pendidikan. Modal Usaha, dan Pemanfaatan Teknologi terhadap Pendapatan Usaha Mikro. Hasil dan Pembahasan Gambaran Umum Objek Penelitian Nagari Katapiang merupakan wilayah pesisir di Kecamatan Batang Anai dengan jumlah 349 jiwa. Keasrian panorama alam dan kekayaan potensi lingkungan menjadikan Nagari Kataping sebagai destinasi wisata lokal yang terus berkembang. Terdapat banyak UMKM di sepanjang Pantai Nagari Katapiang dengan karakteristik yang beragam. Berdasarkan olahan data dari lima puluh kuesioner di mana pemilik UMKM sebagai responden, terdiri dari 24 laki-laki dan 26 perempuan, hal ini menggambarkan bahwa kewirausahaan yang inklusif. Mayoritas pelaku UMKM berada pada usia produktif berkisar 30 Ae 40 tahun, dan didominasi lulusan SMA, hal ini menandakan keterlibatan besar tenaga muda namun dengan kemampuan manajerial dan pemanfaatan teknologi yang masih perlu ditingkatkan. Lama usaha bervariasi, namun hanya sedikit yang mampu bertahan lebih dari sepuluh tahun, hal ini mencerminkan tantangan keberlanjutan usaha. Pendapatan pelaku UMKM sebagian besar berada pada kategori usaha mikro dengan ragam usaha didominasi oleh usaha kuliner, selain itu pedagang ikan segar, sembako, dan makanan ringan. Secara keseluruhan, wilayah ini memiliki potensi ekonomi yang besar, tetapi masih membutuhkan penguatan modal, peningkatan keterampilan, dan pemanfaatan teknologi agar pendapatan UMKM dapat meningkat dan berkembang lebih Hasil Uji Statistik Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2025 | 83 Berdasarkan data penelitian . orang responde. , diperoleh nilai df = 50-2 = 48, dengan nilai alpha sebesar 0,05 sehingga diperoleh nilai rtabel adalah 0,2787. Hasil pengujian statistik dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Uji Validitas. Normalitas. Reliabilitas. Multikolinieritas. Heteroskedastisitas Uji VariVVariabel Normalitas Reliabilitas Multikolinieritas Heteroskedastisitas Tingkat Pendidikan (X. 0,781 1,060 0,997 Modal Usaha (X. 0,740 0,792 1,003 0,941 Pemanfaatan Teknologi (X. Pendapatan (Y) Normal Parameters Most Extreme Differences 0,809 0,714 0,895 0,806 Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig 1,057 0,999 0,000000 1,85553908 0,084 0,084 -0,059 0,084 0,200 Sumber: data diolah . Hasil uji validitas menunjukkan Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,200 (>0,. , sehingga data residual berdistribusi normal. Nilai test statistic sebesar 0,084 masih berada dalam batas yang diperkenankan KolmogorovAeSmirnov. Uji reliabilitas menghasilkan nilai CronbachAos Alpha 0,792Ae0,895, lebih tinggi dari standar 0,70, sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Hasil Uji multikolinieritas menunjukkan VIF berada pada kisaran 1,003Ae1,060 dengan nilai toleransi mendekati 1, menandakan tidak terdapat korelasi tinggi antarvariabel independen. Selanjutnya, hasil uji heteroskedastisitas menghasilkan signifikansi 0,941Ae0,999 (>0,. , yang berarti model regresi bebas heteroskedastisitas. Secara keseluruhan, model regresi layak digunakan karena memenuhi asumsi normalitas, reliabilitas, tidak mengalami multikolinieritas, dan bersifat Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel terikat dengan variabel bebas dengan melihat nilai signifikansi yang terdapat pada masing-masing variabel bebas yang memiliki pengaruh yang besar sebagai berikut. Tabel 2. Hasil Regresi Linier Berganda Unstandardized Coefficients Model Constant Tingkat Pendidikan Modal Usaha Pemanfaatan Teknologi Sumber: Data diolah . Keterangan 12,248 ,100 ,531 -,069 Std. Error 2,947 ,055 ,093 ,062 t hitung 4,115 1,824 5,699 -1,121 Sig. ,000 ,075 ,000 ,268 Signifikan Tidak signifikan Signifikan Tidak signifikan 84 | Fitri Yulianis et al. Hasil regresi menunjukkan bahwa konstanta sebesar 12,248 . = 4,115. = 0,. , yang mengindikasikan bahwa pendapatan UMKM tetap bernilai positif meskipun variabel independen bernilai nol. Variabel Tingkat Pendidikan memiliki koefisien sebesar 0,100 . = 1,824. = 0,. , sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Sebaliknya. Modal Usaha menunjukkan koefisien 0,531 . = 5,699. = 0,. , yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, serta menjadi faktor utama peningkatan pendapatan. Sementara itu. Pemanfaatan Teknologi memiliki koefisien negatif sebesar Ae0,069 . = Ae1,121. = 0,. sehingga tidak berpengaruh signifikan. Secara keseluruhan, modal usaha terbukti menjadi determinan paling kuat terhadap pendapatan UMKM, sementara pendidikan dan teknologi belum memberikan pengaruh signifikan. Uji Hipotesis Hasil Uji Parsial (Uji . Uji parsial berfungsi untuk mengetahui apakah antara variabel bebas memberikan dampak yang signifikan terhadap variabel terikat. Berdasarkan penelitian hasil uji parsial dapat dilihat pada tabel 3 penelitian ini. Unstandardized Cooeficients Model (Constan. Tingkat Pendidikan Modal Usaha Pemanfaatan Teknologi Tabel 3. Hasil Uji t-statistics Standardized Coefficients Std. Error Beta 12,248 2,947 ,100 ,055 ,205 ,531 ,093 ,624 -,069 ,062 -1,126 4,155 1,824 5,699 -1,121 Sig ,000 ,075 ,000 ,268 Sumber: Data diolah . Hasil uji statistik menunjukkan bahwa model memiliki konstanta sebesar 12,248 dengan signifikansi 0,000, yang berarti pendapatan UMKM tetap bernilai positif meskipun variabel independen tidak berkontribusi. Variabel Tingkat Pendidikan memiliki koefisien 0,100 dengan 0,075, sehingga Tingkat Pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Variabel Modal Usaha memiliki koefisien 0,531 dengan sig. 0,000, yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, sehingga modal merupakan faktor terpenting dalam meningkatkan pendapatan UMKM. Sementara itu, variabel Pemanfaatan Teknologi menunjukkan koefisien Ae0,069 dengan sig. 0,268, sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Secara keseluruhan, hanya modal usaha yang terbukti berpengaruh signifikan dalam model regresi ini. Hasil Uji Simultan (Uji F) Tujuan dari uji ini adalah sebagai penentuan apakah terjadi pengaruh simultan variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat pada penelitian ini. Hasil pengolahan data uji f dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Simultan Sum of Mean Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2025 | 85 Model Regression Residual Total Squares 137,792 168,708 306,500 Square 45, 931 3,668 12,523 Sig. ,000b Sumber: Data diolah . Berdasarkan hasil uji simultan . ji F), nilai F hitung sebesar 12,523 dengan signifikansi 0,000, yang menunjukkan bahwa model regresi secara keseluruhan signifikan. Artinya, variabel Tingkat Pendidikan. Modal Usaha, dan Pemanfaatan Teknologi secara bersama-sama berpengaruh terhadap pendapatan UMKM. Dengan nilai signifikansi yang jauh di bawah 0,05, dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel independen layak digunakan dalam model karena memberikan kontribusi simultan terhadap variasi pendapatan yang dihasilkan oleh pelaku UMKM. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R-Square. Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah terdapat efek dominan pada variabel penelitian. Berdasarkan penelitian hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel 5 sebagai berikut. Tabel 5. Hasil Pengujian Koefisien Determinan (R. Model ,670a R Square ,450 Adjusted R Square ,414 Std. Error of the Estimate 1,91509 Sumber: Data diolah . Berdasarkan tabel 5 angka koefisien determinan (R. sebanyak 0,450 atau 45 persen sehingga angka ini menyatakan bahwa variabel bebas seperti tingkat pendidikan, modal, dan pemanfaatan teknologi memberikan pengaruh sebesar 45 persen terhadap variabel pendapatan (Y) sedangkan untuk persentase lainnya sebesar 55 persen yang merupakan pengaruh variabel lain diluar variabel penelitian, sehingga dapat diketahui bahwa variabel modal usaha, tingkat pendidikan serta pemanfaatan teknologi memberi pengaruh yang signifikan kepada variabel Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Pendapatan Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM, yang ditunjukkan oleh nilai t sebesar 1,824 yang lebih kecil dari t tabel 2,013, sehingga hipotesis tentang pengaruh pendidikan ditolak. Mayoritas pemilik UMKM berpendidikan SMA/sederajat, namun tingkat pendidikan formal tidak menjadi faktor penentu pendapatan, karena pelaku usaha dengan pendidikan lebih rendah tetap mampu mengelola dan mengembangkan usahanya. Dominasi usaha kuliner memperkuat temuan ini, sebab keberhasilan usaha kuliner lebih dietntukan oleh keterampilan praktis, pengalaman, inovasi menu, pelayanan, konsistensi rasa, serta manajemen operasional, dibandingkan latar pendidikan Keterampilan tersebut umumnya diperoleh melalui pengalaman, pelatihan nonformal, atau pembelajaran otodidak, termasuk tradisi masyarakat pesisir yang sejak kecil membiasakan anak perempuan belajar memasak. Selain itu, pendidikan formal tidak secara spesifik membekali keterampilan usaha mikro seperti pengelolaan stok, penentuan harga, dan pelayanan 86 | Fitri Yulianis et al. pelanggan, sehingga faktor pasar, lokasi usaha, dan preferensi konsumen lebih menentukan pendapatan dibanding tingkat pendidikan pemilik. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Hasanah et al. , . , yang menyatakan bahwa tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM. Namun demikian, hasil ini bertolak belakang dengan penelitian Dewi & Utari . dan Sidik & Ilmiah, . , yang menemukan bahwa Tingkat Pendidikan berpengaruh positif terhadap pendapatan UMKM. Pengaruh Modal Usaha Terhadap Pendapatan Hasil uji t menunjukkan bahwa modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan, dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 5,699 yang lebih besar dari t tabel 2,013. Temuan ini menegaskan bahwa modal merupakan faktor produksi utama yang memungkinkan peningkatan output melalui pembelian bahan baku yang lebih banyak, penambahan peralatan, serta perluasan kapasitas produksi. Pada konteks wilayah pesisir Nagari Katapiang, peran modal menjadi semakin krusial karena sebagian besar usaha mikro, khususnya di sektor kuliner dan olahan hasil laut, sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku segar yang bersifat musiman dan fluktuatif. Modal yang memadai memungkinkan pelaku usaha melakukan pembelian bahan baku saat ketersediaan melimpah dengan harga relatif lebih rendah, sehingga menjaga kontinuitas produksi dan stabilitas biaya. Selain itu, karakteristik wilayah pesisir yang dekat dengan aktivitas pariwisata lokal menuntut pelaku usaha untuk memiliki peralatan yang layak, kemasan yang menarik, serta kapasitas produksi yang cukup guna memenuhi permintaan konsumen, yang seluruhnya memerlukan dukungan modal. Ketersediaan modal juga memungkinkan investasi pada kualitas bahan baku, peralatan, dan pengemasan sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan dan permintaan. Dalam manajemen usaha, modal mendukung promosi, branding, dan perluasan pasar yang meningkatkan visibilitas usaha dan Modal yang cukup memungkinkan pembelian persediaan dalam jumlah besar sehingga menurunkan biaya per unit dan meningkatkan margin keuntungan. Selain itu, modal yang memadai memberikan ketahanan terhadap fluktuasi harga dan ketidakpastian pasar, serta memfasilitasi inovasi produk maupun ekspansi, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan Secara keseluruhan, modal usaha berpengaruh terhadap pendapatan karena berfungsi sebagai faktor produksi yang meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi, dan daya saing usaha. Semakin besar modal yang dimiliki pelaku UMKM, semakin besar pula potensi peningkatan pendapatan melalui optimalisasi proses produksi dan strategi pemasaran. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan yang dilakukan oleh Sinaga et al. , . yang menyatakan bahwa modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM. Namun demikian, temuan ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Salim & Rahmadhani . dan Sidik & Ilmiah . bahwa modal usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Terhadap Pendapatan Hasil uji t menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar -1,121 yang lebih kecil dari t tabel 2,013, sehingga hipotesis 3 ditolak. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan teknologi yang Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2025 | 87 dilakukan UMKM belum mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan selama di lapangan, ketidaksignifikanan ini dapat dijelaskan oleh beberapa faktor. Pertama, teknologi yang digunakan UMKM umumnya bersifat dasar dan administratif seperti WhatsApp sebagai sarana komunikasi, media sosial hanya untuk unggah foto, atau penggunaan Microsoft Excel sederhana, sehingga belum mampu meningkatkan kapasitas produksi maupun kualitas layanan. Kedua, banyak pelaku UMKM belum mengoptimalkan fitur digital seperti pemasaran daring, pembuatan konten promosi, atau pemanfaatan data pelanggan, sehingga teknologi tidak memberi nilai tambah pada penjualan. Ketiga, beberapa teknologi tidak sesuai dengan kebutuhan operasional UMKM skala mikro, sehingga penggunaannya tidak efektif. Selain itu, dalam usaha kuliner, faktor non-teknologi seperti rasa, harga, lokasi, dan pelayanan lebih dominan menentukan pendapatan. Dampak teknologi juga bersifat jangka panjang dan membutuhkan strategi pemasaran yang konsisten, karena periode penelitian relatif singkat, efek teknologi mungkin belum terlihat signifikan terhadap pendapatan UMKM. Dengan demikian, hasil uji Pemanfaatan Teknologi bertentangan dengan hipotesis yang telah diajukan dan tidak sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan pendapatan usaha. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Magribi & Yulianti, . yang menunjukkan pemanfaatan teknologi belum optimal dan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja, yang relevan dengan penelitian ini. Namun demikian, hasil penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian Dewi & Utari, . yang menyatakan bahwa Pemanfaatan Teknologi juga memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap pendapatan UMKM. Temuan serupa juga dikemukakan oleh Hasanah et al. , yang menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan UMKM di Wilayah Serut, serta Sidik & Ilmiah . yang menyimpulkan bahwa teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM. Perbedaan hasil penelitian ini dengan penelitian-penelitian terdahulu disebabkan oleh kondisi pemanfaatan teknologi di Nagari Katapiang masih belum diterapkan secara optimal. Sebagian besar pelaku usaha lebih fokus pada promosi langsung kepada konsumen untuk menarik pengunjung. Pengunjung Pantai Katapiang umumnya datang untuk menikmati suasana pantai yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut, termasuk keindahan pemandangan alam dan fasilitas tempat wisata yang tersedia, bukan karena penggunaan teknologi oleh pelaku UMKM. Kenyamanan lokasi juga menjadi faktor pendukung utama yang mendorong kunjungan, sehingga pemanfaatan teknologi belum menunjukkan pengaruh signifikan terhadap perkembangan UMKM di Nagari Katapiang. Teknologi yang digunakan oleh pelaku UMKM umumnya masih terbatas pada Telepon Seluler dan Whatsapp sebagai media komunikasi, serta Facebook untuk mengunggah foto dan video aktivitas usaha, namun belum dimanfaatkan secara khusus untuk promosi produk atau jasa. Dengan demikian. dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan teknologi tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM di Nagari Katapiang. Hal ini berkaitan dengan dominasi usaha yang paling banyak dijalankan, yaitu usaha makanan dan minuman yang mengandalkan penjualan langsung, skala usaha masih kecil, dengan omzet bulanan rata-rata antara Rp3. 000 hingga Rp5. 000, serta pemanfaatan teknologi yang belum optimal dan 88 | Fitri Yulianis et al. belum terintegrasi dengan strategi pengembangan usaha. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi belum menjadi faktor penentu pendapatan UMKM di Nagari Katapiang. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan literasi digital dan pendampingan yang lebih aplikatif agar pemanfaatan teknologi dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih nyata di masa Kesimpulan dan Rekomendasi Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, penelitian ini menyimpulkan bahwa modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM di Nagari Katapiang. Temuan ini menunjukkan bahwa kapasitas permodalan masih menjadi faktor utama dalam menunjang keberlangsungan dan produktivitas usaha, khususnya pada UMKM sektor kuliner yang mendominasi wilayah penelitian. Sebaliknya, tingkat pendidikan dan pemanfaatan teknologi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan UMKM. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pengelolaan usaha di Nagari Katapiang lebih banyak ditentukan oleh pengalaman praktis, penjualan langsung, serta daya tarik lokasi wisata, sementara pemanfaatan teknologi masih bersifat terbatas dan belum dioptimalkan sebagai strategi peningkatan Berdasarkan temuan tersebut, rekomendasi kebijakan pengembangan UMKM di Nagari Katapiang adalah sebagai berikut: Pemerintah Daerah . elalui Dinas Koperasi dan UMKM) perlu memprioritaskan penguatan akses permodalan UMKM melalui fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), bantuan modal bergulir, serta pendampingan pengelolaan keuangan usaha mikro yang terintegrasi dengan peningkatan kapasitas manajemen usaha dan pemasaran sederhana berbasis digital. Pemerintah Nagari Katapiang, melalui alokasi Dana Desa perlu mengarusutamakan program pemberdayaan UMKM berbasis keterampilan praktis dalam perencanaan pembangunan nagari, dengan mengalokasikan dukungan anggaran untuk peningkatan kualitas produk, pengemasan, penetapan harga, serta peningkatan mutu pelayanan usaha yang mendukung sektor kuliner dan pariwisata pesisir. Konflik Kepentingan Penulis menyatakan tidak memiliki konflik kepentingan dalam penelitian dan penulisan artikel Referensi