Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 152-162 EVALUASI PERENCANAAN PERKERASAN RUNWAY BANDARA FATMAWATI SOEKARNO Anggi Nidya Sari1. Ade Surya Pratama2. Julian Fikri3. Tody Amanah4 Politeknik Negeri Sriwijaya, angginidya@polsri. Politeknik Negeri Sriwijaya, adepratama@polsri. Politeknik Negeri Sriwijaya. Julian. fikri@polsri. Politeknik Negeri Sriwijaya, tody. amanah@polsri. ABSTRACT The use of air transportation from year to year has increased. Population growth and short travel times make air transportation more popular. This increase spurred airports in Indonesia to improve and develop facilities as well as improve the quality and quantity of airports. Likewise with Fatmawati Soekarno airport. This airport is located in Bengkulu Province. At this time Fatmawati Soekarno airport serves flights of Boeing 737 Series Classic aircraft or Boeing Next Generation types. This study aims to evaluate the runway pavement design at Fatmawati Soekarno airport. This study uses the FAA method with FAARFIELD software. The data used include field CBR data and flight traffic data for one year. Current field pavement thickness data at STA 0 000 Ae 1 800 is 105 cm and STA 1 800 Ae 2 250 is 107. 5 cm. The results of the analysis using FAARFIELD obtained that the thickness of the pavement is 85. 89 cm, so the current pavement is in a good category. Key word: Airport. Runway. Pavement. ABSTRAK Penggunaan transportasi udara dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pertumbuhan jumlah penduduk serta waktu tempuh yang singkat membuat transportasi udara semakin disukai. Peningkatan ini memacu bandara yang ada di Indonesia untuk meningkatkan dan mengembangkan fasilitas serta peningkatan kualitas dan kuantitas bandara. Begitupun dengan bandara Fatmawati Soekarno. Bandara ini terletak di Provinsi Bengkulu. Pada saat ini bandar udara Fatmawati Soekarno melayani penerbangan pesawat tipe pesawat Boeing 737 Series Classic ataupun jenis Boeing Next Generation. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perencanan perkerasan runway di bandara Fatmawati Soekarno. Penelitian ini menggunakan metode FAA dengan bantuan software FAARFIELD. Data yang digunakan antara lain Data CBR lapangan dan data lalu lintas penerbangan dalam satu tahun. Data tebal perkerasan lapangan saat ini pada STA 0 000 Ae 1 800 yaitu 105 cm dan STA 1 800 Ae 2 250 yaitu 107,5 cm. Hasil analisis menggunakan FAARFIELD diperoleh tebal perkerasan yaitu 85,89 cm, sehingga perkerasaan saat ini dalam kategori baik dan layak digunakan. Kata Kunci : Bandara. Landas Pacu. Perkerasan Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 152-162 PENDAHULUAN Seiring dengan perkembangan teknologi transportasi, penggunaan transportasi udara semakin banyak disukai oleh masyarakat dan mulai dapat dijangkau oleh semua kalangan, transportasi udara lebih diminati karena lebih cepat dalam menjangkau jarak yang cukup jauh dan mempunyai ketepatan waktu dalam perpindahan orang/barang dari suatu tempat ke tempat lain (Bethary et al. , 2. Menurut Seno & Ahyudanari, . para produsen pesawat terbang sipil selalu meluncurkan jenis pesawat terbang jarak jauh dengan kapasitas besar dan hemat bahan bakar, hal ini karena permintaan maskapai yang makin lama makin meningkat. Dengan meningkatnya jumlah pesawat yang berkapasitas besar memiliki implikasi terhadap infrastruktur yang harus disiapakan oleh bandara (Kamal, badru et all. ,2. Bandara Fatmawati Soekarno adalah bandar udara yang terletak di Kota Bengkulu. Provinsi Bengkulu. Bandar Udara ini dahulu Bernama Bandara Padang Kemiling yang diresminkan pada 14 November 2001. Bandara ini merupakan moda transportasi masyarakat Kota Bengkulu dan sekitarnya untuk menjangkau daerah-daerah yang jauh. Dengan adanya bandar udara ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kota Bengkulu, serta membawa dampak positif untuk pariwisata. Perekonomian Provinsi Bengkulu yang semakin meningkat, ditandai dengan meningkatnya perpindahan keluar masuk barang/penumpang dari dan menuju Provinsi Bengkulu, serta terlihat dari peningkatan PDRB (Produk Domestik Regional Brut. Provinsi Bengkulu. Dengan demikian Provinsi Bengkulu mulai membutuhkan sarana dan prasarana transportasi yang lebih memadai khususnya pada transportasi udara (Amanah. Bandar Udara Fatmawati Soekarno merupakan Bandara Kelas I yang saat ini dikelola oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan. Fasilitas yang terdapat pada Bandar Udara Fatmawati antara lain Runway sepanjang 2250 m x 45 m dengan permukaan asphalt concrete dan memiliki kekuatan PCN 40 F/C/X/T yang aman didarati oleh jenis pesawat Boeing 737 Series Classic ataupun jenis Boeing Next Generation. Selain itu Bandar Udara Fatmawati juga memiliki Taxiway yang terdiri dari taxiway Alpha dengan ukuran 23 m x 132 m dan taxiway Barvo dengan ukuran 26 m x 132 m. Apron ukuran 80 m x 375 m mampu menampung 5 pesawat berbadan lebar sekaligus (Muliasari & Purnama, 2. Struktur perkerasan bandara dirancang berbeda dengan struktur-struktur perkerasan jalan biasa, hal dikarenakan beban yang melewati runway lebih besar dibanding dengan beban yang melalui jalan biasa. Perkerasan berfungsi untuk melindungi tanah dasar . dan lapisan pembentuk perkerasan agar tidak mengalami tengangan yang Perkerasan pada Bandar Udara sendiri dirancang untuk memberikan daya dukung akibat beban yang dihasilkan oleh pesawat pada wilayah sisi udara . pada Bandar Udara (Amiwarti et al. , 2. Metode yang digunakan dalam analisis perencanaan perkerasan runway ini yaitu metode FAA dengan bantuan sofware FAARFIELD (FAA Rigid Flexible Iterative Elastic Layer Desig. Metode ini diharapkan dapat memberikan analisis perencanaan yang tepat, sehingga diperoleh hasil yang maksimal pada pembangunan runway. Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 152-162 LANDASAN TEORI PENELITIAN TERDAHULU Pada penelitian Badrul Kamal, dkk . dilakukan analisis terhadap struktur Runway Bandar Udara Tampa Padang Mamuju Sulawesi Barat, dengan beban rencana pesawat Boeing 737-900 ER dengan menggunakan metode FAA, dengan metode ini diketahui panjang runway sepanjang 2500 m dengan lebar 45 m, dan dengan menggunakan program FAARFIELD diketahui total perkerasan rencana yaitu setebal 89,09 cm. Christina Sari, dkk . melakukan analisis terhadap perkerasan Runway Bandara Husein Sastranegara, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode ICAO dan metode FAA dengan menggunakan software FAARFIELD. Dengan metode ICAO diketahui tebal perkerasan yang dihasilkan dengan Teknik grafis yaitu 1041,4mm dan 940,6mm dengan Teknik analitis. Sedangan pada metode FAA diperoleh ketebalan perkerasan yaitu 840,8 mm. Dari hasil kedua metode tersebut diketahui bahwa Bandara Husein Sastranegara sudah layak diperbaiki dengan overlay. Taufiq Dimitri, dkk . melakukan analisis mengenai perencanaan tambahan runway Bandara Soekarno-hatta dengan metode FAA menggunakan program FAARFIELD dan COMFAA. Studi kasus yang dianalisis ialan perancangan tebal perekerasan kaku landas pacu 3 Bandara Soekarno-Hatta dengan panjang 3660m dan lebar 60m. Dari hasil perhitungan diperoleh plat beton K-400 dengan tebal 50cm, econcrete (P-. dengan tebal 20cm serta tebal graded crushed aggregate (P-. METODE PENELITIAN Waktu dan Lokasi Penelitian ini dilakukan pada Bandar Udara Fatmawati Soekarno yang berada Kecamatan Selebar. Kota Bengkulu. Provinsi Bengkulu. Gambar 1. Lokasi Penelitian Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 152-162 Metode Penelitian Metode pada pelaksanaan penelitian yang dilalui serta langkah-langkah yang dilakukan dalam penulisan ini, dapat dilihat pada diagram alir . dibawah ini: Gambar 2. Bagan Alir Penelitian Desain Lapisan Perkerasan dengan menggunakan Sofware FAARFIELD FAA (Federal Aviation Administratio. merupakan Badan Pemerintahan di Amerika Serikat yang tugasnya menyusun berbagai hal yang ada hubungannya dengan penerbangan serta navigasi di Amerika. Menurut FAA design tebal perkerasan runway berpedoman pada Advisory Circular (AC) No. 150/5320/6E dengan menggunakan software Federal Aviation Administration Rigid and Flexible Iterative Elastic Layered Design (FAARFIELD),(Feranu et al. , 2. Adapun langkah-langkah perhitungan dengan menggunakan software FAARFIELD yaitu: Install software FAARFIELD pada laptop atau PC Buka software FAARFIELD lalu klik Options untuk mengatur satuan yang digunakan . etric atau inc. lalu klik OK Buat Job File baru dengan klik New Job, buat nama file yang diinginkan lalu klik OK Pada Job File terdapat File Sampels, klik File Sampels lalu pada bagian kanan terdapat beberapa AuPavement TypeAy, copy bagian new rigid dengan cara mendrag new rigid kebagian Job File yang ingin kita hitung . ang telah dinamai pada point . Pada bagian DATA INPUT. Klik Structure Masukkan data Airplane . ata pesawat yang beroperasi pada bandara tersebu. , setelah selesai klik Save List. Klik Back lalu masukkan data Design Life . mur rencan. dan nilai CBR lapangan yang telah di peroleh dari perhitungan atau data lapangan Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 152-162 Setelah itu klik Design Structure dan hasil nya langsung dapat diperoleh. Save structure untuk menyimpan hasil perhitungan Gambar 3. Tampilan awal Software FAARFIELD 3 Pertimbangan terhadap Lalu Lintas Pesawat Beban Sistem perkerasan pada bandara didesain untuk mampu menagan berat maksimum pada saat pesawat takeoff. Pada desain diasumsikan bahwa 95% berat kotor dibebankan pada main gear sedangkan 5% dibebankan pada nose gear. Penggunaan berat maksimum (MTOW) saat lepas landas memberikan desain konvensional yang masih memberikan peluang adanya perubahan trafik pada bandara di masa yang akan datang, sehingga apabila terjadi perubahan perkerasan tersebut masih dapat mengakomodiasi Konfigurasi Roda Pesawat Jenis gear dan konfigurasinya menentukan pendistribusian berat pada perkerasan dan memperlihatkan respon perkerasan terhadap pembebanan tersebut. Tipe dan konfigurasi gear pesawat berpedoman pada Order 5300. 7, yaitu: Gambar 4. Konfigurasi gear secara umum Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 152-162 Gambar 5. Konfigurasi Gear untuk beberapa jenis Pesawat Tekanan Roda Tekanan pada roda dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu: konfigurasi roda, berat kotor dan ukuran roda. Adanya pengaruh signifikan tekanan roda terhadap regangan yang terjadi pada permukaan aspal dibandingkan dengan tanah aspal. Namun pada perkerasan kaku tekanan roda tidak memiliki dampak yang signifikan. Tabel 1. Penyetaraan Material FAA dengan Material di Indonesia Jenis Undefined Subgrade Aggregate: P-208 P-209 (Crushe. P-154 (Uncrishe. HMA: A11 P-401/P-403: Surface Overlay Stabilized (Flexibl. Variable P-401/P-403 HMA PCC: A11 P-501 Surface Overlay Fully Unbonded Overlay partially bonded Overlay on flexible Keterangan Tidak didefinisikan Tanah Dasar Setara Material di Indonesia Tanah Dasar Aggregat pecah dan tidak pecah Lapis Pondasi Kelas A Lapis Pondasi Kelas B Hot Mix Asphalt AC-WC/ AC-BC Bahan Stabilisasi Aspal ATB Rigid Pavement Beton K-350 Ae K-500 Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 152-162 Jenis Stabilized . Variable P-301 Soil Cement Base P-304 Cement Treated Base P-306 Econocrete Subbase Keterangan Stabilisasi dengan Setara Material di Indonesia CTB (Sumber: Modul Pelatihan Program FAARFIELD, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Penentuan Jenis Pesawat dan Jumlah Keberangkatan Pesawat Tabel 2. Jenis dan Jumlah Keberangkatan Pesawat Tahun 2018 JENIS PESAWAT CANADA AIR REGIONAL JET 1000 AEROSPATIALE/ALENIA ATR 72-600 AEROSPATIALE/ALENIA ATR 72-500 BOEING 737-800 BOEING 737-900 ER AIRBUS A320 AVERAGE ANNUAL DEPARTURES 2018 WEIGHT (KG) (Sumber: Unit Penyelenggara Bandar Udara Fatmawati Soekarno Putri,2. Data jumlah penerbangan merupakan data penerbangan tahun 2018, hal ini dikarenakan pada tahun 2018 data penerbangan masih normal sebelum terjadi pandemic Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bengkulu. Penentuan Pesawat Rencana Penentuan pesawat rencana dilakukan bukan berdasarkan pesawat dengan bobot terberat, melainkan berdasarkan pesawat yang memiliki frekuensi landing dan take off terbanyak di Bandara Fatmawati Soekarno (Liony et al. , 2. Berdasarkan data pada Tabel 1 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kota Bengkulu, pesawat dengan frekuensi terbanyak melakukan aktifitas di bandara tersebut adalah pesawat Boeing-737 900 ER. Maka dari itu pesawat rencana yang digunakan pada penelitian ini ialah pesawat Boeing 737-900ER. 3 Perhitungan dengan Menggunakan Metode FAA menggunakan Software FAARFIELD Perhitungan tebal perkerasan runway dengan menggunakan software FAARFIELD membutuhkan beberapa data yaitu: Data CBR (Sumber: Unit Penyelenggara Bandar Udara Fatmawati Soekarno Putr. Data Pesawat yang beroperasi di bandara tersebut (Sumber: Unit Penyelenggara Bandar Udara Fatmawati Soekarno Putr. Dari data yang diperoleh diketahui bahwa nilai CBR bandara Fatmawati Soekarno sebesar 4%. Dengan mengasumsi nilai pertumbuhan penerbangan sebesar 4% dan umur Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 152-162 rencana diperoleh tebal perkerasan menggunakan software FAARFIELD setebal 85,89 cm, dengan detail sebagai berikut: Tabel 3. Detail Tebal Perkerasan Hasil Perhitungan dengan Menggunakan Software FAARFIELD Lapisan Surface Course Base Course Subbase Course Material yang Digunakan Asphalt Hotmix Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) Aggregat Alam Total Tebal 63,03 85,89 (Sumber: Hasil Perhitungan dengan menggunakan Software FAARFIELD) Gambar dibawah ini menunjukkan hasil yang berasal dari software FAARFIELD, setelah di input data penerbangan, nilai CBR dan umur rencana perkerasan bandara. Gambar 6. Hasil perhitungan dengan menggunakan software FAARFIELD Evaluasi Hasil Perhitungan dengan Metode FAA terhadap Tebal Perkerasan Exsisting di Lapangan Berdasarkan tebal ekisting yang diterima dari Kantor UPBU Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu terdapat dua segmen besar. Segmentasi tersebut dikarenakan adanya pengembangan bandara untuk melayani pesawat yang lebih besar. Sehingga Panjang runway mengalami peningkatan baik dari struktur maupun panjangnya. Adapun pengembangan dilaksanakan mulai dari STA 1 800 Ae 2 250. Berikut adalah tabel dan gambar mengilustrasikan tebal dan layering system dari Perkerasan runway yang terdapat pada runway Bandara Fatmawati Soekarno Provinsi Bengkulu STA 0 000 Ae 1 800: Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 152-162 Tabel 4. Detail Tebal Perkerasan Eksisting 0 000 Ae 1 800 Lapisan Material yang Digunakan Surface Course Base Course Subbase Course Asphalt Hotmix Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) Aggregat Alam Total Tebal Gambar 7. Tebal Lapisan Eksisting Perkerasan STA 0 000 Ae 1 800 Selanjutnya ilustrasi tebal dan layering system dari Perkerasan runway yang terdapat pada runway Bandara Fatmawati Soekarno Provinsi Bengkulu STA 1 800 Ae 2 250 sebagai berikut: Tabel 5. Detail Tebal Perkerasan Perpanjangan Eksisting 1 800 Ae 2 250 Lapisan Material yang Digunakan Surface Course Base Course Subbase Course Asphalt Hotmix Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) Aggregat Alam Total Tebal Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 152-162 Gambar 8. Tebal Lapisan Eksisting Perpanjangan Perkerasan STA 1 800 Ae 2 250 Dari hasil perhitungan menggunakan software FAARFIELD (Tabel . dibandingkan dengan kondisi lapangan (Tabel 4 dan Tabel . diketahui bahwa tebal perkerasan bandara Fatmawati Soekarno masih memenuhi syarat. Karena tebal perkerasan lapangan lebih besar dari tebal perkerasan yang direncanakan menggunakan software FAARFIELD. Total perkerasan lapangan pada STA 0 000 Ae 1 800 yaitu 105 cm > 85,89 cm . dan pada STA 1 800 Ae 2 250 yaitu 107,5 cm > 85,89 cm . Perencanaan tebal perkerasan dengan menggunakan software FAARFIELD relevan terhadap kondisi lapangan, karena didalam perhitungannya menggunakan data penerbangan yaitu data pesawat paling berat dengan frekuensi paling banyak mendarat di bandara tersebut serta nilai CBR lapangan. Sehingga hasil perhitungan dapat mewakili kondisi lapangan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data menggunakan metode FAA dengan bantuan software FAARFIELD, diketahui bahwa tebal perkerasan yang di sarankan yaitu minimal 85,89 cm. Dengan data CBR lapangan 4% dan menggunakan pesawat rencana Boeing 737-900 ER yang memiliki MTOW sebesar 85130 dan dengan frekuensi penerbangan sebanyak 2555 dalam satu tahun. Sehingga tebal perkerasan bandara Fatmawati Soekarno saat ini masih dalam kategori aman untuk dilalui. DAFTAR PUSTAKA