JVIP, 4 . : 131 - 141 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 Potensi Tanaman Sambiloto (Andrographis paniculat. Sebagai Imunostimulan Pada Ikan Rangga Idris Affandi1*. Bagus Dwi Hari Setyono1 1 Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Pertanian. Universitas Mataram. Jl. Pendidikan No. 37 Kota Mataram 83125. *Email Korespondensi: ranggaidrisaffandi@unram. Abstrak. Budidaya perikanan di Indonesia sangat prospek untuk dikembangkan, baik itu pada perairan laut, tawar, maupun payau. Usaha pengembangan budidaya ikan tidak dapat terlepas dari adanya penyakit. Manajemen kesehatan ikan yang dapat diterapkan dalam mengendalikan serangan penyakit salah satunya dengan melakukan tindakan pencegahan penyakit ikan melalui pemberian imunostimulan. Sumber imunostimulan alami dapat berasal dari tanaman. Kandungan dalam tanaman alami dapat menjadi imunostimulan bagi ikan, salah satunya adalah sambiloto (Andrographis paniculat. Sambiloto umumnya diketahui sebagai bahan baku pembuatan jamu pahitan yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia karena kandungannya. Oleh karena itu tujuan dari studi literatur . iterature revie. ini adalah agar dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai potensi dari tanaman sambiloto tersebut sebagai imunostimulan pada ikan. Metode yang digunakan yaitu systematic literature review dengan tahapan planning, data collection, data analysis, kemudian diakhiri dengan simpulan. Hasilnya diketahui bahwa sambiloto memiliki berbagai kandungan senyawa seperti andrografolida, alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin yang dapat digunakan sebagai imunostimulan pada budidaya ikan. Tanaman sambiloto sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan penelitian lebih lanjut dalam upaya untuk menjadikan bahan tersebut sebagai imunostimulan pada budidaya ikan. Kata kunci: Sambiloto. Imunostimulan. Budidaya Ikan Pendahuluan Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau kurang lebih 13. 000 buah beberapa diantaranya belum mempunyai nama dan berpenghuni serta memiliki garis panjang pantai terpanjang ketiga didunia yaitu kurang lebih 81. 000 km. Dengan kondisi wilayah yang demikian, sehingga negara kita mempunyai potensi sumberdaya perikanan yang sangat prospek untuk dikembangkan. Tidak hanya perairan laut dan perairan darat, juga termasuk didalamnya perikanan tangkap dan budidaya yang masih berpeluang untuk terus dioptimalkan (Agus 2018, 2. Perikanan budidaya disebut juga dengan akuakultur, yakni suatu kegiatan perikanan yang memproduksi biota . akuatik di lingkungan terkontrol yang bertujuan mendapat keuntungan (Sutiani. Bachtiar, and Saleh 2. Hal ini memunculkan keinginan di masyarakat untuk mengembangkan usaha budidaya ikan, mengacu pada permintaan pasar yang terus meningkat. Permasalahan yang sering dihadapi dalam budidaya ikan adalah penyakit yang dapat menyebabkan menurunnya tingkat produksi ikan (Pujiastuti and Setiati 2. Salah satu penyebab organisme akuakultur rentan terhadap infeksi penyakit yaitu dikarenakan lemahnya sistem imun tubuh. Respon imun pada ikan terdiri dari imunitas alami dan imunitas spesifik. Manajemen kesehatan ikan yang dapat diterapkan dalam mengendalikan serangan penyakit salah satunya dengan melakukan tindakan pencegahan penyakit ikan. Salah satu teknologi yang telah berevolusi dalam menanggapi masalah-masalah tersebut adalah imunostimulan (Jasmanindar. Salosso, and Dahoklory 2. Imunostimulan merupakan senyawa yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh ikan. Mekanisme umum dari imunostimulan yaitu memperbaiki ketidakseimbangan sistem imun dengan cara meningkatkan imunitas spesifik maupun non-spesifik (Fidyandini. Elisidana, and Kartini 2. Dalam pemanfaatannya, imunostimulan tidak meninggalkan residu dalam tubuh ikan maupun lingkungan serta tidak berbahaya bagi kesehatan manusia yang mengkonsumsinya. Oleh karena itu, penggunaan imunostimulan dalam budidaya dirasa sangat penting (Razak. Kreckhoff, and Watung 2. Imunostimulan dapat berasal dari tumbuhan-tumbuhan alami yang bersifat herbal (Junaidi et al. Kandungan dalam produk tanaman alami merupakan antistres, merangsang pertumbuhan, stimulasi nafsu makan, tonik dan imunostimulan, antimikrobial ikan dan udang. Komponen utama yang terdapat dalam tanaman alami dengan fungsi tersebut antara lain alkaloid, flavonoid, pigmen, fenolik, terpenoid, steroid, minyak esensial dan sulfat polisakarida (Jasmanindar. Salosso, and Dahoklory 2. JVIP, 4 . : 131 - 141 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 Salah satu alternatif sumber imunostimulan dari tanaman yang dapat digunakan untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh ikan adalah sambiloto (Andrographis paniculat. Sambiloto umumnya diketahui sebagai bahan baku pembuatan jamu pahitan yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia karena kandungannya. Oleh karena itu perlu dilakukan studi literatur . eview literatur. ini agar dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai potensi dari sambiloto tersebut sebagai imunostimulan kepada stakeholders akuakultur terutama peneliti yang akan melakukan penelitian lanjutan terkait dengan potensi bahan tersebut. Bahan dan Metode Akses informasi yang relevan untuk penyusunan artikel ini didapatkan dari Google Scholar. Proquest, dan Elsevier. Artikel yang digunakan yaitu sebanyak 33 jurnal dan 1 buku. Metode yang digunakan dalam artikel ini merupakan studi literatur sistematis . ystematic literature revie. Studi literatur pada penelitian ini adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelola data penelitian secara obyektif, sistematis, analitis, dan kritis tentang potensi tanaman sambiloto sebagai imunostimulan pada ikan. Artikel dengan studi literatur ini memiliki persiapan sama dengan artikel lainnya akan tetapi sumber dan metode pengumpulan data dengan mengambil data di pustaka, membaca, mencatat, dan mengolah bahan penelitian dari artikel hasil penelitian tentang potensi tanaman sambiloto sebagai imunostimulan pada ikan. Studi literatur ini menganalisis dengan matang dan mendalam agar mendapatkan hasil yang objektif tentang potensi tanaman sambiloto sebagai imunostimulan pada ikan. Data yang dikumpulkan dan dianalisis merupakan data sekunder yang berupa hasil-hasil penelitian seperti buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Selanjutnya, teknik analisis data dalam artikel ini dengan menggunakan teknik analisis isi . ontent analysi. Analisis data dimulai dengan menganalisis hasil penelitian dari yang paling relevan, relevan, dan cukup relevan. Peneliti lalu membaca abstrak dari setiap penelitian untuk memberikan penilaian apakah permasalahan yang dibahas sesuai dengan yang hendak dipecahkan dalam penelitian. Selanjutnya mencatat bagian-bagian penting dan relevan dengan permasalahan penelitian dan diakhiri dengan penarikan simpulan (Affandi et al. Hasil dan Pembahasan Kandungan Senyawa Aktif Pada Tanaman Sambiloto Andrographis paniculata umumnya dikenal sebagai AuKing of BitterAy, adalah tanaman kecil, tahunan, bercabang dan tegak yang tergolong famili Acanthaceae. Tumbuh subur di Asia Tenggara termasuk India. Sri Lanka. Jawa. Pakistan. Indonesia, dan Malaysia. Tanaman ini lebih suka tumbuh dengan baik di berbagai habitat seperti daerah lembab, daerah teduh, lereng bukit, dataran, peternakan, pantai, tanah limbah, dan tanah kering atau basah (Geetha and Catherine 2. Manfaat A. paniculata sudah dikenal luas sejak zaman dahulu oleh hampir semua bangsa di dunia. paniculata dapat tumbuh pada semua jenis tanah sehingga persebaran tumbuhan ini cukup luas di belahan bumi. Seluruh bagian tanaman sambiloto seperti daun, batang, bunga, dan akar rasanya sangat pahit jika dimakan atau direbus untuk diminum yang diduga ini berasal dari andrografolida yang dikandungnya. Sebenarnya semua bagian tanaman sambiloto bisa dimanfaatkan sebagai obat, termasuk bunga dan buahnya. Namun bagian yang paling sering digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional adalah daun dan batangnya (Rosidah and Mulyani 2. paniculata dilaporkan memiliki kandungan diterpen lakton andrografolida sebagai mayor fitokonstituen (Chakraborty and Hancz 2011. Vallejos-Vidal et al. Basha et al. Innocent et al. Radhakrishan Palanikani. Soranam, and Chanthini 2. Sambiloto memiliki kandungan lakton yang terdiri dari deoxyandrografolid, andrografolid, neondrografolid, 14-deoxy-11-12-didehydroandrografolid dan homoandrografolid, juga terdapat flavonoid, saponin, tanin, alkana, keton, aldehid, kalium, kalsium, natrium, asam kersik, minyak atsiri, dan damar (Isje Lukistyowati 2. Daun sambiloto mengandung bahan aktif seperti saponin, tanin, flavonoid dan lakton yang mengandung andrografolida (Fithriani. Arimbi, and Sarudji 2. Zat aktif yang terkandung dalam sambiloto yaitu andrografolid, minyak atsiri, flavonoid dan tannin (Iesje Lukistyowati and Syawal 2. Tanaman sambiloto memiliki kandungan senyawa aktif berupa tanin, flavonoid, dan saponin (Darma. Sarjito, and Haditomo 2. Konstituen utama A. paniculata adalah diterpenoid, flavonoid, dan Selain itu tanaman ini juga mengandung andrografolida, neoandrografolida, dan 14-deoksi-11,12didehidroandrografolida (Churiyah et al. Awad & Awaad . menambahkan bahwa andrografolida adalah senyawa aktif yang diisolasi dari daun dan batang A. paniculata kaya akan berbagai macam kandungan fitokimia seperti diterpen, flavonoid, lakton, neoandrografolida, andrografolida, dan isoandrografolida (Geetha and Catherine 2. Sambiloto memiliki kandungan senyawa aktif seperti protein arabinogalaktan dan andrografolida (Stratev et al. Elumalai et al. Rattanachaikunsopon and Phumkhachorn 2. Selain itu, daunnya juga mengandung JVIP, 4 . : 131 - 141 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 alkaloid, tanin, gula pereduksi, glikosida, flavonoid, saponin, karbohidrat, steroid, fitol, diterpenoid, glikosida diterpen, dan lakton (Giri et al. Turunan senyawa dari A. paniculata yaitu isoandrografolida, neoandrografolida, andrografolida dan isoandrografolida (Radhakrishnan Palanikani et al. Secara kimiawi, paniculata mengandung flavonoid dan lakton. Dalam lakton, komponen utamanya adalah andrografolida yang juga merupakan zat aktif utama tanaman ini. Selain itu terdapat pula komponen aktif lainnya seperti minyak atsiri, 14-deoksiandrografolida dan 14-deoksi-11,12-didehidroandrografolida yang bermanfaat bagi kesehatan ikan (Rosidah and Mulyani 2. Rosidah . mengemukakan bahwa Andrographis paniculata memiliki berbagai kandungan senyawa aktif seperti deoksiandrografolida, andrografolida, 14-deoksi-11, neoandrografolida, 12-didehidroandrografolida, homoandrografolida, andrografan, andrografon, andrografosterin, stigmasterol, diterpenoid, dan flavonoid. Daun dan batang A. paniculata mengandung alkaloid, glikosida flavonoid dan aglikon flavonoid, saponin, tanin, steroid, tripertenoid, dan minyak atsiri. Selain komponen lakton dan flavonoid, tumbuhan sambiloto ini juga mengandung komponen alkana, keton, aldehida, dan mineral . alsium, natrium, kaliu. Rasa pahit pada sambiloto disebabkan oleh diterpenoid yaitu deoksiandrografolida-19y-D glukosida dan neo-andrografolida yang diisolasi dari daun. Akarnya mengandung apigenin-7,4'-di-O-metil ether, andrografolida, dan flavon 5-hidroksi-7,8,2',3'-tetrametoksi Senyawa flavonoid, termasuk 5,7,2',3'-tetrametoksiflavanon dan beberapa flavonoid lainnya, diterpenoid andrografolida, dan polifenol terdapat di seluruh bagian tanaman A. Secara rinci kandungan senyawa aktif pada tanaman sambiloto dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Kandungan Senyawa Aktif Pada Tanaman Sambiloto Senyawa Pada Tanaman Sambiloto Referensi (Chakraborty and Hancz 2011. Vallejos-Vidal et al. Awad and Awaad 2017. Basha et al. Andrografolida Innocent et al. Radhakrishan Palanikani. Soranam, and Chanthini Deoxy-andrografolid, andrografolid, neondrografolid, 14-deoxy-1112-didehydroandrografolid, homoandrografolid, flavonoid, saponin, (Isje Lukistyowati 2. tanin, alkana, keton, aldehid, kalium, kalsium, natrium, asam kersik, minyak atsiri, dan damar (Fithriani. Arimbi, and Sarudji Saponin, tanin, flavonoid dan lakton yang mengandung andrografolida (Iesje Lukistyowati and Syawal Andrografolid, minyak atsiri, flavonoid dan tannin (Darma. Sarjito, and Haditomo Tanin, flavonoid, dan saponin Diterpenoid, flavonoid, polifenol, andrografolida, neoandrografolida, (Churiyah et al. dan 14-deoksi-11,12-didehidroandrografolida Diterpen, flavonoid, lakton, neoandrografolida, andrografolida, dan (Geetha and Catherine 2. (Elumalai et al. Stratev et al. Protein arabinogalaktan dan andrografolida Rattanachaikunsopon and Phumkhachorn 2. Alkaloid, tanin, gula pereduksi, glikosida, flavonoid, saponin, (Giri et al. karbohidrat, steroid, fitol, diterpenoid, glikosida diterpen, dan lakton Isoandrografolida, neoandrografolida, andrografolida dan (Radhakrishnan Palanikani et al. Flavonoid, lakton . , minyak atsiri, 14(Rosidah and Mulyani 2. deoksiandrografolida dan 14-deoksi-11,12-didehidroandrografolida Deoksiandrografolida, andrografolida, 14-deoksi-11, neoandrografolida, 12-didehidroandrografolida, homoandrografolida, (Rosidah 2. andrografan, andrografon, andrografosterin, stigmasterol, diterpenoid flavonoid, alkaloid, glikosida flavonoid dan aglikon flavonoid, saponin. JVIP, 4 . : 131 - 141 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 Senyawa Pada Tanaman Sambiloto tanin, steroid, tripertenoid, minyak atsiri, alkana, keton, aldehida, mineral . alsium, natrium, kaliu. , deoksiandrografolida-19y-D glukosida, neo-andrografolida, apigenin-7,4'-di-O-metil ether, andrografolida, flavon 5-hidroksi-7,8,2',3'-tetrametoksi flavon, 5,7,2',3'-tetrametoksiflavanon, dan polifenol Referensi Peran Senyawa Aktif Pada Tanaman Sambiloto Riset-riset terdahulu sudah mengklasifikasi kandungan herbal yang kaya akan zat-zat peningkat kekebalan tubuh atau imunostimulan. Berbeda dengan vaksin, imunostimulan pada herbal dapat terjadi dengan mekanisme memodulasi respon imun bawaan atau non spesifik dan saat ini cukup banyak digunakan untuk mengendalikan penyakit pada ikan. Secara tradisional, herbal maupun ekstraknya telah terbukti efektif sebagai peningkat kinerja kekebalan tubuh dan juga direkomendasikan sebagai imunostimulan alternatif yang baik dalam bidang akuakultur (Ariefqi. Syamsunarno, and Rosdianto 2. Pada studi literatur ini, kami merangkum penggunaan tanaman sambiloto dalam budidaya ikan. Peran dari senyawa aktif yang terkandung pada sambiloto dapat terlihat dalam Tabel 2 berikut ini. Tabel 2. Peran Senyawa Aktif Pada Tanaman Sambiloto Peran Senyawa Tanaman Sambiloto Referensi Antimikroba (Rattanachaikunsopon and Phumkhachorn 2. A Imunomodulator (Chakraborty and Hancz 2. A Antimikroba A Antistres A Anti inflamasi (Innocent et al. A Imunostimulan A Antibakteri A Antiracun A Anti infeksi A Antibiotik A Antivirus A Antijamur (Isje Lukistyowati 2. A Antimikroba A Antipiretik A Anti inflamasi A Hepatoprotektor A Analgesik A Imunomodulator A Hepatoprotektor A Antimikroba A Antioksidan (Basha et al. A Anti inflamasi A Imunomodulator A Imunostimulan A Antibakteri A Anti inflamasi A Antioksidan (Fithriani. Arimbi, and Sarudji 2. A Antikarsinogen A Antipiretik A Hepatoprotektor A Antiracun (Iesje Lukistyowati and Syawal 2. A Antibakteri JVIP, 4 . : 131 - 141 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 Peran Senyawa Tanaman Sambiloto A Anti infeksi A Antimikroba A Antistres A Antibakteri A Imunostimulan A Antibakteri A Imunostimulan A Antivirus A Imunostimulan A Antimikroba A Antioksidan A Anti inflamasi A Imunomodulator A Imunomodulator A Anti inflamasi A Antioksidan A Antimikroba A Antimikroba A Antibakteri A Anti inflamasi A Hepatoprotektor A Imunomodulator Antibakteri A Antibiotik A Antidot A Antioksidan A Antimikroba A Imunomodulator A Antibakteri A Imunostimulan A Antioksidan A Anti inflamasi A Hepatoprotektor A Antivirus A Anti inflamasi A Imunostimulan A Anti inflamasi A Antipiretik A Antiparasit A Antibakteri A Antiracun A Hepatoprotektor A Imunostimulan A Imunomodulator A Anti infeksi A Antibiotik A Imunostimulan Referensi (Vaseeharan and Thaya 2013. Syahidah et al. (Darma. Sarjito, and Haditomo 2. (Churiyah et al. (Vallejos-Vidal et al. (Awad and Awaad 2. (Geetha and Catherine 2. (Miriam et al. Stratev et al. Elumalai et al. (Radhakrishan Palanikani. Soranam, and Chanthini 2. (Giri et al. (Radhakrishnan Palanikani et al. (Rosidah and Mulyani 2. (Rosidah 2. JVIP, 4 . : 131 - 141 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 Peran Senyawa Tanaman Sambiloto Referensi A Imunomodulator A Antibakteri A Antiracun A Anti infeksi A Antibiotik A Antioksidan Berdasarkan hasil studi literatur pada Tabel 2, diketahui bahwa kandungan senyawa aktif pada tanaman sambiloto memiliki banyak manfaat yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan. Senyawa aktif pada tanaman sambiloto memiliki peran sebagai antistres (Chakraborty and Hancz 2011. Syahidah et al. Vaseeharan and Thaya 2. , anti inflamasi (Innocent et al. Isje Lukistyowati 2012. Basha et al. Fithriani. Arimbi, and Sarudji 2013. Vallejos-Vidal et al. Awad and Awaad 2017. Geetha and Catherine Giri et al. Radhakrishnan Palanikani et al. Rosidah and Mulyani 2. , antioksidan (Basha et al. Fithriani. Arimbi, and Sarudji 2013. Vallejos-Vidal et al. Awad and Awaad 2017. Radhakrishan Palanikani. Soranam, and Chanthini 2018. Giri et al. Rosidah 2. , anti infeksi (Isje Lukistyowati 2012. Iesje Lukistyowati and Syawal 2013. Rosidah and Mulyani 2021. Rosidah 2. , antibiotik (Isje Lukistyowati 2012. Radhakrishan Palanikani. Soranam, and Chanthini 2018. Rosidah and Mulyani 2021. Rosidah 2. , dan antipiretik (Isje Lukistyowati 2012. Fithriani. Arimbi, and Sarudji 2013. Rosidah and Mulyani 2. Tanaman sambiloto juga memiliki peran lainnya seperti antidot (Radhakrishan Palanikani. Soranam, and Chanthini 2. , antiracun (Isje Lukistyowati 2012. Fithriani. Arimbi, and Sarudji 2013. Rosidah and Mulyani Rosidah 2. , antimikroba (Rattanachaikunsopon and Phumkhachorn 2009. Chakraborty and Hancz Isje Lukistyowati 2012. Basha et al. Iesje Lukistyowati and Syawal 2013. Vallejos-Vidal et al. Awad and Awaad 2017. Geetha and Catherine 2017. Radhakrishan Palanikani. Soranam, and Chanthini 2. , hepatoprotektor (Isje Lukistyowati 2012. Basha et al. Fithriani. Arimbi, and Sarudji 2013. Geetha and Catherine 2017. Giri et al. Rosidah and Mulyani 2. , analgesik (Isje Lukistyowati 2. , dan antikarsinogen (Fithriani. Arimbi, and Sarudji 2. Sambiloto juga dapat diaplikasikan sebagai imunostimulan pada budidaya ikan mengingat perannya sebagai antijamur (Isje Lukistyowati 2. , antiparasit (Rosidah and Mulyani 2. , antibakteri (Isje Lukistyowati Iesje Lukistyowati and Syawal 2013. Fithriani. Arimbi, and Sarudji 2013. Syahidah et al. Vaseeharan and Thaya 2013. Darma. Sarjito, and Haditomo 2014. Geetha and Catherine 2017. Elumalai et al. Miriam et al. Stratev et al. Radhakrishan Palanikani. Soranam, and Chanthini 2018. Rosidah and Mulyani Rosidah 2. , antivirus (Isje Lukistyowati 2012. Churiyah et al. Radhakrishnan Palanikani et al. , imunomodulator (Chakraborty and Hancz 2011. Isje Lukistyowati 2012. Basha et al. Vallejos-Vidal et al. Awad and Awaad 2017. Geetha and Catherine 2017. Radhakrishan Palanikani. Soranam, and Chanthini Rosidah and Mulyani 2021. Rosidah 2. , serta sebagai imunostimulan (Innocent et al. Basha et al. Syahidah et al. Vaseeharan and Thaya 2013. Darma. Sarjito, and Haditomo 2014. Churiyah et al. Radhakrishan Palanikani. Soranam, and Chanthini 2018. Radhakrishnan Palanikani et al. Rosidah and Mulyani 2021. Rosidah 2. Penggunaan Tanaman Sambiloto Pada Budidaya Ikan Salah satu penelitian akuakultur yang banyak dibahas adalah untuk meningkatkan imunitas ikan dengan menggunakan imunostimulan. Kurniawan . menyatakan bahwa sejumlah penelitian telah diarahkan pada pemanfaatan bahan alami, baik dari ekstrak tumbuhan dan hewan, maupun derivat mikroorganisme untuk mengganti peran bahan kimia yang digunakan sebagai imunostimulan. Nafiqoh et al. berpendapat jika beberapa studi tentang penggunaan bahan tanaman obat menunjukkan bukti efikasi dari tanaman obat yang digunakan baik digunakan secara tunggal ataupun kombinasi, namun studi lanjutan menegaskan bahwa kombinasi dari tanaman obat mempunyai efikasi yang lebih baik sebagai obat. Oleh karena itu, studi literatur ini dilakukan untuk mengetahui prospek tanaman obat sambiloto sebagai peningkat sistem imun pada ikan budidaya. Sejauh ini ditemukan 6 publikasi terkini dan 3 publikasi terdahulu mengenai penggunaan tanaman obat sambiloto pada budidaya ikan yang dapat dilihat dalam Tabel 3 berikut ini. JVIP, 4 . : 131 - 141 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 Ikan Ikan (Oreochromis Ikan catla (Catla Ikan (Pangasius Ikan rohu (Labeo Ikan (Osphronemus Ikan (Mystus nemuru. Tabel 3. Penggunaan Tanaman Sambiloto Pada Budidaya Ikan Resisten Metode Hasil Terhadap Referensi Penyakit Dosis penambahan bubuk ekstrak (Rattanachaikunsopon daun sambiloto pada pakan Streptococcus Oral and Phumkhachorn dengan perbandingan 4:36 dan 5:35 yang menghasilkan survival rate 100% Dosis penambahan ekstrak sambiloto pada pakan sebanyak 2 g dengan Aeromonas Oral Jumlah Total Eritrosit (Innocent et al. Jumlah Total Leukosit Jumlah Diferensial Leukosit Hemoglobin Protein Serum Dosis penambahan ekstrak batang sambiloto pada air media g/l dengan Edwardsiella (Isje Lukistyowati Perendaman meningkatkan: Kelulushidupan Hematokrit Total leukosit Aktifitas fagositosis Dosis penambahan bubuk ekstrak sambiloto pada pakan sebanyak 0,10% . ,2 Aktivitas NBT Aeromonas Oral (Basha et al. Aktivitas Mieloperoksidase Aktivitas Lisozim Serum Aktivitas Antiprotease Aktivitas Fagositik Persentase Kelangsungan Hidup Relatif Dosis penambahan ekstrak sambiloto Aeromonas (Fithriani. Arimbi. Perendaman pada air media sebanyak 100 and Sarudji 2. ppm selama 120 menit dengan menurunkan erosi vili usus Dosis penambahan bubuk ekstrak sambiloto pada pakan dengan Aeromonas (Iesje Lukistyowati Oral Hematokrit and Syawal 2. Total Eritrosit Total Leukosit Kelangsungan Hidup Laju Pertumbuhan Spesifik JVIP, 4 . : 131 - 141 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 Ikan Metode Hasil Dosis penambahan ekstrak sambiloto Ikan pada air media sebanyak 100 (Oreochromis Perendaman ppm dan salinitas 10 ppt dengan Kelulushidupan Indeks Fagositosis Dosis terbaik adalah injeksi ekstrak daun sambiloto secara Ikan catla (Catla Jumlah Total Eritrosit Injeksi Hemoglobin Jumlah Total Leukosit Indeks Fagositik Persentase Kelangsungan Hidup Relatif Dosis penambahan bubuk ekstrak sambiloto dengan 3 metode sebanyak 50 g/l dengan A Oral Ikan rohu (Labeo Hemoglobin Injeksi A Perendaman 2. Total Eritrosit Jumlah Total Leukosit Indeks Fagositik Persentase Kelangsungan Hidup Relatif Resisten Terhadap Penyakit Referensi Aeromonas (Darma. Sarjito, and Haditomo 2. Aeromonas Aeromonas (Radhakrishan Palanikani. Soranam, and Chanthini 2. Aeromonas (Radhakrishnan Palanikani et al. Berdasarkan hasil studi literatur pada Tabel 3, terdapat 6 publikasi terkini tentang penelitian penggunaan tanaman obat sambiloto pada budidaya ikan. Ikan uji yang digunakan pada penelitian tersebut yaitu ikan rohu, gurame, baung, nila, dan catla. Penelitian dilakukan dengan infeksi bakteri Aeromonas hydrophila dan Aeromonas veronii pada ikan yang diberi imunostimulan ekstrak sambiloto melalui metode oral, injeksi, maupun perendaman. Hasil dari keenam penelitian tersebut mengemukakan bahwa sambiloto dapat digunakan sebagai imunostimulan pada akuakultur (Basha et al. Fithriani. Arimbi, and Sarudji 2013. Radhakrishan Palanikani. Soranam, and Chanthini 2018. Radhakrishnan Palanikani et al. Iesje Lukistyowati and Syawal 2013. Darma. Sarjito, and Haditomo 2. Kemudian terdapat 3 penelitian terdahulu dengan menggunakan ikan uji yaitu ikan nila, catla, dan patin. Ikan nila diinfeksi dengan bakteri Streptococcus agalactiae dan diberi imunostimulan ekstrak sambiloto dengan metode oral melalui pakan (Rattanachaikunsopon and Phumkhachorn 2. Ikan catla diinfeksi dengan bakteri Aeromonas hydrophila dan diberi imunostimulan ekstrak sambiloto dengan metode oral melalui pakan (Innocent et al. Ikan patin diinfeksi dengan bakteri Edwardsiella tarda dan diberi imunostimulan ekstrak sambiloto dengan metode perendaman. Hasil dari ketiga penelitian tersebut menyebutkan bahwa sambiloto dapat digunakan sebagai imunostimulan pada akuakultur. Dari hasil studi literatur yang telah dilakukan, dapat dikatakan bahwa masih perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui efektivitas sambiloto sebagai imunostimulan pada ikan sehingga nantinya dapat digunakan pada skala yang lebih besar dan dapat diproduksi massal. Kesimpulan Tanaman sambiloto (A. sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan penelitian lebih lanjut dalam upaya untuk menjadikan bahan tersebut sebagai imunostimulan pada budidaya ikan dengan dosis yang tepat dan selanjutnya dapat diaplikasikan dalam skala lapang. JVIP, 4 . : 131 - 141 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 Ucapan Terimakasih Terimakasih kepada Program Studi Budidaya Perairan. Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan. Fakultas Pertanian. Universitas Mataram yang telah memberikan dukungan berupa fasilitas sarana dan prasarana dalam penulisan artikel ilmiah ini. Daftar Pustaka