JURNAL MANUTECH A 1 PENGGUNAAN METODE PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO) PADA OPTIMASI MULTIRESPON GAYA TEKAN DAN MOMEN TORSI PENGGURDIAN MATERIAL KOMPOSIT GLASS FIBER REINFORCE POLYMER (GFRP) YANG DITUMPUK DENGAN MATERIAL STAINLESS STEEL (SS) Angga Sateria1. Indra Dwi Saputra2. Yuli Dharta3 Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung Jurusan Teknik Elektronika - Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung Kawasan Industri Airkantung Sungailiat. Telp. Fax. 0717-93585, anggasateria@gmail. Abstract The Particle Swarm Optimization (PSO) method is one of the methods used for multirespon optimization in the manufacturing process. In this research, the material used is Glass fiber reinforced polymer (GFRP) composite material which is stacked with stainless steel material. The machining process used is a drilling process conducted on a vertical CNC machine Brother TC-22A-O. The thrust force and torque is the response used to evaluate the performance of the drilling process. The quality characteristics of this response "the smaller the better". The aim of this study was to identify the combination of process parameters to achieve the performance characteristics required in drilling process the GFRP-SS material using Particle Swarm Optimization methode (PSO). The three process parameters i. point angle, spindle speed, and feeding speed is used as a process parameter. Point angle was set at two different levels, while the other two were set at three different levels. Therefore, the 2 x 3 x 3 factorial is used as the experimental The experiments were replicated two times. The minimum thrust force and torque could be obtained by using point angle, spindle speed, and feeding speed are 118 o, 2330 rpm, and 65 mm/min Keywords: Drilling process. GFRP-SS material, particle swarm optimization, multiresponse optimization. Abstrak Metode Particle Swarm Optimization (PSO) adalah salah satu metode yang digunakan untuk optimasi multirespon pada proses manufaktur. Pada penelitian ini, material yang digunakan adalah Material komposit Glass fiber reinforced polymer (GFRP) yang direkatkan dengan material baja tahan karat . tainless stee. Proses pemesinan yang digunakan adalah proses gurdi yang dilakukan pada mesin CNC vertikal Brother TC-22A-O. Gaya tekan dan momen torsi adalah respon yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja proses gurdi tersebut. Karakteristik kualitas dari respon ini "semakin kecil semakin Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kombinasi parameter-parameter proses untuk mencapai karakteristik kinerja yang diperlukan dalam proses penggurdian material GFRP-SS menggunakan metode particle swarm optimization (PSO). Tiga parameter proses yang dipilh yaitu sudut ujung pahat, kecepatan spindel,dan kecepatan makan digunakan sebagai parameter proses. Sudut ujung pahat memiliki dua level, kecepatan spindel dan kecepatan makan memiliki tiga level. Oleh karena itu, faktorial 2 x 3 x 3 digunakan sebagai design eksperimen. Eksperimen direplikasi sebanyak dua kali. Gaya tekan dan momen torsi yang minimum dapat diperoleh dengan menggunakan sudut ujung pahat, kecepatan spindel,dan kecepatan makan masing-masing adalah 118o ,2330 rpm, dan 65 mm/menit. Kata kunci: Proses gurdi, material GFRP-SS, particle swarm optimization, optimasi multirespon. PENDAHULUAN Material komposit glass fiber reinforce polymer (GFRP) yang ditumpuk dan direkatkan dengan material baja tahan karat . tainless stee. umumnya digunakan dalam komponen struktur pesawat terbang termasuk bagian sayap dan bagian badan pesawat. Perakitan material tersebut biasanya Penggunaan Metode PSO Pada Optimasi Multirespon Gaya Tekan dan Momen Torsi Penggurdian Material Komposit GFRP Yang Ditumpuk Dengan Material Stainless Steel (Angga Sateri. 2 A memerlukan penyambungan mekanik . aut dan mu. dan dibutuhkan proses penggurdian untuk membuat lubang pada material tersebut . Selain persyaratan toleransi lubang sangat penting, juga harus diperhatikan umur dari pahat gurdi supaya dapat memproduksi lubang yang banyak dengan menggunakan sedikit pahat gurdi. Hal yang mempengaruhi kualitas lubang dan umur dari pahat gurdi tersebut adalah besarnya gaya tekan dan momen torsi yang terjadi pada saat proses penggurdian . Gaya tekan dan momen torsi adalah dua dari beberapa respon yang digunakan untuk mendapatkan kualitas lubang yang baik dalam penggurdian material GFRP/SS. Kedua respon harus minimum untuk mendapatkan kualitas lubang yang tinggi. Parameter pemesinan dan geometri pahat biasanya dipilih berdasarkan pengalaman operator atau pedoman yang diusulkan dari pabrikan. Pada proses pemesinan secara umum. Parameter pemesinan yang mempengaruhi karakteristik kualitas ataupun ukuran-ukuran kinerja adalah kecepatan spindel, kecepatan makan, geometri dan sudut ujung pahat . oint angl. Optimasi parameter proses pemesinan akan meningkatkan kualitas produk dan produktifitas kerja. Metode yang populer dalam beberapa tahun terakhir untuk menyelesaikan permasalahan optimasi adalah metode jaringan syaraf tiruan atau artificial neural network (ANN) digabungkan dengan particle swarm optimization (PSO). ANN merupakan algoritma pembelajaran pada artificial neural network (ANN) yang berfungsi untuk mempelajari hubungan antara parameter proses . dengan respon . , sehingga ANN mampu melakukan prediksi terhadap nilai respon yang akan didapat dengan menggunakan parameter proses yang ditentukan. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menyelesaikan permasalahan optimasi multi respon adalah metode PSO. PSO mampu mengidentifikasi nilai optimum secara global dengan keakuratan yang tinggi . Penggabungan metode ANN dengan PSO mampu digunakan untuk memprediksi dan menentukan parameter optimal yang menghasilkan gaya tekan torsi yang minimal pada proses pemesinan gurdi. METODE PENELITIAN Langkah-langkah penelitian ini ditunjukkan pada diagram alir berikut: Perhitungan nil ai fitness untuk masing-masing partikel Mulai Data hasil eksperimen Perhitungan pbest Perhitungan gbest Preprosesing hasil eksperimen Apakah kriteria pemberhentian terpenuhi? Pengolahan jaringan syaraf tiruan Hasil optimasi Inisialisasi PSO Uji konfirmasi Penentuan fungsi fitness Selesai Gambar 1 Diagram alir penelitian Material dan skema penggurdian Material yang digunakan pada penelitian ini adalah material baja tahan karat . tainless stee. yang ditumpuk dan direkatkan dengan material komposit GFRP. Spesimen benda kerja memiliki ukuran 200 x 30 x 5,3 mm. Tebal masing-masing material adalah stainless steel = 1,2 mm. GFRP = 4 mm, dan resin = 0. 1 mm. Posisi material stainless steel berada diatas dan material GFRP berada dibawah. Kedua material ini ditumpuk dan direkatkan dengan menggunakan resin jenis Loctite EA 934NA. Gambar 2 menunjukkan skema proses penggurdian GFRP-SS. Pahat gurdi yang digunakan dalam penelitian ini adalah two flute straight twist drill yang terbuat dari material karbida yang memiliki diameter 8 mm dan sudut helik 30 o. Penggurdian dilakukan pada mesin CNC vertikal Brother TC-22A-O dan dilakukan tanpa menggunakan Gaya tekan (F. dan momen torsi (M. diukur dengan menggunakan dinamometer KISTLER tipe JURNAL MANUTECH Vol. No. Juni 2018: 2 Ae 57 A 3 JURNAL MANUTECH Gambar 2 Skema proses penggurdian material GFRP-SS Desain Eksperimen. Terdapat tiga parameter proses yang digunakan pada penelitian ini. Parameter proses yang dipilih adalah sudut ujung pahat, kecepatan makan dan kecepatan spindel. Parameter proses dan masingmasing level yang digunakan dalam penelitian ini ditunjukkan pada Tabel 1. Pada desain eksperimen, dua parameter mempunyai tiga level dan satu parameter mempunyai dua level. Rancangan seperti ini bisa juga disebut desain faktorial 2 x 3 x 3 . Jumlah kombinasi faktor adalah sebanyak 18. Akan ada dua pengulangan/replikasi yang dilakukan untuk setiap percobaan untuk memperkirakan ketidakpastian Oleh karena itu, jumlah pengamatan adalah sebanyak 36. Respon-respon yang diamati pada penelitian ini adalah gaya tekan dan momen torsi. Rancangan percobaan dan hasil percobaan ditunjukkan pada Tabel 2. Tabel 1. Parameter proses dan masing-masing level Parameter proses Level Level Level Unit Sudut ujung pahat (PA) Kecepatan spindel (SS) Kecepatan makan (FS) mm/min Table 2. Desain eksperimen dan hasil eksperimen Parameter Fz (N) Mz (N. PA SS FS 232,80 234,30 3,035 3,187 291,20 315,20 4,594 3,976 350,30 370,20 5,350 5,666 152,60 160,40 2,195 2,018 235,50 230,20 2,900 2,824 290,40 284,20 3,591 3,614 109,20 109,40 1,597 1,551 190,80 182,50 2,074 1,911 250,90 257,50 2,708 2,672 293,10 309,90 2,828 2,941 379,00 344,90 4,085 4,064 424,60 437,20 5,331 5,211 212,40 224,10 1,793 1,855 288,10 279,20 2,571 2,246 349,70 358,60 3,280 3,261 175,50 163,70 1,334 1,282 249,20 240,00 1,631 1,678 300,70 314,40 2,220 2,390 Penggunaan Metode PSO Pada Optimasi Multirespon Gaya Tekan dan Momen Torsi Penggurdian Material Komposit GFRP Yang Ditumpuk Dengan Material Stainless Steel (Angga Sateri. 4 A Optimasi Multirespon Menggunakan Particle Swarm Optimization (PSO) C Penetuan fungsi fitnes . itness functio. Pada penelitian ini, fungsi fitnes didapatkan dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan. Fungsi fitnes didapatkan dengan menggabungkan dua fungsi objektif . bjective functio. menjadi satu fungsi fitnes . itness functio. Fungsi objektif dari masing-masing respon didapatkan dengan menggunakan persamaan berikut: ycCycaycyco = (Oc ycycyco . ) Oe . ) yc0yco 1 yce Oe2yc yc=1 yc = (Oc. ycuycn )) yc0yc yc=1 Dengan: ycCycaycyco = Respon dari eksperimen, yaitu gaya tekan dan torsi. 1 Particle Swarm Optimization (PSO) = nilai bobot dari dari hidden layer ke output layer = jumlah parameter proses. yc0 = nilai bias dari dari input layer ke hidden layer. = jumlah neuron pada hidden layer. yc0 = nilai bias dari dari hidden layer ke output layer. Metode Particle Swarm Optimization (PSO) k = jumlah parameter respon. z = nilai aktivasi masing-masing neuron pada hidden layer. Particle Swarm Optimization (PSO) merupakan metode optimasi yang dapat digunakan untuk parameter-parameter yang menghasilkan nilai respon yang optimum. PSO meniru u = nilai bobot dari dari input layer keproses hidden layer. sosial perilaku sekawanan burung atau ikan pada habitat alami. Setiap individu atau partikel berperilaku dengan cara menggunakan kecerdasannya . sendiri dan juga dipengaruhi perilaku kelompok Saat satu partikel atau seekor burung menemukan jalan yang tepat atau pendek menuju ke sumber makanan, sisa kelompok yang lain juga akan dapat segera mengikuti jalan tersebut meskipun lokasi mereka jauh di kelompok tersebut. Setiap individu atau partikel diperlakukan seperti sebuah titik pada suatu dimensi ruang tertentu. Terdapat dua faktor yang memberikan karakter terhadap status partikel pada ruang pencarian yaitu posisi partikel dan kecepatan partikel . Berikut merupakan formulasi matematika yang menggambarkan posisi dan kecepatan partikel pada suatu dimensi ruang ycuyc . = ycu1 . , ycu2 . A , ycuycycA . = yc1 . , yc2 . A , ycycycA . Dengan: ycu = posisi partikel yc = kecepatan partikel ycn = iterasi ke- ycn yc = indeks partikel ycA = jumlah partikel Persamaan untuk mekanisme pembaruan status partikel adalah sebagai berikut (Kennedy dan Eberhart, 1. = yc . cn Oe . yca yc . cE Oe ycu . cn Oe . ) yca yc . a Oe ycu . cn Oe . ) yc ycayceycyc,yc yc = ycyc . cn Oe . Dengan: yc = 1, 2. A , ycA merepresentasikan jumlah partikel ycCycaycycn = respon dari eksperimen yaitu gaya tekan, torsi, delaminasi lubang masuk dan delaminasi lubang keluar. ycEycayceycyc,yc = ycEycayceycyc,1 , ycEycayceycyc,2 . A , ycEycayceycyc,2 merepresentasikan personal best dari partikel ke-j yaycayceycyc = merepresentasikan global best dari seluruh kawanan. yca1 , yca2 = learning factor JURNAL MANUTECH Vol. No. Juni 2018: 4 Ae 57 A 5 JURNAL MANUTECH yc1 , yc2 = konstanta berupa bilangan random yang bernilai antara 0 sampai 1. Persamaan . digunakan untuk menghitung kecepatan partikel yang baru berdasarkan kecepatan sebelumnya, jarak antara posisi saat ini dengan posisi terbaik partikel . ersonal bes. dan jarak antar posisi saat ini dengan posisi terbaik kawanan . lobal bes. Partikel kemudian berpindah menuju posisi yang baru berdasarkan persamaan . Algoritma PSO ini dijalankan dengan sejumlah iterasi tertentu hingga mencapai kriteria pemberhentian, sehingga akan didapatkan solusi yang terletak pada global best. Persamaan ini akan disimulasikan dalam ruang dengan dimensi tertentu dengan sejumlah iterasi, sehingga di setiap iterasi posisi partikel akan semakin mengarah ke target yang dituju . inimalisasi atau maksimalisasi nilai fungs. Hal ini dilakukan hingga maksimum iterasi dicapai atau tercapainya kriteria pemberhentian yang lain. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh parameter proses gurdi terhadap hasil gaya tekan dan torsi Pengaruh kecepatan spindel dan kecepatan makan . terhadap gaya tekan dan torsi ditunjukkan pada Gambar 3. Pada Gambar 3 . ditunjukkan bahwa peningkatan kecepatan makan akan meningkatkan gaya tekan dan torsi pada penggurdian dengan menggunakan sudut ujung pahat sebesar 118o. Sedangkan peningkatan kecepatan spindel akan menurunkan besarnya gaya tekan dan torsi seperti ditunjukkan pada Gambar 3 . Peningkatan kecepatan spindel akan meningkatkan gesekan antara pahat gurdi dengan material stainless steel, sehingga meningkatkan temperatur pemotongan. Kenaikan dari temperatur pemotongan ini akan menyebabkan pelunakan terhadap material sehingga gaya tekan yang dihasilkan akan menurun . Pengaruh RPM terhadap gaya tekan pada PA=118 Mz(N. Fz(N) Pengaruh Feeding terhadap gaya tekan pada PA=118 Fs. m/meni. SS(Rp. Pengaruh feeding terhadap torsi pada PA=118 Pengaruh RPM terhadap torsi pada PA=118 Fs. m/meni. Mz(N. Fz(N) C SS(Rp. Gambar 3 Pengaruh kecepatan spindel dan feeding terhadap gaya tekan dan torsi Penggunaan Metode PSO Pada Optimasi Multirespon Gaya Tekan dan Momen Torsi Penggurdian Material Komposit GFRP Yang Ditumpuk Dengan Material Stainless Steel (Angga Sateri. 6 A C Optimasi parameter dengan menggunakan metode PSO Parameter proses yang didapatkan dari optimasi PSO dan respon yang diprediksi dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan ditunjukkan pada Tabel 3. Seting yang dipilih adalah seting yang menghasilkan respon yang paling kecil untuk ke dua respon. Tabel 3 Hasil seting optimasi PSO dan prediksi JST Process Parameters Prediksi Respon Sudut ujung Kecepatan Kecepatan Gaya tekan Momen torsi (N) (N. 115,322 1,680 Optimasi multirespon dengan menggunakan metode PSO menghasilkan sudut ujung pahat sebesar 118o, kecepatan spindel sebesar 2330 rpm dan kecepatan makan sebesar 65 mm/menit. Prediksi respon dengan menggunakan JST menghasilkan gaya tekan sebesar 115,322 N, dan momen torsi sebesar 1,680 Nm. Eksperimen konfirmasi Eksperimen konfirmasi dilakukan untuk membandingkan hasil prediksi JST dengan hasil Eksperimen konfirmasi direplikasi sebanyak tiga kali. Seting parameter proses pada eksperimen konfirmasi sesuai dengan hasil optimasi yang dilakukan dengan menggunakan metode PSO seperti ditunjukkan pada Tabel 3, yaitu sudut ujung pahat sebesar 118 o, kecepatan spindel sebesar 2330 rpm, kecepatan makan sebesar 65 mm/menit. Pengukuran gaya tekan dan momen torsi dilakukan pada setiap replikasi. Hasil eksperimen konfirmasi dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4 Hasil eksperimen konfirmasi Parameter proses Respon Sudut ujung Kecepatan Kecepatan Rata-rata Gaya tekan (N) Momen torsi (N. 114,43 117,36 116,48 116,09 1,633 1,631 1,624 1,629 Data hasil eksperimen konfirmasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata respon yang dapat dicapai adalah gaya tekan sebesar 116,09 N, dan momen torsi sebesar 1,629 Nm. SIMPULAN Berdasarkan analisa hasil eksperimen dan proses optimasi yang telah dilakukan pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kecepatan makan akan meningkatkan gaya tekan dan torsi Sedangkan peningkatan kecepatan spindel akan menurunkan besarnya gaya tekan dan torsi. Pengaturan parameter-parameter proses gurdi dengan menggunakan metode particle swarm optimization (PSO) yang dapat meminimumkan respon gaya tekan dan momen torsi secara serentak pada penggurdian material GFRP-stainless steel adalah sudut ujung pahat sebesar 118o, kecepatan spindel sebesar 2330 rpm dan kecepatan makan sebesar 65 mm/menit,. DAFTAR PUSTAKA