Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat p-ISSN: 2797-9407, e-ISSN: 2797-9423 Volume 5, nomor 3, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/bajpm. Peran Dinas Sosial Kota Surabaya dalam Meningkatkan Kapasitas Relawan TAGANA melalui Sosialisasi Penanganan Kecelakaan Air Sohib Abdul Furkon*. Amin Tohari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Indonesia *Coresponding Author: studentuinsa22@gmail. Dikirim: 04-08-2025. Direvisi: 15-08-2025. Diterima: 17-08-2025 Abstrak: Kota Surabaya menghadapi tantangan besar dalam penanganan bencana, khususnya kecelakaan air akibat curah hujan ekstrem, luapan sungai, dan kondisi geografis Situasi ini berdampak pada kerugian sosial, ekonomi, dan infrastruktur, sehingga diperlukan upaya mitigasi berbasis masyarakat. PKM ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Sosial Kota Surabaya dalam meningkatkan kapasitas relawan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) melalui kegiatan sosialisasi penanganan kecelakaan air. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang divalidasi menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Sosial berperan dalam menyediakan sarana seperti perahu karet, pelampung, helm, serta pelatihan rutin untuk mempertajam keterampilan teknis relawan. Selain itu. Dinas Sosial membangun kolaborasi dengan BPBD dan Basarnas dalam kegiatan sosialisasi maupun penanganan langsung saat bencana. Tantangan utama dalam pelaksanaan program adalah kondisi sungai yang beragam serta keterbatasan sarana yang dimiliki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi penanganan kecelakaan air berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesiapsiagaan relawan TAGANA dan dapat menjadi model penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana. Kata Kunci: Dinas Sosial. TAGANA. sosialisasi kecelakaan air. kapasitas relawan. Abstract: Surabaya City faces great challenges in disaster management, especially water accidents due to extreme rainfall, river overflows, and the geographical conditions of the This situation has an impact on social, economic and infrastructure losses, so community-based mitigation efforts are needed. This PKM aims to analyze the role of the Surabaya City Social Service in improving the capacity of Taruna Siaga Bencana (TAGANA) volunteers through socialization activities on water accident management. The research method used was descriptive qualitative with data collection techniques through indepth interviews, observation, and documentation, which were validated using triangulation. The results showed that the Social Service plays a role in providing facilities such as rubber boats, buoys, helmets, as well as regular training to sharpen volunteers' technical skills. addition, the Social Affairs Office builds collaboration with BPBD and Basarnas in socialization activities and direct handling during disasters. The main challenge in implementing the program is the diverse river conditions and limited facilities. This study concludes that socialization activities for handling water accidents contribute significantly to increasing the preparedness of TAGANA volunteers and can be a model for strengthening community capacity in disaster mitigation. Keywords: Social Service. TAGANA. water accident socialization. volunteer capacity. disaster mitigation. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Furkon & Tohari. Peran Dinas Sosial Kota Surabaya dalam Meningkatan Kapasitas RelawanA PENDAHULUAN Kota Surabaya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan kepadatan penduduk di wilayah Jawa Timur menhadapi beberapa tantangan serius dalam hal mitigasi dan penanggulangan bencana, khususnya bencana laka air. Fenomena ini kerap terjadi di beberapa waktu terakhir dan berdampak signifikan terhadap kehidupan sosial masyarakat serta keberlangsungan infrastruktur kota. Intesitas curah hujan ekstrem yang terjadi dalam durasi singkat menjadi penyebab terjadinya banjir besar di berbagai kawasan yang padat dengan penduduk. Beberapa wilayah di Surabaya mengalami genangan dan ketinggian air yang cukup tinggi, sehingga menyebabkan perubahan besar terhadap aktivitas warga. Tidak hanya itu, adapun peristiwa seperti luapan air sungai yang merendam puluhan rumah, menyebabkan ratusan warga terdampak dan diperlukan evakuasi terkait tempat pengungsian yang aman. Fenomena ini tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga mengganggu stabilitas sosial masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan yang cepat dan tidak hanya bergantung dengan aparat profesional saja, tetapi juga membutuhkan peran aktif relawan di lapangan yang memiliki pengetahuan serta keterampilan yang memadai. Taruna Siaga Bencana (TAGANA) hadir sebagai garda terdepan dalam sistem penanggulangan bencana di indonesia. TAGANA dibentuk untuk menyikapi rancangan penanggulangan bencana, dalam hal ini mereka tidak menganggap masyarakat hanya sebagai objek, namun juga menjadikan subjek untuk meminimalisir terjadinya bencana (Firrizqi & Arif, 2. Relawan TAGANA memiliki peran strategis dalam memberikan pertolongan seperti memberikan layanan darurat kepada korban bencana, membantu melakukan tindakan seperti membangun shelter, logistik, dan dapur umum, menggerakkan potensi dan sumber daya manusia seperti relawan. TSK. Tagana, dan lainnya, melakukan evakuasi korban bencana, dan melakukan analisis resiko dan kebutuhan dasar bersama dengan dinas terkait (Irtanto. Dinas Sosial Kota Surabaya, sebagai instansi yang membawahi pembinaan relawan TAGANA, memegang peran strategis dalam memastikan anggota TAGANA memahami dan melaksanakan tugas penanggulangan bencana baik sebelum, saat tanggap darurat, dan pascabencana (Wawan Sukmawan. Aan Anwar Sihabudin. Komitmen ini kemudian diwujudkan melalui berbagai program pelatihan, sosialisasi, dan simulasi yang berkelanjutan, salah satunya melalui kegiatan sosialisasi penanganan kecelakaan air. Dalam hal ini para relawan TAGANA dibekali ilmu yang sebelumnya sudah pernah diberikan kemudian diasah kembali agar ilmu yang diberikan konsisten terjaga dan berkembang terus untuk kedepannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Sosial Kota Surabaya dalam meningkatkan kapasitas relawan TAGANA melalui kegiatan sosialisasi penanganan kecelakaan air. Secara khusus, penelitian ini mengkaji bentuk fasilitasi, tantangan yang dihadapi, serta strategi pengembangan program pelatihan di masa KAJIAN TEORI Dalam hal ini peneliti menggunakan teori Struktural Fungsional Talcott Parsons. Menurut Parsons, masyarakat dan sistem sosial berfungsi sebagai sebuah sistem yang terdiri dari berbagai bagian yang saling terkait dan memiliki peran @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Furkon & Tohari. Peran Dinas Sosial Kota Surabaya dalam Meningkatan Kapasitas RelawanA tertentu untuk memastikan keberlanjutan dan kestabilan sistem tersebut (Maulana Z et al. , 2. Parsons membuktikan bahwa lingkungan dan alam menjadi sebuah subjek untuk membentuk suatu budaya dan masyarakat itu sendiri (Harahap & Tarigan. Devika M, 2. Maka dari itu, dalam konteks penanggulangan bencana, teori ini sangat relevan untuk menjelaskan dimana institusi seperti Dinas Sosial. TAGANA, dan masyarakat mempunyai fungsi-fungsi seperti pengorganisasian, pengaturan, dan kooperasi untuk memastikan kesiapsiagaan serta respons yang efektif terhadap kejadian bencana. Untuk memastikan reliabilitas dan validitas temuan, analisis data dilakukan dengan teknik triangulasi, yang berarti membandingkan hasil observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lengkap dan akurat tentang cara program TAGANA menerapkan strategi pengembangan kapasitas relawan di lapangan. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Metode yang digunakan ialah kualitatif deskriptif yang berguna untuk memahami secara mendalam mengenai peran Dinas Sosial dalam meningkatkan kapasitas relawan TAGANA melalui kegiatan sosialisasi penanganan kecelakaan air. Pendekatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif tentang proses, tantangan, dan hasil dari pelaksanaan program. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di lapangan parkir Taman Ngagel dan Sungai Ngagel, tepat di depan Hotel Novotel, pada Sabtu, 22 Februari 2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap Bapak Edi selaku Koordinator Tim Pelaksana Lapangan TAGANA, serta observasi selama kegiatan sosialisasi Analisis data dilakukan dengan teknik triangulasi, yaitu membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan. Harapan dari penggunaan metode ini adalah agar hasil penelitian dapat memberikan gambaran lengkap dan akurat mengenai implementasi program dan strategi pengembangan kapasitas relawan TAGANA di IMPLEMENTASI KEGIATAN DAN PEMBAHASAN Bencana Laka Air di Surabaya Surabaya sebagai kota metropolitan yang berada di wilayah pesisir utara Pulau Jawa, kini harus menghadapi tantangan serius terkait bencana laka air. Musim penghujan akhir tahun 2024 hingga pertengahan 2025 menjadi momen yang sangat krusial ketika serangkaian bencana banjir, hingga insiden orang tenggelam melanda berbagai wilayah. Berbagai upaya penanggulangan dan mitigasi telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dinas Perhubungan Bina Marga dan Pematusan. Satpol PP, dan Dinas Sosial. Pada tanggal 24 Desember 2024, terdapat peristiwa dimana curah hujan yang ekstrem mengguyur Kota Surabaya selama hampir empat jam, sehingga kondisi ini memicu terjadinya banjir besar di beberapa kawasan selatan seperti. Gayungan. Ketintang. Margorejo, dan Jalan Kartini, dengan ketinggian air mencapai hingga 185 cm (U. Surabaya, 2. Pada 15 Maret 2025, situasi serupa kembali terjadi ketika hujan deras menyebabkan genangan di daerah barat kota, seperti Wisma Tengger. Candi @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Furkon & Tohari. Peran Dinas Sosial Kota Surabaya dalam Meningkatan Kapasitas RelawanA Lempung. Balongsari, dan Benowo. Ketinggian air yang mencapai hingga 40 cm, merendam rumah-rumah dan menyebabkan ketidaknyamanan masyarakat sekitar. Tidak hanya peristiwa hujan lokal saja, luapan Sungan Karangpilang yang terjadi pada tanggal 25 Februari juga turut memperburuk situasi dengan merendam 30 rumah di Gang Gelatik RT4/RW2, mengakibatkan 127 warga terdampak peristiwa tersebut, sehingga menimbulkan kendala dalam proses evakuasi dikarenakan penolakan warga terhadap tempat pengungsian yang telah disediakan oleh pihak BPBD. Pada akhirnya dilakukan rapat koordinasi sementara antara pihak BPBD dengan BBWS Brantas, dengan hasil bahwa akan diterbitkannya surat peringatan agar warga tidak lagi menetap di lokasi rawan banjir tersebut (Elaine. Selain itu, pada tanggal 17 November 2024. BPBD juga menangani insiden laka air berupa evakuasi jenazah pria yang tenggelam di Sungai Karangpilang, yang mengindikasikan tingginya resiko kecelakaan akibat kondisi aliran sungai dan cuaca yang ekstrem (Elaine, 2. Pemerintah Kota Surabaya, di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi, juga menargetkan penyelesaian banjir di wilayah Surabaya Selatan pada tahun 2025. Fokus utama penanganan berada di kawasan Wonocolo. Ketintang Baru, dan sekitarnya, dengan strategi membangun rumah pompa, pelebaran saluran air, pemasangan box culvert, serta pengalihan aliran air ke Bozem Aquatic (P. Surabaya, 2. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengurangi beban aliran di saluran Wonorejo dan mencegah banjir di kawasan padat penduduk. Selain itu, ada rencana penanganan di 39 titik banjir lainnya di Surabaya. Keseluruhan program dilakukan secara terintegrasi demi mengatasi genangan secara permanen. Fasilitasi Dinas Sosial Kota Surabaya Dinas Sosial Kota Surabaya memiliki beberapa tujuan strategis untuk meningkatkan upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat, salah satunya adalah meningkatkan kapasitas relawan Taruna Siaga Bencana (TAGANA), yang kemudian diwujudkan melalui latihan dan sosialisasi penanganan kecelakaan air . aka ai. secara teratur dan terorganisir. (Rahman, 2. menjelaskan bahwa TAGANA merupakan garda terdepan dalam sistem manajemen bencana, terutama pada fase prabencana yang menekankan kegiatan mitigasi nonfisik seperti edukasi, simulasi, dan penyediaan fasilitas pendukung. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Edy selaku Koordinator pelaksana teknis lapangan TAGANA, pada 16 Mei 2025 menyampaikan bahwa: AuYang pertama adalah orangnya dulu atau berapa jumlah TAGANA yang ada disitu, terus fasilitas dari Dinas Sosial Kota Surabaya sebenarnya ada perahu, sebenarnya ada dua yakni perahu boot dan perahu karet, tapi saat ini yang dipakai satu, karena perahu yang satunya sudah berumur, dan tidak bisa digunakanAy. Hal ini juga berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada 10 Juli 2025, dimana TAGANA ikut berpartisipasi dalam proses evakuasi korban tenggelam di perairan KMP Tunu Pratama Jaya (BENCANA, 2. Untuk mendukung pencarian dan penyelamatan korban. TAGANA berpartisipasi aktif dalam peristiwa tersebut dengan memanfaatkan kemampuan teknis dan sarana prasarana yang tersedia. Menurut berita ini, keberhasilan TAGANA dalam membantu proses evakuasi didasarkan pada keberanian dan kesiapan personelnya serta ketersediaan fasilitas seperti kapal dan peralatan keselamatan yang memadai. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Furkon & Tohari. Peran Dinas Sosial Kota Surabaya dalam Meningkatan Kapasitas RelawanA Maka dari itu, peneliti menemukan bahwa jumlah dan kesiapan staf sangat penting untuk menjalankan fasilitas yang tersedia. Ada dua jenis perahu yang dimiliki oleh Dinas Sosial Kota Surabaya, yaitu perahu boot dan perahu karet. Namun, hingga saat ini, hanya perahu karet yang digunakan karena kondisi perahu boot sudah tua dan tidak cocok untuk kegiatan sosialisasi dan evakuasi. Selain armada perahu, ada juga perlengkapan keselamatan lainnya, seperti pelampung, helm dengan lampu penerangan, dan lampu sorot yang membantu evakuasi. Dengan demikian, fasilitasi dari Dinas Sosial Kota Surabaya berupa sarana prasarana dan dukungan pelatihan telah membantu kegiatan mitigasi dan penanganan bencana berbasis masyarakat, meskipun masih terdapat keterbatasan pada kondisi armada yang perlu diperbarui agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Gambar 1. Penyediaan Fasilitas Perahu Karet oleh Dinas Sosial Kolaborasi Multi-Pihak dalam Pelaksanaan Sosialisasi Dinas Sosial Kota Surabaya dalam hal ini tidak bergerak sendiri untuk membantu para relawan, mereka menyadari bahwa penanganan bencana, khususnya dalam aspek penyelamatan dan evakuasi, memerlukan sinergi lintas sektor yang kuat. (Fitriyanti, 2. menjelaskan bahwa kolaborasi antar berbagai organisasi sangat penting karena setiap pihak memiliki peran yang saling melengkapi, sehingga upaya penanganan bencana menjadi lebih efisien. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Edy selaku Koordinator pelaksana teknis lapangan TAGANA, pada 16 Mei 2025 menyampaikan bahwa: AuKita tetap terkait dengan penanganan kasus atau bencana, kita tidak bisa bergerak sendiri, kita ada Dinas Sosial dan TAGANA, juga ada namanya kita itu kolaborasi sama BPBD maupun BasarnasAy. Peneliti menemukan bahwa dalam kegiatan sosialisasi penanganan laka air ini memerlukan kolaborasi dengan beberapa kolega, dengan tujuan yang sama yakni pemberian edukasi terkait dengan kebencanaan, salah satunya dalam kegiatan evakuasi korban laka air, namun kolaborasi ini tidak hanya digunakan di saat sosialisasi saja atau bisa kita sebut pra bencana, tetapi juga dibutuhkan ketika dalam keadaan bencana secara langsung, dimana TAGANA saling berkomunikasi dengan kolega lain, seperti Basarnas. BPBD terkait dengan penanganan evakuasi korban laka Melalui kerja sama yang terjalin erat ini, proses penanganan bencana menjadi lebih terorganisir, meminimalkan risiko korban jiwa, dan mempercepat proses pemulihan pasca-kejadian. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Furkon & Tohari. Peran Dinas Sosial Kota Surabaya dalam Meningkatan Kapasitas RelawanA Gambar 2. Kolaborasi Relawan TAGANA dengan anggota BPBD Tantangan dalam Penanganan Laka Air Dalam kegiatan sosialisasi tentunya memiliki beberapa tantangan selama proses kegiatan, yang menjadi tantangan utama ialah faktor keadaan setiap sungai, karena setiap sungai memiliki tingkat arus yang berbeda, baik itu arus besar maupun Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Edy selaku Koordinator pelaksana teknis lapangan TAGANA, pada 16 Mei 2025 menyampaikan bahwa: AuKalau dilihat dari beberapa hal itu, dari laka air itu memang tergantung dari kondisi atau dimana tempatnya. Misalnya, jika lokasi tersebut memiliki arus air yang deras, seperti di wilayah Njagir, maka kita harus bekerja sama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak atau kolega. Namun, jika kondisi airnya tidak terlalu deras maka masih dapat ditangani oleh beberapa personel, maka kita juga harus mempertimbangkan efisiensi tenaga dan sumber daya. Kita harus bijak dalam mengatur jumlah personel yang turun ke lapangan agar tenaga tidak terbuang percumaAy. Peneliti menemukan bahwa tantangan utama yang dihadapi oleh relawan TAGANA ialah kondisi sungai yang berbeda-beda, semisal di sungai Njagir yang memiliki aliran sungai sangat deras, memungkinkan adanya tambahan relawan dari beberapa kolega yang lain. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa petugas aman dan proses evakuasi atau penanganan berjalan dengan baik. Sebaliknya. TAGANA akan mengoptimalkan jumlah personel internal untuk mencegah pemborosan tenaga dan sumber daya logistik dalam situasi di mana arus sungai tidak terlalu deras dan cenderung dapat dikendalikan. Metode seperti ini sangat penting untuk mempertahankan kesiapan TAGANA untuk menghadapi berbagai kondisi geografis dan tingkat kejadian bencana yang terus berubah. Harapan dan Rencana Pengembangan Kegiatan Dalam kegiatan sosialisasi penanganan laka air ini. Dinas Sosial Kota Surabaya menaruh harapan besar kepada para relawan TAGANA agar program ini dapat terus berlanjut dan berkembang seiring dengan dinamika zaman. Selain itu. Dinas Sosial juga telah merancang strategi yang terarah untuk mengembangkan kegiatan sosialisasi ini secara berkelanjutan dan lebih efektif di masa mendatang. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Edy selaku Koordinator pelaksana teknis lapangan TAGANA, pada 16 Mei 2025 menyampaikan bahwa: AuTujuan kedepannya kita pun @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Furkon & Tohari. Peran Dinas Sosial Kota Surabaya dalam Meningkatan Kapasitas RelawanA juga salah satunya adalah mencari bibit-bibit baru seorang Tagana ya mencari bibit-bibit baru yang bisa menjadi garda depan terkait dengan bencana karena ini susah banget terkait dengan Tagana atau relawan Tagana ini karena Salah satunya harus dari hati. Kalau memang hatinya dia itu bisa mengikuti jejaknya daripada seniornya atau punya hati untuk penolong ya, kita butuhkan seorang seperti ituAy. Peneliti menemukan bahwa Dinas Sosial Kota Surabaya memiliki harapan besar terhadap lahirnya generasi baru relawan TAGANA. Harapan ini bertujuan agar keberlangsungan peran TAGANA sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana dapat terus terjaga. Saat ini, tidak semua orang dapat menjadi relawan TAGANA, karena dibutuhkan individu yang memiliki jiwa kepedulian dan semangat menolong sesama. Hal ini sesuai dengan tujuan organisasi ini yakni membantu masyarakat dalam segala kondisi bencana apapun itu. Bapak Edy juga menjelaskan bahwa saat ini. TAGANA berfokus untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat koordinasi dalam menangani bencana di Surabaya, seperti kebakaran, kecelakaan air, dan bencana lainnya. Dalam upaya ini, tidak hanya logistik saat kejadian yang diperlukan, tetapi juga program untuk memberikan umpan balik kepada masyarakat. Mungkin hal inilah yang perlu kita tingkatkan saat ini, agar ke depannya dapat dijadikan sebagai pilot project yang bisa diterima oleh masyarakat secara luas. Perlu dipahami bahwa tanggung jawab Dinas Sosial bukan hanya menangani kemiskinan tetapi juga melakukan upaya perlindungan sosial lainnya. Salah satunya melalui fungsi Taruna Siaga Bencana (TAGANA), yang diatur oleh undang-undang resmi. Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia (Permenso. Nomor 28 Tahun 2012, mencakup undang-undang yang mengatur TAGANA". Program penguatan kapasitas ini juga sejalan dengan konsep TMS (Tagana Masuk Sekola. yang telah diterapkan di beberapa daerah lain, yakni dengan tujuan untuk membangun generasi tangguh bencana sejak dini di lingkungan sekolah (Gorontalo, 2. Upaya tersebut bertujuan agar masyarakat tidak hanya mengetahui keberadaan Tagana, tetapi juga merasakan manfaat langsung dari keberadaan fasilitas dan layanan kebencanaan. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa Dinas Sosial Kota Surabaya memiliki peran dalam peningkatan kapasitas relawan Taruna Siaga Bencana (TAGANA), khususnya melalui kegiatan sosialisasi penanganan kecelakaan air. Peran tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas pendukung seperti perahu karet, pelampung, helm, dan penerangan darurat, serta pelaksanaan rutin dengan tujuan mempertajam keterampilan teknis para relawan. Selain itu Dinas Sosial juga menjalin kolaborasi erat dengan beberapa kolega yang lain seperti BPBD dan Basarnas untuk memperkuat efektivitas penanganan bencana, baik dalam fase sosialisasi . ra bencan. maupun disaat kondisi darurat. Dalam implementasinya. TAGANA menghadapi tantangan yang bermacammacam, seperti perbedaan arus sungai yang mempengaruhi strategi dan jumlah personil yang dikeluarkan. Dalam mencapai hal ini, setiap relawan harus memiliki kemampuan adaptasi dan fleksibilitas, serta koordinasi lintas sektor yang kuat. Dalam hal pengembangan. Dinas Sosial berkomitmen untuk memperluas program dengan merekrut relawan baru yang bermoral dan berhati-hati. Dengan tujuan untuk menjadi pilot project yang efektif dan berkelanjutan di tingkat lokal dan nasional, @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Furkon & Tohari. Peran Dinas Sosial Kota Surabaya dalam Meningkatan Kapasitas RelawanA program ini dirancang sebagai bentuk perlindungan sosial yang berbasis regulasi. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa keberhasilan mitigasi dan penanganan bencana di tingkat kota sangat bergantung pada keberadaan infrastruktur serta kesiapsiagaan sumber daya manusia dan kerja sama lembaga yang solid. DAFTAR PUSTAKA