Volume 10 No. Juli Ae Desember 2025 p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X KONSEP TEKNIK CHUNKING DALAM MENINGKATKAN RETENSI HAFALAN AL-QURAoAN (JUSAoAMMA) PADA MAHASISWA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Fina Qotrunnada Fuadiyah1. Imam SyafiAoi2. Muhammad Fahmi3 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabay. ffuadiyah9@gmail. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya | imams@uinsa. 3Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya . fahmi@uinsa. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji terkait konsep teknik chunking dalam meningkatkan retensi hafalan juz Aoamma pada mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI). Seringkali mahasiswa menganggap bahwa menghafal juz Aoamma merupakan sebuah beban akademik. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman terhadap manfaat menghafal juz Aoamma pada kehidupan sehari-hari dan juga metode hafalan yang digunakan dirasa kurang efektif,. Teknik chunking, yang dikenal sebagai subuah cara dengan proses pengelompokkan informasi menjadi beberapa chunks . otongan-potonga. kecil, diusulkan menjadi sebuah solusi untuk meningkatkan kapasitas memori kerja mahasiswa, sehingga otak dapat dengan mudah dalam memproses hafalan. Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan . ibrary researc. yang bergantung pada data perpustakaan tentang konsep teknik chunking dalam meningkatkan retensi hafalan juz Aoamma pada mahasiswa. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara mengakses berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik chunking dapat membantu mahasiswa dalam mengingat dan memahami informasi dengan lebih baik. Dengan membagi juz Aoamma menjadi bagian-bagian kecil, mahasiswa dapat Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 268 mengurangi beban kognitif dan meningkatkan retensi hafalan. Teknik ini juga sejalan dengan prinsip segmentasi yang menunjukkan bahwa informasi yang disajikan dalam potongan kecil lebih mudah diproses. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan teknik chunking dalam hafalan juz Aoamma efektif dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menghafal secara bertahap dan sistematis, sehingga mendukung pembelajaran Al-QurAoan yang lebih efisien. Kata Kunci: Teknik Chunking. Hafalan Juz AoAmma. Mahasiswa Pendidikan Agama Islam THE CONCEPT OF CHUNKING TECHNIQUE IN IMPROVING MEMORIZATION RETENTION AL-QURAoAN (JUS AoAMMA) IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION STUDENTS Abstract The purpose of this study is to examine the concept of chunking technique in improving the retention of juz Aoamma memorization in Islamic Religious Education (PAI) students. Often students think that memorizing juz 'amma is an academic burden. This is due to the lack of understanding of the benefits of memorizing juz 'amma in everyday life and also the memorization method used is considered less effective. The chunking technique, which is known as a way of grouping information into small chunks, is proposed to be a solution to increase students' working memory capacity, so that the brain can easily process This type of research is a library study that relies on library data about the concept of chunking techniques in improving retention of juz Aoamma memorization in college Data collection in this study was carried out by accessing various relevant The results showed that the chunking technique can help students remember and understand information better. By dividing Juz 'Amma into small parts, students can reduce cognitive load and improve memorization retention. This technique is also in line with the principle of segmentation which shows that information presented in small chunks is easier to process. This study concludes that the application of the chunking technique in memorizing Juz 'Amma is effective in improving students' ability to memorize gradually and systematically, thus supporting more efficient Qur'an learning. Keywords: Chunking technique. Juz AoAmma memorization. Islamic Education Students PENDAHULUAN i era sekarang ini, menghafal jus Aoamma bukan lagi sebagai bagian dari proses spiritual dan intelektual melainkan menjadi sebuah Kurangnya menghafal jus Aoamma dalam kehidupan sehari-hari serta minimnya dorongan Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 269 eksternal dari lingkungan akademis menyebabkan para mahasiswa kurang disiplin dalam menghafal. Terlebih lagi banyak mahasiswa yang masih menggunakan metode tradisional dalam system menghafal jus Aoamma seperti metode tikrar . Juz AoAmma, juga disebut sebagai juz ketiga puluh merupakan juz . terakhir dalam Al-QurAoan. Menurut (Suryadilaga, 2. , juz 30 disebut sebagai juz Aoamma karena dimulai dari surah An-NabaAo yang diawali dengan kata Aoamma. Di dalam juz Aoamma ini terdapat 37 surah, yang dimulai dari surah An-NabaAo dan diakhiri dengan surah An-Naas. Salah satu upaya untuk menjaga Al-QurAoan . uz Aoamm. adalah dengan cara menghafalnya, karena salah satu keistimewaan yang dimiliki Al-QurAoan adalah ia merupakan kitab yang mudah untuk dihafal. Al-QurAoan memiliki empat peran penting sebagai kitab umat Muslim: Pertama, sebagai manhajul hayati . edoman hidu. Kedua, sebagai ruh bagi orang-orang yang beriman. Ketiga, sebagai adz-dzikr . Keempat, sebagai sumber ilmu pengetahuan (Febriani, 2. Bagian dari memelihara Al-QurAoan adalah menghafal Al-Qur'an. Jika dilakukan secara ikhlas dengan harapan mendapat ridha Allah Swt ini dapat menjadi ibadah yang berharga. Betapa besarnya pahala yang dapat diperoleh jika seseorang meluangkan waktu untuk menghafal walau hanya satu juz AlQur'an. Dalam al-Qamar ayat Ke-17. Allah swt berfirman, yang berbunyi: a aI Ee aC aI EA AE eE a Aa aN eE aI eI acI acEa aOEaaC eA e e ca aOEaaC e OA a aI Ee aC aI EA AyA AE eE a Aa aN eE aI eI acI acEaA e e ca aAOA AuSungguh, kami benar-benar telah memudahkan Al-QurAoan sebagai Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?Ay (QS. AlQamar: . Menghafal Al-QurAoan bukanlah hal yang mudah bagi mahasiswa. Akan tetapi, jika seorang penghafal itu memiliki kesungguhan dan kemauan yang tinggi, mereka akan mampu menghafal Al-QurAoan secara bertahap. Namun, banyak mahasiswa terlalu sibuk dengan dunianya sendiri ketika bekerja di lapangan, membuat mereka lupa tanggung jawab akademik mereka (Sandra, 2. Saat ini, menghafal Al-QurAoan khususnya juz Aoamma, sudah menjadi kewajiban yang harus dipenuhi bagi mahasiswa Pendidikan Agama Islam, yang mana mereka dituntut untuk menyetorkan hafalan sebagai salah satu syarat kelulusan. Akan tetapi, pada kenyataannya tidak semua mahasiswa dapat menyanggupi untuk menghafal juz Aoamma dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Hal ini disebabkan adanya beberapa masalah yang dialami mahasiswa, salah satunya terletak pada teknik hafalan yang digunakan sehingga menghafal dan mudah lupa yang mana hal tersebut bisa berpengaruh pada pemahaman dan retensi hafalan jangka Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 270 Berdasarkan penelitian yang membahas terkait beberapa teknik yang digunakan dalam menghafal Al-QurAoan terutama pada juz Aoamma. Pada penelitian pertama menunjukkan bahwa metode tikrar ini adalah metode menghafal Al-Quran tanpa menghafal, yaitu menggunakan cara pengulangan secara berulang kali dengan membacanya ayat demi ayat, sehingga dapat terekam di alam bawah sadar (Toyyiba Elpasamani. Risnawati, & ZaAoba, 2. Penelitian kedua membahas terkait metode talaqqi yaitu guru membacakan ayat secara perlahan, kemudian murid mengikuti bacaan guru dengan benar (Rosyidatul. Suhadi, & Faturrohman, 2. Pada penelitian ketiga yang ditulis oleh (Fauzi et al. dijelaskan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis chunking terbukti dapat memperkuat pemahaman bahasa Arab bagi penghafal Al-QurAoan. Akan tetapi, banyaknya metode tersebut hanya diterapkan pada tingkat sekolah menengah dan pesantren. Sedangkan pada tingkatan mahasiswa, metode talaqqi dan tikrar dirasa kurang efektif karena banyak faktor yang menjadi kendala dalam menerapkan metodemetode tersebut. Sejauh ini belum ditemukan membahas terkait teknik chunking dengan retensi hafalan juz Aoamma pada tingkat mahasiswa Pendidikan Agama Islam, meskipun sudah banyak penelitian yang membahas terkait metode menghafal Al-QurAoan dan teknik chunking secara terpisah. Dengan demikian, adanya konsep teknik chunking untuk meningkatkan retensi hafalan juz Aoamma pada mahasiswa PAI telah menjadi fokus penelitian yang METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan . ibrary researc. yang bergantung pada data perpustakaan tentang konsep teknik chunking dalam meningkatkan retensi hafalan juz Aoamma pada mahasiswa. Pada penelitian ini, peneliti mengakses berbagai literatur yang relevan, karena hal ini merupakan langkah pertama dalam proses pengumpulan data. Data yang dikumpulkan termasuk buku teks, artikel ilmiah, dan e-book dalam bentuk cetak dan digital. Peneliti menyisir berbagai sumber untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Mereka memastikan bahwa setiap sumber yang mereka gunakan memiliki kredibilitas yang tinggi dan relevan dengan subjek yang mereka pelajari (Sari & Asmendri. Setelah dikumpulkan kemudian dianalisis untuk memastikan isinya terkait dengan topik Dalam bagian analisis data, peneliti memilih dan menyusun data yang berkaitan dengan konsep teknik chunking dalam meningkatkan retensi hafalan mahasiswa. Sehingga data penelitian menjadi sistematis dan dapat dipahami oleh pembaca, peneliti Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 271 kelompok-kelompok data tertentu (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Teknik Chunking Teknik chunking mengorganisir stimulus menjadi kumpulan fragmen informasi yang dapat membantu siswa mengatasi keterbatasan mereka dalam menerima, memproses, dan mengingat informasi (Miller, 1. Teknik chunking merupakan suatu proses memecah informasi menjadi AupotonganpotonganAy yang lebih kecil sehingga lebih mudah diingat dan dipahami (Schuessler, 2. Tujuan dari konsep teknik chunking yaitu agar siswa mampu mengurangi jumlah informasi yang harus disimpan dalam memori kerja mereka, dengan mengurangi jumlah informasi per bagian, mereka memori kerja mereka, sehingga dapat mengurangi beban kognitif (Fountain & Doyle, 2. Ide dari chunking ditemukan oleh George Miller yang ditulis dalam artikel yang berjudul The Magical Number Seven. Plus or Minus Two: Some Limits on Our Capacity for Processing Information. Dia menghitung keterbatasan memori bukan dalam beberapa unit fisik seperti huruf, tetapi lebih dalam istilah unit psikologi yaitu potongan . Miller jangka pendek menjadi sekitar tujuh . tau antara lima sampai sembila. Konsep memungkinkan kita untuk melacak banyak informasi dan membuatnya siap untuk diproses (Medin. Ross, & Markman, 2. Siswa hanya dapat memproses jumlah informasi yang terbatas saat Pembelajaran akan berjalan lebih efisien jika informasi yang diterima siswa diubah menjadi potongan kecil . mall chun. yang siap diolah. Karena mereka mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran baru, guru paling mungkin menentukan kondisi dan ukuran potongan informasi. Memecah informasi menjadi bagian kecil sangat bermanfaat, terlepas dari apakah materi baru melibatkan membaca buku teks, mengamati demonstrasi, mengamati video, atau aktivitas lainnya (Marzano, 2. Dalam penelitian (Dehn, 2. dijelaskan bahwa teknik chunking menjadi salah satu strategi mengingat working memory . emori kerj. yang dapat digunakan untuk meningkatkan memori siswa (Ikhsan & Leonardi. Kemampuan otak untuk menyimpan dan mengingat kembali ide, pengalaman, dan sensasi dikenal sebagai memori. Memori jangka pendek, juga disebut working memory atau memori primer, merupakan bagian memori yang berfungsi sebagai tempat menampung informasi yang sedang dipikirkan pada saat itu. Memori jangka pendek hanya dapat menampung informasi selama 15 hingga 30 detik dan dapat menyimpan 7-2 item sekaligus (Meliala. Nursiti, & Sipayung, 2. Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 272 Menurut Calder, chunking pembelajaran siswa karena fakta adanya batasan untuk berapa banyak yang dapat diingat setelah mendapatkan materi baru (Calder, 2. Chunking dapat meningkatkan jumlah informasi yang dapat disimpan dalam memori jangka pendek dengan cara yang bermakna, atau dengan mencari pola dalam satu set item untuk dapat mengingatnya (Gilchrist Cowan. Kemampuan untuk membagi informasi membantu seorang individu untuk mengingat lebih banyak, memberikan individu suatu sarana untuk mengakses informasi yang pada akhirnya disimpan dalam ingatannya, dan meningkatkan jumlah informasi yang dapat kita terima (Bodie. Powers, & Fitch-Hauser, 2. Prinsip dikemukakan oleh Mayer . sejalan dengan langkah-langkah pembelajaran yang terdapat pada teknik chunking untuk membantu siswa memproses informasi yang kompleks dengan memori kerja yang terbatas dalam Prinsip menyatakan bahwa siswa memperoleh hasil belajar yang lebih baik ketika materi berkelanjutan yang kompleks AudipecahAy menjadi bagian yang lebih Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa memori kerja siswa biasanya lebih ringan ketika materi disajikan dalam bagian yang lebih kecil daripada ketika informasi disajikan secara Dalam situasi seperti ini, penting bagi siswa untuk memahami satu topik sebelum melanjutkan ke topik Menurut artikel Mind Tools Content . ), chunking adalah mengelompokkan berbagai informasi yang berbeda menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dikelola atau Hal ini akan membuat informasi lebih jelas dan mudah dipahami, sehingga lebih mudah diingat baik oleh orang lain maupun diri kita sendiri (Anandhitya, 2. Dari pengertian yang disebutkan di atas, dapat disimpulkan bahwa metode chunking adalah cara untuk mengingat atau menyimpan informasi dalam bentuk potongan . Dalam penelitian ini, teknik chunking akan digunakan untuk meningkatkan retensi hafalan juz Aoamma pada mahasiswa Pendidikan Agama Islam. Strategi chunking juga dapat menghindari seseorang mengalami kelelahan mental disebabkan dengan hafalan yang dilakukan secara terusmenerus karena strategi ini telah membagi materi yang dihafal menjadi bagian yang lebih sederhana. Dengan ditemukan dalam setiap unit ayat, mereka dapat lebih mudah memahami mengembangkan cara berpikir yang lebih sistematis saat menghafal AlQurAoan (Fauzi et al. , 2. Berdasarkan kajian literatur yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa teknik chunking terbukti sesuai dalam meningkatkan retensi hafalan juz Aoamma pada mahasiswa PAI. Cara kerja Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 273 teknik ini yaitu dengan membagi informasi menjadi beberapa bagian, sehingga dapat memudahkan otak dalam memproses dan menyimpan sebagai penyimpanan memori dalam jangka panjang. Teknik Hafalan Al-QurAoan yang Banyak Digunakan Hafalan merupakan cara umat Islam berinteraksi dengan Al-Qur'an. Hal ini sudah ada sejak turunnya AlQurAoan kepada Nabi Muhammad saw. dan akan terus berlanjut hingga hari ini dan masa depan. Allah Swt. menciptakan Al-QurAoan untuk mudah dihafalkan baik oleh orang Islam yang berasal dari Arab maupun non-Arab (Herma. Kusyairy, & T, 2. Dalam sebuah hadis, disebutkan bahwa Rasulullah saw. hampir setiap malam selama bulan Ramadhan bersama malaikat jibril belajar AlQurAoan dan mengevaluasi kemampuan hafalan beliau. Menghafal Al-Qur'an tidak hanya menjadi cara untuk menunjukkan keteladanan kepada Nabi, tetapi juga membantu memperkuat argumen seseorang saat berdakwah. Selain itu, ia juga berfungsi sebagai salah satu dasar yang memastikan bahwa Al-Qur'an masih asli, seperti yang dapat dilihat dari kisah-kisah sahabat dan tabi'in terdahulu yang berlomba-lomba untuk menghafalnya. Tidak ada nash atau dalil yang jelas Al-QurAoan tekstual (Herma et al. , 2. Kewajiban menghafal Al-QurAoan termasuk dalam kewajiban kolektif yang dikenakan kepada suatu komunitas atau kelompok. Artinya, tidak semua orang Muslim dituntut untuk menghafalnya. melakukannya, kewajiban tersebut gugur bagi yang lain, dan seluruh umat Islam akan berdosa jika mereka tidak melakukannya (Sholeha & Rabbanie. Namun, ketahuilah bahwa segala sesuatu yang dihasilkan dari kehendak Allah Swt. pasti mempunyai manfaat yang luar biasa. Banyak sekali teknik-teknik tradisional yang masih diterapkan dalam penggunaan hafalan Al-QurAoan terutama juz Aoamma. Sebenarnya banyaknya teknik yang telah diterapkan diberbagai lembaga tidak menjadi suatu Hal ini tergantung seberapa efisien teknik itu diterapkan, kepada siapa dan dimana penerapannya. Jika teknik-teknik tradisional diterapkan kepada mahasiswa, hal itu akan dirasa kurang efektif, disebabkan banyak faktor yang menjadi kendala dalam menerapkan metode-metode tersebut. Diantara teknik hafalan yang banyak digunakan saat ini adalah metode tikrar . , talaqqi . endengarkan gur. , murojaAoah . engulang hafalan lam. , talqin . , dan tasmiAo . Seperti penelitian yang ditulis oleh (Kamaluddin & Mujahidin, 2. mahasiswa yang masih menggunakan teknik T3M yakni talqin, tasmiAo, tikror, dan murojaah. Proses hafalan dengan teknik ini akan dirasa monoton bagi Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 274 beberapa mahasiswa karena berpaku pada pengulangan dan juga teknik yang membutuhkan bimbingan dari guru seperti metode talqin dan tasmiAo. Sehingga metode-metode tersebut membutuhkan waktu yang panjang. Berdasarkan tinjauan literatur, dapat disimpulkan bahwa metode hafalan juz Aoamma yang banyak digunakan oleh mahasiswa masih belum ada yang memakai strategi berbasis kognitif seperti teknik chunking. Oleh karena itu, terdapat peluang untuk mengembangkan teknik baru yang nantinya bisa diselaraskan dengan program akademik yang ada di kampus. Relevansi Teknik Chunking dalam meningkatkan Retensi Hafalan Jus AoAmma Retensi hafalan merupakan menghafal Al-QurAyan karena berfungsi untuk menyimpan informasi yang telah diperoleh lalu mentransfernya dari working memory ke long-term memory. Dengan proses ini, data dapat disimpan dalam ingatan untuk waktu yang lebih lama, sehingga nantinya dapat diakses kembali ketika dibutuhkan. Penggunaan konsep teknik chunking merupakan sebuah cara untuk mempertahankan dan memperdalam hafalan Al-QurAoan yang telah dihafal yang kemudian disimpan ke dalam ingatan. Ada kemiripan antara proses pengolahan informasi yang dilakukan oleh otak manusia dan proses yang dilakukan oleh komputer. Otak menyandikan atau mengkodekan data ke dalam bentuk yang dapat dipahami dan diproses setelah menerimanya. Setelah itu, otak mengkodekan data dan menyimpannya untuk waktu yang lama. dan dapat digunakan kembali pada saat Menurut model ini, retensi merupakan hasil dari proses encoding, penyimpanan, dan pengambilan data yang terjadi di otak manusia (Wade & Travis, 2. Retensi umumnya mengacu pada kemampuan untuk mengingat ide dan menyimpannya dalam ingatan setelah waktu berlalu. Kemampuan ini terdiri dari tiga proses utama: memasukkan informasi . , . , memanggilnya kembali . kapan pun diperlukan (Rakhman, 2. Tahapan Aoamma dianalogikan dengan teori yang sudah Tahap menerima stimulus berupa ayat-ayat AlQurAoan. Lalu selanjutnya, ayat-ayat AlQurAoan tersebut diproses ke dalam sensory register, di sini adalah tempat di mana informasi pertama kali diterima, diproses dan diseleksi. Pada tahap kedua, data ini akan disimpan dalam ingatan jangka pendek, juga dikenal sebagai Short Term Memory. Memori jangka pendek ini memiliki kapasitas untuk menyimpan data yakni di sini berupa ayat-ayat AlQurAoan selama beberapa detik hingga beberapa menit. Pada tahap ketiga, informasi yang ada di Short Term Memory akan ditransfer dan disimpan dalam Long Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 275 Term Memory. Hafalan ayat-ayat AlQurAoan yang telah diterima dan diulang mahasiswa untuk waktu yang lebih Seberapa sering data diulang dan diperkuat dalam ingatan memengaruhi proses penyimpanan. Berdasarkan ditemukan oleh Miller dalam artikelnya yang menjelaskan bahwa kapasitas memori jangka pendek manusia terbatas yaitu memori jangka pendek hanya memuat sekitar tujuh chunk . Oleh mengelompokkan informasi menjadi beberapa bagian, beban kognitif dapat berkurang, sehingga memudahkan penyimpanan dan pengambilan kembali informasi dalam jangka panjang. Pada penerapannya, konsep teknik chunking dapat dilakukan dengan cara membagi menjadi beberapa bagian atau kelompok berdasarkan ayat. Konsep ini dapat diterapkan pada surahsurah yang mempunyai jumlah ayat yang panjang, seperti surah-surah yang terletak pada awal juz 30, yaitu surah An-NabaAo. An-NaaziAoaat. AoAbasa. AlMutaffifin, dsb. Hal ini dapat menghafal surah secara bertahap. Konsep teknik chunking dalam meningkatkan retensi hafalan juz Aoamma pada mahasiswa PAI. Adapun langkah teknik dalam Pertama, mahasiswa menentukan target juz Aoamma yang akan dihafal, seperti 3 surah per minggu. Kedua, mahasiswa membuat jadwal harian dan mingguan dengan porsi hafalan yang konsisten, seperti 5 ayat per hari. Ketiga, membagi surah menjadi beberapa bagian kecil . berisi 3Ae5 ayat, contoh penggunaan konsep teknik chunking dalam surah An-NaaziAoaat yang berjumlah 46 ayat, yaitu dilakukan dengan membagi ayat menjadi beberapa chunks berisi 5-6 ayat pada tiap bagiannya, seperti ayat 1-6, lalu dilanjut ayat 7-12 dan seterusnya. Keempat, mengulangi setiap chunk minimal 5 kali hingga lancar tanpa melihat mushaf. Kelima. Setelah menghafal beberapa chunk, coba gabungkan dua atau tiga chunk berurutan dan ulangi secara Keenam, membaca surah AnNaaziAoaat dari awal hingga akhir secara urut untuk melatih alur hafalan. Konsep teknik ini sesuai apabila diaplikasikan pada mahasiswa PAI yang memiliki beban akademik tinggi dan mahasiswa tidak memiliki waktu luang yang banyak. Teknik ini dapat menjadi solusi karena lebih efisien dan dapat membantu mereka dalam proses menghafal tanpa harus menghabiskan Dapat beberapa penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa teknik ini selaras dengan beberapa metode yang juga digunakan dalam menghafal Al-Qur. seperti metode tikrar dan talaqqi yang lebih menekankan pada pengulangan. Akan tetapi, teknik chunking ini memberikan pendekatan yang lebih Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 276 terstruktur dan sistematis serta tidak membutuhkan waktu yang sangat lama. Secara konteks hafalan juz Aoamma di kalangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), teknik ini terbukti efektif dalam meningkatkan retensi Dengan pendekatan yang sistematis dan integratif, teknik ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung pembelajaran Al-QurAoan yang lebih efisien dan berkelanjutan. PENUTUP Teknik chunking merupakan salah satu teknik yang efektif untuk meningkatkan retensi hafalan juz Aoamma pada mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan membagi beberapa informasi ke dalam potonganpotongan yang lebih kecil, mahasiswa pun akan lebih mudah mengingat dan memahami ayat-ayat yang dihafal. Penerapan teknik ini tidak hanya mengurangi beban kognitif tapi juga membangun kemampuan mahasiswa dalam mengelola informasi. Oleh karena itu, teknik chunking seharusnya diterapkan pada metode pembelajaran Al-Qur'an . uz Aoamm. untuk mencapai hasil yang lebih maksimal dalam proses Penggunaan yang sistematis dan berkesinambung terhadap teknik ini dapat membantu mahasiswa untuk menyesuaikan keterbatasan waktu, memenuhi kewajiban tugas akademik pemahaman spiritual mereka terhadap Al-Qur'an. Konsep sebaiknya perlu diperkenalkan ke dalam program akademik hafalan Al-QurAoan yang berada di lingkungan kampus secara sistematis. Bisa melalui pembelajaran atau pelatihan khusus untuk mahasiswa terutama jurusan Pendidikan Agama Islam karena terdapat tuntutan hafalan akademik yang harus dituntaskan. Instansi Pendidikan Islam disarankan untuk mengintegrasikan konsep teknik chunking ini ke dalam metode pembelajaran tahfidz, untuk meningkatkan retensi hafalan bagi penghafal terhadap isi Al-QurAoan. DAFTAR PUSTAKA