e-ISSN: 2549-9122 P- ISSN: 2776-2297 Menanamkan Nilai Nilai Qur'ani dalam Membangun Karakter Santri Muharofah Nur Safitri sweetprinces453@gmail. Universitas Bondowoso. Indonesia Tubi Heryandi mtubiheryandi@gmail. Universitas Bondowoso Muzammil muzammil357@gmail. Universitas Bondowoso. Indonesia Iro Waziroh Irowaziroh6@gmail. Universitas Bondowoso. Indonesia Hosaini Universitas Bondowoso. Indonesia hosaini2612@gmail. Moch. Sirajul Arifin mochsirajularifin@gmail. Universitas Bondowoso. Indonesia Abstrac Pondok Pesantren al-Munir Jombang is a boarding school that holds the Tahfidz alQur'an program for students. This program aims to give birth to a young generation of Muslims who have expertise in a field of knowledge and are able to lead community life and intrepreneurship, based on the Qur'an. This research was conducted to determine how the impact of the Tahfidz al-Qur'an program was felt by the students at al-Munir Jombang Islamic Boarding School. The type of research that researchers do is field research with a descriptive qualitative approach that is descriptive analysis. Data collection was carried out using the method of observation, interviews, and documentation. The results of research on the impact of the Tahfidz al-Quran program carried out by the al-Munir Jombang Islamic Boarding School on the values of character education for students, they feel a change in themselves in their daily lives in ethics based on the spirit of carrying out Islamic teachings Keywords: Values. Qur'ani. Carakster. Santri. Pesantren 39 | Edukais. Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol: 06. Nomor: 2. Desember 2022 Muharofah NR. M Tubi Heryandi Dkk. Abstrak Pondok Pesantren al-Munir Jombang adalah sebuah pondok pesantren yang mengadakan program Tahfidz al-QurAoan bagi para santri. Program ini bertujuan untuk melahirkan generasi muda Islam yang memiliki keahlian suatu bidang ilmu dan berkemampuan memimpin kehidupan bermasyarakat dan berwirausaha, dengan berbasis Al-QurAoan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana dampak program Tahfidz al-QurAoan yang dirasakan oleh para santri di Pondok Pesantren al-Munir Jombang. Jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang bersifat deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian tentang dampak program Tahfidz al-Quran yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren al-Munir Jombang tentang nilai-nilai pendidikan karakter bagi para santri, mereka merasakan adanya perubahan dalam diri mereka dalam kehidupan sehari-hari dalam beretika dilandasi semangat mejalankan ajaran agama Islam. Kata kunci: Nilai. QurAoani, karakter, santri, pesantren 40 | Edukais. Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol: 06. Nomor: 2. Desember 2022 Menanamkan Nilai-Nilai QurAoani A. Pendahuluan Pesantren pendidikan yang pernah muncul di Indonesia, pendidikan tertua dan dianggap sebagai produk budaya Indonesia. Menurut Nurcholis Madjid, secara historis pesantren tidak hanya identik dengan makna keislaman tetapi Indonesia. Karena, sebelum datangnya Islam ke Indonesia pun lembaga serupa pesantren ini sudah ada di Indonesia Islam Jadi pesantren Islam kemudian menjelma menjadi suatu lembaga yang kita kenal sebagai Akar-akar keberadaan pesantren di Indonesia dapat dilacak jauh ke belakang, yaitu pada masa-masa awal datangnya Islam di Nusantara ini dan tidak diragukan lagi pesantren intens terlibat dalam proses islamisasi tersebut. Sementara proses islamisasi itu, pesantren dengan canggihnya telah transformasi sosio-kultural terhadap pola kehidupan masyarakat setempat. Oleh karena itu, dalam prespektif historis, lahirnya pesantren bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan akan pentingnya pendidikan, tetapi juga untuk penyiaran agama Islam. Hal itu menjadi identitas pesantren pada awal pertumbuhannya, sebagai pusat penyebaran Islam, di samping sebagai sebuah lembaga Pesantren merupakan sebuah sistem pendidikan yang disinyalir tertua khas Indonesia. Ia merupakan sumber inspirasi yang tidak pernah kering bagi para pencita ilmu dan peneliti yang berupaya mengurai anatominya dari berbagai dimensi. Dari kawah candradimukanya . odel pembelajaranny. , sebagai obyek studi telah lahir doktor-doktor berbagai disiplin ilmu, mulai dari disiplin ilmu antropologi, sosiologi, pendidikan, politik, agama dan lain sebagainya, sehingga kita melihat pesantren sebagai sistem pendidikan Islam kontribusinya tidak kecil bagi pembangunan manusia seutuhnya. Asumsi semacam ini lebih ketara kalau kita tengok pada masa sebelum Sejak awal pertumbuhannya, fungsi utama menyiapkan santri mendalami dan menguasai ilmu agama Islam . afaqquh fi al-di. , yang diharapkan dapat mencetak kader-kader ulama dan turut mencerdaskan Indonesia dan melakukan dakwah agama Islam serta benteng pertahanan umat dalam bidang Hal ini terus di pertahankan agar pesantren tidak tercerabut dari akar utamanya yang telah melembaga selama ratusan Bahwa dampak dari modernisasi pendidikan pada umumnya, tentu hal itu suatu yang sepanjang menyangkut aspek teknis Jadi, tidak kemudian membuat pesantren terbawa arus sekularisasi, karena ternyata pendidikan sekuler yang sekarang ini menjadi tren, dengan balutan pendidikan modern, tidak Sebaliknya, pesantren yang dikenal dengan tradisionalnya justru Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol 6. No 2. Desember 2. 41 Muharofah NR. M Tubi Heryandi Dkk. Lebih lanjut, pondok pesantren yang tersebar di pelosokpelosok kepulauan Nusantara, turut pula menyumbangkan darma bakti dalam usaha mulia Aucharacter buildingAy bangsa Indonesia. Sebagaimana lazimnya dunia pendidikan yang selalu bersentuhan dengan dunia luar, pesantren juga tidak bisa mengisolasi dirinya dari Sebagaimana terhadap tradisi keilmuan pesantren, kajian yang coba menelaah proses dialektika pesantren dengan dunia luar juga cukup melimpah. Kajian lebih Manfred Ziemek. Ia tidak hanya memfokuskan pada tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga pada peran-peran sosial pesantren dalam mengembangkan masyarakat di sekitarnya. Temuan ini tentu pencitraan . terhadap pesantren yang sering disalah-pahami yang cenderung mengisolasi dari dunia Usaha-usaha dalam rangka mensosialisasikan ajaran-ajaran agama Islam di ambil oleh pondok pesantren melalui jalan tahfidz al-QurAoan seperti di lakukan Pondok Pesantren al-Munir, yang mana ajaran dalam proses menghafal al-QurAoan tersebut, dalam memberikan pembinaan karakter kepada setiap santri demi memperoleh Di Pondok Pesantren ini, pendidikan karakter di ajarkan tidak hanya kepada para santri, namun lebih dari itu di ajarkan kepada masyarakat sekitar. Bagi para berpengaruh terhadap pembinaan masyarakat umum sebagai pegangan agar hidup lebih bermakna. Kajian Konseptual Pada bagian ini menyajikan perbedaan dan persamaan bidang kajian yang diteliti antara peneliti dengan peneliti-peneliti sebelumnya. Hal demikian diperlukan untuk menghindari adanya pengulangan kajian terhadap hal-hal yang sama. Dengan demikian akan diketahui sisisisi apa saja yang membedakan antara penelitian yang peneliti teliti dengan penelitian terdahulu. Ada beberapa hasil studi penelitian yang peneliti anggap mempunyai relevansi dengan penelitian ini, diantaranya: Yusuf Effendi Pascasarjan UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta 2011 dengan tesisnya yang berjudul AuNilai Tanggung Jawab dalam Metode Pembelajaran Tahfidz ALQurAoan Siswa Mak An-Nur di PP. AnNur Ngrukem BantulAy dengan rumusan masalah sebagai berikut: . metode pembelajaran tahfidz apakah yang diterapkan MAK An-Nur Ngrukem Bantul dalam menghafal Al-QurAoan bagi siswa? . aspek nilai tanggung jawab apa yang dihasilkan dalam metode pembelajaran tahfidz MAK An-Nur Ngrukem Bantul? Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: . Metode tahfidz yang digunakan oleh para siswa MAK An-Nur Ngrukem Bantul adalah sorogan dengan cara maju satu persatu setoran pada guru. Aspek nilai tanggung jawab yang muncul pada siswa yang mengikuti tahfidz Al-QurAoan adalah banyak dipengaruhi oleh aspek teologis. Farid Wadji, dalam tesis yang berjudul AuTahfidz Al-QurAoan dalam Kajian Ulum Al-QurAoan (Studi atas berbagai metode tahfid. , tahun 2008 Program Magister Agama dalam bidang Tafsir Hadist Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan rumusan masalah sebagai berikut: . Apakah definisi 42 | Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol 6. No 2. Desember 2022 Menanamkan Nilai-Nilai QurAoani A. tahfzh Al-QurAoan? . Apakah urgensi tahfizh AlQurAoan jika dihubungkan dengan usaha-usaha yang Allah dan Rosul lakukan dalam menjaga otentisitas Al-QurAoan . Apakah namanama dalam AlQurAoan mempunyai urgensi dalam tahfizh? . Apakah manfaat menghafal Al-QurAoan sangat penting untuk menjaga keaslian AlQurAoan dan untuk ajaran agama? . Apa saja kajian Ulum Quran dalam mengkaji mengafal Al-QurAoan dan metode-metodenya secara utuh?. Adapun hasil penelitian ini adalah: tahfizh Al-QurAoan adalah upaya yang dilakukan penghafal AlQurAoan untuk mengucap dan menghafal Al-QyrAoan tanpa melihat mufhaf agar Al-QurAoan Urgensi menghafal Al-QurAoan sangat penting dalam Ulumul QurAoan karena dengan tahfizh berarti menjaga keontetikan sumber utama agam Islam. Metode menghafal yang terbaik adalah metode gabungan, yaitu menggabungkan metode talaqqi, tasmiAo. Aoarad, qiraAoah, kitabah, dan tafkim. Nushokkah. Alh dan Ahmad Khoiri dalam jurnal yang berjudul Pembelajaran Tahfizh Al-QurAoan Pondok Pesantren Ulumul QurAoan Klibeber Wonosobo. Peneliti adalah seorang dosen FITK UNSIQ dan seorang pengasuh Pondok Pesantren Ulumul QurAoan Klibeber Wonosobo. Hasil penelitian sebagai berikut: pembelajran tahfidzul QurAoan di Pondok Pesantren Ulumul QurAoan Klibeber Wonosobo menggunakna metode thariqah, taqrir, semaan, dan mendengarkan bacaan Al-QurAoan yang mau dihafalkan, membuat klasifikasi taget hafalan, menghafal panjang, menghafal perhalaman. Fathatur Rahmania, dengan judul Tesis Strategi Menghafal Al QurAoan di Pondok Pesantren Roudlotul QurAoan Darul Falah i Cukir Diwet Jombang, pada tahun 2006 Program Pasca Sarjana Studi Menegemen Pendidikkan Islam Unifersitas Darul Ulum, dengn fokus penelitian sebagi berikut: . Proses menghafal AlQurAoan di Pondok Pesantren Roudlotul QurAoan Darul Falah i Cukir Diwet Jombang, . hasil AlQurAoan dengan strategi yang Pondok Pesantren Roudlotul QurAoan Darul Falah i Cukir Diwet Jombang, hasil penelitian tesis ini adalah: proses mnghafal AlQurAoan yang digunakan di Pondok Pesantren Roudlotul QurAoan Darul Falah i Cukir Diwet Jombang adalah dimulai dengan mengaji bin-nadzor kemudian dengan metode talaqqi, qiroAoati, taqrir, dan tasmiAo. Hasil dari digunakan dalam menghafal sangat membnatu santri memahami tentang makhraj, tajwid dan gharib sehingga menyempurnakna hafalan Al-QurAoan. Imam Tamtoyani dalam tesisnya yang berjudul AuEfektifitas Metode Menghafal Al-QurAoan di Pondok Pesantren Tahfizuh QurAoan AlMuttaqim Ngasem KediriAy, yang dilakukan pada tahun 2011program Pascasarjana Megister Studi Islam Universitas Muhamaiyah Surabaya, dengan rumusan masalah sebagai berikut:. metode apa saja yang digunakan dalam AlQurAoan di Pondok Pesantren Tahfizul QurAoan AuAlMustaqimAy Ngasem Kediri? . bagaimana menghafal, dan sejauh mana efektifitas metode menghafal Al-QurAoan di Pondok Pesantren Tahfizul QurAoan AuAl-MustaqimAy Ngasem Kediri? . sejauh mana efektifitas metode menghafal Al-QurAoan Tahfizul QurAoan AuAl-MustaqimAy Ngasem Kediri?. Dari hasil penelitiannya dapat diketahui bahwa metode tahfiz Al-QurAoan yang digunakan adalah metode Tahfiz dan Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol 6. No 2. Desember 2. 43 Muharofah NR. M Tubi Heryandi Dkk. metode Takrir. Prosentase hasil menggunakan Tahfiz sebesar 8,33%, yang menggunakan Takrir sebesar 8,33% dan sisinya menggunakan gabungan dua metode Tahfiz dan Takrir sebesar 83,33%. Berdasarkan terdahulu, menurut pandangan peneliti belum ada yng secara khusus meneliti tentang mengintegrasikan nilai-nilai Al-QurAoan ke dalam karakter dan watak manusia dalam meningkatkan rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya agar bisa berakhlaq sesuai dengan ajaran agama, sebagaimana peneliti angkat dalam penelitian ini, dimana fokus dan lokasi penelitiannya berbeda dari penelitian terdahulu. Oleh karena itu penelitian yang peneliti ini adalah sesuatu yang baru. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh data deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada 01 maret 2023, yang berlokasi di pondok pesantren al-munir. Pengumpulan data yang ditempuh pada penelitian ini dengan melakukan observasi terhadap santri dan wali santri. Observasi yang dimaksud ialah peneliti melakukan penerapan dan pengamatan pada santri di luar jam kegiatan, dengan subjek penelitian santri dan wali santri pondok pesantren al munir. Sumber data yang digunakan untuk menyelesaikan studi kasus ini dengan analisis observasi dan jurnal ilmiah. Peneliti kemudian menganalisis secara mendalam agar dapat menjawab pertanyaan pada rumusan masalah dan dipaparkan dalam bentuk paragraf. Artikel ini implementasi peningkatan program para santri. Pembahasan dan Hasil Gambaran Tentang Pondok Pesantren Al-Munir Pondok Pesantren Al-Munir merupakan pesantren yang berada di kabupaten Jombang, yang lokasinya dekat dengan Pondok Pesantren Tebuireng. Pesantren memiliki 3 asrama santri, satu ruang tenaga pengajar . , musholla, ruang dapur, 5 kamar mandi dan wc, halaman, dan satu tempat strategis untuk menghafal al-qurAoan. Di Pondok Pesantren al-Munir, terdapat 40 santri . di antaranya adalah penghafal alQurAoan, dan selebihnya adalah santri pra-tahfi. , 7 guru, dan satu tenaga Di Pondok Pesantren alMunir terdapat berbagai fasilitas, seperti tempat yang strategis untuk menghafal, taman, wifi untuk para asatidz, laptop inventaris, motor, dan beberapa fasilitas lainnya. Keunggulan pondok pesantren al-munir adalah di bidang tahfid al-QurAoan dan tahsin alqiraAoah. Kedua kegiatan ini menjadi unggulan sebab pada mulanya, lembaga yang berada di kabupaten Jombang tersebut didirakan dalam rangka mengkader para penghafal kalam-kalam Allah, serta daya minat santri yang tinggi dalam dua hal Gambaran tentang santri pondok pesantren al-munir Pondok Pesantren al-Munir terdapat 40 santri yaitu 3 orang mukim dan37 non mukim. 20 orang mengikuti program tahfidul qurAoan dan 20 orang lainnya mengikuti program tahsin alqiraAoah. Mayoritas dari mereka duduk di kelas SLTA ke bawah. Mereka berasal dari keluarga yang berbedabeda, dilihat dari jenis pekerjaan dan pendidikan orang tuanya. Ruang asrama santri berada di lantai 2, sementara ruang kegiatan belajar- 44 | Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol 6. No 2. Desember 2022 Menanamkan Nilai-Nilai QurAoani A. mengajar dan menghafal berada di Gambaran tentang wali santri pondok pesantren al-munir. para wali santri dilihat dari tingkat pendidikannya, pendidikan dimaksud adalah pendidikan formal wali santri yang pernah diselesikan dan ditempuh dalam jenjang dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa wali santri yang berpendidikan SD sebanyak 9 orang. SMP sebanyak 10 orang. SMA sebanyak 14 orang dan S1 sebanyak 7 orang. Partisipasi wali santri terhadap Dari hasil wawancara yang diperoleh, kebanyakan dari mereka berpendidikan sma ke bawah dan bekerja sebagai petani dan pedagang. Dalam keseharian mereka lebih banyak dihabiskan ditempat kerja, baik itu yang bekerja sebagai petani maupun Sehingga waktu untuk anak Para wali santri tidak selalu memperhatikan kebutuhan untuk anak karena kesibukan mereka setiap hari. untuk memenuhi kebutuhan mereka setiap hari, mengharuskan orang tua untuk bekerja, sehingga waktu yang seharusnya digunakan untuk mengurus anak menjadi Hal berpengaruh terhadap kurangnya perhatian orang tua terhadap anak. Kebutuhan pokok anak sering mereka hanya beberapa orang tua yang selalu menyediakan kebutuhan pokok untuk anak. Tidak semua orang tua dapat memenuhi fasilitas belajar anak, disebabkan keadaan ekonomi keluarga yang kurang. Sebagian orang tua santri beranggapan bahwa semua fasilitas belajar disediakan oleh sekolah sehingga orang tua tidak perlu Interaksi antara orang tua dengan anak kurang baik, hal ini dapat dilihat dari kehidupan sehari hari yang ditunjukkan dengan sifat kurang keterbukaan dan komunikasi sehingga orang tua tidak tahu kesulitan belajar yang dialami anak. Mereka juga tidak menanyakan kesulitan belajar yang dialami anak di pesantren. Sebagian wali santri jarang memberikan nasehat dan motivasi karena menganggap semua pelajaran adalah pelajaran yang Takhassus Tahfid Dan Tahsin Pesantren merupakan pendidikan khas Indonesia yang berkonsentrasi di bidang kajian ilmu-ilmu ke-islaman . l-ulum al-diniya. Secara umum, pesantren bisa didefinisikan sebagai lembaga pendidikan agama Islam dengan sistem asrama atau pondok, di mana kiai sebagai figur sentral, dan pengajaran agama Islam di bawah bimbingannya sebagai kegiatan utama. Melihat daya minat masyarakat, belakangan ini pesantren pun mulai Sebagiannya mengkonsentrasikan kajiannya di bidang kajian-kajian kitab kuning . utub al-turat. dan sebagiannya lagi berkonsentrasi di bidang tahfid alqurAoan. Dalam penelitian ini saya akan mengulas tentang pondok pesantren al-munir secara khusus. Pondok merupakan salah satu pesantren yang berkonsentrasi dibidang tahfid alqurAoan dan tahsin al-qiraah. Disamping menghafal al-qurAoan, para santri dituntut untuk menguasai ilmu tajwid dan ilmu-ilmu keislaman dasar sebagai Di pondok pesantren tersebut terdapat dua program, yakni program tahfiq dan tahsin. Para santri Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol 6. No 2. Desember 2. 45 Muharofan NR. M Tubi Heryandi Dkk. program tahfid. Sementara bagi mereka yang bacaannya kurang baik, maka diwajibkan mengikuti program Setelah menyeselaikan program tahsin, mereka baru diperbolehkan untuk mengikuti program tahfid. Program tahfid sebagaimna yang kita tahu, untuk menghafal al-quran setiap orang mempunyai metode yang berbedabeda. Diantaranya adalah A. Membaca satu halaman dari baris pertama sampai baris akhir secara berulang-ulang sampai hafal. Menghafal ayat demi ayat, kalimat demi kalimat, yang dirangkai sampai satu halaman. Mengkombinasikan antara metode 1 dan 2 mula-mula dengan membaca berulang-ulang kemudian pada bagian tertentu dihafal sendiri kemudian diulang kembali secara keseluruhan. Para al-munir kebebasan kepada santri untuk dikarenakan para santri memiliki berbeda-beda, program hafalan tersebut dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari. Disamping menghafal, dalam program ini para santri juga ditekankan untuk menjaga hafalan dengan cara murajaAoah atau terus-menerus . Dan metode taqrir yang digunakan di pondok pesantren almunir ada 3 macam:a. Taqrir kepada instruktur/ustadz santri yang menghafal alquran harus menghadap guru untuk taqrir hafalan yang sudah dihafalkan atau disetorkan, materi taqrir yang dibaca harus lebih banyak dari setoran. Artinya mengajukan atau menyetorkan hafalan baru setiap hari dua halaman yang dirangkai sampai satu halaman, maka harus diimbangi dengan taqrir 20 Taqrir sendiri santri yang hafal harus bisa memanfaatkan waktu untuk mentaqrir dan menambah hafalan, hafalan yang baru harus selalu ditaqrir minimal setiap hari dua kali dalam jangka satu Taqrir bersama santri yang menghafal perlu melakukan taqrir bersama dengan dua teman atau lebih, dalam taqrir ini, setiap santri membaca materi taqrir yang ditetapkan secara bergantian dan ketika santri membaca, maka yang lain mendengarkan. Program tahsin Metode al-quran merupakan suatu metode membaca alquran Tahsin qiraah juga dapat diartikan sebagai penyempurnaan halhal kesempurnaan lafad pengucapan huruf-huruf al-quran penyempurnaan dalam pengucapan hukum hubungan diantara huruf dengan huruf yang lain seperti ikhfaAo,idhar, idghom, iqlab, dan lainlain. Para santri di pondok pesantren al munir yang bacaan al-qurannya tidak baik, tidak diperkenankan untuk mengikuti program tahfid melainkan Yang ditekankan dalam program tahsin ini penggunaan tajwid. Seperti cara membaca hukum-hukum bacaan dalam al-qurAoan, kalimat yang tepat untuk berhenti atau waqaf dan lain-lain. Program dimaksud, diharapkan bisa membantu para santri agar supaya tertanam rasa cinta terhadap al quran, berinteraksi sosial berdasarkan apa yang diajarkan oleh al quran. Niai-nilai al quran itu akan membentuk karakter yang luhur terhadap santri di pondok pesantren al-munir. 46 | Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol 6. No 2. Desember 2022 Menanamkan Nilai-Nilai QurAoani A. Dalam merupakan kerangka dasar ajaran Islam yang memiliki kedudukan sangat penting, disamping aqidah. Rasulullah SAW. kehadirannya di muka bumi ini menyempurnakan akhlak manusia. Berbagai perilaku destruktif, seperti premature immoralities, alkoholisme, seks bebas, narkoba, aborsi sebagai penyakit sosial yang harus diperangi bersama-sama. Sehingga Kenyataan ini menjadikan banyak orang yang tidak lagi mempercayai menurunkan angka kriminalitas serta berbagai penyakit sosial. Menanamkan nilai-nilai qurAoani, bisa dimulai dari membangun pendidikan karakter kepada para santri di pondok pesantren al-munir. Pendidikan karakter berbasis qurAoani pengetahuan tentang baik dan buruk. mendarahdagingkan sifat-sifat yang baik, dan menjauhi perbuatan yang buruk. Pendidikan karakter dalam Al-Qur'an dan Al-Sunnah adalah pendidikan pembiasaan, pendarah praktik, internalisasi dan transformasi nilai-nilai yang baik kedalam diri Proses Al-Qur'an diantaranya adalah adanya pengenalan, pemahaman, penerapan, pembiasaan, pembudayaan. Internalisasi menjadi Melalui pendidikan karakter ini diharapkan dapat dilahirkan manusia yang memiliki kebebasan untuk menentukan pilihannya, tanpa paksaan, disertai rasa penuh tanggung Yaitu manusia-manusia yang merdeka, dinamis, krestif, inovatif dan bertanggung jawab terhadap Tuhan, diri sendiri, manusia, masyarakat, bangsa dan Negara. Lembaga pendidikan Islam, dalam mengajarkan pengetahuan perenial kepadapara siswa pada umumnya menerapkan gaya belajar Hal itu dikuatkan oleh Ousseina D. Alidou, bahwa pendidikan Islam sebagian besar menekankan filsafat dan teologi, otoritas spiritual dan sastra . , dibanding menerapkan pendekatan saintific dalam hal memahami suatu relevansi dan interprestasi kebenaran. 15 Gaya belajar menghafal ini merujuk pada pengalaman pribadi Rasulullah pada saat menerima wahyu pertama (Q. al-AoAlaq: 1-. di Gua GhiraAo, waktu itu Rasulullah diminta oleh malaikat Jibril untuk mengulang-ulang bacaan. Menurut Watkins dan Biggs, bahwa dalam budaya sonik . Cin. penting, merupakan cara yang efektif dan diperlukan oleh seorang pelajar dalam menguasai materi pelajaran sampai tingkat pemahaman. 16 Gaya belajar seperti ini, juga diterapkan Ausebel Herbart, mengistilahkan dengan rote learning. Rote learning atau belajar menghafal adalah suatu teknik memfokuskan pada materi yang akan dihafal, tidak terjebak pada kompleksitas internal dan kesimpulan dari materi yang 17 Maknanya bahwa rote learning merupakan salah satu alat bantu untuk mencapai tujuan dalam pembelajaran, meskipun demikian kualitas kemampuan pemahaman dan berpikir kritis seorang pelajar ketika menyelesaikan suatu masalah ialah sesungguhnya ingin dicapai dalam Belajar menghafal banyak Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol 6. No 2. Desember 2. 47 Muharofah NR. M Tubi Heryandi Dkk. dimanfaatkan pada berbagai bidang mata pelajaran, dari ilmu hitung atau matematika, musik, hingga agama. Menurut B. K Pal meskipun telah dikritik oleh beberapa aliran pemikiran ini, belajar menghafal merupakan suatu keharusan dalam banyak 18 Sebab dalam kegiatan menghafal tidaksekadar belajar tentang hafalan melainkan juga mengkaji dan memahami suatu pola, sistem dan contoh yang tepat dalam kegiatan Gagne dan Berliner dalam Bourke, menyatakan bahwa beberapa pemegang kewenangan dan kebijakan, melakukan dan mendukung praktik hafalan pada tingkat tertentu yang dilaksanakan dikelas, terutama pada proses mempelajari informasi penting dan faktual, yang harus dikuasai siswa. Secara otomatis hal itu dapat digunakan memahami tugas-tugas yang terkait dengan kognisi pada tahapan berikutnya. 19 Hal itu selaras dengan konsep taksonomi Bloom, yang menempatkan hafalan pada tataran dasar kognitif . Metode menghafal secara rutin digunakan pada materi yang diperlukan cepat, seperti belajar bermain membuat garis atau menghafal nomor telepon, penguasaan pengetahuan dasar, dan persiapan untuk menghadapi ujian secara cepat. Salah satu paling menonjol dari pendidikan dasar pada umat Islam abad pertengahan ialah belajar dengan metode hafalan. Menurut Safwat, ini tercermin bagaimana tradisi lisan dan transmisi lisan pengetahuan terus ditekankan meskipun karya tulis tumbuh dan berkembang pesat. Proses transformasi ilmu secara verbal atau menghafal tersebut pernah melahirkan ulama dan ilmuan muslim serta membawa kepada puncak keemasan peradaban Islam. Seperti Imam al-Nawawi, mereka memulai belajar dengan menghafal Al-QurAoAn, setelah hafal baru diajarkan mukhtaar dari setiap disiplin ilmu, dengan dimulai dari yang terpenting yaitu fikih, lalu nahwu, hadis, dan seterusnya. 21 Fenomena itu memperhatikan prinsip-prinsip metode belajar yang tepat. Menurut AoUtsman Najati, di antara prinsip belajar yang penting adalah memelihara dengan baik materi maupun skill . yang telah dipelajari. Kebanyakan materi atau skill tersebut, membuat proses repetisi . dan terus dilatih sampai bisa dikuasai dengan Prinsip repetisi ini secara tersirat dapat dijumpai dalam AlQurAoAn beberapa redaksi ayatnya difirmankan berulang-ulang dalam satu surat, misal dalam surat al-AoAlaq Hikmahnya intisari ajaran Islam lebih mudah meresap ke dalam sanubari umat manusia. Rasulullah juga menerapkan prinsip repetisi ketika Dijumpai dalam beberapa Rasulullah Saw mengulang sabdanya sampai dengan tiga kali sehingga para sahabat paham dan menguasai ajaran yang beliau Metode latihan dan ulangan mempunyai kecenderungan bahwa belajar adalah menghafal materi, langkah-langkah dan lain sebagainya. Pendapat Herbart ini dikenal dengan istilah teori mental state dan metodenya disebut dengan Formal Step, karena itu menurut Oemar Hamalik cara belajar yang baik adalah dengan jalan memperbanyak hafalan dan dengan menggunakan hukum asosiasi reproduksi, dengan faktor ingatan sangat menonjol. 48 | Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol 6. No 2. Desember 2022 Menanamkan Nilai-Nilai QurAoani A. Menghafal adalah proses kegiatan menancapkan suatu materi verbal di dalam memori atau ingatan, dibutuhkan dapat diproduksi lagi . secara harfiah dengan tepat sesuai materi aslinya. Menurut Syaiful Bahri peristiwa menghafal merupakan proses mental untuk mencamkan dan kesan-kesan, nantinya suatu waktu, bila diperlukan dapat diingat kembali ke alam sadar. Dalam proses menghafal, orang menghadapi materi yang biasanya disajikan dalam bentuk verbal . entuk bahas. , entah materi dibaca atau Materi bisa mengandung arti, misalnya suatu syair, definisi atau dapat pula tidak mengandung arti, misalnya huruf dalam abjad, nomor telepon, sejumlah nama orang. Langkah-langkah menghafal, di antaranya sebagai Perama. Encoding . , memasukan informasi ke dalam Dalam bahasa sehari-hari, encoding banyak kemiripan dengan atensi dan pembelajaran. Saat murid mendengarkan guru bicara, menonton film, mendengarkan musik, atau bicara menyandikan informasi ke dalam Ada enam konsep yang berhubungan dengan encoding, yakni atensi, pengulangan, pemrosesan mendalam, elaborasi, mengkonstruksi citra . , dan penataan . Pengkodean ini ditransfer ke dalam memori yang berfungsi sebagai retensi informasi. Para bagaimana ia dipertahankan atau . , ditemukan atau diproduksi kembali untuk tujuan tertentu di masa Memori seseorang terasa berkesinambungan sebab tanpa memori, seseorang tidak menghubungkan yang terjadi kemarin dengan apa yang dialami sekarang. Kedua. Penyimpanan. Terdapat penyimpanan informasi atau materi, . mengacu pada ketentuan berapa lama berlangsung-nya penyimpanan, . bagaimana materi dapat diproduksi atau dipanggil kembali, dan . mengapa suatu materi tidak bisa disimpan lagi. Perbedaan-perbedaan ini tentu membuat persepsi seseorang bahwa ada tiga tempat penyimpanan berbeda yang berlokasi di tiga tempat Ketiga tempat penyimpanan itu ialah variabel-variabel perantara, dan penerimaan kita akan bergantung menggunakannya untuk memprediksi hukum memori, bukan bergantung pada di mana letak semua itu atau pada apakah semua itu memiliki lokasi spesifik tertentu. Ketiga. Pengulangan . , yaitu repetisi informasi . dari waktu ke waktu supaya informasi tersebut berada lebih lama di dalam memori seseorang. Bagi pelajar pengulangan akan bekerja lebih baik menyandikan materi yang dipelajari. Taufiq Pasiak, menyatakan bahwa ketika seseorang belajar untuk pertama kalinya, informasi itu dikemas dan ditata dalam wilayah sadar di kulit otak . ulit otak adalah wilayah inderawi dan rasional otak manusi. Jika kegiatan sadar itu berlangsung terusmenerus . da pengulangan dan dalam jangka waktu lam. , penataan kegiatan itu akan dialihkan ke wilayah tak sadar di ganglia basalis. Ketika memasuki wilayah tak sadar, kegiatan itu akan berlangsung secara otomatis. Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol 6. No 2. Desember 2. 49 Muharofan NR. M Tubi Heryandi Dkk. Keempat. Mengingat. Mengingat merupakan salah satu proses kegiatan belajar, oleh sebab itu tidak ada seorang pelajar yang tidak pernah mengingat dalam belajar, kecuali pelajar yang mengalami gangguan mental . Tindakan mengingat jelas sekali terlihat ketika seseorang sedang menghafal bahan pelajaran, berupa dalil, kaidah, pengertian, rumus dan sebagainya. Ingatan bekerja dalam empat tahap: mengenali sesuatu, kesan yang tertinggal di dalamnya, ingatan itu tersimpan dalam kesan, ingatan itu dapat dipanggil jika telah tersimpan. Kesimpulan Program tahfidz Al-QurAoan di Pondok Pesantren al-munir jombang, pokok ajarannya tidak hanya focus menghafalkan al-QurAoan saja, akan tetapi dalam proses kesehariannya medidik santri dengan nilai-nilai karakter yang bersumber dari ajaran Islam. Pondok Pesantren al munir jombang memiliki kontribusi besar dalam membentuk nilai-nilai karakter santri, yakni: religius, jujur, disiplin, kerja keras, penghormatan kepada ilmu, serta hormat dan santun. Melalui karakterkarakter yang tertanam dalam perilaku keseharian santri, program tahfidz al-QurAoan di al munir jombang dapat mempertinggi motivasi belajar pada segenap santri. Di samping itu, kegiatan keagamaan tersebut, akan dapat membentuk karakter berperilaku dengan baik melalui tuntunan dan pembiasaan akhlak yang Daftar Pustaka