ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar Bahan Baku Lapatinib Ditosylate secara KCKT-DAD Neni Isnaenia,1* dan Nely Suryani Nopib,2 Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional. Badan Pengawas Obat dan Makanan. Jl. Percetakan Negara No. Jakarta Pusat. Indonesia, 10560. Indonesia Balai Besar POM di Bandar Lampung. Badan Pengawas Obat dan Makanan. Jl. Dokter Susilo No. Pahoman. Kota Bandar Lampung Lampung. Indonesia, 35228. Indonesia isnaeni@pom. suryani@pom. *corresponding author ARTICLE INFO Article Received: October 31, 2023 Revised: March 22, 2024 Accepted: March 27, 2024 DOI: https://doi. org/10. 54384/eruditio. ABSTRACT / ABSTRAK Validasi metode penetapan kadar Lapatinib ditosylate penting dilakukan untuk meningkatkan kapabilitas dan kapasitas pengujian dalam rangka penguatan pengawasan obat yang beredar di wilayah Indonesia. Dalam melakukan pengujian tersebut diperlukan suatu metode uji yang cepat, tepat, akurat, valid, dan efisien. Penelitian penetapan kadar Lapatinib distosylate yang telah dilakukan sebelumnya umumnya menggunakan kolom C18, namun untuk efisiensi maka perlu juga dikembangkan suatu metode uji yang mampu menggunakan sumber daya yang ada di laboratorium, dimana dalam penelitian ini menggunakan jenis kolom yang berbeda, yaitu C8. Pada penelitian ini, pengembangan metode analisis penetapan kadar dilakukan pada bahan baku Lapatinib ditosylate menggunakan sistem Kromatografi Cair Kinerja Tinggi-Detektor Array Dioda (KCKT-DAD) yang dilengkapi dengan autosampler menggunakan kolom XBridge A C8 (Water. 250 x 4,6 mm i. 5 m. Fase gerak isokratik terdiri dari pentane-1sulfonic acid sodium salt 10 mM - asetonitril . dengan laju alir 0,6 mL/menit. Deteksi dilakukan pada panjang gelombang 222 nm. Validasi metode ditunjukkan dengan parameter uji: selektifitas, akurasi, presisi, linieritas, batas deteksi dan batas kuantifikasi. Metode penetapan kadar Lapatinib ditosylate secara KCKT- DAD menunjukkan waktu retensi 4,63 menit dengan hasil uji yang linier pada rentang konsentrasi 0,06 Ae 0,18 mg/mL dengan koefisien korelasi dan Vx0 berturut-turut 1,00000 dan 0,1%. Uji akurasi (% bia. diperoleh nilai sebesar 0,77% dan presisi . istem, metode, dan intermediat. diperoleh kurang dari 2,0%. Batas deteksi dan kuantifikasi yang diperoleh secara berurutan yaitu 0,67 AAg/mL dan 2,02 AAg/mL. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode yang dikembangkan memberikan performa yang cepat, akurat, dan valid. The validation analytical method of the Lapatinib ditosylate assay is crucial to increase testing capability and capacity in strengthening the supervision of post-marketing drugs in Indonesia. A fast, precise, accurate, valid, and efficient test method is needed to carry out the test. previous study on determining Lapatinib ditosylate assay generally used a C18 column, yet for efficiency, it is also necessary to develop a test method that can use existing resources in the laboratory, where the research used a C8 column. In this study, an analytical method to determine the assay of Lapatinib ditosylate developed using a High-Performance-Liquid Chromatography-Diode Array Detector (HPLC-DAD) system equipped with an autosampler and XBridge A C8 column (Water. 250 x 4. 6 mm i. 5 m. The mobile phase consisted of pentane-1-sulfonic acid sodium salt 10 mM - acetonitrile . eluted isocratically at a 0. mL/min flow rate. Detection was carried out at a wavelength of 222 nm. The analytical method was validated with test parameters of selectivity, system suitability, accuracy, precision, linearity, detection limit and quantification limit. Results from the validation study demonstrated a retention time of 4. 63 minutes, good linear in the concentration range of 0. Ae 0. 18 mg/mL with a correlation coefficient and Vx0 of 1. 00000 and 0. Test accuracy (% bia. obtained a value of 0. 77% with precision . ystem, method and intermediat. less than The detection and quantification limits were 0. 67 AAg/mL and 2. 02 AAg/mL. Based on the research results, it can be concluded that the method developed provides fast, accurate and valid performance. Validation of the Analytical Method for Determining Lapatinib Ditosylate Raw Material Contents using HPLC-DAD. Neni Isnaeni dan Nely Suryani Nopi Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar Bahan Baku Lapatinib Ditosylate secara KCKT-DAD ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 Keywords: Lapatinib ditosylate. HPLC-DAD, assay, validation Kata Kunci: Lapatinib ditosylate. KCKT-DAD, penetapan kadar, validasi Pendahuluan Lapatinib ditosylate (Gambar . merupakan agen antikanker yang memiliki rumus molekul C29H26ClFN4O4S,2C7H8O3S dengan nama kimia N-. -kloro-4-[. -fluorofeni. -6-. -[. -metil sulfonil ethyl amin. 2-furany. -4 quinazolinamine ditosylate, tersedia dalam bentuk serbuk berwarna kuning, dan berat molekul 943,5 g/mol . (Government of India Ministry of Health, 2. Lapatinib memiliki sifat kelarutan dalam air yang sangat rendah setara 0,007 mg/mL dengan nilai koefisien partisi dalam sistem oktanol-air pada 25 AC adalah 6,0 (Ivaturi et al. Lapatinib ditosylate telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) pada Maret 2016 dalam bentuk sediaan tablet salut selaput dengan kekuatan sediaan 250 mg. Lapatinib ditosylate diindikasikan untuk pengobatan kanker payudara dan tumor padat lainnya . ttps://cekbpom. id/, diakses pada 20 April 2. Gambar 1. Struktur kimia Lapatinib ditosylate (Sumber: https://w. com/Lapatinib-ditosylate. html, diakses pada 21 April 2. Lapatinib ditosylate merupakan inhibitor tirosin kinase EGFR . pidermal growth factor recepto. dan HER2. Mekanisme kerjanya dengan menghambat pertumbuhan tumor dan menyebabkan apoptosis EGFR- dan HER2-dependent tumor cell lines. Selain itu, terapi dengan Lapatinib ditosylate dapat mengurangi secara signifikan fosforilasi tirosin EGFR dan HER2 dan menghambat aktivasi Erk1/2 dan Akt, downstream effector proliferasi xenograf tumor manusia (Maung & OAoShaughnessy, 2. Beberapa penelitian terkait analisis kualitatif dan kuantitatif Lapatinib ditosylate dalam bahan baku maupun sediaan farmasi telah dilaporkan (Tabel . Metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) merupakan metode yang paling banyak digunakan untuk analisis Lapatinib. Metode ini sederhana, sensitif, dan murah. Namun, pada penelitian sebelumnya terbatas pada penggunaan kolom C18. Dalam rangka efisiensi penggunaan sumber daya yang ada di laboratorium maka perlu dilakukan pengembangan metode analisis menggunakan jenis kolom yang berbeda sebagai alternatif. Komposisi asetonitril dalam fase gerak yang cukup besar, laju alir yang tinggi, dan waktu analisa yang lama (Biswal & Mondal, 2019. Ivaturi et , 2017. Kumar et al. , 2012. Saadat et al. , 2. , serta penggunaan internal standar memberikan dampak pada peningkatan biaya pengujian. Mempertimbangkan hal tersebut, maka pada penelitian ini dikembangkan suatu metode analisis yang sederhana, cepat, efisien namun tetap akurat dan selektif melalui modifikasi komposisi fase gerak asetonitril, laju alir dan pemakaian jenis kolom yang berbeda. Pengembangan metode analisis dilakukan pada bahan baku Lapatinib yang kemudian divalidasi dengan parameter uji selektifitas, akurasi, presisi, linearitas, penetapan batas deteksi dan batas kuantifikasi sesuai pedoman International Conference on Harmonization (ICH). Neni Isnaeni dan Nely Suryani Nopi Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar Bahan Baku Lapatinib Ditosylate secara KCKT-DAD ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 Hasil penelitian diharapkan dapat menghasilkan metode yang cepat, akurat, valid dan dapat dijadikan referensi untuk pengujian pre maupun post market tablet salut selaput Lapatinib ditosylate yang beredar di wilayah Indonesia. Selain itu, metode ini bertujuan meningkatkan kapabilitas dan kapasitas pengujian dalam rangka penguatan pengawasan obat dan makanan serta untuk perkembangan ilmu pengetahuan . or scienc. Tabel 1. Penelitian pengembangan metode analisa Lapatinib yang telah dilakukan Studi Sistem Kolom Fase Gerak Laju Alir Haribabu et al, 2011 RPKCKT C18 mL/menit Kumar et al, 2012 RPKCKT C18 Metanol : KH2PO4 0,01 Tetrahidrofuran . :35:. pH 6,2 Asetonitril : Air mL/menit Saadat et al, 2015 KCKTDAD C18 Asetonitril : Air Ivaturi et al, 2017 RPKCKT C18 Chiva et al, 2018 KCKTDAD C18 Biswal & Mondal. UPLC BHEL UPLC Colum Asetonitril Amonium format 10 mM pH 5,2 . gradient, 40:. 07 M natrium dodesil sulfat : 1pentanol 6,0% v/v, buffer pH 7 Asetonitril : 0,1% ortho phosphoric acid buffer solution pH 3 Waktu 6,5 menit 253 nm Internal Standard - - 4,25 232 nm Gemcitabine mL/menit 3,7 menit 227 nm mL/menit 261 nm mL/menit 260 nm 0,25 mL/menit 0,516 309 nm Metodologi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Baku Pembanding. Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional. BPOM pada bulan Februari sampai dengan April 2022. 1 Bahan dan Peralatan Bahan-bahan yang digunakan antara lain baku primer Lapatinib ditosylate TRC Lot. 15ABY-20-1 dengan kadar 98%, bahan baku Lapatinib ditosylate yang diperoleh dari Betapharma (Shanghai. Chin. sebagai sampel, natrium pentan sulfonat, asetonitril derajat KCKT (Merck. Jerma. dan air bebas mineral yang diperoleh dari purifyer water system Milli-Q . ,2 MEc. Instrumen yang digunakan adalah timbangan mikro XS3DU (Mettler Toledo. Amerika Serika. dan seperangkat alat KCKT Shimadzu LC-20AD Prominence yang dilengkapi dengan detektor DAD (Shimadzu. Jepan. 2 Metode Analisis Penetapan Kadar Lapatinib Ditosylate 1 Metode Analisis Larutan blanko, larutan baku dan uji disiapkan sebagai berikut. Larutan blanko: pelarut yang terdiri dari campuran air-asetonitril . Larutan baku: ditimbang 2 mg baku primer Neni Isnaeni dan Nely Suryani Nopi Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar Bahan Baku Lapatinib Ditosylate secara KCKT-DAD ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 Lapatinib ditosylate TRC Lot. 15-ABY-20-1 dimasukkan ke dalam labu ukur 20-mL, dilarutkan dan diencerkan dengan pelarut sampai tanda. Larutan uji : ditimbang 2 mg bahan baku dimasukkan ke dalam labu ukur 20-mL, dilarutkan dan diencerkan dengan pelarut sampai Larutan uji dan baku disuntikkan ke dalam kromatograf dengan kondisi sistem: KCKT Shimadzu LC-20AD Prominence detektor DAD yang dilengkapi dengan autosampler, kolom Waters XbridgeA C8, 250 x 4,6 mm i. 5 m, volume penyuntikan 10 L, fase gerak yaitu campuran larutan natrium pentan sulfonat 10 mM - asetonitril . : . yang dialirkan secara isokratik dengan laju alir 0,6 mL/menit selama 7 menit, dan deteksi dilakukan pada panjang gelombang 222 nm. 2 Validasi Metode Penetapan kadar secara KCKT Parameter validasi yang ditetapkan adalah selektifitas, akurasi, linearitas, rentang, batas deteksi dan kuantifikasi serta presisi . ipitabilitas dan presisi antar. C Selektifitas/spesifisitas Larutan baku: ditimbang 2 mg baku primer Lapatinib ditosylate TRC Lot. 15-ABY-20-1 dimasukkan ke dalam labu ukur 20-mL, dilarutkan dan diencerkan dengan pelarut sampai Larutan uji: ditimbang 2 mg bahan baku dimasukkan ke dalam labu ukur 20-mL, dilarutkan dan diencerkan dengan dengan pelarut sampai tanda. Blanko . , larutan baku dan uji masing-masing disuntikkan ke dalam KCKT dengan kondisi sistem seperti pada uji karakterisasi secara KCKT. C Akurasi Larutan baku disiapkan seperti pada pembuatan larutan baku pada uji selektivitas/spesifisitas. Dibuat dua larutan baku dengan konsentrasi 0,12 mg/mL. onsentrasi 100%) dan masing-masing disuntikkan ke dalam KCKT sebanyak 6 . kali dengan kondisi sistem seperti tercantum pada uji identifikasi secara KCKT. Perhitungan akurasi menggunakan rumus berikut (ICH, 2. Kadar sebenarnya (%) = x yaycayccycayc ycaycaycoyc (%) . Akurasi dinyatakan sebagai % bias, dihitung dengan rumus berikut: yaycoycycycaycycn (%) = Keterangan: Kadar baku x 100% . Rataan area puncak larutan baku 1 Rataan area puncak larutan baku 2 Konsentrasi larutan baku 1 (%) Konsentrasi larutan baku 2 (%) Kadar baku primer yang tertera dalam etiket/sertifikat C Linearitas dan Rentang Larutan uji linearitas dibuat 5 tingkat konsentrasi masing-masing: 0,06. 0,08. 0,12. 0,15 dan 0,18 mg/mL. Masing-masing tingkat konsentrasi larutan uji disuntikkan ke dalam kromatograf sebanyak dua kali, diamati dan dicatat AUC . uas area di bawah punca. Buat kurva kalibrasi Neni Isnaeni dan Nely Suryani Nopi Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar Bahan Baku Lapatinib Ditosylate secara KCKT-DAD ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 dan hitung persamaan garis regresi antara AUC terhadap konsentrasi. Linearitas kurva ditetapkan berdasarkan Vx0 dan koefisien korelasi garis regresi linear . C Batas Deteksi (LOD) dan Batas Kuantifikasi (LOQ) Batas deteksi dan batas kuantifikasi dihitung secara statistik melalui regresi linier dari kurva kalibrasi pada uji linearitas sesuai dengan Pedoman ICH. LOD dan LOQ dihitung dengan persamaan di bawah ini (ICH, 2005. Singh, 2. yaycCya = ( ) yaycCycE = ( ) . SD = Standar deviasi respon (Y-intercep. ycycoycuycyyce = Slope kurva kalibrasi C Presisi Larutan baku dan uji seperti pada uji selektivitas/spesifisitas. Dilakukan penetapan keterulangan . dari 10 kali penetapan kadar larutan uji sesaat . aktu yang sam. dan presisi antara . ntermediate precisio. pada dua hari yang berbeda. Hitung RSD . impangan bak. dari penetapan presisi tersebut. Kadar Lapatinib ditosylate dihitung dengan persamaan berikut: Kadar (%) = Keterangan: Kadar baku x yaycayccycayc ycaycaycoyc (%) . Rataan area puncak larutan uji Rataan area puncak larutan baku Konsentrasi larutan baku (%) Konsentrasi larutan uji (%) Kadar baku primer yang tertera dalam etiket/sertifikat 3 Analisis Data Analisis statistik yang digunakan dalam mengolah data adalah regresi linier. Pada regresi linier, variable penjelas yang digunakan adalah AukonsentrasiAy, sedangkan variabel terikatnya adalah AuareaAy. Hasil dan Pembahasan Karakterisasi secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) Karakterisasi secara KCKT-DAD bertujuan untuk menentukan waktu retensi analit dan spektrum dari puncak. Hasil karakterisasi terlihat bahwa waktu retensi puncak utama Lapatinib ditosylate adalah 4,63 menit (Gambar . dan spektrum Lapatinib ditosylate pada kromatogram DAD menunjukkan serapan panjang gelombang maksimum pada 222 nm (Gambar . Waktu retensi dan pola spektrum UV pada kromatogram larutan uji sesuai dengan larutan baku. Hal ini membuktikan bahwa larutan uji terkonfirmasi sebagai Lapatinib ditosylate. Neni Isnaeni dan Nely Suryani Nopi Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar Bahan Baku Lapatinib Ditosylate secara KCKT-DAD ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 Gambar 2. Kromatogram KCKT-DAD Lapatinib ditosylate Gambar 3. Profil spektrum kromatogram DAD Lapatinib ditosylate Validasi Metode dan Penetapan Kadar Validasi metode adalah suatu proses untuk mengkonfirmasi bahwa suatu metode mempunyai unjuk kerja yang konsisten dan sesuai dengan apa yang dikehendaki dalam penerapan metode yang akan dipakai (ICH, 2. Validasi metode pada penelitian ini dilakukan untuk memastikan metode penetapan kadar Lapatinib ditosylate akurat dan valid secara KCKT-DAD. Pada penelitian ini, kolom yang digunakan, yaitu kolom C8 berbeda dengan penelitian yang dila oleh Haribabu et al. , 2011. Ivaturi et al. , 2017. Kumar et al. , 2012. Saadat et al. , 2015 dimana kolom yang digunakan adalah C18. Hal ini dilakukan bertujuan untuk memberikan alternatif penggunaan kolom dan efisiensi sumber daya laboratorium. Kolom C8 memiliki 8 atom karbon yang terikat pada silika sedangkan C18 memiliki 18 atom karbon. Dengan rantai karbon yang lebih pendek, maka hidrofobisitas kolom C8 lebih rendah dibandingkan C18 sehingga senyawa nonpolar akan terelusi lebih cepat (Choudhary, 2. Dengan demikian, akan menghasilkan waktu analisis yang lebih singkat dibandingkan dengan menggunakan kolom C18. Selain itu, fase gerak yang digunakan pada penelitian ini menggunakan komposisi asetonitril lebih sedikitdaripada penelitian sebelumnya (Ivaturi et al. , 2017. Kumar et al. , 2012. Saadat et al. , 2. Fase gerak dieluasi secara isokratik dengan laju alir yang lebih rendah Neni Isnaeni dan Nely Suryani Nopi Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar Bahan Baku Lapatinib Ditosylate secara KCKT-DAD ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 sehingga dapat menghemat penggunaan fase gerak. Waktu analisa yang dihasilkan juga lebih cepat yaitu 4 menit daripada yang dilaporkan oleh peneliti sebelumnya 8 menit (Kumar et al. , 10 menit (Haribabu et al. , 2. 18 menit (Chiva et al. , 2. , dan 35 menit (Ivaturi et , 2. Dengan demikian, metode analisis ini mampu menghemat waktu dan biaya Fase gerak pada studi ini, tidak menggunakan pelarut tetrahidrofuran, seperti yang dilakukan oleh Haribabu et al. , 2011 dan seperti yang tercantum pada monografi Farmakope India, 2018. Hal ini dilakukan untuk membatasi penggunaan pelarut tetrahidrofuran karena sifatnya yang toksik dan dapat beresiko terhadap kesehatan (ICH, 2. Hasil kesesuaian sistem menunjukkan bahwa sistem memenuhi syarat validasi metode analisis dan memiliki presisi keberulangan yang sangat baik. Pada uji kesesuaian sistem yang diamati adalah parameter kromatografi seperti faktor ikutan, lempeng teoritis dan presisi Presisi sistem menunjukkan RSD area 0,10%, sedangkan faktor ikutan puncak Lapatinib ditosylate adalah 1,49 dan lempeng teoritis 4395,33. Tabel 2. Uji kesesuaian sistem Lapatinib ditosylate Parameter Faktor ikutan Lempeng teoritis RSD area (%) RSD waku retensi (%) Hasil 1,49 4395,33 0,10 0,11 Kriteria O 2,0 Ou 2000 O 2,0 % O 2,0 % Pada Gambar 4 terlihat tidak terdeteksi puncak pada kromatogram larutan blanko dan puncak utama pada kromatogram sampel dan baku Lapatinib ditosylate memiliki waktu retensi yang sama. Berdasarkan hasil uji spesifisitas ini, pelarut tidak mempengaruhi hasil pengujian sehingga pada waktu retensi analit yang akan terdeteksi adalah hanya luas area dari puncak kromatogram senyawa yang akan dianalisis. Selain itu, kurva kemurnian kromatogram DAD (Gambar . memberikan informasi cemaran tidak terdeteksi dengan peak purity index 0,999999. Hal ini berarti bahwa kurva kemurnian berada pada titik nol ketika awal dan akhir puncak, yang menggambarkan bahwa tidak ada cemaran/senyawa lain pada waktu retensi analit tersebut. Dengan demikian, metode yang digunakan selektif dan spesifik untuk analisis Lapatinib ditosylate secara KCKT-DAD. Gambar 4. Kromatogram KCKT-DAD blanko . , sampel dan baku Lapatinib Neni Isnaeni dan Nely Suryani Nopi Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar Bahan Baku Lapatinib Ditosylate secara KCKT-DAD ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 Gambar 5. Kurva kemurnian kromatogram DAD Lapatinib ditosylate Akurasi metode dilakukan dengan menetapkan % bias larutan baku Lapatinib ditosylate yang diperoleh dibandingkan dengan kadar sebenarnya yang tertera pada sertifikat. Nilai akurasi metode yang diperoleh rata-rata 0,77% seperti yang terlihat pada Tabel 2. Kriteria akurasi (% bia. O 2,0% (Ahuja, 2. Hal ini menunjukkan metode yang digunakan akurat dan valid untuk kuantifikasi sampel Lapatinib ditosylate. Tabel 3 Akurasi metode penetapan kadar Lapatinib ditosylate secara KCKT-DAD Seri Akurasi (%) 0,71 Rata-rata (%) 0,83 0,77 Uji linearitas penetapan kadar Lapatinib ditosylate secara KCKT-DAD ditunjukkan pada kurva kalibrasi pada Gambar 6 di bawah ini. Kurva kalibrasi Lapatinib ditosylate linier pada rentang konsentrasi 0,06 Ae 0,18 mg/mL dengan persamaan garis regresi, y = 348,08975x 2. 802,74412. Nilai R dan Vx0 yang diperoleh berturut-turut yaitu 1,00000 dan 0,1% memenuhi kriteria keberterimaan yaitu R Ou 0,995 dan Vx0 O 2,0% (AOAC. Rentang analisis ini untuk melihat bahwa pengujian Lapatinib ditosylate memberikan presisi, akurasi dan linearitas yang dapat diterima ketika diterapkan pada sampel yang mengandung analit pada konsentrasi ekstrim yang berada pada rentang tersebut (ICH, 2022. Singh, 2. Dari kurva kalibrasi pada uji linearitas, dihitung batas deteksi dan kuantifikasi sesuai dengan ICH, 2022, dengan batas deteksi dan kuantifikasi yang diperoleh secara berurutan 0,67 AAg/mL dan 2,02 AAg/mL. Hal ini menunjukkan sensitivitas metode yang dikembangkan cukup tinggi dibandingkan dengan penelitian yang telah dilaporkan sebelumnya. Presisi merupakan ukuran yang menunjukkan derajat kesesuaian antara hasil uji individual, diukur melalui penyebaran hasil individual dari rata-rata jika prosedur ditetapkan terhadap replikasi sampel yang diambil dari campuran yang homogen (ICH, 2. Presisi dapat menghasilkan nilai rata-rata yang sangat dekat dengan nilai yang sebenarnya dengan simpangan baku (SD) atau simpangan baku relatif (RSD) sebagai parameter ukur (ICH, 2. Parameter presisi yang dilakukan pada penelitian ini meliputi presisi sistem, metode dan intermediet yang dilakukan pada dua hari yang berbeda. Presisi sistem diperoleh dari penyuntikan larutan baku secara berulang menunjukkan RSD area kurang dari 2,0%. Presisi metode . pada dua hari yang berbeda pada penelitian ini adalah 0,73% dan 0,42%, sedangkan presisi intermediet sebesar 0,60%. Nilai RSD < 2% menunjukkan bahwa parameter presisi memberikan keterulangan yang dapat diterima dengan baik. Neni Isnaeni dan Nely Suryani Nopi Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar Bahan Baku Lapatinib Ditosylate secara KCKT-DAD ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 Gambar 6. Kurva linieritas Lapatinib ditosylate Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa metode yang dikembangkan pada bahan baku Lapatinib memberikan performa yang cepat dengan waktu analisa yang pendek, akurat, dan memenuhi semua parameter validasi. Selain itu, pengembangan metode ini juga dapat meningkatkan kapabilitas dan kapasitas pengujian dalam rangka penguatan pengawasan obat dan makanan yang beredar di Indonesia. Saran Metode ini dapat dijadikan acuan bagi laboratorium pengujian dalam pengembangan metode analisis penetapan kadar Lapatinib dalam sediaan obat. Metode ini juga berpotensi digunakan untuk menganalisis kadar zat aktif obat antikanker lain yang memiliki karakteristik senyawa yang sama. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan dan staf Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional. BPOM atas segala kontribusi yang diberikan sehingga penelitian ini dapat dilakukan dengan baik. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Ibu Dr. Yuliar. Eng selaku pembimbing dalam penyusunan karya tulis ini. Daftar Pustaka