Jurnal Siti Rufaidah Volume 3. Nomor 4. November 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 62-70 DOI : https://doi. org/10. 57214/jasira. Tersedia: https://journal. org/index. php/JASIRA Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Gizi dengan Kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) di Puskesmas Tempunak Tessa Julia Tifania1*. Zesika Intan Navelia2. Siti Fadhilah3 Mahasiswa. STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Indonesia . Dosen STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Indonesia Email: tessatifania25@gmail. com 1, zesikanavelia@gmail. com 2, siti_fadhilah@gunabangsa. *Penulis Korespondensi: tessatifania25@gmail. Absract. heritage: persistent power Deficiency (CED) among pregnant women is a dietary problem that may have an effect on both maternal and fetal fitness. one of the influencing factors is the motherAos nutritional know-how. This look at aimed to investigate the relationship between nutritional knowledge and the prevalence of CED amongst pregnant ladies in the running area of Tempunak clinic. take a look at methods: This study employed an analytic observational design with a pass-sectional technique. The population consisted of 88 pregnant girls selected the use of purposive sampling. studies gadgets blanketed a dietary understanding questionnaire and Midhigher Arm Circumference (MUAC) measurement to decide CED fame. statistics analysis turned into executed the use of univariate analysis within the form of frequency distribution, and bivariate analysis with the Chirectangular check. effects: maximum respondents had exact nutritional information . ifty nine. 09%), and greater than 1/2 did not experience CED . 68%). The Chi-square check received a p-cost of 0. 000 (35 tahun SD/SMP SMA Perguruan Tinggi Ibu Rumah Tangga Swasta PNS/Wiraswasta Primigravida Multigravida Pendidikan Pekerjaan Paritas Sumber: Data Primer, 2025. Mayoritas responden berusia produktif . Ae35 tahu. sebanyak 77,3%, berpendidikan menengah (SMA) sebesar 50%, dan sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga . ,6%). Jurnal Siti Rufaidah - Volume 3. Nomor, 4 November 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 62-70 Tabel 2. Distribusi Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Gizi. Kategori Pengetahuan Frekuensi . Persentase (%) Baik . Ae100%) 59,09 Cukup . Ae75%) 20,45 Kurang (<56%) 20,45 Total Sumber: Data Primer, 2025. Sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan gizi baik . ,09%), namun masih terdapat 20,45% responden dengan pengetahuan kurang. Tabel 3. Distribusi Kejadian KEK Berdasarkan LiLA. Status Gizi (LiLA) Frekuensi . Persentase (%) KEK (<23,5 c. 44,32 Tidak KEK (Ou23,5 c. 55,68 Total Sumber: Data Primer, 2025 Sebanyak 44,32% ibu hamil mengalami KEK, menunjukkan masalah gizi masih cukup tinggi di wilayah kerja Puskesmas Tempunak. Tabel 4. Hubungan Pengetahuan Gizi dengan Kejadian KEK. Pengetahuan Gizi KEK (<23,5 c. Tidak KEK (Ou23,5 c. Total % KEK Baik Cukup Kurang Total Nilai p 0,000 Sumber: Data Primer, 2025. Uji Statistik: Chi-Square (NA = 30,410. p = 0,000 < 0,. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Ibu hamil dengan pengetahuan gizi baik memiliki risiko lebih rendah mengalami KEK dibandingkan dengan ibu yang berpengetahuan kurang. Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan gizi memiliki peran penting terhadap status gizi ibu hamil. Sebagian besar ibu yang memiliki pengetahuan gizi baik tidak mengalami KEK, sedangkan seluruh ibu hamil dengan pengetahuan kurang mengalami Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Gizi dengan Kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) di Puskesmas Tempunak KEK. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan gizi, semakin rendah risiko terjadinya kekurangan energi kronik. Pengetahuan gizi yang baik memungkinkan ibu memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk sumber protein, zat besi, asam folat, serta mikronutrien penting lainnya untuk mendukung pertumbuhan janin dan menjaga kesehatan ibu. Sebaliknya, pengetahuan yang kurang menyebabkan pola makan yang tidak tepat, asupan makanan yang terbatas, dan rendahnya kesadaran akan pentingnya zat gizi selama kehamilan. Hasil ini sejalan dengan penelitian Mulazimah & Wati . dan Riana et al. yang menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan gizi dan status gizi ibu hamil. Edukasi gizi terbukti efektif menurunkan prevalensi KEK. Selain itu, faktor sosial ekonomi, pendidikan, serta akses terhadap pelayanan kesehatan juga berperan penting dalam memperkuat pengetahuan gizi ibu. Dengan demikian, perlu dilakukan peningkatan edukasi dan konseling gizi secara berkelanjutan melalui kelas ibu hamil, posyandu, dan kegiatan penyuluhan terpadu agar pengetahuan ibu meningkat, status gizi membaik, dan angka kejadian KEK dapat ditekan di wilayah kerja Puskesmas Tempunak. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Karakteristik Responden Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tertinggi ibu hamil yang berada pada kelompok usia 25Ae35 tahun . ,77%), sedangkan jumlah terendah berada pada kelompok tidak pernah sekolah . ,68%). Dari segi pekerjaan, mayoritas responden adalah ibu hamil yang bekerja . %). Pengetahuan Ibu Hamil tentang Gizi Sebagian besar responden . ,09%) memiliki pengetahuan gizi yang baik, sementara hanya sedikit . ,36%) yang tidak. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memahami gizi, tetapi sebagian kecil tidak. Kejadian KEK Responden tidak mengalami KEK . ,68%), sedangkan yang mengalami KEK sebesar 44,32%. Artinya, meskipun lebih dari separuh responden berada dalam kondisi baik, masih terdapat jumlah yang cukup besar mengalami KEK. Hubungan Pengetahuan dengan KEK Jurnal Siti Rufaidah - Volume 3. Nomor, 4 November 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 62-70 Terdapat hubungan dengan nilai p 0,000 (<0,. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa 78,8% responden dengan pengetahuan tinggi tidak merasakan KEK, tetapi 100% responden dengan pengetahuan rendah merasakannya. Uji Chi-Square menunjukkan korelasi yang signifikan antara kesadaran gizi ibu hamil dan kejadian KEK . ilai p < 0,. Saran Bagi Ibu Hamil Peningkatan pemahaman tentang diet seimbang selama kehamilan membantu mencegah Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan melindungi ibu dan janin. Bagi Petugas Kesehatan. Disarankan untuk lebih intensif melakukan kegiatan penyuluhan, edukasi, serta pendampingan terkait gizi ibu hamil dengan metode komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang mudah dipahami, agar dapat menekan angka KEK di wilayah kerja Puskesmas Tempunak. Bagi Instansi (Puskesmas Tempuna. Diperlukan bisa menaikkan kualitas pelayanan kesehatan ibu melalui penguatan program gizi, pembinaan kader posyandu, serta deteksi dini risiko KEK pada mak hamil secara rutin. Bagi Peneliti Selanjutnya Agar hasil penelitian lebih lengkap dan bermanfaat bagi kebidanan, diperlukan variabel tambahan yang terkait dengan kesehatan gizi ibu hamil dan desain penelitian yang lebih UCAPAN TERIMA KASIH