Journal Genta Mulia Volume 15. Number 2, 2025 pp. P-ISSN 2301-6671 E-ISSN: 2580-6416 Open Access: https://ejournal. id/index. php/gm ANALISIS LIRIK LAGU "DIRI" KARYA TULUS MENURUT TEORI HERMENEUTIKA GADAMER Azza Akira Syakirina1. Erlika Tampubolon2. Marisa Septiana Situmeang*3. Putri Angelina Sidabutar4. Jakaria5 Pendidikan Bahasa Jerman. Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Medan * Corresponding Author: marisaseptianisitumeang@gmail. Abstrak Lagu merupakan salah satu bentuk ekspresi seni yang tidak hanya menyampaikan pesan emosional, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai filosofis dan refleksi kehidupan. Lagu "Diri" karya Tulus mengangkat tema pencarian jati diri dan penerimaan diri, yang dapat ditafsirkan secara beragam oleh pendengar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lirik lagu "Diri" menggunakan pendekatan hermeneutika Gadamer, yang menekankan pada dialog antara teks dan Dengan menggunakan konsep fusi horizon, penelitian ini menggali bagaimana makna lagu terbentuk melalui interaksi antara pengalaman pencipta lagu dan perspektif pendengar. Hasil analisis menunjukkan bahwa lagu ini menyampaikan pesan tentang pentingnya berdamai dengan diri sendiri, menghargai perjalanan hidup, serta melepaskan luka masa lalu demi mencapai ketenangan batin. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa pemaknaan lagu bersifat dinamis, bergantung pada latar belakang dan pengalaman individu yang mendengarkannya. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memperkaya kajian hermeneutika dalam musik, tetapi juga memberikan wawasan tentang bagaimana lirik lagu dapat menjadi media refleksi diri yang Kata Kunci : Hermeneutika Gadamer. Lagu. Tulus Abstract Songs are a form of artistic expression that not only conveys emotional messages, but also reflects philosophical values and reflections on life. The song "Diri" by Tulus raises the theme of identity search and self-acceptance, which can be interpreted in various ways by listeners. This study aims to analyze the lyrics of the song "Diri" using Gadamer's hermeneutics approach, which emphasizes the dialogue between the text and the meaning. Using the concept of horizon fusion, this study explores how the meaning of songs is formed through the interaction between the experience of the songwriter and the listener's perspective. The results of the analysis show that this song conveys a message about the importance of making peace with yourself, appreciating the journey of life, and letting go of past wounds in order to achieve inner peace. The findings of the study also show that the meaning of songs is dynamic, depending on the background and experience of the individual who listens to them. Thus, this study not only enriches the study of hermeneutics in music, but also provides insight into how song lyrics can be a medium of deep self-reflection. Keywords : Gadamer's Hermeneutics. Song. Tulus PENDAHULUAN Karya sastra merupakan suatu karya seni yang dituangkan dalam bentuk bahasa. Sebuah karya sastra dianggap sebagai ungkapan pribadi pengarangnya yang berupa pengalaman, perasaan, pemikiran serta ide atau gagasan-gagasan dalam suatu bentuk gambaran kehidupan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan. Karya sastra terdiri dari beragam bentuk yaitu puisi, prosa, drama, naskah atau sesuatu yang berbentuk teks. Puisi adalah salah satu karya sastra yang menggunakan media bahasa sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Dalam perkembangannya, bahasa dalam puisi dipadukan dengan seni musik yang kemudian disebut lirik lagu. Menurut Semi . lirik merupakan puisi pendek yang mengekspresikan emosi melalui susunan kata-kata Azza Akira Syakirina1,Analisis Lirik LaguA Jurnal Genta Mulia . sebuah nyayian. Lirik lagu termasuk dalam genre sastra karena lirik berisi curahan dari pengalaman pribadi, susunan kata-kata yang membentuk menjadi sebuah nyanyian (KBBI, 2008:. Lagu merupakan salah satu bentuk penyampaian pesan secara lisan, terdiri atas unsur non- verbal . isalnya nada, tanda dinamik, instrume. dan unsur verbal . nsur bahas. Astuti . 3: . Pada awalnya, kedua unsur ini tidak dapat dipisahkan tetapi sejalan dengan perkembangan zaman, penyampaian lagu berkembang menjadi beberapa jenis. Ada lagu yang menggabungkan unsur musik dan bahasa, ada yang tidak memerlukan alat musik, ada pula yang tidak disertai unsur bahasa. Lagu merupakan sebuah seni nada atau suara yang berirama dan biasanya diiringi dengan alat musik untuk menjadikan sebuah lagu menjadi lebih indah ketika didengar. Keindahan sebuah lagu terletak pada unsur lirik sebagai bahasanya dan musik sebagai iramanya. Secara etimologi, lagu atau musik pada dasarnya mempunyai perbedaan arti. Menurut Kamus Besar Bahasa Indnesia, yang dimaksud dengan lagu adalah : . Ragam suara yang berirama . alam bercakap, bernyayi, membaca, dan sebagainy. Nyanyian . Ragam nyanyi . usik, gamelan dan keroncong asl. Tingkah laku . Sedangkan musik adalah: . Ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan kombinasi dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi . yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan. Nada atau suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonisan . erutama yang menggunakan alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyian it. Lirik dan musik keduanya sudah menjadi suatu keutuhan yang tidak bisa dipisahkan. Apabila salah satu dari unsur lagu ada yang hilang, maka tidak dapat disebut lagu dan orangorang pun tidak dapat menikmati keindahan sebuah lagu tersebut. Dengan demikian, lagu adalah karya seni yang terdiri dari bahasa tulisan yang sering disebut dengan lirik lagu dan musik sebagai iramanya. Lirik lagu merupakan ungkapan seseorang tentang suatu hal yang sudah dirasakan, dialami, atau dilihatnya. Lagu adalah suatu kesatuan musik yang terdiri atas susunan pelbagai nada yang berurutan. Setiap lagu ditentukan oleh panjang-pendek dan tinggi rendahnya nada-nada tersebut, disamping itu irama juga memberi corak tertentu kepada suatu lagu. Lirik lagu terbentuk dari bahasa yang dihasilkan dengan komunikasi antara pencipta lagu dengan masyarakat penikmat lagu sebagai wacana tulis, karena disampaikan dengan media tulis pada sampul albumnya dan dapat juga sebagai wacana lisan melalui kaset. Lirik lagu memiliki kesamaan dengan sajak tetapi hanya saja dalam lirik lagu mempunyai keunikan tersendiri, karena penuangan ide melalui lirik lagu diperkuat dengan melodi dan jenis irama yang disesuaikan dengan lirik lagu tersebut dan warna suara penyanyinya. Dengan melalui lirik lagu yang berupa pesan maupun lisan dan kalimat-kalimat berfungsi untuk menciptakan suasana serta gambaran imajinasi kepada pendengar serta menciptakan makna yang beragam. Fungsi lagu dapat digunakan untuk pengobar semangat seperti pada masa perjuangan, menyatukan perbedaan, mempermainkan emosi, dan perasaan seseorang dengan tujuan menanamkan sikap atau nilai yang kemudian dapat dirasakan orang sebagai hal yang wajar, benar, dan tepat. Tulus, atau Muhammad Tulus Rusydi, adalah seorang penyanyi dan penulis lagu asal Indonesia yang dikenal dengan gaya musik pop yang emosional dan lirik yang mendalam. Sejak debutnya pada tahun 2011. Tulus telah merilis beberapa album yang mendapatkan pengakuan luas, dengan lirik yang sering kali menggambarkan pengalaman pribadi dan perasaan yang Dalam lagu "Diri". Tulus mengeksplorasi tema introspeksi dan pencarian jati diri, yang mencerminkan perjalanan pribadinya sebagai seorang seniman. Pengalaman hidupnya memberikan kedalaman pada lirik dan memungkinkan pendengar untuk merasakan koneksi emosional yang kuat. Sosioepistem. Gadamer atau lengkapnya bernama Hans-Georg Gadamer . , lahir di Marburg. Jerman pada tanggal 11 Februari 1900 dari keluarga dengan karir akademis tinggi. Gadamer adalah salah satu murid Heideger. Teori Hermeneutika adalah salah satu jenis filsafat yang didalamnya mempelajari tentang interpretasi ataupun makna. Nama Hermeneutika sendiri P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 74 Azza Akira Syakirina1,Analisis Lirik LaguA Jurnal Genta Mulia . diambil dari kata kerja yang ada dalam bahasa Yunani Hermeneuein yang berarti, menafsirkan, memberi pemahaman, atau menerjemahkan (Mulyono et al. , 2. Hermenutika semacam ilmu ataupun sebuah metode memiliki peran luas atau pokok didalam sebuah filsafat. Hermeneutika sebagai metode diartikan sebagai cara menafsirkan teks sastra untuk diketahui maknanya. Dalam falsafah atau kesusastraan, hermenutika dapat pula disamakan derajatnya dengan pemahaman dan juga interpretasi yang ada. Secara umum penelaahan menggunakan teori Hermeneutika hampir mirip dengan metode analisis isi. Menurut Ratna . , dari beberapa metode-metode lain. Hermenutika merupakan satu diantara alat yang bisa digunakan untuk meneliti sebuah teks Secara etimologi kata Hermeneutika berasal dari bahasa Yunani yang artinya adalah Pada pemahaman mitologi dari Yunani. Hermeneutika sering dikait-kaitkan dengan tokoh dewa yang bernama Hermes, dewa yang mengemban sebuah tugas memberikan pesanpesan dari Jupiter kepada manusia. Tugas menyampaikan pesan berarti juga mengalih bahasakan ucapan para roh pada bahasa yang mudah dipahami oleh manusia. Pengalih bahasaan sesungguhnya identik dengan penafsiran. Dari situ kemudian pengertian kata Hermeneutika memiliki kaitan dengan sebuah penafsiran atau interpretasi. Musik memiliki peran penting dalam kehidupan manusia sebagai sarana untuk mengekspresikan perasaan, merefleksikan pengalaman, dan menyampaikan pesan emosional. Lirik lagu, sebagai bagian dari karya musik, sering kali menggambarkan perjalanan batin penciptanya dan menjadi medium bagi pendengar untuk memahami serta meresapi makna yang terkandung di Salah satu lagu yang menarik untuk dikaji adalah "Diri" karya Tulus, yang mengangkat tema introspeksi dan penerimaan diri. Lagu ini menawarkan pesan yang relevan bagi banyak orang dalam perjalanan menemukan serta memahami identitas mereka. Lagu "Diri" dipilih untuk dianalisis karena memiliki kedalaman makna yang unik dibandingkan lagu-lagu lain. Liriknya tidak hanya menggambarkan pengalaman pribadi tetapi juga menghadirkan pesan universal tentang perdamaian dengan diri sendiri, refleksi atas masa lalu, serta penghargaan terhadap diri Pemilihan kata dalam lirik lagu ini bersifat reflektif dan memungkinkan pendengar menafsirkannya sesuai dengan pengalaman hidup masing-masing. Dalam memahami makna lirik lagu ini, digunakan pendekatan hermeneutika Gadamer. Teori ini menekankan pentingnya interaksi antara teks . irik lag. dan pendengar dalam proses Makna lagu tidak hanya berasal dari penciptanya, tetapi juga dari bagaimana pendengar memaknainya berdasarkan pengalaman dan perspektif mereka sendiri. Dengan menggunakan hermeneutika Gadamer, penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman yang lebih mendalam mengenai lagu "Diri", baik dari sudut pandang pencipta maupun pendengar yang membawa latar belakang dan interpretasi yang berbeda. Melalui analisis ini, penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana lirik lagu dapat menjadi media refleksi diri serta bagaimana pendekatan hermeneutika membantu mengungkap keterhubungan antara teks dan pengalaman individu yang mendengarkannya. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan studi hermeneutika Gadamer dengan metode kualitatif interpretatif untuk menafsirkan makna yang terkandung dalam lirik lagu AuDiriAy karya Tulus. Pendekatan ini bertujuan untuk menggali lebih dalam bagaimana lirik lagu dapat mencerminkan konsep-konsep filosofis dan spiritual yang diusung oleh penciptanya. Metode hermeneutika Gadamer menekankan pada pemahaman teks dalam konteks yang dinamis, di mana penafsiran terjadi melalui dialog antara teks dan pembaca . tau pendenga. Hal ini memungkinkan peneliti untuk tidak hanya mencatat fakta, tetapi juga berusaha memahami konteks historis, kebudayaan, dan makna simbolis yang terkait dengan data. Metode hermeneutika Gadamer memandang interpretasi sebagai dialog antara teks . tau liri. dan pembaca . tau pendenga. , di mana makna dibentuk melalui interaksi ini. Beberapa konsep penting dalam metode hermeneutika Gadamer yang dapat diterapkan dalam analisis lirik lagu adalah: Prejudis (Prasangka Positi. P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 75 Azza Akira Syakirina1,Analisis Lirik LaguA Jurnal Genta Mulia . Gadamer menekankan bahwa kita selalu membawa prasangka atau asumsi awal ketika mencoba memahami teks. Dalam analisis lirik lagu, ini berarti memahami bahwa penafsir datang dengan latar belakang pengalaman pribadi, budaya, dan pengetahuan yang akan mempengaruhi bagaimana lirik tersebut diartikan. Fusi Horison (Fusion of Horizon. Gadamer memperkenalkan konsep "fusion of horizons" di mana pemahaman terjadi ketika cakrawala interpretatif penafsir . alam hal ini, pendengar lirik lag. bertemu dengan cakrawala teks . irik lagu itu sendir. Dalam analisis lirik, pendekatan ini berarti mencoba menyatukan perspektif pembaca dan teks, menemukan makna yang muncul dari pertemuan tersebut. Dialog Gadamer percaya bahwa interpretasi merupakan sebuah dialog antara penafsir dan teks. Dalam hal lirik lagu, ini bisa diterjemahkan sebagai proses interaktif antara pendengar dan lirik, di mana pendengar aktif merespons dan meresapi makna yang ditawarkan oleh lagu, dan tidak hanya pasif menerima apa yang tersurat. Historisitas Gadamer menekankan bahwa pemahaman selalu dipengaruhi oleh konteks historis, baik dari sisi teks maupun penafsir. Dalam menganalisis lirik lagu, pendekatan ini mengharuskan penafsir untuk mempertimbangkan konteks penciptaan laguAisituasi sosial, budaya, atau politik pada saat lirik ditulisAi dan bagaimana pemahaman tersebut berinteraksi dengan konteks pendengar saat ini. Dengan menggunakan metode hermeneutika Gadamer, analisis lirik lagu bukan hanya upaya menemukan makna literal, tetapi juga melibatkan pembacaan yang lebih dalam, yang menghargai dialog antara lirik dan pengalaman historis serta personal dari pendengar. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Historis Peneliti memulai analisis lirik lagu "Diri" karya Tulus dengan fokus pada historisitas atau keterkaitan pemahaman terhadap teks dengan konteks sejarah yang melatarbelakanginya. Menurut Gadamer, pemahaman selalu berakar pada sejarah, baik dari sudut pencipta teks maupun pembaca . yang menginterpretasi teks tersebut. Melalui konsep ini, peneliti mencoba mengungkap bagaimana konteks sejarah sosial dan budaya membentuk pemahaman yang lebih mendalam terhadap makna yang terkandung di dalam lirik. Dari analisis peneliti melalui konsep historis, lagu "Diri" diciptakan dalam konteks modern yang lebih menekankan pada isu kesehatan mental dan penerimaan diri. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan mental, terutama dalam menghadapi tekanan sosial, ekspektasi pribadi, serta perjalanan dalam menerima diri sendiri. Lagu ini hadir sebagai refleksi terhadap fenomena sosial tersebut, di mana individu semakin terdorong untuk melakukan introspeksi dan menghargai diri mereka sendiri tanpa harus terbebani oleh masa lalu. Data 1 AuHari ini kau berdamai dengan dirimu sendiriAu Pada era modern ini, isu kesehatan mental dan self-love semakin mendapatkan perhatian. Lagu "Diri" mencerminkan kesadaran akan pentingnya mencintai diri sendiri sebagai langkah awal menuju kesejahteraan mental. Konsep Dialektika Konsep dialektika, yang banyak dikembangkan dalam filsafat oleh Hegel dan kemudian diperdalam oleh pemikir seperti Gadamer, menekankan proses pemahaman melalui pertentangan atau dialog antara dua gagasan yang berbeda. Dalam konteks lagu Diri karya Tulus, dialektika terjadi dalam bentuk percakapan internal antara individu dengan dirinya sendiri. Lagu ini menggambarkan dinamika batin yang berisi negosiasi antara keraguan dan penerimaan diri, antara tekanan sosial dan kebebasan pribadi, serta antara luka masa lalu dan penyembuhan. Melalui P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 76 Azza Akira Syakirina1,Analisis Lirik LaguA Jurnal Genta Mulia . pendekatan ini, analisis lagu Diri dapat mengungkap bagaimana liriknya merepresentasikan perjalanan seseorang dalam mendamaikan konflik batinnya untuk mencapai pemahaman diri yang lebih baik. Data 2 "Hari ini ajak lagi dirimu bicara mesra Berjujurlah pada dirimu kau bisa percaya" Lagu ini menggambarkan dialog internal untuk mencapai pemahaman dan penerimaan diri. Proses ini penting untuk mengatasi konflik batin dan mencapai kedamaian internal. Data 3 AuMaafkan semua yang lalu Ampuni hati kecilmuAu Lirik ini menunjukkan dialog internal individu dalam upaya berdamai dengan masa lalu. Dalam dialektika, terdapat interaksi antara pengalaman masa lalu yang mungkin penuh dengan rasa bersalah atau penyesalan dengan perspektif baru yang menekankan penerimaan dan pemulihan. Lirik ini mengajak pendengar untuk tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga merefleksikan dan mendamaikan diri dengan pengalaman tersebut. Data 4 AuLuka-luka hilanglah luka Biar tenteram yang berkuasaAu Di sini terlihat bahwa terdapat dialektika antara penderitaan . dan ketenteraman. Dalam pemaknaan hermeneutis, lirik ini menantang pemahaman tradisional bahwa luka emosional harus disembunyikan atau ditekan. Sebaliknya, lagu ini menyajikan gagasan bahwa luka dapat diatasi dengan cara menerima dan membiarkan ketenteraman mengambil alih. Data 5 AuSuarakan bilang padanya jangan paksakan apa pun Suarakan ingatkan terus aku makna cukupAu Konsep dialektika dalam lirik ini terletak pada pertentangan antara tekanan sosial yang menuntut pencapaian terus-menerus dan konsep "cukup" yang mengarah pada penerimaan diri. Lirik ini berusaha membentuk pemahaman baru yang menantang budaya kerja keras ekstrem . ustle cultur. dengan menekankan bahwa individu harus mengetahui batas dan memahami makna Data 6 AuBila lelah menepilah Hayati alur napasmuAu Lirik ini menggambarkan dialektika antara produktivitas dan istirahat. Dalam masyarakat modern, ada tuntutan untuk terus bekerja dan berkontribusi, tetapi di sisi lain, ada gerakan yang mendorong keseimbangan dan mindfulness. Lirik ini mengajak individu untuk memahami bahwa istirahat bukanlah kemunduran, melainkan bagian dari proses kehidupan yang sehat. Data 7 AuLuka-luka hilanglah luka Biar senyum jadi senjataAu Lirik ini menunjukkan adanya pertentangan antara luka . esedihan, penderitaa. dan senyum . imbol ketahanan, harapa. Dalam dialektika, individu tidak hanya menerima luka sebagai penderitaan yang pasif, tetapi juga meresponsnya dengan cara yang lebih konstruktifAidengan menjadikan senyum sebagai bentuk ketahanan diri. Ini menunjukkan adanya proses negosiasi makna, di mana seseorang mengubah luka menjadi kekuatan melalui sikap optimis dan penerimaan diri. Prejudis (Prasangka Positi. Gadamer menekankan bahwa setiap individu membawa prasangka atau praanggapan dalam proses memahami sebuah teks. Prasangka ini dipengaruhi oleh latar belakang budaya, pengalaman P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 77 Azza Akira Syakirina1,Analisis Lirik LaguA Jurnal Genta Mulia . pribadi, serta konteks sosial. Dalam lagu Diri, konsep ini dapat diterapkan untuk memahami bagaimana pendengar menafsirkan lirik berdasarkan pengalaman mereka sendiri. Data 8 "Kau terlalu berharga untuk luka Katakan pada dirimu semua baik-baik saja" Lirik ini menantang prasangka negatif terhadap diri sendiri dengan mendorong penerimaan dan penghargaan diri. Hal ini membantu pendengar mengatasi self-judgment dan stigma internal yang sering menjadi hambatan dalam mencapai kesejahteraan mental. Fusi of Horizon Dalam teori hermeneutika Gadamer, fusi horizon . usion of horizon. merujuk pada proses bertemunya horizon pemahaman lama . ang dipengaruhi oleh pengalaman, budaya, dan prasangka individ. dengan horizon baru . ang muncul dari interaksi dengan suatu teks, karya seni, atau pengalaman bar. Pemahaman seseorang terhadap suatu makna selalu berkembang melalui interaksi antara masa lalu dan perspektif baru yang didapatkan dalam dialog dengan suatu teks atau pengalaman. Dalam konteks lagu Diri oleh Tulus, fusi horizon terjadi ketika pendengar yang memiliki prasangka terhadap dirinya sendiri . orizon lam. mulai menafsirkan ulang pemahamannya tentang self-love dan penerimaan diri. Data 9 AuBisikkanlah terima kasih pada diri sendiri Hebat dia terus menjagamu dan sayangimuAu Dalam lirik ini, terjadi pertemuan antara pemahaman lama yang mungkin mengabaikan pentingnya apresiasi diri dengan perspektif baru yang menekankan penghargaan terhadap perjuangan dan ketahanan pribadi. Individu yang sebelumnya tidak terbiasa untuk mengakui usaha dan pengorbanannya kini diajak untuk melihat dirinya dalam cahaya yang lebih positif, di mana pengalaman masa lalu disatukan dengan wawasan baru mengenai pentingnya self-love dan self-appreciation. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan analisis yang dilakukan, lagu "Diri" karya Tulus memiliki makna yang mendalam terkait dengan refleksi diri dan penerimaan diri. Melalui pendekatan hermeneutika Gadamer, penelitian ini menemukan bahwa makna lagu terbentuk dalam interaksi antara teks dan Konsep fusi horizon menunjukkan bahwa pemaknaan lagu dapat berubah tergantung pada pengalaman dan latar belakang pendengar. Lirik lagu "Diri" menyampaikan pesan tentang pentingnya menghargai diri sendiri, menerima masa lalu, dan menjalani kehidupan dengan lebih Lagu ini juga mencerminkan perjalanan individu dalam memahami jati diri serta upaya untuk mencapai kedamaian batin melalui introspeksi dan rekonsiliasi dengan diri sendiri. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika Gadamer memberikan wawasan yang lebih luas dalam memahami bagaimana makna lagu berkembang dalam pengalaman pendengar. Interpretasi lagu tidak bersifat statis, melainkan terus berkembang sesuai dengan konteks sosial, budaya, dan psikologis individu yang mendengarkannya. Dengan demikian, lagu "Diri" tidak hanya berfungsi sebagai karya seni musik, tetapi juga sebagai medium refleksi yang memungkinkan pendengar untuk memahami dan mengapresiasi perjalanan hidup mereka sendiri. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi kajian lebih lanjut dalam analisis lirik lagu serta memperkaya pemahaman tentang musik sebagai sarana komunikasi emosional dan filosofis. DAFTAR PUSTAKA