ISSN: 3062-7192 E-ISSN: ANALISIS HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE FULL COSTING PADA UMKM BAROKAH BAKERY KOTA BOGOR (Analysis of Cost of Goods Manufactured With The Full Costing Method at UMKM Barokah Bakery Bogor Cit. Riska Rianita Alfitroh1. Naila Zhafira2. Mutia Haifa Ramadini Kurniadi3. Azka Aulia4. Yuni Astuti Tri Tartiani5 1,2,3,4,5 Program Studi Akuntansi. Sekolah Vokasi. Institut Pertanian Bogor University. Indonesia Corresponding Author :riskarianitaalfitroh@apps. Abstract Accurate cost of goods manufactured is an important thing that needs to be considered in determining the selling price value. By compiling the right cost of goods manufactured. MSME actors will know the costs incurred during the production period, so that MSME actors can predict the optimal product price to make a profit. However, in reality, there are still many MSME actors who have not taken into account all elements of cost in determining the selling price of the product. This study aims to analyze the cost of goods manufactured by Barokah Bakery in Bogor City using the full costing method by classifying in detail the costs incurred during the production process. The author uses a descriptive qualitative approach with data collection methods in the form of observation, interviews, documentation, and literature reviews. This study suggests that the monthly cost of goods manufactured each month from Barokah Bakery is IDR 27,417,500 and produces a cost of goods sold of IDR 997 per piece. The results of this study indicate that the application of the full costing method can provide information about accurate cost of production, so that it can be a reference in determining the company's strategy in order to obtain maximum possible profit. Keywords: MSME. Production Cost. Cost of Goods Sold. Full costing Abstrak Harga pokok produksi yang akurat merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam penentuan nilai harga jual. Dengan menyusun harga pokok produksi yang tepat, pelaku UMKM akan mengetahui biaya-biaya yang dikeluarkan selama masa produksi, sehingga pelaku UMKM dapat memprediksi harga produk yang optimal untuk memperoleh laba. Namun, pada kenyataannya, masih banyak pelaku UMKM yang belum memperhitungkan seluruh unsur biaya dalam menentukan harga jual Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harga pokok produksi Barokah Bakery di Kota Bogor menggunakan metode full costing dengan mengklasifikasikan secara rinci biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses produksi. Penulis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan literature Penelitian ini mengemukakan bahwa harga pokok produksi setiap bulan dari Barokah Bakery adalah sebesar Rp 500 dan menghasilkan harga pokok penjualan sebesar Rp 997 per-pcs. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode full costing dapat memberikan informasi mengenai harga pokok produksi yang akurat, sehingga dapat menjadi acuan dalam menentukan strategi perusahaan guna memperoleh laba semaksimal mungkin. Kata Kunci: UMKM. Harga Pokok Produksi. Harga Pokok Penjualan. Full costing PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini. Berdasarkan data Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, pada tahun 2023, jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mencapai sekitar 66 juta jiwa, sehingga kontribusi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mencapai 61% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia atau setara dengan Rp 9. 580 triliun. Seiring dengan terus berkembangnya kehadiran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia, maka persaingan antar pelaku usaha dalam menghasilkan produk-produk yang sejenis juga akan semakin meningkat. Persaingan yang semakin ketat mendorong pelaku usaha untuk memiliki strategi yang tepat guna membantu mendapatkan laba yang maksimal dengan harga jual yang cukup bersaing. Hal tersebut sejalan dengan prinsip ekonomi yaitu meminimalkan biaya seminimal mungkin untuk memperoleh laba semaksimal mungkin tanpa mengurangi kualitas yang terdapat dalam produk (Sidik & Nugroho, 2. Perhitungan harga pokok produksi merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam penentuan nilai harga jual (Khilmi & Samto, 2. Dalam sebuah perusahaan industri, perhitungan harga pokok produksi tidak hanya berfungsi sebagai dasar penentuan tingkat laba dan penilaian efesiensi usaha, tetapi juga pengalokasian harga pokok produksi yang tepat dapat membantu perusahaan dalam menetapkan harga pokok penjualan yang tepat pula (Soraya, 2. Dengan menyusun harga pokok produksi yang akurat, pelaku UMKM akan mengetahui beban atau biaya produksi dari produk yang akan dihasilkan, sehingga harga pokok penjualan dapat diperhitungkan secara optimal untuk memperoleh laba optimal pula (Novietta. Nurmadi, & Minan, 2. Menurut Mulyadi . Harga pokok produksi dapat dihitung dengan dua metode yaitu metode biaya penuh . ull costin. Vol. 5 No. : Desember 2024 dan metode biaya variabel . ariable costin. Dalam metode full costing, semua komponen biaya produksi akan diperhitungkan dalam harga pokok produksi. Komponen biaya produksi ini mencakup biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik yang bersifat tetap maupun variabel. Sedangkan metode variable costing hanya akan memperhitungkan biaya produksi yang bersifat variabel ke dalam harga pokok produksi. Biaya produksi variabel ini terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik yang bersifat variabel. Salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang belum melakukan perhitungan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan secara tepat adalah Barokah Bakery. Barokah Bakery merupakan salah satu usaha roti hangat keliling yang sudah ada di Kota Bogor sejak 2016. Dalam proses produksinya, pabrik ini memproduksi produknya secara massal berdasarkan jumlah orderan yang masuk di satu hari dengan rata-rata produksi sebanyak 1. 100 roti per hari, dengan harga jual Rp 1. 300 per Selama masa operasionalnya, pelaku usaha hanya melakukan pencatatan pada omzet penjualan dan tidak melakukan pencatatan pada rincian biaya yang dikeluarkan selama proses produksi, sehingga dalam memperhitungkan harga pokok penjualannya pun, pelaku usaha belum memperhitungkan secara rinci komponen biaya yang dikeluarkan selama proses produksi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan mengklasifikasikan secara rinci biaya-biaya yang dikeluarkan oleh UMKM Barokah Bakery selama proses produksi serta melakukan perhitungan harga pokok produksi berdasarkan metode full costing. Dengan demikian. UMKM Barokah Bakery diharapkan dapat menentukan harga jual produk yang optimal dan memperoleh laba yang optimal pula. TINJAUAN PUSTAKA Akuntansi Biaya Akuntansi biaya mengukur, menganalisis, dan melaporkan informasi keuangan dan nonkeuangan yang terkait dengan biaya perolehan atau penggunaan sumber daya dalam organisasi (Horngren. Datar & Foster, 2. Akuntansi biaya berkaitan erat dengan proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses pembuatan produk dan penjualan barang jadi . atau penyerahan jasa atas kondisi tertentu serta dapat menafsirkan hasilnya. Oleh karena itu, jika dilihat dari segi fungsi, akuntansi biaya merupakan kegiatan yang dapat menghasilkan informasi mengenai biayabiaya yang digunakan untuk mempertimbangkan kegiatan pengambilan keputusan dan evaluasi kegiatan perusahaan yang dilakukan oleh manajemen (Pramawati et al. Biaya Horngren. Datar & Foster . menyatakan bahwa, biaya . adalah sumber daya yang dikorbankan atau dilepaskan untuk mendapatkan suatu manfaat mencapai tujuan tertentu, biasanya diukur dalam jumlah uang yang harus dibayarkan dalam rangka mendapatkan barang atau jasa. Menurut Sugiri . , biaya merupakan harga yang disepakati oleh pihak-pihak yang bertransaksi ketika transaksi terjadi. Biaya produksi juga dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan profitabilitas yang diupayakan oleh perusahaan (Rahmawati et. al, 2. Biaya produksi tersebut menjadi penentu besarnya harga jual dari produk atau jasa yang nantinya akan mempengaruhi besarnya laba yang di peroleh (Djamalu, 2. Metode Penentuan Biaya Menurut Mulyadi . , metode penentuan biaya produksi adalah cara memperhintunglan unsur-unsur biaya ke dalam biaya produksi. Terdapat dua pendekatan dalam memperhitungkan komponen-komponen biaya ke dalam biaya produksi, yaitu full costing dan variabel costing. Full costing adalah metode penentuan biaya yang memperhitungkan semua komponen biaya produksi ke dalam biaya produksi, baik yang bersifat variabel maupun tetap. Biaya yang dihitung dengan metode full costing terdiri dari komponen biaya produksi . iaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik variabel, dan biaya overhead pabrik teta. ditambah dengan biaya nonproduksi . iaya pemasaran, biaya administrasi dan umu. Variabel costing adalah metode penentuan biaya yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variabel ke dalam biaya produksi. Biaya produk yang dihitung dengan metode varible costing terdiri dari komponen biaya produksi variabel . iaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabe. ditambah dengan biaya nonproduksi variabel . iaya pemasaran variabel dan biaya administrasi dan umum variabe. dan biaya tetap . iaya overhead pabrik tetap, biaya pemasaran tetap, biaya administrasi dan umum teta. Harga Pokok Produksi Harga pokok produksi . roduction cos. merupakan elemen penting untuk menilai keberhasilan dari perusahaan dagang maupun manufaktur. Penerapan harga pokok produksi merupakan hal yang sangat penting mengingat manfaat informasi harga pokok produksi adalah untuk menentukan harga jual produk serta penentuan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang akan disajikan dalam neraca (Manein. JO. Harga Pokok Penjualan Harga pokok penjualan adalah istilah yang digunakan pada akuntansi keuangan dan pajak untuk menggambarkan biaya Vol. 5 No. : Desember 2024 langsung yang timbul dari barang yang diproduksi dan dijual dalam kegiatan bisnis. Menurut Irham Fahmi . , harga pokok penjualan merupakan harga beli atau pembuatan suatu barang yang dijual, juga disebut cost of goods sold. Berdasarkan definisi ahli diatas dapat dimaknai bahwa harga pokok penjualan merupakan biaya yang muncul dari barang yang diproduksi oleh perusahaan untuk kemudian dijual kembali (Amaliyah. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai perhitungan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan pada Barokah Bakery. Fokus penelitian adalah menggali bagaimana proses penentuan biaya tersebut diterapkan serta mengevaluasi akurasinya dalam kegiatan usaha. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara langsung, dan literatur review pada pemilik usaha Barokah Bakery Cimanggu. Kota Bogor. Pada proses pengumpulan data dengan metode wawancara, terdapat proses melakukan sesi tanya jawab langsung dengan pemilik usaha roti hangat Cimanggu. Kota Bogor sebagai narasumber. Peneliti juga melakukan observasi untuk mengamati proses produksi di Barokah Bakery untuk mencocokkan data wawancara dengan praktik di lapangan. Peneliti melakukan dokumentasi untuk mengumpulkan dokumen seperti laporan biaya produksi, daftar bahan baku, dan laporan penjualan selama beberapa bulan terakhir. Penelitian dilakukan secara tatap muka pada Hari Rabu, 28 Agustus 2024, pukul 13:00 WIB sampai dengan selesai di tempat produksi roti hangat yang bertempat di Jl. Ikan Mas No. RT. 02/RW. Kedung Waringin. Kec. Tanah Sereal. Kota Bogor. Jawa Barat. HASIL DAN PEMBAHASAN Peneliti menghitung harga pokok produksi dan harga pokok penjualan dari Barokah Bakery dengan menggunakan metode full costing, dengan memperhitungkan biaya produksi berupa biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead Berdasarkan informasi yang diperoleh diketahui bahwa rata-rata produksi per hari pada Barokah Bakery, yaitu sebanyak 100 roti per hari atau 27. 500 per bulan dengan harga Rp 1. 300 per pcs. Proses produksi dikerjakan oleh 4 tenaga kerja produsen dengan 25 hari kerja dalam sebulan. Adapun perhitungan biaya dapat diuraikan sebagai berikut. Biaya Bahan Baku Dalam proses produksinya. Barokah Bakery mengeluarkan biaya bahan baku dengan rincian seperti tabel di bawah ini. Tabel 1. Biaya Bahan Baku Kebutuhan Keterangan Per Satuan Per Bulan Satuan Biaya per Satuan Jumlah Biaya per Produksi 1 Terigu Bal Bal Rp 2 Gula Kg Rp 3 Telor Kg Rp 4 Pengembang roti Gram Gram Rp 5 Pelembut roti Gram Gram Rp 6 Margarin Kg Rp Kaleng Kaleng Rp 8 Susu bubuk Gram 9 Garam Gram 10 Air Liter 7 Susu full cream Jumlah Biaya per Bulan Gram Rp Gram Rp Liter Rp Sumber: Data Barokah Bakery diolah penulis, 2024 Berdasarkan tabel, terdapat 10 jenis bahan baku utama yang digunakan, yaitu tepung terigu, gula, telur, pengembang roti, pelembut roti, margarin, susu full cream, susu bubuk, garam, dan air. Setiap bahan memiliki kebutuhan spesifik yang dihitung berdasarkan satuan tertentu, seperti bal, kilogram, gram, kaleng, atau liter. Biaya per satuan bahan baku juga beragam, misalnya tepung terigu memiliki harga Rp230. 000 per bal, gula Rp18. 000 per kilogram, dan air Rp150 per liter. Jumlah kebutuhan bahan baku dihitung untuk dua kategori, yaitu kebutuhan per produksi dan kebutuhan per bulan, dengan frekuensi produksi sebanyak 25 kali per bulan. Biaya per produksi diperoleh dengan mengalikan kebutuhan per produksi dengan harga per satuan bahan baku. Selanjutnya, biaya per bulan dihitung berdasarkan total kebutuhan bahan per bulan dikalikan dengan biaya per satuan. Sebagai ilustrasi, biaya untuk tepung terigu per produksi adalah Rp230. 000, sementara total biaya per bulan mencapai Rp5. Hal serupa berlaku untuk bahan lainnya, seperti gula yang membutuhkan Rp90. 000 per produksi dan Rp2. 000 per bulan. Berdasarkan rincian perhitungan biaya bahan baku diatas, dapat disimpulkan bahwa total biaya bahan baku yang dikeluarkan dalam satu bulan adalah sebesar Rp 11. Analisis ini menunjukkan pentingnya perencanaan kebutuhan bahan baku dan anggaran yang detail dalam proses produksi. Data yang disajikan dapat menjadi acuan untuk pengelolaan operasional yang efektif dan efisien, terutama dalam meminimalkan pemborosan biaya dan memastikan ketersediaan bahan baku selama periode produksi. Vol. 5 No. : Desember 2024 Biaya Tenaga Kerja langsung Pada Barokah Bakery terdapat 4 orang tenaga kerja yang terlibat langsung dalam proses produksi dan diberikan upah sebesar Rp 46. 250,00 atau dapat dibulatkan menjadi Rp 50. 000,00 dengan total 25 hari kerja dalam sebulan. Berikut rician perhitungan biaya tenaga kerja langsung pada Barokah Bakery. Tabel 2. Biaya Tenaga Kerja Langsung Keterangan Kuantitas Gaji per Hari Rp 50. 1 Tenaga kerja produksi Gaji per Produksi Rp 200. Gaji per Bulan Rp 5. Sumber: Data Barokah Bakery diolah penulis, 2024 Berdasarkan tabel, jumlah pekerja yang terlibat dalam produksi adalah empat orang, dengan upah harian Rp50. 000 untuk setiap orang. Gaji untuk setiap produksi dihitung menjadi Rp200. 000, yang merupakan hasil perkalian antara total pekerja . dan upah setiap hari (Rp50. Selanjutnya, gaji bulanan mencapai Rp5. 000, yang diperoleh dari penjumlahan gaji per produksi dikalikan dengan total produksi selama sebulan. Data ini menunjukkan bahwa biaya tenaga kerja langsung adalah komponen penting dalam struktur biaya produksi. Dengan analisis ini, kita dapat memahami dengan jelas mengenai distribusi biaya tenaga kerja yang diperlukan, sehingga dapat menjadi dasar untuk pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif dalam mendukung kelangsungan proses produksi. Biaya Overhead Pabrik Biaya overhead pabrik dikelompokkan menjadi dua yaitu biaya overhead pabrik variabel dan biaya overhead pabrik tetap. Tabel 3. Biaya Overhead Pabrik Keterangan Biaya per Bulan Biaya Overhead Pabrik Bahan Baku Penolong 1 Selai Cokelat Rp 1. 2 Selai Kelapa 3 Meses 4 Selai Blueberry Rp 1. 5 Selai Durian 6 Isian Susu 7 Keju 8 Sosis 9 Pisang Uli 10 Daun Bawang BOP Tetap 1 Biaya Sewa Rp 2. 2 Biaya Penyusutan 3 Biaya Listrik 4 Biaya Air 5 Biaya Keamanan 6 Biaya Pemeliharaan Alat 7 Biaya Lain-Lain Total Biaya Overhead Pabrik Rp 10. Sumber: Data Barokah Bakery diolah penulis, 2024 Dalam Laporan Biaya overhead Pabrik UMKM Barokah Bakery Cimanggu per 31 Juli 2024, kami menyajikan rincian pengeluaran untuk biaya overhead dalam proses produksi. Biaya ini terbagi menjadi dua komponen utama, yaitu biaya bahan penolong dan biaya tetap. Biaya bahan penolong, yang mencakup berbagai bahan seperti selai cokelat, selai kelapa, meses, selai blueberry, selai durian, isian susu, keju, sosis, pisang uli, dan daun bawang, berjumlah Rp7. Sementara itu, biaya tetap yang terdiri atas biaya sewa tempat, listrik, air, keamanan, pemeliharaan alat, dan pengeluaran lainnya, mencapai Rp3. Dengan demikian, total biaya overhead pabrik secara keseluruhan tercatat sebesar Rp10. Harga Pokok Produksi Berdasarkan perhitungan total biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, dirumuskan Vol. 5 No. : Desember 2024 laporan harga pokok produksi berdasarkan metode full costing dengan rincian perhitungan di bawah ini. Tabel 4. Laporan Harga Pokok Produksi UMKM BAROKAH BAKERY LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI 31/07/2024 Biaya Bahan Baku Terigu Gula Telor Pengembang roti Pelembut roti Margarin Susu full cream Susu bubuk Garam Air Total Biaya Bahan Baku Rp 11. Biaya Tenaga Kerja Langsung Tenaga kerja produksi Biaya Overhead Pabrik Bahan Baku Penolong Selai cokelat Selai kelapa Meses Selai Blueberry selai Durian isian susu Keju Sosis Pisang Uli Daun Bawang BOP tetap Biaya Sewa Biaya listrik Biaya air Biaya keamanan Biaya pemeliharaan alat Biaya lain-lain Total Biaya Overhead Pabrik Harga Pokok Produksi Rp 10. Rp 27. Sumber: Data Barokah Bakery diolah penulis, 2024 Laporan Harga Pokok Produksi UMKM Barokah Bakery per 31 Juli 2024 menunjukkan rincian biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk. Biaya produksi terdiri atas tiga komponen utama yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Biaya bahan baku, yang mencakup berbagai bahan utama seperti terigu, gula, telur, pengembang roti, pelembut roti, margarin, susu, garam, dan air, berjumlah Rp11. Biaya tenaga kerja langsung untuk proses produksi tercatat sebesar Rp5. Biaya overhead pabrik terbagi menjadi bahan baku penolong, seperti selai, keju, sosis, pisang uli, daun bawang, dan lainnya, dengan total Rp7. 000, serta biaya overhead tetap, yang meliputi biaya sewa, penyusutan, listrik, pemeliharaan alat, keamanan, dan lain-lain, dengan total Rp3. Secara keseluruhan, total biaya overhead pabrik mencapai Rp10. Dengan menjumlahkan seluruh komponen tersebut, harga pokok produksi untuk periode yang dilaporkan adalah sebesar Rp27. Setelah memberikan gambaran rinci tentang biaya yang dikeluarkan, data ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengevaluasi efisiensi proses produksi di masa depan. Harga Pokok Penjualan Dalam menghitung harga pokok penjualan diperlukan komponen nilai persediaan awal, harga pokok produksi, dan nilai Vol. 5 No. : Desember 2024 persediaan akhir. Namun, pada proses penjualannya. Barokah Bakery menetapkan sistem jual putus, sehingga pelaku usaha tidak lagi memiliki hak atas produknya setelah melakukan transaksi dengan salesman. Hal ini mengakibatkan tidak adanya produk yang tersisa pada pabrik, sehingga pada perhitungan harga pokok penjualan peneliti tidak memperhitungkan persediaan awal dan persediaan akhir. Berikut perhitungan harga pokok penjualan pada Barokah Bakery. Tabel 5. Laporan Harga Pokok Penjualan UMKM BAROKAH BAKERY LAPORAN HARGA POKOK PENJUALAN 31/07/2024 Persediaan awal produk jadi Harga Pokok Produksi Persediaan awal PDP Biaya Bahan Baku Rp 11. Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp 5. Biaya Overhead Pabrik Rp 10. 000 Rp 27. Rp 27. 500 Persediaan akhir PDP Rp 27. HP Produk tersedia dijual Rp 27. Persediaan akhir produk jadi Harga Pokok Penjualan Rp 27. Sumber: Data Barokah Bakery diolah penulis, 2024 Berdasarkan hasil perhitungan harga pokok penjualan pada produk roti hangat Barokah Bakery menggunakan metode full costing adalah sebesar Rp 27. 500 per bulan atau sebesar Rp 997 per-pcs. UMKM Barokah Bakery menentukan harga jual roti hangat sebesar Rp1. 300 per-pcs dan mendapatkan laba sebesar 23%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa UMKM Barokah Bakery mendapat keuntungan dibawah persentase laba yang diharapkan yaitu sebesar 30% setelah melakukan perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode full costing. Menurut Magfiroh M & Fazli . , perhitungan harga jual dengan metode full costing akan menghasilkan harga jual yang lebih besar bila dibandingan dengan penentuan harga jual yang rata-rata diterapkan pada UMKM dalam perhitungannya, seluruh unsur biaya dimasukkan untuk memperoleh harga pokok penjualan baik biaya produksi maupun non produksi, selain itu metode full costing juga lebih mencerminkan persentase keuntungan yang diinginkan oleh UMKM tidak hanya berdasarkan perkiraan Hal ini sejalan dengan penelitian ini, yaitu dengan menggunakan metode full costing dalam menentukan harga jual dapat memberikan keuntungan bagi UMKM karena membantu mengetahui biaya produksi yang dikeluarkan serta menetapkan harga jual sesuai dengan biaya tersebut. Dengan demikian, laba yang diperoleh dapat dioptimalkan karena harga jual produk dihitung berdasarkan total biaya produksi yang dikeluarkan untuk memenuhi pesanan tersebut. KESIMPULAN DAN SARAN Penyusunan harga pokok produksi terbukti dapat membantu Barokah Bakery, terutama dalam memperhitungkan bebanbeban produksi, untuk dapat mengkalkulasi keuntungan bersih yang didapatkan dari kegiatan produksi selama satu bulan. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Lisa Febriyanti dan Titiek Rachmawati, bahwa perhitungan harga pokok produksi dengan full costing akan menghasilkan perhitungan harga pokok produksi yang lebih baik karena pada metode ini seluruh komponen biaya dimasukkan dan dibagi kepada setiap unit produksi. Namun, pada penyusunan harga pokok produksi. Barokah Bakery perlu mengidentifikasi biaya-biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan produksinya. Biaya-biaya tersebut di antaranya adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Diperlukan pengeluaran untuk biaya bahan baku per bulan sebesar Rp 11. 500, untuk biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 4. 000, dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 17. Dari klasifikasi dan perhitungan yang telah dilakukan maka dapat disusun laporan harga pokok produksi dengan cara menjumlahkan ketiga data biaya tersebut. Dihasilkan perhitungan harga pokok produksi selama sebulan adalah sebesar Rp 27. UMKM Barokah Bakery disarankan untuk mencatat biaya-biaya dalam menghasilkan suatu produk seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya bahan penolong, biaya overhead pabrik variabel maupun tetap agar bisa memahami pengeluaran yang terjadi selama pembuatan roti sampai produk siap dijual. Mengingat Barokah Bakery secara kosisten membuat roti setiap hari, seharusnya UMKM ini telah melakukan pencatatan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan untuk mengetahui Vol. 5 No. : Desember 2024 keseluruhan biaya dan estimasi laba yang diperoleh setiap periodenya. Oleh karena itu, kami juga menyarankan Barokah Bakery untuk melakukan pencatatan harga pokok penjualan setiap bulan, agar saat terjadi penurunan laba bersih dalam satu periode. Barokah Bakery dapat menentukan keputusan keuangan yang harus diambil seperti pengurangan biaya bahan penolong tanpa mengurangi kualitas rotinya. DAFTAR PUSTAKA