Gorontalo Development Review Vol. 7 No. 2 Oktober 2024 P-ISSN: 2614-5170. E-ISSN: 2615-1375 Peran Faktor Internal dan Eksternal Terhadap Kesuksesan UMKM Kota Surabaya The Role of Internal and External Factors on the Success of Surabaya City MSMEs Florencia Gunawan . dan Sri Nathasya Br Sitepu. Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi Universitas Ciputra Surabaya email: nathasya. sitepu@ciputra. Disubmit: 15 Mei 2024. Direvisi. 28 Juni 2024. Dipublish. 1 Oktober 2024 Abstract This study aims to find out the influence of external factors and internal factors on the success of MSMEs in Surabaya City. The sampling technique uses purposive sampling. The respondents of the study were 70 MSMEs in Surabaya. Data collection techniques use questionnaires that are shared via google form or QR code scan. The analysis tool uses multiple linear regression with the help of SPSS to process the data. The results of the study found that external factors and internal factors have a positive and significant influence on the success of MSMEs in Surabaya City. Keywords : Internal Factors. External Factors. Success of MSMEs Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor eksternal dan faktor internal terhadap keberhasilan UMKM Kota Surabaya. Teknik pengambilan sample menggunakan purposive sampling. Responden penelitian adalah 70 UMKM Kota Surabaya. Teknik pengumpulan data menggunakan quisioner yang dibagikan melalui google form ataupun scan QR code. Alat analisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS untuk mengolah data. Hasil penelitian menemukan faktor eksternal dan faktor internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan UMKM Kota Surabaya. Kata kunci: Faktor Internal. Faktor Eksternal. Kesuksesan UMKM Gorontalo Development Review (GOLDER) Volume 7 Nomor 2 . Oktober 2024 PENDAHULUAN Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) salah satu jenis usaha di Indonesia. UMKM berperan signifikan menggerakan pertumbuhan UMKM menyediakan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta menerapkan digitalisasi UMKM (Sarif, 2. UMKM berperan untuk memetigasi perekonomian nasional ketika terjadi resisi tahun 2023 (Zakiyah et al. , 2. UMKM meningkatkan pendapatan penduduk sehingga mengurangi jarak pendapatan . ab ekonom. antara penduduk. Pemerintah berperan penting bagi UMKM dalam bentuk: bantuan modal dengan bunga yang relatif kecil serta menyediakan wadah yang fokus mengurus UMKM. Kementrian koperasi dan UMKM fokus mengurus UMKM (Minarsih et al. , 2. UMKM mengalami pertumbuhan berdasarkan data dari tahun 2010. Jumlah UMKM di Indonesia berbeda-beda pada setiap provinsi. Gambar 1 adalah data kementrian koperasi dan UMKM pada tahun 2010-2024 menemukan jumlah UMKM Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat tertinggi ketiga di Indonesia. Jumlah UMKM Provinsi Jawa Timur tahun 2024 sebesar 1. 576 unit usaha. Gambar 1. Jumlah UMKM di Indonesia. Sumber: Dinas Kopersi dan UMKM Jawa Timur Objek penelitian ini adalah UMKM Kota Surabaya dikarenakan Surabaya adalah pusat perputaran ekonomi di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini melihat kesuksesan UMKM Kota Surabaya. Jumlah UMKM Provinsi Surabaya terdiri dari UMKM Kota Surabaya. Data Dinas Koperasi dan UMKM tahun 2010 hingga 2024 menunjukkan UMKM Kota Surabaya 537 unit usaha tersebar pada seluruh kecamatan. Jumlah UMKM Kota Surabaya masuk dalam sepuluh besar wilayah Kabupaten/Kota dengan jumlah yang tinggi. Gorontalo Development Review (GOLDER) P-ISSN: 2614-5170. E-ISSN: 2615-1375 Gambar 2. Jumlah UMKM Kota Surabaya. Sumber: Dinas Kopersi dan UMKM Jawa Timur UMKM memiliki tujuan untuk menghasilkan mendorong roda perkonomian melalui peningkatan pendapatan unit usaha. Berdasarkan perolehan kekayaan usaha mikro berhasil mengumpulkan kurang dari Rp. 000, kekayaan usaha kecil kurang dari Rp. 000-Rp. 000 dan jumlah kekayaan usaha menengah Rp. 000 Ae Rp. Sumber kekayaan UMKM dari perolehan profit unit usaha yang dijalankan pelaku UMKM. Jenis usaha yang dijalankan UMKM Kota Surabaya terdiri dari: usaha makanan dan minuman, usaha sektor jasa dan sektor perdagangan. UMKM menjalankan usaha dengan modal dan teknologi yang lebih rendah dibandingkan sektor industri (Nathasya et al. , 2. UMKM berusaha meningkatkan pendapatan dengan cara memperbaiki sistem manajemen pada faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari dalam unit usaha dan mudah dikendalikan (Adelia, 2. Faktor internal berhasil memberikan dampak positif bagi peningkatan kinerja UMKM (Pereira & Rini, 2022: (Munizu, 2. Pengelolaan faktor internal menjadi fokus UMKM untuk meningkatkan kinerja unit usaha (Rani et al. , 2. Faktor internal unit usaha terdiri dari 4 komponen yang perlu dikelola diantaranya: technical competence, marketing competence, financial competence, dan human relation (Br Sitepu, 2. Pertama technical competence merupakan kapasitas atau kompetensi dalam membangun unit usaha. Kedua technical competence yang dimiliki UMKM seperti: soft skill . emampuan memasak, jasa pijat, servis ban, tour guide, penggunaan teknologi/mesin untuk produksi barang dan jas. UMKM mengalami keterbatasan kemampuan mengembangkan strategi bisnis. Kedua marketing competence kemampuan untuk menentukan target pasar dan menjamin keberlanjutan unit usaha. UMKM memilih penduduk disekitar tempat tinggal menjadi target pasar. Marketing dilakukan promosi langsung . ord of mout. dan promosi melalui sosial media (Facebook. Whatsapps. Instagram dan Tikto. Kegiatan marketing melalui sosial media tidak menggunakan caption dan teknik foto yang menarik untuk ditampilkan di sosial media. Ketiga dari faktor internal adalah financial competence bertujuan mengatur keuangan . embelian bahan baku, penentuan harga jual, sistem pencatatan hingga pelaporan keuanga. (Sari & Sitepu, 2. UMKM mencatat transaksi keungan secara manual pada buku namun. Gorontalo Development Review (GOLDER) Volume 7 Nomor 2 . Oktober 2024 ada sebagian yang sudah menggunakan teknologi (Excel dan aplikasi sistem keuangan yang gratis melalui smart phon. UMKM masih banyak mencampur pencatatan penjualan dengan sumber pendapatan diluar unit usha. Hal ini menjadikan laporan laba rugi tidak sesuai dengan kondisi unit usaha. Komponen keempat human relation antara sesama tim yang bekerja pada unit usaha. Kolaborasi human relation yang baik akan meningkatkan kapasitas dan kualitas kinerja setiap sumber daya manusia (Harahap et al. , 2. UMKM mengelola human relation dengan konsep kekeluargaan kepada seluruh sumber daya manusia yang menjalankan unit usaha. Hal ini berhasil dilakukan karena jumlah tenaga kerja kecil . urang dari 30 tenaga kerj. Faktor eksternal adalah aspek yang berasal dari luar unit usaha UMKM. Faktor eksternal berpengaruh dan signifikan terhadap keberhasilan unit usaha (Julius F. & Suhartatik, 2019: Siswanti, 2. Faktor eksternal terdiri dari lima komponen yaitu: hambatan masuk industri, ancaman dari produk subsitusi, ancaman dari supplier, ancaman dari daya tawar konsumen, dan persaingan antara unit usaha (Sari & Sitepu, 2. Pertama hambatan masuk industri dialami UMKM dari aspek perizinan dan modal. Unit usaha mikro untuk naik level menjadi unit usaha kecil membutuhkan tambahan modal produksi dan perizinan yang perlu lengkapi. Kedua munculnya produk subsitusi menjadi ancaman bagi UMKM. Produk-produk UMKM relatif mudah untuk direplikasi atau digantikan. Ketiga ancaman dari supplier yang menguasai bahan baku. UMKM memiliki supplier yang terbatas Keempat ancaman daya tawar konsumen yang mengurangi profit UMKM. Konsumen bersedia membeli produk UMKM dengan harga yang sangat rendah. Hal ini karena harga produk dari industri ataupun barang import cina lebih murah dibandingkan harga produk UMKM. Kelima persaingan antara UMKM menjadi ancaman yang muncul dari luar unit usaha. Kemunculan UMKM baru akan menambah jumlah barang dan jasa dipasar. Peningkatan barang dan jasa yang ditawarkan menjadi alternatif bagi pembeli dan menurunkan harga jual produk. Kebaharuan dari penelitian ini melakukan analisis dari aspek internal maupun eksternal unit usaha pada UMKM Kota Surabaya. Analisis pada aspek internal akan merubah pengelolaan pada unit UMKM. Pengelolaan dapat dilakukan dengan cara memaksimalkan potensi internal UMKM. Analisis UMKM dari aspek internal unit usaha juga perlu dilakukan untuk melihat kekuatan unit usaha. Kondisi diluar unit usaha juga berpengaruh terhadap keberlangsungan unit usaha. Penelitian ini menemukan penagruh pengelolaan faktor eksternal dan internal diharapakan akan meningkatkan pendapatan UMKM Kota Surabaya. Dampak tidak langsungnya dari peningkatan UMKM akan meningkatkan roda perekonomian dan membuka kesempatan kerja penduduk Kota Suabaya. Agar tujuan ini tercapai dibutuhkan penelitian ekonomi dibidang management pengelolaan UMKM. Penelitian ini akan menganalisis pengaruh faktor eksternal dan internal terhadap kesuksesan UMKM. Berdasarkan latar belakang kondisi UMKM Kota Surabaya dan hasil penelitian terdahulu maka, hipotesis penelitian ini sebagai berikut: H0: Terdapat pengaruh antara faktor eksternal dan faktor internal terhadap keberhasilan UMKM di Kota Surabaya. H1: Tidak terdapat pengaruh faktor eksternal dan faktor internal terhadap keberhasilan UMKM di Kota Surabaya. Gorontalo Development Review (GOLDER) P-ISSN: 2614-5170. E-ISSN: 2615-1375 METODE PENELITIAN Metode penelitian menggunakan metode kuntitatif yang sering disebut pendekatan positivism. Penelitian kuantitatif dilangkapi dengan teori, empiris, dapat dianalisis kembali, memiliki ukuran yang jelas, rasional, konsisten serta sistemtis. Metode penelitian kuantitatif membuktikan hipotesis penelitian dimana data penelitian diperoleh dari sampel (Yam & Taufik, 2. Teknik pengambilan sampling menggunakan nonprobability sampling dengan menyusun kriteria sampel. Adapun kriteria dari sample diantaranya: merupakan unit usaha UMKM yang beroperasi di Kota Surabaya. UMKM bersedia mengisi kuisioner penelitian dan UMKM minimal beroperasi 1 tahun. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data sekunder diperoleh dari Dinas Koperasi dan UMKM. Sementara pengumpulan data primer melalui pengisian google form. Penelitian ini menggunakan skala likert 1-5 untuk mengukur setiap item pernyataan. Kuisioner skala likert adalah instrument penelitian yang menghasilkan data penelitian yang berkualitas (Suasapha, 2. Tabel 1 Skala Likert Nilai Bobot Keterangan Sangat tidak setuju Tidak setuju Cukup setuju Setuju Sangat setuju 1,00 Ae 1,80 1,81 Ae 2,60 2,61 Ae 3,40 3,41 Ae 4,20 4,21 Ae 5,00 Sumber : data olahan, 2024 Sampel penelitian merupakan perwakilan UMKM dari setiap kecamatan di Kota Surabaya. Terdapat 2-3 UMKM yang mewakili setiap kecamatan di Kota Surabaya. Total Sampel penelitian 70 unit UMKM. Sampel penelitian ini sudah mewakili populasi UMKM yang tersebar diseluruh Kota Surabaya. Sampel yang tidak memenuhi kriteria tidak digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini terdiri dari variabel dependent yaitu kesuksesan UMKM Kota Surabaya. Sementara variabel dependent terdiri dua variabel diantaranya: dari faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variabel dependent terhadap variabel Alat analisis yang digunakan untuk penelitian ini adalah regresi linear berganda. Analisis regresi linear berganda menggunakan data cross section. Penelitian ini menggunakan dua variabel independent/variabel bebeas( faktor internal dan faktor eksterna. dan satu variabel dependent/ variabel terikat . esuksesan UMKM). Analisis ini melihat pengaruh langsung dari variabel independent terhadap variabel dependennya Persamaan analisis regresi linear berganda sebagai Y = b1X1 b2X2 e Keterangan : Keusksesan UMKM Kota Surabaya :Konstanta : Koefisien : Faktor Eksternal : Faktor Internal Variabel dependent Y adalah kesuksesan UMKM dengan indikator sebagai berikut: . peningkatan penjualan, . peningkatan modal unit usaha, . peningkatan jumlah tenaga kerja, . perluasan segmentasi Gorontalo Development Review (GOLDER) Volume 7 Nomor 2 . Oktober 2024 pasar/peningatan jumlah konsumen, . peningkatan laba/profit dari unit Variabel independent (X. adalah faktor internal yang terdiri dari empat indikator yaitu: . technical competence, . marketing competence, . , financial competence, . human relation. Variabel independet kedua (X. adalah variabel faktor eksternal dilengkapi dengan lima indikator diantaranya: . hambatan masuk industri, . ancaman dari produk subsitusi, . ancaman dari supplier, . ancaman dari daya tawar konsumen, . persaingan antara unit usaha (Julius F. & Suhartatik, 2019: Munizu, 2010: Siswanti, 2020: Sari & Sitepu, 2016: Rani et al. 2023: Pereira & Rini, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Responden yang mengisi quisioner 80 persen adalah pelaku UMKM denganperempuan sementara 20 persen adalah pelaku UMKM pria. UMKM Kota Surabaya berdasarkan kategori durasi operasional dibagi menjadi tiga kategori yaitu: UMKM perintisan . perasional kurang dari 3 tahu. UMKM stabil . perasional 3 tahun Ae 7 tahu. dan UMKM kategori progress . ebih dari 7 tahu. UMKM perintisan sebanyak 20 unit usaha. UMKM kategori stabil 40 unit usaha dan UMKM progress 10 unit usaha. Klasifikasi kepemilikan modal dari responden juga beragam terdapat 60 persen UMKM dengan kepemilihan modal dibawah Rp. 50,000. 000 dan 35 persen dengan kepemilikan modal dibawah Rp. 000 dan jumlah UMKM dengan kepemilikan modal lebih dari Rp. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk melihat apakah alat ukur yang dimiliki sudah valid . atau belum valid. Alat ukur berupa item pernyataan yang disusun dalam kuisioner penelitian. Alat ukur dikatan valid ketika nilai R hitung lebih besar dari nilai R tabel. Sementara jika nilai R statistik lebih kecil atau sama dengan nilai R tabel maka alat ukur tidak valid/tidak dapat digunakan (Janna & Herianto, 2. Pernyataan Kesuksesan UMKM (Y. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Faktor Eksternal (X. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. Faktor Internal (X. X2. X2. X2. X2. X2. Tabel 2. Hasil Uji Validitas R Hitung R Tabel Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data diolah . Pada tabel uji validitas di atas, dapat dilihat bahwa nilai R hitung lebih besar dibandingkan nilai R tabel . Item pernyataan pada variabel Gorontalo Development Review (GOLDER) P-ISSN: 2614-5170. E-ISSN: 2615-1375 Y, variabel X1 dan X2 seluruhnya valid. Artinya alat ukur . valid kuisioner penelitian dapat digunakan untuk mengumpulkan data dari responden penelitian. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas merupakan tahapan uji setelah melakukan uji validitas. Uji reliabilitas merupakan indeks yang menjelaskan sejauh mana alat ukur dapat diandalakan. Konsistensi sebuah alat ukur dapat dilihat melalui uji reliabilitas. Pengukuran terhadap alat ukur dilakukan secara berulang-ulang. Jika hasilnya tetap sama meskipun telah melalui beberapa kali pengulangan maka dapat disimpulkan alat ukur reliabel. Beberapa metode yang digunakan pada uji reliabilitas data yaitu: . test ulang, . formula flanagan, . cronbachAos alpha, . formula KR . uderrichardson dan . anova hoyt. Penelitian ini menguji reliabilitas dengan metode cronbachAos alpha. Tabel 3 adalah hasil uji reliabilitas. Tabel 3 Uji Reliabilitas Variabel Kesuksesan UMKM (Y. Faktor Eksternal (X. Faktor Internal (X. CronbachAos Alpha 0,832 0,824 0,842 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: Data diolah . Tabel 3. menunjukkan nilai cronbachAos alpha dari variabel kesuksesan UMKM, variabel faktor eksternal dan faktor internal memiliki nilai lebih Pada uji reliabilitas data diakatan reliabel ketika nilai cronbachAos alpha lebih dari 0,6 (Gujarati & Porter, 2. Kesimpulan dari uji reliabilitas keseluruhan alat ukur konsisten setelah melewati beberapa kali pengujian ulang. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk melihat sebaran data penelitian apakah terdistribusi normal atau tidak. Data penelitian dengan analisis regresi yang baik jika terdistribusi normal. Uji normalitas dilakukan menggunakan beberapa teknik yaitu: analisis grafik dan uji kolmogorovsmirnov. Uji normalitas menggunakan analisis grafik data akan dikatakan normal jika sebaran data pada sumbu diagonal. Sebaran data yang menjauh dari garis diagonal memiliki makna data tidak terdistribusi Uji normalitas dengan nilai kolmogorov-smirnov lebih besar dari nilai signifikansi 0,05 artinya data sudah terdistribusi normal. Jika nilai kolmogorov-smirnov dibawah nilai sig 0,05 artinya data tidak terdistribusi Tabel 4 Hasil Uji Normalitas Gorontalo Development Review (GOLDER) Volume 7 Nomor 2 . Oktober 2024 Tabel 4 menunjukan hasil uji normalitas menggunakan metode kolmogorov-smirnov menghasilkan nilai Asymp. Sig 0,200 diatas nilai signifikansi . Artinya sebaran data penelitian terdistribusi dengan Data penelitian tidak memiliki perbedaan nilai yang terlalu besar. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas melihat hubungan atau korelasi antara variabel indenpendent dalam persamaan regresi linear. Multikolinearitas adalah hubungan/korelasi antara variabel independent ketika memperoleh nilai sempurna atau tinggi sehingga tidak dapat menentukan nilai standar Nilai variance inflation factor (VIF) digunakan untuk mengidentivikasi multikolonearitas pada model regresi. Nilai VIF berkisar antara 1-10 artinya variabel indenpenden pada persamaan bebas masalah Ketika nilai VIF lebih dari 10 artinya ditemukan multikolinearitas (Gujarati & Porter, 2. Tabel 5 menunjukkan nilai VIF dari variabel faktor eksternal dan internal kurang dari 10. Artinya pada Tabel 5 Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Collinearity Statistica Tolerance VIF Keterangan Faktor Eksternal (X. Bebas Multikolinearitas Faktor Internal (X. Bebas Multikolinearitas Uji Heterokedasitistas Uji heterokedasitisitas dilakukan pada analisis regresi linier berganda. Tujuan dari uji heterokedastisitas melihat nilai varian dari residual dalam suatu pengamatan terhadap pengamatan lainnya. Apabila ditemukan perbedaan varian artinya ditemukan heterokedastisitas dalam model regresi linear berganda. Analisis yang menghasilkan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 artinya terbebas dari masalah heterokedastiditas. Nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 merupakan indikasi terdapat heterokedastisitas (Gujarati & Porter, 2. Tabel 6 adalah tabel hasil analisis menemukan nilai signifikansi 0,000 dan lebih kecil dari nilai 0,05. Artinya Tabel 6 Hasil Uji Heterokedasitisitas Variabel Nilai Keterangan Sig . -taile. Sig . %) Kesuksesan UMKM (Y. Bebas Heterokedastisitas Faktor Eksternal (X. Bebas Heterokedastisitas Faktor Internal (X. Bebas Heterokedastisitas Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda adalah model persamaan yang menjabarkan hubungan antara variabel depedent (Y) dengan lebih dari satu variabel independent (X1. X2,A. Analisis regresi linear berganda bertujuan untuk meramalkan nilai variabel dependent yang dipengaruhi oleh nilai variabel independent. Analisis regresi linear berganda dapat menjelasakan arah hubungan variabel dependent dengan variabel Gorontalo Development Review (GOLDER) P-ISSN: 2614-5170. E-ISSN: 2615-1375 independent (Gujarati & Porter, 2. Analisis regresi linear berganda menghasilkan nilai konstanta dan koefisien dari variabel independent. Persamaan regresi linear berganda pada penelitian ini sebagai berikut: Y = b1Xfaktor eksternal b2Xfaktor internal e Y = 13,644 0,404 X1 0,422 X2 Interpretasi dari hasil analisis regresi linear berganda pada penelitian ini sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 13,664 merupakan nilai kesuksesan UMKM Kota Surabaya ketika tidka ada perubahan pada variabel faktor eksternal dan faktor internal. Setiap perubahan dari variabel faktor eksternal, maka prediksi kesuksesan UMKM Kota Surabaya mengalami perubahan sebesar 0,404 kali . ariabel lain teta. Setiap perubahan dari variabel faktor internal, maka prediksi kesuksesan UMKM Kota Surabaya mengalami perubahan sebesar 0,422 kali . ariabel lain teta. Uji F Uji kecocokan model atau uji goodness of fit menunjukkan bahwa suatu model penelitian dapat menjelaskan hubungan antar variabel dengan tepat atau sesuai. Idenfikasi uji F dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: . membandingkan nilai F hitung dengan F tabel, . membandingkan nilai signifikansi . dengan nilai sig pada analisis uji Hasil analisis uji F nilai sig 0,000 lebih kecil dari 0,05. Artinya model analisis fit dengan data sehingga dapat disimpulkan faktor eksternal dan faktor internal secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kesuksesan UMKM Kota Surabaya. Hasil analisis uji F disajikan pada Tabel 7 Hasil Uji F ANOVA Model Regression Sig. Residual Total Uji t Uji t merupakan uji yang dilakukan untuk memilih hipotesis Uji t menganalisis perngaruh dari variabel independent secara parsial terhadap variabel dependent. Tabel 8 adalah tabel hasil uji t Tabel 8 Hasil Uji t Konstanta Faktor Eksternal (X. Faktor Internal (X. Sumber: Data diolah . Unstandardized Coefficients Sig. Hasil analisis uji t pada tabel 8 digunakan untuk menguji hipotesis Interpretasi dari hasil uji t sebagai berikut Pengujian hipotesis penelitian melalui nilai sig faktor eksternal 0,005 lebih kecil dari 0,05 sehingga H1 diterima. Variabel faktor eksternal (X. berpengaruh signifikan positif terhadap kesuksesan UMKM Kota Surabaya. Gorontalo Development Review (GOLDER) Volume 7 Nomor 2 . Oktober 2024 Pengujian hipotesis dilanjutkan dengan melihat nilai signifikansi faktor internal. Nilai signifikansi faktor internal 0,028 lebih kecil dari 0,05 sehingga H2 diterima. Artinya faktor internal berpengaruh sinifikan positif terhadap kesuksesan UMKM Kota Surabaya. Koefisien Determinasi Analisis koefisien determinasi pada tabel 9 menunjukkan nilai R sebesar 0,545. Hubungan anatara faktor eksternal, faktor internal dengan kesuksesan UMKM Kota Surabaya kuat. Hal ini karena nilai lebih dari 0,5. Perolehan nilai R square atau koefisien determinasi 0,297 atau 29,7 Nilai koefisien determinasi menjelasakan kemampuan model menjelasakan sebesar 29,7 persen kesuksesan UMKM Kota Surabaya diperngaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal. Ditemukan 70,3 persen pengaruh variabel lain untuk kesuksesan UMKM Kota Surabaya. Tabel 9 Hasil Koefisien Determinasi Model Sumber: Data diolah peneliti . R Square Pembahasan dan Diskusi UMKM Kota Surabaya memberikan pendapatan bagi penduduk Kota Surabaya. UMKM Kota Surabaya yang sudah beroperasional lebih dari 3 tahun mampu membuka lapangan kerja dan pemilik UMKM menjadikan unit usaha sebagai sumber penghasilan utama. UMKM Kota Surabaya yang beroperasional lebih dari 5 tahun menyerap jumlah tenaga kerja 12 orang yang bukan anggota keluarga. UMKM Kota Surabaya yang sudah berdiri lebih dari 7 tahun memiliki jumlah tenaga kerja diatas 5 orang. Hal ini sesuai dengan kondisi sampel yang diteliti. UMKM Kota Surabaya mulai memahami kondisi faktor eksternal dan belajar mengelola faktor Faktor eksternal berpengaruh secara simultan terhadap variabel kesuksesan UMKM Kota Surabaya. Nilai signifikansi 0,005 lebih kecil dari 0,05. Perubahan pada faktor eksternal meningkatkan kesuksesan UMKM Kota Surabaya sebesar0,404. Pengaruh faktor eksternal penting untuk dikelola oleh UMKM Kota Surbaya. Pertama UMKM Kota Surabaya memiliki hambatan masuk industry terdiri dari: kekurangan perizinan, permodalan dan penguasaan teknologi masuk dalam industri. Perizinan membutuhkan kelengkapan dokumen dan prosedur yang harus diikuti UMKM Kota Surbaya. Sumber permomdalan terbatas dari modal sendiri dan modal dari lembaga keuangan. Jumlah modal yang disediakan oleh lembaga keuangan terbatas tidak sesuai dengan modal yang dibutuhkan. Kedua ancaman dari produk subsitusi juga dialami UMKM Kota Surabaya. Bentuk ancaman subsitusi seperti product dari impor Cina, barang buatan pabrik dengan harga yang murah dan proses produksi lebih singkat. Ketiga ancaman dari supplier yang memberikan kualitas bahan baku tidak terstandar, supplier juga memberikan harga yang cenderung meningkat serta jumlah supplier dari setiap UMKM terbatas maksimal 2 supplier. Keempat daya tawar konsumen yang sangat selektif dan membanding harga dari produk yang dikonsumsi. Konsumen mencari penawaran harga terrendah, kualitas yang terbaik serta jika tersedia sistem pembayaran dengan sistem cicilan ataupun cash on delivery. Kelima persaingan antara unit usaha UMKM Kota Surabaya tinggi. Pertumbuhan jumlah UMKM Kota Surabaya setiap hari mendapatkan UMKM yang baru muncul. Hal ini dikarenakan banyak penduduk yang Gorontalo Development Review (GOLDER) P-ISSN: 2614-5170. E-ISSN: 2615-1375 membutuhkan pekerjaan dan persyaratan mendirikan unit usaha khususnya usaha mikro sangat mudah di Kota Surabaya. Faktor ekseternal berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan UMKM Kota Surabaya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sari & Sitepu . Julius F. & Suhartatik . dan Siswanti . Faktor internal berpengaruh signifikan dan positif terhadap kesuksesan UMKM Kota Surabaya. Hal ini dibuktikan dengan nilai sig 0,028 lebih kecil dari 0,05. Faktor iternal memiliki pengaruh yang paling dominan terhadap kesuksesan UMKM Kota Surabaya. Perubahan pada faktor internal akan meningkatkan kesuksesan UMKM Kota Surabaya sebesar 0,422. Perubahan faktor internal terdiri dari: technical competence, marketing competence, financial competence, dan human Pertama UMKM Kota Surabaya mulai menguasai technical competence dengan banyak mengikuti pelatihan yang diberikan oleh pemerintah Kota Surabaya dan Universitas. UMKM belajar menyusun operasional dan strategi bagi unit usaha. Kedua UMKM melakukan perubahan pada aspek marketing. UMKM meningkatkan kompetensi dengan belajar digital marketing dan meningkatkan skill promosi khususnya promosi media sosial. UMKM Kota Surabaya bergabung dalam platform peken Kota Surabaya untuk bertransaksi . ual-bel. Faktor internal ketiga kondisi kompetensi bidang keuangan UMKM Kota Surabaya sudah mulai mengetahui pentingnya sistem pencatatan UMKM Kota Surabaya melakukan pencatatan laba-rugi dari seluruh transaksi pada unit usaha. UMKM Kota Surabaya mengunakan aplikasi keuangan gratis untuk membuat nota penjualan. Pemerintah Kota Surabaya memberikan pendampingan pengelolaan keuangan bagi UMKM. Kemepat adalah pengelolaan sumber daya manusia pada unit UMKM Kota Surbaya mulai melibatkan anggota keluarga pada unit Anggota keluarga berperan sebagai tenaga kerja sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan. UMKM Kota Surabaya menghitung kompensasi gaji bagi anggota keluarga yang terlibat pada unit usaha. UMKM Kota Surabaya yang mendapat pelatihan dari Pemerintah Kota sudah mampu menyusun struktur organisasi sehingga pembagian tugas dan tanggung jawab kerja setiap tenaga kerja menjadi jelas. Jumlah tenaga kerja yang terlibat pada UMKM Kota Suabaya bervariasi dari 2 orang hingga maksimal 30 orang sesuai dengan kriteria unit usaha. UMKM Kota Surabaya melakukan banyakperubahan . pada aspek internal unit usaha. Hasil penelitian menemukan faktor internal memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kesuksesan UMKM Kota Surabaya sesuai dengan Pereira & Rini . Munizu . Sari & Sitepu . Rani et al. , . Br Sitepu . Harahap et al . Kinerja UMKM Kota Surabaya dalam pengelolaan/management faktor internal mendapat support dari Pemerintah Kota Surabaya melalui kurasi dan pendampingan penjualan melalui platform peken. Kemampuan UMKM menganalisis faktor eksternal juga memperkuat unit usaha sehingga mampu bertahan. UMKM Kota Surabaya terbukti mampu meenggerakan ekonomi melalui pendapatan unit usaha dan penyediaan lapangan kerja. UMKM Kota Surabaya memberikan multiplier effect bagi PENUTUP Hasil analisis pengaruh faktor eksternal dan faktor internal terhadap kesuksesan UMKM Kota Surabaya berdasarkan pembahasan diatas Gorontalo Development Review (GOLDER) Volume 7 Nomor 2 . Oktober 2024 disimpulkan hipotesis penelitian pertama (H. Artinya terdapat pengaruh positif yang signifikan dari faktor eksternal dan faktor internal terhadap keberhasilan UMKM di Kota Surabaya. Saran bagi penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel diluar faktor eksternal dan faktor internal. Penelitian selanjutnya juga dapat menambah jumlah responden penelitian ataupun meneliti seluruh UMKM Kota Surabaya. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan data UMKM Kota Surbaaya secara menyeluruh. Saran bagi UMKM Kota Surabaya UMKM Kota Surabaya sebaiknya memprioritaskan mengelola faktor internal unit usaha. Hal ini dikarenakan pengaruh faktor internal lebih tinggi dari pengaruh faktor eksternal unit usaha. DAFTAR PUSTAKA