https://jurnal. PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TATALAKSANA INISIASI MENYUSUI DINI Maharani1*. Sri Legawati2 Mahasiswa Akper Gita matura Abadi Kisaran Dosen Akper Gita matura Abadi Kisaran *Email koresponden : maharanirani256@icloud. Abstract Early initiation of breastfeeding (IMD) is an important practice that impacts breastfeeding success and neonatal health. Pregnant women's understanding of early initiation of bretfeeding management is a key factor in its implementation after delivery. This study aims to describe the level of knowledge of pregnant women regarding early initiation of breastfeeding management at the Firda Hasanah Clinic in Guntung Village. Tanjung Tiram District. The cross-sectional study design is descriptive, with measurements or observations conducted simultaneously . The population in this study was all pregnant women who visited or had prenatal check-ups at the Firda Hasanah Clinic from January to April 2025, a total of 36 pregnant women. The entire population was sampled, with 36 pregnant women who had their pregnancy check-ups at the Firda Hasanah Clinic. Data collection was conducted using a questionnaire that had been tested for validity and reliability and then analyzed descriptively. The results of the study were categorized as "Quite Good" with a percentage Based on the research results, it can be concluded that pregnant women have quite good knowledge about early breastfeeding initiation (IMD) management, but many still do not fully understand the steps to implement it. Education, experience, and information from health workers play a crucial role in improving maternal knowledge. Therefore, more intensive and continuous counseling is needed to ensure pregnant women are able to implement IMD after delivery. Keywords: Pregnant Women. Management. Early Breastfeeding Initiation. Abstrak Inisiasi menyusui dini (IMD) merupakan praktik penting yang berdampak pada keberhasilan menyusui dan kesehatan neonatal. Pemahaman ibu hamil mengenai tatalaksana inisiasi menyusui dini merupakan faktor kunci dalam implementasinya setelah persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pengetahuan ibu hamil terkait tatalaksana inisiasi menyusui dini di Klinik Firda Hasanah di Desa Guntung. Kecamatan Tanjung Tiram. Desain penelitian cross-sectional bersifat deskriptif rancangan penelitian dengan melakukan pengukuran atau pengamatan pada saat bersama . ekali wakt. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan kunjungan atau pemeriksaan kehamilan di klinik firda hasanah periode bulan Januari sampai dengan April 2025 yaitu sejumlah 36 ibu hamil. teknik pengambilan Sampel seluruh populasi dijadikan sampel dengan jumlah 36 orang ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Klinik Firda Hasanah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas kemudian dianalisis secara deskripsi persentase Hasil penelitian dikategorikan "Cukup Baik" dengan presentase 63,6%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ibu hamil memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang tatalaksana inisiasi menyusui dini (IMD) namum masih banyak yang belum memahami secara menyeluruh langkah-langkah pelaksanaannya. Faktor pendidikan, pengalaman dan informasi dari tenaga kesehatan berperan penting dalam meningkatkan Vol 2. No 1. Januari, 2026 *Corresponding author email : maharanirani256@icloud. Page 8 of 14 pengetahuan ibu. Oleh karena itu diperlukan penyuluhan yang lebih intensif dan berkesinambungan agar ibu hamil mampu menerapkan IMD setelah melahirkan Kata kunci: Ibu Hamil. Tatalaksana. Inisiasi Menyusui Dini. PENDAHULUAN Inisiasi Menyusu Dini . arly memberikan kesempatan pada bayi baru lahir untuk menyusu pada ibunya dalam satu jam pertama kehidupannya (Sulis. Survei dari world health organization (WHO) dan united nations international children`s emergency fund (UNICEF) terhadap lebih dari 3000 ibu pasca persalinan di beberapa negara menunjukkan bahwa ibu yang melakukan IMD minimal satu jam setelah bayi lahir diseluruh dunia hanya sekitar 36% selama periode 2016-2018. Selama proses IMD berlangsung bayi akan terasa hangat dan pada saat bayi menghisap putting susu akan merangsang keluarnya hormon oksitosin yang menyebabkan Rahim pengeluaran plasenta dan mengurangi perdarahan pada ibu. Kegagalan inisiasi menyusui dini (IMD) disebabkan oleh beberapa factor antara lain kurangnya pengetahuan ibu yang tidak mendapatkan informasi atau tidak tahu yang harus dilakukan saat pertama bayi lahir Kurangnya sikap ibu dimana sikap merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak, dan tidak adanya dukungan suami berupa dukungan moril dan materil dalam mewujudkan suatu rencana dalam hal melakukan inisiasi menyusui dini (IMD). Anak yang dapat menyusui dini dapat mudah sekali menyusui kemudian, sehingga kegagalan menyusui akan jauh sekali berkurang, selain mendapatkan kolostrum yang bermanfaat untuk bayi, pemberian air susu ibu (ASI) ekslusif akan menurunkan kematian. Sesuai pemerintah RI Nomor 33 Tahun 2012 ASI dijelaskan bahwa ASI eksklusif adalah memberikan hanya ASI tanpa memberikan makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan. Riset (RISKESDAS), prevalensi di Indonesia. Inisiasi menyusui dini (IMD) meningkat dari 51,8% pada tahun 2017 menjadi 57,8% pada tahun 2018. Namun, angka 90%, yang dikenal sebagai angka awal menyusui dini (IMD), meningkat dari 51,8% pada tahun 2017 menjadi 57,8% pada tahun 2017. Namun, tingkat deteksi masih di bawah 90% Hartika . Penelitian yang dilakukan oleh Putri Lestari . tentang beberapa faktor yang mempengaruhi kegagalan inisiasi menyusu dini (Studi kasus di RSUD kerdinah tega. bahwa beberapa penyebab kegagalan inisiasi menyusui dini (IMD) adalah usia ibu <20 atau >35 tahun . =0,. , rendahnya pendidikan ibu . =<0,0. , keluarga . =0,. , tidak ada keluarga sebagai pendamping persalinan . =0,. , kesehatan. =<0,0. , sertaan prenatal class . =0,. , tidak mendapat informasi IMD . =0,. , kurangnya pemahaman ibu tentang IMD . =0,. Bersadarkan multivariat, faktor yang bersama-sama mempengaruhi kegagalan IMD adalah kurangnya peran tenaga kesehatan (OR=6,. , kurangnya pemahaman ibu tentang IMD (OR=5,. dan rendahnya Copyright: @ 2026 Authors pendidikan ibu . R=3,. Hasil kualitatif menunjukan bahwa motivasi tenaga kesehatan meningkatkan kenyamanan dan keberhasilan IMD, pemahaman ibu dan IMD membantu keberhasilan IMD. Untuk mendapatkan target maksimal inisiasi menyusu dini pada ibu hamil langkah yang dapat ditempuh salah satunya adalah dengan peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang tatalaksana inisiasi menyusu dini seperti pada langka ibu untuk mulai menyusui dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir. METODE Desain penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Survei dengan metode cross sectional bertujuan membuat gambaran atau deskripsi atau keadaan secara obyektif yaitu tentang pengetahuan ibu hamil tentang tatalaksa inisiasi menyusui dini di klinik firda hasanah desa guntung kecamatan tanjung tiram dan dilakukan pada bulan Mei 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jumlah ibu hamil yang ada di klinik firda haasnah desa guntung kecamatan tanjung tiram sebanyak 36 orang. Tehnik sampling jenuh digunakan dalam penelitian ini dan besar sampel sebesar 36 Ibu hamil. Alat ukur kuisioner/angket, observasi, wawancara. Teknik pengumpulan data telah melalui proses editing, coding, tabulating, entri data, dan analisa data. Uji validitas dan realiabilitas telah dilaksanakan setelah lulus kaji etik pada 4 November 2024 dan responden menyatakan bersedia dalam kegiatan penelitian ini. HASIL Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden . Kategori Karakteristik Frekuensi Presentase (%) Kategori Karakteristik Umur Total Pendidikan SMP SMA Total Pekerjaan Guru Pedagang IRT Total Frekuensi Presentase (%) 52,78 47,22 36,11 36,11 8,33 19,25 13,89 44,44 41,67 Berdasarkan data pada tabel 1 usia pengelompokan usia 20-25 tahun sebanyak 19 orang . ,78%) , untuk data pendidikan jumlah responden yang memliki riwayat SD dan SMP jumlah sama yaitu 13 orang . sedangkan responden berdasrkan pekerjaan sebagian besar ibu rumah tangga 15 orang . ,67%) Tabel 2. Pengetahuan Ibu tentang tatalaksana inisiasi menyusui dini Variabel Tatalaksan menyusui dini Ibu melahirkan yang di Dada atau perut ibu bayi di tengkurapkan, menyusui dini adalah membiarkan kulit bayi menempel ke kulit ibu minimal 1 jam Seluruh badan dan keringkan secepatnya, tangannya karena di tangan terdapat lemak putih . yang dapat menyamankan kulit bayi sebaiknya di Bayi mencari putting susu Tahu 58,33 Tidak Tahu 41,67 Tahu 72,22 Tidak Tahu 27,78 Tahu 41,67 Tidak Tahu 58,33 Tahu Tidak Tahu 83,33 16,67 Copyright: @ 2026 Authors Variabel Dengan merangsang sentuhan lembut tetapi bayi ke putting susu Peran ayah dalam mendorong ibu untuk memahami tanda Ae tanda atau tindakan mengambil keputusan Dukungan ayah dalam percaya diri ibu dalam menyusui dini Rawat gabung ibu dan bayi di dalam satu kamar selama 24 jam Dengaan menghindari diberikan sebelum ASI Bila mendekatkan bayi ke putting dengan putting ke mulut bayi Tahu Tidak Tahu Tahu 66,67 Tidak Tahu 33,33 Tahu Tidak Tahu Tahu 47,22 Tidak Tahu Tahu 52,78 Tidak Tahu Tahu Tidak Tahu 69,44 30,56 Tabel 2 menjelaskan bahwa mayoritas responden mengatakan AuTahuAy tentang ibu menentukan sendiri cara melahirkan yang di inginkan sebanyak 21 orang . ,33%) dengan menjawab menentukan cara melahirkan yang diinginkan, misalnya melahirkan normal, di dalam air, atau dengan jongkok merupakan tatalaksana dalam persiapan inisiasi menyusu dini. Mayoritas responden mengatakan AuTahuAy tentang bayi di tengkurapkan di dada dan di perut ibu sebanyak 26 orang . ,22%) dengan menjawab bayi di tengkurapkan di dada atau perut ibu ini bikin bayi merasa tenang, hangat dan cepat kenal ibunya Mayoritas responden mengatakan AuTahuAy tentang seluruh badan dan kepala bayi dikeringkan secepatnya sebanyak 15 mengatakan tahu bahwa seluruh badan dan kepala bayi dikeringkan secepatnya, kecuali kedua tangannya karena ditangan terdapat lemak putih . yang dapat menyamankan kulit bayi sebaiknya Mayoritas responden mengatakan AuTahuAy tentang bayi di biarkan untuk mencari putting susu ibu sebanyak 30 orang . ,33%) dengan menjawab ibu pernah melihat langsung bayinya bergerak sendiri ke arah dada setelah lahir. Mayoritas AuTahuAy menggunakan sentuhan yang lembut sebanyak 18 orang . %) dengan menjawab menyentuh bayi dengan lembut itu penting biar bayi merasa nyaman dan mau nyusu sendiri tanpa dipaksa. Mayoritas responden mengatakan AuTahuAy tentang peran ayah dalam mendukung dan membantu ibu untuk mengenali tandaa tanda atau prilaku bayi sebelum menyusui sebanyak 24 orang . ,67%) dengan menjawab mengetahui bahwa peran ayah dalam mendukung dan membantu ibu untuk mengenali tandatanda atau perilaku bayi sebelum menyusu ibu jadi lebih semangat dan nggak Mayoritas responden mengatakan AuTahuAy tentang dukungan ayah akan meningkatkan rasa percaya diri ibu dalam melakukan inisiasi menyusui dini sebanyak 27 orang . %) dengan menjawab mengatakan bahwa kehadiran dan dukungan suami walaupun cuman kata-kata atau pelukan bisa bikin responden jadi lebih semangat dan percaya diri waktu menyusui. Mayoritas responden mengatakan AuTahuAy tentang menghindari pemberian minuman prelaktal . airan yang diberikan sebelum asi kelua. sebanyak 27 orang . menghindari pemberian minuman prelaktal . airan yang diberikan sebelum asi kelua. bayi mungkin sulit mengisap asi melalu Mayoritas responden mengatakan AuTahuAy tentang mendekatkan bayi ke putting dengan tidak memasukan putting Copyright: @ 2026 Authors ke mulut bayi sebanyak 25 orang . dengan menjawab bahwa bila dalam 1 jam menyusu awal belum terjadi,dekatkan bayi keputing ,tapi jangan memasukkan putting ke mulut bayi. beri waktu 30 menit atau 1 jam lagi merupakan bagian dari tatalaksana inisiasi menyusu dini Tabel 3 Aspek Pengukuran Pengetahuan ibu hamil tentang tatalaksana inisiasi menyusui dini No Total Responden Hasil Keterangan Score 0,58 Hasil = Total Score 0,72 Responden 0,41 Kategori = Total Hasil 0,83 0,50 0,66 0,75 TOTAL 0,47 0,75 0,69 6,36 Bobot Max = 6,36 X 100 = 63,6% (Cuku. Berdasarkan pengukuran tentang pengetahuan ibu hamil tentang tatalaksana inisiasi menyusui dini dengan kategori AuCukupAy dimana hasil skor 6,36 dengan presentase 63,6%. PEMBAHASAN Inisiasi Menyusu Dini . arly memberikan kesempatan pada bayi baru lahir untuk menyusu pada ibunya dalam satu jam pertama kehidupannya, karena sentuhan bayi melalui refleks hisapnya yang timbul mulai 30-40 menit setelah lahir akan menimbulkan rangsangan sensorik pada otak ibu untuk memproduksi hormon prolaktin dan memberikan rasa aman pada bayi. Masa-masa belajar menyusu dalam satu jam pertama hidup bayi diluar kandungan disebut inisiasi menyusui dini (IMD). IMD adalah proses kesempatan pada bayi untuk mencari dan mengisap ASI sendiri, dari satu jam pertama pada awal kehidupannya. Hal ini terjadi jika segera setelah lahir, bayi dibiarkan kontak kulit dengan kulit ibunya. Dalam pengertian lain. Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah rangkaian kegiatan Dimana bayi yang baru saja lahir secara naluri melakukan aktivitas-aktivitas yang diakhiri dengan menemukan putting susu ibunya dan segera menyusu dari putting susu ibunya. (SULIS, 2. Pada penelitian ini, tatalaksana inisiasi menyusui dini berdasarkan umur mayoritas terjadi pada Ibu di usia 20-25 meningkatkan tingkat kematangan dan kekuatan seseorang dalam berfikir dan bekerja sama halnya Wawan Dan Dewi . Hasil penelitin bahwa Ibu yang mengetahui tatalaksana inisiasi menyusui dini mayoritas 20-25 sebanyak 19 orang 52,78%% hal tersebut yang mengetahui atau menjelaskan tenntang tatalaksana inisiasi menyusui dini dengan secara signifikan dan jelas (Wawan & Dewi. Pengetahuan yang dimaksud pada penelitian ini ialah pengetahuan yang dimiliki responden dengan 10 item pernyataan dengan jawaban terbanyak mengetahui tentang tatalaksana inisiasi mennyusui dini. Banyak yang tidak mengetahui tentang tatalaksana inisiasi menyusui dini yang berupa pengetahuan tentang seluruh badan dan kepala bayi di keringkan secepatnya kecuali kedua tangannya karena ditangan terdapat lemak putih . yang dapat menyamankan kulit bayi sebaiknya dibiarkan. Menurut (Prasetyono, 2. dengan cara menekan punggung dan bahu bayi mendekat payudara itu bisa merangsang bayi untuk membuka mulut bayi menjadi terbuka lebar (Prasetyono, 2. Menurut (Prasetyono, menentukan sendirii cara melahirkan yang di inginkan, dikarenakan bayi yang muncul dalam cara melahirkan operasi Copyright: @ 2026 Authors munkin atau tidak mungkinya menyapa orang tuanya tanpa bantuan kapanpun selama 1 jam karena kondisi ini muncul selama operasi caesar, oleh karena itu kemungkinan keberhasilan IMD seperti kelahiran bayi dengan menggunakan kimiawi atau mungkin persalinan hanya 50% (Prasetyono, 2. Menurut (Rudi Haryono, 2. bayi di tengkurapkan di atas dada ibu dikarenakan suhu dada ibu yang melahirka menjadi 1EE lebih panas pada suhu dada ibu yang tidak melahirkan jika bayi di letakan di dada ibu ini kepanasan suhu dada ibu kan turun 1EE jika bayi kedinginan suhu dada ibu akan meningkat 2EE untuk menghangatkan bayi (Sulis. Bayi dibiarkan mencari puttinng susu ibu dikarenakan menurut (Utami, 2. Setiap bayi baru lahir diletakan di perut ibu segera setelah lahir dengan kulit ibu melekat pada kulit byi, bayi mempunyai kemampuan untuk menemukan sendiri payudara ibu dan memutuskan waktunya untk menyusu pertama kali. Dengan menggunakan sentuhan lembut tetapi tidak memaksakan putting susu yaitu menurut (Prasetyno, 2. ibu bisa merangsang bayi dengn cara mendekatkan putting payudara tetapi jangan memaksakan bayi saat itu. Peran ayah dalam mendukung ibu dan mengenali tanda-tanda atau prilaku bayi sebelum menyusui adalah salah satu kesempatan agar istri punya waktu untuk lebih banyak waktu dengn bayi, saling mengenal, untuk menyusui dann belajar menyusui dengan benar selain cukup waktu dann juga cukup istirahat (Anik. Menurut Prasetyono . dukungan ayah adalah cara untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu dalam melakukan inisiasi menyusui dini dikarekan hal yng sangat di butuhkan ibu saat ingin melakukan inisiasi menyusui dini adalah perhatian ayah kepada ibu seperti mengelus-elus rambut serta kata-kata yang menenangka hati ibu (Prasetyono, 2. Ibu dan bayi akan tetap di rawat gabung dikarenakan ibu akan menyusui menyusui tidak boleh di jadwal da rawat gabung inap akan meningkatkan ikatan batin antara ibu dan bayinya (Anik, 2. Menurut (Prasetyono, diperlukan lantara hanya akan merugikan ibu da bayi, apabila prelaktal feeding diberikan pada bayi maka asi terbetuk lebih lambat karen bayi tidak cukup kuat mengisap putting payudara ibu. Mennurut (Presetyono, 2. ketika menyusui bayinnya ibu kadang tidak mengetahui cara menyusu yang tepat, boleh jadi cara menyusui bayi di anggap sudah benar da perlekata bayi pun dikira sudah sesuai prosedur yang seharusya, sehingga bayi bisa meyusui dengan KESIMPULAN DAN SARAN Pembahasan yang telah disajikan diatas memberikan kesimpulan bahwa Pengetahuan ibu hamil tentang tatalaksan inisiasi menyusui dini dalam kategori AuCukupAy dan sebagian kecil responden ada tidak mengetahui tentang tatalaksana inisiasi menyusui dini. Disarankan pada peneliti selanjutnya untuk memperdalam dalam kembali yang berkaitan dengan tatalaksana inisiasi menyusui dini. UCAPAN TERIMA KASIH