https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QURAoAN BAGI ANAK: ANALISIS STRATEGI GURU MENGAJI DI KELURAHAN UJUNG PADANG PADANGSIDIMPUAN Liana Astuty Siregar Madrasyah Ibtidaiyah Negeri 7 Padang Lawas Utara lianaastuty2@gmail. Sawaluddin Siregar Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan sawaluddinsiregar@uinsyahada. Article History: Received: Agustus 30, 2025. Accepted: September 26, 2025. Published: Oktober 27, 2025. Keywords: Teacher Strategy. Reading and Writing the Qur'an. Islamic Education. Learning Methods Abstract. This research is motivated by the fact that some children still face difficulties in reading the Qur'an properly and correctly, especially in terms of pronunciation and basic understanding of the reading. This demonstrates the importance of the teacher's role in designing appropriate strategies in learning to read and write the Qur'an. The purpose of this study is to describe the strategies implemented by Qur'an teachers in improving Qur'an reading skills in Ujung Padang Village. Padangsidimpuan. The research method used is a qualitative approach with a descriptive type. Data collection techniques were carried out through direct observation, in-depth interviews, and documentation studies. Data were analyzed through the process of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, and verified using triangulation techniques to ensure valid and reliable results. The results show that Qur'an teachers apply six main strategies: selecting an individual approach, establishing learning procedures, selecting varied methods and techniques, determining success indicators, instilling the value of appreciation for reading, and establishing etiquette in reading the Qur'an. These strategies have proven effective in developing Qur'an reading skills while shaping children's character and spiritual attitudes. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya anak-anak yang menghadapi kesulitan dalam membaca AlQurAoan dengan baik dan benar, khususnya dalam hal pelafalan serta pemahaman dasar bacaan. Hal ini menunjukkan pentingnya peran guru dalam merancang strategi yang tepat dalam pembelajaran baca tulis Al-QurAoan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi yang diterapkan oleh guru mengaji dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan di Kelurahan Ujung Padang. Padangsidimpuan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik 747 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Pembelajaran Baca Tulis Al-QurAoan Bagi Anak: Analisis Strategi Guru Mengaji Di Kelurahan Ujung Padang. | Liana Astuty Siregar. Sawaluddin Siregar pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diverifikasi menggunakan teknik triangulasi agar hasilnya valid dan dapat dipercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengaji menerapkan enam strategi utama, yaitu pemilihan pendekatan yang bersifat individual, penetapan prosedur pembelajaran, pemilihan metode dan teknik yang bervariasi, penentuan indikator keberhasilan, penanaman nilai penghayatan terhadap bacaan, serta pembentukan adab dalam membaca Al-QurAoan. Strategi-strategi ini terbukti efektif dalam membangun keterampilan baca tulis Al-QurAoan sekaligus membentuk karakter dan sikap spiritual PENDAHULUAN Al-QurAoan merupakan kumpulan firman yang diberikan Allah sebagai satu kesatuan kitab sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat Muslim (Ataya. Al-QurAoan memiliki peran penting sebagai petunjuk dan pedoman hidup (Way of Lif. bagi manusia, sehingga sangat penting untuk dibaca dan dipahami maknanya. Al-QurAoan mampu membimbing manusia menuju jalan yang benar. Bahkan, sekadar membacanya, meskipun masih dalam tahap belajar, tetap memperoleh pahala. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab setiap orang tua untuk mengajarkan anak-anaknya membaca Al-QurAoan sejak usia dini, serta mendorong mereka untuk memahami isi yang terkandung di dalamnya (Arif Rahman Hakim, 2. Membaca Al-QurAoan adalah salah satu bentuk ibadah yang mulia, sehingga tidak hanya dianjurkan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan shalat. Setiap bacaan Al-QurAoan yang dilantunkan dalam shalat memiliki nilai pahala dan menjadi sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT (Arief, 2. Membaca AlQuran mendatangkan pahala yang besar. Setiap huruf yang dibaca dari AlQuran akan dibalas dengan sepuluh kebaikan. Ini adalah salah satu keutamaan yang menunjukkan betapa Allah SWT menghargai setiap usaha hambanya dalam mendekatkan diri kepada-Nya melalui Al-Quran. Membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Quran adalah bentuk ibadah yang 748 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. akan mendekatkan seorang Muslim kepada Rabb-nya dan menambah keberkahan dalam hidupnya (Chodijah Aliya, 2. Pendidikan sebagaimana Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW dengan perintah Iqra' . yang tertera dalam surat al 'Alaq ayat 1-5. Artinya: Bacalah dengan . nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar . dengan perantaraan Kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak Guru memiliki peran yang tidak hanya terbatas pada penyampaian materi pelajaran, melainkan juga sebagai perancang strategi pembelajaran yang sangat menentukan keberhasilan siswa. Dalam hal ini, guru menjadi elemen kunci dalam merancang pendekatan yang dapat meningkatkan kemampuan serta pencapaian siswa dalam mempelajari Al-QurAoan. Sitti Chadijah Syamsuddin, menyatakan bahwa strategi yang digunakan guru merupakan faktor utama yang mendorong perkembangan kemampuan siswa dalam membaca dan menulis Al-QurAoan, sekaligus membantu mereka menjadikan Al-QurAoan sebagai pedoman spiritual dan moral dalam kehidupan sehari-hari. Strategi menjadi pedoman penting yang digunakan guru dalam menentukan keberhasilan proses pendidikan, baik dalam lingkungan formal maupun non-formal. Strategi yang diterapkan guru sangat berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa (Sitti Chadijah Syamsuddin, 2. Pada hakikatnya belajar merupakan suatu proses yang dilakukan secara pengetahuan, keterampilan, maupun sikap yang baru. Perubahan ini muncul sebagai hasil dari pengalaman pribadi yang diperoleh melalui interaksi 749 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Pembelajaran Baca Tulis Al-QurAoan Bagi Anak: Analisis Strategi Guru Mengaji Di Kelurahan Ujung Padang. | Liana Astuty Siregar. Sawaluddin Siregar langsung dengan lingkungan sekitar. Dalam pengertiannya, belajar juga dapat dipahami sebagai proses adaptasi atau penyesuaian diri terhadap lingkungan yang berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan, sehingga individu mampu berkembang secara progresif dalam berbagai aspek kehidupannya (Fransiskus Gultom, 2. Dengan membimbing siswa menuju pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Meskipun tujuan dan sasarannya sama, gaya mengajar guru sangat bervariasi. Dunia pendidikan harus mampu memberikan kontribusi yang sungguhsungguh melalui peningkatan standar hasil pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, kecerdikan dan inovasi pendidik akan menjadi kekuatan pendorong di balik peningkatan standar pendidikan di Selain pengembangan kurikulum, upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Upaya-upaya tersebut, yang tidak kalah pentingnya, antara lain meningkatkan cara pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Karena dapat mempengaruhi aktivitas belajar siswa, maka proses pembelajaran menjadi pusat kegiatan pendidikan. Menurut taksonomi Bloom, guru merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam tiga jenis ranah: ranah proses berpikir . omain kogniti. , dunia keterampilan . omain psikomoto. , dan ranah nilai atau sikap . omain afekti. (Annisa Aulia Hutasuhut, 2. Dalam rangka kegiatan belajar mengajar, guru harus menguasai berbagai metode mengajar. Selain menguasai berbagai metode, guru juga harus mampu memilih metode yang tepat sesuai materi pelajaran, tingkat kecerdasan siswa serta lingkungan dan kondisi setempat, kemudian merancang menjadi satu program pengajaran yang baik dan terus diperbaiki serta disempurnakan. Selanjutnya, guru harus mampu mengukur dan menilai hasil pekerjaan siswa, terutama sekali yang menyangkut kegiatan belajar mengajar, baik proses maupun hasil belajarnya (Zainal, 2. Strategi dan Teknik mengajar sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran yang baik. Tujuan ini membuat siswa tertarik dengan Pelajaran 750 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. dan memberikan pengaruh yang kuat pada mereka (Jupri AP, 2. Strategi yang diterapkan oleh guru memberikan pengaruh besar dalam membentuk kemampuan siswa dalam membaca dan menulis Al-QurAoan. Dalam hal ini, perencanaan dan penerapan strategi pembelajaran oleh guru memegang peranan penting dalam mendorong semangat belajar siswa serta menciptakan suasana belajar yang mendukung peningkatan keterampilan membaca dan menulis Al-QurAoan. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang digunakan guru menjadi aspek yang sangat penting dalam keberhasilan proses pembelajaran tersebut (Sulistiani, 2. Kemampuan membaca Al-QurAoan berkaitan dengan kondisi masingmasing individu. Ada beberapa orang yang belajar Al-QurAoan dengan istiqomah sampai akhirnya benar-benar lancar, ada yang sekedar belajar saja tanpa ada target untuk lancar, dan juga ada yang belajar Al-QurAoan karena paksaan atau tekanan dari lingkungan sekitar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan membaca Al-QurAoan setiap individu berbeda sesuai dengan faktorfaktor yang mempengaruhinya (Mahdali, 2. Kemampuan dalam membaca Al-Quran dengan baik merupakan suatu kewajiban bagilsetiap muslim di muka bumi ini. Melalui kemampuan tersebut maka seorang muslim akan mampu memahami, mengerti dan menjalani hidupnya sesuai dengan perintah sang Khalik penguasa alam raya. Maka itu pengenalan membaca Al-Quran yang benar seyogyanya dimulai dari sedini mungkin ketika anak masih memiliki minat belajar yangltinggi, masih suci dari pengaruh-pengaruh kehidupan yang negatif, dimana pembelajaran yang baik dan akan membekas dan menjadi pondasi awal dalam kehidupannya (Radhika Abi Kusuma, 2. Tugasnya guru ngaji sehari-hari adalah memberikan dan mewariskan ilmunya kepada murid-muridnya. Selain itu, tugas dan tanggung jawab Ustadz antara lain: mengajar, yaitu suatu usaha mengorganisasikan lingkungan dalam hubungannya dengan santri dan bahan pengajaran yang menimbulkan terjadinya proses belajar. Kedua adalah membimbing dan mengarahkan 751 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Pembelajaran Baca Tulis Al-QurAoan Bagi Anak: Analisis Strategi Guru Mengaji Di Kelurahan Ujung Padang. | Liana Astuty Siregar. Sawaluddin Siregar muridnya agar dapat senantiasa berpikir, bertindak, dan berperilaku positif, dan yang terakhir adalah membina, yaitu berupaya berlangsung, karena mudah sekali berkurang atau hilang selama proses pengajaran. Bila minat telah muncul maka perhatian juga mudah sekali berkurang atau hilang. Dalam kehidupan ini kita akan selalu berkomunikasi atau berhubungan dengan orang lain, benda, situasi dan aktivitas-aktivitas yang terdapat disekitar kita. Seorang sekedar transfer knowledge. emindahkan ilmu pengetahua. dari luarnya saja, tapi juga transfer of value. emindahkan nila. dari sisi dalamnya. Perpaduan dalam dan luar inilah yang akan mengkokohkan bangunan pengetahuan, moral, dan kepribadian santri dalam menyongsong masa depannya (Ngawi, 2. Berdasarkan hasil observasi dan wawa ncara yang dilakukan peneliti dengan salah satu guru pengajar Al-QurAoan di Kelurahan Ujung Padang. Padangsidimpuan, ditemukan bahwa masih ada beberapa anak yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-QurAoan dengan benar, khususnya dalam penerapan tajwid dan tartil. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh kurangnya perhatian dari sebagian orang tua terhadap pendidikan agama anak di rumah. Untuk mengatasi hal tersebut, guru mengaji di lokasi tersebut menerapkan pendekatan yang bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Ia juga menanamkan adab dalam belajar, seperti sikap hormat, menjaga kebersihan, dan keseriusan dalam membaca Al-QurAoan. Pendekatan ini bertujuan agar anak tidak hanya mahir dalam bacaan, tetapi juga terbiasa dengan nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam proses Meski demikian, tantangan tetap ada, seperti kehadiran yang belum konsisten dan motivasi belajar yang masih rendah pada sebagian siswa. Hal ini menunjukkan pentingnya peran bersama antara guru, orang tua, dan lingkungan dalam mendukung pembelajaran baca tulis Al-QurAoan secara 752 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan ini dipilih untuk menggambarkan secara mendalam strategi yang diterapkan oleh guru dalam proses pembelajaran baca tulis Al-QurAoan di Kelurahan Ujung Padang. Padangsidimpuan. Fokus penelitian ini adalah memahami secara langsung aktivitas, metode, dan pendekatan yang digunakan oleh guru dalam mengajar, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan tantangan dalam proses Subjek dalam penelitian ini adalah seorang guru mengaji, beberapa anak yang mengikuti kegiatan pembelajaran, serta beberapa orang tua sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung untuk melihat metode yang digunakan dalam mengajar serta respons siswa selama proses belajar. Wawancara mendalam dilakukan dengan guru dan orang tua murid untuk memperoleh informasi yang lebih rinci mengenai proses pembelajaran, sedangkan studi dokumentasi digunakan untuk melengkapi dan memperkuat data, seperti melihat buku kegiatan atau catatan kehadiran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif, yang terdiri dari tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Reduksi data dilakukan dengan menyortir dan menyederhanakan informasi yang relevan, kemudian disajikan dalam bentuk narasi deskriptif agar mudah dipahami. Setelah itu dilakukan penarikan kesimpulan berdasarkan data yang telah dikumpulkan, disertai dengan verifikasi untuk memastikan keabsahan temuan. Untuk menjamin validitas dan reliabilitas data, digunakan teknik triangulasi, yaitu membandingkan dan mengecek data dari berbagai sumber dan metode. Triangulasi ini mencakup triangulasi sumber . uru, anak, orang tu. dan triangulasi teknik . bservasi, wawancara, dan dokumentas. , sehingga hasil penelitian lebih akurat dan dapat dipercaya 753 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Pembelajaran Baca Tulis Al-QurAoan Bagi Anak: Analisis Strategi Guru Mengaji Di Kelurahan Ujung Padang. | Liana Astuty Siregar. Sawaluddin Siregar HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan peneliti di Kelurahan Ujung Padang. Padangsidimpuan, ditemukan bahwa guru mengaji memiliki strategi tersendiri dalam meningkatkan keterampilan baca tulis Al-QurAoan pada anak-anak. Strategi ini mencakup enam aspek penting, yaitu pemilihan pendekatan, penetapan prosedur, keberhasilan, penghayatan terhadap bacaan, serta penanaman adab membaca Al-QurAoan. Berikut penjabaran masing-masing strategi berdasarkan temuan Memilih Pendekatan Salah satu faktor penunjang dalam pembelajaran adalah penggunaan pendekatan pembelajaran. Semakin banyak pendekatan yang digunakan akan semakin tidak membosankan pembelajaran yang Di sisi lain, dapat membangkitkan potensi pendidik untuk menjadi guru yang kreatif (Syach, 2. Pendekatan yang digunakan oleh guru mengaji di lokasi penelitian lebih bersifat individual. Hal ini disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak yang sangat beragam. Guru tidak menerapkan pendekatan yang seragam kepada semua peserta didik, melainkan memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang belum mampu membaca huruf hijaiyah. Anak-anak ini biasanya diberikan waktu tambahan, pengajaran yang lebih intensif, serta metode yang lebih sederhana seperti mengenalkan huruf secara bertahap dengan bantuan kartu huruf, papan tulis kecil, atau kitab IqraAo. Guru menyampaikan bahwa ada anak yang cepat menangkap pelajaran, namun ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama untuk Oleh karena itu, pendekatan individual dianggap lebih efektif dibandingkan pembelajaran klasikal. Dengan demikian, guru 754 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. dapat menyesuaikan penyampaian materi dengan kebutuhan dan kemampuan setiap anak. Contohnya, anak-anak yang sudah lancar membaca Al-QurAoan diarahkan untuk memperbaiki tajwid dan makhraj, sementara yang masih di tahap awal dibimbing mengenal huruf satu per satu. Strategi ini terbukti memberikan dampak positif terhadap semangat belajar anak, karena mereka merasa diperhatikan dan tidak terbebani oleh kecepatan teman-temannya. Menetapkan Prosedur Prosedur pembelajaran yang diterapkan oleh guru mengaji bersifat sistematis. Proses pembelajaran dimulai dengan kegiatan pembukaan, yaitu mengawali dengan doa bersama, murajaAoah hafalan sebelumnya, dan pemanasan bacaan. Setelah itu dilanjutkan ke inti pembelajaran, yaitu pengenalan materi baru atau latihan bacaan, dan ditutup dengan evaluasi ringan serta motivasi. Dalam tahap awal, anak-anak dikenalkan dengan huruf hijaiyah melalui media visual, seperti poster, kartu huruf, dan alat bantu baca. Setelah anak mengenali bentuk dan nama huruf, mereka diajak untuk melafalkan huruf tersebut satu per satu secara berulang-ulang. Selanjutnya, mereka belajar menggabungkan huruf menjadi suku kata dan kata. Setelah penguasaan ini dianggap cukup, anak-anak mulai belajar membaca dari kitab IqraAo dan berlanjut ke mushaf Al-QurAoan. Prosedur ini dilakukan secara bertahap dan konsisten. Guru mengaji juga menerapkan penjadwalan harian dan mingguan untuk setiap materi, agar proses pembelajaran berjalan terarah dan dapat dievaluasi secara berkala. Penetapan Metode dan Teknik Pembelajaran Guru menggunakan berbagai metode yang fleksibel dan disesuaikan dengan situasi belajar. Metode yang paling dominan adalah metode talaqqi . uru membaca, murid meniruka. , metode drill . atihan berulan. , dan metode demonstrasi. Metode talaqqi sangat efektif untuk memperbaiki 755 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Pembelajaran Baca Tulis Al-QurAoan Bagi Anak: Analisis Strategi Guru Mengaji Di Kelurahan Ujung Padang. | Liana Astuty Siregar. Sawaluddin Siregar pelafalan anak-anak dalam membaca Al-QurAoan, sedangkan metode drill membantu meningkatkan kelancaran dan konsistensi bacaan. Teknik pembelajaran juga diperkuat dengan penggunaan alat bantu belajar seperti papan tulis mini, kitab IqraAo, mushaf Al-QurAoan, dan dalam memperdengarkan bacaan yang benar. Selain itu, guru mengaji sering kali menggunakan pendekatan praktik langsung, yakni dengan menyuruh anak membaca di hadapan teman-temannya agar terbiasa percaya diri. Dari hasil wawancara dengan orang tua, mereka menyampaikan bahwa anak-anak terlihat antusias dan lebih percaya diri dalam membaca Al-QurAoan setelah mengikuti pembelajaran dengan teknik-teknik tersebut. Hal ini membuktikan bahwa metode dan teknik yang diterapkan guru sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan baca tulis Al-QurAoan. Menerapkan Kriteria atau Indikator Keberhasilan Guru mengaji menetapkan beberapa indikator untuk mengukur keberhasilan anak-anak dalam belajar membaca Al-QurAoan, di antaranya: kelancaran membaca, ketepatan pelafalan huruf dan tajwid, serta adab ketika membaca. Anak yang dapat membaca dengan lancar, tidak terbatabata, dan dapat melafalkan huruf dengan benar dianggap telah mencapai keberhasilan awal. Namun, bagi guru, keberhasilan tidak hanya diukur dari aspek teknis, melainkan juga dari perubahan sikap anak dalam menghargai Al-QurAoan. Selain itu, guru mengaji juga menilai dari aspek kehadiran, konsistensi belajar, dan motivasi anak. Anak yang hadir secara rutin dan menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu mendapatkan apresiasi diperbolehkan menjadi pemimpin doa. Dalam dokumentasi yang ditunjukkan oleh guru, terlihat catatan perkembangan setiap anak yang memuat capaian mereka berdasarkan indikator-indikator tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa guru memiliki 756 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. sistem penilaian yang terstruktur meskipun dalam konteks pembelajaran non-formal. Penghayatan terhadap Bacaan Guru mengaji tidak hanya fokus pada aspek teknis pembacaan, tetapi juga berusaha menanamkan makna dan penghayatan terhadap isi Al-QurAoan. Meskipun anak-anak belum sepenuhnya memahami arti bacaan, guru secara perlahan memperkenalkan makna dari ayat-ayat pendek yang sering dibaca, seperti surat Al-Fatihah. An-Nas. Al-Ikhlas, dan Al-Falaq. Guru juga sering menyampaikan kisah-kisah dalam Al-QurAoan sebagai selingan dalam pembelajaran untuk membangkitkan rasa cinta dan kedekatan anak terhadap kitab suci. Selain itu, dalam beberapa kesempatan, guru mengajak anak untuk merenungkan makna bacaan dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari, misalnya pentingnya berkata baik, bersikap jujur, dan menghormati orang tua. Pendekatan ini berhasil membuat anak-anak lebih tertarik dan tidak menganggap pembelajaran Al-QurAoan sebagai beban, tetapi sebagai sesuatu yang menyenangkan dan bermakna. Adab Membaca Al-QurAoan Salah satu aturan yang penting untuk diperhatikan adalah bagaimana kita berinteraksi dengan kalam Allah, yaitu Al-QurAoan AlKarim. Membaca, menghafal, atau mempelajari Al-QurAoan adalah ibadah yang sangat mulia, karena sebagai wahyu dari Allah. memiliki nilai yang luar biasa dan akan membuka berbagai pintu kebaikan. Untuk berkomunikasi dengan Allah, kita perlu memahami kalam-Nya, yaitu Alquran (Mutia Frawina, 2. Salah satu aspek yang paling ditekankan oleh guru adalah adab Al-QurAoan. Anak-anak kebersihan diri sebelum membaca, seperti berwudhu, berpakaian sopan, dan menjaga kebersihan tempat belajar. Mereka juga diajarkan untuk 757 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Pembelajaran Baca Tulis Al-QurAoan Bagi Anak: Analisis Strategi Guru Mengaji Di Kelurahan Ujung Padang. | Liana Astuty Siregar. Sawaluddin Siregar membaca dengan suara pelan, tenang, tidak tergesa-gesa, serta menjaga mushaf dari tempat yang tidak layak. Guru sering menegaskan pentingnya sikap hormat terhadap AlQurAoan sebagai bentuk kecintaan kepada Allah SWT. Bahkan sebelum memulai pembelajaran, guru memberikan nasihat singkat tentang pentingnya menghormati kitab suci. Anak-anak terlihat mulai terbiasa dengan kebiasaan-kebiasaan ini, seperti mencium mushaf sebelum dan sesudah membaca, serta meletakkannya di tempat yang bersih dan tinggi. Nilai-nilai adab ini membentuk karakter spiritual anak-anak yang tidak hanya pandai membaca, tetapi juga memiliki rasa hormat dan cinta terhadap Al-QurAoan. Orang tua juga mengapresiasi usaha guru dalam menanamkan nilai-nilai ini, karena memberikan dampak positif terhadap perilaku anak di rumah. KESIMPULAN Strategi guru mengaji memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran baca tulis Al-QurAoan bagi anak-anak. Strategi yang digunakan meliputi enam aspek utama, yaitu pemilihan pendekatan yang bersifat individual, penetapan prosedur pembelajaran yang sistematis, penerapan metode dan teknik yang fleksibel, penentuan indikator keberhasilan yang jelas, penghayatan terhadap bacaan Al-QurAoan, serta penanaman adab dalam Guru mengaji tidak hanya fokus pada pencapaian teknis seperti kelancaran membaca dan ketepatan tajwid, tetapi juga menanamkan sikap hormat terhadap Al-QurAoan dan nilai-nilai spiritual yang terkandung di Praktiknya, guru menyesuaikan pendekatan dengan kemampuan masing-masing anak, menggunakan metode talaqqi, drill, dan demonstrasi yang didukung dengan alat bantu seperti kitab IqraAo, mushaf, serta media visual dan audio. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan rutin terhadap kehadiran, perkembangan bacaan, dan perubahan sikap anak. Meskipun terdapat tantangan seperti kurangnya kehadiran rutin dan motivasi belajar 758 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. pada sebagian anak, strategi yang tepat dan konsisten terbukti efektif meningkatkan keterampilan baca tulis Al-QurAoan. Keberhasilan pembelajaran baca tulis Al-QurAoan tidak hanya bergantung pada metode yang digunakan guru, tetapi juga membutuhkan dukungan dari orang tua dan lingkungan Sinergi antara guru, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam membentuk generasi yang cinta dan mampu membaca Al-QurAoan dengan REFERENSI