Excellent Midwifery Journal Volume 8 No. Oktober 2025 P-ISSN: 2620-8237 E-ISSN: 26209829 TANDA BAHAYA (RED FLAG) NYERI KEPALA PADA IBU HAMIL Femmy Ruth Ossiseanna1*. Rr. Suzy Indharty2. Fazarima Kartika3. Yolanda Adriani4. Egidia Jemima Pasaribu 5 1-5Departemen Ilmu Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan 20155. Indonesia Email: femmyossiseanna@gmail. DOI: https://doi. org/10. 55541/emj. ABSTRAK Latar Belakang: Data WHO pada tahun 2021 nyeri kepala memengaruhi sekitar 40% populasi global dan menduduki posisi ketiga sebagai penyebab tertinggi disabilitas neurologis . Nyeri kepala merupakan salah satu gejala neurologis yang paling umum dijumpai. Nyeri kepala dapat memburuk selama kehamilan akibat perubahan hormonal, hemodinamik, serta beban fisiologis dan nyeri biasa berhubungan dengan gangguan primer seperti migrain atau Tension-Type Headache (TTH), namun beberapa kondisi dapat menandakan gangguan serius yang mengancam jiwa. Tujuan: Pengenalan terhadap red flag dan green flag pada nyeri kepala, khususnya dalam populasi ibu hamil dengan menggunakan instrumen SNNOOP10 sebagai pendekatan evaluatif yang tepat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode narrative review yang bertujuan untuk merangkum dan mengkaji secara komprehensif melalui database ilmiah dengan rentang tahun publikasi antara 2013 hingga 2024 kemudian dibuat kesimpulan mengenai topik permasalahan yang dibahas. Hasil: Nyeri kepala pada ibu hamil harus segera diidentifikasi tanda bahaya untuk memutuskan apakah akan segera dirujuk untuk perawatan Dalam beberapa kasus, migrain dan tension-type headache dapat ditangani di layanan primer dengan pengetahuan tentang medikamentosa yang dianggap aman. Kata Kunci: Nyeri Kepala. Kehamilan. Red flag. Tanda Bahaya. Hipertensi ABSTRACT Background: According to WHO data from 2021, headaches affect approximately 40% of the global population and rank third as the leading cause of neurological disability (WHO, 2. Headaches are one of the most common neurological symptoms. Headaches can worsen during pregnancy due to hormonal changes, hemodynamic changes, and physiological stress. Headaches are commonly associated with primary disorders such as migraine or Tension-Type Headache (TTH), but some conditions may indicate serious life-threatening disorders. Objective: To introduce red flags and green flags in headaches, particularly in the pregnant population, using the SNNOOP10 instrument as an appropriate evaluative approach. Methods: This study used a narrative review method to comprehensively summarize and review scientific databases with publications between 2013 and 2024, then draw conclusions about the topics discussed. Results: Headaches in pregnant women must be immediately identified for danger signs to decide whether to immediately refer them for secondary care. In some cases, migraines and tension-type headaches can be treated in primary care with knowledge of medications that are considered safe. Keywords: Headache. Pregnancy. Red flag. Danger signs. Hypertension LATAR BELAKANG Nyeri kepala merupakan salah satu gejala neurologis yang paling umum dijumpai dalam praktik klinis dan dapat bersifat primer maupun Berdasarkan data WHO pada tahun 2021 nyeri kepala memengaruhi sekitar 40% populasi global dan menduduki posisi ketiga sebagai neurologis . Kondisi ini dapat memburuk selama kehamilan akibat perubahan hormonal, hemodinamik, serta beban fisiologis tambahan yang dialami ibu hamil. Sebagian besar nyeri kepala pada ibu hamil bersifat jinak dan berhubungan dengan gangguan primer seperti migrain atau TensionType Headache (TTH). Namun demikian, beberapa kondisi dapat menandakan gangguan serius yang mengancam jiwa, seperti perdarahan subarakhnoid, trombosis vena serebri, atau preeklampsia . Nyeri kepala penting dibedakan menjadi antara nyeri kepala jinak dan kemudian menjadi latar belakang perlunya pengenalan terhadap red flag dan green flag pada nyeri kepala, khususnya dalam populasi ibu hamil. Instrumen seperti SNNOOP10 dapat membantu dalam mengklasifikan dan menilai risiko kondisi berbahaya dari Dengan identifikasi dini dan pendekatan evaluatif yang tepat, komplikasi serius diminimalkan. METODE Penelitian metode narrative review yang bertujuan untuk merangkum dan mengkaji secara komprehensif berbagai temuan ilmiah terkait nyeri kepala pada ibu Pendekatan ini memberikan fleksibilitas dalam mengintegrasikan hasil studi empiris, pedoman klinis, serta literatur teoritis yang relevan. Literatur dicari melalui database ilmiah berupa buku, artikel ilmiah dan sumber yang bersifat online, kemudian dibuat kesimpulan mengenai topik permasalahan yang dibahas dengan rentang tahun publikasi antara 2013 permasalahan yang dibahas. HASIL DAN PEMBAHASAN Definisi dan Epidimiologi Nyeri Kepala Nyeri kepala berdasarkan WHO tahun 2024 merupakan suatu gejala neurologis umum yang paling sering dijumpai serta dapat bersifat primer dan sekunder yang terjadi akibat kelainan atau kondisi terdahulu. Secara memengaruhi sekitar 40% populasi, atau 3,1 miliar orang pada tahun 2021, dan lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Gangguan ini merupakan salah satu dari tiga kondisi neurologis yang paling umum terjadi pada sebagian besar kelompok usia, dimulai dari usia 5 tahun dan tetap berada di tiga besar hingga usia 80 Nyeri Secara global, nyeri kepala ditemukan menjadi penyebab tertinggi ketiga dari tahun-tahun hidup yang disesuaikan dengan kecacatan . isability-adjusted seluruh dunia, setelah stroke dan demensia . Klasifikasi Nyeri Kepala Pada tahun 2013. International Classification of Headache Disorders (ICHD-. menyusun nyeri kepala ke dalam tiga kelompok besar, yaitu nyeri kepala primer, nyeri kepala sekunder, serta nyeri yang berhubungan dengan neuropati kranial dan nyeri wajah lainnya . Nyeri Kepala Primer Nyeri kepala primer adalah nyeri kepala yang disebabkan oleh patomekanisme independen dan bukan oleh kelainan struktural Nyeri kepala primer terdiri atas: - Migrain, terdiri atas 2 yaitu migrain dengan aura dan tanpa aura. Nyeri kepala dirasakan selama 4-72 jam dengan tambahan 2 gejala dari berdenyut, intensitas sedang-berat, serta diperberat oleh aktivitas fisik. Gejala sensorik, bicara dan/atau bahasa, motoric, brainstem, dan retina. - Tension-Type Headache (TTH), yaitu nyeri kepala dengan karakteristik bilateral, terasa tertekan dan terikat tanpa berdenyut, intensitas ringansedang, tidak dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dan tidak disertai gejala neurologis TTH berdasarkan frekuensinya menjadi episodik jarang, episodik sering, dan kronik. - Trigeminal Autonomic Cephalalgias (TAC. , merupakan nyeri kepala berat atau sangat berat, nyeri supraorbital, dan/atau temporal yang bertahan selama 15-180 TACs mencakup kondisi SUNCT dan SUNA. Nyeri contohnya nyeri kepala terkait aktivitas seksual. Nyeri Kepala Sekunder Nyeri kepala sekunder merupakan nyeri kepala yang timbul sebagai metabolik, dan penyakit infeksi. Yang sekunder antara lain: - Nyeri kepala akibat trauma pada kepala atau leher, seperti cedera kepala ringan maupun berat. - Nyeri kepala akibat kelainan vaskular intrakranial, misalnya perdarahan subaraknoid, stroke iskemik atau hemoragik, dan diseksi arteri. - Nyeri kepala dengan kelainan intrakranial non-vaskular, seperti tumor otak dan peningkatan tekanan intrakranial non-infeksi. - Nyeri akibat efek penggunaan atau penghentian zat atau obat-obatan, termasuk nyeri kepala akibat - Nyeri akibat infeksi sistem saraf pusat, seperti meningitis dan - Gangguan seperti hipoksia, hiperkapnia, atau - Nyeri struktur kepala dan leher, seperti sinusitis, gangguan mata, gigi, atau sendi temporomandibular. - Penyebab psikiatrik, termasuk nyeri kepala yang berkaitan dengan gangguan afektif atau konversi. Neuropati Kranial Menyebabkan Nyeri Kepala dan Nyeri Wajah Lainnya Kategori ini mencakup kondisi yang berhubungan dengan gangguan saraf kranial atau nyeri wajah yang menetap tanpa penyebab lain yang Yang termasuk ke dalam menyebabkan nyeri kepala dan nyeri wajah lainnya adalah - Neuralgia kranial, seperti neuralgia trigeminal klasik atau sekunder, neuralgia oksipital, dan neuralgia nervus glosofaringeus. - Nyeri wajah idiopatik persisten, yakni nyeri wajah kronik yang tidak memiliki dasar struktural atau neurologis yang jelas. - Nyeri kepala lain yang tidak dapat tempat bagi kondisi yang belum sesuai dengan kategori lainnya. Tanda Bahaya atau Red Flag Nyeri Kepala Menurut The American Headache Society, red flag pada kasus nyeri kepala sekunder dikategorikan dengan menggunakan pendekatan mnemonic SNOOP (Systemic symptoms/signs and disease. Neurologic symptoms or signs. Onset sudden, dan change in headache Patter. , namun pada tahun 2019. American Academy Neurology mengeluarkan mnemonic baru untuk menunjukkan red and orange flag pada nyeri kepala sekunder yaitu SNNOOP10 dengan komponen . A S: Systemic Illness Nyeri kepala disertai gejala sistemik seperti demam, penurunan berat badan, atau adanya riwayat infeksi, kanker, atau gangguan imunologis dapat menunjukkan keterlibatan proses infeksius, inflamasi, atau neoplastik sebagai penyebab nyeri A N: Neoplasm in history A A A A A Adanya nyeri diakibatkan riwayat terjadinya neoplasma khususnya di N: Neurologic signs or symptoms Adanya seperti kelemahan gangguan penglihatan, kejang, atau penurunan kesadaran merupakan struktural atau vaskular di sistem saraf pusat, termasuk stroke atau lesi intrakranial. O: Onset is new or sudden . hunderclap headach. Nyeri kepala yang muncul secara tiba-tiba dan mencapai tingkat nyeri maksimal dalam hitungan detik hingga menit, seperti pada menandakan kondisi serius seperti perdarahan subaraknoid. O: Older age Permulaan nyeri kepala pertama memerlukan perhatian khusus, karena risiko gangguan vaskular, neoplasma, dan arteritis temporalis lebih meningkat pada kelompok usia ini. P: Previous headache history with Perubahan pola nyeri kepala yang sebelumnya, termasuk peningkatan frekuensi atau intensitas, ataupun nyeri kepala yang menetap dan progresif, harus dievaluasi sebagai P: Positional Nyeri membaik tergantung posisi tubuh. P: Precipitated by Valsalva Nyeri semakin parah saat batuk, bersin, atau mengejan. Hal inidapat mengindikasikan terdapat massa otak atau peningkatan tekanan A P: Papilledema Edema papil saraf optik merupakan tanda objektif peningkatan tekanan A P: Pregnancy or postpartum state Kehamilan dapat risiko terjadi trombosis vena serebral atau eklampsia. A P: Painful eye with autonomic Gejala nyeri pada daerah mata disertai lakrimasi, kongesti nasal, atau ptosis dan harus dibedakan dengan gejala glaukoma akut atau gangguan mata lainnya. A P: Progressive headache and pattern Nyeri yang semakin sering atau berat perlu dan dapat dicurigai A P: Pathology of immune system Status risiko terjadinya infeksi oportunistik dan proses neoplastik intrakranial. A P: Previous headache history is Nyeri kepala yang timbul tanpa khususnya pada usia lanjut A P: Pressure-like symptoms Gejala tekanan intrakranial seperti muntah proyektif, diplopia, atau nyeri kepala yang menyebabkan terbangun saat tidur. Tanda Bahaya atau Red Flag Nyeri Kepala pada Ibu Hamil Nyeri kepala selama kehamilan merupakan keluhan yang sering membedakan berdasarkan klasifikasi dan kondisi yang mengindikasikan gangguan serius. Sejumlah tanda bahaya atau red flags menurut Perinatal Network Scotland meliputi . Onset baru atau perubahan pola nyeri kepala Munculnya nyeri kepala yang belum pernah dialami sebelumnya oleh pasien, atau perubahan signifikan dari pola nyeri kepala yang biasanya dirasakan, terutama jika Nyeri kepala mendadak dan berat Nyeri kepala yang timbul secara tiba-tiba dan mencapai puncak dalam waktu singkat . hunderclap headache dapat mengindikasikan perdarahan subarakhnoid gangguan vaskular lainnya. Nyeri neurologis fokal atau general Nyeri kepala yang disertai defisit ekstremitas, gangguan penglihatan, bicara tidak jelas, penurunan kesadaran, atau kejang, dapat mengarah pada patologi otak struktural atau vaskular. Nyeri kepala dengan gejala sistemik Nyeri kepala yang disertai dengan gejala sistemik seperti demam, leher kaku, atau status mental yang berubah perlu dicurigai sebagai tanda infeksi sistem saraf pusat seperti meningitis atau ensefalitis. Peningkatan keparahan nyeri kepala Nyeri kepala yang semakin sering atau semakin berat, terutama bila tidak merespons terapi konservatif, dapat menunjukkan gangguan yang lebih serius. Tanda-tanda preeklampsia Pada kehamilan trimester kedua atau ketiga, nyeri kepala yang penglihatan . englihatan kabur atau seperti kilatan cahay. , edema, atau proteinuria harus dievaluasi untuk kemungkinan preeklampsia atau eklampsia. Hubungan dengan posisi atau Nyeri memburuk saat posisi tertentu . isalnya duduk atau berdir. Riwayat gangguan pembekuan atau terapi antikoagulan Ibu trombofilia atau yang sedang memiliki risiko lebih tinggi terhadap trombosis vena serebri. Green Flag Nyeri Kepala pada Ibu Hamil Tidak semua nyeri kepala pada kehamilan menunjukkan kondisi yang Beberapa karakteristik tertentu disebut sebagai ciri-ciri menunjukkan bahwa nyeri kepala tersebut tidak berhubungan dengan gangguan struktural atau sistemik yang serius. Menurut Perinatal Network Scotland, ada beberapa indikator green flag nyeri kepala pada ibu hamil antara lain. Riwayat Nyeri Kepala Sebelumnya yang Konsisten Nyeri kepala yang memiliki pola serupa dengan riwayat sebelumnya, terutama jika diagnosis migrain atau tension-type headache telah ditegakkan sebelum kehamilan dan Onset Bertahap Tidak Mendadak Nyeri kepala yang timbul perlahan dan meningkat secara bertahap, tanpa karakteristik thunderclap headache atau intensitas tiba-tiba, umumnya lebih bersifat nonemergensi. Tidak Disertai Gejala Neurologis Fokal Tidak ditemukan gejala seperti ganda, atau penurunan kesadaran sentral yang serius. Respons Baik terhadap Terapi Simptomatik Jika nyeri kepala membaik dengan istirahat, hidrasi, kompres, atau parasetamol, maka kemungkinan besar nyeri tersebut bersifat Tidak Ada Gejala Sistemik Menyertai Apabila tidak dijumpai gejala sistemik seperti demam, muntah menunjukkan bahwa nyeri kepala tidak berkaitan dengan infeksi atau inflamasi sistem saraf pusat. Tekanan Darah dalam Rentang Normal Tidak ditemukan hipertensi dalam pemeriksaan fisik, sehingga risiko preeklampsia atau eklampsia dapat Terjadi pada Trimester Pertama dan Membaik Seiring Waktu Beberapa jenis migrain bahkan menunjukkan perbaikan gejala setelah trimester pertama, sebagai bagian dari perubahan hormonal. Evaluasi dan Pemeriksaan Penunjang Nyeri Kepala pada Ibu Hamil Evaluasi kehamilan harus dilakukan terutama setelah usia kehamilan mencapai 20 preeklampsia yang sering dijumpai dan biasanya disertai hipertensi, dengan atau tanpa proteinuria. Preeklampsia kehamilan yang merupakan penyebab kedua kematian ibu di Indonesia. Diagnosis adalah TDOu140/90 mmHg setelah kehamilan 20 minggu dan adanya proteinuria Ou300 mg/24 jam atau Ou 1 dipstik, rasio protein: kreatinin Ou30 mg/mmol . Pada ibu hamil dengan onset nyeri kepala baru atau pola nyeri kepala yang tidak biasa, namun dieliminasi, harus dilakukan evaluasi terlebih dahulu melalui anamnesis yang rinci dan pemeriksaan fisik yang Sekitar disebabkan oleh nyeri kepala primer seperti migrain, sementara yang lainnya disebabkan oleh berbagai radiologi dibutuhkan. Apabila nyeri kepala disertai dengan gejala klinis dengan kecurigaan diagnosis yang mengancam jiwa seperti perdarahan subarakhnoid atau trombosis sinus vena serebri maka pemeriksaan radiologi harus dipertimbangkan. scan merupakan modalitas yang cepat, tersedia secara luas, dan mampu mendeteksi perdarahan akut dengan Sementara itu. MRI memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dibanding CT scan dalam mendeteksi sebagian besar patologi intrakranial, namun prosedurnya membutuhkan waktu yang lebih lama, aksesnya lebih terbatas, dan penggunaan kontras kehamilan . Tatalaksana Awal Nyeri Kepala pada Ibu Hamil Manajemen tatalaksana awal nyeri kepala pada ibu hamil dan menyusui efektivitas terapi namun aman untuk Dalam hal tersebut, parasetamol yang merupakan obat golongan nonopioid menjadi pilihan utama karena sepanjang kehamilan dan selama Sementara itu, obat golongan triptan, terutama sumatriptan, juga dapat digunakan untuk serangan migrain akut, tetapi sebaiknya tidak diberikan sebagai terapi awal nyeri kepala selama kehamilan. Penggunaan NSAID, digunakan pada usia kehamilan 30Ae32 dihentikan menjelang trimester ketiga karena risiko penutupan dini duktus NSAID umumnya aman digunakan selama Sementara itu, golongan opioid ringan, seperti kodein, dapat secara terbatas menghindari efek samping seperti konstipasi dan potensi ketergantungan. Harus diingat bahwa pemakaian analgesik akut secara berlebihan dapat medication-overuse headache, yang dapat memperburuk kondisi klinis pasien . Selain itu, untuk penanganan gejala mual dan muntah yang sering menyertai migrain dapat diberikan ondansetron, domperidon, dan siklizin. Namun, pemakaian proklorperazin dan metoklopramid dalam jangka panjang perlu dihindari karena risiko timbulnya reaksi distonik akut. Dalam hal laktasi, sebagian besar antiemetik tersebut relatif aman . Tabel 1. Tatalaksana Medikamentosa Nyeri Kepala pada Ibu Hamil . Medikamento Kehamila Menyus Terapi akut Parasetamol NSAID Oo* Oo Aspirin Triptan Oo ** Oo (Sumatripta. Anti-emetik Siklizin Proklorperazin Ondansetron Domperidone Oo Metokloprami Oo Migrain Preventif Amitriptilin Propranolol Kandesartan Oo Topiramate Oo Pizotifen kehamilan 30Ae32 minggu **: dapat digunakan untuk serangan migrain akut KESIMPULAN Kehamilan merupakan salah satu faktor risiko terkait nyeri kepala dan harus dilakukan identifikasi memutuskan apakah akan segera dirujuk untuk perawatan sekunder. Dalam beberapa kasus, migrain dan tension-type headache dapat ditangani di layanan primer dengan terapi medikamentosa yang sesuai. DAFTAR PUSTAKA