Tanzhimuna Vol 5. No 2. Desember 2025 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 DESAIN PERENCANAAN PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI UNTUK MENINGKATKAN MORALITAS SISWA DI TK AL-MUNAR (THE ISLAMIC PRESCHOOL) Lusi Andriani1 Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung lusiandrianiarthasausan@gmail. Mulyawan Safwandy Nugraha2 Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung mulyawan77@yahoo. Abstract The background of this research stems from concerns over the moral degradation of young generations caused by digital exposure and the weakening of value-based parenting at home. This study aims to design and analyze the planning of Islamic character education at RA Al-Munar to enhance the moral development of early childhood students. Using a qualitative approach with observation, in-depth interviews, and documentation methods, this study explores the implementation of moral and ethical values through daily activities, schoolAeparent collaboration, and teacher role The findings reveal that the application of Islamic values is carried out through daily habituation . aAow. , teacher exemplification . swah hasana. , and the integration of moral values into daily learning plans (RPPH). Moreover, active parental involvement and effective communication strategies strengthen the synergy of character formation between home and school. Challenges such as differences in parenting styles and limited facilities are addressed through parental training and consistent habituation programs. These results enrich the literature on Islamic character education by emphasizing the importance of contextual planning aligned with the conceptual frameworks of Thomas Lickona and Al-Ghazali. Keywords: Character Education. Islamic Values. Early Childhood. Moral Development Abstrak Latar belakang studi ini berangkat dari kekhawatiran atas degradasi moral generasi muda akibat paparan digital serta lemahnya pengasuhan nilai di lingkungan rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan menganalisis perencanaan pendidikan karakter Islami di RA Al-Munar guna meningkatkan moralitas siswa usia dini. Desain Perencanaan Pendidikan Karakter Islami Untuk Meningkatkan Moralitas Siswa Di TK Al-Munar (The Islamic Preschoo. Lusi Andriani. Mulyawan Safwandy Nugraha Tanzhimuna Vol 5. No 2. Desember 2025 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, penelitian ini mengeksplorasi implementasi nilai-nilai akhlak melalui kegiatan harian, kolaborasi orang tua-sekolah, dan keteladanan guru. Temuan menunjukkan bahwa penerapan nilai Islami dilakukan melalui pembiasaan rutin . aAow. , keteladanan guru . swah hasana. , dan integrasi nilai ke dalam RPPH. Selain itu, keterlibatan aktif orang tua dan strategi komunikasi efektif memperkuat sinergi pembentukan karakter antara rumah dan sekolah. Hambatan seperti perbedaan pola asuh dan keterbatasan sarana diatasi dengan pelatihan orang tua serta konsistensi program pembiasaan. Hasil ini memperkaya literatur pendidikan karakter Islam dengan menekankan pentingnya perencanaan kontekstual, sesuai dengan kerangka konseptual Lickona dan Al-Ghazali. Kata Kunci: Pendidikan Karakter. Nilai-Nilai Islam. Anak Usia Dini. Pengembangan Moral Pendahuluan Pada era digital saat ini, kualitas karakter generasi muda mendapat sorotan Data resmi memperlihatkan tren peningkatan penggunaan gadget oleh anakanak yang mengkhawatirkan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan 36,99% anak di bawah 15 tahun sudah menggunakan telepon genggam pada 2023, meningkat menjadi 39,71% pada 2024 (KemenpA, 2. Selain itu. Hadiyatna et al. , . mengungkapkan bahwa rata-rata anak kini memegang smartphone hingga 7Ae8 jam per hari dimana paparan konten negatif melalui media elektronik berisiko merusak moral dan sosial anak-anak. Ketergantungan anak pada gadget dan media social juga dapat memicu krisis karakter generasi muda (Husain et al. , 2. Komisi Perlindungan Anak (KPAI) juga melaporkan adanya ancaman krisis moral dan karakter di kalangan anak akibat pengasuhan yang belum optimal (Humas, 2. Bahkan, kasus-kasus kekerasan anak yang melibatkan remaja sering dikaitkan dengan paparan konten pornografi dan lemahnya pengawasan orang tua terhadap gadget (Setiawan & Susanty, 2. Kondisi ini menegaskan perlunya perhatian serius: pendidikan nilai dan pengawasan media yang lebih ketat sejak usia sangat dini untuk mencegah degradasi moral generasi penerus. Pembentukan karakter sejak usia dini sangat krusial sebagai modal awal perkembangan kepribadian. PAUD . endidikan anak usia din. , termasuk RA, berperan sebagai fondasi pembentukan kepribadian yang utuh, mencakup akhlak dan Desain Perencanaan Pendidikan Karakter Islami Untuk Meningkatkan Moralitas Siswa Di TK Al-Munar (The Islamic Preschoo. Lusi Andriani. Mulyawan Safwandy Nugraha Tanzhimuna Vol 5. No 2. Desember 2025 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 perilaku luhur (Amrullah et al. , 2. Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa PAUD . nak 0Ae6 tahu. adalah masa pembinaan pertama yang harus diperhatikan. Pada usia emas ini potensi anak berkembang sangat pesat, sehingga karakter dan kebiasaan yang dibentuk akan menjadi cerminan kepribadian masa depan (Purnami Dewi, 2. Disis lain, pentingnya melibatkan keluarga dan lembaga PAUD secara terpadu (Desmariani et al. , 2. Keluarga adalah agen terdekat yang pertama kali membangun karakter anak (Rakhmawati, 2. Orang tua dan guru hendaknya membiasakan anak pada nilai-nilai agama, kesopanan, dan kedisiplinan sejak kecil. PAUD . ermasuk RA) kemudian melanjutkan tugas tersebut dengan program pembiasaan karakter sehari-hari (Dini, 2. Dengan kata lain, menanamkan akhlak mulia sejak dini menjadi kewajiban lembaga dan keluarga, karena di tahap awal inilah Auanak mulai berinteraksi dengan orang lainAy dan karakter dasarnya terbentuk. Raudhatul Athfal (RA) adalah lembaga pendidikan Islam prasekolah yang memegang peran strategis dalam membina karakter anak usia dini. Sebagai bagian dari jalur formal PAUD. RA diakui secara hukum sebagai prasekolah Islam yang membantu anak bersiap memasuki sekolah dasar. RA diibaratkan jembatan bagi anak untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah selanjutnya. Penelitian pendidikan Islam menekankan bahwa peran utama RA adalah menanamkan dasar-dasar agama, ilmu dan kreativitas pada anak-anak sebagai bekal masa depan (Muhammedi, 2. Artinya, di RA selain diajarkan materi umum, anak juga dibimbing dalam adab, ibadah, dan nilai-nilai moral Islami secara terencana. Dengan kegiatan rutin keagamaan baik salat berjamaah maupun pembiasaan doa, dan program karakter. RA melengkapi peran orang tua dalam membangun akhlak mulia. Posisi strategis RA terletak pada kombinasi pendekatan agama dan pembelajaran usia dini, sehingga dapat memperkuat karakter Islami sejak tahap pra-sekolah. Dalam perspektif Islam, pendidikan karakter dikenal dengan istilah pendidikan Menurut Al-Ghazali, pendidikan akhlak mesti dimulai sejak usia anak-anak agar lahir pribadi yang berakhlaq mulia . khlaq al-karima. (Latif, 2. menegaskan bahwa sejak usia dini anak harus dididik sehingga berakhlaqul karimah. Nilai-nilai akhlak Islam yang ditanamkan mencakup kesadaran spiritual dan etika. Desain Perencanaan Pendidikan Karakter Islami Untuk Meningkatkan Moralitas Siswa Di TK Al-Munar (The Islamic Preschoo. Lusi Andriani. Mulyawan Safwandy Nugraha Tanzhimuna Vol 5. No 2. Desember 2025 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 Keikhlasan beribadah, rasa syukur, serta ketawadhuan . endah hat. juga menjadi bagian kunci akhlak al-karimah. Dengan demikian, pendidikan karakter Islami diarahkan untuk membentuk pribadi yang tidak hanya tahu tentang kebaikan tetapi juga memiliki niat tulus dan berperilaku baik, sesuai nilai akhlak tinggi dalam Islam. Pendekatan kontemporer dalam pendidikan karakter menekankan integrasi aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Model Thomas Lickona . terkenal menyatakan karakter memiliki tiga dimensi berkelindan: knowing the good . engetahuan tentang kebaika. , moral feeling . esadaran/kecintaan pada kebaika. , dan moral behavior . erilaku berbuat kebaika. Artinya, seorang anak harus memahami nilai benar-salah, mengembangkan komitmen internal untuk berbuat baik, serta dilatih melakukan perbuatan baik secara konsisten. Dalam hal ini, pendidikan karakter bukan sekadar pengajaran teori, tetapi juga proses habituasi nilai. Lickona . menekankan bahwa pendidikan karakter adalah upaya sadar menumbuhkan kebajikan, yakni kualitas manusiawi baik yang berguna bagi individu dan masyarakat. Prinsip ini sejalan dengan pendidikan akhlak Islam yang menghendaki penanaman nilai secara berulang dan konsisten pada anak. Dari berbagai kajian tersebut terlihat bahwa perencanaan pendidikan karakter Islami harus disesuaikan dengan konteks lokal. Pembelajaran yang efektif memerlukan pengaitan nilai-nilai Islam dengan budaya dan kondisi nyata anak. Sebagaimana penelitian Salsabilah . mengembangkan program pendidikan karakter Islami berbasis kearifan lokal yang dirancang untuk memulihkan nilai-nilai karakter dari budaya lokal sambil tetap menjaga identitas nasional. Program tersebut melibatkan penguatan tradisi dan kearifan lokal setempat dalam kegiatan pembelajaran, sehingga nilai-nilai akhlak Islam dapat tertanam dalam kehidupan sehari-hari yang dikenal anak. Pendekatan semacam ini menunjukkan pentingnya memasukkan elemen budaya daerah ke dalam kurikulum karakter, agar pembelajaran terasa relevan dan aplikatif bagi siswa RA di wilayah itu. Secara lokal. RA Al-Munar di Gede Bage, merupakan bagian dari Yayasan AlMunar yang membawahi pendidikan anak usia dini terpadu. Profil lembaga serupa (TK Islam Terpadu Al-Muna. menyebutkan bahwa kurikulum mereka memadukan materi PAUD umum dengan nilai-nilai agama Islam dengan prinsip pembelajaran Desain Perencanaan Pendidikan Karakter Islami Untuk Meningkatkan Moralitas Siswa Di TK Al-Munar (The Islamic Preschoo. Lusi Andriani. Mulyawan Safwandy Nugraha Tanzhimuna Vol 5. No 2. Desember 2025 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 learn with fun. Artinya, metode pengajaran di lingkungan Al-Munar menekankan kegiatan interaktif dan kreatif seperti bermain sambil belajar doa atau cerita moral. Lingkungan yang kental dengan budaya Sunda juga mensyaratkan adaptasi materi karakter agar sesuai tradisi setempat. Oleh karena itu. RA Al-Munar diperkirakan menekankan kegiatan praktis pengembangan akhlak . isalnya cerita teladan para nabi, permainan edukatif Islam. dalam nuansa lokalnya, sehingga pembelajaran akhlak terasa dekat dengan pengalaman anak sehari-hari. Hasil telaah di atas mengungkap adanya gap penting: belum ada rancangan terpadu pendidikan karakter Islami yang dikembangkan khusus untuk konteks RA AlMunar. Sebagian besar literatur masih bersifat umum atau teoretis, belum mengakomodasi kondisi nyata lembaga. Padahal. KPAI sudah menyoroti ancaman serius krisis moral dan karakter pada generasi muda Indonesia (Humas, 2. , dan studi lokal menekankan perlunya integrasi kearifan daerah dalam pendidikan karakter (Salsabilah, 2. Dengan demikian, studi ini mendesak dilakukan untuk mengisi kekosongan tersebut. Penyusunan desain perencanaan karakter Islami yang kontekstual dan holistik sangat diperlukan agar RA Al-Munar dapat secara efektif membangun moralitas siswa, sesuai tantangan krisis karakter masa kini dan potensi budaya lokal. Studi yang komprehensif akan memberikan pedoman bagi pendidik dan pemangku kebijakan dalam membentuk karakter Islami generasi penerus. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan untuk mendeskripsikan desain perencanaan pendidikan karakter Islami di RA AlMunar Gede Bage. Subjek penelitian meliputi kepala RA, guru, dan orang tua siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan peneliti sebagai instrumen utama. Pedoman observasi dan wawancara disusun berdasarkan teori Thomas Lickona . tentang moral knowing, moral feeling, dan moral action serta konsep akhlak Al-Ghazali . mengenai taAowid, uswah, dan mujahadah al-nafs. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman . melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Desain Perencanaan Pendidikan Karakter Islami Untuk Meningkatkan Moralitas Siswa Di TK Al-Munar (The Islamic Preschoo. Lusi Andriani. Mulyawan Safwandy Nugraha Tanzhimuna Vol 5. No 2. Desember 2025 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode serta penerapan prinsip credibility, dependability, transferability, dan confirmability. Hasil dan Pembahasan Bagian ini menyajikan dan menganalisis temuan empiris dari penelitian kualitatif yang dilaksanakan di RA Al-Munar. Pembahasan dilakukan secara mendalam dengan mengaitkan temuan di lapangan dengan kerangka teoretis Pendidikan Karakter Thomas Lickona (Moral Knowing. Feeling. Actio. dan konsep Akhlak Imam Al-Ghazali (TaAowd dan Uswah Hasana. untuk menjawab tujuan Implementasi Desain Pendidikan Karakter Islami di RA Al-Munar Hasil observasi dan wawancara di RA Al-Munar menunjukkan bahwa desain pendidikan karakter Islami diterapkan melalui integrasi nilai-nilai Islam dalam rutinitas harian siswa. Dimana setiap pagi siswa diajak melaksanakan doa bersama, membaca ayat pendek, dan berbaris rapi dengan memberi salam sebagai bagian dari kebiasaan . aAow. Guru juga konsisten menjadi teladan . swah hasana. dengan menunjukkan sifat jujur, disiplin, dan sabar dalam interaksi sehari-hari. Orang tua melaporkan bahwa anak-anak semakin terbiasa mengucapkan salam dengan sopan, membantu teman tanpa disuruh, dan menghargai orang tua di rumah. Praktik-praktik ini secara nyata menggabungkan unsur kognitif, afektif, dan konatif dari karakter siswa, sesuai dengan kerangka Lickona . yang menekankan keterpaduan moral knowing, moral feeling, dan moral action dalam pendidikan karakter. Pada aspek moral knowing . engetahuan mora. , materi keagamaan dan nilai moral disampaikan secara sistematis sehingga siswa memahami apa yang baik dan Guru menggunakan cerita para nabi, perumpamaan, dan diskusi sederhana untuk mengenalkan nilai kejujuran, kesabaran, serta tolong-menolong, sehingga anak-anak dapat menjelaskan nilai-nilai ini secara verbal. Hasil wawancara dengan guru mengungkapkan bahwa siswa dapat menyebutkan contoh perilaku jujur atau sabar yang telah diajarkan. Temuan ini konsisten dengan teori Lickona . bahwa bagian pertama karakter adalah pemahaman . moral knowing Desain Perencanaan Pendidikan Karakter Islami Untuk Meningkatkan Moralitas Siswa Di TK Al-Munar (The Islamic Preschoo. Lusi Andriani. Mulyawan Safwandy Nugraha Tanzhimuna Vol 5. No 2. Desember 2025 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 harus kuat agar siswa tahu perbuatan yang baik. Dengan demikian, kurikulum di RA Al-Munar melengkapi pengembangan kognitif siswa terhadap nilai Islami yang Selanjutnya, perkembangan moral feeling dan moral action terlihat dari perubahan emosi dan tingkah laku siswa. Observasi di lapangan mencatat bahwa anak-anak menunjukkan kepedulian emosional, misalnya, mereka secara spontan menghibur teman yang sedih atau menolong teman yang kesulitan dan mulai menaruh kebanggaan ketika melakukan perbuatan baik. Tindakan moral nyata seperti menyelesaikan tugas tanpa diingatkan, berbagi mainan atau makanan dengan teman, serta berkata jujur saat menemukan barang juga semakin sering terjadi. Guru dan orang tua menegaskan bahwa anak-anak menjadi lebih empatik dan bertanggung jawab dalam perilaku sehari-hari. Perilaku-perilaku tersebut mencerminkan teori Lickona . bahwa moral feeling . erasaan mora. menumbuhkan perasaan cinta pada kebaikan, yang kemudian diwujudkan dalam moral action . indakan mora. Dengan kata lain, internalisasi nilai-nilai Islami di RA Al-Munar telah berhasil menggerakkan motivasi afektif dan aktualisasi tingkah laku positif pada siswa. Secara metodologis, penerapan di RA Al-Munar menonjolkan metode pembiasaan . aAow. dan keteladanan . sebagaimana disarankan dalam tradisi Al-Ghazali . Rutinitas harian seperti jadwal shalat, doa sebelum makan, serta kebiasaan disiplin . epat waktu dan menjaga kebersiha. diulang-ulang setiap hari sehingga menjadi kebiasaan yang melekat. Guru dan pengelola sekolah juga berperan sebagai uswatun hasanah, misalnya senantiasa menampilkan akhlak terpuji seperti mengucap salam dengan hangat dan memperlakukan siswa dengan adab Islami. Temuan ini sejalan dengan penelitian Mushfi El Iq Bali & Ruzifah . yang menegaskan pentingnya uswatun hasanah . dan taAowd . dalam pembentukan akhlak anak. Dengan menerapkan kedua metode tersebut, program pendidikan karakter RA Al-Munar mengadopsi prinsip-prinsip Al-Ghazali dalam mengarahkan siswa pada perilaku terpuji melalui contoh nyata dan pengulangan nilai. Semua upaya pendidikan di RA Al-Munar bertujuan mengarahkan siswa menuju qalbun salim, yaitu hati yang bersih dan selamat dari sifat tercela. Dalam Desain Perencanaan Pendidikan Karakter Islami Untuk Meningkatkan Moralitas Siswa Di TK Al-Munar (The Islamic Preschoo. Lusi Andriani. Mulyawan Safwandy Nugraha Tanzhimuna Vol 5. No 2. Desember 2025 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 tradisi Islam, dijelaskan bahwa Ausegala kebaikan berawal dari penyucian hati . albun sali. AAy(Musnandar & Ubaidi, 2. , sehingga pendidikan akhlak pada dasarnya ditujukan agar qalbun salim terbentuk pada setiap individu. Beberapa kajian oleh Basyar . yang menegaskan bahwa pendidikan Islam idealnya difokuskan pada pembentukan qalbun salim anak. Data lapangan menunjukkan indikator pertama menuju hati selamat ini, misalnya anak menjadi lebih ikhlas beribadah, rendah hati, dan memiliki kesadaran spiritual yang meningkat. Misalnya, anak-anak yang sebelumnya enggan belajar doa kini melakukannya dengan rasa ketulusan, dan mereka menunjukkan kejujuran tanpa paksaan. Dengan demikian, temuan ini menggambarkan bahwa program di RA Al-Munar selaras dengan tujuan pendidikan akhlak Al-Ghazali . , yaitu menumbuhkan kondisi batin yang suci. Hasil studi ini mendukung dan melengkapi penelitian terdahulu tentang pendidikan karakter anak usia dini. Sebagai contoh, penelitian Apriliani et al. , . di RA Chairunnisa (Sukoharj. menemukan bahwa penggunaan kisah para nabi efektif menanamkan nilai-nilai moral positif seperti kejujuran dan kesabaran pada anak usia dini. Penerapan metode serupa di RA Al-Munar . elalui cerita agama dan pembiasaa. menghasilkan penguatan karakter yang sebanding, menunjukkan konsistensi dengan hasil tersebut. Dengan demikian, temuan penelitian ini hipotesis bahwa pendekatan karakter Islami terpadu dengan menggabungkan pembelajaran nilai, latihan pembiasaan, dan teladan guru, efektif meningkatkan pemahaman moral dan perilaku baik siswa. Secara keseluruhan, implementasi perencanaan pendidikan karakter Islami di RA Al-Munar sesuai dengan kerangka Lickona dan prinsip pendidikan Al-Ghazali, serta memperkaya literatur tentang pengembangan moralitas anak pada pendidikan usia dini. Internalisasi Nilai Moral dalam Pembelajaran dan Pembiasaan Harian Pelaksanaan pembiasaan harian di RA Al-Munar berupa doa bersama, salam pagi, tadarus singkat, dan rutinitas kebersihan, menunjukkan strategi yang sistematis Data pengulangan kegiatan keagamaan dan kebiasaan adab yang dipandu guru. wawancara kepala sekolah dan guru menegaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang Desain Perencanaan Pendidikan Karakter Islami Untuk Meningkatkan Moralitas Siswa Di TK Al-Munar (The Islamic Preschoo. Lusi Andriani. Mulyawan Safwandy Nugraha Tanzhimuna Vol 5. No 2. Desember 2025 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 dalam RPPH dan dilaksanakan berulang . aAow. Secara teoritis. Lickona . menekankan bahwa pengetahuan moral . oral knowin. harus dikombinasikan dengan praktik berulang agar berubah menjadi kebiasaan moral, sehingga pengulangan terencana seperti yang terjadi di RA Al-Munar sangat krusial dalam proses internalisasi. Proses pembelajaran yang digunakan RA Al-Munar sering bersifat kontekstual dan multisensori melalui cerita nabi, permainan peran, lagu doa, dan visual poster, sehingga memfasilitasi moral knowing sekaligus moral feeling. Wawancara guru menunjukkan penguatan makna doa dan adab secara sederhana agar anak tidak sekadar meniru gerakan, tetapi memahami nilai di baliknya. orang tua juga melaporkan anak menceritakan pembelajaran tersebut di rumah. Pendekatan ini sejalan dengan kajian pendidikan Islam yang menekankan taAowd . dan pentingnya pembelajaran berbasis contoh nyata . dalam tradisi Al-Ghazali untuk membentuk disposisi batiniah (Aisida & Huda, 2. Data lapangan memperlihatkan bahwa pembiasaan yang didukung penguatan positif . ujian, papan kebaikan, penghargaan simboli. mempercepat munculnya moral feeling dimana anak merasa bangga dan berkenan berbuat baik, yang kemudian mendorong tindakan moral . oral actio. Temuan ini konsisten dengan penelitian Zainuddin . yang menunjukkan peran guru sebagai model dan penguat utama dalam pendidikan karakter. interaksi guru-murid yang hangat dan konsisten memfasilitasi internalisasi nilai sehingga perilaku etis menjadi bagian rutinitas siswa. Dengan kata lain, pembiasaan yang dikombinasikan dengan penguatan afektif menghasilkan perubahan perilaku yang terobservasi di RA AlMunar. Studi empiris di konteks PAUD/RA di Indonesia oleh Saifullah et al. , . mendukung efektivitas metode pembiasaan dan keteladanan dalam internalisasi Temuan RA Al-Munar melengkapi literatur ini dengan bukti lapangan bahwa integrasi pembiasaan-berulang, cerita agama, dan penghargaan simbolik dapat mentransformasikan pengetahuan moral menjadi disposisi batiniah yang tampak dalam perilaku sehari-hari pada anak usia 4Ae6 tahun. Hasil ini menegaskan bahwa Desain Perencanaan Pendidikan Karakter Islami Untuk Meningkatkan Moralitas Siswa Di TK Al-Munar (The Islamic Preschoo. Lusi Andriani. Mulyawan Safwandy Nugraha Tanzhimuna Vol 5. No 2. Desember 2025 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 desain perencanaan yang memasukkan indikator karakter ke dalam RPPH memperkuat transfer nilai dari sekolah ke rumah. Secara konseptual, mekanisme internalisasi yang teramati di RA Al-Munar sesuai dengan model interdependen Lickona: moral knowing . emahaman lewat cerita dan penjelasa. , moral feeling . enguatan afektif melalui pujian dan rasa bangg. , dan moral action . embiasaan nyata di kela. Selain itu, praktik ini merefleksikan telaah Al-Ghazali bahwa pembentukan akhlak tidak cukup hanya instruksi, melainkan memerlukan pengulangan, teladan, dan pembinaan batin agar tercapai qalbun salim. Dengan demikian, temuan lapangan tidak hanya mendukung teori-teori tersebut, tetapi juga mengisi kekosongan empiris pada studi-studi RPPH sehari-hari mengoperasionalkan konsep-konsep klasik Al-Ghazali secara praktis di RA Implikasi praktis berdasarkan temuan di RA Al-Munar, adalah bahwa perencanaan pembelajaran karakter perlu menekankan integrasi indikator moral ke dalam setiap aktivitas harian, mekanisme penguatan afektif yang konsisten, serta pelatihan keteladanan untuk guru. Rekomendasi ini sejalan dengan hasil studi internasional oleh Osman . yang menekankan perancangan program character education berbasis role-modelling dan habituation sebagai komponen kunci efektivitas . tudy on role-modellin. Secara ilmiah, riset ini memberikan bukti tambahan bahwa internalisasi nilai pada usia dini dapat dipercepat oleh desain perencanaan yang sengaja, terjadwal, dan dipraktikkan melalui taAowd dan uswahAisebuah kontribusi penting untuk literatur pendidikan karakter Islam. Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua dalam Pembentukan Moralitas Anak Literatur menyebutkan bahwa kolaborasi orang tua dan sekolah krusial dalam membentuk moralitas anak. Lickona . menggarisbawahi bahwa pendidikan karakter efektif memerlukan pengulangan nilai-nilai etika sehari-hari yang melibatkan kerjasama erat antara rumah dan sekolah. Observasi di RA Al-Munar menunjukkan bahwa sinergi ini diwujudkan melalui pertemuan rutin, komunikasi terbuka, dan Desain Perencanaan Pendidikan Karakter Islami Untuk Meningkatkan Moralitas Siswa Di TK Al-Munar (The Islamic Preschoo. Lusi Andriani. Mulyawan Safwandy Nugraha Tanzhimuna Vol 5. No 2. Desember 2025 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 keterlibatan aktif orang tua dalam kegiatan belajar mengajar. Sebagai contoh, pihak sekolah mengadakan pertemuan rutin dengan orang tua untuk melaporkan kemajuan akhlak siswa dan mendiskusikan strategi penguatan di rumah. Pendekatan semacam ini sesuai dengan konsep parenting kolaboratif yang memanfaatkan kekuatan orang tua dan pendidik untuk memastikan pendidikan moral konsisten di berbagai konteks (Wulan Suci et al. , 2. Data hasil wawancara menguatkan pentingnya keterlibatan orang tua. Seorang guru RA Al-Munar (R. AuSetiap pekan kami mengirimkan catatan aktivitas salat dan disiplin siswa kepada orang tua, lalu mendiskusikan hasilnya bersama merekaAy . awancara, 2. Kepala madrasah (R. menambahkan bahwa koordinasi ini bertujuan agar nilai-nilai baik yang diajarkan di sekolah juga diterapkan di rumah. Observasi di lapangan mencatat adanya alat bantu komunikasi seperti buku catatan harian dan grup pesan, yang memfasilitasi umpan balik dua arah antara guru dan orang tua. Hal ini memperlihatkan bahwa RA Al-Munar berupaya menjembatani kesenjangan pola asuh, sehingga nilairasa kekeluargaan mendukung pembiasaan karakter sehari-hari siswa. Hasil ini selaras dengan penelitian terdahulu oleh Marina et al. , . menegaskan bahwa kolaborasi sekolah-keluarga dapat meningkatkan perkembangan karakter siswa. Konsep tersebut tercermin dalam praktik di RA Al-Munar, di mana program pembiasaan keagamaan diintegrasikan di rumah dan sekolah. Sebuah studi serupa yang dilakukan oleh Suhani & Andriyani . menunjukkan bahwa sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat penting untuk mendukung keberhasilan program karakter. Dengan begitu, kolaborasi yang efektif tidak hanya menguatkan Pandangan Islam tradisional mendukung prinsip serupa. Al-Ghazali . menekankan bahwa orang tua adalah pendidik utama yang bertanggung jawab menanamkan agama dan akhlak sejak dini. Dalam model pengasuhan Al-Ghazali disebutkan tiga elemen utama: pengetahuan, penghambaan kepada Allah, dan tanggung jawab terhadap anak (Jaafar, 2. Praktik di RA Al-Munar mencerminkan hal ini, misalnya orang tua dilibatkan dalam perencanaan kegiatan ibadah dan Desain Perencanaan Pendidikan Karakter Islami Untuk Meningkatkan Moralitas Siswa Di TK Al-Munar (The Islamic Preschoo. Lusi Andriani. Mulyawan Safwandy Nugraha Tanzhimuna Vol 5. No 2. Desember 2025 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 penguatan akhlak. Kepala sekolah (R. menyatakan bahwa sekolah mengundang orang tua untuk berpartisipasi dalam acara pembiasaan salat dhuha dan kajian moral, sehingga nilai-nilai Islami dapat lebih tertanam dalam keseharian anak. Temuan ini melengkapi penelitian sebelumnya dengan menegaskan bahwa kolaborasi orang tuasekolah harus holistik, sesuai kerangka konseptual LickonaAeAl-Ghazali yang menempatkan keluarga dan sekolah sebagai mitra strategis dalam pendidikan Peran Keteladanan Guru sebagai Model Moral (Uswah Hasana. Keteladanan guru atau uswah hasanah merupakan faktor utama dalam pembiasaan karakter di RA Al-Munar (Arif et al. , 2. Thomas Lickona . menyatakan bahwa guru sebagai model utama harus mencontohkan integrasi komponen karakterAipengetahuan, perasaan, dan tindakan moral dalam perilaku sehari-hari. Pengamatan di kelas menunjukkan guru-guru RA Al-Munar konsisten menampilkan nilai-nilai yang diajarkan: misalnya, seorang guru membiasakan siswa memberi salam kepada semua orang sebagai praktek sopan santun. Dalam wawancara, salah satu guru (R. AuKami sadar setiap kata dan perilaku kami ditiru murid, jadi kami selalu menjaga kejujuran dan kesabaran dalam mengajarAy . awancara, 2. Observasi mendapati bahwa para guru rutin memulai pelajaran dengan hikmah Islami dan memperagakan adab berinteraksi, sehingga nilai-nilai tersebut menjadi contoh nyata bagi siswa. Temuan lapangan ini didukung penelitian Arif et al. , . melaporkan adanya korelasi positif antara keteladanan guru dan aspek kedisiplinan serta tanggung jawab Di RA Al-Munar, siswa cenderung menunjukkan perilaku hormat dan patuh jika guru secara konsisten menegakkan aturan dan memberi penjelasan nilai di setiap Hal ini sejalan dengan literatur karakter Lickona yang menyatakan bahwa program pendidikan karakter efektif membutuhkan modeling dari pendidik. Dengan kata lain, guru tidak hanya mengajar nilai secara teori, tetapi memperlihatkan penerapan nilai tersebut dalam tindakan sehari-hari. Desain Perencanaan Pendidikan Karakter Islami Untuk Meningkatkan Moralitas Siswa Di TK Al-Munar (The Islamic Preschoo. Lusi Andriani. Mulyawan Safwandy Nugraha Tanzhimuna Vol 5. No 2. Desember 2025 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 Pandangan Al-Ghazali juga menekankan keteladanan guru. Menurut AlGhazali, guru adalah pendidik ruhani dan teladan moral yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan akhlak siswa (Gayo et al. , 2. Etika mengajar seperti keikhlasan, kesabaran, dan kasih sayang yang ditekankan Al-Ghazali tercermin dalam praktik di RA Al-Munar. Sebagai contoh, guru-guru di sekolah ini menunjukkan kesabaran tinggi dalam membimbing siswa yang nakal, dan selalu memberikan semangat dengan penuh kasih sayang saat siswa mengalami kesulitan. Dengan demikian, keteladanan guru di RA Al-Munar mengaktualisasikan prinsip uswah hasanah, sekaligus menjawab harapan LickonaAeAl-Ghazali bahwa pendidikan karakter membutuhkan figur pendidik yang menjadi contoh. Temuan ini menambah pemahaman mengenai dinamika keteladanan dalam konteks pendidikan Islam. Bersamaan dengan upaya kurikuler di RA Al-Munar, konsistensi perilaku guru sebagai model moral secara nyata mendukung internalisasi karakter siswa. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan betapa pentingnya peran guru sebagai ustadzah uswah hasanah dalam membangun karakter, sesuai dengan temuan penelitian terdahulu dan kerangka teori pendidikan Hambatan dan Upaya Konsistensi Pembiasaan Karakter Meskipun berbagai inisiatif dilakukan, beberapa hambatan praktis muncul dalam menjaga konsistensi pembiasaan karakter di RA Al-Munar. Berdasarkan data lapangan, hambatan utama adalah kesenjangan pola asuh antara sekolah dan rumah serta keterbatasan sumber daya. Hal ini konsisten dengan temuan Firda Amalia et al. yang melaporkan bahwa kurangnya keselarasan pola asuh orang tua dan guru serta sarana-prasarana yang terbatas menghambat penerapan metode pembiasaan Sebagai contoh, guru (R. menyebutkan bahwa beberapa siswa belum menerapkan prinsip kejujuran di rumah meski diajarkan di sekolah, karena orang tua masih belum sepenuhnya membiasakan hal yang sama. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa tanpa dukungan lingkungan yang seragam, perubahan perilaku siswa menjadi sulit dicapai. Desain Perencanaan Pendidikan Karakter Islami Untuk Meningkatkan Moralitas Siswa Di TK Al-Munar (The Islamic Preschoo. Lusi Andriani. Mulyawan Safwandy Nugraha Tanzhimuna Vol 5. No 2. Desember 2025 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 Analisis situasi ini menyoroti pentingnya konsistensi praktik. Kurangnya konsistensi dalam pembiasaan ternyata menjadi kendala utama, sebagaimana dinyatakan dalam literatur Suhani & Andriyani . yang menyatakan bahwa jika kegiatan karakter tidak dilakukan secara terus-menerus, siswa sulit menginternalisasi nilai akhlak yang diharapkan. Data lapangan mendapati bahwa beberapa siswa, terutama yang orang tuanya kurang terlibat, cenderung menunjukkan perilaku kurang disiplin saat berada di luar sekolah. Temuan ini sejalan dengan kajian Jamilah . yang menunjukkan bahwa sinergi antara sekolah dan keluarga sangat diperlukan karena keluarga adalah lingkungan pendidikan pertama anak. Dengan begitu, inkonsistensi antara pesan moral sekolah dan praktik di rumah dapat menghambat pembentukan karakter secara menyeluruh. Untuk mengatasi hambatan tersebut. RA Al-Munar mengimplementasikan strategi penguatan kolaboratif. Sekolah mengadakan workshop orientasi orang tua setiap awal tahun ajaran dan membentuk forum rutin guruAeorang tua untuk evaluasi Langkah-langkah pemahaman dan memfasilitasi masukan, sehingga nilai yang sama diterapkan di rumah dan sekolah. Pendekatan ini sejalan dengan rekomendasi penelitian oleh Suryana et al. , . yang menganjurkan pelibatan aktif pihak terkait secara berkelanjutan untuk mengatasi hambatan implementasi pembiasaan. Selain itu, literatur Lickona . menekankan pentingnya repetition dan penguatan nilai agar menjadi kebiasaan. tanpa latihan berulang, karakter sulit dibentuk. Dalam konteks RA Al-Munar, keteguhan para guru menerapkan metode pembiasaan setiap hari dengan menunjukkan usaha meningkatkan konsistensi tersebut. Pandangan Al-Ghazali menegaskan bahwa proses pendidikan akhlak memerlukan keteladanan dan kesabaran. Al-Ghazali menyarankan guru dan orang tua menerapkan tazkiyatun nafs secara sabar dan ihklas (Gayo et al. , 2. Nilai kesabaran . tersebut tercermin ketika pendidik dan orang tua secara tekun terus memperbaiki pola asuh meski menghadapi berbagai tantangan. Temuan ini memperluas penelitian sebelumnya dengan menunjukkan hambatan-hambatan spesifik di RA Al-Munar dan upaya konsistensi yang diupayakan. Secara keseluruhan, keberhasilan pembiasaan karakter di RA Al-Munar bergantung pada keselarasan Desain Perencanaan Pendidikan Karakter Islami Untuk Meningkatkan Moralitas Siswa Di TK Al-Munar (The Islamic Preschoo. Lusi Andriani. Mulyawan Safwandy Nugraha Tanzhimuna Vol 5. No 2. Desember 2025 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 peran antarpendidik serta keteguhan dalam menerapkan nilai secara konsisten, sesuai kerangka konseptual pendidikan karakter LickonaAeAl-Ghazali. Kesimpulan Studi ini menyimpulkan bahwa desain perencanaan pendidikan karakter Islami di RA Al-Munar berhasil mengintegrasikan pendekatan konseptual Lickona dan AlGhazali ke dalam praktik pembelajaran anak usia dini. Nilai-nilai akhlak diinternalisasikan melalui rutinitas harian, metode pembiasaan, keteladanan guru, serta penguatan afektif yang konsisten. Kolaborasi intensif antara sekolah dan orang tua menjadi kunci dalam memperluas efek pendidikan karakter dari lingkungan sekolah ke rumah. Hambatan utama seperti inkonsistensi pola asuh dan keterbatasan Temuan ini memperkuat argumen bahwa keberhasilan pendidikan karakter Islami bergantung pada desain terstruktur, praktik yang konsisten, serta sinergi antara keluarga dan lembaga pendidikan. Oleh karena itu, hasil penelitian ini tidak hanya memberikan model aplikatif bagi lembaga RA lainnya, tetapi juga memperkaya teori pendidikan karakter berbasis Islam dalam konteks pendidikan anak usia dini di Indonesia. Daftar Pustaka Aisida. , & Huda. Al-Ghazali Holistic Education Concept : An Analysis of Relevance to Indonesia Ao s National Education System. Jurnal Multidisiplin Madani (Mudim. , 5. , 729Ae742. Al-Ghazali. Ringkasan ihyaAoulumuddin. Akbar Media. Amrullah. Awalunisah. , & Kaderia. Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini Dalam Dunia Pendidikan Di Sulawesi Tengah the Importance of Character Education for Early Children in the World of Education in Central Sulawesi. Bomba:JurnalPembangunanDaerah, 2. , 96Ae102. Apriliani. Nashir. , & Mukhlisah. Pendidikan Karakter pada Anak Desain Perencanaan Pendidikan Karakter Islami Untuk Meningkatkan Moralitas Siswa Di TK Al-Munar (The Islamic Preschoo. Lusi Andriani. Mulyawan Safwandy Nugraha Tanzhimuna Vol 5. No 2. Desember 2025 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 Usia Dini Melalui Kisah Para Nabi di Raudhatul Athfal Chairunnisa Sukoharjo. Asghar : Journal Children Studies, 4. , 104Ae117. https://doi. org/10. 28918/asghar. Arif. Harahap. , & Kesuma. Membangun Karakter Siswa Melalui Keteladanan Guru. Guruku: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 2. , 254Ae260. https://doi. org/10. 59061/guruku. Basyar. Problematika Ontologis Pendidikan Islam Syaripudin Basyar UIN Raden Intan Lampung. RiAoayah, 4. , 79. Desmariani. Muzayyanah. Jendriadi. , & Rahmalina. Pentingnya keterlibatan orang tua di lembaga paud dalam menstimulasi perkembangan sosial emosional anak usia dini. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 4. , 109Ae115. Dini. Penanaman Nilai Karakter Religius melalui Pembiasan Morning Activity pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7. , 5495Ae5505. Firda Amalia. Maulana Rizqi. , & Purwati. Analisis Hambatan Penerapan Metode Pembiasaan dalam Membentuk Karakter Anak Usia Dini. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5. , 24Ae36. https://doi. org/10. 37985/murhum. Gayo. Nazmi, & Wahyu laraswati. Peran Guru dalam Pendidikan Karakter Perspektif Al-Ghazali. JPG: Jurnal Pendidikan Guru, 6. , 611Ae619. https://doi. org/10. 32832/jpg. Hadiyatna. Siregar. , & Hasibuan. Visual Fatigue pengguna Handphone pada anak-anak. Jurnal VORTEKS, 2. , 127Ae133. Huberman. , & Miles. The qualitative researcherAos companion. Humas. Rakornas KPAI: Isu Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif Mendominasi. Siaran Pers KPAI. Husain. Nurhamni. Abdi. Maruf. , & Oktafiani. Desain Perencanaan Pendidikan Karakter Islami Untuk Meningkatkan Moralitas Siswa Di TK Al-Munar (The Islamic Preschoo. Lusi Andriani. Mulyawan Safwandy Nugraha Tanzhimuna Vol 5. No 2. Desember 2025 E-ISSN:2807-968X P-ISSN:2808-0793 MENGANTISIPASI PERUBAHAN KARAKTER GENERASI Z DI ERA DIGITALISASI. Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat, 3. , 242Ae247. Jaafar. ParentsAo Involvement in the Education of Children With Islam Based on Imam Al-GhazaliAoS Perspective. Profetika: Jurnal Studi Islam, 25. , 95Ae https://doi. org/10. 23917/profetika. Jamilah. Kemitraan pendidikan anak usia dini (Sinergi tiga pilar pendidikan: Keluarga, sekolah dan masyaraka. Simulacra, 2. , 181Ae194. KemenpA. KLIPPING KORAN DIGITAL PERLINDUNGN ANAK. Pustaka