Paradigma. Volume 12. Number 03, 2023 Keberagamaan Mahasiswa Alumni Pondok Pesantren di Universitas Negeri Surabaya Anggra Ditya Miftakhul Rizqo1 dan Moh. Mudzakkir2 Program Studi Sosiologi. Jurusan Ilmu Sosial. FISH-Unesa anggra19073@mhs. Abstract Islamic boarding school alumni students who are currently studying at Surabaya State University have experienced a change in environment. Initially they were in a boarding school with a strong religious environment, while the campus environment was more oriented towards freedom. This study aims to identify the forms of religious behavior of alumni of Islamic boarding schools at Surabaya State University and to identify adaptations of the behavior of alumni of Islamic boarding schools at Surabaya State University in maintaining their religious behavior. This study uses a qualitative approach with the perspective of Glock & Stark religiosity theory. The results of this study indicate that their . beliefs still believe that Islam is the truest religion. The practice of religion (Worshi. that is carried out is by consistently carrying out obligatory worship, for the sunnah it is rarely carried out. Next is the experience . , the feeling of being touched, calm, close to Allah when carrying out worship. For religious . knowledge, the knowledge is still the same as in Islamic boarding schools and is more open to new Finally, the practice of religion . is carried out in small ways, participating in social activities and applying habluminallah. Adaptations made by alumni of Islamic boarding schools to maintain religious behavior by being selective in making friends, joining organizations, consistently applying religious knowledge and respecting Keywords: Religious. Behavior. Islamic Boarding School Alumni Students Abstrak Mahasiswa alumni pondok pesantren yang saat ini kuliah di Universitas Negeri Surabaya mengalami perubahan lingkungan. Awalnya mereka berada di pondok pesantren dengan lingkungan agama yang kuat, sementara lingkungan kampus lebih mengarah terhadap kebebasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk perilaku keberagamaan mahasiswa alumni pondok pesantren di Universitas Negeri Surabaya dan untuk mengidentifikasi adaptasi perilaku mahasiswa alumni pondok pesantren di Universitas Negeri Surabaya dalam mempertahankan perilaku keberagamaan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif teori religiusitas Glock & Stark. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keyakinan (Ideologi. mereka masih percaya bahwa islam merupakan agama yang paling benar. Praktek agama (Peribadata. yang dilakukan yaitu dengan konsisten melaksanakan ibadah wajib, untuk sunnahnya sudah jarang dilaksanakan. Selanjutnya pengalaman (Ekspensia. , perasaan merasa tersentuh, tenang, dekat dengan Allah ketika melaksakan ibadah. Untuk pengetahuan agama (Intelektua. , pengetahuanya masih sama seperti di pondok pesantren dan lebih terbuka dengan pemahaman baru. Terakhir pengamalan agama (Konseksua. , dilakukan dengan hal kecil, mengikuti kegiatan sosial dan menerapkan habluminallah. Adaptasi yang dilakukan oleh mahasiswa alumni pondok pesantren untuk mempertahankan perilaku keberagamaan dengan cara selektif dalam pertemanan, mengikuti organisasi kemahasiswaan, konsisten menerapkan ilmu agama dan menghargai perbedaan. Kata Kunci: Keberagamaan. Perilaku. Mahasiswa Alumni Pondok Pesantren Paradigma. Volume 12. Number 03, 2023 Pendahuluan Menurut Ummah . , pondok pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan agama islam yang telah berdiri lama di indonesia. Awalnya pondok pesantren berfungsi sebagai lembaga dakwah bagi para tokoh agama untuk menyebarkan ajaran agama islam. Tujuan pondok pesantren bukanlah untuk mengejar kepentingan kekuasaan, uang dan keagungan duniawi, tetapi bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai agama terhadap peserta didik agar lebih mementingkan kewajiban dan pengabdian kepada tuhan. Salah satu elemen terpenting yang terdapat didalam pondok pesantren ialah santri. Menurut Hasanudin . , berbagai kegiatan yang diselenggarakan pondok pesantren wajib diikuti oleh santri agar mereka mengerti bagaimana cara hidup sederhana dan mampu bertahan dengan beadaan bagaimanapun . Untuk itu santri yang memang bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu di pondok pesantren tidak hanya mendapatakan ilmu agama, tetapi juga pembelajaran hidup yang dapat mereka gunakan saat bermasyarakat. Santri yang berasal dari pondok biasanya akan melanjutkan dengan bekerja ataupun pendidikan tinggi. Perbedaan lingkungan pada pondok dan pendiidkan negeri akan menyebabkan proses adaptasi yang dilakukan oleh mahasiswa alumni pondok pesantren. Mereka yang mampu beradaptasi akan tetap mepertahankan nilai-nilai keberagamaan di lingkungan yang berbeda. Mereka yang mampu beradaptasi akan tetap mepertahankan nilai-nilai keberagamaan di lingkungan yang Bahkan alumni pondok pesantren mampu untuk mempengaruhi teman mereka agar mengikuti gaya hidup mereka ketika berada di dalam pondok pesantren. Namun apabila mereka tidak dapat melakukan proses adaptasi yang baik, para mahasiswa alumni pondok pesantren akan mengalami perubahan perilaku keberagamaan mereka. Untuk itu apabila tidak dapat melakukan proses adaptasi dengan baik dan kurang memfilter maka mahasiswa alumni pondok pesantren akan mengalami perubahan sosial. Penelitian yang dilakukan oleh Nikma Khairani Harahap . yang berjudul Perilaku Keagamaan Mahasiswa Alumni Pesantren Prodi PAI STAMBUK 2017 FITK UIN SU MEDAN, menjelaskan bahwa bentuk perilaku keagamaan yang dilakukan oleh mahasiswa alumni pondok pesantren yang meliputi sholat wajib, membaca Al-QurAoan puasa sunnah maupun ibadah lain tetap mereka lakukan ketika berada di luar pondok pesantren atau setelah mereka berada di perguruan Mereka tetap mempertahankan perilaku mereka ketika berada di pondok pesantren. Mahasiswa alumni pondok pesantren tersebut masih menggambarkan santri yang biasa dengan didikan agamis dan dekat dengan Allah SWT. Penelitian lain yang dilakukan oleh Sahati pada tahun 2021 membuat yang berjudul Perubahan Perilaku Alumni Pesantren yang Berstatus Mahasiswa di Universitas Teuku Umar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang perilaku yang dilakukan oleh mahasiswa alumni pondok pesantren. Latar belakang yang mempengaruhi perubahan perilaku alumni pesantren yang berstatus mahasiswa di Universitas Teuku Umar adalah faktor keluarga, faktor dari diri sendiri dan faktor ekonomi. Perubahan perilaku juga dialami oleh mahasiswa alumni pondok pesantren yang saat ini kuliah di Universitas Negeri Surabaya. Dari hasil observasi awal peneliti, perubahan yang dialami oleh mahasiswa tersebut bisa dilihat dari perilaku mereka yang tidak sama atau berbeda ketika mereka berada di pondok pesantren. Perubahan ini dapat dilihat bahwa mahasiswa alumni pondok pesantren yang kuliah di Universitas Negeri Surabaya mulai mengenal pacaran. Mereka tidak lagi membatasi antara lawan jenis seperti yang mereka terapkan saat berada di pondok pesantren. itu perubahan perilaku dapat dilihat bahwa mereka alumni pondok pesantren sering memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang kurang bermanfaat, misalnya mereka sering menghabiskan waktu untuk Paradigma. Volume 12. Number 03, 2023 nongkrong dengan teman-temanya hingga larut malam. Perubahan lain yang dapat dilihat dari hasil observasi awal peneliti ialah dari cara berpakaian. Kondisi ini hampir semua dilakukan oleh mahasiswa alumni pondok pesantren yang saat ini kuliah di Universitas Negeri Surabaya dengan alasan agar mereka lebih modis dan gaul sehingga bisa mengikuti trend atau perkembangan zaman. Berdasarkan permasalahan tersebut menarik apabila diteliti mengenai bagaimana perilaku keberagamaan mahasiswa alumni pondok pesantren di Universitas Negeri Surabaya. Peneliti akan menggunakan konsep keberagamaan . dari Glock and Stark . untuk mengidentifikasi bagaimana keberagamaan mahasiswa alumni pondok pesantren di Universitas Negeri Surabaya. Kajian Pustaka 1 Perilaku Keberagamaan Keberagamaan mempunyai berasal dari kata AuberagamaAy yang memiliki pengertian Aumemeluk atau menjalankan agamaAy. Definisi keberagamaan adalah suatu kondisi atau keadaan yang dialami oleh diri seseorang yang mendorongnya untuk bertingkah laku sesuai dengan kadar kepatuhanya terhadap agama yang telah mereka percayai. Proses keberagamaan ialah integrasi secara menyeluruh antara pengetahuan individu dalam hal agama, perasaan terhadap agama, serta tindak keagamaan dalam diri seseorang. Untuk itu proses keberagamaan akan menyangkut erat dengan gejala kejiwaan atau perasaan. Menurut Jalaluddin . , keberagamaan merupakan bagian dari proses atau respon seseorang terhadap wahyu tuhan untuk mereka amalkan dalam kehidupan seharihari. Untuk itu keberagamaan merupakan bentuk pengamalan dari agama yang dianggap benar oleh seseorang. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dimaknai bahwa perilaku keberagamaan merupakan tingkah laku atau sebuah reaksi dari seseorang karena kesadaran mereka tentang adanya Tuhan Yang Maha Esa. 2 Dimensi Keberagamaan Menurut Djamaluddin . , konsep yang dimunculkan oleh Glock dan Stark tentang religiusitas ialah system symbol, sistmen nilai, system keyakinan, system perilaku yang dapat dihayati dan dimaknai oleh semua individu. Lebih tepatnya Glock dan Stark mendefinisikan religiusiitas menjadi lima keberagamaan, yaitu dimensi keyakinan . , dimensi peribadatan atau praktek agama . , dimensi penghayatan . , dimensi pengamalan . , dan dimensi pengetahuan agama . Dimensi Keyakinan (Ideologi. merupakan dimensi yang merujuk pada serangkain kepercayaan yang mana menjelaskan eksistensi manusia dengan tuhan dan makhluk tuhan yang lainya. Dimensi Praktek Agama (Peribadata. berkaitan dengan upacara-upacara yang bersifat keagamaan dan sacral, yang mana praktik keagamaan ini terbagi atas dua kelas penting. Dimensi pengalaman (Eksperensia. atau disebut juga dengan dimensi empiris agama. Dimensi ini juga biasanya berkaitan dengan pengalaman keagamaan seseorang, perasaan yang mereka rasakan, pandangan seseorang, dan apa yang ,mereka rasakan dalam hubungan mereka kepada tuhan. Dimensi Pengetahuan Agama (Intelektua. dapat dipahami seperti individu yang beragama apakah mengetahui minimal tentang dasar-dasar keyakinan, ritual, kitab suci dan tradisi-tradisi dari agama Dimensi Pengamalan Agama (Konseksua. mengacu pada identifikasi akibat-akibat dari keyakinan, praktik, pengalaman dan pengetahuan mereka terhadap agama yang mereka percayai. 3 Mahasiswa Alumni Pondok Pesantren Mahasiswa adalah sebutan bagi seseorang yang sedang menempuh pendidikan di jenjang yang Paradigma. Volume 12. Number 03, 2023 lebih tinggi misalnya pendidikan di perguruan tinggi. , akademik atau biasanya sering disebut dikalangan masyarakat ialah universitas. Jadi bisa dimengerti bahwasanya mahasiswa merupakan sebutan bagi individu yang sedang belajar atau menempuh Pendidikan di perguruan tinggi dengan mengikuti segala regulasi yang telah ditetapkan oleh perguruan tinggi dalam system pendidikanya. Menurut Dyah . Alumni pondok pesantren merupakan seseorang atau individu yang pernah menempuh pendidikan atau menuntut ilmu dalam waktu yang lama di dalam pondok pesantren. Biasanya mereka yang menempuh pendidikan di pondok pesantren selama 3-6 tahun. Ketika mereka berada didalam pondok pesantren, individu atau seseorang tersebut biasanya dipanggil santri. Dengan demikian mahasiswa alumni pesantren merupakan santri yang telah selesai menempuh pendidikan dari pondok pesantren dan membawa bekal ilmu dari pondok pesantrena dalam lingkungan masyarakat. Selanjutnya santri tersebut menempuh pendidikan yang lebih tinggi yaitu di perguruan tinggi sehingga bisa disebut sebagai mahasiswa alumni pondok pesantren. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu metode yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dengan triangulasi, analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Lebih jelasnya, menurut diamati Moleong . , metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang akan menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari individua tau seseorang dari perilaku . Penggunaan pendekatan kualitatif dimaksudkan agar peneliti dapat terjun secara lebih mendalam terhadap objek yang diteliti, yaitu keberagamaan mahasiswa alumni pondok pesantren di Universitas Negeri Surabaya. Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah di Universitas Negeri Surabaya. Peneliti memilih lokasi tersebut karena terdapat alumni pondok pesantren yang melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Surabaya. Dalam penelitian ini subjek penelitianya adalah mahasiswa alumni pondok pesantren yang kuliah di Universitas Negeri Surabaya. Adapun kriteria mahasiswa alumni pondok pesantren yang menjadi subjek penelitian yakni, mahasiswa alumni pondok pesantren Angkatan 2019 dan minimal pernah berada di pondok pesantren selama 3 Penentuan informan pada penelitian ini dilakukan secara purposive sampling, yaitu sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan oleh peneliti. Teknik pengumpulan data dalam peneliyian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi oleh Huberman . yaitu data yang telah diperoleh akan dianalisis menggunakan teknik analisis data. Selanjutnya dalam mengenalisis data tersebut terdapat langkah-langkah yang dijelaskan oleh Miles & Huberman dimana dalam proses analisis data tersebut terdapat tiga tahap. Pertama reduksi data, kedua penyajian data, dan yang ketika penarikan kesimpulan. Hasil dan Pembahasan Keberagamaan Mahasiswa Alumni Pondok Pesantren di UNESA Menurut Glock & Stark . keberagamaan merupakan suatu bentuk kepercayaan kodrati di mana terdapat penghayatan dalam kehidupan sehari-hari dengan menginternalisasikan ke Glock & Stark . mengemukakan bahwa agama adalah simbol, sistem keyakinan, system perilaku yang terlembagakan, yang semuanya itu berpusat pada persolan-persoalan yang dihayati sebagai yang paling maknawi. Mengenai keberagamaan yang dilakukan oleh mahasiswa alumni pondok pesantren di Unesa, peneliti akan menjelaskan dalam 5 konsep keberagamaan menurut Glock & Stark . , yang meliputi:. Paradigma. Volume 12. Number 03, 2023 Keyakinan (Ideologi. Menurut Tysara . , keyakinan merupakan sebuah kepercayaan yang ada pada diri seseorang terhadap tuhanya. Dalam Islam, iman adalah mengakui dengan lisan, membenarkan dengan hati, dan mengamalkan dengan perbuatan. Imam SyafiAoi menjelaskan iman adalah bisa membawa seseorang senantiasa lebih taat kepada segala perintah Tuhannya. Dimensi keyakinan akan mengukur seberapa jauh seseorang atau individu berpegang teguh pada keyakinan tertentu dan mengakui kebenaran doktrin-doktrin keagamaan, seperti iman mereka terhadap Allah SWT, malaikat dan para rasulnya . Keyakinan mahasiswa terhadap agama islam secara garis besar menunjukkan bahwa mereka masih meyakini bahwa agama islam merupakan agama yang paling benar. Menurut mahasiswa alumni pondok pesantren keyakinan yang ada dalam dirinya berusaha mereka wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Wujud keyakinan yang dilakukan oleh mahasiswa alumni pesantren yaitu selalu mengamalkan kewajiban yang telah dianjurkan dalam agama islam. mahasiswa alumni pondok pesantren menjelaskan bahwa karena banyak sekali pelajaran dan pengalaman dari temanteman yang didapat ketika di kampus dengan segala perbedaan, justru karena perbedaan itu yang membuat mereka belajar dan semakin naik imannya, dulunya mahasiswa alumni pondok pesantren menganggap ketika di pondok tidak bisa mengukur keimanan karena berada di lingkungan yang mendukung. Dengan lingkungan kampus yang bebas inilah mereka bisa mengetahui bagaimana tolok ukur keimananya apabila tidak ada lagi yang mengontrol. Praktek Agama (Peribadata. Menurut Ancok & Suroso . , dalam Agama Islam, isi dimensi ritualistik/praktik meliputi kegiatan-kegiatan antara lain seperti pelaksanaan salat, puasa, zakat, haji bila mampu, pembacaan Al-Quran, pemanjatan doa, dan lain sebagainya . Dalam agama islam terdapat 2 praktek peribadatan, yang pertama merupakan ibadah wajib dan yang kedua ialah ibadah sunnah. Ibadah wajib Ibadah yang tetap dilakukan oleh mahasiswa alumni pondok pesantren ketika mereka berada di kampus ialah melaksanakan sholat wajib. Perbedaanya ketika di pondok pesantren dilakukan dengan sholat wajib berjamaah, tetapi sekarang dilakukan secara Selain itu mereka tidak bisa melaksanakan sholat wajib secara tepat waktu. Perubahan ini terjadi karena mereka sibuk dalam perkuliahan. Selanjutnya ibadah wajib lain seperti puasa ramadhan, dan juga membayar zakat selama di kampus masih konsisten mereka laksanakan. Ibadah Sunnah Menurut Tamami . , ibadah sunnah merupakan segala bentuk amalan yang tidak wajib untuk dijalankan, namun akan mendapatkan pahala apabila tetap dilaksanakan, dan apabila ditinggalkan tidak mendapatkan apa-apa. Ibadah sunnah didalam pondok pesantren merupakan ibadah yang rutin dilaksanakan, misalnya sholat dhuha, sholat tahajud, puasa senin kamis, membaca Al-QurAoan atau pengajian. Pelaksanaan ibadah sunnah yang dilakukan oleh mahasiswa alumni pondok pesantren mengalami perbedaan, dulunya mereka masih aktif dalam menjalankan amalan ibadah sholat sunnah, akan tetapi ketika mereka berada di kampus sebagian besar amalan itu jarang dilaksanakan. Misalnya sholat dhuha, mereka tidak lagi menjalankan amalan sholat dhuha karena sibuk kuliah. Paradigma. Volume 12. Number 03, 2023 Pengalaman (Ekspensia. Berkaitan dengan seberapa tingkat seseorang dalam merasakan dan mengalami perasaan perasaan dan pengalaman religius. Dalam agama Islam, menurut Ancok & Suroso . dimensi eksperiensial/pengalaman meliputi perasaan dekat dengan Allah, dicintai Allah, doa-doa sering dikabulkan, perasaan tenteram dan bahagia karena menuhankan Allah, bertawakal, dan bersyukur kepada Allah, dan lain sebagainya . Pengalaman yang dialami oleh mahasiswa alumni pondok pesantren muncul ketika mereka menjalankan ibadah sholat. Ibadah yang dilakukan atas dasar Lillahi taAoala yang membuat mereka tersentuh hatinya, dan merasa dekat dengan Allah karena sholat merupakan bentuk syukur atas kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah. Selain merasa tersentuh hatinya, mereka juga merasakan tenang dan nyaman serta selalu dimudahkan dalam menghadapi segala urusan. Berdasarkan hasil penelitian, mahasiswa alumni pondok pesantren juga merasa tersentuh hatinya ketika mengikuti kegiatan yang berbau Misalnya mengikuti sholawatan. Mahasiswa alumni pondok pesantren menjelasakan bahwa perasaan yang ia alami terjadi ketika berada di pondok pesantren maupun ketika berada di Pengetahuan Agama (Intelektua. Pengetahuan agama dalam agama islam merupakan pengetahuan yang berkaitan dengan ajaran ketuhanan, ajaran ibadah yang vertical dan horizontal lewat utusan Allah SWT, yang sebenarnya adalah segenap apa yang kita ketahui tentang objek tertentu, termasuk didalamnya adalah ilmu agama islam. Menurut Malia . , pengetahuan agama sangat penting untuk menunutun seseorang di dunia dan di akhirat. Mereka yang memiliki pengetahuan agama yang cukup, akan bertindak dan berperilaku sesuai pengetahuan agama yang telah mereka dapatkan. Mahasiswa alumni pondok pesantren mendapatkan pengetahuan agama ketika berada di pondok pesantren. Pengetahuan ilmu agama ini akhirnya mereka bawa ketika sudah berada di kampus. Selanjutnya mereka akan bertemu dengan mahasiswa lainya dengan pengetahuan dan pemahaman agama yang berbeda-beda. Saat di kampus mahasiswa alumni pondok pesantren menjumpai pengetahuan atau pemahaman yang berbeda, misalnya teman mereka yang berbeda agama, selain itu juga terdapat beberapa teman yang memiliki perbedaan pemahaman. Akan tetapi mereka mengatakan bahwa masih berpegang teguh terhadap pengetahuan yang telah dipahami. Misalnya mahasiswa alumni pondok pesantren yang berlatar belakang aliran NU, mereka mengatakan bahwa selalu meyakini dan menerapkan 3 aspek, yang pertama Aqidah atau kepercayaan kepada Allah, syariat yang meliputi peraturan yang bersumber dari wahyu Allah dan akhlak yang meliputi perbuatan. Ketiga aspek tersebut dilakukan dalam Ahlusunnah waljamaah. Mahasiswa alumni pondok pesantren juga masih berusaha untuk mengimplementasikan pengetahuan yang mereka dapatkan ketika dulu di pondok pesantren. misalnya ilmu tahlil, ilmu Al-QurAoan, dan ilmu kitab kuning, menurut mereka ilmu ini perlu di implementasikan didalam kampus yang berfungsi juga untuk pengendalian diri mereka agar tidak terpengaruh dalam pemhaman yang berbeda. Wujud implementasi dari pengetahuan tersebut, misalnya mengikuti pengajian atau tahlilan rutin saat berada di kampus masjid atau saat berada di luar kampus. Pengamalan Agama (Konseksua. Paradigma. Volume 12. Number 03, 2023 Dalam Agama Islam, menurut Ancok & Suroso . isi dimensi pengamalan/konsekusual meliputi perilaku suka menolong, berderma, menegakkan kebenaran dan keadilan, berlaku jujur, memaafkan, menjaga amanat, menjaga lingkungan, tidak mencuri, tidak berjudi, tidak menipu, mematuhi norma- norma Islam Penerapan ini juga dilakukan ketika berada di kampus sebagai wujud pengamalan agama. Bedanya saat ini penerapanya dengan teman sekelas atau teman sekos. Menurut mereka, penerapan ini dilakukan dengan hal yang kecil terlebih dahulu, misalnya membantu teman sekelas, atau membantu teman sekos. Banyak hal kecil yang bisa membantu temanya sebagai wujud pengamalan, seperti membantu mengerjakan tugas temanya, meminjami uang teman sekos atau meminjami pakaian kepada temanya. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa Mahasiswa alumni pondok pesantren juga aktif didalam organisasi baik internal atau eksternal. Menurut mereka bergabung organisasi banyak sekali manfaatnya dan sebagai tempat untuk melakukan pengamalan agama. Organisasi tidak hanya berfokus untuk berproses membentuk karakter mahasiswa dan tujuan organisasinya, tetapi juga terdapat kegiatan sosial yang berfungsi untuk mengajari mahasiswa agar lebih peka terhadap keadaan di sekitarnya. Misalnya kegiatan galang dana yang dilakukan oleh organisasi untuk korban bencana alam, selain itu juga bisa donasi kepada panti asuhan. Wujud lainya ketika bulan puasa misalnya, dalam organiasi ada bagi-bagi takjil gratis dijalan. Kegiatan sosial inilah secara tidak langsung dilakukan oleh mahasiswa alumni pondok pesantren ketika di kampus sebagai wujud pengamalan agama. Selain itu bentuk pengamalan yang dilakukan oleh mahasiswa alumni pondok pesantren ketika di kampus dengan cara lebih peka dengan orang sekitar. Banyak sekali orang yang membutuhkan di sekitaran kampus, menurut mereka ini menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu agama sebagai wujud pengamalan. Misalnya ketika mereka keluar dari kos, terdapat tukang parkir di pinggiran jalan, walaupun sebenarnya tidak diwajibakan untuk membayar, mereka tetap membayar untuk membantu. Adaptasi yang Dilakukan oleh Mahasiswa Alumni Pondok Pesantren Penyesuaian diri juga dilakukan oleh mahasiswa alumni pondok pesantren yang saat ini kuliah di Universitas Negeri Surabaya. Mereka terbiasa dengan lingkungan pondok pesantren yang kuat dalam agamanya, sementara lingkungan kampus lebih bebas. Selain itu mereka juga dituntut untuk mempertahankan perilaku keberagamaan mereka dengan lingkungan yang kurang Untuk itu mereka melakukan beberapa adapatasi atau cara untuk mempertahankan perilaku keberagamaan mereka. Selektif dalam Pertemanan Lingkungan pertemanan merupakan lingkungan yang bisa mempengaruhi kebiasaan Hal ini juga berlaku bagi mahasiswa alumni pondok pesantren yang saat ini kuliah di Universitas Negeri Surabaya. Ketika mereka di kampus, menjumpai teman dengan larat belakang yang berbeda-beda. Untuk itu apabila mahasiswa alumni pondok pesantren tidak menyikapi dengan bijak akan berpengaruh terhadap keberagamaan mereka karena. Untuk mempertahankan perilaku keberagamaan, mahasiswa alumni pesantren memilih untuk lebih selektif dalam memilih pertemanan. Menurut mereka, lingkungan kampus sangat bebas. Terdapat beberapa teman yang jarang melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim, misalnya lalai sholat, nongkrong hingga larut malam dan mulai mabuk-mabukan. Hal-hal buruk inilah yang membuat mahasiswa alumni pondok pesantren lebih selektif dalam berteman. Mahasiswa alumni pondok peantren menjelaskan bahwa apabila dekat teman yang memiliki perilaku negative, akan berpengaruh kepada dirinya. Selain itu mereka sadar bahwa di usianya yang belum matang. Paradigma. Volume 12. Number 03, 2023 artinya mereka masih mencari jati diri. Disinilah ketakutan mereka apabila tidak selektif dalam pertemanan akan terjerumus kedalam hal yang sifatnya negative. Mahasiswa alumni pondok pesantren menjelaskan bahwa apabila selektif dalam memilih pertemanan, misalnya berteman dengan mahasiswa yang taat dalam beragama, otomatis keberagamaan mereka ketika dulunya di pondok pesantren masih konsisten dilakukan. Berteman dengan mahasiswa taat agama akan berdampak positif bagi mereka dan temanya sendiri. Misalnya dalam ibadah akan selalu mengingatkan, apabila ada salah satu yang malas akan Selain itu dengan berteman dengan mahasiswa yang taat agama akan memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang bermanfaat, misalnya menghadiri pengajian atau sholawatan. Mengikuti Organisasi Kemahasiswaan Aktif dalam organisasi sangat bermanfaat bagi mahasiswa, misalnya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dalam mengembangkan keterampilan dalam kepemimpinan, kerja sama tim dan komunikasi. Organisasi juga bermanfaat untuk lebih mengenal banyak teman dengan latar belakang jurusan yang berbeda-beda. Mahasiswa alumni pondok pesantren menjelaskan bahwa dengan ikut organisasi, waktunya menjadi lebih bermanfaat. Menurut mahasiswa alumni pondok pesantren, dengan kegiatan yang sibuk, mereka bisa memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang positif. Mereka tidak bisa memanfaatkan waktu dengan hal yang kurang bermanfaat, misalnya nongkrong. Kegiatan yang efektif ini menurut mereka juga akan berdampak bagi keberagamaan mereka, karena selalu ingat dalam waktu ibadah karena sesama teman saling mengingatkan dan sudah terjadwal semua agenda dalam kegiatan organisasi. Mahasiswa alumni pondok pesantren juga mengatakann bahwa proker dalam organisasinya sangat mendukung dalam keberagamanya. Hal ini tentu akan berdampak pada mahasiswa alumni pondok pesantren, karena kebiasan yang dulunya mereka lakukan ketika di pondok pesantren kembali mereka lakukan ketika di kampus. Selain itu dengan bergabung dalam organisasi, mereka bertemu dengan teman yang sepemahaman. Dunia kampus tidak hanya terdapat organisasi internal, tetapi juga terdapat organisasi eksternal kampus. Beberapa mahasiswa juga mengikuti organisasi eksternal kampus, seperti IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiya. , dan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesi. Banyak sekali kegiatan yang dilakukan dalam organisasi tersebut, misalnya kegiatan sosial, hal inilah yang mendukung mahasiswa alumni pondok pesantren untuk menerapkan perilaku keberagamaan. Mahasiswa alumni pondok pesantren bertemu dengan teman yang sepemahaman ketika berada di organisasi tersebut. Konsisten Menerapkan Pengetahuan Agama Definisi ilmu agama menurut pendapat Imam Abu Hanifah rahimahullah adalah cukup sederhana, yaitu sebuah pengetahuan seseorang untuk mengenali mana yang baik untuk dirinya dan mana yang buruk untuk dijauhi. Ilmu agama bisa dikatakan sebuah ilmu yang haq apabila seseorang bisa mengamalkanya. Dapat dipahamai bahwa sebuah ilmu selain untuk dipelajari juga harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa alumni pondok pesantren telah menempuh pendidikan bertahun-tahun di pondok pesantren. selama di pondok mereka tentu diberi ilmu agama yang kuat. Ilmu inilah yang mereka impelmentasikan ketika mereka sudah keluar dari pondok pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara adaptasi dan mempertahankan perilaku keberagamaan yang dilakukan oleh mahasiswa alumni pondok pesantren yang saat ini kuliah di Universitas Negeri Surabaya yaitu dengan cara selalu membawa pondasi ilmu agama dari pondok Paradigma. Volume 12. Number 03, 2023 Menurut mereka, ilmu agama merupakan sebuah pondasi, jadi bentuk perilaku ketika berada di kampus selalu berdasarkan ilmu agama agar pondasi mereka tetap berdiri. Ilmu agama membuat mereka melakukan penyesuaian diri di kampus berdasarkan batasan-batasan ilmu Apabila berdasarkan ajaran agama islam benar, mereka akan mengkuti gaya hidup ketika di kampus, namun apabila tidak sesuai, mereka akan menghindari. Implementasi ini menurut mereka menjadi mudah dalam penyesuaian diri walaupun bertemu dengan teman yang berbeda agama, mereka tetap bisa bergaul dengan batasan-batasan dari ilmu agama yang telah dipahami. Ilmu agama yang menjadi bekal mahasiswa alumni pondok pesantren, menjadikan mereka bisa menilai mengenai hal yang positif dan negative. Untuk itu mereka selalu berhati-hati dalam bertindak, karena banyak sekali perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran agama islam. Menghargai Perbedaan Dunia kampus tidak lepas dari banyaknya perbedaan atau beragam. Mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang yang berbeda-beda bertemu dan disatukan dalam dunia kampus. Untuk itu perbedaan ini apabila tidak disikapi dengan bijak akan menimbulkan sebuah konflik. Cara menghadapi sebuah perbedaan ialah selalu menghargai perbedaan tersebut tanpa menyalahkan salah satu pihak. Mahasiswa alumni pondok pesantren menjelaskan, bahwa selama di kampus mereka mengalami banyak sekali perbedaan, teman mereka berasal dari suku, budaya, atau agama yang berbeda-beda. Wujud yang dilakukan oleh mahasiswa alumni pondok pesantren dalam menghargai perbedaan, misalnya memiliki teman yang berbeda keyakinan, mereka tidak ingin ikut campur dengan kepercayaan mereka dan apa yang dilakukan karena memang sudah berbeda batasan-batasan dalam agamanya. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti menarik kesimpulan mengenai keberagamaan mahasiswa alumni pondok pesantren di Universitas Negeri Surabaya. Pertama, dilihat dari keyakinan (Ideologi. , mahasiswa alumni pondok pesantrenmasih berkeyakinan bahwa agama islam merupakan agama yang paling benar. Menurut mahasiswa alumni pondok pesantren perbedaan lingkungan tidak mengubah keyakinan mereka terhadap agama islam. Kedua dilihat dari praktik agama (Peribadata. , mahasiswa alumni pondok pesantren tetap konsisten melaksanakan ibadah wajib, misalnya sholat wajib, puasa ramadhan, dan membayar Untuk ibadah sunnah mahasiswa alumni pondok pesantren jarang melaksanakan sholat dhuha, puasa senin kamis, sholat tahajud, tetapi untuk dzikir, tadarus Al-QurAoan masih Sibuk dalam perkuliahan sehingga sulit membagi waktu menjadi hambatan mereka dalam menjalankan ibadah sunnah. Selanjutnya yang ketiga dilihat dari pengalaman (Ekspensia. , mahasiswa alumni pondok pesantren merasa tersentuh hatinya, tenang dan merasa dekat dengan Allah ketika menjalankan ibadah sholat. Menurut mahasiswa alumni pondok pesantren, perasaan yang muncul merupakan sebagai bentuk wujud syukur atas kenikmatan dan kemudahan yang diberikan oleh Allah kepada Keempat mengenai pengetahuan agama (Intelektua. , mahasiswa alumni pondok pesantren masih konsisten dengan ajaran yang didapatkan ketika berada di pondok pesantren. Mahasiswa alumni pondok pesantren berusaha untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat ketika berada di pondok pesantren. Terakhir, mengenai pengamalan agama (Konseksua. , mahasiswa alumni pondok pesantren berusaha mengamalkan dengan hal-hal kecil, misalnya membantu teman sekelas atau sekos, selain itu juga diwujudkan dengan mengikuti kegiatan sosial misalnya galang dana bantuan bencana melalui organisasinya Paradigma. Volume 12. Number 03, 2023 Adaptasi yang dilakukan untuk mempertahankan keberagamaan dilakukan dengan cara selalu selektif dalam pertemanan. karena berteman dengan mahasiswa yang paham agama akan mempermudah dalam mempertahankan perilaku keberagamaan. Selain itu aktif dalam organisasi kemahasiswaan juga menjadi cara untuk mempertahankan keberagamaan, karena waktu luang bisa digunakan untuk kegiatan positif. Selanjutnya mahasiswa alumni pondok pesantren juga berusaha untuk konsisten dalam menerapkan ilmu agama, artinya mereka menyesuikan perilaku di kampus dengan batasan-batasan ilmu yang telah dipahami sehingga perilaku mereka tidak Terakhir mahasiswa alumni pondok pesantren selalu menghargai perbedaan. Misalnya tidak ikut campur dalam urusan pribadi dengan teman yang berbeda agama dan juga lebih terbuka dengan pemahaman baru. Daftar Pustaka