Volume 13 No 2 Desember Tahun 2024 Online: https://jurnal. id/index. php/ibnunafis Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis ISSN 2252-6870 (Prin. | ISSN 2613-9359 (Onlin. Artikel Penelitian HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN TEKANAN DARAH PADA REMAJA DI SMAS AL-MANAR MEDAN JOHOR THE RELATIONSHIP BETWEEN PROTEIN INTAKE AND BLOOD PRESSURE IN ADOLESCENTS IN SMAS AL-MEDAN JOHOR Mohammad Atha Nabil,a Ira Cinta Lestarib a Mahasiswa Fakultas Kedoteran Universitas Islam Sumatera Utara. Jl. STM No 77. Medan, 20219. Indonesia b Dosen Fakultas Kedoteran Universitas Islam Sumatera Utara. Jl. STM No 77. Medan, 20219. Indonesia Histori Artikel ABSTRAK Diterima: 22 Juli 2024 Asupan protein berperan penting untuk pertumbuhan pada masa remaja. Asupan protein yang tidak seimbang dapat mengakibatkan masalah gizi seperti status protein kurang atau lebih pada remaja, status asupan gizi yang tidak seimbang dapat menyebabkan berbagai gangguan terutama gangguan sirkulasi tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan asupan protein dengan tekanan darah pada remaja di SMAS Al-Manar Medan Johor. Penelitian bersifat analitik cross sectional. Jumlah sampel penelitian 45 orang yang diambil menggunakan metode non-probability sampling. Data terkumpul merupakan data primer hasil kuesioner. Analisis univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi SommersAod. Hasil penelitian dari 45 sampel berjenis kelamin laki-laki dengan asupan protein kurang dari angka kecukupan gizi . ,6%), asupan protein besar atau sama dengan angka kecukupan gizi . ,4%), tekanan darah hipotensi . ,9%), tekanan darah normal . ,6%), tekanan darah hipertensi . ,6%). Hasil uji korelasi didapati p value = 0,005 . <0,. dan r=-0,248 dengan kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan tekanan darah pada remaja di SMAS AlManar Medan Johor. Revisi: 12 September 2024 Terbit: 1 Desember 2024 Kata Kunci ABSTRACT angka kecukupan gizi, asupan protein, berat badan, remaja, tekanan darah Protein intake plays an essential role in growth during adolescence. Unbalanced protein intake can result in nutritional problems such as lower or higher protein status in adolescents, and unbalanced nutritional intake status can cause various disorders, especially blood pressure circulation disorders. This study aimed to determine whether there was a relationship between protein intake and blood pressure in adolescents at SMAS Al-Manar Medan Johor. The research is crosectional and analytical. The total research sample was 45 people, and the nonprobability sampling method was used. The data collected is primary data from the Univariate and bivariate analysis used the Sommer's D correlation Research results from 45 male samples with protein intake less than the nutritional adequacy rate . 6%), protein intake greater than or equal to the nutritional adequacy rate . 4%), hypotension blood pressure . 9%), normal blood pressure . 6%), hypertension blood pressure . 6%). The correlation test results found p value = 0. <0. and r=-0. 248, concluding a significant relationship between protein intake and blood pressure in SMAS Al-Manar Medan Johor adolescents. Korespondensi Tel. ( . Email: @gmail. Mohammad Atha Nabil Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 13 No 2 Desember Tahun 2024 PENDAHULUAN artinya 1 dari 3 orang di dunia mengidap Fase remaja adalah fase transisi dari fase Jumlah kanak-kanak menuju fase dewasa. Berdasarkan World (WHO) diperkirakan pada tahun 2025 akan terdapat 1,5 menyebutkan remaja adalah individu dengan Miliar orang yang mengidap hipertensi, dan rentang usia 10-19 tahun, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 Tahun 2014, hipertensi mencapai 9,4 juta orang setiap remaja adalah individu dengan rentang usia 10- Menurut data sample registration 18 tahun. Remaja merupakan kelompok yang system (SRS) Indonesia tahun 2014, hipertensi mudah mengalami masalah gizi seperti status disertai komplikasi . ,3%) adalah penyebab gizi berlebih dan status gizi kurang. Status gizi kematian nomor 5 pada semua usia. Menurut data Riskesdas 2018, hipertensi terjadi pada berbagai kelompok usia yaitu 31-44 tahun . ,6%), usia 45-54 tahun . ,3%) dan usia 55- Health Organization berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Gizi yang berlebih pada remaja termasuk 64 tahun . ,2%). Prevalensi hipertensi pada masalah gizi yang baru dan berkembang di penduduk usia 18 tahun sangat tinggi sebesar Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. 34,1%. Daerah dengan angka kejadian hipertensi Berdasarkan data RISKESDAS 2018, remaja tertinggi berada di Kalimantan Selatan . ,1%) yang mengalami kegemukan meningkat 2,2%, sedangkan angka kejadian terendah berada di dibandingkan tahun 2013. Penelitian yang Papua Sebesar . ,2%). dilakukan Setiawati dkk, didapati status gizi Hipertensi dapat menyerang siapa saja, gemuk sebesar 14,3% dan obesitas 6,8%. Status pada umumnya penyakit hipertensi dialami oleh gizi menjadi masalah serius bagi remaja dan orang dewasa, namun pada keadaan tertentu tidak dipandang sebelah mata sehingga gizi yang anak-anak juga dapat mengalami hipertensi berlebihan terjadi saat remaja 30% dan berlanjut misalnya disebabkan oleh genetik terkait dengan hingga dewasa. Gizi berlebih dan kurangnya aktivitas fisik termasuk faktor risiko monoksida atau mengalami kelainan ginjal. hipertensi pada remaja. Remaja dengan status Selain pada anak-anak, hipertensi juga dapat gizi berlebih memiliki risiko 4,85 kali untuk terjadi pada remaja. Pada anak-anak tekanan mengalami hipertensi dibandingkan remaja darahnya lebih rendah daripada tekanan darah dengan gizi normal. Kurangnya aktivitas fisik orang dewasa. Tekanan darah akan meningkat merupakan faktor resiko hipertensi yaitu 7,86 selama masa pertumbuhan usia. Pada setiap kali berisiko hipertensi dibandingkan dengan tahunnya anak usia 8-12 tahun mengalami remaja yang aktif beraktivitas. World Health Organization peningkatan tekanan darah sistolik 0,44 mmHg (WHO) dan mengalami peningkatan tekanan darah menyebutkan pada tahun 2015 terdapat sekitar diastolik 2,90 mmHg. Pada remaja usia 13-17 1,13 miliar orang di dunia mengidap hipertensi, tahun mengalami peningkatan per tahunnya Mohammad Atha Nabil Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 13 No 2 Desember Tahun 2024 sebesar 0,33 mmHg sistolik dan 1,81 mmHg obatan yang mempengaruhi tekanan darah, tidak mengonsumsi alkohol dan tidak merokok. Berdasarkan Tehnik pengumpulan data diawali dengan dilakukan oleh Rika Purwani dan Nurmasari peneliti meminta informed consent kepada Widyastuti tahun 2015 menyatakan bahwa subjek penelitian. Setelah itu siswa yang telah terdapat hubungan yang signifikan antara asupan memenuhi kriteria penelitian akan dijadikan protein total dan protein hewani dengan tekanan subjek penelitian diberikan panduan penelitian darah sistolik dan diastolik. 4 Berdasarkan hasil dan dibagikan kuesioner penelitian. Penelitian penelitian yang dilakukan oleh Aria Menad M ini menggunakan data primer dan data sekunder. dan Aryu Candra tahun 2017 menyatakan bahwa Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tidak terdapat hubungan asupan protein pada SQFF (Semi Quantitative Food Frequenc. yang tekanan darah sistolik dan diastolik. 5 Hasil telah diuji dengan uji validitas dan reliabilitas, penelitian yang bervariasi tersebut mendorong penulis melakukan penelitian dengan tujuan Analisi data menggunakan uji SommersAod. untuk mengetahui apakah terdapat hubungan Penelitian ini telah mendapat persetujuan dari asupan protein dengan tekanan darah pada Komisi Etik Penelitian Fakultas Kedokteran remaja di SMAS Al-Manar Medan Johor. Universitas Islam Sumatera Utara No. 420/EC/KEPK. UISU/Xi/2023. METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah HASIL penelitian analitik menggunakan pendekatan Penelitian ini dilakukan terhadap 45 cross sectional. Penelitian ini akan dilaksanakan responden penelitian yang meliputi siswa kelas pada bulan Juli 2023 Ae Oktober 2023. Penelitian IPA dan IPS SMAS Al-Manar Medan Johor ini dilakukan di SMAS Al-Manar Kecamatan tentang hubungan asupan protein dengan Medan Johor. Kota Medan. Provinsi Sumatera tekanan darah pada remaja di SMAS Al-Manar Utara. Populasi pada penelitian ini adalah Medan Johor. seluruh siswa kelas XI kelas IPA dan IPS di Berdasarkan tabel 1 dari 45 responden SMAS Al-Manar Kecamatan Medan Johor, kota didapati mayoritas responden berusia 16 tahun Medan. Provinsi Sumatera Utara berjumlah 83 sebanyak 21 responden . ,7%), tinggi badan 170-179 cm sebanyak 24 responden . ,8%). Jumlah sampel pada penelitian ini adalah tekanan darah sistol mayoritas 120 mmHg sebanyak 45 responden yang ditentukan dengan sebanyak 34 responden . ,6%), tekanan darah rumus Slovin. Pengambilan sampel dilakukan diastol 80 mmHg sebanyak 34 responden menggunakan metode non-probability sampling . ,6%). dengan kriteria inklusi: siswa aktif di SMAS Al- memiliki asupan besar atau sama dengan AKG Manar Kecamatan Medan Johor, jenis kelamin sebanyak 38 responden . ,4%) dan memiliki pria, usia 15-17 tahun, tidak mengonsumsi obat- tekanan darah yang normal sebanyak 34 Mohammad Atha Nabil Sebagian Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 13 No 2 Desember Tahun 2024 responden . ,6%). Pengukuran nilai tengah . rata-rata . dan standar deviasi setiap variabel dapat Variabel Usia . dilihat pada tabel 2. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Karakteristik Responden Usia 14 Tahun 15 Tahun 16 Tahun 17 Tahun Tinggi Badan 140-149 cm 150-159 cm 160-169 cm 170-179 cm 180-189 cm Berat Badan 40-49 kg 50-59 kg 60-69 kg 70-79 kg 80-89 kg Tekanan Darah Sistol 110 mmHg 120 mmHg 130 mmHg Tekanan Darah Diastol 70 mmHg 80 mmHg 90 mmHg Angka Kecukupan Gizi Asupan Protein 1000-1499 gram 1500-1999 gram 1999-2499 gram Jumlah Asupan Protein 1000-1499 gram 1500-1999 gram 1999-2499 gram Asupan Protein Kurang dari AKG Besar atau sama dengan AKG Tabel 2. Nilai Mean A SD dan Median (Mix-Ma. Variabel Frekuensi Persentase Tinggi Badan Berat Badan Angka Tekanan Darah Sistol Angka Tekanan Darah Diastol Angka Kecukupan Gizi Protein Jumlah Asupan Protein . Median (Min-Ma. 16,00 . 170,00 . 60,05 . ,50-83,. Mean A SD 15,688 A 0,763 168,76 A 6,106 60,68 A 10,481 120,00 120,67 A 4,954 80,00 80,67 A 4,954 1576,13 7,90-2289,. 1581,13 A 200,177 1642,30 1,50-2344,. 1686,27 A 253,075 Berdasarkan tabel 3 dapat disimpulkan bahwa siswa dengan asupan protein kurang dari AKG berjumlah 7 siswa . ,6%) memiliki tekanan darah hipertensi. Siswa dengan asupan protein besar atau sama dengan AKG berjumlah 4 siswa . ,9%) memiliki tekanan darah hipotensi dan siswa dengan asupan protein besar atau sama dengan AKG berjumlah 34 siswa . ,6%) memiliki tekanan darah normal. Hasil dari analisis bivariat antara asupan protein dengan tekanan darah menggunakan uji SommerAos d terdapat hubungan yang signifikan diperoleh nilai . = 0,005 . <0,. , kekuatan korelasi lemah diperoleh nilai . = -0,248 . =0,21-0,. , arah korelasi bernilai negatif yang berarti semakin besar asupan protein maka semakin rendah tekanan darah dan semakin rendah asupan protein maka semakin tinggi tekanan Mohammad Atha Nabil Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 13 No 2 Desember Tahun 2024 Tabel 3. Analisa Hubungan Asupan Protein dengan Tekanan Darah Pada Remaja di SMAS Al-Manar Medan Johor Asupan Protein Kurang dari AKG Besar atau sama dengan AKG Total Hipotensi Tekanan Darah Normal Hipertensi DISKUSI