Volume 10. Nomor 1, 2026 . e-ISSN: 2579-5929 Identifikasi Bahaya dan Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. pada Kegiatan Pembagian Batang oleh Operator Chainsaw di Hutan Tanaman Industri. Provinsi Riau (Hazard Identification and Occupational Safety and Health Risk Assessment of Bucking Operations by Chainsaw Operators in Industrial Plantation Forests of Riau Provinc. Ika Lestari1,2*. Evi Sribudiani1. Viny Volcherina Darlis1. Nur Suhada1,2 Jurusan Kehutanan. Fakultas Pertanian. Universitas Riau. Pekanbaru, 28293 2Center for Peatland and Disaster Studies. LPPM. Universitas Riau, 28293 *Email: ikalestari@lecturer. Abstract Article History: Received: Jun 10, 2026 Reviewed: Jun 11, 2026 Accepted: Jun 24, 2026 Published: Jun 30, 2026 Keywords: Chainsaw, bucking. OSH. PPE, risk control Forestry industry, especially bucking activities performed by chainsaw operators, carries a high risk of workplace accidents due to harsh working conditions, the use of mechanical tools, and exposure to noise and vibrations from the equipment. This study aims to identify types of hazards and analyse the level of occupational safety and health risks faced by chainsaw operators during tree-cutting activities in industrial plantations in Riau Province. The method used in this study is a mixedmethods approach, combining quantitative and qualitative methods to obtain data and information. Quantitative data were collected through questionnaires, while qualitative data were gathered through field observations, interviews with operators, and risk analysis using a probability-and-impact matrix based on the risk control The results of the study indicate that there are 13 main types of hazards, with 23 associated risks covering physical, chemical, and ergonomic risks. Of the 23 risks identified, 14 . %) were categorized as moderate and 9 . %) as high in bucking activities, particularly risks related to chainsaw noise, tool vibration, exposure to sawdust, and combustion fumes, which have the potential to cause longterm health problems such as hearing loss, respiratory irritation, and hand-arm vibration syndrome. Risk control measures are recommended based on the hierarchy of controls, ranging from hazard elimination, work method substitution, engineering controls, administrative controls, to the use of personal protective equipment (PPE). The conclusion of this study is that various hazards with moderate and high-risk levels were identified in log-splitting activities, resulting in a varied hierarchy of controls: hazard elimination, substitution, engineering controls, administrative controls, and PPE. However, for some of the identified hazards, hazard elimination techniques were employed, thereby eliminating the hazards and reducing the likelihood of risks occurring. Pendahuluan Industri kehutanan merupakan salah satu sektor yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi karena melibatkan kondisi kerja yang berat, penggunaan peralatan mekanis seperti chainsaw, serta lingkungan kerja yang dinamis dan berpotensi menimbulkan berbagai bahaya (LandekiN et al. , 2. Peralatan mekanis seperti chainsaw telah lama digunakan sebagai alat dalam pemamanenan hutan, diguanakan dalam kegiatan penebangan dan pembagian batang. Alat dinilai cukup berbahaya dan berisiko bagi operator, karna paparan suara bising dari chainsaw dan getaran juga menjadi faktor risiko tambahan yang dapat menyebabkan kelelahan dan masalah kesehatan jangka Panjang. Dan hal ini menyebabkan adanya musculoskeletal (Jankovsky et al. , 2. Pada kegiatan pemanenan kayu di Hutan Tanaman Industri (HTI), pekerja dihadapkan pada berbagai sumber bahaya, baik yang berasal dari faktor manusia, peralatan kerja, kondisi lingkungan, maupun metode kerja yang digunakan. Oleh karena itu, penerapan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K. menjadi hal yang sangat penting untuk melindungi pekerja serta meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan operasional perusahaan. Proses pemanenan kayu di HTI cukup berbeda jika dibandingkan dengan pemanenan hutan produksi lainnya. Setiap tahapan pemanenan di HTI umumnya telah terstruktur Jurnal Ilmu-Ilmu Kehutanan Volume 10. Nomor 1, 2026 . dalam suatu sistem kerja yang terencana dan berurutan, mulai dari penebangan, pembagian . , pengangkutan kayu. Salah satu tahapan penting dalam kegiatan pemanenan kayu adalah pembagian batang . , yaitu proses pemotongan batang pohon menjadi beberapa bagian sesuai dengan ukuran atau spesifikasi yang telah ditentukan. Proses pembagian batang di HTI terpisah dari kegiatan penebangan, kayu tidak langsung dipotong melainkan kayu dikumpulkan terlebih dahulu kemudian ada operator chainsaw khusus untuk melakukan pembagian batang. Namun seiring berkembangnya teknologi pembagian batang di HTI, kegiatan pembagian btang juga dilakukan menggunakan mesin harvester dan grapple cut. Pembagian batang menggunakan chainsaw memiliki tantangan, yakni sangat bergantung pada keahlian operator, terutama dalam menentukan titik potong yang optimal untuk memaksimalkan nilai kayu. Selain itu, optimasi pola pemotongan kayu memberikan manfaat bagi perusahaan, kayu memiliki kualitas yang baik saat dijadikan bahan baku dan nilai ekonomis kayu dapat meningkat (Erber et al. , 2. Namun demikian, pembagian batang yang ditemui lapangan sering kali memiliki diameter yang bervariasi dan tingkat kelurusan batang dan kualitas kayu yang berbeda-beda. Kondisi ini tentu memperngaruhi kinerja operator dalam pembagian batang sekaligus menjadi potensi bahaya. Karakteristik kayu, posisi batang . angkal, tengah, atau ujun. , serta adanya cacat kayu seperti lengkung, mata kayu, atau retak dapat (DIbrowski, 2. Situasi menimbulkan bahaya dan risiko kerja pada operator seperti kesalahan pemotongan akibat ketidakstabilan posisi log, tergangunya proses produksi dan penurunan produksi. Namun risiko keselaman kerja yang paling signifikan adalah kickback, yaitu gerakan tak terduga dan cepat dari chainsaw ke arah operator yang terjadi ketika rantai tersangkut pada ujung bar akibat kondisi Kejadian ini dapat menyebabkan cedera serius hingga fatal, sehingga menjadi salah satu fokus utama dalam keselamatan kerja pada operasi Selain kickback, risiko lainnya yang dihadapi operator chainsaw pada saat melakukan pembagian batang adalah terpeleset pada medan kerja yang tidak rata, paparan kebisingan dan getaran, serta kelelahan akibat beban kerja fisik. Jika bahaya-bahaya tersebut tidak diidentifikasi dan dikendalikan dengan baik, maka dapat e-ISSN: 2579-5929 menyebabkan cedera ringan hingga berat, kerugian material, penurunan produktivitas kerja, bahkan kehilangan nyawa pekerja (Arnold dan Parmigiani 2015. Kaliniewicz et al. , 2. Upaya pencegahan kecelakaan kerja pada pendekatan yang sistematis melalui identifikasi bahaya dan penilaian risiko. Identifikasi bahaya bertujuan untuk mengenali seluruh sumber bahaya yang terdapat pada tahapan pekerjaan, sedangkan penilaian risiko dilakukan untuk menentukan terjadinya bahaya dan tingkat keparahan dampaknya (Fajar et al. , 2. Hal ini juga sesuai dengan penelitian Lestari et al. , . mengidentifikasi 23 jenis bahaya dan 28 risiko yang dihadapi operator chainsaw saat penebangan kayu, yang bersumber dari faktor lingkungan, alat, biologi, dan kimia. Penilaian risiko dilakukan dengan mempertimbangkan kemungkinan dan dampak, sehingga dikategorikan pada tingkat risiko ekstrem, tinggi, sedang, dan rendah. Hal ini membantu dalam memprioritaskan tindakan keselamatan dengan fokus pada risiko yang bernilai tinggi dan ekstrem, sehingga sumber daya dapat dialokasikan secara efisien untuk mengurangi risiko tersebut (Sharma dan Tiwari. Provinsi Riau merupakan salah satu daerah yang memiliki areal HTI yang luas dan aktivitas pemanenan kayu yang intensif. Meskipun berbagai prosedur keselamatan kerja telah diterapkan oleh perusahaan, kegiatan pemaenan kayu khususnya pembagian batang menggunakan chainsaw masih memiliki potensi risiko yang perlu dikaji secara mendalam. Informasi mengenai sumber bahaya dan tingkat risiko pada aktivitas tersebut sangat penting untuk mendukung peningkatan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di lapangan. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan penelitian mengenai identifikasi bahaya dan analisis risiko K3 pada kegiatan pembagian batang oleh operator chainsaw di HTI Provinsi Riau. Penelitian ini mengenai jenis-jenis bahaya yang terdapat pada aktivitas pembagian batang, tingkat risiko yang dihadapi pekerja, serta rekomendasi pengendalian yang dapat diterapkan untuk meningkatkan K3 dalam kegiatan pemanenan kayu. Bahan dan Metode Penelitian ini dilaksanakan pada salah satu perusahaan HTI di Provinsi Riau yakni PT. Z yang melakukan kegiatan pemanenan kayu, khususnya Jurnal Ilmu-Ilmu Kehutanan Volume 10. Nomor 1, 2026 . e-ISSN: 2579-5929 kegiatan pembagian batang pada lahan mineral pada tegakan Ekaliptus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan sistematis melalui observasi dan pengamatan langsung terhadap objek Metode menggunakan mixed method, yang meliputi observasi lapangan, wawancara, dan studi Sumber data utama dalam penelitian ini adalah 10 operator chainsaw yang sedang melakukan kegiatan penebangan di PT. Umumnya beberapa perushaan HTI kegiatan penebangan dan pembagian batang terpisah, tidak dalam satu rangkaian kegiatan. Karena dinilai lebif efektif dan efisien pada proses pengerjaanya. Adapun alat dan bahan yang digunakan meliputi kuesioner yang diajukan kepada responden terkait bahaya dan risiko yang dialami selama bekerja, lembar observasi untuk mencatat setiap kegiatan pekerjaan yang dilakukan operator selama kegiatan pembagian batang berlangsung, stopwatch, dan alat tulis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap masing-masing operator chainsaw dengan mengamati seluruh tahapan pekerjaan selama 3Ae4 Durasi ini dipilih karena merupakan waktu produktif dan representatif dari aktivitas kerja operator, karna kayu sudah ditumpuk dan disusun, sehingga operator hanya cukup untuk memoting Pengamatan dilakukan secara alami sesuai prosedur kerja harian yang berlaku agar tidak mengganggu aktivitas kerja dan tidak menimbulkan perubahan perilaku pekerja akibat keberadaan peneliti (Lestari et al. , 2. Tahap selanjutnya adalah melakukan identifikasi bahaya melalui pengamatan langsung di lapangan, wawancara dengan pekerja dan pengawas lapangan, serta pengumpulan data sekunder dari Identifikasi bahaya dilakukan berdasarkan faktor manusia, peralatan, lingkungan, bahan kimia, dan biologis pada setiap tahapan kegiatan pemanenan Adapun penilaian terhadap risiko dengan menggunakan metode HIRACH (Hazard Identification. Risk Assessment, and Control of Hazard. prinsip AS/NZS 4360:2004 dan selaras dengan ISO 31000:2018. Setiap bahaya yang telah teridentifikasi dianalisis tingkat risikonya dengan menggunakan matriks risiko berdasarkan dua parameter utama, yaitu tingkat kemungkinan . terjadinya kecelakaan dan tingkat keparahan . dampaknya terhadap pekerja. Hasil penghitungan risiko dikelompokkan menjadi tiga kategori: risiko rendah, sedang, dan tinggi yang merupakan hasil perkalian matriks . everity dan likelihoo. Tabel 1, 2 dan 3 adalah tabel untuk penilaian risiko. Tabel 1. Frekuensi/ Kemungkinan Terjadi Level Deskripsi Uraian Very unlikely Tidak pernah terjadi/kemungkinan 1%-20% Unlikely 1-2 kali dalam satu periode kemungkinan 21%-40% Possible 3-4 kali dalam satu periode kemungkinan 41%-60% Likely 5 Kali dalam 1 periode kemungkinan 61%-80% Almost certain Lebih dari 5 kali dalam satu periode kemungkinan 81%-99% Tabel 1. Kriteria Consequences Level Deskripsi Negligible Minor Moderate Major Extrime Uraian Tidak ada dampak kesehatan/kecelakaan Dampak kesehatan/kecelakaan ringan (P3K) Dampak kesehatan/kecelakaan sedang . edis ringa. /hilang hari kerja/pekerja dirawat Dampak kesehatan/kecelakaan berat . edis bera. /cacat fisik Menyebabkan kematian Tabel 2. Risk Matrix Likelihood Very unlikely Unlikely Possible Likely Almost certain Negligible Low Low Low Medium Medium Minor Low Medium Medium Medium High Severity Moderate Low Medium Medium High High Major Medium Medium High High Very High Extrime Medium High High Very High Very High Jurnal Ilmu-Ilmu Kehutanan Volume 10. Nomor 1, 2026 . Setelah tingkat risiko diketahui, langkah pengendalian dilakukan dengan mengacu pada hierarki pengendalian risiko, yaitu eliminasi, substitusi, rekayasa teknik . ngineering contro. , pengendalian administratif . rosedur dan pelatiha. , serta penggunaan alat pelindung diri (APD). Prioritas pengendalian ditentukan berdasarkan tingkat efektivitasnya dalam menurunkan risiko. Hasil dan Pembahasan Identifikasi Bahaya pada Kegiatan Pembagian Batang Pembagian batang merupakan proses pembagian batang pohon yang telah ditebang menjadi beberapa bagian atau sortimen sesuai dengan panjang dan spesifikasi yang ditentukan oleh kebutuhan industri (Labelle & Huy, 2. Tahap ini bertujuan untuk mengoptimalkan nilai ekonomi kayu melalui penyesuaian ukuran log serta meminimalkan limbah produksi (Erber et al. Metode pembagian batang yang efisien sangat diperlukan untuk meminimalkan biaya, risiko bahaya, dan meningkatkan produktivitas. Keahlian pekerja, topografi, dan jenis metode alat yang digunakan menjadi faktor yang sangat memengaruhi tingkat produktivitas bucking (Ericson et al. , 2. e-ISSN: 2579-5929 Chainsaw merupakan salah satu alat semimekasnis yang umumnya masih digunakan pada kegiatan pembagian batang. Selain praktis, efisien dan produktif chainsaw sangat bergantung pasa operator yang menggunakannya (Soenarno & Yuniawati, 2. Namun demikian, penggunaan chainsaw secara langsung oleh operator tetap memiliki berbagai risiko dan potensi bahaya, terutama apabila operator tidak memiliki keterampilan dan kompetensi yang memadai dalam pengoperasiannya. Selain itu, faktor eksternal seperti kondisi lingkungan, cuaca, serta target pekerjaan juga ikut serta mempengaruhi cara kerja dan tingkat risiko yang dihadapi Dalam kegiatan pembagian batang, operator lebih terfokus pada penggunaan chainsaw, berbeda dengan kegiatan penebangan pohon yang melibatkan berbagai posisi kerja. Namun demikian, hal tersebut bukan berarti operator bebas dari bahaya. Justru, kegiatan pembagian batang tetap memiliki potensi risiko, seperti posisi kerja yang tidak stabil, batang kayu yang dapat bergerak secara tiba-tiba, serta kemungkinan terjadinya kecelakaan akibat kontak langsung dengan chainsaw. Tabel 4 menjelaskan jenis bahaya bagi operator chainsaw pada kegiatan pembagian lapangan yang berhasil diidentifikasi di lapangan. Tabel 4. Identifikasi Bahaya pada Kegiatan Pembagian Batang Bahaya Operator berpindah dengan kondisi mesin hidup Tumpukan kayu terlalu tinggi Operator naik ke atas tumpukan kayu untuk memotong Potongan kayu jatuh saat pemotongan dari atas Kayu tidak ditumpuk dengan ganjalan . iberi ala. Chainsaw rebound saat memotong di posisi tidak stabil Kebisingan chainsaw Getaran chainsaw Serbuk gergaji 10 Asap pembakaran chainsaw 11 Ranting-ranting tajam di areal kerja 12 Panas matahari ekstrim 13 Posisi kerja yang membungkung berulang Berdasarkan hasil identifikasi bahaya yang diamati di lapangan, ditemukan sebanyak 13 jenis bahaya yang sering dihadapi oleh operator chainsaw pada kegiatan pembagian batang. Sumber bahaya tersebut berasal dari faktor manusia . %), lingkungan . %), dan peralatan . %). Hal ini menunjukkan bahwa sumber bahaya yang berasal dari peralatan, khususnya chainsaw, lebih dominan dibandingkan dengan sumber bahaya lainnya. Dominasi sumber bahaya Sumber bahaya Manusia Manusia Manusia Lingkungan Lingkungan Alat Alat Alat Alat Alat Lingkungan Lingkungan Manusia dari chainsaw menunjukkan bahwa alat tersebut memiliki kontribusi besar terhadap potensi risiko kerja pada kegiatan pembagian batang. Hasil ini juga sejalan dengan penelitian Lestari et al. pada kegiatan penebangan menggunakan chainsaw, yang menyatakan bahwa sumber bahaya utama juga berasal dari penggunaan Jurnal Ilmu-Ilmu Kehutanan Volume 10. Nomor 1, 2026 . e-ISSN: 2579-5929 Identifikasi risiko pada kegiatan pembagian Hasil identifikasi bahaya yang telah ditemukan selanjutnya akan dinilai risikonya berdasar tingkat kemungkinan kejadian yang dialami oleh operator. Indentifikasi risiko ini didadasari dari pengamatan di lapangan, wawancara dan pengalaman operator chainsaw di Berikut ini identifikasi risiko pada kegiatan pembagian batang disajikan pada Tabel Tabel 5. Penilain risiko pada kegiatan pembagian batang Bahaya Sumber bahaya 1 Operator berpindah dengan Manusia kondisi mesin hidup Risiko Terpeleset saat berjalan karena tanah licin Terjatuh akibat tersangkut ranting Terkena rantai chainsaw . uka berat/fata. Tumpukan kayu terlalu tinggi Manusia Runtuhan kayu menimpa pekerja . edera berat hingga fatal Operator naik ke atas tumpukan kayu untuk memotong Potongan kayu jatuh saat pemotongan dari atas Manusia Jatuh dari ketinggian cedera tulang/patah Tertimpa kayu Luka kepala atau tubuh serius Kayu tidak ditumpuk dengan ganjalan . iberi ala. Lingkungan kerja Kayu bergerak/tumpah saat pemotongan Cedera akibat tertimpa Chainsaw rebound saat memotong di posisi tidak stabil Alat Luka sayatan serius pada operator . angan, wajah, tubu. Kebisingan chainsaw Alat Gangguan pendengaran jangka panjang Getaran chainsaw Alat Serbuk gergaji Alat Hand-arm vibration syndrome . esemutan, kerusakan sara. Gangguan pernapasan Iritasi mata Asap pembakaran chainsaw Alat Gangguan pernapasan Iritasi hidung. Iritasi tenggorokan Ranting-ranting tajam di areal Lingkungan Tertusuk saat berjalan Terluka Panas matahari ekstrim Lingkungan Heat strroke. Dehidrasi Posisi kerja yang membungkung Manusia Gangguan otot, punggung dan pinggang Lingkungan kerja Berdasarkan Tabel 5 diatas menjelaskan bahwa terdapat 23 jenis risiko yang dialami oleh operator chainsaw pada kegiatan pembagian Kondisi ini dapat terjadi apabila lingkungan kerja tidak mendukung, baik dari aspek kondisi medan, cuaca, maupun karakteristik kayu yang dapat meningkatkan potensi terjadinya berbagai risiko keselamatan dan kesehatan kerja. Dalam penelitian lainnya terkait dengan risiko yang dialami oleh operator chainsaw yang menghadapi berbagai risiko kerja serius, seperti cedera akibat kontak langsung dengan alat, tertimpa pohon atau bagian kayu saat penebangan, serta kelelahan, gangguan otot, gangguan postur tubuh dan stres panas akibat penggunaan alat pelindung diri dalam kondisi iklim panas dan Peningkatan risiko kecelakaan juga dipengaruhi oleh perilaku tidak aman seperti mengambil jalan pintas, kurangnya pelatihan dan pengawasan, kondisi peralatan yang tidak layak, serta keberadaan kelompok pekerja rentan seperti pekerja mandiri, pekerja sementara, dan pekerja dengan keterbatasan pengalaman atau usia (Robb et al. , 2022. Pardo Ferreira et al. , 2022. LandekiN et al. , 2. Risiko-risiko pada penelitian sebelumnya memiliki kesamaan dengan risiko yang ditemukan pada operator chainsaw pada kegiatan pembagian batang dalam penelitian ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembagian batang menggunakan chainsaw memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi dan dipengaruhi oleh Jurnal Ilmu-Ilmu Kehutanan Volume 10. Nomor 1, 2026 . e-ISSN: 2579-5929 faktor lingkungan, teknis, serta faktor manusia sehingga memerlukan pengendalian risiko dan penerapan keselamatan kerja yang lebih optimal. %). Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas kerja memiliki tingkat risiko sedang yang masih memerlukan pengawasan dan perhatian agar tidak berkembang menjadi risiko Kategori risiko medium umumnya ditemukan pada aktivitas kerja operator, seperti berpindah dalam kondisi mesin hidup, tumpukan kayu terlalu tinggi, operator naik ke atas tumpukan kayu untuk memotong, potongan kayu jatuh saat pemotongan, hingga posisi kerja membungkuk Risiko pada kategori ini menunjukkan bahwa metode kerja, kondisi lapangan, dan perilaku operator menjadi faktor yang memengaruhi potensi terjadinya kecelakaan kerja. Oleh karena itu, pengawasan terhadap prosedur kerja aman tetap perlu dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya cedera. Penilaian Risiko pada Kegiatan Pembagian Batang Hasil penilaian risiko pada kegiatan pembagian batang pada operator chainsaw disajikan pada Tabel 6. Tabel tersebut menunjukkan bahwa terdapat 23 jenis risiko yang teridentifikasi dengan tingkat risiko yang bervariasi, yaitu kategori Medium (Sedan. dan High (Tingg. Berdasarkan hasil penilaian risiko pada Tabel 6, dapat dilihat bahwa persentase kategori medium pada kegiatan pembagian batang menggunakan chainsaw 9 risiko . %), sedangkan kategori high berjumlah 14 risiko Tabel 6. Penilaian Risiko pada Kegiatan Pembagian Batang Bahaya Risiko Operator berpindah dengan kondisi mesin hidup Terpeleset saat berjalan karena tanah Terjatuh akibat tersangkut ranting Terkena rantai chainsaw . uka berat/fata. Runtuhan kayu menimpa pekerja . edera berat hingga fata. Penilaian Risiko L S RR Keterangan 2 2 4 Medium Medium Medium Medium Tumpukan kayu terlalu Operator naik ke atas tumpukan kayu untuk Potongan kayu jatuh saat pemotongan dari atas Jatuh dari ketinggian Medium Cedera tulang/patah Medium Tertimpa kayu Medium Luka kepala atau tubuh serius Medium Kayu tidak ditumpuk dengan ganjalan . iberi ala. Kayu bergerak/tumpah saat pemotongan Medium Cedera akibat tertimpa Medium Tinggi Tinggi Getaran chainsaw Tinggi Serbuk gergaji Luka sayatan serius pada operator . angan, wajah, tubu. Gangguan pendengaran jangka Hand-arm vibration syndrome . esemutan, kerusakan sara. Gangguan pernapasan Chainsaw rebound saat memotong posisi tidak stabil Kebisingan chainsaw Tinggi Iritasi mata Tinggi Gangguan pernapasan Tinggi Iritasi hidung. Tinggi Iritasi tenggorokan Tinggi Asap pembakaran chainsaw Ranting-ranting tajam di areal kerja Tertusuk saat berjalan Medium Terluka Medium Panas matahari ekstrim Heat stroke Tinggi Dehidrasi Medium Gangguan otot, punggung dan Medium Posisi kerja yang membungkung berulang Jurnal Ilmu-Ilmu Kehutanan Volume 10. Nomor 1, 2026 . Sementara itu, kategori risiko high sebesar 39% berasal dari penggunaan alat yang menunjukkan adanya risiko yang memerlukan perhatian lebih serius, yaitu kebisingan chainsaw, getaran chainsaw, serbuk gergaji, dan asap pembakaran chainsaw. Risiko tinggi ini berkaitan dengan paparan fisik dan lingkungan kerja yang diterima operator secara terus-menerus selama kegiatan pemotongan berlangsung. Risiko-risiko ini berkaitan dengan paparan terus-menerus operator terhadap faktor-faktor fisik dan lingkungan kerja yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bahaya kebisingan chainsaw, getaran, serbuk gergaji, dan asap pembakaran menjadi risiko fisik dan kimia yang memerlukan perhatian serius dalam upaya pengelolaan K3 bagi operator chainsaw (Unver dan Ergenc, 2021. BasiN et al. , 2. Selain itu, penggunaan chainsaw yang tidak penggunaanya dapat mengandung risiko yang signifikan terkait paparan getaran dan kebisingan. Risiko tersebut dipengaruhi oleh kondisi alat, termasuk usia dan tingkat perawatan chainsaw, serta faktor ergonomi seperti posisi pegangan dan metode penggunaan alat, yang pada akhirnya berdampak negatif terhadap kesehatan operator (Papandrea et al. , 2. Berdasarkan hasil penilaian risiko yang telah dilakukan, hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar risiko tinggi berasal dari faktor alat kerja, lingkungan kerja, serta faktor ergonomi kerja operator. Hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas pembagian batang menggunakan chainsaw memiliki tingkat risiko kerja yang signifikan, terutama pada kondisi lapangan yang tidak ideal. Upaya pengendalian risiko perlu dilakuakn untuk meminimalkan dampak risiko bagi operator Terutama bagi operator yang memiliki riwayat pekerjaan pada dua aktivitas sekaligus yakni pada saat melakukan penebangan dan juga kegiatan pembgaian batang. Maka, diperlukan penerapan sistem kerja yang lebih aman melalui pembagian tugas yang jelas, peningkatan kompetensi operator melalui pelatihan K3, serta penerapan prosedur kerja yang sesuai standar operasional untuk mengurangi beban kerja berlebih dan potensi kecelakaan di lapangan. Pengendalian Risiko pada Kegiatan Pembagian Batang Pengendalian risiko yang diterapkan pada kegiatn pembagian batang di PT. Z mengacu pada prinsip hierarki pengendalian risiko yang terdiri e-ISSN: 2579-5929 dari lima tahapan utama, yaitu eliminasi, substitusi, rekayasa teknis . ngineering contro. , pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Menurut Jogie et al. , . hierarki ini disusun berdasarkan tingkat efektivitasnya dalam mengurangi bahaya, di mana eliminasi merupakan langkah paling efektif karena menghilangkan sumber bahaya secara APD ditempatkan sebagai lapisan terakhir yang bersifat protektif dan bergantung pada kepatuhan individu. Pendekatan ini didukung oleh penelitian yang menunjukkan bahwa pengendalian pada tingkat eliminasi atau substitusi dapat mengurangi risiko secara signifikan, sementara rekayasa teknis menawarkan perlindungan yang lebih stabil dibandingkan pengendalian administratif yang bergantung pada perilaku manusia. Oleh karena itu, implementasi hierarki pengendalian risiko dengan pendekatan bertingkat serta pelatihan dan budaya keselamatan yang kuat sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Berikut ini analisis pengendalian risiko yang dapat dilakukan pada kegiatan pembagian batang bagi operator chainsaw. Eliminasi adalah tahap paling efektif dalam hierarki kontrol yang berarti menghilangkan bahaya secara keseluruhan dari tempat kerja. Dengan menghilangkan sumber bahaya, risiko cedera atau penyakit secara langsung dapat dicegah tanpa memerlukan pengendalian Beberapa bahaya pada kegiatan pembagian batang yang dapat dieliminasi operator berpindah dengan kondisi mesin hidup, operator naik ke atas tumpukan kayu untuk memotong, chainsaw rebound saat memotong di posisi tidak stabil bisa dieliminasi dengan menghindari teknik potong berisiko, posisi kerja yang membungkuk berulang bisa dieliminasi dengan perubahan metode kerja atau mekanisasi. Substitusi terjadi jika eliminasi tidak Ini berarti mengganti bahan atau proses berbahaya dengan alternatif yang lebih aman namun tetap memenuhi tujuan Beberap kbahaya dapat disubsitusi yakni mengganti metode penumpukan kayu manual menjadi sistem log yard terstruktur dan engganti teknik pemotongan dari posisi tinggi menjadi pemotongan batang kayu langsung di . Rekayasa teknik melibatkan modifikasi fisik terhadap peralatan atau proses kerja untuk mengisolasi atau menghilangkan bahaya dari Beberapa bahaya yang dapat Jurnal Ilmu-Ilmu Kehutanan Volume 10. Nomor 1, 2026 . e-ISSN: 2579-5929 dikendalikan risikonya dengan rekayasa teknik A Tumpukan kayu terlalu tinggi dapat diatur dengan sistem stacking yang aman . atas ketinggian & alat bantu loade. A Potongan kayu jatuh saat pemotongan menggunakan penahan A Kayu tidak ditumpuk dengan ganjalan namun menggunakan alas kayu standar A Kebisingan chainsaw dibantu dengan chainsaw low-noise design A Getaran chainsaw menggunakan antivibration handle dan sistem peredam A Serbuk gergaji menggunakan sistem arah A Asap pembakaran chainsaw menggunakan mesin dengan emisi rendah A Ranting tajam di area kerja dilakukan pembersihan area sebelum kegiatan . Administrasi merupakan kontrol untuk mengubah cara kerja dilakukan tanpa menghilangkan bahaya itu sendiri. Ini termasuk pelatihan, rotasi pekerjaan, jadwal Pengendalian ini bergantung pada kepatuhan dan perilaku manusia, sehingga relatif kurang efektif dibanding tingkat kontrol yang lebih Berikut ini beberapa bahaya yang dapat dikendalikan risikonya melalui adminstrasi yakni pembuatan SOP mengenai prosedur pekerjaan yang aman dan tidak aman, seperti anjuran dan larangan. Hal-hal yang dapat diberikan larangan adalah larangan bergerak saat mesin aktif dan larangan kerja di atas Selain itu juga diberikan anjurann berupa pelatihan teknik pemotongan yang aman, pelatihan ergonomi dan job rotation dan pengaturan jadwal dan waktu kerja, untuk menghindari cuaca ekstrim. APD adalah perlengkapan yang digunakan pekerja untuk melindungi diri dari bahaya yang ada, seperti pelindung kepala, pelindung tubuh, pelindung tangan, pelindung kaki, pelindung mata, pelindung telinga dan sebagainya. APD yang diharapkan dapat mengendalikan risiko pada kegiatan pembagian batang ini adalah helm, kaca mata, ear plug / ear muff, sarung tangan peredam getaran, masker, pelindung badan seperti rompi dan pelapis tungkai kaki dan sepatu keselamatan (Yovi dan Syuaib. Kesimpulan Kegiatan pembagian batang menggunakan chainsaw oleh operator di HTI memiliki tingkat risiko K3 yang cukup tinggi. Hasil penilaian risiko menunjukkan bahwa sebagian besar risiko berada pada kategori sedang . hingga tinggi, terutama yang berkaitan dengan paparan kebisingan chainsaw, getaran alat, serbuk gergaji, dan asap pembakaran chainsaw yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jangka Faktor penyebab risiko meliputi kondisi lingkungan kerja, aspek ergonomi, dan perilaku Oleh karena itu, diperlukan penerapan pengendalian risiko yang optimal berdasarkan hierarki pengendalian, meliputi eliminasi bahaya, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administratif, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta penguatan pelatihan dan budaya keselamatan kerja. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus kajian yang secara khusus mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko K3 pada kegiatan pembagian batang oleh operator chainsaw pada pemanenan kayu di HTI. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang umumnya mengkaji kegiatan pemanenan kayu atau operasi chainsaw secara umum, penelitian ini memisahkan kegiatan pembagian batang sebagai aktivitas kerja tersendiri sehingga karakteristik bahaya dan risiko yang muncul dapat diidentifikasi secara lebih spesifik. Temuan ini menunjukkan bahwa operator yang merangkap melakukan kegiatan penebangan dan pembagian batang berpotensi menghadapi paparan bahaya yang lebih besar, sehingga diperlukan perhatian khusus dalam aspek K3 pada kegiatan pembagian Daftar Pustaka