Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 2 No. Bulan Oktober Tahun 2022 ISSN: e 2776-785X Pengelolaan Pembelajaran pada Pelatihan Pengelola Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya Indah Berlian Rahmawati1A. Ishaq2. Edi Widianto3 1,2,3Departemen Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang Email : indahberln@gmail. com, m. fip@um. id, edi. fip@um. Article history: Received: 2022-09-02 Revised: 2022-09-03 Accepted: 2022-10-29 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pengelolaan pembelajaran secara daring pada pelatihan pengelola pusat pelatihan pertanian dan perdesaan swadaya (P4S) di balai besar pelatihan pertanian (BBPP) Ketindan yang ditinjau dari aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi yang selanjutnya dianalisis menggunakan analisis data kualitatif Miles dan Hubberman. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan pembelajaran pada pelatihan pengelola P4S meliputi: . proses perencanaan pelatihan disusun oleh seksi program dan kerja sama yang diawali dengan kegiatan identifikasi kebutuhan pelatihan di lapangan, penyusunan judul pelatihan kemudian penentuan sasaran pelatihan dan penganggaran biaya pelatihan sesuai dengan rencana kegiatan yang disusun, . pelaksanaan kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Pendidikan Orang Dewasa/Andragogi dan dilakukan secara online dengan memanfaatkan Learning Management System (LMS) melalui situs e-learning BBPP Ketindan, proses pelaksanaan pelatihan dikelola oleh seksi penyelenggaraan pelatihan non aparatur, . kegiatan evaluasi mencakup kegiatan evaluasi awal atau pretest yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta sebelum mengikuti kegiatan pelatihan, dan evaluasi akhir atau post-test yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana peneningkatan pengetahuan peserta pelatihan sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan pelatihan. Kata Kunci: pengelolaan pembelajaran, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi ABSTRACT This study aims to describe online learning management in pusat pelatihan pertanian dan perdesaan swadaya (P4S) managers training at balai besar pelatihan pertanian (BBPP) Ketindan in terms of planning, implementation, and evaluation aspects. This research uses a qualitative approach. Data was collected using observation, interview and documentation techniques which were then analyzed using Miles and Hubberman qualitative data analysis. Checking the validity of the data in this study was carried out by using triangulation techniques. The results of the study show that online learning management in P4S institutional management training includes: . the training planning process is prepared by the program and cooperation section which begins with identifying training needs in the field, preparing training titles then determining training targets and budgeting training costs in accordance with the activity plans are prepared, . the implementation of training activities is carried out using the Adult Education/Andragogy approach and is carried out online by utilizing the Learning Management System (LMS) through the BBPP Ketindan e-learning site, the training implementation process is managed by the non-apparatus training section , . evaluation activities include initial evaluation activities or pre-test which aims to determine the extent of participants' knowledge before participating in training activities, and final evaluation or post-test conducted to determine the extent of improvement in knowledge of the training participants before and after participating in the training activities. Keywords: learning management, planning, implementation. Evaluation Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 2 No. Bulan Oktober Tahun 2022 ISSN e 2776-785X PENDAHULUAN Perkembangan era globalisasi yang sangat pesat menuntut semua lapisan masyarakat untuk terus mempunyai peningkatan daya saing terhadap keberagaman sektor dunia pekerjaan. Bidang pekerjaan yang beragam membutuhkan sumber daya manusia yang profesional dan kompeten di bidang keilmuan tertentu. Segala bidang keilmuan berkontribusi terhadap dunia kerja. Seseorang dapat memperoleh pengetahuan dan mengasah kompetensi dengan mengikuti pendidikan nonformal. Peningkatan kompetensi dalam pendidikan nonformal membutuhkan pengelolaan yang efektif mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada kenyataanya, sebagian besar masyarakat belum menerima akses untuk pendidikan di luar sekolah. Padahal untuk mendapatkan kesempatan kerja yang layak dibutuhkan layanan pendidikan nonformal yang dapat meningkatkan kompetensi Pengembangan sumber daya manusia sebagai upaya pemberdayaan yang selama ini dilakukan, seringkali tidak sesuai dengan prosedur pelatihan sehingga menyebabkan ketidakcapaian tujuan pembelajaran. Lembaga yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan harus melalui tahapan pengelolaan pembelajaran pada program pelatihan meliputi identifikasi kebutuhan diklat, perencanaan diklat, penyelenggaraan diklat, dan evaluasi diklat (Hidayat, 2. Dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan perlu mempersiapakan tahapan-tahapan yang tepat dalam mengelola kegiatan pembelajaran. Fungsi pengelolaan pembelajaran merupakan aplikasi dari fungsi manajemen yang diterapkan oleh pendidik dalam pembelajaran untuk mendukung tujuan pembelajaran yang ingin dicapai (Yulianingsih & Machfud, 2. Namun realitanya di lapangan, tidak sedikit masyarakat yang belum mendapatkan akses terhadap pendidikan nonformal. Padahal untuk mendapatkan kesempatan kerja yang layak dibutuhkan layanan pendidikan nonformal yang dapat meningkatkan kompetensi kerja. Profesionalisme seseorang dalam suatu bidang kerja tertentu ditunjukkan oleh kompetensi yang dimiliki (Dedi & Hasrudy, 2. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan merupakan salah satu bidang pelatihan pertanian dari unit dari unit pelaksana teknis yang ada di Indonesia, secara teknis dinaungi serta bertanggung jawab langsung kepada Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). BBPP Ketindan terletak di Jalan Ketindan No. 1 Lawang Kecamatan Lawang Kabupaten Malang Jawa Timur. Tugas BBPP Ketindan adalah menyelenggarakan diklat fungsional bagi aparatur, diklat teknis dan profesi, serta pengembangan model dan teknik diklat fungsional dan teknis di bidang pertanian bagi aparatur dan non aparatur pertanian. Sistem penyelenggaraan pelatihan di BBPP Ketindan pada masa pandemi covid-19 mengharuskan untuk melaksanakan kegiatan pelatihan secara daring atau disebut dengan pembelajaran e-Learning . ull onlin. dengan mengacu pada beberapa ketentuan pembelajaran. Elearning diartikan sebagai proses pembelajaran yang dilakukan dengan mengakses jejaring internet dengan konektivitas, aksesibilitas, fleksibilitas, dan penguasaan kinerja dalam menghasilkan interaksi dalam pembelajaran (Sadikin & Hamidah, 2. Salah satu pelatihan yang diselenggarakan oleh BBPP Ketindan dengan menggunakan metode pembelajaran e-learning adalah pelatihan pengelola bagi pusat pelatihan pertanian perdesaan swadaya (P4S). Upaya peningkatan kualitas produktivitas pertanian masyarakat yang bermutu tidak terlepas dengan adanya sumber daya manusia pertanian yang kompeten dalam menjalankan kinerjanya. Penyelenggaraan pelatihan dengan menggunakan metode e-learning di Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan membutuhkan sumber daya manusia yang handal dan kompeten dalam bidang teknologi. Berdasarkan studi dokumentasi, peneliti memperoleh data dari hasil evaluasi kepuasan peserta terhadap penyelenggaraan e-training pengelolaan kelembagaan P4S di BBPP Ketindan menunjukkan rata-rata 4,26 dengan kategori baik. Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) merupakan lembaga pelatihan di bidang pertanian dan perdesaan yang dibangun, dimiliki, dan dikelola para petani dengan swadaya secara perseorangan atau kelompok. P4S diharapkan bisa secara langsung menjalankan keaktifan perannya melalui peningkatan sumber daya manusia di bidang pertanian dalam rangka pembangunan pertanian yang diwujudkan melalui pelatihan/permagangan bagi petani serta masyarakat Salah satu kegiatan P4S berupa permagangan di bidang pertanian perdesaan secara teratur dan kesinambungan (Chidmat, 2. Kelembagaan P4S memiliki kedudukan yang cukup strategis untuk terus dilakukan pemberdayaan baik dari sisi aspek pengelolaan pelatihan atau permagangan serta pengembangan dalam bidang usaha. Sehingga kontribusi untuk selanjutnya mampu menghasilkan keterampilan pertanian yang inovatif baik dari pemanfaatan teknologi maupun potensi-potensi pertanian di lingkungan masyarakat bisa meningkat. Dukungan usaha yang senantiasa dioptimalkan terfokus pada upaya untuk memberdayakann potensi pertanian setempat Page 156 of 9 PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PADA PELATIHAN PENGELOLA PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PERDESAAN SWADAYA Indah Berlian Rahmawati 1A. Ishaq 2. Edi Widianto 3 yang dimiliki oleh petani dengan mensinergikan pengelolaan sumber daya lokal baik fisik atau Pengelolaan merupakan cara memanfaatkan sumber daya manusia atau sumber daya lainnya yang direalisasikan untuk mencapai suatu tujuan (Musrifah, 2. Usaha dalam rangka meningkatkan kualitas pertanian masyarakat didukung dengan sumber daya manusia yang mumpuni. Pemberdayaan terhadap potensi yang dimiliki oleh petani nantinya dapat memberikan kebermanfaatan dalam menunjang pemenuham kebutuhan petani itu sendiri. Sistem penyelenggaraan pelatihan di BBPP Ketindan pada masa pandemi covid-19 mengharuskan untuk melaksanakan kegiatan pelatihan secara daring atau disebut dengan pembelajaran e-Learning . ull onlin. dengan mengacu pada beberapa ketentuan pembelajaran. Salah satu pelatihan yang diselenggarakan oleh BBPP Ketindan dengan menggunakan metode pembelajaran e-learning adalah pelatihan pengelola bagi pusat pelatihan pertanian pedesaan swadaya (P4S). Upaya peningkatan kualitas produktivitas pertanian masyarakat yang bermutu berhubungan dengan adanya sumber daya manusia yang kompeten dalam menjalankan kinerjanya dalam bidang Berdasarkan pada uraian tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengelolaan pembelajaran yang ditinjau dari aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi diklat pada pelatihan pengelola P4S di BBPP Ketindan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk memberikan gambaran secara rinci dan mendalam terkait pengelolaan pembelajaran mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelatihan. Peneliti mengumpulkan data pada seksi program dan kerja sama, seksi penyelenggaraan pelatihan dan seksi evaluasi dan pelaporan berupa data lisan, gambar, dokumentasi, dan pengamatan perilaku. Semua kegiatan mulai pengumpulan data, analisis data sampai dengan penyusunan hasil dilakukan oleh peneliti sebagai instrumen dalam penelitiam dan pengumpul data utama yang tidak boleh ditinggalkan. Lokasi penelitian ini adalah di BBPP Ketindan yang berlamatkan di Jalan Ketindan No. 1 Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Sumber data primer yang diperoleh dari hasil yang dikumpulkan dan dapat memberikan informasi termasuk data-data wawancara dan obeservasi yang dilakukan secara berkala. Sumber data sekunder atau pendukung merupakan sumber data yang menunjang data dan diperoleh dari sumber data utama. Sumber data pendukung ini diperoleh dari dokumen berupa foto-foto atau catatan lain yang menunjang data Proses analisis data mencakup 3 tahapan kegiatan yang dilakukan yaitu reduksi data, dispalay data dan verfiikasi data. Reduksi data merupakan kegiatan menentukan informasi terkait data penelitian yang sedang dibutuhkan. Pada penelitian ini data dikelompokkan berdasarkan fokus penelitian untuk memudahkan pengambilan kesimpulan dan pengambilan data selanjutnya. Data yang direduksi berdasarkan pada pengamatan terhadap proses pengelolaan pembelajaran secara daring pada pelatihan. Wawancara kepada seksi program dan kerjasama, seksi penyelenggaraan pelatihan dan seksi evaluasi dan pelaporan, serta dokumen-dokumen yang menunjang data penelitian . Display data merupakan informasi yang dihasilkan dari pengorganisiran reduksi data kemudian disusun menjadi sebuah ringkasan yang testruktur, sehingga peneliti dapat lebih memahami proses pengelolaan pembelajaran secara dari pada pelatihan pengelola P4S. Verifikasi data merupakan tahapan aktivitas menarik sebuah kesimpulan atau substansi yang dihasilkan dari display data. Verifikasi data ini dilakukan dengan memeriksa informasi yang didapatkan melalui informan Verifikasi data ini dilakukan untuk memastikan data yang telah disajikan sesuai dengan hasil penelitian atau masih ada hal yang perlu mendapat perbaikan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengelolaan pembelajaran pada pelatihan dipandang sebagai salah satu aspek yang sangat fundamental dalam menangani problematika penyelenggaraan program pelatihan. Pada dasarnya pengelolaan pelatihan dapat diartikan sebagai keseluruhan proses yang menyangkut proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya yang bersifat fisik untuk mencapai tujuan pelatihan yang ditetapkan. Perencanaan merupakan proses awal dalam sebuah pengelolaan pembelajaran yang akan menggambarkan bagaimana proses-proses pembelajaran selanjutnya Proses perencanaan pembelajaran pada pelatihan pengelola P4S dirancang oleh seksi program dan kerja sama. Perencanaan pelatihan disusun berdasarkan analisis kebutuhan pelatihan sebagai pedoman penyelenggara pelatihan dalam melaksanakan program pelatihan agar tujuan dalam pelatihan dapat tercapai. Kegiatan perencanaan pelatihan pengelola P4S dirancang oleh seksi 157 | P a g e Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 2 No. Bulan Oktober Tahun 2022 ISSN e 2776-785X program dan kerja sama secara luring di ruang AOR . griculture operation roo. Rapat pelaksanaan ini dilakukan oleh bagian penyelenggaraan pelatihan beserta widyaiswara yang bertugas dalam penyampaian materi pada pelatihan pengelola P4S. Proses perencanaan pada pelatihan pengelola P4S dengan metode e-learning meliputi identifikasi kebutuhan pelatihan, penentuan judul pelatihan, penetapan sasaran pelatihan, dan penyusunan anggaran biaya pelatihan. Tahapan persiapan pelaksanaan pelatihan pengelola P4S di BBPP Ketindan, analisis kebutuhan pelatihan merujuk pada proses perencanaan pelatihan dengan mempersiapkan komponenkomponen yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan pelatihan. Pelaksanaan kegiatan pelatihan didasarkan pada kondisi nyata yang ada di lapangan. Adanya analisis kebutuhan akan memberikan solusi atas kebutuhan yang ada di lapangan. Identifikasi kebutuhan pelatihan dilakukan oleh seksi program dan kerjasama dengan berkirim surat ke dinas pertanian di wilayah kerja BBPP Ketindan untuk mengetahui atau meminta usulan-usulan pelatihan yang sesuai dengan program eselon 1 maupun kementrian dan memang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Penentuan kuota peserta pelatihan ditentukan oleh seksi penyelenggaraan pelatihan non aparatur, akan tetapi dari perencanan hanya sebatas menetapkan sasaran pelatihahannya saja. Penetapan sasaran pelatihan pada pelatihan pengelola P4S khususnya pada pelatihan daring pelatihan pengelola P4S dengan metode e-learning, sasaran kegiatannya berasal dari hasil identifikasi klasifikasi P4S tahun anggaran 2020. Sasaran pelatihan pengelola P4S mengacu pada klasifikasi-klasifikasi tertentu dengan memperhatikan beberapa persyaratan peserta dalam mengikuti kegiatan pelatihan pengelola P4S. Penyusunan anggaran biaya pada pelatihan ditentukan oleh pusat langsung, namun untuk pembagian anggaran di dalamnya disusun oleh perencana sesuai dengan arahan dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kegiatan perencanaan yang dikelola oleh seksi penyelenggaraan pelatihan non aparatur antara lain persiapan administrasi pelatihan seperti penyusunan Term of References (TOR), kurikulum pelatihan, panduan pelatihan, jadwal pelatihan, surat pemanggilan peserta pelatihan dan persiapan teknis pelatihan yang akan diterapkan selama proses pembelajaran. Pelaksanaan pelatihan pengelolaan pembelajaran secara daring pada pelatihan pengelola P4S dilaksanakan berdasarkan pada petunjuk teknis yang sudah ditetapkan. Salah satu pelatihan non aparatur yang dilaksanakan dengan menggunakan metode pembelajaran daring adalah pelatihan pengelola P4S. Kegiatan pelatihan pengelola P4S dilaksanakan selama lima hari mulai tanggal 28 September sampai dengan 02 Oktober 2020 di BBPP Ketindan. Pelaksanaan pelatihan pengelola P4S melibatkan peran dari bagian pelayanan diklat khususnya pelayanan diklat yang bertugas dalam pelatihan yang bersifat non aparatur. Tugas dari bagian pelayanan diklat antara lain mempersiapkan pelaksanaan teknis pelatihan dan bertanggungjawab atas pelaksanaan pembelajaran mulai dari awal hingga akhir pelatihan. Pelaksanaan pelatihan didasarkan pada proses perencanaan yang dilakukan oleh seksi program dan seksi penyelenggaraan pelatihan non aparatur. Kegiatan pelaksanaan pelatihan pengelola P4S berlangsung dengan metode e-learning. Media pelatihan yang digunakan dalam proses pelatihan ini memanfaatkan LMS (Learning Management Syste. , whatsapp, dan zoom cloud Adapun proses pembelajaran dilaksanakan dengan berbagai metode antara lain online mandiri, tatap muka virtual, diskusi, tanya jawab dan penugasan. Segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proses pembelajaran dapat diakses melalui LMS (Learning Management Syste. Metode pembelajaran online mandiri dilakukan oleh peserta pelatihan di dalam kelas maupun di luar kelas secara individu atau berkelompok. Dalam metode pembelajaran online peserta pelatihan dapat mengakses LMS untuk mempelajari bahan pembelajaran dan penugasan. LMS ini memberikan kemudahan peserta dalam mengikuti proses pembelajaran yang berlangsung. Penugasan yang diberikan oleh fasilitator diberikan melalui media LMS, untuk mengunggah hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Penugasan berupa dokumen atau video yang merupakan hasil unjuk kerja peserta pelatihan selama mengikuti proses pembelajaran. Melalui media pembelajaran tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi peserta pelatihan sebagai dukungan terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan. Karena dengan adanya media-media pembelajaran tersebut bahan-bahan atau materi-materi pelatihan dapat diakses dan dipelajari sebelum pembelajaran Pola proses pelatihan pengelola P4S meliputi . registrasi peserta pelatihan, . pembukaan pelatihan, . evaluasi awal atau pre-test, . penyampaian materi kelompok dasar, inti dan penunjang, . rencana implementasi, . evaluasi akhir atau post-test, dan . penutupan pelatihan. Proses pembelajaran pada pelatihan pengelola P4S yang dilakukan secara daring, berlangsung dengan tertib sesuai dengan peraturan tata tertib yang diberikan oleh penyelenggara pelatihan. Peraturan yang Page 158 of 9 PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PADA PELATIHAN PENGELOLA PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PERDESAAN SWADAYA Indah Berlian Rahmawati 1A. Ishaq 2. Edi Widianto 3 diberlakukan antara lain selama mengikuti proses pembelajaran, peserta wajib menyalakan kamera atau on-cam. Kemudian apabila peserta ingin meninggalkan room zoom untuk kepentingan tertentu, peserta harus izin kepada penanggung jawab pelatihan demi kelancaran berlangsungnya proses Registrasi pelatihan pada awal pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui aplikasi zoom meeting, kemudian peserta melakukan pengisian daftar hadir dan dilanjutkan dengan pengarahan program oleh penyelenggara pelatihaan. Pembukaan pelatihan dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom yang dibuka secara langsung oleh Kepala BBPP Ketindan sekalgius penyampaian sambutan dan pemberian motivasi untuk mengikuti pelatihan kepada peserta. Kemudian evaluasi awal atau pre-test dilakukan untuk mengetahi nilai awal yang menjadi acuan dalam menilai sejauh mana pemahaman peserta sebelum mendapatkan materi pelatihan dari widyaiswara. Lembar pre-test diberikan oleh seksi evaluasi dan pelaporan melalui google form yang dapat diakses melalui LMS BBPP Ketindan. Penyampaian materi dilakukan oleh widyaiswara BBPP Ketindan yang ditugaskan sesuai materi yang ditentukan. Media pembelajaran yang digunakan oleh widyaiswara antara lain bahan ajar, live chat, vidio, dan bahan tayang. Pemanfaatan LMS digunakan untuk belajar mandiri peserta pelatihan, kalau whatsapp digunakan untuk koordinasi pelaksanaan kegiatan pelatihan, kemudian zoom digunakan untuk proses pembelajaran baik untuk pemberian materi dan diskusi. Pemanfaatan media-media pembelajaran ini dilakukan agar peserta pelatihan lebih mudah untuk memahami materi pelatihan yang akan disampaikan. Dalam setiap sesi penyampaian materi, sebelumnya widyaiswara menyiapkan video pembelajaran untuk menjadi bahan tayangan dari setiap sesi pembelajaran. Video pembelajaran yang ditayangkan memberikan gambaran terhadap materi pembelajaran yang akan Pemanfaatan media-media pembelajaran pada suatu kegiatan pelatihan harus didukung dengan penggunaan metode-metode pelatihan. Dalam pelaksanaan pembelajaran pada pelatihan pengelola P4S ini, widyaiswara menggunakan metode ceramah, diskusi dan penugasan. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan materi yang sedang dipelajari oleh peserta pelatihan agar lebih mudah memahami materi pembelajaran. Setelah sesi pemberian materi pembelajaran biasanya dilanjutkan dengan diskusi baik itu tanya jawab antara widyaiswara dengan peserta pelatihan atau bahkan diskusi peserta pelatihan dengan peserta pelatihan. Di akhir sesi pembelajaran widyaiswara akan memberikan penugasan sebagai bentuk latihan dari materi pembelajaran yang sudah diperoleh Rencana implementasi dilakukan di akhir kegiatan untuk menyusun rencana implementasi pelatihan selama pelaksanaan pelatihan. Dari setiap pemberian materi pelatihan terdapat penugasan yang diberikan kepada peserta pelatihan, tujuannya untuk menginterpretasikan peningkatan terhadap pemahaman materi peserta pelatihan setelah penyampaian materi oleh widyaiswara. Kemudian dilanjutkan dengan post-test untuk mengukur sejauh mana peninngkatan pengetahuan setelah mengikuti pelatihan, yang dilakukan secara online dengan form penilaian yang telah disediakan. Proses evaluasi pada pelatihan pengelola P4S menjadi bagian dari seksi evaluasi dan Evaluasi dilakukan untuk mengevaluasi peserta pelatihan, widyaiswara, dan penyelenggaraan pelatihan. Kegiatan evaluasi dilaksanakan dengan memanfaatkan LMS (Learning Management Solutio. sebagai media evaluasi. Kegiatan evaluasi pada pelatihan ini dilaksanakan di awal dan di akhir pelatihan atau yang biasanya disebut pre-test dan post test. Pre-test digunakan untuk mengukur pengetahuan awal peserta sebelum mengikuti kegiatan pelatihan. Selanjutnya post-test digunakan untuk meninjau peningkatan pengetahuan atau keterampilan peserta pelatihan sesudah mengikuti kegiatan pelatihan. Jenis evaluasi yang digunakan pada pelatihan pengelola P4S dengan metode e -learning antara lain evaluasi daily mood, evaluasi fasilitator, evaluasi terhadap peserta pelatihan dan evaluasi penyelenggaraan pelatihan. Evaluasi daily mood digunakan untuk mengukur kepuasan peserta pada hari h pembelajaran yang diekspresikan dalam bentuk emoticon sedih, senang dan bahagia. Kemudian evaluasi fasilitator dikerjakan peserta pleatihan untuk mengisi form penilaian terhadap metode dan teknik penyampaian yang digunakan oleh narasumber dalam menyampaikan materi pelatihan termasuk sikap dan metode dalam menyampaikan materi. Selanjutnya evaluasi terhadap peserta pelatihan dilakukan oleh fasilitator untuk menilai peserta pelatihan dari setiap materi yang diberikan baik sikap atau keaktifan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Evaluasi penyelenggaraan digunakan untuk menilai keseluruhan proses pelatihan mulai dari pembukaan sampai pada penutupan termasuk fasilitas pelayanan pada pelatihan. Dalam penyelenggaraan pelatihan membutuhkan monitoring selama proses pembelajaran Kegiatan monitoring dimaksudkan untuk mengetahui ketepatan kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan perencanaan. Pada pelatihan pengelola P4S dengan metode e-learning, 159 | P a g e Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 2 No. Bulan Oktober Tahun 2022 ISSN e 2776-785X monitoring kegiatan pembelajaran tidak hanya dilakukan oleh tim evaluator saja. Akan tetapi terdapat pembagian tugas monitoring sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Kegiatan monitoring pada pelatihan ini berupa pemantauan oleh bagian monitoring dan evaluasi saat berlangsungnya proses kegiatan pembelajaran yang disesuaikan dengan pembagian jadwal monitoring oleh seksi evaluasi dan monitoring. Setelah dilakukan proses penilaian, apabila terjadi ketidakseimbangan yang muncul saat berlangsungya program pelatihan, maka dari pihak lembaga akan menindaklanjuti ketidakseimbangan tersebut melalui analisis hasil dari penilaian yang diberikan. Hasil penilaian ini dapat menunjukkan poin-poin evaluasi yang mencakup hal-hal yang menghambat maupun mendukung kegiatan pelatihan. Pengelolaan pembelajaran dalam suatu kegiatan pelatihan dianggap sebagai salah satu faktor yang sangat substansial dalam menanggapi problematika yang muncul pada penyelenggaraan program pelatihan. Pada dasarnya pengelolaan pelatihan dapat diartikan sebagai keseluruhan proses yang menyangkut penggunaan sumber daya manusia dan sumber daya material mengarahkan dalam mencapai tujuan pelatihan yang ditetapkan. Pengelolaan merupakan penanganan dan penggunaan seluruh elemen sumber daya sesuai dengan rencana yang dibutuhkan sebagai upaya dalam menentukan kinerja untuk mencapai suatu tujuan kerja tertentu (Haerana & Arafa, 2. Perencanaan merupakan suatu proses untuk menentukan rangkaian-rangkaian kegiatan yang akan Proses perencanaan pelatihan disusun sesuai dengan tujuan pelatihan sendiri yaitu untuk meningkatkan keterampilan dalam upaya peningkatan kompetensi kerja. Penyelenggara pelatihan kerja harus mempersiapkan penyusunan rencana program pelatihan sesuai dengan adanya pemberlakuan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesi. dan menjadikanya sebagai pedoman (Andzarini, 2. Perencanaan pembelajaran terdiri dari beberapa tahapan untuk menentukan strategi yang digunakan selama proses pembelejaran agar tujuan pembelajaran dapat Tahap awal yang dilakukan sebelum penyelenggaraan pelatihan pengelola P4S yakni identifikasi kebutuhan pelatihan. Identifikasi kebutuhan dilaksanakan untuk mengetahui kesenjangan yang ada di masyarakat dalam bidang pertanian. Adanya masalah dalam bidang pertanian yang ada di masyarakat dapat menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pelatihan. Identifikasi kebutuhan pelatihan kegiatan untuk mengetahui informasi mengenai kebutuhan kuantitas dan kapasitas sumber daya Identifikasi kebutuhan pelatihan merupakan kegiatan untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan dan kompetensi yang dibutuhkan seseorang dalam menghasilkan kinerja berdasarkan SKKNI (Rahargo & Jannah, 2. Identifikasi kebutuhan pelatihan penting untuk dilaksanakan untuk mendapatkan ide pemecahan masalah atas sebuah permasalahan agar tujuan pelatihan itu dapat dicapai secara maksimal yang tepat pada sasaran. Perencanaan pembelajaran menjadi komponen yang fundamental dalam menyelenggarakan proses pembelajaran, karena menjadi awal langkah dalam sebuah penyelenggaraan pelatihan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan suatu perencanaan adalah melalui kegiatan analisis SWOT (Adicahya, 2. Adanya perencanaan yang baik, maka serangkaian proses pembelajaran yang dihasilkan lebih terstrukutr guna mencapai tujuan pembelajaran yang telah Selaras pada hal ini menunjukkan hasil pembahasan yang telah disebutkan bahwasanya proses perencanaan meliputi beberapa tahapan kegiatan. Tahapan kegiatan perencanaan antara lain identifikasi kebutuhan pelatihan, perumusan tujuan pelatihan dan sasaran pelatihan, penentuan materi pelatihan, kurikulum pelatihan, biaya pelatihan, media dan metode pelatihan serta evaluasi kegiatan pelatihan. Pengelolaan pembelajaran daring tentu saja berbeda dengan pengelolaan pembelajaran pada Pengelolaan pembelajaran daring membutuhkan persiapan yang matang agar dapat menghasilkan proses pembelajaran yang baik. Interaksi pembelajaran daring terjadi secara online, dimana antara pendidik dan peserta didik tidak bertatap muka secara langsung akan tetapi melalui Pembelajaran daring menerapkan pola pembelajarannya melalui bantuan jaringan internet untuk mewujudkan interaksi kegiatan belajar mengajar antara pendidik dan peserta didik (Rachmat & Krisnadi, 2. Hal ini yang menjadikan persiapan pembelajarannya harus disiapkan sedemikian Dalam proses perencanaan pelatihan pengelola P4S terdapat beberapa tugas yang dikelola oleh bidang penyelenggaraan pelatihan pada seksi pelatihan non aparatur. Pelaksanaan pembelajaran pada pelatihan kelembagaan P4S dengan metode e-learning di Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan terlaksana dengan cukup baik. Pelaksanaan pembelajaran daring pada pelatihan kelembagaan P4S dilaksanakan dengan memanfaatkan LMS (Learning Management Syste. melalui situs web BBPP Ketindan, aplikasi Zoom Cloud Meeting dan Whatsapp. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan Page 160 of 9 PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PADA PELATIHAN PENGELOLA PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PERDESAAN SWADAYA Indah Berlian Rahmawati 1A. Ishaq 2. Edi Widianto 3 berbagai metode antara lain online mandiri, tatap muka virtual, diskusi, tanya jawab dan penugasan. Kedudukan metode pembelajaran dalam pendidikan dan pelatihan yaitu, metode sebagai alat motivasi intrinsik, metode sebagai strategi mengajar, metode sebagai alat untuk mencapai tujuan (Arman, 2. Kelengkapan dan ketersediaan sarana prasarana sangat berdampak terhadap proses Sarana pembelajaran daring menekankan pada ketersediaan media pembelajarannya seperti alat elektronik, misalnya hp, laptop/ komputer dan ketersediaan jaringan internet untuk melangsungkan proses pembelajaran daring. Pengelolaan sarana prasarana pada pembelajaran daring adalah sebuah upaya yang dilakukan dalam melaksanakan pengadaan dan pemanfaatan fasilitas yang telah diberikan oleh lembaga pendidikan sebagai penunjang pembelajaran jarak jauh agar dapat mencapai tujuan pendidikan di masa pandemi covid-19 (Dwi & Roesminingsih, 2. Ketersediaan sarana dan prasarana dalam pelatihan pengelola P4S sudah cukup terpenuhi, baik dari penyelenggara pelatihan maupun peserta pelatihan. Penggunaan media pembelajaran pada pelatihan pengelola P4S sudah cukup baik dari sisi penyelenggara pelatihan maupun peserta pelatihannya. Tingkat keberhasilan dari suatu model, metode atau media pembelajaran tergantung dari karakter peserta didiknya (Dewi, 2. Dalam pelaksanaan pembelajaran daring ini, tim penyelenggara diklat dan peserta pelatihan sudah mampu untuk mengoperasikan media pembelajaran online yang seperti gadget dan laptop dengan platform yang menunjang kegiatan pembelajaran di dalamnya. Evaluasi pembelajaran merupakan cara untuk melihat penilaian terhadap pencapaian tujuantujuan yang telah dirumuskan dalam proses perencanaan serta melihat penilaian keseluruhan proses pelaksanaan pembelajaran. Evaluasi pada kegiatan pelatihan digunakan untuk mengetahui tingkat keefektifan suatu pelatihan (Widianto, 2. Evaluasi tidak hanya sekedar melihat penilaian suatu aktivitas yang diselenggarakan secara mendadak, akan tetapi juga untuk melihat penilaian suatu proses yang telah direncanakan secara teratur dan terarah berdasarkan rumusan tujuan yang jelas. Aktivitas penilaian pelaksanaan pembelajaran secara daring dapat ditinjau melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan, lingkungan belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Evaluasi pelaksanaan pembelajaran pada pelatihan dengan metode e-learning merupakan proses menganalisis terhadap kualitas berlangsungnya pembelajaran yang dilakukan secara daring dan ketercapaian tujuan dari proses pembelajaran tersebut terhadap peserta pelatihan. Merujuk pada evaluasi pelatihan pengelola P4S dengan metode e-learning ini, terlebih lagi pelatihan ini dilaksanakan secara daring. Dari kegiatan evaluasi dapat diketahui bahwasanya dalam penyelenggaraan pelatihan ini ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan penyelenggaraan pelatihan pada pelatihan pengelola P4S dengan metode e-learning yaitu biaya relatif rendah, waktu lebih fleksibel, kuota peserta pelatihan lebih banyak. E-learning dapat meminimalisir tarif pembiayaan pelatihan dan waktu e-learning yang fleksibel menjadikan pelajar lebih mudah menyesuaikan waktu belajar yang dimiliki sesuai dengan kegiatannya (Hadisi & Muna, 2. Kegiatan evaluasi merupakan kegiatan yang dapat memberikan gambaran ketercapaian tujuan pelatihan. Pada proses evaluasi ini bisa memberikan gambaran adanya peningkatan nilai peserta pelatihan sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan pelatihan. Proses penilaian ini berasal dari hasil pelaksanaan pre-test dan post-test yang diisi oleh peserta pelatihan melalui angket atau Dari kegiatan evaluasi dapat diketahui kelebihan dan kelemahan yang ditemukan selama berlangsungnya proses pelatihan sehingga bisa menjadi perbaikan pelaksanaan pelatihan untuk SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data penelitian dan hasil pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa pengelolaan pembelajaran pada pelatihan pengelola P4S meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelatihan. Kegiatan perencanaan disusun oleh seksi program dan kerjasama mulai dari identifikasi kebutuhan pelatihan, penentuan judul pelatihan, penentuan sasaran pelatihan, dan penyusunan anggaran pelatihan. Kegiatan perencanaan disusun sedemikian rupa untuk mendukung proses berlangsungnya kegiatan pelatihan sehingga tujuan pembelajaran daripada pelatihan itu dapat tercapai. Pelaksanaan kegiatan pelatihan didasarkan pada perencanaan yang telah disusun oleh seksi program dan kerjasama. Proses pelaksanaan pelatihan ditangani oleh seksi penyelenggaraan pelatihan dan proses pembelajaran dikelola oleh widyaiswara. Pelaksanaan pelatihan pengelola P4S dengan metode e-learning diawali dengan kegiatan pengarahan program. Kegiatan pembukaan pada pelatihan ini bertujuan untuk memberikan informasi kembali terkait hal-hal yang bersangkutan dengan pelatihan yang akan dilaksanakan kepada peserta Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan secara online dengan memanfaatkan learning 161 | P a g e Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 2 No. Bulan Oktober Tahun 2022 ISSN e 2776-785X management system (LMS). Adapun proses pembelajaran dilaksanakan dengan beberapa metode pembelajaran antara lain online mandiri, tatap muka virtual, diskusi dan tanya jawab virtual dan Media pembelajaran yang digunakan pada pelatihan ini antara lain whatsapp, zoom cloud meeting dan learning management system (LMS). Media pembelajaran ini digunakan untuk memudahkan peserta pelatihan dalam mengikuti proses pembelajaran. Ketercapaian pembelajaran pada pelatihan pengelola P4S ini dapat dilihat melalui hasil evaluasi yang dilakukan sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan pelatihan atau yang biasanya disebut pre-test atau post-test. Hasil evaluasi inilah yang menunjukkan proses pembelajaran yang diikuti oleh peserta pelatihan selama kegiatan pelatihan berlangsung. Proses evaluasi pelaksanaan pelatihan pengelola P4S dengan metode e-learning terdiri dari evaluasi daily mood, evaluasi fasilitator, evaluasi peserta pelatihan dan evaluasi penyelenggaraan. Proses pembelajaran pada pelatihan ini didukung dengan metode dan teknik pembelajaran yang berlangsung secara online dengan pemanfaatan sumber daya yang mendukung proses pembelajaran secara efektif dan efisien. Dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh seksi evaluasi menunjukkan bahwa evaluasi kepuasan peserta pelatihan terhadap penyelenggaraan pelatihan ini dikategorikan baik. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peserta pelatihan guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan kompetensi dalam pengelolaan kelembagaan P4S. REFERENSI